Anda di halaman 1dari 24

KASUS 1

1 Klasifikasi Biaya dan Perilaku Biaya:


(Berilah tanda pada kolom yang sesuai!)
Biaya Produkssi
No.

Jenis-jenis Biaya

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Biaya bahan baku


Biaya bahan pembantu
Biaya komisi penjualan
Biaya iklan
Biaya langganan koran
Upah karyawan pabrik langsung
Biaya listrik pabrik
Biaya telpon
Biaya pemeliharaan mesin
Biaya angkut penjualan
Biaya servis kendaraan
Biaya servis komputer
Biaya mandor pabrik
Gaji administrasi dan umum
Biaya depresiasi bangunan pabrik
Biaya depresiasi bangunan kantor
Biaya depresiasi mesin
Biaya depresiasi kendaraan
Biaya depresiasi alat kantor
Biaya asuransi bangunan kantor
Biaya asuransi bangunan pabrik
Biaya asuransi mesin
Biaya asuransi alat kantor
Biaya bunga wesel

Tetap

Variabel

Semi
Variabel

Biaya Nonproduksi
Tetap

Variabel

Alokasi biaya depresiasi, biaya asuransi dan biaya listrik:


a Biaya Depresiasi:
Depresiasi Bangunan sebesar: 10% X 300.000.000 = 30.000.000
Alokasi Biaya Depresiasi:
1 Bagian Produksi
: 80% X 30.000.000 = 24.000.000/thn
= 2.000.000/bln
2 Bagian Administrasi dan Umum : 10% X 30.000.000 = 3.000.000/thn
= 250.000/bln
3 Bagian Pemasaran
: 10% X 30.000.000 = 3.000.000/thn
= 250.000/bln
Depresiasi Mesin untuk bulan Desember sebesar = 10%X 1/12 bln X378.000.000
= 3.150.000/bln

Page 1 of 24

Depresiasi Kendaraan untuk bulan Desember = 10% X 1/12 bln X180.000.000


= 1.500.000/bln
Depr. Peralatan Kantor untuk bulan Desember = 10% X 1/12 bln X 12.000.000
= 100.000/bln
b Biaya Asuransi:
Biaya Asuransi untuk bulan Desember adalah sebesar: 12.000.000 : 12 =
1.000.000
Alokasi Biaya Depresiasi:
1 Bagian Produksi
: 60% X 1.000.000 = 600.000
2 Bagian Administrasi dan Umum : 20% X 1.000.000 = 200.000
3 Bagian Pemasaran
: 20% X 1.000.000 = 200.000
c Biaya Listrik:
Biaya listrik untuk bulan Desember adalah 4.000.000
Alokasi Biaya Depresiasi:
1 Bagian Produksi
: 80% X 4.000.000 = 3.200.000
2 Bagian Administrasi dan Umum : 20% X 4.000.000 = 800.000
d Utang bunga wesel:
Besarnya utang bunga wesel untuk bulan Desember dihitung sebagai berikut:
Utang bunga =Tarif bunga per tahun X pokok utang wesel X 1/12
= 15% X Rp100.000.000 = 15.000.000/thn = Rp1.250.000,00
3

Biaya produksi, harga pokok produksi dan harga pokok penjualan:


a Biaya Produksi:

Biaya Bahan Baku:


Persediaan awal bahan baku
Pembelian bahan baku
Bahan baku tersedia digunakan
Persediaan akhir bahan baku
Biaya bahan baku
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya Overhead Pabrik:
Bahan Pembantu:
Persediaan awal bahan pembantu
Pembelian bahan pembantu
Bahan pembantu tersedia
Persediaan akhir bahan pembantu
Biaya bahan pembantu
Biaya listrik
Biaya pemeliharaan mesin
Gaji mandor pabrik
Biaya depresiasi bangunan pabrik
Biaya depresiasi mesin
Biaya asuransi pabrik
Biaya Overhead Pabrik
Biaya Produksi

16.500.000
95.070.000
111.570.000
(12.450.000)
99.120.000
58.885.000
2.000.000
6.010.000
8.010.000
(3.090.000)
4.920.000
3.200.000
600.000
2.875.000
2.000.000
3.150.000
600.000
17.345.000
175.350.000

