Anda di halaman 1dari 17

1. bengkak hebat, tangan terasa berat, kulit tangan kiri kering, pecah-pecah, warna pucat.

Masalah penderita?
a. lymphangitis
b. selulitis
c. lymphaedema
d. erysipelas
e. folikulitis
2. wanita, 48 tahun datang dengan keluhan bengkak yang hebat pada lengan kirinya
setelah menjalani mastektomi radikal dan dilanjutkan darioterapi akibat kanker payudara
kiri stadium IV. Bengkaknya begitu hebat sehingga tangan kirinya kering dan pecah2,
warnanya lebih pucat dari tangan kanannya. Hal apa yang medasari pembengkakan
tersebut ?
a. obstruksi aliran limfatik
b. transudasi plasma
c. eksudasi plasma
d. diseksi limfonodi
e. retensi aliran limfatik
5. wanita, umur 48 tahun datang dengan keluhan bengkak hebat lengan kiri setelah
mastektomi radikal dilanjutkan radioterapi karena kanker payudara kiri stadium IV.
Tangan terasa berat untuk diangkat, kulit lengan kiri terba kering dan pecah, warna lebih
pucat dari tangan kanan. Menurut anda kumpulan limfonodi apa yang ikut terlibat dalam
menentukan gejala klinis penderita?
a. Lnn. Buccal
b. Lnn. Submandibula
c. Lnn. Supraclavicular
d. Lnn. Axxilary
e. Lnn. Cervical
6. manakah yang secara langsung tidak terlibat dalam lymphatic pathway?
a. lymphatic trunk
b. lymphatic vessel
c. collecting duct
d. subclavian vein
e. azygos vein
7. terapi limfadema kecuali
a. complete decongestive therapy
b. compression bandaging
c. therapeutic exercise
d. skin graft
e. kinesio tapping
8. pernyataan yang sesuai untuk limfadenitis kronik spesifik :
a. sering ditemukan pada KGB axilla dan inguinal
b. KGB membesar, berwarna abu2 merah
c. kuman pyogenik sering menjadi penyebab
d. lebih sering pada anak2 mengenai kel KGB local/sistemik
e. gambaran granuloma merupakan tanda khas
9. germinal center di folikel limfoid reaktif menunjukkan gambaran:
1. umumnya terdiri atas sel T
2. umumnya terdiri atas sel B
3. banyak PMN netrofil dan sel plasma diantara limfosit
4. terikat Tingigle Body Macrophage cells
12. anna, 10 tahun telah terdiagnosa epilepsi dalam 3 bulan terakhir, hampir setiap hari
mengkonsumsi obat antokonvulsan, 1 bulan terakhir. Ortunya memperhatikan keadaan
umum putrinya mengalamai penurunan, tampak pucat, lemah, sering diare dan sariawan.
Hasil rujukan lab, Hb 10 gr/dl, apusan darah tepi anemia megaloblastik pernyataan yang
benar :
1. anemia def. Asam folat karena efek samping obat antikonvulsan
2. anemia def, Vit B12 karena efek samping obat antikonvulsan
3. tatalkaksana dengan asam folat 0,5 1 mg/hari selama 10 hari dilanjutkan : 0,1 -0,5
mg/hari
4. tatalaksana denan vit B12 dengan dosis 1- 2 mg setiap hari selama 6 bulan
13. tn. M ke UGD karena tidak sadar dan terjatuh 1 jam yang lalu PF: darah keluar dari
hidung, TD 240/120, T 38
0
C, N 90x/menit, RR 18x/menit Riwayat HT, DM, hiperlipidemia CT
scan stroke hemoragik. Obatnya:
a. warfarin
b. aspirin dosis kecil
c. as. Traneksamat
d. streptokinase
e. semua salah
13. wanita 25 tahun keluhan utama haid keluar banyak kadang sampai pingsan, bintik bintik
mudah merah, sudah sejak 7 tahun lalu. Sudah mengkonsumsi berbagai macam
suplemen. PF petekie, lututnya terlihat memar, BT memanjang >3 menit. Pernyataan
yang sesuai :
1. saat mens, diberi terapi suportif zat besi
2. tiap menstruasi diberi Tc

