Anda di halaman 1dari 16

METODE NUMERIK

Tugas Sistem Persamaan Linier Dengan Koefisien Eliminasi Gauss Jordan

Persamaan Linier Dengan Koefisien Eliminasi Gauss Jordan Oleh TRI MARGAWATI 2011 020 108 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

Oleh

TRI MARGAWATI

2011 020 108

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK)HANDAYANI MAKASSAR

2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena karunia dan rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan tugas Metode Numerik.

Penulisan makalah ini adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Metode Numerik di STMIK HANDAYANI.

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, seperti pepatah mengatakan: “Tak ada gading yang tak retak”. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Makassar,

Juli 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I PENDAHULUAN

1

1.1.

Latar Belakang

1

BAB II PEMBAHASAN

2

2.1 Matriks

2

2.2 Matriks Pita

6

BAB III KESIMPULAN

11

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

12

1. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Banyak dalam permasalahan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan menggunakan penerapan matriks. Seperti halnya masalah transportasi dalam bidang industri yang meletakkan hasil produksi industri tersebut di tempat yang terpisah. Namun, bagaimanakah cara mendistribusikan hasil produksi dari masing-masing pabrik ke masing- masing gudang dengan biaya tranportasi yang dikeluarkan seminimal mungkin. Nah, permasalahan ini dapat diselesaikan dengan matriks. Susunan bilangan real berbentuk segi empat muncul dalam banyak konteks, selain sebagai matriks yang diperbesar untuk sistem persamaan linear. Pada sub bab ini kita akan meninjau susunan-susunan seperti itu dengan susunan bilangan itu sendiri sebagai objeknya dan mengembangkan beberapa sifat-sifat susunan bilangan tersebut.Matriks adalah susunan teratur bilangan-bilangan dalam baris dan kolom yang membentuk suatu susunan persegi atau persegi panjang. Bilangan bilangan tersebut disebut entri dalam matriks. Penggunaan matriks telah banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, disadari ataupun tidak, penggunaan matriks tersebut telah banyak dimanfaatkan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan, misalnya pada aplikasi perbankan dan juga di dalam dunia olahraga yang digunakan sebagai penentuan klasemen suatu pertandingan. Suatu matriks (matrix) adalah jajaran empat persegi panjang dari bilangan-bilangan. Bilangan-bilangan dalam jajaran tersebut disebut entri dari matriks. Sehingga matriks merupakan suatu susunan yang berbentuk persegi panjang yang terdiri dari bilangan-bilangan. Baris sebuah matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang mendatar (arah horizontal) dalam matriks. Kolom sebuah matriks adalah susunan bilangan- bilangan yang tegak (arah vertikal) dalam matriks. Suatu matriks dapat ditulis dalam bentuk ( ) atau [ ]. Matriks dilambangkan dengan huruf besar, misalnya A, B, dan seterusnya. Entri pada matriks dilambangkan dengan huruf kecil dan berindeks, misalnya amnyang merupakan entri pada baris ke- m dan kolom ke- n.

2.1

Matriks

BAB II

PEMBAHASAN

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari bilangan bilangan. Bilangan- bilangan dalam susunan tersebut dinamakan entri dalam matriks (Anton, 1988: 22). Jika adalah sebuah matriks, maka akan meggunakan untuk menyatakan entri yang terdapat di dalam baris dan kolom dari matriks .

entri yang terdapat di dalam baris dan kolom dari matriks . Matriks di atas disebut matriks

Matriks di atas disebut matriks berukuran kali (ditulis ) karena memiliki baris dan kolom. Contoh:

kali (ditulis ) karena memiliki baris dan kolom. Contoh: Matriks A adalah matriks berukuran m x