Page 2 of 24

Harga Pokok Produksi:

Persediaan awal barang dalam proses


Biaya Produksi
Barang tersedia diproses
Persediaan akhir barang dalam proses
Harga Pokok Produksi

40.000 unit
200.000 unit
240.000 unit
(22.000) unit
218.000 unit

25.170.000
190.314.000
215.484.000
(46.269.000)
169.215.000

30.000 unit
218.000 unit
248.000 unit
53.000 unit
195.000 unit

Harga Pokok Penjualan:

Persediaan awal barang jadi


Harga Pokok Produksi
Barang tersedia dijual
Persediaan akhir barang jadi
Harga Pokok Penjualan

31.700.000
175.350.000
207.050.000
(16.736.000)
190.314.000

Penghitungan Laba Rugi PT Solo Mandiri bulan Desember 2007:

Penjualan (195.000 unit @Rp1.500)


Harga Pokok Penjualan (lihat perhit. di atas)
Laba Kotor
Biaya Operasi:
Biaya administrasi dan Umum:
Biaya langganan koran
Biaya telpon

Biaya servis komputer


Gaji administrasi dan umum
Biaya depresiasi bangunan kantor
Biaya depresiasi peralatan kantor
Biaya asuransi
Biaya bunga wesel
Biaya listrik
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penjualan (Pemasaran):
Biaya komisi penjualan
Biaya iklan
Biaya angkut penjualan
Biaya depresiasi kendaraan
Biaya depresiasi bangunan

Biaya servis kendaraan


Biaya asuransi
Biaya Penjualan (Pemasaran)
Biaya Operasi
Laba operasi bersih

292.500.000
(169.215.000)
123.285.000
100.000
1.200.000
400.000
6.000.000
250.000
100.000
200.000
1.250.000
800.000
10.300.000
13.500.000
750.000
600.000
1.500.000
250.000
125.000
200.000
16.925.000
(27.225.000)
96.060.000

Page 3 of 24

KASUS 2
1 Jumlah biaya variabel dan biaya tetap:
No.
A
1
2
3

B
5

Perilaku Biaya
Tetap
Variabel

Jenis-jenis Biaya
Biaya Produksi
Biaya bahan baku
Upah karyawan pabrik langsung
BOP variabel:
Biaya bahan pembantu
Biaya listrik
Biaya pemeliharaan mesin
BOP tetap:
Gaji mandor pabrik
Biaya depresiasi bangunan pabrik
Biaya depresiasi mesin
Biaya asuransi
Biaya Produksi
Biaya Nonproduksi
Biaya admn. dan umum tetap:
Biaya langganan koran
Gaji administrasi dan umum
Biaya depresiasi bangunan kantor
Biaya depresiasi peralatan kantor
Biaya asuransi
Biaya bunga wesel
Biaya admn. dan umum variabel:
Biaya telpon

2.875.000
2.000.000
3.150.000
600.000
8.625.000

7.900.000

Biaya Penjualan tetap:


Biaya iklan
Biaya depresiasi kendaraan
Biaya depresiasi bangunan
Biaya asuransi
Biaya Penjualan variabel:
Biaya komisi penjualan
Biaya angkut penjualan

Total

99.120.000
58.885.000

4.920.000
3.200.000
600.000

4.920.000
3.200.000
600.000

166.725.000

2.875.000
2.000.000
3.150.000
600.000
175.350.000

100.000
6.000.000
250.000
100.000
200.000
1.250.000
1.200.000
400.000
800.000
2.400.000

750.000
1.500.000
250.000
200.000

Biaya servis kendaraan


Biaya Penjualan
Biaya Nonproduksi

99.120.000
58.885.000

100.000
6.000.000
250.000
100.000
200.000
1.250.000

Biaya servis komputer


Biaya listrik
Biaya admn. dan umum

Jumlah

2.700.000
10.600.000
19.225.000

1.200.000
400.000
800.000
10.300.000
750.000
1.500.000
250.000
200.000

13.500.000
600.000
125.000
14.225.000
16.625.000
183.350.000

13.500.000
600.000
125.000
16.925.000
27.225.000
202.575.000

Page 4 of 24

Penghitungan Laba Rugi PT Solo Mandiri bulan Desember 2007:

