Anda di halaman 1dari 4

HIPOMAGNESEMIA

PAPER
Tugas Mata Kuliah Penyakit Internal Gangguan Metabolit & Genetik
Oleh: Kelo!ok "
Nunung Han#oyo "$%"&$"$""""$'" (oga )*i Putra ""%"&$"$$"""$&$
Aan#a +,- "$%"&$"$."""$$& Se!tin Maulu#iyana ""%"&$"$$"""$&'
Anggita S,) ""%"&$"$$"""$'% /ahi Arie0 ""%"&$"$$"""$&&
Rini Nuraini ""%"&$"$$"""$'1 Haa S,M,S ""%"&$"$$"""$&2
Ira M,S ""%"&$"$$"""$'. Na3illa A,( ""%"&$"$$"""$&%
A!rilia Na3rati 4o3a ""%"&$"$$"""$'5 Oktala3ia ),N,R
""%"&$"$$"""$&1
6ahyu E#i S, ""%"&$"$$"""$'7
PROGRAM KE)OKTERAN HE6AN
8NI+ERSITAS -RA6I9A(A
MA4ANG
HIPOMAGNESEMIA
Magnesium (Mg) adalah kation intraselular utama. Di dalam sel, Mg terlibat
sebagai katalis atau penggerak dalam berbagai reaksi enzimatik, diperlukan untuk
semua reaksi yang memanfaatkan ATP. Mayoritas Mg tubuh ada di dalam tulang (5
!) dan otot rangka dan "aringan lunak, sementara hanya sekitar # ! yang ada di dalam
darah. Dengan demikian, tidak bisa menggunakan indikator serum untuk mengukur
kadar Mg di dalam tubuh. Dari Mg dalam darah, sekitar $%&! beredar terikat dengan
protein serum (terutama albumin), sedangkan sisanya beredar bebas dalam darah (' !)
atau terikat fosfat, sitrat, dan senya(a lainnya.
)omeostasis magnesium ditentukan terutama oleh keseimbangan antara
penyerapan usus dan ekskresi gin"al. *ampai saat ini masih sangat sedikit perihal
tentang faktor%faktor yang mengontrol homestasis magnesium, karena memang selama
ini magnesium disebut sebagai +forgotten element, atau elemen yang dilupakan. -in"al
memainkan peran penting dalam mengendalikan kadar Mg serum oleh modulasi
reabsorpsi tubular. .%/ ! dari Mg disaring melalui glomerulus. Dari "umlah ini, $ !
diserap dalam P0T (Proximal Convoluted Tubule), . ! di lengkung )enle, dan # !
di tubulus distal. 1ontrol reabsorpsinya sangat kompleks dimana faktor%faktor yang
terlibat termasuk pakan, hormon (PT) ()ormon Paratiroid), kalsitonin, AD) (Anti
Diuretik )ormon), aldosteron, tiroksin dan lain%lain). Magnesium "uga disekresikan
dalam air liur (terutama pada ruminansia), keringat (pada kuda), dan sekresi susu.
Mg berperan dalam membantu akti2itas enzim seperti thiamin phyrofosfat
sebagai kofaktor. 1etersediaan Mg dalam ransum harus selalu tersedia. Perubahan
konsentrasi Mg dari keadaan normal selama $%#/ hari dapat menyebabkan
hipomagnesemia. *ekitar &%5! Mg dari rata%rata konsumsi harian ternak akan diserap
di usus halus. Penyerapan ini dipengaruhi oleh protein, laktosa, 2itamin D, hormon
pertumbuhan dan antibiotik (Poed"iadi, #334).
Magnesium sangat penting peranannya dalam metabolisme karbohidrat dan
lemak. Defisiensi Mg dapat meningkatkan iritabilitas urat daging dan apabila iritabilitas
tersebut parah akan menyebabkan tetany. Defisiensi Mg pada sapi laktasi dapat
menyebabkan hypomagnesemia tetany atau grass tetany. 1eadaan ini disebabkan tidak
5ukupnya Mg dalam 5airan ekstra5ellular, yaitu plasma dan 5airan interstitial.
1ebutuhan Mg untuk hidup pokok adalah $%$,5 gram dan untuk produksi susu adalah
,#$ gram per milligram susu. 6ansum yang mengandung ,$5! Mg 5ukup untuk sapi
perah yang berproduksi tinggi (Arora, #335).
Penyebab ter"adinya hipomagnesia se5ara umum adalah7
#. Penurunan asupan karena anoreksia atau ketidak5ukupan Mg dalam diet (pakan).
Pada ruminansia, 5ontohnya pada sapi yang diberikan pakan rumput maupun pakan
kering yang rendah Mg menyebabkan hypomagnesemic tetany. *indrom ini ter"adi
dengan 5epat pada sapi perah, terutama pada sapi perah yang sedang bunting maupun
pada masa laktasi karena kebutuhan Mg meningkat. Hypomagnesemic tetany ini
ditandai dengan hipomagnesemia parah, hipokalsemia (karena resistensi PT) dan
penghambatan sekresi PT)), dan rendah atau normal fosfat. Tanda%tanda klinis
sering dipi5u oleh stres, seperti kurangnya asupan makanan, 5ua5a dingin,
transportasi, dan lain%lain.
$. Translokasi ke dalam sel
Mg dapat bergerak se5ara intraseluler dalam responnya terhadap insulin, hipotermia,
atau sepsis pada kuda. 8ni adalah alas an ter"adinya hipomagnesemia pada kuda
septik.
3. Excessive Loss
Penurunan penyerapan Mg dapat ter"adi dengan adanya gangguan
pen5ernaan dan akhirnya akan mengakibatkan malabsorpsi atau diare.
*elain itu, pada ruminansia, Mg "uga banyak terdapat di air liur, oleh
karena itu ketika ter"adi hipersali2asi dapat menyebabkan
hypomagnesemia (misalnya akibat ter"angkit rabies, 5hoke).
Renal loss akibat diuresis, hipertiroidisme ()ormon tiroid menurunkan
kadar Mg melalui mekanisme yang belum diketahui), hipoparatiroidisme
primer (PT) merangsang gin"al meresorpsi Mg dan Mg keluar dari
tulang), dan asidosis.
Cutaneous loss melalui produksi keringat yang berlebihan terutama setelah
kompetisi (pada kuda). 1eringat banyak mengandung 10l, Mg, dan
kalsium.
*e5ara umum, kadar Mg yang sangat rendah pada tubuh menyebabkan serangan
"antung, kelemahan dan ke"ang%ke"ang.
Re0erensi
Arora, *. P. #335. Pencernaan i!roba pada Ruminansia. 9-M. Press. :ogyakarta.

Poed"iadi, A. #334. "asar#dasar $io!imia. 9ni2ersitas 8ndonesia Press. ;akarta.