Anda di halaman 1dari 16

Home

Contact Us
Privacy Policy
Sitemap
Informasi
Kesehatan
Mata
Gigi
Fun
lowongan kerja
Pelajaran
Pengertian Kesehatan
keperawatan
ANALIS KESEHATAN
Kumpulan Artikel analis kesehatan masyarakat membagikan info dunia kesehatan, biokimia,
bakteriologi, Lowongan Kerja, ilmu Pengetahuan dan berbagai Pengertian yang membahas
Kesehatan anda


Labels
anak
artikel
Artikel Kesehatan
Bakteriologi
Bayi
Berita Wanita
BIOKIMIA
buah kesehatan
Campuran BLog
EPIDEMIOLOGI
Gigi
ginjal
Ilmu Bedah
Imanologi
INFO
Info Kesehatan
jamur mikologi
jantung
Kecantikan
Kehamilan
keperawatan
Kesehatan
Kesehatan Wanita
Koliform
LABORATORIUM
lowongan kerja
luekusit
Makalah Internet
makalah skripsi
makanan kesehatan
mata
Minuman Kesehatan
olahraga
Pelajaran
Pembelajaran
Pencegahan Penyakit
pengertian kesehatan
penyakit
Penyakit Jantung
PPT
SEO
sosial Media
tips kesehatan
TUGAS
unik lucu

BlogPingSite.com

MAKALAH | Makanan Sukrosa yang Menyebabkan Terjadinya Karies Gigi
Home makalah skripsi MAKALAH | Makanan Sukrosa yang Menyebabkan Terjadinya
Karies Gigi
Ads by Google
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. SUKROSA
1. Pengertian sukrosa
Sukrosa merupakan suatu yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa
unit dan dengan rumus molekul C
12
H
22
O
11
Senyawa ini dikenal sebagai sumber nutrisi serta
dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme lain seperti hewan Penambahan sukrosa dalam
media berfungsi sebagai sumber karbon. Sukrosa atau gula dapur diperoleh dari gula. Unit
glukosa dan fruktosa diikat oleh jembatan asetal oksigen dengan orientasi alpha. Struktur ini
mudah dikenali karena mengandung enam cincin glukosa dan lima cincin fruktosa. Proses
fermentasi sukrosa melibatkan mikroorganisme yang dapat memperoleh energi dari substrat
sukrosa dengan melepaskan dan produk samping berupa senyawaan alkohol. Penggunaan yeast
ini dalam proses fermentasi diduga merupakan proses tertua dalam bioteknologi dan sering
disebut dengan Sukrosa (C
12
H
22
O
11
) ialah sejenis iaitu yang bersifat bukan penurun dan tidak
menunjukkan fenomena Hidrolisis sukrosa menghasilkan Sukrosa atau gula tebu merupakan
disakarida yang paling manis yang terdiri dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa bukan merupakan
gula pereduksi karena sukrosa tidak mempunyai atom karbon hemiasetal dan hemiaketal.
Sukrosa tidak memilliki atom karbon monomer bebas karena karbon anomer glukosa dan
fruktosa berikatan satu dengan yang lain. Sukrosa juga mudah dihidrolisis menjadi D-glukosa
dan D-fruktosa. Sumber-sumber sukrosa yang terdapat di alam antara lain: tebu (100%
mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), dan jelly ( Almatsier, S. 2005).

