Anda di halaman 1dari 5

DTK - FTUI

DOK-SAFETY No./TIPE : 001-2014 /Job Safety Analysis


Hal : 1/6
JUDUL PENELITIAN SINTESIS SENYAWA HIDROKARBON AROMATIK
DARI GLISEROL MELALUI REAKSI KATALITIK
MENGGUNAKAN KATALIS CAMPURAN AL
2
O
3
DAN
HZSM-5


Dokumen asli DTK Revisi ke (lingkari) : 1/2/3/4
Copy ke-1 Laboran Paraf Laboran :
Copy ke-2 Ka. Riset Paraf Ka. Riset :
Copy ke-3 Ka. Lab. Paraf Ka. Lab.


1 Nama Lab Laboratorium Dasar Proses Kimia
2 Lokasi DTK FTUI
3 Nama Ka.Lab. Ir. Rita Arbianti, M.Si
4 Nama Ka.Riset Dr. Ir. Setiadi, M.Eng
5 Nama Laboran Lidya Ayu Pratiwi
6 Nama laboran
lainnya dalam satu
kelompok
-

7 Durasi Riset 30 Januari 2014 30 Juli 2014
8 Analisa Safety
a. Bahan
Baku/Produk
Samping/Produk
Utama.
(Volume, Toxicity,
Odorness,
Corrosivity,
Flammable,
Biohazard dll.)
Bahan Baku
1. Gliserol
Bentuk : Cair
Warna : Tidak Berwarna
Bau : Tidak Berbau
Berat Molekul : 92 Gram/Mol
Corrosivity : Tidak Korosif
Flammability : Inflammable
2. Al
2
O
3
(-Alumina)
Bentuk : Solid
Warna : Putih
Bau : Tidak Berbau
Berat Molekul : 102 Gram/Mol
Corrosivity : Tidak Korosif
Flammability : Inflammable
3. HZSM-5
Bentuk : Solid
Warna : Putih
Bau : Tidak Berbau
Corrosivity : Tidak Korosif
Flammability : Inflammable
4. Air (H
2
O)
Bentuk : Cair
Warna : Tidak Berwarna
Bau : Tidak Berbau
Berat Molekul : 18 Gram/Mol
Corrosivity : Tidak Korosif
Flammability : Inflammable
5. Heksana
Bentuk : Cair
Warna : Tidak Berwarna
Bau : Tidak Berbau
Berat Molekul : 86.18 Gram/Mol
Corrosivity : Tidak Korosif
Flammability : Inflammable
6. Nitrogen
Bentuk : Gas
Warna : Tidak Berwarna
Bau : Tidak Berbau

DTK - FTUI
DOK-SAFETY No./TIPE : 001-2014 /Job Safety Analysis
Hal : 2/6
JUDUL PENELITIAN SINTESIS SENYAWA HIDROKARBON AROMATIK
DARI GLISEROL MELALUI REAKSI KATALITIK
MENGGUNAKAN KATALIS CAMPURAN AL
2
O
3
DAN
HZSM-5


Dokumen asli DTK Revisi ke (lingkari) : 1/2/3/4
Copy ke-1 Laboran Paraf Laboran :
Copy ke-2 Ka. Riset Paraf Ka. Riset :
Copy ke-3 Ka. Lab. Paraf Ka. Lab.

Berat Molekul : 28.01 Gram/Mol
Corrosivity : Tidak Korosif
Flammability : Inflammable

b. Alat ukur/bantu/
analisis yg
digunakan
(termasuk
penjelasan proses
pengambilan
sampel dan
perjalanan menuju
analisis)

No Alat Fungsi
1 Tabung Gas
Nitrogen
Menampung gas nitrogen yang akan
digunakan sebagai gas pembawa umpan
2 Flowmeter Mengukur laju alir gas nitrogen
3 Syringe Menginjeksi umpan ke dalam reaktor
4 Reaktor Semi-
batch
Tempat terjadinya reaksi konversi
5 Heater Meningkatkan suhu reaksi dalam reaktor
5 Glass Beaker
200 ml
Menghitung volume reaktan dan produk
6 Wadah
Kondensasi
Menampung produk hasil konversi
7 Tabung Reaksi Menghitung volume reaktan dan produk
8 Cawan Petri Menampung katalis padatan
10 Timbangan Menimbang massa katalis padatan
11 Spatula Mengambil padatan katalis dari dalam
wadahnya
12 Corong Membantu katalis padatan memasuki
reaktor
13 Regulator Menyesuaikan tegangan keluaran alternator
dengan tegangan kerja dimana yang diatur
adalah tegangan yang masuk pada
kumparan medan
14 Gelas Ukur Menyimpan produk dan menghitung volume
hasil konversinya

