Anda di halaman 1dari 15

1.

Mengenal perilaku dan kehidupan


masyarakat Desa/Kelurahan dari
segi sosial, budaya, ekonomi dan
geografi
2. Membangkitkan partisipasi
masyarakat dalam memecahkan
masalah-masalah kesehatan
secara mandiri dan
berkesinambungan
3. Bersama-sama masyarakat
mengenal, merumuskan dan
mengatasi masalah-masalah
kesehatan secara sederhana
praktis, murah, berdaya guna
dan berhasil guna sesuai
situasi dan kondisi setempat
serta perkembangan pola
pikir masyarakat.


JUMLAH KEPALA KELUARGA : 129 KK
1. JAGA 1 : 42 KK
2. JAGA 2 : 50 KK
3. JAGA 3 : 37 KK

JUMLAH PENDUDUK DESA MAUMBI :
423 JIWA
Data jumlah penduduk yang didapat di
lapangan tidak sesuai dengan data yang
terdapat di profil Desa Maumbi, hal ini
dikarenakan ada sebagian warga
masyarakat Desa Maumbi sudah tidak
bermukim atau sudah pindah domisili ke
tempat lain diluar Desa Maumbi karena
tugas dan pekerjaan.

Data penduduk berdasarkan profil Desa
Maumbi : Jumlah KK : 168 jiwa
Jumlah penduduk : 522 jiwa
1.Masyarakat belum mengetahui cara
memelihara kesehatan gigi dan mulut
48,1%
2.Masyarakat tidak pernah mendengar
penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
86,05%
3.Masyarakat yang menggunakan sikat
gigi secara bergantian 3,9% dan yang
tidak memiliki sikat sendiri 0,8%

4.Masyarakat menyikat gigi hanya pada
waktu mandi saja 42,6%
5.Masyarakat yang kadang-kadang
menggunakan pasta gigi pada saat
menyikat gigi 7,7% dan yang tidak
menggunakan pasta gigi 0,8%
6.Masyarakat yang menyikat gigi 2 kali
sehari 52,7% dan yang menyikat gigi
1 kali dalam sehari 13,2%
7. Masyarakat tidak mengetahui cara
menyikat gigi yang baik dan benar
87,6%


8.Tidak ada tenaga kesehatan gigi 100%
9.Masyarakat pernah merasakan sakit gigi
93,8%
10. Masyarakat jika mengalami sakit gigi hanya
minum obat warung 54,3%
11. Masyarakat tidak memeriksakan giginya
secara teratur 89,1%
12. Masyarakat mempunyai kebiasaan makan
makanan manis dan melekat 81,4%
13. Masyarakat tidak menyikat gigi setelah
makan makanan manis dan melekat 83,7%
14. Masyarakat tidak mengkonsumsi buah-
buahan yang berserat dan berair 21,7%

15.Masyarakat tidak menyikat gigi setelah
makan 81,4%
16. Tidak setuju anggota masyarakat memiliki
sikat gigi masing-masing 6,2%
17. Masyarakat belum mengetahui cara
memilih sikat gigi yang baik dan benar
84,5%
18. Masyarakat mengganti sikat giginya setelah
sikat gigi rusak 49,6%
19. Masyarakat suka mengkonsumsi makanan
manis dan melekat sebelum tidur 36,4%
20. Masyarakat tidak menyikat gigi sebelum
tidur malam 65,1%

1. Kegiatan non fisik
Kegiatan non fisik yang akan dilakukan
berupa penyuluhan tentang kesehatan gigi
dan mulut pada masyarakat
2. Kegiatan fisik
Adapun kegiatan fisik yang akan
dilaksanakan :
Pemeriksaan gigi dan mulut sederhana
Sikat gigi massal
Pembersihan karang gigi pada masyarakat
Desa Maumbi

1. Kegiatan non fisik
Penyuluhan pada siswa-siswi SD GMIM
Maumbi
Penyuluhan pada siswa-siswi SD Inpres
Maumbi
Penyuluhan pada kaum bapak dan kaum ibu
Jemaat GMIM Maumbi
Penyuluhan pada pemuda-pemudi Oikumene
Desa Maumbi.
Penyuluhan pada arisan perangkat desa dan
tokoh-tokoh agama di Desa Maumbi
Penyuluhan pada masyarakat umum Desa
Maumbi

2. Kegiatan fisik yang dilakukan terdiri
dari :
Melakukan pemeriksaan gigi dan sikat
gigi massal pada siswa-siswi SD GMIM
Maumbi
Melakukan pemeriksaan gigi dan sikat
gigi massal pada siswa-siswi SD Inpres
Maumbi
Melakukan sikat gigi massal pada
anak-anak TK GMIM Imanuel Maumbi
Melakukan pemeriksaan dan
pembersihan karang gigi pada
masyarakat umum Desa Maumbi

Sambutan yang sangat baik dari aparat
pemerintah di Kabupaten Minahasa,
Kecamatan Eris dan khususnya ibu hukum tua
Desa Maumbi, aparat Desa Maumbi dan
seluruh masyarakat Desa Maumbi.
Keterbukaan masyarakat yang menerima
kami dengan sangat baik pada saat
melakukan survei/pendataan ke rumah-
rumah penduduk.
Bimbingan, arahan dan motivasi dari dosen
pembimbing yang telah di berikan kepada
kami mahasiswa di tempat praktek kerja
lapangan (PKL).

Waktu pelaksanaan praktek kerja lapangan
(PKL) yang singkat sehingga untuk melihat
reaksi perubahan perilaku masyarakat sulit
karena waktu yang terbatas.
Alat-alat dan bahan yang tidak tersedia
sehingga kami belum bisa melakukan tindakan
seperti penambalan gigi, pencabutan gigi susu,
pencabutan gigi dewasa satu akar, pengolesan
fluor dan tindakan lainnya yang sesuai
kompetensi perawat gigi.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan gigi dan melakukan
pembersihan karang gigi sehingga kehadiran
masyarakat dalam kegiatan tersebut jika
dibandingkan dengan jumlah penduduk yang
ada dapat dikatakan masih sangat kurang.