Sukrosa merupakan gula pasir biasa. Komposisi kimia dari gula adalah sama, satu satuan
fruktosa yang digabung dengan satu satuan glukosa. Ikatan glikosida menghubungkan karbon
ketal dan asetal dan bersifat dari fruktosa dan dari glukosa. Pada sukrosa kedua atom karbon
anomerik digunakan untuk ikatan glikosida. Dalam sukrosa, baik fruktosa maupun glukosa tidak
memiliki gugus hemiasetal oleh karena itu, sukrosa didalam air tidak berada dalam
kesetimbangan dengan suatu bentuk aldehid atau keto.(arie salam 2010)
2. Pembagian sukrosa
Sukrosa termasuk golongan Disakarisa adalah merupakan gabungan dua unit monosakarida yang
berikatan kovalen terhadap sesamanya. Ikatan ini disebut ikatan glikosida yang dibentuk jika
gugus hidroksil pada salah satu gula bereaksi dengan karbon anomer pada gula yang kedua.
Disakarida yang banyak ditemukan di alam yaitu laktosa, sukrosa, dan maltosa.
a. Laktosa
Laktosa sering juga disebut gula susu karena hanya terdapat dalam susu. Bila dihidrolisis, laktosa
akan menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa. Laktosa memiliki satu atom karbon hemiasetal
dan mempunyai gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa sehingga laktosa
termasuk disakarida pereduksi.
b. Sukrosa
Sukrosa atau gula tebu merupakan disakarida yang paling manis yang terdiri dari glukosa dan
fruktosa. Sukrosa bukan merupakan gula pereduksi karena sukrosa tidak mempunyai atom
karbon hemiasetal dan hemiaketal. Sukrosa tidak memilliki atom karbon monomer bebas karena
karbon anomer glukosa dan fruktosa berikatan satu dengan yang lain. Sukrosa juga mudah
dihidrolisis menjadi D-glukosa dan D-fruktosa. Sumber-sumber sukrosa yang terdapat di alam
antara lain: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), dan jelly.
c. Maltosa
Maltosa merupakan disakarida yang paling sederhana. Maltosa terdiri dari dua residu D-glukosa
yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Sebuah molekul glukosa dihubungkan melalui atom
karbonnya yang pertama dengan gugus hidroksil atom karbon keempat pada molekul glukosa
yang lainnya. Kedua residu glukosa tersebut berada dalam bentuk piranosa. Maltosa memilliki
gugus karbonil yang berpotensi bebas yang dapat dioksidasi, sehingga maltosa mempunyai sifat
gula pereduksi. Di dalam tubuh, maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum yang lebih mudah
dicerna. Maltosa banyak terdapat kecambah, susu dan pada serealia, misalnya beras.( Almatsier,
S. 2005).
3. makanan yang mengandung sukrosa
Makanan adalah sesuatu yang diperlukan oleh tubuh untuk pertukaran zat, tumbuhan dan
pemeliharan dari semua fungsi anggota tubuh kita menurut Tomasowo sedangkan menurut
Altono makanan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi keadaan didalam mulut secara lokal
selama pengunyahan dan setelah ditelan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan masa pre dan pasca erupsi gigi-gigi dan ada juga menurut Frostel makanan
mengatakan bahwa derajat keasaman tergantung dari karbohidrat yang dimakan dan derajat
keasaman yang paling tinggi akan dicapai bila mana makanan mengandung sukrosa.
Adapun jenis makanan yang mengandung sukrosa antara lain
1. Kentang goreng dan donat
Kentang goreng dan donat merupakan gula yang digoreng. sebelum dipanaskan pun,
kentang dan donat ini adalah gula sederhana. Proses penggorengan semakin
memperburuk kandungan gizi. Satu kentang goreng berdampak lebih buruk pada
kesehatan dibandingkan sebatang rokok. Jadi, ada baiknya mempertimbangkan ulang
sebelum memesan porsi besar. Donat ukuran rata-rata mengandung 200-300 kalori,
hampir semuanya dari gula, dan sedikit nutrisi lainnya.
2. Kue dan permen
Pada dasarnya, makanan ini hanya mengandung kalori kosong, kaya gula dan
mendatangkan sedikit manfaat. Sebagian besar malah kaya akan lemak trans. Seratus
gram kue atau permen mengandung 37-66.6 gram gula. Karena itu, ada baiknya memilih
snack yang lebih sehat seperti buah kering atau kacang kacangan.
Makanan sangat berpengaruh terehadap gigi dan mulut, pengaruh ini dapat dibagi menjadi dua
yaitu:
1. Isi dari makanan yang menghasilkan energi, misalnya : karbohidrat, lemak, vitamin,
protein serta mineral.
2. Fungsi mekanis dari makanan yang dimakan. Makanan yang bersifat membersihkan gigi,
jadi merupakan gosok gigi alami, tentu saja akan mengurangi kerusakan gigi. Makanan
yang bersifat membersihkan ini adalah: apel, jambu air, bengkuang dan lain sebagainya.
Sebaliknya makanan yang lunak dan melekat pada gigi seperti; bonbon, coklat, biskuit
dan lain sebagainya.( taringan Rasinta 2001)
B. Karies gigi
1. Pengertian karies gigi
Karies gigi adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh interaksi antara produk
organisme, ludah, sisa yang berasal dari makanan dan email (Houwink, dkk., 2000).
Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementara yang
disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan,
ditandai dengan adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan
bahan organiknya, akibat invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan
periapeks yang dapat menyebabkan nyeri (Kidd, dkk., 2001).
Karies gigi adalah penyakit keropos yang dimulai pada lokasi tertentu pada bagian gigi, dan
diikuti proses kerusakan atau pembusukan gigi secara cepat. Karies gigi dimulai dengan
terjadinya pengikisan mineral-mineral dari permukaan atau enamel gigi, oleh asam organik hasil
fermentasi karbohidrat. (sella, 2009)
Karies adalah penyakit gigi yang ditandai dengan yang ditandai dengan kerusakan
jaringan,dimulai dari permukaan gigi (pits,fissure dan daerah interprosimal)meluas keatas pulpa
(Braver 2002).
Karies adalah Suatu proses kronis, regresif dengan dimulai dengan larutnya mineral email akbat
gangguan keseibangan antara email dan sekitarnya disebabkan oleh pembentukan asam