4. pemberian kombinasi Fe, asam folat, vit B12
15. mengurangi proporsi bayi yang terinfeksi HIV sebesar 20% dengan parameter :
a. 60% ibu hamil selama ANC mendapat informasi, konseling dan pencegahan penularan
serta tes HIV
b. 80% ibu hamil selama ANC mendapat informasi, konseling dan pencegahan penularan
HIV
c. semua ibu hamil mendapat informasi, konseling dan pencegahan penularan HIV saat
ANC
d. semua pasangan/ibu hamil pengidap HIV mendapat terapi ARV
16. penularan HIV dari ibu ke janin adalah :
a. saat hamil
b. saat bersalin
c. saat menyusui
d. benar semua
17. Antibody terhadap HIV dari Ibu ditransfer melalui plasenta selama kehamilan. Oleh
karena, maka :
a. semua ibu hamil maka melahirkan bayi dengan HIV +
b. semua bayi baru lahir Ab HIV +
c. belum tentu Ab HIV +
d. semua bayi lahir anti HIV dan bertahan antara 6 12
18. pemeriksaan yang dianjurkan untuk deteksi HIV pada bayi adalah DNA/RNA HIV:
a. sebelum usia 48 jam
b. usia 1-2 bulan
c. usia 3-6 bulan
d. semua diatas benar
Pemeriksaan yang dianjurkan: PCR DNA/RNA HIV
Sebelum usia 48 jam
Usia 12 bulan
Usia 36 bulan
19. seorang bayi lahir dari ibu HIV (+) saat tes I PCR HIV (-) saat usia 6 bulan tes PCR HIV (-)
dan kemungkinan anak ini pada pemeriksaan berikutnya:
a. tes PCR (+) usia <12 bulan pasti (+) HIV
b.tes PCR (+) usia >12 bulan pasti (+) HIV
c. tes PCR (-) usia >12 bulan pasti (-) HIV
d. tes PCR (+) usia >18 bulan pasti (-) HIV
20. bila bayi tertular HIV maka langkah2 yg diambil :
a. bayi diisolasi dan tidak boleh diimunisasi
b. lakukan tes konfirmasi dan bayi tetap dikelola seperti bayi yang lain dengan tetap
mendapat imunisasi
c. langsung diberi ARV dan tetap di imunisasi
d. diberikan profilaksis PCP sejak lahir
21. bayi yang lahir dari ibu HIV (+) sebaiknya diberi minum:
a. jangan diberi Asi karena penularan melalui ASI 10-15 %
b. ASI + susu formula, sesuai kemampuan keluarga
c. ASI sesingkat mungkin, sampai AFASS terpenuhi
d. ASI perah eksklusif
22. pengelolaan bayi yang lahir dari ibu yang HIV (+) maka pelaksanaan imunisasi dilakukan
sbb:
a. jadwal kunjungan disesuaikan dengan bayi sehat lainnya
b. tidak boleh ada pelabelan HIV
c. mengikuti jadwal bayi sehat yang lain (penimbangan, pemeriksaan KPSP, vit.A, dll)
d. semua diatas benar
23. pemberian kotrimoksasol sebagai pencegahan PCP pada bayi yg lahir dari ibu HIV + sbg:
a. diberikan sejak umur 2 minggu 2 bln
b. diberikan sejak umur 6 mggu 6 bulan
c. diberikan sejak umur 2 mggu 2 tahun
d. tergantung keadaan klinis pasien

Bayi dan anak terpajan HIV (anak dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV atau disusui oleh
ibu terinfeksi HIV sampai pajanan berhenti, enam minggu setelah penyusuan
dihentikan):
Di rangkaian dengan prevalensi HIV yang tinggi, mortalitas bayi yang tinggi akibat infeksi
menular dan prasarana layanan kesehatan yang terbatas, WHO mengusulkan
profilaksis kotri untuk semua bayi dan anak terpajan HIV, mulai empat sampai enam
minggu setelah lahir, dan diteruskan sampai paling cepat enam minggu setelah
pemberhentian risiko penularan HIV dan anak dipastikan tidak terinfeksi HIV secara
tuntas.
Bayi dan anak terinfeksi HIV:
Untuk bayi berusia kurang dari satu tahun dengan infeksi HIV dipastikan, profilaksis
kotri diindikasi tanpa memandang persentase CD4 (CD4%) atau status klinis
Untuk bayi dan anak berusia 1-4 tahun, permulaan profilaksis kotri diusulkan apabila
anak ditentukan pada stadium WHO 2, 3 atau 4, tidak memandang CD4%, atau bila
CD4%-nya di bawah 25% tidak memandang stadium WHO.
Untuk anak berusia di atas lima tahun, pedoman WHO untuk orang dewasa harus
diikuti (lihat LI 951)
Anak dengan riwayat pengobatan PCP harus diberi rejimen yang sama yang diusulkan
untuk profilaksis prime

