Anda di halaman 1dari 15

1

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa :
Nama : Rizka Purnama Mulya, S.Ked
Judul Laporan : Laporan Manajemen Puskesmas Abeli


Telah menyelesaikan tugas laporan dalam rangka kepaniteraan klinik pada
Bagian Ilmu Kedokteran Keluarga dan Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas
Halu Oleo.

Kendari, Mei 2014


Mengetahui.
Pembimbing



(dr. Patma Ayunita)
NIP. 19811230 200903 2001


2

LAPORAN KEGIATAN POSYANDU FLAMBOYAN
KELURAHAN PUDAY KECAMATAN ABELI
RABU, 20 MEI 2014


a. Nama posyandu : Flamboyan
b. Jenjang posyandu : Purnama
c. Alamat : Kelurahan Puday Kecamatan Abeli
d. Wilayah kerja Puskesmas : Perawatan Abeli
e. Tanggal Pelaksanaan : 20 Mei 2014















BAB I
PENDAHULUAN
3


A. LATAR BELAKANG
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah kegiatan yang di laksanakan oleh,
dari dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya.
Posyandu Flamboyan termasuk dalam posyandu tingkat Posyandu Purnama
adalah karena sudah melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan jumlah
kader sebanyak 5 orang. Cakupan utamanya > 50% serta mampu menyelenggarakan
program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang
dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK
di wilayah kerja Posyandu.

B. PELAKSANAAN POSYANDU
1. Tempat : Kantor Kelurahan Puday Kecamatan Abeli
2. Waktu pelaksanaan
a. Tanggal : 20 Mei 2014
b. Jam : 08.00 12.00 WITA
C. SASARAN POSYANDU : - Bayi / Balita dan Ibu Hamil

D. LINGKUP POSYANDU
Lingkup posyandu ini terletak di Kelurahan Puday Kecamatan Abeli yang
dengan jumlah bayi/balita yang didata sebanyak 35 orang dan jumlah Bumil yang
didata ialah sebanyak




4

E. PENYELANGGARAAN POSYANDU
Penyelenggaraan posyandu Flamboyan dilaksanakan 3 meja yaitu dari
pendaftaran, penimbangan bayi/balita dan pengisian KMS. Sistem Informasi
Posyandu (SIP) di posyandu Tebing Tinggi ini belum menggunakan sistem
komputerisasi tetapi masih menggunakan sistem manual yaitu pendataannya dengan
tulisan tangan.
Tiga meja meliputi :
1. Pencatatan/registrasi data, penimbangan balita dan pengisian KMS
a. Balita menuju meja 1 untuk dilakukan pencatan/registrasi
b. Registrasi dilakukan oleh kader difasilitasi mahasiswa.
c. Balita telah membawa KMS yang sudah berisi identitas balita
2. Penimbangan BB, dilakukan pencatatan KMS, diinformasikan kepada ibu balita
akan kondisi status kesehatan dan gizi balitanya.
3. Pelayanan Kesehatan Balita dan Bumil
a. Dari pihak Puskesmas mengutus bidan desa dan perawat untuk memberikan
pelayanan kesehatan.
b. Pemberian Imunisasi
Balita diberikan imunisasi dasar sesuai jadwal imunisasi yang tertera pada KMS
E. KUNJUNGAN PUSKESMAS KE POSYANDU
Kunjungan Puskesmas ke Posyandu minimal 1 bulan sekali dan bergilir dari
posyandu 1 ke posyandu yang lain.

F. PELAYANAN POSYANDU FLAMBOYAN
Pelayanan posyandu yang sudah dilakukan adalah KIA dan pelayanan
imunisasi, dan penyuluhan gizi
G. JENJANG POSYANDU
Jenjang posyandu Flamboyan ialah posyandu Purnama dimana Posyandu
Purnama adalah Posyandu yang sudah melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per
5

tahun dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 (lima) orang atau lebih. Cakupan
utamanya > 50% serta mampu menyelenggarakan program tambahan seta telah
memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang
pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK di wilayah kerja Posyandu.

























6


BAB II
KEADAAN DAN MASALAH
A. KEADAAN
1. Indikator input.
a. Jumlah tenaga kesehatan yang ada sebanyak 5 orang (2 bidan, 1 perawat, 1
petugas gizi, 1 petugas kesehatan lingkungan), dan jumlah kader yang telah
dilatih sebanyak 5 orang dan yang aktif bekerja sebanyak 5 orang.
b. Sumber dana penyelenggaraan posyandu berasal dari dana BOK Puskesmas
c. Sarana dan prasarana posyandu yang ada berupa meja 3 buah, timbangan bayi
+ sarung 1 buah, timbangan BB 1 buah.
d. Jenis vaksin imunisasi yang disediakan ialah BCG, Polio, DPT-Hep-B, dan
Campak
2. Indikator proses
a. P1 (Perencanaan)
Rencana pelaksanaan program lintas program ( KIA-KB, gizi, kesling dan
imunisasi,)
b. P2 (Pelaksanaan)
Petugas kesehatan melakukan pelayanan kesehatan balita dan ibu hamil
c. P3 (Pengawasan dan Pengendalian)
Laporan program dilaporkan ke puskesmas tiap Bulan dan ke dinas kesehatan
kabupaten tiap triwulan, disertai dengan data pencapaian program dan evaluasi
program dilakukan setiap 6 bulan s/d 1 tahun. Jika angka cakupan rendah tindak
lanjut dilakukan dengan mendorong promkes dan kader yang ada untuk
melakukan penyuluhan tentang posyandu.

