Anda di halaman 1dari 2

Proses aterosklerosis sebenarnya sudah dimulai sejak masa kanak-kanak,

seiring dengan meningkatnya konsumsi makanan dan perubahan gaya hidup, terutama
jika gaya hidup akrab dengan seringnya mengonsumsi makanan siap saji (junk food).
Bahkan, proses aterosklerosis sudah terjadi padaa saat bayi berusia tiga bulan.
\Persoalan mulai mengemuka ketika proses aterosklerosis ini terakumulasi dan
menahun. Dampaknya baru terlihat dikala peranjakan dari masa remaja ke masa
dewasa. Aterosklerosis sebenarnya tidak hanya dipicu dari tingginya konsumsi
makanan berlemak, namun juga dilihat dari usia, jenis kelamin, golongan darah,
diabetetes militus, hipertensi, hiperlipidemia, obesitas.
Proses Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah
dari aliaran darah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang
mengumpulkan bahan lemak. Pada saatnya monosit yang terisi lemak ini akan
terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam ateri. Sehingga Dalam
prosesnya terdapat lesi Fatty streak, berbentuk bercak berwarna kekuningan, yang
terdiri dari sel-sel yang disebut foam cells. Sel-sel ini ialah sel-sel otot polos dan
makrofag yang mengandung lipid, terutama dalam bentuk ester cholesterol.
Kemudian menjadi Fibrous plaque, berwarna keputihan dan sudah menonjol ke dalam
lumen arteri. Fibrous plaque berisi sejumlah besar sel-sel otot polos dan makrofag
yang berisi cholesterol dan ester cholesterol, di samping jaringan kolagen dan jaringan
fibrotik, proteoglikan, dan timbunan lipid dalam sel-sel jaringan ikat. Fibrous plaque
biasanya mempunyai fibrous cap yang terdiri dari otot-otot polos dan sel-sel kotagen.
Di bagian bawah fibrous plaque terdapat daerah nekrosis dengan debris dan timbunan
ester cholesterol.
Dalam aterosklerosis, unsur lemak yang berperan disini adalah LDL (low
density lipoprotein), LDL sering di sebut kolestrol jahat, tinggi LDL akan berpotensi
menumpuk disepanjang dinding nadi korener. Arteri yang terkena arterosklerosis akan
kehilanagan kelenturannya dan karena ateroma terus tumbuh, maka arteri akan
menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium, sehingga bisa
rapuh dan pecah. Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah, sehingga ateroma
menjadi lebih besar dan mempersempit arteri. Ateroma yang pecah juga bisa
menumpahkan kandungan lemaknya dan memicu terjadinya pembekuan darah (
thrombus ). Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri dan
menjadi lemah, atau bekuan akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan
menyebabkan sumbatan di daerah lain ( emboli ). Lesi ini disebut complicated lesion
(bentuk lanjutan ateroma. Sehingga Dalam patogenesis ada empat sel yang
mempengaruhi terbentuknya aterosklerosis yaitu: sel endotel, sel otot polos,
platelet dan makrofag
Akibat dari penympitan arteri jantung kesulitan memompa darah dan timbul
rasa nyeri di dada, suka pusing-pusing dan berlanjut ke gejala serangan jantung
mendadak. Bila penyumbatan terjadi di otak maka yang di derita stroke dan bisa juga
menyebabkan kelumpuhan. Selain itu Tingginya kadar lemak yang disebut trigliserida
dalam darah juga dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, terutama pada wanita.
JADI proses yang terjadi dalah aterbentuknya garis lemak (fatty streaks), lalu plak
fibrosa, dan menyusul klasifikasi. Kekakuan pembuluh darah ini pada gilirannya
dapat menyebabkan gangguan lanjut sesuai organ yang diserangnya. Itulah
p\patogenesis terjadinya aterosklerosis