mikrobial kemudian terjadi destruksi komponen-komponen organik. Akhirnya terjadi kavita.
(Schuurs, 2001)
Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang sangat luas penyebarannya, diperkirakan
melanda penduduk Indonesia lebih dari 90% telah mengalami karies. Secara umum diterima
alasan bahwa terjadinya karies gigi akibat dari kebiasaan makan yang salah, terutama karena
terlalu seringnya mengkomsumsi makanan yang banyak mengandung sukrosa.Penyakit tersebut
dimulai dari ulah bakteri atau kuman-kuman yang berada pada permukaan gigi. Daya
kariogenetiknya dari kuman tersebut timbul karena adanya produksi asam laktat oleh beberapa
jenis bakteri asam laktat, dengan akibat pH cairan di sekitar gigi tersebut menjadi rendah atau
bersifat sangat asam. Keadaan bagaimana yang cukup kuat untuk melarutkan mineral-mineral
dari permukaan gigi, sehingga gigi jadi keropos dan akan mengakibatkan terjadinya karies gigi
pada anak-anak yang sering mengkomsumsi makanan yang manis( sella, 2009)
Karies terjadi karena permukaan terluar gigi yaitu email dihancurkan oleh asam. Gula akan
diragikan oleh bakteri yang terdapat pada plak menjadi asam. Asam akan melarutkan email
sehingga terbentuklah lubang gigi. Karies gigi juga merupakan daerah yang mengalami
penbusuk di dalam yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email
(permukaan gigi yang terluar dan yang paling keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi.
Karies gigi adalah penyakit keropos yang dimulai pada lokasi tertentu pada bagian gigi, dan
diikuti proses kerusakan atau pembusukan gigi secara cepat. Karies gigi dimulai dengan
terjadinya pengikisan mineral-mineral dari permukaan atau enamel gigi, oleh asam organik hasil
fermentasi karbohidrat makanan (terutama gula pasir dan pati-patian) yang tertinggal melekat
pada bagian-bagian dan sela-sela gigi oleh bakteri-bakteri asam maktat. Bahwa gula pasir atau
sukrosa merupakan salah satu penyebab karies gigi yang utama telah secara jelas dapat
dibuktikan pada binatang percobaan. Pada penelitian tersebut juga diungkapkan bahwa
sesungguhnya faktor yang menyebabkan terjadinya karies adalah adanya makanan yang
mengandung sukrosa tinggi dan kebetulan tertinggal cukup lama pada gusi dan gigi. Jadi bila
seluruh gula sukrosa yang dikonsumsi langsung tertelan masuk ke dalam perut tanpa ada yang
tertinggal pada gigi, maka hal itu tidak akan menyebabkan penyebab karies gigi Ternyata
sukrosa dalam bentuk makanan yang bersifat lengket akan lebih besar peluangnya sebagai
penyebab karies.
Dari hasil berbagai penelitian terhadap binatang percobaan dan juga penelitian yang
dilaksanakan langsung pada manusia, mengungkapkan bahwa berbagai jenis gula dan
hubungannya sebagai penyebab terjadinya karies gigi telah dinilai berdasarkan urutan
kegawatannya terhadap terjadinya karies yaitu sebagai berikut: gula sukrosa yang paling gawat,
diikuti oleh glukosa, maltosa, laktosa, fruktosa, sorbitol dan xylitol. Hampir seluruh peneliti yang
bekerja pada bidang tersebut yakin bahwa sukrosa merupakan perangsang dan penyebab
terjadinya karies gigi pada manusia.Berbagai hasil penelitian telah dapat dibuktikan bahwa kasus
karies gigi pada anak-anak sebetulnya dapat diturunkan dengan bermakna (nyata) hanya dengan
melakukan penggantian komponen sukrosa dalam makanan dengan glukosa, fruktosa atau jenis
gula lain. Dengan alasan tersebut chewing gum sering diberi sorbitol, pengganti sukrosa.
Hubungan dari faktor-faktor tersebut dapat digambarkan dengan rumus berikut
Plak
Bakteri + Sukrosa = Asam + Permukaan gigi yang peka = Karies gigi(J.O.forrest 1995)
2. Proses terjadinya karies
Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak pada permukaan gigi. Gula dari sisa
makanan dan bakteri akan menempel dan pada waktu tertentu akan berubah menjadi asam laknat
yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (sekitar pH 5,5 ) sehingga menyebabkan
demineralisasi email,yang akan berlanjut menjadi karies gigi.(lis.Z 2000)
Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau
hitam. Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan
mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang
sering dirasakan adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis. Bila
dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam
gigi yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan
terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi
bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke
jaringan tulang penyangga gigi, sehingga dapat terjadi absesTahap-tahap terjadinya karies adalah
1. Gigi yang
sehat Email adalah
lapisan luar yang keras seperti kristal luar. Dentin adalah lapisan yang lebih lembut di
bawah email. Kamar pulpa berisi nerves dan pembuluh darah. Merupakan bagian hidup
dari gigi.
2. Lesi putih
Bakteri yang tertarik kepada gula dan karbohidrat akan membentuk asam. Asam akan
menyerang crystal apatit proses ini dikenal dengan proses demineralisasi. Tanda yang
pertama ini ditandai dengan adanya suatu noda putih atau lesi putih. Pada tahap ini,
proses terjadinya karies dapat dikembalikan.
3. Karies
email Proses
demineralisasi berlanjut email mulai pecah. Sekali ketika permukaan email rusak, gigi
tidak bisa lagi memperbaiki dirinya sendiri. Kavitas harus dibersihkan dan direstorasi
oleh dokter gigi
4. Karies Dentin Karies sudah mencapai ke dalam dentin, dimana karies ini dapat
menyebar dan mengikis email.
5. Karies mencapai pulpa Jika karies dibiarkan tidak dirawat, akan mencapai pulpa gigi.
Disinilah dimana saraf gigi dan pembuluh darah dapat ditemukan. Pulpa akan terinfeksi.
Abses atau fistula (jalan dari nanah) dapat terbentuk dalam jaringan ikat yang halus.( site,
2008)
3. Faktor Penyebab Timbulnya Karies