24. pemeriksaan HIV pada bayi :
a. segera setelah lahir
b. jika > 18 bulan (+) berarti terinfeksi
c. konseling pre dan pasca test
d. semua benar
25. Trombositopenia karena imun didapat pada :
a. Hemolytic uremic syndrome
b. DIC
c. Thrombotic Trombositopenia Purpura
d. Infeksi
e. Penyakit jantung sianotik
27. berikut ini benar tentang ITP :
PTI => UMUR 2-5 THN
KRONIS TJD PD UMUR > 7 TH
MEGAKARIOSIT MENINGKAT
TROMBOIETIN MENURUN
a. dapat disebabkan akibat sulfonamid, kuinin, aspirin -> MENINGKATKAN DESTRUKSI
TROMBOSIT
b. banyak ditemukan pada anak berusia 4-8 tahun (2-4 tahun)
c. diklasifikasikan akut jika terjadi pada usia anak2 dan kronik jika terjadi pada usia dewasa
d. purpura yg ditemukan bersifat unpalpable purpura
e. manifestasi perdarahan tersering anak hemarthrosis (purpura,ekimosis dll)
28. hal-hal yang didapatkan pada pemeriksaan lab. Yang dapat mendukung diagnosa ke arah
ITP yaitu:
a. Masa perdarahan dan pembekuan yang memanjang (BT memanjang kloting time
normal)
b. Adanya jumlah trombosit dan disertai berbagai variasi bentuk trombosit, giant
trombosit, mikrotrombosit (morfologi trombosit normal atau giant trombosit)
c. Pada aspirasi sumsum tulang didapatkan infiltrasi sel trombosit abnormal
d. Hitung eritrosit dan leukosit cenderung meningkat (normal)
e. Ditemukannya giant trombosit dengan jumlah trombosit menurun tapi waktu
pembekuan normal
29. pemeriksaan fisik yg dpt ditemukan pd anak dgn ITP : (tidak ada organomegali)
a. anemis, perdarahan, hepatosplenomegali
b. anemis, perdarahan, gangguan pertumbuhan, hepatosplenomegali
c. demam, perdarahan sendi (hemarthrosis) ringan, ikterus
d. anemis, perdarahan kulit dan mukosa
e. perdarahan, tanda infeksi, limfadenopati ringan
30. tipe perdarahan yang sering pada anak dengan ITP :
a. petekie, purpura, perdarahn konjungtiva, perdarahan mukosa
b. purpura, hemarthrosis, hematemesis, melena
c. purpura, hemoptoe, perdarahan intrakranial
d. petekie, purpura, perdarahan intrakranial
e. petekie, purpura, perdarahan sendi, perdarahan intrakranial
31. indikasi dilakukannya px sumsum tulang pada anak yang dicurigai ITP jika terdapat :
jumlah leukosit abnormal, anemia, organomegali,
a. ada trombosit abnormal pada HDT
b. demam berulang, gangguan gizi, hepatosplenomegali
c. purpura luas berulang, splenomegali ringan
d. manifestasi perdarahan berat seperti perdarahan saluran cerna dan perdarahan
intracranial
e. purpura berulang, anemia, kelainan bentuk trombosit
33. Splenektomi pada anak dengan ITP
a. dilakukan jika anak mengalami perdarahan yang hebat yang tidak berespon terhadap
pengobatan yang diberikan itp kronis (ga sembuh > 6 bln)
b. merupakan intervensi yang harus dilakukan pada anak dengan ITP kronik
c. angka keberhasilannya sekitar 25-30%
d. dilakukan pada ITP yang disertai kelainan bawaan
e. hanya dilakukan jika terjadi splenomegali massif
34. Kejadian ITP kronik pada anak
a. Terjadi bia ITP muncul pd usia remaja dan dewasa muda
b. Terjadi pada 20-30% anak dgn ITP
c. Manifestasi perdarahan biasanya berat
d. Harus dilakuan spleenektomi
e. Isidensinya 1:250.000 anak/tahun
36. Anemia yang banyak terjadi pada anak dengan gangguan gizi antara lain
a. anemia defisiensi besi, def asam folat, def B12, def B6
37. gambaran miktositer hipokromik:
a. anemia hemolitik
b. anemia penyakit kronik (jika awal-awal masih normokrom normoster, jika sudah
berlanjut hipokromik mikrositer)
c. anemia peradarahan
d. anemia def besi, anemia sideroblastik, thalasemia
38. pada jenis anemia berikut disertai dengan peningkatan hitung retikulosit :
a. anmeia hemolitik, anemia pasca perdarahan akut
b. anemia akibat penyakit kronik
c. anemia akibat perdarahan akut
d. anemia def as folat
e. anemia def vit B12
39. penyebab anemia defisiensi besi pada anak <1 tahun
a. Malabsorpsi (1-2 tahun)
b. Perdarahan kronis karena parasite (1-2 tahun)
c. Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang (1-2 tahun)
d. Bayi prematur, BBLR
e. Asupan Fe rendah (1-2 tahun)
40. stadium laten pad tahapan def, Fe, : tahap 2 iron def eritropoiesis
a. kadar Fe dalam serum sudah turun, kadar Hb darah masih normal
b. disebut juga stadium deplesi besi
c. kadar Fe. Serum dan kadar Hb darah dalam garis normal
d. kadar Fe serum dan feritin menurun, kadar HB sedikit menurun
e. mulai terjadi perubahan warna sel sel eritrosit (hipokromik) tapi belum terjadi
perubahan ukuran eritrosit (normositer)

