Anda di halaman 1dari 11

Palagan Ambarawa

Kelompok :
1. Alif Zulviqar S. (9.2 / 04)
2. Annisa Dida R. (9.2 / 05)
3. Brillian Ach. Z. (9.2 / 08)
4. Dandy Naufaldi (9.2 / 09)
Palagan Ambarawa
Palagan Ambarawa adalah sebuah
peristiwa perlawanan rakyat terhadap
Sekutu yang terjadi di Ambarawa,
sebelah selatan Semarang, Jawa
Tengah.
Sebab
Sekutu mempersenjatai tawanan perang
Jepang sehingga menyulut kemarahan
rakyat Indonesia.
TKR di Magelang mengepung Sekutu dan
membuat sekutu mundur ke Benteng
Ambarawa.
Sekutu juga mencoba untuk menduduki 2
desa di Ambarawa pada saat pengunduran.

Kronologi
Pada tanggal 20 Oktober 1945, tentara Sekutu
di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di
Semarang dengan maksud mengurus tawanan
perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa
Tengah. Kedatangan sekutu ini diboncengi oleh
NICA. Kedatangan Sekutu ini mulanya disambut
baik, bahkan Gubernur Jawa Tengah Mr
Wongsonegoro menyepakati akan menyediakan
bahan makanan dan keperluan lain bagi kelancaran
tugas Sekutu, sedang Sekutu berjanji tidak akan
mengganggu kedaulatan Republik Indonesia.
Akan tetapi, mereka mempersenjatai para
bekas tawanan perang di Ambarawa dan Magelang.
Setelah terjadi insiden di Magelang antara TKR
dengan tentara Sekutu maka pada tanggal 2
November 1945 Presiden Soekarno dan Brig.Jend.
Bethel mengadakan perundingan gencatan senjata.
Pada tanggal 21 November 1945 pasukan
Sekutu mundur dari Magelang ke Ambarawa.
Gerakan ini segera dikejar resimen Kedu Tengah di
bawah pimpinan Letnan Kolonel M. Sarbini dan
meletuslah pertempuran Ambarawa. Pasukan
Angkatan Muda di bawah Pimpinan Sastrodihardjo
menghadang Sekutu di desa Lambu.
Dalam pertempuran di Ambarawa ini gugurlah
Letnan Kolonel Isdiman, Komandan Resimen
Banyumas. Dengan gugurnya Letnan Kolonel
Isdiman, komando pasukan dipegang oleh Kolonel
Soedirman, Panglima Divisi di Purwokerto. Pada
tanggal 12 Desember 1945 pasukan TKR berhasil
mengepung musuh yang bertahan di benteng
Willem, yang terletak di tengah-tengah kota
Ambarawa. Selama 4 hari 4 malam kota Ambarawa
di kepung. Karena merasa terjepit maka pada
tanggal 15 Desember 1945 pasukan Sekutu
meninggalkan Ambarawa menuju ke Semarang.
Dampak
Tanggal 15 Desember 1945 dengan
kemenangan di pihak Indonesia tersebut
kini diperingati sebagai Hari Infanteri / hari
jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang
Kartika.
Didirikan Monumen Palagan Ambarawa
yang dibangun pada tanggal 15 Desember
1974 untuk mengabadikan perlawanan ini.
Tokoh


Nama Tokoh Peran
Brigadir Bethell Pimpinan pasukan sekutu
Mr.
Wongsonegoro
Gubernur Jawa Tengah
Letkol. M. Sarbini Komandan Resimen Kedu
Tengah
Oni Sastrodiharjo Pimpinan Pasukan Angkatan
Muda di Desa Lambu
Letkol Isdiman Komandan Resimen Banyumas
Kol. Sudirman Panglima Divisi di Purwokerto
Gambar