Matriks A adalah matriks berukuran m x n, m menunjukkan banyaknya baris dan n menunjukkan banyaknya kolom. Matriks A dapat juga dinotasikan dengan [a ij ] mxn atau [a ij ]. Entri yang terletak pada baris i dan kolom j pada matriks A dinyatakan sebagai a ij . Transpose dari matriks A dinyatakan dengan dengan A T didefinisikan sebagai matriks n x m yang didapatkan dengan mempertukarkan baris-baris dan kolom-kolom dari A; sehingga kolom pertama dari A T adalah baris pertama dari A, kolom kedua dari A T adalah baris kedua dari A, dan seterusnya, sehingga diperoleh

baris kedua dari A, dan seterusnya, sehingga diperoleh Suatu matriks A dengan jumlah baris n dan

Suatu matriks A dengan jumlah baris n dan jumlah kolom n disebut matriks bujur sangkar ordo n dan entri a11, a22, …, ann disebut sebagai diagonal utama. Jika A adalah sebuah

matriks bujursangkar maka trace dari A, yang dinyatakan sebagai tr(A), didefinisikan sebagai

jumlah entri-entri pada diagonal utama A.

Macam-Macam Matriks :

a) Matriks bujur sangkar (MBS) adalah sebuah matriks dimana m = n, misal

matriks 33, adalah:

A =

a

a

a

11

21

31

a

a

a

12

22

32

a

a

a

13

23

33

Diagonal yang terdiri dari a 11 , a 22 , dan a 33 adalah diagonal utama matriks.

MBS banyak digunakan pada penyelesaian sistem persamaan linier, dalam

sistem ini jumlah persamaan (baris) dan jumlah bilangan tak diketahui (kolom)

harus sama untuk mendapatkan penyelesaian tunggal.

b) Matriks diagonal adalah matrik bujur sangkar dimana semua elemen kecuali

diagonal utama adalah 0, dan berbentuk:

A

=

a

11

0

0

0

0

a

22

0

0

0

0

a

33

0

0

0

0

a

44

c) Matriks saklar, adalah matriks diagonal yang unsur-unsurnya sama besar tetapi bukan nol atau satu.

d) Matriks identitas, adalah matriks diagonal yang semua elemen pada diagonal

utama bernilai 1 atau dapat juga disebut matriks satuan, seperti bentuk

berikut ini:

I =

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

1

e) Matriks segitiga atas (MSA), adalah matriks yang semua elemen dibawah diagonal bernilai 0, bentuknya sebagai berikut:

A

=

a

0

0

11 12

0

a

22

0

0

a

a

a

a

13

23

33

0

a

a

a

a

14

24

34

44

f) Matriks segitiga bawah (MSB), adalah matriks yang semua elemen diatas diagonal bernilai 0, bentuknya sebagai berikut:

A

=

a

a

a

a

11

21

31

41

0

a

a

a

22

32

42

0

0

a

a

33

43

0

0

0

a

44

g) Matriks simetris, bila a ij = a ji , misalnya matriks simetris 33:

A

=

5

1

2

1

3

7

2

7

8

h) Matriks simetris diagonal nol, bila a ij = -a ji , misalnya matriks simetris 33 yang semua unsur diagonalnya a ji = 0.

A

=

0

2

1

1

0

7

2

7

0

i) Matriks pita, adalah matriks yang mempunyai elemen sama dengan 0, kecuali pada satu jalur yang berpusat pada diagonal utama, bentuknya sebagai berikut:

A

=

a

a

11

21

0

0

a

a

a

12

22

32

0

0

a

a

a

23

33

43

0

0

a

a

34

44

, disebut juga dengan matriks tridiagonal.

j) Matriks transpose, adalah matriks yang terbentuk dengan mengganti baris menjadi kolom dan kolom menjadi baris (notasinya A T ).