Sintesis Hidrokarbon Aromatik
1. Memasukkan katalis ke dalam reaktor, kemudian memasukkan
reaktor ke dalam furnace.
2. Mengaktivasi katalis terlebih dahulu dengan mengatur suhu
furnace pada 425 C, kemudian tunggu sekitar 15 20 menit
hingga suhu stabil.
3. Ketika katalis telah teraktivasi, atur suhu reaksi pada 400 C,
kemudian umpan gliserol diinjeksikan menggunakan syringe ke
dalam reaktor.
4. Gas pembawa (nitrogen) dialirkan ke dalam sistem rangkaian
reaktor dengan laju sekitar 10 ml/jam pada tekanan 1.5 kg/cm
2
.
5. Produk reaksi ditampung ke dalam wadah kondensasi berisi
heksana sebagai penampung produk gas, kemudian produk

DTK - FTUI
DOK-SAFETY No./TIPE : 001-2014 /Job Safety Analysis
Hal : 3/6
JUDUL PENELITIAN SINTESIS SENYAWA HIDROKARBON AROMATIK
DARI GLISEROL MELALUI REAKSI KATALITIK
MENGGUNAKAN KATALIS CAMPURAN AL
2
O
3
DAN
HZSM-5


Dokumen asli DTK Revisi ke (lingkari) : 1/2/3/4
Copy ke-1 Laboran Paraf Laboran :
Copy ke-2 Ka. Riset Paraf Ka. Riset :
Copy ke-3 Ka. Lab. Paraf Ka. Lab.

diinjeksi setiap 10, 20, 30, dan 40 menit menggunakan syringe
untuk dianalisis.
6. Mengulangi prosedur (1) sampai (5) untuk tiap temperatur (425
C dan 450 C) dan rasio massa katalis terhadap umpan (3, 5, dan
7).

Usaha-usaha Pencegahan Bahaya:
1. Mengetahui cara penanganan masing-masing bahan kimia yang
benar sebelum melakukan penelitian.
2. Merangkai peralatan dengan benar
3. Menggunakan jas lab, masker, dan sarung tangan
4. Meletakkan peralatan yang digunakan di tempat yang strategis
sehingga tidak mudah tersenggol saat bekerja.
5. Memastikan peralatan yang akan digunakan dalam kondisi baik
sebelum memulai bekerja.
6. Mengetahui letak kotak P3K sehingga dapat segera
menggunakannya apabila terjadi kecelakaan kerja.

Usaha-usaha Penanggulangan Bahaya:
1. Apabila terjadi kontak pada mata atau kulit maka bilaslah
bagian yang terkena dengan banyak air minimal selama 15
menit.
2. Apabila terdapat alat yang pecah, maka harus segera
dibersihkan agar tidak membahayakan lingkungan sekitar lab.
3. Apabila ada bahan kimia yang tercecer maka harus segera
dibersihkan sesuai prosedur penanganan.
4. Apabila adacairan yang tumpah, harus segera dibersihkan
sesuai prosedur penanganan.
5. Apabila terjadi arus pendek listrik segera matikan kontak
dengan listrik
6. Apabila ada bahan kimia yang terhirup, segera cari udara
segar.

Analisis Hidrokarbon Aromatik:
Sampel produk yang berupa hidrokarbon aromatik dianalisis
menggunakan GC-MS dan FTIR serta dikarakterisasi menggunakan GC-
FID.

Usaha-usaha Pencegahan Bahaya:
1. Menggunakan jas lab, masker, dan sarung tangan
2. Meletakkan peralatan di tempat yang strategis sehingga tidak
mudah tersenggol saat bekerja.
3. Mengetahui mekanisme alat uji karakteristik yang digunakan.

Usaha-usaha Penanggulangan Bahaya:
1. Apabila terjadi kontak pada mata atau kulit maka bilaslah bagian
yang terkena dengan banyak air minimal selama 15 menit.
2. Apabila terjadi arus pendek harus segera mematikan listrik.