Stadium I : (prelaten)
stadium deplesi besi.
kadar besi di dalam serum maupun kadar hemoglobin masih normal.
Stadium II : (laten)
Kadar besi di dalam serum mulai menurun tetapi kadar hemoglobin di dalam darah
masih normal.
Stadium defisiensi besi.
Stadium III : anemia defisiensi besi.
Kadar Hb, MCV, MCH, MCHC , kadar feritin dan kadar besi di dalam serum
41. Indikator pemeriksaan lab yg dipakai sebagai indikatr awal terjadinya anemia defisiensi
besi adlah...
a. Perubhan warna & bntuk eritrosit
b. Menurunya Fe serum dan meningktanya TIBC
c. Meningkatnya RDW
d. Penurunan ferritin plasma
e. Penurunan kadar Fe dalam sumsum tulang
42. Kriteria diagnosa anemia defisiensi Fe menurut WHO?
a. konsentrasi Hb eritrosit rata-rata <31%
b. kadar Fe serum <30 mg/dL
c. kadar Fe serum <15 mg/dL
d. saturasi transferin <25%
e. konsentrasi Hb eritrosit rat-rata <50%

Kriteria diagnosis menurut WHO :
1. Kadar Hb kurang dari normal sesuai usia.
2. Konsentrasi Hb eritrosit rata-rata < 31% ( N : 32-35%).
3. Kadar Fe serum < 50 ug/dl (N : 80-180 ug/dl).
4. Saturasi transferin < 15% (N : 20-50%).
43. Pemantauan pada penatalaksanaan anemia defisiensi Fe :
a. Pemeriksaan hitung retikulosit pada bulan I-II
b. Pemeriksaan Hb pada bulan II
c. Pemeriksaan jitung retikulosit pada minggu ke-III-IV
d. Pemeriksaan Hb pada minggu II

Pemantauan klinis
Evaluasi pengobatan (retikulosit pd mg I-II, Hb pd mg IV sebesar 1 g/dL)
Saturasi transferin setelah 3 bln & feritin utk menilai kecukupan cadangan besi
44. Anemia Megaloblastik ialah anemia dengan
a. anemia yg dapat terjadi pada konsumsi vit B12 <15ug/hari
b. anemia jika konsentrasi as folat serum <8mg/ml
c. anemia dengan ukuran eri 8-10x ukuran eri normal
d. anemia jika folat eri <130mg/ml (def)
e. anemia jika terjadi def. B12 dan asam folat

Anemia yg ditandai ukuran eritrosit yg rata-rata besar (2 4 x ukuran eritrosit
normal)
Disebabkan oleh defisiensi as folat & vit B12
Defisiensi as folat Folat serum 3 ng/ml & folat entrosit 130 mg/ml
Defisiensi Vit B12 konsumsi vit B12 < 1-5ug/ hari.

