Anda di halaman 1dari 8

PEMBANGUNAN DARI BAWAH

Widhyanto Muttaqien Ahmad


SEBUAH VISI
Komunitas
Pembangunan
Identitas
Rasa Memiliki
Skala Manusia
kebudayaan
berbasis lokal
subjektif
pembangunan
alternatif
pembangunan dari
bawah
holisme
keberlanjutan
struktur yang
merugikan
pemberdayaa
n
keanakaragaman
keseimbangan
pembangunan
dari bawah
ekologis------------------------keadilan
sosial
Sumber: Ife , 2006
ETIKA PENELITIAN
Menghargai Pengetahuan Lokal
Menghargai Kebudayaan Lokal
Menghargai Sumberdaya Lokal
Menghargai Keterampilan Lokal
Menghargai Proses Lokal
LANDASAN IDEOLOGIS DAN TEORITIS
Pluralisme (Arendt)
Sosialisme Demokratis (Andre gorz)
Anarkhisme (P Kroptokin, Bregman)
Pos kolonialisme (Said, Bhaba)
Pos modernisme (Lyotard, Foucoult)
Feminisme (Shiva)
OTONOMI MASYARAKAT
PERAN PERENCANAAN KOMUNITAS
Masyarakat Lokal, Regional, National Norma
Komunitas
Nilai
Sikap
Relasi Sosial
Lingkungan Kebijakan
Hukum
Kebijakan
Praktek
Organisasi Kapasitas Organisasi
Perencanaan
Adminsitrasi
Sumberdaya
Jaringan
Budaya Organisasi
Visi
Otonomi
Solidaritas
Individu
Keluarga
Standar Kehidupan
Kebutuan dasar
Pengetahuan
Penghasilan
Aset
Kapasitas personal
Harga diri
Identitas Kultural
Kreativitas
Refleksi kritis
Tangiable
InTangiabl
e
KEGAGALAN DALAM PENGELOLAAN OTONOMI
(MUTTAQIEN, 2004)
Input:
1. Akar masalah tidak teridentifikasi secara akurat atau
konsensual
2. Masyarakat tidak memahami tujuan
Proses:
1. Tidak menyadari ketebatasan dalam membuat
perencanaan
2. Sumberdaya tidaik terkonsoliasikan
3. Kondisi makro, seperti aparatur dan kebijakan belum
mendukung
4. Tidak ada konsistensi dalam membangun modal sosial
KEGAGALAN DALAM PENGELOLAAN OTONOMI
(MUTTAQIEN, 2005)
Output
1. Tidak ada kontrol terhadap hasil perencanaan
2. Masterplan syndrome (perencanaan yang
diuat hanya di atas kertas)
3. Dalam jangka panjang masyarakat menjadi
apatis (dalam kasus Indonesia, modal sosial
rusak karena politik uang apapun
ditransaksikan dengan uang)