Anda di halaman 1dari 3

Nama : Anlianus Prawira Kurniawan

NIM : 1206305149

1. Mengapa Indonesia harus melaksanakan otonomi daerah ?
Hal ini dikarenakan otonomi daerah diharapkan dapat menjadi salah satu
pilihan yang dapat mencegah kemungkinan terjadinya Disintegrasi sosial, bahkan
sebagai solusi mengamankan integrasi nasional.
Selain itu otonomi daerah dianggap sebagai opsi tepat untuk meningkatkan
derajat keadilan sosial serta distribusi kewenangan secara proposional antara
pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten serta kota dalam hal
penentuan kebijakan publik, penguasaan aset ekonomi dan politik serta pengaturan
sumber daya lokal.
Otonomi daerah juga merupakan sarana kebijakan yang dianggap tepat secara
politik untuk memelihara keutuhan Negara Bangsa dan meredam ketidakpuasan
daerah-daerah. Dengan otonomi daerah akan kembali diperkuat ikatan semangat
kebangsaan, persatuan dan kesatuan dalam wadah negara kesatuan Republik
Indonesia.
2. Apa latar belakang otonomi daerah dan Republik Indonesia Serikat(RIS) ?
Latar belakang otonomi daerah di Indonesia berdasarkan beberapa referensi
dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu aspek internal yakni kondisi yang terdapat dalam
negara Indonesia yang mendorong penerapan otonomi daerah di Indonesia dan aspek
eksternal yakni faktor dari luar negara Indonesia yang mendorong dan mempercepat
implementasi otonomi daerah di Indonesia.
Latar belakang otonomi daerah secara internal, timbul sebagai tuntutan atas
buruknya pelaksanaan mesin pemerintahan yang dilaksanakan secara sentralistik.
Terdapat kesenjangan dan ketimpangan yang cukup besar antara pembangunan yang
terjadi di daerah dengan pembangunan yang dilaksanakan di kota-kota besar,
khususnya Ibukota Jakarta. Kesenjangan ini pada gilirannya meningkatkan arus
urbanisasi yang di kemudian hari justru telah melahirkan sejumlah masalah termasuk
tingginya angka kriminalitas dan sulitnya penataan kota di daerah Ibukota.
Ketidakpuasan daerah terhadap pemerintahan yang sentralistik juga didorong
oleh massifnya eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di daerah-daerah yang kaya
akan sumber daya alam. Eksploitasi kekayaan alam di daerah kemudian tidak
berbanding lurus dengan optimalisasi pelaksanaan pembangunan di daerah tersebut.
Bahkan pernah mencuat adanya dampak negatif dari proses eksploitasi sumber daya
alam terhadap masyarakat lokal. Hal inilah yang mendorong lahirnya tuntutan
masyarakat yang mengingingkan kewenangan untuk mengatur dan mengurus daerah
sendiri dan menjadi salah satu latar belakang otonomi daerah di Indonesia.
Selain latar belakang otonomi daerah secara internal sebagaimana dimaksud
diatas, ternyata juga terdapat faktor eksternal yang menjadi latar belakang otonomi
daerah di Indonesia. Faktor eksternal yang menjadi salah satu pemicu lahirnya
otonomi daerah di Indonesia adalah adanya keinginan modal asing untuk
memassifkan investasinya di Indonesia. Dorongan internasional mungkin tidak
langsung mengarah kepada dukungan terhadap pelaksanaan otonomi daerah, tetapi
modal internasional sangat berkepentingan untuk melakukan efisiensi dan biaya
investasi yang tinggi sebagai akibat dari korupsi dan rantai birokrasi yang panjang.
Agenda reformasi jelas menjanjikan hal itu, yakni terjadinya perubahan dalam
sistem pemerintahan yang sarat dengan KKN menjadi pemerintahan yang bersih dan
pada gilirannya akan lebih terbuka terhadap investasi asing.

Latar Belakang Pembentukan RIS :
Salah satu keputusan KMB di Den Haag Belanda adalah Indonesia menjadi
negara serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat. untuk membentuk RIS
tersebut, pada tanggal 14 Desember 1949 para wakil pemerintah yang akan menjadi
bagian dari RIS, NIP, dan DPR mengadakan sidan di jakarta. sidang tersebut berhasil
menyetujui naskah konstitusi untuk RIS yang dikenal sebagai UUD RIS. pada tanggal
16 Desember 1949 diadakan sidang pemilihan presiden RIS di gedung Kepatihan,
Yogyakarta oleh wakil dari enam belas negara bagian. sidang itu dipimpin oleh ketua
dan wakil ketua panitia persiapan nasional, Muh.Roem dan Anak Agung Gede
Agung. calon presiden RIS adalah Ir. Sukarno sebab ketokohannya paling populer,
baik diwilayah RI maupun di lingkungan BFO.
Pada tanggal 17 Desember 1949 diadakan upacara pelantikan presiden RIS di
Bangsal Sitinggil, Keraton Yogyakarta. setelah dilantik, presiden sukarno menunju
empat formatur kabinet, yaitu Drs. Moh. Hatta, Sri Sultan Hamengku Buwana IX,
Anak Agung Gede Agung, dan Sultan Hamid Algadrie. Drs. Moh. Hatta terpilih
menjadi perdana menteri yang akan memimpin Kabinet RIS. berdasarkan UUD RIS,
maka DPR-RIS terdiri atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Negara
yang disebut Senat. jumlah anggota DPR ada 150 orang, terdiri atas 50 orang dari RI
dan 100 orang dari lingkungan BFO. jumlah anggota senat ada 32 orang. Setiap
negara bagian mengirimkan dua orang wakilnya. Kepala Negara RIS adalah Presiden.
Presiden RIS berstatus sebagai presiden konstitusional sehingga tidak mempunyai
kekuasaan untuk memerintah. Kekuasaan pemerintahan dipegang oleh perdana
menteri.
Presiden hanya mempunyai wewenang untuk mengesahkan hasil putusan
kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Dengan demikian, sistem demokrasi
yang diterapkan pada RIS adalah demokrasi Liberl seperti yang diterapkan di Belanda
dan RI sejak Sultan Syahrir berkuasa.

3. Apa saja tujuan Otonomi Daerah dan RIS ?
Tujuan Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang
Dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal
2 ayat 3 disebutkan tujuan otonomi daerah sebagai berikut:
Pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjalankan
otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang menjadi urusan
Pemerintah, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
pelayanan umum, dan daya saing daerah.
Berdasarkan ketentuan tersebut disebutkan adanya 3 (tiga) tujuan otonomi
daerah, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan
daya saing daerah. Peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat
dipercepat perwujudannya melalui peningkatan pelayanan di daerah dan
pemberdayaan masyarakat atau adanya peran serta masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan di daerah. Sementara upaya peningkatan daya
saing diharapkan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan keistimewaan
atau kekhususan serta potensi daerah dan keanekaragaman yang dimiliki oleh
daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuan dibentuknya RIS :
a. agar mudah untuk pengawasan
b. untuk melaksanakan sistem desentralisasi
c. agar mudah untuk menanamkan pengaruhnya
d. mencari dukungan untuk menegakkan kembali kekuasaan belanda di indonesia