47. urutan kemoterapi pada anak ALL
a. induksi remisi, maintenance, konsolidasi
b. induksi remisi, konsolidasi, maintenance, intensifikasi
c. induksi remisi, intensifikasi, maintenance, konsolidasi
d. induksi remisi, intensifikasi, maintenance
e. induksi remisi, maintenance, konsolidasi, intensifikasi

48. Syarat boleh dilakukan kemoterapi
a. trombosit >50.000 k/uL
b. leukosit minimal 1500 k/uL
c. neutrofil minimal 500 k/uL
d. Hb >12 gr/dl (<10 gr/dl)
e. leukosit <50.000 k/uL

51. Kejadian penyakit Hodgkins pada anak :
a. lebih sering menyerang anak perempuan
b. puncaknya usia 7-10 tahun -> lnh
c. wanita : pria = 1:2,5
d. 90% terjadi pada anak-anak
e. paling banyak mengenai usia 15-30 tahun

52. Manifestasi klinis anak dengan penyakit hodkin :
a. Dapat disertai pembesaran didaerah mediastinal
b. <50% menunjukan pembesaran kelenjar servikal
c. 90% bersifat difus
d. Jarang retroperitoneal
e. Sering disertai hepatospleenomegali

53. hal-hal berikut yg benar tentang penyakit Hodkin dan Non Hodgkin :
a. Penyakit Hodkin biasanya berkembang progresif 1 bulan
b. penykit Hodgkin sering disertai dengan efusi pleura
c.obstruksi vena cava superior sering terjadi pada penyakit hodgkin dan
limfoma non hodgkin
d. limfoma non hodgkin biasanya diserati dengan hepatosplenomegali
e. keterlibnatan sumsum tulang sering terjadi pada penyakit hodgkin

54. stadium penyakit limfoma non hodgkin ditentukan berdasarkan kriteria :
a. kiel
b. ann harbor
c. rappaport
d. murphy
e. hodgkin
55. pernyataan berikut yg benar tentang serum darah :
a. bagian cair darah yg telah diberikan antikoagulan dan disentrifuse
b. kumpulan sell2 darah yg telah diberi antikoagulan dan disentrifuse
c. bag cair darah yg tidak ditambah antikoagulan dan disentrifuse
d. kumpulan sel2 darah yg tidak ditambahkan antikoagulan dan disentrifuse
e. bagian cair darah dan kumpulan sel2 darah yg dibekukan

56. pernyataan berikut benar tentang eritrosit :
a. nukleus yg besear degan nukleolus
b. nukleus yg benar tanpa nukleolus
c. nukleus yg berlobus
d. umurnya 1 tahusn
e. tanpa nukelus

57. pernyataan yang benar tentang leukosit adalah:
a. sebagai produsen antibodi (limfosit T saja)
b. juga berperan dalam tes golongan darah
c. pada orang dewasa diproduksi di hepar dan lien
d. pada demam typhoid jumlahnya meningkat
e. jumlah yang rendah dapat menyebabkan purpura

58. pernyataan berikut yang benar tentang demam dengue (leucopenia dan belum terjadi
kebocoran plasma yang ditandai adanya peningktan hct)
a. Jumlah trombosit meningkat dan terjadi pengenceran darah
b. Jumlah leukosit meningkat dan terjadi pengenceran darah
c. Jumlah eritrosit menurun dan terjadi pengenceran darah
d. Jumlah trombosit menurun dan terjadi pengentalan darah
e. Jumlah trombosit menurun dan terjadi pengenceran darah