Faktor penyebab timbulnya karies adalah Keberadaan bakteri dalam mulut merupakan suatu hal
yang normal. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri,
asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan
gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan. Zat
asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang
paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans. Ada beberapa faktor
penyabab timbulnya karies antara lain:
1. Konsumsi makanan
Makanan yang mengandung karbohidrat Jenis karbohidrat yang menyebabkan karies adalah
tepung polisakarida, sukrosa dan glukosa, di mana sukrosa paling mudah menyebabkan karies
gigi
2. Saliva.
Berkurangnya sekresi serta kekentalan saliva. Saliva dapat menghambat karies karena aksi
buffer, kandungan bikarbonat, amoniak dan urea dalam saliva dapat menetralkan penurunan pH
yang terjadi saat gula dimetabolisme bakteri plak. Kecepatan sekresi saliva berakibat pada
peningkatan pH dan kapasitas buffernya. Bila sekresi berkurang akan terlihat peningkatan
akumulasi plcak sehingga jumlah mikroorganisme (streptococus mutans) akan bertambah.
3. Agent bacteria kariogenik
Pemicu terjadinya karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans, terutama S. Mutans serolipe
ia memiliki sistem enzim yang dapat mensistesis gluten dari sukrosa. Enzim yang berperan
adalah glukosil transferase (GTF) yang terdapat dalam dinding selnya. Glukan ikatan glikosidik
a (1-3) yang disintesis oleh GTF merupakan prekursor pembentuk plak gigi.
4. Waktu
Tingkat frekuensi gigi terkena dengan lingkungan yang kariogenik dapat memengaruhi
perkembangan karies. Setelah seseorang mengonsumsi makanan mengandung gula, maka bakteri
pada mulut dapat memetabolisme gula menjadi asam dan menurunkan pH. PH dapat menjadi
normal karena dinetralkan oleh air liur dan proses sebelumnya telah melarutkan mineral gigi.
Demineralisasi dapat terjadi setelah 2 jam.
4. Pencegahan Karies gigi
Pencegahan karies gigi adalah Menurunkan jumlah kuman, misalnya dengan berkumur
antiseptik. Membersihkan plak secara periodik. Meningkatkan daya tahan gigi, misalnya dengan
penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor atau mengkonsumsi tablet fluor dengan dosis
yang tepat. Merubah pola makan. Membatasi makanan yang mengandung sukrosa, jangan
mengemil yang mengandung gula, menghindari konsumsi gula sebelum tidur. Soft drink juga
mengandung banyak gula. Berkumur dengan air bersih setelah makan Menyikat gigi dengan
teratur. Belajar menyikat gigi dilakukan sedini mungkin, mulai pada saat gigi baru tumbuh.
Paling penting saat malam sesbelum tidur. ( Massler,2000).
1. Mengontrol diet makanan
Kurangi makan-makanan yang manis dan dapat mengontrol pola hidup dan kebiasaan anak-anak
dikalah sedang bermain diluar rumah yang sering jajan sembarangan. kontrol yang lebih baik
terhadap kebiasaan mengonsumsi makanan manis yang dapat menyebabkan karies gigi. dengan
demikian,terdapat dugaan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan manis denga lebih terkontrol
tersebut merupakan salah satu faktor yang menpengaruhi status karies gigi,sehingga pada skor
Indeks DMF-T dan def-t terlihat relatif lebih manggambarkan adanya penurunan.
1. Pola makan yang sehat
2. Makanlah makanan yang mengandung kalsium, vitamin C dan vitamin D yang berguna
untuk memperkuat gigi.
3. Makanlah makanan yang mengandung protein karena protein dapat menghambat
terjadinya proses karies.
4. Makanlah makanan yang mengandung lemak. Karena lemak akan membentuk lapisan
matrix pada gigi sehingga gigi menjadi licin sehingga karbohidrat sulit melekat pada gigi.
5. Makanlah sayur sayuran. Karena sayuran mempunyai kandungan yang disebut nitrat.
Bahan tersebut dapat menghambat kerja bakteri
2. menyikat gigi baik dan benar
menyikat gigi yang benar dimulai dari gusi menuju gigi (arah vertikal). Biasakan menggerakkan
sikat gigi dengan cara memutar dari gusi ke gigi sehingga dapat memghilangkan plak. Selain itu
dapat melancarkan peredaran darah pada gusi.Kumur-kumurlah menggunakan atau cairan
antiseptik.
3. Kebersihan mulut
Kebersihan perorangan terdiri dari pembersihan gigi yang baik. Kebersihan mulut yang baik
diperluklan untuk meminimalisir agen penyebab penyakit mulut dan membuang plak gigi..
Karies dapat dicegah dengan pembersihan dan pemeriksaan gigi teratur.
C. Hubungan makanan yang mengandung sukrosa terhadap terjadinya karies gigi
Bila kita lalai membersihkan gigi, maka terbentuklah suatu lapisan plak pada permukaan gigi.
Plak seperti yang telah kita ketahui mengandung banyak kuman-kuman. Kuman-kuman plak
senang sekali makanan-makanan yang manis-manis, gula adalah makanan dan sumber tenaga
kuman, gula menyebabkan mereka tumbuh subur dan makin banyak.
Apabila kita makan-makanan yang manis-manis, sisa gula yang melekat pada gigi akan diubah
oleh kuman-kuman plak menjadi asam. Permukaan gigi yang terkena oleh asam akan larut
menjadi berlubang. Setiap kali kita makan gula atau makanan yang manis, ingatlah agar segera
membersihkannya dengan menyikat gigi, atau kumur-kumur agar gigi tetap bersih dan sehat.
Menurut Mkinen pada tahun 1977 sebagai berikut: seperti telah dijelaskan mikroba keriogenik
Streptococcus yang berada dalam mulut, secara anaerobik melalui enzim yang diproduksinya
mampu mencerna atau menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Dari hasil
metabolisma jenis gula tersebut, terbentuklah polimer rantai panjang dari glukosa yang disebut
dekstran atau polimer rantai panjang dari fruktosa yang disebut levans. Jenis polimer-polimer
tersebut kemudian berkembang menjadi noda pada permukaan gigi. Noda-noda tersebut bersifat
gel yang sangat lengket sekali. Proses pengeroposan gigi sendiri disebabkan oleh pengaruh asam
laktat, yaitu produk hasil sampingan dari metabolisir fruktosa dan levans.