Penjualan (195.000 unit @Rp1.500)


Biaya Variabel:
Harga Pokok Penjualan variabel:
Persediaan awal barang jadi
Harga Pokok Produksi Variabel:
Persediaan awal BDP
Biaya produksi variabel
Tersedia diproses
Persediaan akhir BDP
Harga Pokok Produksi Variabel
Barang tersedia dijual
Persediaan akhir
Harga Pokok Penjualan variabel
Biaya administrasi dan umum variabel
Biaya penjualan variabel
Biaya Variabel
Marjin Kontribusi
Biaya Tetap:
BOP Tetap
Biaya administrasi dan Umum
Biaya Penjualan (Pemasaran):
Biaya Tetap
Laba operasi bersih

292.500.000
25.170.000
31.700.000
166.725.000
198.425.000
(16.736.000)
181.689.000
206.859.000
(46.269.000)
160.590.000
2.400.000
14.225.000
(177.215.000)
115.285.000
8.625.000
7.900.000
2.700.000
(19.225.000)
96.060.000

Break-even point bulan Desember 2007:


BEP dalam unit dapat dihitung dengan metode marjin kontribusi berikut:
Biaya tetap
19.225.000
BEP (unit) = ------------------------------- = ---------------- = 32.530 unit/32.519 unit
Marjin kontribusi per unit
591
Biaya tetap
19.225.000
BEP (rupiah) = ----------------------------- = ---------------- = Rp48.777.486,4
Rasio marjin kontribusi
0,3941

Margin of safety dan operating leverage bulan Desember 2007:


Margin of safety dapat dihitung dengan metode marjin kontribusi berikut:
Margin of safety = Total penjualan penjualan BEP
= 292.500.000 - 48.777.486,4 = 243.722.513,6
Marjin kontribusi
115.285.000
Operating leverage = --------------------------- = ---------------- =1,2
Laba operasi bersih
96.060.000

Page 5 of 24

Laba perusahaan pada bulan Januari 2008:


Kenaikan laba sebesar= 10% X 1,2 =12%, jadi laba akan meningkat sebesar:
12% X 96.060.000 =11.527.200, 00, laba operasi bersih perusahaan pada bulan Januari
2008 akan menjadi: 96.060.000+11.527.200 = Rp107.587.200,00.

KASUS 3:
1 Analisis Varian/Selisih Biaya Produksi:
1 Analisis selisih bahan baku:
a Material Price Variance (MPV):
MPV = AQ (AP SP)
= 218.000 (455 500)
= 9.880.000 F
Harga aktual dapat dihitung: 99.120.000: 218.000 unit = 455 (pembulatan).
b Material Quantity Variance (MQV):
MQV = SP (AQ SQ)
= 500 per unit (218.000 174.400)
= 21.800.000 U
Kuantitas standar dapat dihitung: 0,8 unit X 218.000 = 174.400 unit.
2 Analisis selisih tenaga kerja:
a Labor Efficiency Variance (LEV):
LEV = SR (AH SH)
= 1.000 per jam (54.400 jam 54.500 jam)
= 100.000 F
(Jam standar dapat dihitung; 0,25 jam per unit X 218.000 = 54.500 jam)
b

Labor Rate Variance (LRV):


LRV = AH (AR SR)
= 54.400 jam (1.082 per jam 1.000 per jam)
= 4.485.000/4.460.800 U
Tarif aktual dapat dihitung; 58.885.000: 54.400 = 1.082 (pembulatan).

3 Analisis selisih biaya overhead pabrik:


a Variable Overhead Spending Variance (VOSV):
VOSV = AH (AR SR)
= 54.400 jam (160 per jam 180 per jam)
= 1.072.000/1.088.000 F
Tarif aktual dapat dihitung; 8.720.000 : 54.400 = 160 (pembulatan).

