Anda di halaman 1dari 28

HUMAN TERAPEUTIC

PRODUCT
TOPIC:
Genetic engineering for production of heterologous proteins
(human serum albumin)
(rekayasa genetik untuk menghasilkan protein heterolog serum albumin manusia
DNA vaccines
( vaksin DNA)
Secondary metabolites as a source of drug
(metabolit skunder sebagai sumber obat)

Genetic engineering for production of heterologous
proteins (human serum albumin)


Rekayasa genetika :
Salah satu teknik yang dilakukan untuk mengkombinasikan gen yang
sudah ada dalam suatu makhluk hidup sehingga susunan gennya
menjadi berubah.
Gen yang telah direkayasa susunannya tersebut dapat menyebabkan
suatu makhluk hidup menghasilkan suatu senyawa/produk tertentu
yang kita inginkan.
Pendahuluan
Rekayasa genetik:
1. 1982: Produksi insulin
Dari gen insulin manusia disisipkan ke plasmid E.coli diabetes
2. Produksi hGH-hormon pertumbuhan, alami berasal dari kelenjar
pituitary manusia
: utk anak yg pertumbuhan terhambat ( kerdil)
Sebelum ada teknologi rekombinan : diambil dari mayat manusia, namun
mempunyai beberapa masalah.
hGH can be produced in genetically engineered E. coli in large
amounts, at relatively little cost, and free from such contaminants.



3. tPA( tissue plasminogen activator)= aktivator jaringan plasminogen
Suatu enzim proteolitik ( serin protease) yg akan mengikat
benang2 (gumpalan) fibrin.
merupakan suatu terapeutic agent lain yg dibuat dalam jumlah
banyak sebagai konseksuensi dr teknologi DNA rekombinan
Pd permukaan gumpalan fibrin, tPA memotong suatu ikatan peptida
tunggal dlm plasminogen menjadi bentuk serin protease, plasmin yg
mendegradasi gumpalan. Bentuk degradasi tPA membuat pemakaian
obat lebih hemat ( berkurang) pada pasien infark miocard akut(
kerusakan pd jantung akibat penyumbatan arteri)
Contoh protein manusia yg di klonkan ke E.coli ,fungsi & kegunaannya
Tools utk rekayasa genetika

(1) enzim pemotong gen yaitu Endonuklease retriksi,

(2) enzim penyambung gen yang dikehendaki yaitu Ligase,

(3) vektor yang membawa gen yang akan disisipi/dititipkan dapat
berupa plasmid bakteri (gen diluar kromosom bakteri) atau virus, dan
(4) inang.


Tahap-tahap rekayasa genetika :

(1) mendapatkan gen yang diinginkan (gen yang diinginkan dari suatu individu
dipotong dengan enzim endonuklease restriksi),

(2) gen dengan enzim ligase,

(3) vektor yang sudah membawa gen titipan dimasukkan ke dalam inang,

(4) vektor dalam sel inang ditumbuhkan,

(5) isolasi produk dari inang,

(6) penyempurnaan produk.

Teknik Dna kloning

HUMAN SERUM ALBUMIN
Pengertian:
Serum albumin, sering disebut albumin adalah protein dengan jumlah terbanyak di dalam
tubuh manusia

Fungsi Albumin :
Memelihara tekanan osmosis untuk distribusi fluida tubuh antara intravascular compartment dan
jaringan tubuh.
Pengusung plasma dengan secara tidak langsung mengikat beberapa hormon steroid hydrophobic
dan protein pengusung bagi hemin dan asam lemak dalam sirkulasinya.
BSA, fraksi V dari serum albumin berguna untuk meluruhkan beberapa substansi dari sirkulasi
darah melalui jaringan hati, antara lain bilirubin, tiroksin, taurolithocholic acid, chenodeoxycholic
acid, digitoksin dan juga heme peptida dari cytochrome C. 60% dari protein di dalam plasma darah,
jumlah serum yang melebihi batas normal dapat membahayakan manusia.
Prealbumin (bahasa Inggris: transthyretin) ditengarai sebagai pengusung hormon tiroksin dari
dalam darah menuju ke otak

Protein-protein rekombinan
1. Albumin
Produk:Human Serum Albumin Recombinant
Serum albumin rekombinan manusia yang diproduksi pada ragi
adalah suatu rantai polipeptida single non-glicosylated yang
mengandung 585 asam amino dan mempunyai berat molekul 66441
Dalton. Serum ini dimurnikan dengan teknik kromatografi.
Sumber: Saccharomyces cervisiae.
Penyimpanan: Stabil pada penyimpanan dibawah suhu 30o C
(Catatan: tidak boleh dibekukan).
Drugs Today (Barc). 2007 Aug;43(8):547-61.
Recombinant human serum albumin. Chuang VT1, Otagiri M.