Tulisan di atas berbentuk Karya Tulis ilmiah, anda dapat mendownloadnya dengan mengklik
nama di bawah ini, namun sebelum itu anda dapat like facebook kami sebelum mendownload.
Filenya. makasih sebelumnya.
Disimpan dalam SUSANTI DWI ANGGRIANI JUSMAN
Artikel Terkait:
Karya Tulis | Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Tenaga Kesehatan Gigi
Makalah HAK ASASI MANUSIA (HAM) DI INDONESIA
Makalah Manajemen Pemasaran Penjualan
Makalah Kti Permasalahan Penyalahgunaan Narkoba
Makalah skripsi Pemanasan Global warning
Berlanganan Artikel
Popular Posts
Gambar Foto perkembangan Janin 5 Bulan Dalam Kandungan
bagaimana situasi janin 5 bln. didalam kandungan ibu hamil ? ukuran panjang janin 5 bln.
didalam kandungan kurang lebih 25 cm. serta menga...
CONTOH KATA-KATA MODERATOR YANG BAIK
Pembukaan Tugas pertama Moderator adalah membuka jalannya presentasi, diskusi,
seminar, lokakarya. Sebagai contoh saya sajikan kalima...
150 JUDUL KARYA TULIS ILMIAH UNTUK JURUSAN KEBIDANAN
Khusus buat para bidan sedunia,terutama bidan indonesia,Pilihlah Judul KTI dibawah ini
yang menurut anda paling cocok untuk dijadikan s...
Gambar Janin 3 Bulan Dalam Kandungan
info kehamilan perihal perubahan janin 3 bln. didalam kandungan. wanita indonesia, apa
yang berlangsung dengan calon bayi kita waktu janin...
60 animasi Power Point kartun cantik dan keren
Kumpulan 60 animasi Power Point kartun cantik dan keren digunakan Untuk presentasi
yang akan menarik perhatian. Lihat Dulu Yang Baru : ...
Contoh 10 JUDUL KARYA TULIS ILMIAH UNTUK Analis Kesehatan
silahkan memilih PEMERIKSAAN JAMUR Trichophyton rubrum DAN Trichophton
mentagrophytes PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA NELAYAN DI ...
PENGUJIA...