Page 6 of 24

Variable Overhead Eficiency Variance (VOSV):


VOEV = SR (AH SH)
= 180 per jam (54.400 jam 54.500 jam)
= 18.000 F

4 Analisis selisih biaya overhead pabrik:


a Fixed Overhead Budget Variance (FOBV):
FOBV = BOP tetap aktual BOP tetap anggaran
= 8.625.000 (jam aktual X tarif standar) = 8.625.000 (54.400 X 40)
= 6.449.000 U

Fixed Overhead Volume Variance (FOVV):


FOVV = Tarif BOP tetap X (jam denominator jam standar)
= 40 X (55.400 54.500) = 36.000 U

Laporan Kinerja BOP bulan Januari 2008:


Perusahaan Manufaktur
Laporan Kinerja BOP

Formula
Biaya
Per Unit

Biaya
Aktual
Yg terjadi
250.000
Unit

Anggaran
Berdasar
atas
250.000
Unit

Spending
& Budget
Variances

BOP Variabel:
Biaya bahan pembantu
Biaya listrik
Biaya pemeliharaan mesin
Jumlah BOP variabel

25
15
5
45

5.642.200
3.669.700
688.000
9.999.900

6.250.000
3.750.000
1.250.000
11.250.000

607.800
80.300
562.000
1.250.100

F
F
F
F

0
0
0
0
1.375.000
2.625.100

F
F

BOP tetap:
Gaji mandor pabrik
Biaya depr. bangunan pabrik
Biaya depresiasi mesin
Biaya asuransi
Jumlah BOP tetap

Total BOP ...........................

40

2.875.000
2.000.000
3.150.000
600.000
8.625.000
18.624.900

10.000.000

21.250.000

Page 7 of 24

KASUS 4:
1. Alokasi Tahap Pertama (first stage-allocation):
Jenis Biaya
Departemen Produksi:
Biaya bahan pembantu
Biaya listrik
Biaya pemeliharaan mesin
Gaji mandor pabrik
Biaya depresiasi bangunan pabrik
Biaya depresiasi mesin
Biaya asuransi pabrik
Departemen administrasi dan Umum:
Biaya langganan koran
Biaya telpon
Biaya servis komputer
Gaji administrasi dan umum
Biaya depresiasi bangunan kantor
Biaya depresiasi peralatan kantor
Biaya asuransi
Biaya bunga wesel
Biaya listrik

Pesanan
Konsumen

Desain
Order

Ukuran
Pesanan

Hubungan
Pelanggan

492.000
320.000
0
718.750
400.000
630.000
120.000

492.000
480.000
60.000
1.150.000
0
0
0

3.936.000
2.240.000
480.000
575.000
1.200.000
1.890.000
360.000

0
160.000
0
287.500
0
0
0

0
0
60.000
143.750
400.000
630.000
120.000

4.920.000,00
3.200.000,00
600.000,00
2.875.000,00
2.000.000,00
3.150.000,00
600.000,00

15.000
180.000
60.000
900.000
75.000
30.000
60.000
375.000
240.000

5.000
60.000
20.000
300.000
0
0
0
0
0

10.000
120.000
40.000
600.000
0
0
0
0
0

30.000
360.000
120.000
1.800.000
62.500
25.000
50.000
312.500
200.000

40.000
480.000
160.000
2.400.000
112.500
45.000
90.000
562.500
360.000

100.000,00
1.200.000,00
400.000,00
6.000.000,00
250.000,00
100.000,00
200.000,00
1.250.000,00
800.000,00

Lainnya

Total

Departemen Penjualan (Pemasaran):


Biaya komisi penjualan
Biaya iklan
Biaya depresiasi kendaraan
Biaya depresiasi bangunan
Biaya servis kendaraan
Biaya asuransi
Jumlah

2.700.000
150.000
300.000
50.000
25.000
40.000
7.880.750

1.350.000
75.000
150.000
25.000
12.500
20.000
4.199.500

0
0
0
0
0
0
11.451.000

8.100.000
450.000
900.000
150.000
75.000
120.000
13.202.500

1.350.000
75.000
150.000
25.000
12.500
20.000
7.236.250

13.500.000,00
750.000,00
1.500.000,00
250.000,00
125.000,00
200.000,00
43.970.000,00

