Anda di halaman 1dari 3

PT.

SYIFA
Jln. Baru No. 14
Telp (0651) 21352
BANDA ACEH INDONESIA
Steril
SHINE-
Obat Cuci Mata
- ZnSO4
- Acid boric
- Nipagin
- Aqua dest ad

0,5 %
0,1%
0,1 %
100 ml

INDIKASI :
Digunakan untuk cuci mata dengan khasiat
antiseptic
Kontra Indikasi :
Tidak boleh digunakan pada pasien yang
hipersensitif terhadap komposisi obat ini
ATURAN PAKAI :
Celupkan pada mata kiri dan kanan
sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai
dengan petunjuk dokter.
PERINGATAN :
Obat tidak boleh digunakan setelah 7 hari
apabila tutup botol telah dibuka.
Jauhkan dari jangkauan anak anak.
Jangan digunakan bila larutan berubah
warna atau larutan keruh.
Kemasan
No Reg
No Batch
Exp Date

: Botol @ 100 ml
: DKL 1100100710A1
: B 0853
: Oktober 2015

HANYA UNTUK PEMAKAIAN LUAR


Simpan ditempat sejuk, kering dan
terlindung dari cahaya.
Diproduksi oleh :
PT. SYIFA
BANDA ACEH - INDONESIA

APOTEK MUTTAQIN
Jln. Seulanga No. 3
Telp. (0651) 21576 Banda Aceh
Apoteker : Cut Raihanah, S.Farm, Apt
SIK
: 13/0.60/91 AM
No. 7

Tgl : 14/1/2011
HARUN
Tiga kali sehari pada mata kanan dan kiri

Tidak boleh digunakan setelah 7 hari setelah


tutup botol dibuka
Obat Cuci Mata

Final Pr.Farmasetika II Collyrium


R/Zink Sulfat
0,5%
Acid Boricum
0,1%
Nipagin
qs
Mf Collyrium
100 ml
S t dd ods (obat cuci mata)
Pro. Harun

Collyrium adalah sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas zarah


asing, isotonis digunakan untuk membersihkan mata. Dapat ditambahkan
zat dapar dan zat pengawet.
Pada etiket harus tertera:
Masa penggunaan setelah botol dibuka tutupnya.
Untuk Collyrium yang tidak menggunakan pengawet, dapat digunakan paling lama 24 jam.
Sedangkan Collyrium yang menggunakan bahan pengawet dapat digunakan paling lama 7 hari.

Obat Cuci Mata


Alat-alat dan bahan yang digunakan:
1. Lumpang dan stamfer
2. Erlenmeyer
3. Beaker glass
4. Gelas ukur
5. Batang pengaduk
6. Corong
7. Kertas Saring
8. Botol vial
9. Tutup karet
Cara mensterilkan alat dan bahan
1. Lumpang dan stamfer: dibakar dengan etanol 95%
2. Erlenmeyer: oven 170 C, 30 menit
3. Beaker glass: oven 170 C, 30 menit
4. Gelas ukur: autoklaf 115 C, 30 menit
5. Batang pengaduk: oven 170 C, 30 menit
6. Corong: autoklaf 115 C, 30 menit
7. Kertas saring: autoklaf 115 C, 30 menit
8. Botol vial: oven 170 C, 30 menit
9. Tutup karet: autoklaf 115 C, 30 menit
Perhitungan bahan

Zink sulfat = 0,5% x 100 = 0,5 x 1,2 = 0,6

Acid Boricum = 0,1% x 100 = 0,1 x 1,2 = 0,12

Nipagin = 0,1% x 100 = 0,1 x 1,2 = 0,12

Aquadest ad = 100 ml x 1,2 = 120 ml


Perhitungan isotonis
PTB Zink sulfat = 0,086

PTB Acid Boricum = 0,288


PTB NaCl = 0,576
[ ] Zink sulfat = 0,5%
[ ] Acid Boricum = 0,1%
W = 0,52 (0,086 x 0,5) + (0,288 x 0,1)/0,576
= 0,52 (0,043) + (0,0288)/0,576
= 0,52 (0,0718)/0,576
= 0,4482/0,576
= 0,7781/100 ml (hipotonis)
untuk 120 ml = 120ml/100ml x 0,7781 = 0,9337 (jumlah NaCl yang harus ditambahkan)
Prinsip kerja

Aseptis

Nasterilisasi
Prosedur kerja
1. Lemari aseptis disterilkan terlebih dahulu sebelum bekerja dengan lampu UV 240 280 nm
selama 10 menit.
2. Sterilkan alat dan bahan sesuai prosedur.
3. Buat aqua bebas CO2: Didihkan aqua pro injeksi selama tidak kurang dari 10 menit
sambil dicegah hubungan dengan udara sesempurna mungkin, dinginkan. Masukkan ke
dalam wadah yang tertutup rapat sterilkan segera dengan cara sterilisasi A.
4. Kalibrasi botol 100 ml sebelum disterilkan.
5. Larutkan Acid Boricum dengan aqua di dalam erlenmeyer (bila perlu Acid Boricum digerus
terlebih dahulu), masukkan ke dalam beaker glass (MI).
6. Larutkan Nipagin dengan aqua, masukkan ke dalam MI (MII).
7. Larutkan Zink sulfat dengan aqua, masukkan ke dalam MII.
8. Tambahkan aqua ad 120 ml.
9. Saring larutan 3x menggunakan kertas saring, masukkan ke dalam botol.
10. Cek pH.
11. Tutup botol dan sterilkan di dalam autoklaf 121 C selama 30 menit.
12. Keluarkan dari autoklaf, tunggu hingga dingin.
13. Masukkan botol ke dalam kotak beserta dengan brosur.
14. Beri etiket biru.