59. Pernyataan berikut yang benar tentang O
2
ialah :
a. masuk ke dalam pembuluh darah dalam usus besar
b. larut dalam plasma darah
c. berikatan dengan Hb dalam leukosit
d. sda berikatan dengan trombosit
e. sda berikatan dengan eritrosit

60. pernyataan berikut yang benar tentang hemoglobin adalah
a. Terdiri dari heme + globin, larut dalam plasma darah
b. Pada anemia kadar Hb meningkat
c. Fe diperlukan untuk pembentukan globin (heme)
d. Untuk mengukur kadar Hb, eritrosit diliskan dulu
e. Protein diperlukan untuk pembentukan heme (globin)

(tidak ada nomor soal yang tercantum) pada penderita dengan kecurigaan ALL dilakukan
kemoterapi setelah
a. Hepatosplenomegali massif
b. 6 bulan setelah diagnosa
c. Setelah ada hasil pemeriksaan sumsum tulang yang mendukung (ndk yakin)
d. Setelah pemeriksaan darah lengkap yang menunjukkan pansitopenia dan
hepatosplenomegali
e. Segera pada penderita usia > 1 tahun

60. pernyataan yang benar ttg Hb :
a. Heme+globin, larut dalam plasma
b. pada anemia, kadar Hb meningkat
c. Fe diperlukan untk pmbentukan globin
d. untuk mengukur kadar Hb, eritrosit dilisiskan dulu
e. protein diperlukan untuk pembentukan heme

61. darah sebanyak 5cc, diputar dengan alat sentrifuge. Maka nilai hematokrit:
a. volume endapan
b. satuannya sentimeter kubik
c. nilainya sama dengan total Hb dibagi jumlah eritrosit
d. nilainya sama dengan jumlah eritrosit
e. volume endapan dibagi volum darah dalam persen (ndk yakin)

62. mean cell volume (MCV)
a. jumlah ery/vol. endapan
b. jumlah ery/jumlah Hb
c. total Hb/vol endapan (MCHC)
d. satuannya pikogram (MCH)
e. volume ery rata2
MCH = Hb/eritrosit (satuannnya Pg/pikogram)
MCV=hct/eri (satuannya fl)
MCHC=hb/hct

63. pemeriksaan LED:
a. dilakukan dengan automatic hematologic analyzer
b. LED menurun pada infeksi
c. LED meningkat pada anemia
d. Digunakan darah yang diberi antikoagulan
e. memerlukan mikroskop

65. yang harus diperhatikan pada penderita Steven Jhonson syndrome, KECUALI
a. penghentian obat yang diduga penyebabnya (B)
b. perawatan kulit dengan kompres/ salep
c. pertahankan hemodinamik, elektrolit dan pemberian protein
d. pemberian obat steroid untuk menekan gejala penyakit
e. tidak boleh diberikan antibiotik cz memperberat penyakit

66. yang berperan dalam imunitas selular
a. sel plasma
b. sel limfosit B
c. sel limfosit T
d. IgG
e. IgE

67. criteria subjektif untuk menegakkan diagnosa erupsi obat
a. etiologi alternative
b. uji ulang
c. kadar obat dan tanda overdosis
d. waktu kejadian
e. betul semua

68. kriteria mayor dalam menentukan diagnosis dermatitis atropik, kecuali:
a. pruritis (B)
b. bersifat residif
c. morfologi dan disribusi khas (B)
d. didapatkan riwayat atopik (B)
e. BSSD (bukan salah satu diatas)
tambah satu lagi : kronik dan sering kronik


69. pernyataan yang benar mengenai Steven Jhonson
a. lesi sesuai dermatom
b. belum diketahui obatnya
c. dapat karena alergi
d. hanya pada anak-anak
e. BSSD

71. yang berperan pada reaksi alergi tipe I :
a. IgM A
b. IgM E
c. IgM M
d. semua diatas
e. sel limfosit

73. dermatitis karena kontak dengan sensitisier
a. dermatitis kontak alergik
b. dermatitis kontak iritan
c. urtikaria
d. dermatitis atopik
e. dermatokitosis

