Anda di halaman 1dari 4

DATA PEMERIKSAAN DIABETES MELITUS

Contoh Data Diabetes Melitus Tipe 1


1. Glukosa Darah Puasa Tinggi
2. Glukosa Post Prandial tidak turun setelah 120 menit
3. Kadar Insulin rendah
. Kadar !b"1# Tinggi
$. Kadar %ruktosamin Tinggi
&. Kadar C'Peptide (endah
). "ntibodi Insulin *egati+
,. IC" Positi+
-. "nti G"D negati.e
10. "diponektin *ormal
Data Diabetse Melitus Tipe 2
1. Glukosa Darah Puasa Tinggi
2. Glukosa Post Prandial tidak turun setelah -0 menit
3. Kadar Insulin normal
. Kadar !b"1# Tinggi
$. Kadar %ruktosamin Tinggi
&. Kadar C'Peptide normal
). "ntibodi Insulin *egati+
,. IC" *egati+
-. "nti G"D *egati+
10. "diponektin rendah
Diabetes Tipe 1
DM tipe 1 atau /ang dulu dikenal dengan nama Insulin Dependent Diabetes Mellitus 0IDDM12
ter3adi karena kerusakan sel b pankreas 0reaksi autoimun1. 4ila kerusakan sel beta telah
men#apai ,05-06 maka ge3ala DM mulai mun#ul.
Diabetes Tipe 2
DM tipe 2 merupakan -06 dari kaaus DM /ang dulu dikenal sebagai non insulin dependent
Diabetes Mellitus 0*IDDM1. Pada diabetes ini ter3adi penurunan kemampuan insulin beker3a di
3aringan peri+er 0insulin resistan#e1 dan dis+ungsi sel beta. "kibatn/a2 pankreas tidak mampu
memproduksi insulin /ang #ukup untuk mengkompensasi insulin resistan#e.
Untuk Diagnosa DM:
Pemeriksaan glukosa darah7hiperglikemia 0puasa2 2 3am setelah makan7post prandial7PP1 dan
setelah pemberian glukosa per'oral 0TTG81."ntibodi untuk petanda 0marker1 antara lain 9
adan/a proses autoimun pada sel beta adalah islet #ell #/toplasmi# antibodies 0IC"12 insulin
autoantibodies 0I""12 dan antibodi terhadap glutami# a#id de#arbo:/lase 0anti'G"D1. IC"
bereaksi dengan antigen /ang ada di sitoplasma sel'sel endokrin pada pulau'pulau pankreas. IC"
ini menun3ukkan adan/a kerusakan sel. "dan/a IC" dan I"" menun3ukkan risiko tinggi
berkembangn/a pen/akit ke arah diabetes tipe 1. G"D adalah en;im /ang dibutuhkan untuk
memproduksi neurotransmiter g'aminobut/ri# a#id 0G"4"1. "nti G"D ini bisa teridenti+ikasi
10 tahun sebelum onset klinis ter3adi.
<adi2 3 petanda ini bisa digunakan sebagai u3i saring sebelum ge3ala DM mun#ul.
=ntuk membedakan tipe 1 dengan tipe 2 digunakan pemeriksaan C'peptide. Konsentrasi
C'peptide merupakan indikator /ang baik untuk +ungsi sel beta2 3uga bisa digunakan untuk
memonitor respons indi.idual setelah operasi pankreas. Konsentrasi C'peptida akan meningkat
pada transplantasi pankreas atau transplantasi sel'sel pulau pankreas.
=ntuk glukosa darah puasa2 pasien harus berpuasa &512 3am sebelum diambil darahn/a.
>etelah diambil darahn/a2 penderita diminta makan makanan seperti /ang biasa dia
makan7minum glukosa per oral 0)$ gr 1 untuk TTG82 dan harus dihabiskan dalam ?aktu 1$520
menit. Dua 3am kemudian diambil darahn/a untuk pemeriksaan glukosa 2 3am PP0Post Prandial1.
Darah /ang diperiksa akan disentri+ugasi untuk mendapatkan serumn/a2 kemudian diperiksa
kadar glukosan/a. 4ila pemeriksaan tidak langsung dilakukan 0ada penundaan ?aktu12 darah dari
penderita bisa ditambah dengan antiglikolitik 0gliseraldehida2 +luoride2 dan iodoasetat1 untuk
menghindari ter3adin/a glukosa darah /ang rendah palsu. Ini sangat penting untuk diketahui
karena kesalahan pada +ase ini dapat men/ebabkan hasil pemeriksaan gula darah tidak sesuai
dengan sebenarn/a2 dan akan men/ebabkan kesalahan dalam penatalaksanaan penderita DM.
1. Pee!iksaan Ka"a! #u$a Da!a%
Metode pemeriksaan gula darah meliputi metode reduksi2 en;imatik2 dan lainn/a.
@ang paling sering dilakukan adalah metode en;imatik2 /aitu metode glukosa oksidase
0G8D1 dan metode heksokinase. Kedua metode di atas memiliki akurasi2 akurasi dan
spesi+ikasi /ang berbeda.
2. Pee!iksaan &bA1'
!b"1C adalah komponen !b /ang terbentuk dari reaksi non'en;imatik antara
glukosa dengan * terminal .alin rantai b !b " dengan ikatan "lmidin. Produk /ang
dihasilkan ini diubah melalui proses "madori men3adi ketoamin /ang stabil dan
ire.ersibel.)210211 Metode pemeriksaan !b"1C9 ion'e:#hange #hromatograph/2 !PAC
0high per+orman#e liBuid #hromatograph/12 Cle#tro+oresis2 Immunoassa/2 "++init/
#hromatograph/2 dan analisis kimia?i dengan kolorimetri.
' Metode Ion C:#hange Chromatograph/9 harus dikontrol perubahan suhu reagen dan
kolom2 kekuatan ion2 dan p! dari bu+er. Inter+erens /ang mengganggu adalah adan/a
!b> dan !bC /ang bisa memberikan hasil negati+ palsu
' Metode !PAC9 prinsip sama dengan ion e:#hange #hromatograph/2 bisa diotomatisasi2
serta memiliki akurasi dan presisi /ang baik sekali. Metode ini 3uga direkomendasikan
men3adi metode re+erensi.
' Metode Immunoassa/ 0CI"19 han/a mengukur !b"1C2 tidak mengukur !b"1C /ang
labil maupun !b"1" dan !b"142 mempun/ai presisi /ang baik.
' Metode "++init/ Chromatograph/9 non'gl/#ated hemoglobin serta bentuk labil dari
!b"1C tidak mengganggu penentuan gl/#ated hemoglobin2 tak dipengaruhi suhu. Presisi
baik. !b%2 !b>2 ataupun !bC han/a sedikit mempengaruhi metode ini2 tetapi metode ini
mengukur keseluruhan gl/#ated hemoglobin2 sehingga hasil pengukuran dengan metode
ini lebih tinggi dari metode !PAC
' Metode Kolorimetri9 ?aktu inkubasi lama 02 3am12 lebih spesi+ik karena tidak
dipengaruhi non'gl/#os/lated ataupun gl/#os/lated labil. Kerugiann/a ?aktu lama2
sampel besar2 dan satuan pengukuran /ang kurang dikenal oleh klinisi2 /aitu m mol7A.