Penghitungan Tarif Aktivitas


(a)
Pool Biaya Aktivitas
Total Biaya
Pesanan Konsumen
7.880.750
Desain Produk
4.199.500
Ukuran Pesanan
11.451.000
Hubungan Pelanggan
13.202.500
Lainnya
7.236.250
Jumlah
43.970.000

(b)
Total Aktivitas
10
5
54.400
100
Tak diterapkan

Penghitungan Biaya Overhead


(a)
Pool Biaya
Aktivitas
Tarif Aktivitas
Pesanan Spesial
Order Pelanggan
788.075,0 per order
Desain Produk
839.900,0 per desain
Ukuran Order
210,5 per jam TKL
Hubungan Kons.
132.025,0 Per konns.

(a) (b)
Tarif Aktivitas
788.075,00
839.900,00
210,50
132.025,00
Tak diterapkan

(b)
Aktivitas

(a) (b)
ABC Cost

2
2
2.500
Tak diterapkan

1.576.150
1.679.800
526.250

A. Analisis Profitabilitas Produk


Pesanan Spesial
Penjualan (5.000 unit @Rp2.000)
Biaya:

10.000.
000

Bahan Baku (5.000 unit @ 455)


Tenaga kerja langsung (2.500 jam @1.082)
Biaya Pengiriman (5.000 unit @2,5)
Order pelanggan
Desain produk
Ukuran Order

2.275.000
2.705.000
12.500
1.576.150
1.679.800
526.250

Marjin Produk

B. Analisis Profitabilitas Konsumen


Marjin produk yang dipesan pelanggan:
Pesanan Spesial
Dikurangi: Relasi Konsumen
Marjin Konsumen

8.774.700
1.225.
300

1.225.300
132.025
1.093.275

Komparasi perhitungan kos produk per unit, marjin produk antara sistem tradisional dan sistem ABC:

Pesanan Spesial (5000 unit, 2.500 jam):


Kos Produk:
Bahan Baku
Tenaga kerja langsung
Overhead Produksi*
Overhead Nonproduksi
Biaya Pengiriman (5.000 unit @Rp2,5)
Total biaya

Traditional
2.275.000
2.705.000
797.100

5.777.100

ABC
2.275.000
2.705.000
526.250
3.255.950
12.500
8.774.700

Jumlah unit dipesan


Kos produk per unit
Marjin Produk:
Penjualan
Kos Produk
Marjin Produk

5.000
1.155,42

5.000
1.754,94

10.000.000 10.000.000
5.777.100 8.774.700
4.222.900 1.225.300

*untuk sistem tradisional 2.500 jam @Rp318,84, sedang untuk ABC sebesar biaya ukuran order.

besarnya adalah jumlah biaya desain dan biaya pesan.

KASUS 5:
1 Divisi Karanganyar, dengan pendekatan marjin kontribusi:
Marjin kontribusi yang hilang bila divisi dihentikan:
Penjualan
.
Dikurangi biaya variabel:
Biaya produksi variabel...............
Biaya pengiriman variabel......................................
Komisi penjualan (variabel)....................................
Jumlah biaya variabel
Marjin kontribusi yang hilang bila divisi dihentikan
Dikurangi biaya tetap yang dapat dihindari:
Gaji manajer divisi..................................................
Iklan produk lini......................................................
Sewa pabrik.............................................................
Jumlah biaya tetap dapat dihindari
Laba bersih bila divisi dihentikan...............................

(2.000.000)
480.000
20.000
300.000
800.000
(1.200.000)
400.000
500.000
400.000
1.300.000
100.000

Divisi Sragen, dengan pendekatan laba rugi komparatif:


Divisi
Divisi
Dipertahankan
Dihentikan
Penjualan
.
2.500.000
Dikurangi biaya variabel:
Biaya
produksi
variabel
..................................
500.000
Biaya pengiriman variabel.......................
100.000
Komisi penjualan (variabel).....................
500.000
Jumlah biaya variabel
(1.100.000)
-

Kenaikan
(Penurunan)
(2.500.000)

500.000
100.000
500.000
1.100.000

Marjin kontribusi
Dikurangi biaya tetap:
Gaji manajer divisi...................................
Iklan produk divisi...................................
Sewa pabrik..............................................
BOP tetap.................................................
Depresiasi peralatan pabrik......................
Biaya administrasi umum........................
Jumlah biaya tetap
Rugi operasi bersih......................................

