Anda di halaman 1dari 30

TEKNIK

PERENCANAAN SOSIAL
PARTISIPATORIS

widhyanto muttaqien ahmad

Sejarah
Aliran kiri (sosialis-Marxis) dgn pendekatan radikal
berpijak pada teori struktural neo-Marxis, feminisme
dan analisis anti-rasis, pendekatan radikal lebih
terfokus pada upaya mengubah ketidakseimbangan
relasi-relasi sosial yang ada melalui pemberdayaan
kelompok-kelompok lemah, mencari sebab-sebab
kelemahan mereka, serta menganalisis sumber-
sumber ketertindasannya.
Aliran kanan (kapitalis-demokratis) dalam spektrum
politik dgn pendekatan profesional yg menunjuk
pada upaya untuk meningkatkan kemandirian dan
memperbaiki sistem pemberian pelayanan dalam
kerangka relasi-relasi sosial.
Sejarah
New Right memposisikan masyarakat sebagai
masyarakat yang harmonis, konflik tidak perlu
dipertajam atau dibuka, kesepakatan aklamasi,
konvensi, merupakan tujuan dari proses
perencanaan bottom up.
Lewat partisipasi masyarakat dengan, aktornya para
pemangku kepentingan, kaum New Right
merekayasa ulang sosial lewat tema kerjasama dan
kepercayaan (cooperation and trust) sebagai modal
sosial, modal masyarakat sipil untuk berperan serta
dalam pembangunan.
Sejarah
Sedangkan kaum New Left melakukan koreksi
langsung dalam kata partisipasi dengan
mempertanyakan kembali kebenaran dan otoritas.
Dalam struktur masyarakat yang timpang kualitas
partisipasi mengalami pembiasan, jika tidak
pembinasaan. Karena para pemangku kepentingan
merupakan aktor-aktor yang menindas dan
mengambil rente (rent seeker) dalam proyek
pembangunan.
Visi Pendekatan
Keberpihakan terhadap kaum marjinal yang selama
ini tidak bersuara dan tidak boleh bersuara, dengan
berbagai macam alasan (moral dan rasional-
intelektual).
Membangun identitas kolektif kaum marjinal.
Perubahan (transformasi) sosial, yang dimaknai bisa
sebagai penyeimbangan kekuasaan, penguasaan
atas kehidupan bersama oleh masyarakat sipil
Tujuan:
Memandang dari cara
mereka memandang
Memilih sendiri
perubahan





Sebagai Proses
Membangun kekuatan rakyat melalui penentuan
masalah dan tujuan bersama
Mengidentifikasi sumber daya dan struktur-struktur
yang ada untuk menyelesaikan masalah & mencapai
tujuan
Memprioritaskan sasaran-sasaran yang harus
dicapai
Membangun sebuah institusi yang harus dapat
dikontrol oleh seluruh konstituen (bisa juga disebut
komponen)




Syarat
Sebagai fasilitator memposisikan diri setara
(emansipatif)
Sebagai peneliti hubungan peneliti dengan yang
ditelitipun sama-sama sebagai subyek, ada yang
menyebutnya sebagai jukstaposisi-dimana penelti dan
yang diteliti menghadap ke arah yang sama-
permasalahan.


Jebakan ortodoksi
Partisipasi menjadi ortodoksi artinya saya
menggunakan alat ini karena saya selalu
menggunakannya atau jika orang tersebut memiliki
orientasi nilai, maka Ortodoksi yang dimaksud adalah
yang saya tahu hanyalah melakukan ini.
Sehingga partisipasi bergerak dari tujuan menjadi alat,
Tahapan
Titik Kritis Ketiga:
Penentuan Output
Pembentukan aturan
main/kelembagaan
Atau
Revitalisasi nilai-nilai.

Permasalahan
Resistensi dari masyarakat,
Salah Arah, Tidak terkelola
baik

Titik Kritis
Pertama:

Strategi
Masuk:

Membangun
Kepercayaan
Kontrak
dengan
Masyarakat
Tentang
Pekerjaan
Titik Kritis Kedua:
Desain Pendekatan Partisipasi:
Rekayasa: untuk pendekatan atas-bawah
Rekonstruksi: pendekatan bawah-atas
Titik Kritis Keempat:
Pasca Proyek