DTK - FTUI
DOK-SAFETY No./TIPE : 001-2014 /Job Safety Analysis
Hal : 4/6
JUDUL PENELITIAN SINTESIS SENYAWA HIDROKARBON AROMATIK
DARI GLISEROL MELALUI REAKSI KATALITIK
MENGGUNAKAN KATALIS CAMPURAN AL
2
O
3
DAN
HZSM-5


Dokumen asli DTK Revisi ke (lingkari) : 1/2/3/4
Copy ke-1 Laboran Paraf Laboran :
Copy ke-2 Ka. Riset Paraf Ka. Riset :
Copy ke-3 Ka. Lab. Paraf Ka. Lab.

Apabila ada cairan yang tumpah, harus segera dibersihkan sesuai
prosedur

c. Pengoperasian Alat
(Temperatur,
Tekanan, durasi
operasi, dll)
Pengoperasian Peralatan Utama:
1. Reaktor Semi-batch
Kondisi operasi : tekanan = 1.5 kg/cm
2
, suhu ruang = 30C
Durasi : 30 80 menit / running

d. Penyimpanan
Bahan Baku/Produk




Penyimpanan Bahan Baku:
1. Katalis -alumina disimpan di tempat yang kering, tertutup dan
tidak terpapar sinar matahari.
2. Katalis HZSM-5 disimpan di tempat yang kering, tertutup dan
tidak terpapar sinar matahari.
3. Gliserol disimpan di tempat yang kering, tertutup dan tidak
terpapar sinar matahari.
4. Nitrogen disimpan dalam tabung gas yang diletakkan di tempat
kering dan tidak terpapar sinar matahari.
5. Produk berupa hidrokarbon aromatik disimpan di gelas ukur
dan ditutup serta dijauhkan dari paparan sinar matahari.

e. Handling Bahan
Baku/Produk
(Jelaskan
proses/perjalanan
bahan baku ke/dari
lokasi alat)
Bahan Baku:
1. -alumina : menuangkan katalis sesuai komposisi yang
diperlukan kemudian ditaruh dalam reaktor sebelum
dipanaskan.
2. HZSM-5 : menuangkan katalis sesuai komposisi yang
diperlukan kemudian ditaruh dalam reaktor sebelum
dipanaskan.
3. Gliserol : menginjeksi gliserol ke dalam reaktor sedikit demi
sedikit.
4. Air : dicampurkan dengan gliserol dan diinjeksikan ke dalam
reaktor sedikit demi sedikit.

Usaha Pencegahan Bahaya:
1. Melakukan pengecekan wadah yang digunakan untuk
menyimpan bahan-bahan benar-benar tertutup rapat.
2. Menggunakan jas lab, sarung tangan karet dan masker selama
penelitian.
3. Mengetahui letak kotak P3K sehingga dapat segera
menggunakannya apabila terjadi kecelakaan kerja.

Usaha Penanggulangan Bahaya:
1. Jika bahan yang digunakan kontak dengan kulit, segera basuh
kulit dengan banyak air minimal selama 15 menit. Jika material
kontak dengan mata, buka kelopak mata perlahan dan bilas
dengan air. Jika bahan kimia atau larutan tertelan, segera
mencari bantuan medis.
2. Apabila terdapat alat yang pecah atau bahan kimia yang
terpapar di sekitar tempat kerja, maka harus segera
dibersihkan agar tidak membahayakan lingkungan.
9 Lampiran Dok. Proposal Penelitian

DTK - FTUI
DOK-SAFETY No./TIPE : 001-2014 /Job Safety Analysis
Hal : 5/6
JUDUL PENELITIAN SINTESIS SENYAWA HIDROKARBON AROMATIK
DARI GLISEROL MELALUI REAKSI KATALITIK
MENGGUNAKAN KATALIS CAMPURAN AL
2
O
3
DAN
HZSM-5


Dokumen asli DTK Revisi ke (lingkari) : 1/2/3/4
Copy ke-1 Laboran Paraf Laboran :
Copy ke-2 Ka. Riset Paraf Ka. Riset :
Copy ke-3 Ka. Lab. Paraf Ka. Lab.

10 Dibuat Oleh
(Nama & Ttd
Laboran)

Lidya Ayu Pratiwi




(..........................)
11 Disetujui oleh
(Nama & Ttd Ka.
Riset)

Dr. Ir. Setiadi, M.Eng




(..........................)
12 Disetujui oleh
(Nama & Ttd Ka.
Lab)

Ir. Rita Arbianti, M.Si




(..........................)
13 Mengetahui
(Nama & Ttd
Koord.Safety)

Dr. Ir. Asep Handaya Saputra, M.Eng




(..........................)

Catatan/Komentar/Rekomendasi :