7

3. Indikator out put / keluaran
a. Menurunnya partisipasi masyarakat untuk ke posyandu. Dari 22 bayi/balita
yang didata, yang datang ke posyandu sebanyak 9 anak, menurun dari bulan
lalu yaitu sebanyak 21 anak.
B. MASALAH
1. Tidak tersedianya vaksis TT untuk ibu hamil
2. Kurangnya partisipasi dari masyarakat terhadap kegiatan posyandu sehingga
menyebabkan cakupan jumlah balita dan ibu hamil yang ada tidak mencapai
target.


















8

BAB III
PEMBAHASAN
Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan ujung tombak pelayanan
kesehatan dan merupakan bagian dari pembangunan kesehatan yang diprogramkan
oleh pemerintah yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi
(infant mortality rate), angka kelahiran bayi (birth rate) dan angka kematian ibu
(maternal mortality rate), serta dalam rangka mempercepat terwujudnya Norma
Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Posyandu di Puskesmas Abeli terdapat
17 Posyandu di 8 kelurahan dan pelaksanaanya 1 kali dalam sebulan dalam masing-
masing posyandu. Pencatatan dan pelaporannya masih dalam bentuk kertas dan
direkap setiap satu bulan satu kali dan langsung dikirimkan ke Puskesmas.
Adapaun beberapa masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan Posyandu
Tebing Tinggi adalah sebagai berikut.
1. Tidak tersedianya vaksis TT untuk ibu hamil
Tidak tersedianya vaksin TT untuk ibu hamil dikarenakan persediaan vaksin
TT dari dinas kesehatan juga tidak ada sehingga ibu hamil yang datang tidak
dilakukan imunisasi TT padahal didapatkan kunjungan ibu hamil pada Posyandu
Tebing Tinggi ada yang telah mencapai umur kehamilan trimester 3 dan belum
pernah mendapatkan imunisasi TT. Sedangkan dalam teori diketahui bahwa
pemberian imunisasi TT merupakan kegiatan wajib pada Antenatal Care (ANC).
2. Kurangnya partisipasi dari masyarakat terhadap kegiatan posyandu
Hal ini disebabkan karena masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat
sekitar tentang pentingnya posyandu. Dimana kita ketahui bahwa sebagian besar
sosialisasi posyandu dilakukan oleh kader-kader posyandu yang telah dilatih.
Kurangnya partisipasi masyarakat ini menyebabkan cakupan balita dan bumil yang
ada tidak mencapai target yakni sebanyak 22 kunjungan balita dan 15 kunjungan
9

bumil yang didata, sementara pada pelaksanaannya jumlah kunjungan bayi/balita 18
orang dan bumil 10 orang.


























10

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Dari hasil observasi yang dilakukan pada Posyandu Flamboyan dapat
diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
(UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama
masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/ sosial dasar untuk mempercepat
penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
2. Posyandu Flamboyan berada pada Kelurahan Puday Kecamatan Abeli. Tempat
pelaksanaan Posyandu dilakukan di kantor Kelurahan Puday dan jadwal
pelaksanaan rutin dilakukan 1 kali dalam sebulan.
3. Pelayanan Posyandu Tebing Tinggi dilakukan registrasi pendaftaran oleh kader.
Sistem pelayanan dilakukan sistem 3 meja dimana registrasi, penimbangan
dilakukan pada 1 meja, dan pengisian KMS dilakukan pada 1 meja dan pelayan
kesehatan dilakukan pada meja berikutnya.

B. SARAN
Adapun saran yang dapat di kemukakan guna pengembangan dan peningkatan
kegiatan Posyandu Tebing Tinggi, antara lain :
1. Jumlah Petugas Posyandu (Kader) dan tenaga kesehatan yang diturunkan
puskesmas harus lebih ditingkatkan
11

2. Meningkatkan jumlah kegiatan pokok posyandu misalnya mengadakan pemberian
makanan tambahan bagi ibu hami, ibu menyusui dan balita.



























12

DAFTAR PUSTAKA

1. Depkes RI, Upaya Kesehatan Puskesmas, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta.2010
2. Depkes RI, Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat, Departeman
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 2010
3. Departemen Dalam Negeri: Instruksi Menteri Dalam Negeri Tahun 2009
Tentang Peningkatan Pembinaan mutu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu),
Jakarta, 2010
4. Ahmad I, Ilmu kesehatan Masyarakat, Erlangga. Bandung, 2009















13

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Gambar 1. Melakukan imunisasi polio pada balita


Gambar 2. Antusiasme warga yang mengikuti kegiatan posyandu
14



Gambar 3. Meja registrasi dan pengisian KMS


Gambar 4. Penimbangan berat badan balita yang dilakukan oleh kader posyandu

15


Gambar 5. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan kepada Masyarakat

Gambar 5. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Kepada Masyarakat