Albumin serum manusia ( HSA ) bertanggung jawab terhadap 80 % dari tekanan osmotik koloid
plasma ( 25-33 mmHg ) .
Kegunaan utamanya secara klinis: menjaga tekanan onkotik koloid dan meningkatkan sirkulasi
volume plasma ,dosis lebih dari 10 g/ dosis .
Isolasi HSA fraksionasi plasma manusia , yang mencakup kemungkinan kontaminasi oleh virus atau
prion .
Rekombinan HSA ( RHSA ) telah berhasil diproduksi menggunakan ragi methylotrophic , Pichia
pastoris .
Prepare RHSA membutuhkan kemurnian tingkat tinggi . dimurnikan dengan menggunakan teknologi
Streamline identik dengan plasma yang diturunkan HSA ( pdHSA ) tanpa komponen mannan dari P.
pastoris . Sifat struktural dan fungsional dari RHSA yang mirip dengan pdHSA .
Uji praklinis dan klinis: aman dan manjur untuk penyakit yang berbeda , seperti syok hemoragik ,
sirosis dengan ascites , dan kondisi klinis penting lain yang berkaitan dengan volume plasma dan
tekanan onkotik . Selain penggunaannya sebagai plasma expander , RHSA memiliki potensi besar
sebagai biomaterial untuk aplikasi medis dan farmasi terkait lainnya.
Khamir, P.pastoris
*Khamir P.pastoris merupakan mikroorganisme bersel tunggal yang
mudah untuk memanipulasi dan mengkulturkan.
*eukariot dan sanggup terhadap banyak modifikasi post-translational
yang ditampilkan dengan sel eukariotik tertinggi seperti proses
proteolitik, penggandaan, pembentukan tulang disulfida dan glikosilasi.
lebih cepat, mudah dan tidak mahal untuk digunakan daripada sistem
ekspresi yang berasal dari eukariot yang lebih tinggi seperti pd sel
kultur jaringan insekta dan mamalia dan biasanya memberikan level
ekspresi yang lebih tinggi.
2. Soybean P34 Protein Recombinant
Alergy
Derivat protein rekombinan E.coli mengandung 214-261 protein
epitop P34 kedelai, dan 351-279 asam amino, serta dimurnikan
dengan teknik kromatografi.
E.coli
Stabil pada keadaan beku (5 tahun), 1 bulan dalam bentuk larutan
pada suhu kamar.
3. Alpha 1 Antitrypsin Human
Recombinant
Rekombinan manusia A1AT yang diproduksi pada E.Coli merupakan
suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang mengandung 395
asam amino (25-218) dan mempuyai berat molekul 44,4 kDa. Protein
A1AT dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi.

Stabil pada suhu 4o C selama 4 minggu, namun sebaiknya disimpan
pada suhu dibawah -18o C. Untuk penyimpanan jangka panjang
dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or
BSA).
4. Annexin A1 Human Recombinant
ANXA1yang diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai
polipeptida single, no-glicosylated yang mengandung 346 asam amino
(1-207 a.a.) dan mempuyai berat molekul 38,7 kDa. Protein A1AT
dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi.
Penyimpanan pada suhu 4o C jika seluruh vial digunakan dalam
waktu 2-4 minggu. Simpan pada suhu -20o C untuk waktu yang lebih
lama. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk
menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).
5. Cardiac Troponin I-C Complex Human
Recombinant
roponin complex adalah protein heteromerik yang berperan penting
dalam regulasi kontraksi otot rangka dan otot jantung. Troponin
kompleks terdiri dari tiga subunit yaitu Troponin I, Troponin T, dan
Troponin C. Setiap subunit bertanggung jawab dalam setiap bagian
fungsi Troponin kompleks. Sebagai contoh, Troponin I berperan dalam
menghambat aktivitas ATP-ase dari acto-myosin.
E. coli
Troponin IC stabil pada suhu 10oC selama 7 hari, namun sebaiknya
disimpan pada suhu -18oC tanpa kelembaban.
6. Complement Component C1q Human
Human Complement Component C1q diproduksi dalam plama
manusia dengan bobot molekul 410 kDa
Human Plasma.

Stabil pada suhu kamar selama 3 minggu, namun sebaiknya disimpan
pada suhu 2-8oC.

Dan lain-lain
DNA VACCINES
VAKSIN DNA
Vaksin DNA
vaksin yang memasukkan gen yang memproduksi protein bagian dari
pathogen ke dalam sel manusia.
Gen ini biasanya ditransfer melalui plasmid.
Setelah terintegrasi maka sel hospes akan memproduksi protein itu di
dalam tubuhnya.
VAKSIN DNA
Awal tahun 1990: Terbuka luas potensi pembuatan DNA vaccines
Vaksin DNA dipersiapkan ke bakteri E.coli
Kelebihan vaksin DNA
Protein yang dieskpresikan dalam hospes tidak mengalami denaturasi atau modifikasi.
Respon immun akan ditujukan untuk antigen tepat seperti yang diekspresikan oleh
pathogen.
Mampu menginduksi respon humoral yang menghasilkan antibodi dan juga
menginduksi sistem immun melalui sel sitotoksik yang mampu menghancurkan sel
yang terinfeksi.
DNA vaksin juga praktis karena dalam penanganannya atau penyimpanannya tidak
memerlukan refrigerator. Vektor plasmid yang mentransfer gen ke gen hospes dapat
digunakan untuk mengkode beberapa antigen yang berbeda.
Metode yang lebih baik untuk mengaplikasikan vaksin adalah dengan melapisi bead
emas yang bersifat mikroskopis dengan DNA. Partikel ini kemudian dimasukkan ke kulit
dengan menggunakan alat yang disebut gene gun. Sistem ini akan membuat
pengiriman vaksin ke populasi yang besar tanpa membutuhkan jumlah jarum suntikan
yang banyak.
Tes vaksin DNA pada hewan coba menunjukkan keberhasilan vaksin ini melindungi
terhadap sejumlah pathogen seperti influenza, HIV, malaria dan herpes.
Proses pembuatan insulin vaksin


The END