blog search
Arsip Blog
14 (7)
o May (1)
o April (2)
o February (4)
13 (272)
o December (5)
o July (1)
o June (9)
o May (30)
o April (34)
o March (32)
o February (57)
o January (104)
12 (470)
o December (139)
Makalah ANATOMI PANGGUL NORMAL
cara merawat gigi agar tetap baik
Usia di Bawah 30 tahun dapat Terkena Stroke
MAKALAH | Perasaan Takut Pada Anak Siswa SD dalam ...
PENGERTIAN Refleksologi
Karya Tulis Kesehatan Gigi | Pengaruh Frekuensi Me...
PENGERTIAN Gangguan stres akut (accute stress diso...
PENGERTIAN Stres oksidatif
PENGERTIAN Gangguan Stres Pasca-Trauma
PENGERTIAN Fraktur Stres
PENGERTIAN Inkontinensia Urin Stres
PENGERTIAN STRES
PENGERTIAN YOGA
Manfaat dan khasiat Khasiat blimbing wuluh bagi ke...
Manfaat dan khasiat mentimun bagi kesehatan
Makalah Manajemen Bisnis Global
Makalah Gerontik | Aspek Medik dalam Masalah Usia ...
MAKALAH Gambaran tentang Kebersihan Gigi dan Mulut...
Penjelasan KONSEP CEMAS, STRESS DAN ADAPTASI
CARA TIDUR NYANYAK DENGAN MELAKUKAN 6 HAL
Makalah Aturan bermain dalam permainan bola kasti
CARA MENJAGA KOLESTEROL TETAP SEIMBANG (Bagian 1)
Manfaat dan khasiat Jambu Air untuk mempercantik k...
Makalah Memahami Penyakit Paten Ductus Arteriosus ...
Makalah Konsep Manajemen Kebidanan
Skripsi Tinjauan Yuridis terhadap Penerapan Sanksi...
MAKALAH Falsafah atau filsafat SEBAGAI ILMU PENGET...
MAKALAH | Makanan Sukrosa yang Menyebabkan Terjadi...
KTI Kesehatan Gigi Hubungan Merokok dengan Tingk...
Makalah Kesehatan Olahraga
Makalah Hubungan Antara Perilaku Konsumen dengan S...
Makalah Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehat...
Makalah Dokumentasi di Area Perawatan Khusus (Doku...
Makalah manfaat dan kerugian dari Cedera Olahraga
Makalah Peranan Export Import dalam Perdagangan I...
Skripsi Perbankan Perbandingan Pelayanan Customer ...
Makalah materi Demokrasi
Makalah Kependidikan | Konsep Dasar Profesi Kepend...
Makalah Biomekanika } Smash dalam Permainan Bola V...
ACER MEMBAGIKAN HADIAH LEPTOP
Manfaat dan khasiat daun pepaya bagi kesehatan
CARA mengetahui berapa persen kandungan bahan orga...
Berbagai macam Teh Dan cara menyajikannya Tips Amp...
Makalah Penyebab preeklampsia sampai saat ini belu...
Karya Tulis Kebidanan | Gambaran Interaksi Orang T...
Makalah Kesehatan Gigi | Gambaran Karakteristik Pa...
Perawatan Cacar Air
Makalah PENGARUH CARA PENGOLAHAN TERHADAP KADAR
KO...
Makalah Penjelasan Ekologi lengkap
Perlu di perhatikan 8 Paling Fatal Sesudah Makan
Karya Tulis Kebidanan | Asuhan Kebidanan Ny. S K...
Berikut 8 Ciri seseorang sangat rentang mengalami ...
Membahas Tuntas masalah Teh yang dapat menjaga Day...
Makalah pengetahuan kader kesehatan tentang ilmu k...
Gambar Animasi untuk powerpoint menarik
Askep Pada Klien Lansia Dengan Gangguan Pendengara...
Karya Tulis | Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pe...
Jilbab dapat memperkecil resiko kanker tenggorokan...
Peran Manfaat Kegunaan Fungsi Cairan Tubuh Manusia...
kata influenza berasal Dari Astrologi ke Penyakit
Manfaat dan khasiat telur ayam kampung Bagi keseha...
tahap-tahap dalam proses Okulasi Jeruk
Manfaat dan khasiat buah kurma bagi kesehatan
10 tanda-tanda umum pertumbuhan gigi pada bayi
MAKALAH IMUNISASI PADA IBU HAMIL
Macam macam vitamin dan manfaat vitamin bagi keseh...
Kumpulan gambar animasi Lucu untuk power point
Manfaat dan khasiat jahe dan sejarahnya bagi keseh...
9 Manfaat dan khasiat Rajin mandi tingkatkan kekeb...