Permasalahan Strategi
Keluar

Organisasi masyarakat
memiliki mandat tertentu

Dukungan pasca proyek


Fungsi Immersion (tinggal
sementara di lokasi penelitian)
Visual; melihat
Auditori; Mendengar
Kinestetik ; perlibatan emosi
Skema Diakronik
Refleksi Masa lalu
Merancang Masa depan
Melihat Masa kini
Alur sejarah program; identifikasi
program yang pernah masuk ke
Desa; gagal/berhasil? Mengapa?
Apa yang harus dilakukan utk
perbaikan?
Sketsa desa, Kajian mata
pencaharian;Diagram kelembagaan,
Bagan kecenderungan perubahan,
Kalender musim, Masalah/potensi
Perencanaan Sosial,
Perencanaan Strategis
ruang, waktu, atau hubungan.
Metode Terkait Ruang
Metode PRA terkait ruang berguna untuk
mengeksplorasi dimensi spasial dari realitas
masyarakat. Metode ini berhubungan dengan
pemetaan dan fokusnya adalah pada bagaimana
masyarakat melihat dan mengaitkan diri dengan ruang
dan bukan hanya dengan aspek-aspek fisik. Metode
terkait ruang yang biasa digunakan adalah peta sosial,
peta sumberdaya, metode permodelan partisipatoris,
peta mobilitas, peta layanan dan kesempatan, dan
transek
ruang, waktu, atau hubungan.
Metode Terkait Waktu
Metode PRA/PAR terkait waktu digunakan untuk
mengeksplorasi dimensi waktu realitas masyarakat.
Yang unik dari metode PRA/PAR ini adalah bahwa
metode ini membolehkan masyarakat menggunakan
konsep waktu mereka sendiri. Metode terkait waktu
yang biasa digunakan mencakup time-line, analisa
trend, transek historis, diagram musiman, jadwal
aktivitas sehari-hari, silsilah partisipatoris dan peta
impian.
ruang, waktu, atau hubungan.

Metode Terkait Hubungan/Relasi
Metode PRA/PAR ini mencakup diagram alur seperti diagram sebab-
akibat, diagram dampak, diagram sistem, diagram jaringan, dan peta
proses; dan juga metode pe-rangking-an kehidupan (well-being
ranking method), diagram Venn, metode ranking pasangan (pair-wise
ranking method), pengkajian matriks/metode ranking, analisa
kekuatan (force field analysis), diagram pie, analisa kehidupan,
diagram laba-laba, dan pemetaan tubuh. Metode ini biasa digunakan
untuk mempelajari hubungan antar berbagai hal atau berbagai aspek
dari hal yang sama.
ruang, waktu, dan hubungan.
1 Peta Sosial
2 Peta sumber daya
3 Metode Permodelan Partisipatoris
4 Peta Mobilitas
5 Peta Layanan dan Kesempatan
6 Transect
7 Metode Sensus Partisipatoris

1 Time Line
2 Analisa Trend
3 Transect Historis
4 Diagram Musiman
5 Jadwal Aktivitas Harian
6 Silsilah Partisipatoris
(kepemimpinan)
7 Peta Impian

1 Diagram Sebab Akibat
2 Diagram Dampak
3 Diagram Sistem
4 Diagram Jaringan
5 Peta Proses
6. Metode Perangkingan Kondisi Hidup
7 Diagram Venn
8 Metode Perangkingan Berpasangan
(Pair-wise Rangking Method)
9 Penilaian Matriks/Metode
Perangkingan
10 Analisa Lapangan Kekuatan (Force
Field Analysis)
11 Diagram Pie
12 Analisa Kehidupan
13 Diagram Laba-Laba
14 Pemetaan Tubuh


PRA Tools
LAMPIRAN 2. Teknik-Teknik Kajian PAR/PRA di Desa Bomaki.