75. pria usia 25 tahun dating ke balai pengobatan PKM Keruak dengan keluhan mendadak
demam sejak 4 hari yang lalu. demam naik turun disertai menggigil, sakit kepala, badan
lemah, mual dan nyeri sendi. pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi
90x/menit, suhu 40 celcius dan splenomegali.
pd px tetes darah tipis didaptkan gambaran multiple ring form pd eritrosit yg normal.
patofisiologi yg benar utk penyakit ini :
a. nyamuk anopheles betina menggigit manusia melepaskan merozoit menuju ke hati
b. di dalam hati akan terjadi prkmbgn sexual membentuk skizon hati
c. skizon hati yg pecah melepaskan merozoit yg menyerang eritrosit
d. di dalam eritrosit, merozoit berubah bentuk menjadi skizon eritrosit yg kemudian
membelah menjadi tropozoit
e. sebagian parasit membantu gamet jantan dan betina yg bila dihisap oleh nyamuk
akan terjadi siklus asexual

siklus hidup plasmodium
sporozoid manusia hati dan sebagian kecil ke darah yang ke hati aseksual
scizon keluar merozoit sirkulasi (SDM)scizon merozoitSDM lain dan
sebagian berkembang jadi gamet jantan dan betina nyamuk hisap manusia dalam
bentuk gamet seksual zygot ookinet oosit sporozoit


76. kemungkinan diagnosisnya :
a. malaria tropika
b. malaria kera
c. malaria tertiana
d. malaria benigna (vivax)
e. malaria vivax
falcifarum malaria tropika
vivax tertian benigna
ovale ovale
malariae kuartana

77. Bila pada pemeriksaan tetes darah tipis juga ditemukan bentukan banana shape
menunjukan parasit dalam stadium :
a. sporozoit
b. merozoit
c. tropozoit (cincin)
d. skizon
e. gametosit

kasus:
laki-laki, 25 tahun demam tinggi sejak 4 hari yang lalu. Mengigil, sakit kepala, badan
lemah, mual, dan nyeri sendi
Fx: TD 110/70, N 90x/menit, T 40
0
C, splenomegali
Fx lab: multiple ring form pada SDM normal
78. pada malaria palciparum kapan dikatakan parasitemia?
a. >30 ribu/ uL darah
b. > 50 ribu/uL darah
c. >100 ribu/uL darah
d. >200 ribu/uL darah

79. komplikasi yang dapat terjadi pada kasus ini adalah:
a. alkalosis
b. Hb >5 gr/dL
c. hiperglikemia
d. makroskopik hemoglobinuria
e. hipotermia
82. seorang anak laki-laki usia 1 tahun dibawa ibunya ke poli anak RSU Mataram karena
tampak pucat dan nafsu makan menurun sejak 3 bulan terakhir.
Pada pemeriksaan fisik konjungtiva anameis. Hepatosplenomegalli, mongoloid facies
dan terjadi gangguan pertumbuhan.
Pada pem.lab Hb 4 gr/dL, HbF 30% dari Hb total dan pada hapusan darah morfologi
eritrosit hipokrom mikrositosis.
Patogenesis penyakkit ini yaitu:
a. mutasi gen -globulin yang merubah asam amino ke-6 dari asam glutamat menjadi
valin
b. mutasi yang mengganggu produksi atau translasi rantai globin mRNA sehingga
terjadi defisiensi biosintesis rantai globulin
c. modifikasi molekul Hb akibat toksin
d. mutasi yang merubah sequence asam amino dari rantai globin
e. subsitusi asam amino Hb yang meningkatkan kerentanan terhadap oksidasi

81. bagaimana prognosis kasus di atas?
a. sering menimbulkan kematian akibat perdarahan intrakranial
b. gangguan tumbang sulit dicegah, meski dengan manajemen komprehensif
c. dengan manajemen terapi yang lebih agresif dan komprehensif dapat meningkatkan
life survival dan kualitas hidup
d. sering tidak berespon terhadap terapi

81. seorang anak 9 bulan datang dengan keluhan articular swollen. Tampak pucat dgn bbrp
lesi ekimosis pada lengan dan kaki. Riwayat perdarahan keluarga (+). Bagaimana
prognosis :
a. sering terjadi kematian akibat perdarahn intrakranial
b. keterlambatan pertumbuhan sulit dihindari walaupun dengan manajemen yang
komprehensif
c. dengan manajemen yang agresif dan komprehensif dapat meningkatkan kualitas hidup
dan survival