Manfaat dan khasiat tanaman temulawak bagi kesehat...
6 tips memastikan bahwa sikat gigi Anda selalu hi...
Manfaat dan Khasiat buah mangga bagi kesehatan
Ahli gizi, pakar diet mengusulkan 10 Cara Bakar Ka...
MAKALAH PERSIAPAN DALAM PERSALINAN
Proposal Tesis | Struktur dan Perasi Fungsional Ya...
KLASIFIKASI KERATITIS BERDASARKAN ETIOLOGI | Infek...
Makalah Analis Kesehatan Bakteri Klebsiella, Klasi...
Faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas ti...
Dampak Gangguan Persepsi : Halusinasi Dengar Terha...
Tidur Pada Waktu Maghrib
Makalah kesehatan UPAYA KELESTARIAN LINGKUNGAN HID...
Makalah KLASIFIKASI EPIDEMIOLOGI ETIOLOGI
Makalah kesehatan Pengoperasian Boiler Serta Cara ...
KODE ETIK KEPERAWATAN International Council of Nur...
KLASIFIKASI PEMBENTUKAN HEMOGLOBIN
Apa Alasan Remaja Sulit Olahraga
4 Cara Menyegarkan Otak Dengan Alami
4 Hal Utama Penyebab Bangun Tidur Tidak Segar
Perbandingan kadar Bilirubin dengan Menggunakan Ke...
Gejala asam urat telah menjadi kronis
Penjelasan Tentang Penyakit asam Urat
5 faktor yang dapat menyebabkan karies gigi (Infek...
Makalah Kesehatan dan Psikologi | KLASIFIKASI DAN ...
KODE ETIK KEPERAWATAN NASIONAL
Apa yang sebaiknya dilakukan pada gusi berdarah
5 hal yang menyebabkan sariawan
Logo Kampus Kesehatan yang ada di makassar
Contoh Kata Penutup Makalah lingkungan
MANA YANG BERFUNGSI OTAK KANAN ATAU OTAK KIRI
Gejala dan pencegahan Gangguan Kelenjar Ludah
Gambar Keren hewan pemandangan langkah
HUKUM DONOR MATA dalam agama islam
Pandangan Donor Mata dalam Agama Hindhu dan keseha...
Pandangan Donor Mata dalam Agama Buddha dan keseha...
Pandangan Donor Mata dalam Agama Islam dan kesehat...
Mendonorkan kornea mata dan Syarat Donor Mata
Pandangan Donor Mata dalam Agama Kristen/Katolik
3 tipe celana dalam berbahaya bagi kesehatan
5 Cara Gampang Menghilangkan Bekas Luka
5 Cara Memancungkan Hidung dengan countouring
Pemakaian Diagnostik dan Pengertian Troponin
Kolam Renang Terbesar Di Dunia berada di chili
BAGAIMANA BIOTEKNOLOGI MENOLONG MANUSIA UNTUK
MENY...
Makalah BIOTEKNOLOGI DAPAT MEMBANTU MANUSIA
MEMPER...
teknik pengambilan sampel darah pada pasien yang t...
CARA PENGAMBILAN DARAH VENA DAN PENGUMPULAN
SAMPEL...
Makalah Klasifikasi VITILIGO
Persiapan dan risiko Bayi Tabung
Manfaat dan Khasiat buah nanas bagi kesehatan
BAHAN ALAMI REDAKAN SAKIT GIGI
MAKALAH Malaria mengetahui gambaran penyakit malar...
6 Tips Mencegah Kanker Payudara Yang Perlu Anda Pe...
Manfaat dan khasiat buah buahan untuk kesehatan
Manfaat dan khasiat buah semangka bagi kesehatan
Cara Menghilangkan Bulu Ketiak secara permanen
Format umum pembuatan makalah dan contoh makalah
Khasiat dan manfaat rambutan bagi kesehatan
10 Cara alami menjaga berat badan setelah usia 40 ...
6 Ciri-ciri Penyakit Susah Tidur Yang Perlu Anda K...
Terungkap Olahraga Pagi Terlalu Berat membuat Otak...
Indonesia Ternyata Sorganya Obat
Kacang Dapat Mengobati berbagai penyakit
Fungsi dan khsiat Sayur Bayam untuk kesehatan
Cara Makan untuk Pertumbuhan dan Menguatkan Tulang...
15 Foto Ilusi Unik dan Lucu dari sudut pandang ber...
5 Resep kecantikan menggunakan kopi
7 Gejala Pengaruh Narkoba Berdasarkan Jenis narkob...
Kabar Buruk Teh Panas dapat Menyebabkan Kanker Ker...
Hal hal Perlu Diperhatikan Penderita Epilepsi yang...
o November (222)
o October (95)
o August (1)
o July (1)
o June (8)
o May (4)
09 (9)
o November (8)
o October (1)
Copyright 2013 ANALIS KESEHATAN | Partner Pathmo Media And Oto News