NAMA TEKNIK
CIRI/
TANDA
PENJELASAN
JENIS INFORMASI
YANG DIKAJI
INFORMASI GENDER
YANG DIKAJI
Alur Sejarah Waktu Mengkaji suatu keadaan dari
waktu ke waktu (waktu tidak
dibatasi)
Informasi umum, asal usul
desa/komunitas,
perkembangan
masyarakat ,program,
termasuk pertanian dan
sumber daya lainnya
(pengelolan hutan)
Bagan kecenderungan dan
perubahan
Waktu Sama dengan penelusuran
sejarah, tetapi ada patokan
waktu (misalnya per lima
tahun, per sepuluh tahun).
Perubahan-perubahan di
desa/komunitas yang
paling menonjol.
- kajian keterlibatan
Perempuan dan L aki-
laki terhadap
perubahan (sebagai
pelaku perubahan).
- Kajian perubahan-
perubahan yang
berakibat pada
Perempuan saja, L aki-
laki saja, atau
Perempuan dan L aki-
laki bersama-sama.
Kalender Musim Waktu Mengkaji keadaan dari waktu-
kewaktu dalam kurun waktu
satu tahun musim. Keadaan
yang dikaji terjadi setiap
tahunnya.
Pola kegiatan masyarakat,
kejadian-kejadian rutin
dalam setahun.
Perbandingan keterlibatan
Perempuan dan Laki-
laki sebagai pelaku
kegiatan-kegiatan.
Jadwal sehari Waktu Mengkaji keadaan dan kegiatan
masyarakat yang terjadi
dalam kurun waktu satu hari
(24 jam).
Pola kegiatan keluarga
(rumah tangga) rata-
rata dalam satu
komunitas.
Perbandingan keterlibatan
Perempuan dan Laki-
laki sebagai pelaku
kegiatan pada tingkat
keluarga.
Peta/Sketsa wilayah
sumber daya/sosial/
kesejahteraan
Ruang Mengkaji keadaan suatu
ruang wilayah, wilayah
desa atau dusun dengan
komunitasnya.
Sumber daya alam,
sarana dan prasarana,
potensi dan
masalahnya, sebaran
komunitas berdasarkan
tingkat
kesejahteraannya.
Perbandingan
keterlibatan Perempuan
dan Laki-laki dalam
pengelolaan (akses dan
kontrol) terhadap
sumber daya.
Transek Ruang Mengkaji keadaan suatu
ruang wilayah dan
membahas dengan
mengamati langsung ke
lokasi.
Penggunaan dan
pengelolaan sumber
daya alam, masalah
dan potensi.
Perbandingan
keterlibatan Perempuan
dan Laki-laki dalam
pengelolaan (akses dan
kontrol) terhadap
sumber daya.
Sketsa kebun Ruang Mengkaji ruang atau
wilayah yang lebih kecil,
yaitu kebun atau lahan
pertanian tertentu.
Pola tanam, teknologi
pengelolaan lahan.
Perbandingan
keterlibatan Perempuan
dan L aki-laki dalam
pengelolaan lahan.
Kajian hubungan
kelembagaan
Relasi Mengkaji sistem organisasi
desa, Adat danbagaimana
lembaga lembaga
tersebut mengatur
kehidupan masyarakatnya.
Peran dan fungsi,
kegiatan-kegiatan,
manfaat lembaga bagi
kehidupan masyarakat.
Perbandingan
keterlibatan Perempuan
dan Laki-laki dalam
kegiatan-kegiatan
kemasyarakatan dan
lembaga yang
bersangkutan.
Pembuatan bagan alur Relasi Mengkaji sistem tertentu di
desa/komunitas.
Alur produksi pertanian,
alur pemasaran, sistem
pengelolaan air di desa,
alur penyakit, alur
pengelolaan sumber
daya.
Perbandingan
keterlibatan Perempuan
dan Laki-laki dalam
pengelolaan sumber
daya.
Kajian mata
pencaharian
Relasi Mengkaji sumber-sumber
penghidupan masyarakat
yang utama.
Mata pencaharian utama
masyarakat, potensi
pengembangannya.
Kajian jenis-jenis usaha
yang dilakukan oleh
Perempuan saja, Laki-
laki saja atau
Perempuan dan Laki-laki
bersama-sama.
Pembuatan bagan
urutan (matriks
ranking)
Relasi Mengurutkan berbagai hal
yang akan diprioritaskan.
-pilihan prioritas
masalah
-pilihan prioritas
kegiatan
-ranking sumber
pendapatan.
-ranking
kesejahteraan.
-pilihan teknologi
Perbandingan pilihan
Perempuan dan Laki-laki
terhadap suatu
keadaan.
Wawancara keluarga
petani (wawancara
semi terstruktur/WST)
Narasi
personal
Pendapatan keluarga.
Sumber daya yang
dimiliki keluarga.
Kesehatan dan
hubungan sosial.
Perbandingan
keterlibatan Perempuan
dan L aki-laki sebagai
pelaku kegiatan pada
tingkat keluarga.
Sejarah
Peta
Kecenderungan
(waktu-ruang)
Peta
Sumberdaya
Alam
Peta
Transek

Peta
Jaringan


Peta Relasi Kelembagaan

Peta
Tubuh
Apa yang di atur
dalam fungsi
tubuh apa
yang otonom
Penampilan
Reproduksi
Produksi
Rekreasi
Narasi
Personal
Sekarang ini tidak lagi seperti dulu. Kalaupun ada yang punya
hajat, paling-paling hanya melibatkan anggota keluarganya
saja. Sekarang memang sudah berubah. Orang yang akan
menggelar hajat sepertinya tidak enak hati untuk mengajak
tetangga- tetangganya untuk diminta bantuan tenaganya.
Penyebabnya macam-macam. Tapi yang paling terlihat itu
ya karena masalah ekonomi. Dulu, untuk mencari ikan itu
mudah, otomatis penghasilan juga sangat baik. Tetapi
sekarang, satu hari penuh pergi ke laut belum tentu
mendapatkan hasil yang memuaskan. Artinya, kalau
cadangan uang di rumah tidak banyak, pasti yang punya
hajat tidak enak untuk melibatkan warga karena pastinya
akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk
memberikan makan, minum, rokok, dan sebagainya.
Karena kita sendiri tahu, kalau sudah para tetangga
terlibat, entah berapa banyak yang ikut membantu, ujar
Rusli.
(tentang perubahan kebiasaan hajatan akibat masalah ekonomi)
Prinsip PRA
1. Mengutamakan yang terabaikan
2. Pemberdayaan masyarakat
3. Saling belajar dan menghargai perbedaan
4. Santai dan informal
5. Triangulasi
6. Mengoptimalkan hasil
7. Orientasi praktis
8. Keberlanjutan dan selang waktu
Lanjutan..
8.Belajar dari kesalahan
9.Terbuka
Sekian
Terimakasih
Idealis itu bukan utopis

Idealis juga bukan
pahlawan kesiangan

Idealis CUMA menjaga visi
dan reputasi

Idealis itu CUMA memberi
teladan

CUMA memilih yang benar
dan baik dan mengerjakan
dengan benar.

Biasa aja kaleee