1.400.000

(1.400.000)

400.000
500.000
300.000
250.000
150.000
200.000
1.800.000
(400.000)

0
0
0
250.000
150.000
200.000
600.000
(600.000)

400.000
500.000
300.000
0
0
0
1.200.000
(200.000)

KASUS 6:

Harga beli dari supplier .................................


Bahan baku................................................
Tenaga kerja langsung....................................
BOP Variabel..................................................
Gaji supervisor umum (tidak relevan)...........
BOP Tetap (tidak relevan)..............................
Total Biaya ....................................................
Keputusan: membuat sendiri.

Total Biaya Diferensial


(100 unit)
Membuat
Membeli
4.500.000
1.500.000
1.000.000
1.500.000
_________
4.000.000

_______
4.500.000

Selisih

500.000

KASUS 7:
Menolak
Pesanan
(250.000 unit)
Pendapatan penjualan (250.000X@2.500)..........
Tambahan pendapatan (50.000X@1.800)
Jumlah pendapatan
Dikurangi biaya variabel:
Bahan baku..................................................
Tenaga kerja langsung.................................
BOP variabel................................................
Total biaya variabel..............................................
Marjin kontribusi ..
Kenaikan marjin kontribusi

Menerima
Pesanan
(300.000 unit)

625.000.000
0
625.000.000

625.000.000
90.000.000
715.000.000

113.750.000
270.500.000
11.250.000
395.500.000
229.500.000

136.500.000
324.600.000
13.500.000
474.600.000
240.400.000
10.900.000

Atau kenaikan marjin kontribusi dapat dihitung sebagai berikut:

Kenaikan MK = (Harga pesanan per unit biaya variabel per unit) X jml pesanan
= (Rp1.800 Rp1.582) X 50.000 unit
= Rp10.900.000,00

KASUS 8:
1 Biaya produksi dan kos produk per unit:
Genting

Batako

Penjualan (total):
Genting (200.000 X Rp2.500)
Batako (300.000 X Rp1.000)

500.000.000

Biaya Produksi:
Genting (500 jt/800 jt X 477,7 jt)
Batako (300 jt/800 jt X 477,7 jt)

298.562.500

Laba perusahaan

201.437.500

Kos produk per unit:


Genting (298.562.500 : 200.000 unit)
Batako (179.137.500 : 300.000 unit)
2

Jumlah

300.000.00
0

800.000.000

179.137.50
0
120.862.50
0

477.700.000
322.300.000

Rp1.493
Rp597

Keputusan dijual langsung atau diproses lanjut:

Harga jual pada saat split-off point.........................


Harga jual setelah proses lanjut..............................
Tambahan pendapatan............................................
Biaya proses lanjut..................................................
Laba (rugi) setelah proses lanjut.............................

Per Unit
Genting
Batako
2.500
1.000
3.000
1.500
500
500
600
300
(100)
200

Keputusan: untuk genting dijual langsung pada saat split-off point, sedang untuk batako diproses lanjut.
KASUS 9:

Langkah pertama menghitung aliran kas tahunan:


Pendapatan penjualan (3.000X 600.000 unit)
Dikurangi kos produksi (2.500X600.000 unit)
Dikurangi biaya operasi...................................
Aliran kas masuk bersih tahunan.....................

Rp1.800.000.000
1.500.000.000
290.000.000
Rp10.000.000

Langkah kedua menghitung NPV dari proyek:


Aliran
Tahun
Kas
Investasi peralatan................
Skrg
(10.000.000)
Modal kerja diperlukan........
Skrg
(20.000.000)
Aliran kas masuk..................
1-5
10.000.000
Perbaikan peralatan..............
3
(3.000.000)
Penarikan modal kerja..........
5
20.000.000
Nilai sisa peralatan...............
5
2.500.000
Net present value.................