Untuk matriks: A =

a

a

11

21

a

a

12

22

 

 

a a

m1

m 2

a

a

13

23

a

m 3

maka transposenya (A T ) adalah A T =

a

a

a

11

12

a

a

1n

2n

a

mn

a

a

21

22

 

 

1n

a

2 n

,

a

a

31

32

a

3 n

a

m1

a

m2

a

mn

k) Matriks ortogonal adalah matrik bujur sangkar yang memenuhi aturan:

[A] T . [A] = [A] [A] T = [I]

l) Peningkatan matriks Matriks dapat ditingkatkan dengan menambahkan kolom (kolom-kolom) pada matriks asli, misalnya suatu matriks koefisien berdimensi 33,

A =

a

a

a

11

21

31

a

a

a

12

22

32

a

a

a

13

23

33

bila matriks ini akan ditingkatkan dengan menambahkan matriks identitas sehingga menjadi matriks 36, yang mempunyai bentuk sebagai berikut:

a

a

a

11

21

31

a

a

a

12

22

32

a

a

a

13

23

33

|

|

|

1

0

0

0

1

0

0

0

1

bentuk ini lebih menguntungkan bila dilakukan operasi pada dua matriks, dengan demikian operasi tidak dilakukan untuk dua matriks, tetapi hanya pada satu matriks yang ditingkatkan.

2.2 Matrix Pita

Matriks pita, adalah matriks yang mempunyai elemen sama dengan 0, kecuali pada satu jalur yang berpusat pada diagonal utama, bentuknya sebagai berikut:

A =

a

a

11

21

0

0

a

a

a

12

22

32

0

0

a

a

a

23

33

43

0

0

a

34

a

44

,disebut juga dengan matriks tridiagonal.

Suatu matriks tridiagonal (tridiagonal matrix) adalah suatu matriks persegi dengan semua elemen diagonal dari matriks bagian persegi di atas diagonal utama dan di bawah diagonal utama adalah nol. Solusi SPAL yang berbentuk matriks tri-diagonal seringkali dijumpai pada problem-problem yang berbentuk PDP (persamaan diferensial parsial) yang dominan secara diagonal (definit positif).

Secara spesifik, bentuk SPAL yang memiliki matriks tri-diagonal dapat disajikan sebagai berikut:

matriks tri-diagonal dapat disajikan sebagai berikut: Sistem Tridiagonal Metode eliminasi Gauss merupakan metode

Sistem Tridiagonal Metode eliminasi Gauss merupakan metode yang sederhana untuk digunakan khususnya jika semua koefisien tak nol terkumpul pada diagonal utama dan beberapa diagonal sekitarnya. Suatu system yang bersifat demikian disebut banded dan banyaknya diagonal yang memuat

koefisien-koefisien tak nol disebut bandwith. Sebuah contoh khusus, namun sering dijumpai, adalah system tridiagonal.

khusus, namun sering dijumpai, adalah system tridiagonal. Yang mempunyai bandwith tiga. Sistem-sistem demikian muncul,

Yang mempunyai bandwith tiga. Sistem-sistem demikian muncul, misalnya, pada penyelesaian numeric untuk untuk menyusun spline kubik dan pada penyelesaian masalah syarat batas. Proses eliminasi untuk system demikian disebut trivial karena hanya dengan membentuk sebuah subdiagonal nol tambahan, proses penyulihan mundur segera dapat dilakukan. Dengan (n-1) operasi baris yangdilakukan berurutan.

Dengan ( n-1 ) operasi baris yangdilakukan berurutan. Matriks spesial Tridiagonal Banyak masalah terapan
Dengan ( n-1 ) operasi baris yangdilakukan berurutan. Matriks spesial Tridiagonal Banyak masalah terapan

Matriks spesial Tridiagonal Banyak masalah terapan melibatkan matriks dengan kebanyakan elemennya nol. Salah satu bentuk matriks yang elemen nolnya berpola adalah matriks pita (banded matrix). Lebar pita adalah maksimum banyaknya elemen taknol pada barisbaris suatu matriks pita. Matriks pita yang terkecil adalah yang lebar pitanya tiga atau dikenal sebagai matriks tridiagonal, seperti ditunjukkan pada persamaan sebagai Sistem linear tridiagonal NxN.