83. konjuntiva anemis, hepatosplenomegali, mongoloid facies, gangg. Pertumbuhan. Lab
menunjukan HB 4 gr %, HbF 30% dari Hb total. Penatalaksanaan :
a. rekombinan faktor IX
b. transufsi utk mempertahankan Hb antara 10 -12 gr/dl
c. transfusi untuk mempertahankan hematocrit 27 -30 %
d. sulfat frerous 3 x 200 mg
e. deksametason 40 mg/hari selama 4 hari

85. Pencegahan penyakit ini secara dini (kayaknya talasemia):
a. Sebelum menikah, periksa apakah termasuk talasemmia carrier
b. Periksa DNA ibu saat kehamilan
c. Periksa DNA fetus dengan PCR
d. Amniocentesis atau biopsi chorionic villus diikuti hibridasi untuk pemeriksaan alel
spesifik

skenario
A 9-month boy is brought to your office with swollen articulars. He appears pale with
some ecchymotic lesion on his arm and legs. His parents report that he have a + history of
a bleeding tendency in family. If you think about the possibilities of hemofhilia, what
would you expect from laboratory studies?
a. thrombocytopenia
b. abnormnal bleeding time
c. abnormal protrombin time
d. abnormal partial tromboplastin time
e. abnormal trombin time

untuk no 87 89
wanita 21 tahun datang ke RS dengan keluhan kencing berwarna kemerahan. Pasien
datang dengan membawa hasil pemeriksaan Lab, Hb 10,2 gr %, trombosit 19.000.uL,
hapusan darah: megatrombosit (giant platelet). Urinalisis : eri : 4+, sebelumnya pasien
sering mengalami memar2 di kedua kaki sejak 2 tahun yang lalu. Kleuhan perdarahan lain
tidak ada. PF dbn.

87. trombositopenia pada pasien akibat :
a. produksi yang menurun
b. maldistribusi
c. destruksi meningkat
d. menurunnya masa hidup (survival)
e. diturunkan (genetik)

89. gambaran khas kasus ini pada anak-anak :
a. brlangsung kronik
b. diawali infeksi
c. jmlh trombosit lbh tinggi dibanding kasus dewasa
d. lebih sering pada anak laki-laki
e. paling banyak usia < 2 tahun

91. Diagnosa pada pasien ini yaitu DBD derajat :
a. I
b. II
c. III
d. IV

93. Indikasi diberikannya transfuse trombosit pada pasien DBD adalah
a. trombosit <50.000/uL
b. trombosit <100.000/uL
c. terjadi perdarahan spontan dengan trombosit <50.000/ul
d.terjadi perdarahan massif dengan trombosit <50.000/ul
e. DSS

94. Indonesia merupakan daerah endemi DBD dgn sebaran seluruh indonesia termasuk NTB.
Faktor yg mempengaruhi penyebarab virus dengue yaitu :
a. Sanitasi lingkungan buruk dengan genangan air di daerah panai dan rawa
b. Mutasi vektor
c. Tidk ada trasportasi vektor
d. Curh hujan yg rendah
e. Mobilisasi pejamu

95. Hiperplasia gingiva terjadi karena.??
a. Respon peradangan terhadap agen infeksi
b. Infiltrasi sel-sel blast ke gusi
c. Leukositosis ang mnyumbat aliran balik vena
d. Proliferasi sel-sel ginggiva

97. manifestasi klinis hiperleukositosis :
a. hiperplasia gingiva
b. hiperglikemia
c. hiperurisemia
d. leukemia kutis
e. kloroma

98. untuk mencapai eradikasi sel2 leukemik yang maksimal diperlukan strategi pengobatan
yg terdiri dari 2 fase kemoterapi, yaitu :
a. fase induksi dan fase maintenance
b. fase inisial dan fase remisi
c. fase induksi dan fase konsolidasi
d. fase inicial dan fase konsolidasi
e. fase inicial dan fase maintenance

100. Gambaran keganasan berikut memiliki sel patologis yang sangat mirip dengan sel
leukosit maupun dengan sel prkusornya yg normal :
a. CLL (tipe sel B)
b. CML
c. limfoblastik leukemia
d. Penyakit Hogkin
e. Penyakit Non Hodgkin