home
doctor team
our services
facilities
location
gallery
about us
contact us
News

Benjolan di gusi, meski
tidak mengganggu
tetapi membuat tidak
nyaman
08 Agustus 2008 - 03:33

Benjolan atau bisul pada gusi atau disebut juga fistula, terjadi karena
keradangan menahun (kronis) dan pernanahan pada daerah akar gigi anda (periapical
abcess). Asal mula penyakit ini adalah terjadinya karies (lobang) pada gigi, biasanya
pada gigi geraham, namun bisa saja terjadi pada semua gigi. Karies yang menahun
menyebabkan keradangan pada daerah sekitar akar gigi, keradangan ini menyebabkan
kerusakan tulang dan jaringan penyangga gigi yang lain. Keradangan yang menahun
dan infeksi kuman karies dapat menyebabkan pernanahan pada sekitar akar gigi yang
karies tersebut. Pertahanan tubuh kita akan berusaha menyerap, selain itu juga berusaha
membuang jaringan yang telah rusak, nanah akibat infeksi dan kuman tersebut keluar
tubuh melalui permukaan yang terdekat. Dalam kasus anda ini, jalan yang terdekat
adalah menembus tulang tipis dan gusi yang menghadap ke pipi, melalui saluran yang
disebut fistula. Jika saluran ini buntu karena sesuatu sebab, maka akan terjadi
pengumpulan nanah, jaringan yang rusak dan kuman, sehingga akan terjadi
pembengkaan di daerah tersebut.
Kasus ini sangat sering terjadi pada masyarakat yang suka mengobati sendiri
sakit giginya. Seringkali jika seseorang merasa giginya sakit maka penderita ini akan
langsung mengatasinya dengan meminum atau mengoleskan obat anti sakit yang
tersedia luas di toko obat tanpa resep dokter. Biasanya, rasa sakit akan menghilang
sebentar, namun akan kembali sakit dalam beberapa jam kemudian. Kambuhnya rasa
sakit ini disebabkan oleh karena obat yang diminum atau dioleskan tersebut hanya
menghilangkan gejala sakitnya saja, namun penyebab sakit belum diatasi. Jika kejadian
ini dilakukan berulangkali, maka proses penyakit atau penjalaran infeksi akan melanjut
sampai ke ujung akar dan menyebabkan terjadinya pengumpulan kuman serta
kerusakan jaringan yang memproduksi nanah di daerah tersebut.
Berbahayakah bisul ini? Bisulnya tidak berbahaya, namun pernanahannya jelas
sangat berbahaya. Kuman yang masih hidup maupun sudah mati, racun kuman serta
nanah akan dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh
(sepsis). Jika hal ini terjadi, maka akibat yang ditimbulkannya bisa bermacam-macam,
dari sekedar suhu tubuh yang meningkat, kelainan fungsi jantung, bahkan bisa saja
sampai mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, jangan meremehkan bisul ini.
Penyakit ini tidak dapat diobati sendiri, oleh karena itu segeralah ke dokter gigi
untuk berkonsultasi. Penyakit infeksi ini harus diobati oleh dokter/dokter gigi.




Login
Username

Password


Our Services
Pelayanan yang terintegrasi
Emergency Aesthetics
Cosmetics Dentistry
Smile With Pride
Preventive Dental Care
Pregnancy Dental Care
Pre Wedding Dental Aesthetics
Kiddy Dental Care
Fresh Breath
Others
News
Customer Profile
Travel Guide
Online Reservation
Online Consultation
Gallery

on ORTHO CENTER
see more
Polling


Dari manakah anda mengetahui tentang D-Arts?
Surat Kabar
Brosur
Teman/ Saudara
Lain-lain


Topik/ Tema apa yang ingin anda ketahui lebih dalam tentang kesehatan & kecantikan gigi?
Gigi Palsu
Whitening/Bleaching
Orthodontics/ kawat gigi
Pencegahan dan perawatan

Ruko Mega Galaxy
Blok 16C/ 26 Jl. Kertajaya Indah timur
Surabaya, Indonesia
Phone. 031-5967248
Fax. 031-5967468
My Account | Contact Us
Copyright 2008 D-Arts Dental Clinic | Privacy Policy | Terms Of Use