Jika eliminasi Gauss langsung diterapkan pada sistem (3.12) maka banyak operasi yang sebenarnya tidak perlu

Jika eliminasi Gauss langsung diterapkan pada sistem (3.12) maka banyak operasi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Agar metode lebih efisien diperlukan modifikasi. Pivoting tidak diperlukan, karena pada umumnya persamaan (3.12) yang dijumpai dalam praktek bersifat dominan secara diagonal. Setelah eliminasi akan dihasilkan matriks bidiagonal atas. Beberapa metode bisa digunakan untuk menyelesaikan sistem tridiagonal, diantaranya adalah Secant, Gauss Seidel dan lainnya tergantung dari korelasi perilaku elemen matriks tridiagonal. Di fisika seringkali dijumpai kasus penyelesaian nilai eigen dan fungsi eigen dari suatu fungsi keadaan. Akhir bahasan pada studi kasus akan disinggung tentang nilai eigen dan fungsi eigen untuk partikel yang berada dalam sumur potensial. Metode yang efisien untuk menyelesaikan sistem tridiagonal diantaranya adalah algortima Thomas (Thomas Algorithm). Seperti pada dekomposisi konvensial LU, algoritma terdiri dari tiga langkah yaitu dekomposisi, subtitusi maju dan subtitusi balik.

Teorema Solusi matriks Tri-Diagonal Jika matriks bujur-sangkar [A] di atas merupakan matriks yang dominan secara diagonal (atau definit :positif) dan membentuk matriks tri-diagonal, maka [A] memiliki suatu mentuk faktorisasi LU yang unik, dalam hal ini baik L maupun U hanya memiliki duadiagonal: L adalah matriks bawah dengan struktur diagonal utama (dituliskan dalam lambang [d l ]) dan diagonal bawah (dituliskan dalam lambang [a l ]); sedangkan matriks U adalah matriks atas yang berisi diagonal utama [d u ] dan diagonal atas [c u ]. Langkah solusi yang digunakan adalah analogi dengan metode ELIMINASI GAUSS. Dalam hal ini jika penulisan SPAL di atas disusun ulang menjadi:

Langkah solusi yang digunakan adalah analogi dengan metode ELIMINASI GAUSS. Dalam hal ini jika penulisan SPAL di atas disusun ulang menjadi:

Dapat dilihat dengan jelas, selain ketiga diagonal di atas matriks [A] hanya diisi oleh elemen

Dapat dilihat dengan jelas, selain ketiga diagonal di atas matriks [A] hanya diisi oleh elemen 0 (nol), yang berarti bahwa matriks [A] di atas, tidak perlu disimpan dalam suatu variabel berbentuk matriks, melainkan cukup hanya dalam 3 buah ventor dengan panjang masing- masing (maksimum) sebesar n elemen. Jumlah memori untuk penyimpanan menjadi semakin sangat berarti pada saat harga n menjadi sangat besar. Hal lain yang perlu dicatat adalah, bahwa pada setiap kolom, hanya diperlukan 1 buah elemen tak-nol (bukan 0) yang dieliminasi, yang berarti juga sebagai “penghematan usaha dan daya komputasi numerik” yang relatif sangat besar, bila dibandingkan dengan penghitungan melalui matriks penuh.

Selanjutnya, langkah algoritma penyelesaiannya adalah sebagai berikut:

dengan penghitungan melalui matriks penuh. Selanjutnya, langkah algoritma penyelesaiannya adalah seb agai berikut:
dengan penghitungan melalui matriks penuh. Selanjutnya, langkah algoritma penyelesaiannya adalah seb agai berikut:

BAB III

KESIMPULAN

Matriks merupakan kumpulan bilangan yang tersusun menurut baris dan kolom sedemikian sehingga tampak seperti bentuk sebuah persegi panjang atau sistem penulisan objek yang dinyatakan dalam bentuk baris dan kolom. Objek matriks dapat berupa bilangan real, bilangan kompleks ataupun fungsi. Sebuah matriks biasanya dinyatakan dengan huruf besar, misalnya A. Setiap bilangan yang terdapat dalam matriks disebut elemen matriks. Semua bilangan yang tersusun dalam jalur horizontal disebut baris dan bilangan yang tersusun dalam jalur vertical disebut kolom. Operasi yang yang ada pada matriks meliputi:

penjumlahan matriks, pengurangan matriks ,perkalian matriks , dan determinan.