12%
Faktor
1.000
1.000
3.605
0.712
0.567
0.567

Present
Value
(10.000.000)
(20.000.000)
36.050.000
(2.136.000)
11.340.000
1.417.500
16.671.500

Keputusan: proyek diterima karena NPV positif.


KASUS 10:

Memasang mesin cetak baru:


Investasi awal.............................
Nilai sisa peralatan lama............
Perbaikan mesin.........................
Kas masuk bersih tahunan.........
Nilai sisa peralatan baru.............
Net present value.......................
Memperbaiki mesin cetak lama:
Investasi awal.............................
Perbaikan mesin.........................
Kas masuk tahunan....................
Nilai sisa peralatan lama............

12%

Present

Faktor

Value

Tahu
n

Aliran kas

skrg
skrg
3
1-5
5

(20.000.000)
5.000.000
(2.000.000)
10.000.000
2.500.000

1.000
1.000
0.712
3.605
0.567

(20.000.000)
5.000.000
( 1.424.000)
36.050.000
1.417.500
21.043.500

skrg
3
1-5
5

(10.000.000)
(3.000.000)
8.000.000
1.000.000

1.000
0.712
3.605
0.567

(10.000.000)
( 2.136.000)
28.840.000
567.000

Net present value.......................


Selisih Net present value

17.271.000
3.772.500

Keputusan: perusahaan sebaiknya mengganti mesin cetak dengan mesin yang baru karena net present value (NPV)
dengan menggunakan mesin cetak baru lebih besar.

KASUS 11:
Langkah pertama adalah menghitung net present value (NPV) masing-masing proyek:
Tahun

Aliran kas

12%
Faktor

Present
Value

PT Kontraktor (5 tahun):
Investasi awal.............................
Perbaikan mesin.........................
Kas masuk bersih tahunan.........
Nilai sisa peralatan.....................
Net present value.......................

skrg
3
1-5
5

(25.000.000)
(2.000.000)
10.000.000
2.500.000

1.000
0.712
3.605
0.567

(25.000.000)
( 1.424.000)
36.050.000
1.417.500
11.043.500

PT Bangun Terus (4 tahun):


Investasi awal.............................
Perbaikan mesin.........................
Kas masuk tahunan....................
Nilai sisa peralatan.....................
Net present value.......................

skrg
3
1-4
4

(15.000.000)
(3.000.000)
6.000.000
4.000.000

1.000
0.712
3.037
0.636

(15.000.000)
( 2.136.000)
18.222.000
2.544.000
3.630.000

Langkah kedua, menghitung indeks profitabilitas proyek /project profitability index:


Net Present Value Project
11.043.500
PT Kontraktor (IPP) = --------------------------------- = ------------------- = 0,44
Investment required
25.000.000
PT Bangun Terus (IPP) =

Net Present Value Project


3.630.000
--------------------------------- = ------------------- = 0,24
Investment required
15.000.000

Keputusan: Net present value (NPV) tidak layak digunakan untuk investasi dengan ukuran yang berbeda, oleh karena
itu perlu dihitung indeks profitabilitas proyek (IPP). Berdasar analisis di atas, maka perusahaan sebaiknya
mengerjakan proyek dari PT Kontraktor.

KASUS 12:
Payback perusahaan dapat dihitung berikut ini:
Payback =

Investasi yang dibutuhkan


(15 jt + 10 jt + 3 jt 4 jt)
-------------------------------------- = -------------------------------- = 4 tahun
Aliran kas bersih tahunan
6.000.000

Keputusan: oleh karena perusahaan menetapkan payback selama 3 tahun, maka proyek tersebut seharusnya tidak
diterima.
KASUS 13:
Simple rate of return perusahaan bisa dihitung berikut ini.
Kenaikan pendapatan tahunan Kenaikan biaya tahunan
Simple rate of return = ----------------------------------------------------------------------Investasi awal
(250.000.000 100.000.000) (150.000.000 50.000.000)
= --------------------------------------------------------------------------700.000.000
50.000.000
= ----------------- = 7,14%
700.000.000

Keputusan: Bila menggunakan simple rate of return, proyek tersebut ditolak karena nilai simple rate of return lebih
kecil dari tingkat bunga pasar.