Anda di halaman 1dari 23

10 ILMUWAN DUNIA

Mereka dikenal karena otaknya genius, temuannya yang berpengaruh pada dunia. Selain itu mereka juga
populer karena nyentrik, agak gila, dan penuh kontroversi. Siapa sajakah mereka? Berikut 10 ilmuwan paling gila
menurut LiveScience.com

1. Albert Einstein

Parodi kartun dan komik tentang Einstein banyak dibuat hingga masa kini. Mulai dari rambutnya yang amburadul
atau ekspresi wajahnya yang dibuat “melet” atau teorinya sekalipun. Tak bisa dibantah penemu teori relativitas ini
sudah jadi selebriti dunia sains. Namanya bahkan identik dengan kata genius dan gila itu sendiri.

2. Leonardo da Vinci

Menyusul popularitas Einstein adalah Leonardo da Vinci. Novel Da Vinci Code, tokoh komik, isu bahwa ia gay
adalah bukti bahwa seniman dan ilmuwan Italia ini memang sangat terkenal. Ia juga diketahui sangat nyentrik.
Peninggalannya berupa tumpukan buku sketsa, aneka aplikasi teknologi, mesin, tetap abadi sepanjang masa.

3. Nikola Tesla

Kalau yang ini, namanya sempat dikenal sebagai sebuah kelompok musik rock. Sebenarnya sesuai, sebab penemu
radio nirkabel dan generator AC inilah yang memulai era elektrik di akhir abad ke-19 dan awal abad 20. Tesla
dianggap gila sebab berani mendemonstrasikan bagaimana ia memakai tubuhnya sebagai konduktor listrik.

4. James Lovelock

Dikenal sebagai ilmuwan berwawasan lingkungan dan penemu hipotesa Gaia. Konsep perubahan iklim yang kini
diributkan banyak orang sudah diusungnya sejak beberapa dekade silam. Lelaki kelahiran 1919 ini pernah
memprediksikan bahwa tahun 2100 akan terjadi kematian massal terhadap 80 persen umat manusia. Wow! Akan
terbukti jugakah?

5. Jack Parsons

Jack Parsons dikenal sebagai salah satu pendiri Jet Propulsion Laboratory. Tapi sesungguhnya ia juga sibuk berlatih
sulap dan menyebut dirinya Antikris. Ia tidak pernah mengenyam pendidikan formal tapi mampu mengembangkan
bahan bakar roket dan sukses mengantarkan Amerika Serikat ke angkasa pada Perang Dunia II. Tragisnya, Parsons
menembak dirinya sendiri sampai mati di laboratoriumnya tahun 1952.

6. Richard Feynman

Ia adalah bagian dari tim genius pengembang bom atom. Feynman menjadi salah satu ilmuwan terpenting di akhir
abad ke-20. Selain dikenal sebagai profesor, ia juga suka mengeksplorasi musik, alam dan mempelajari hiroglif suku
Maya.

7. Freeman Dyson

Tahun 1960, Dyson menelurkan ide bahwa di masa depan manusia harus mendesain cangkang buatan yang
dinamakan Dyson Sphere. Cangkang ini akan mengelilingi sistem tata surya dan menggunakan energi matahari
secara maksimum. Saat itu ia dianggap sebagai pemimpi fiksi ilmiah. Ia juga yakin adanya kehidupan di planet lain.
Menurutnya manusia akan berinteraksi dengan mahluk angkasa luar dalam beberapa dekade mendatang.\
8. Robert Oppenheimer

Dijuluki sebagai bapak bom atom, lelaki kelahiran 1904 ini juga memiliki pandangan politik sosialis. Ia punya
ketertarikan khusus pada kultur Hindu dan bahasa Sansekerta dan Belanda. Oppie, begitu pangilan akrabnya, senang
mengutip kitab Bhagavad Gita.

9. Wernher von Braun

Di usia 12 tahun, Braun meledakkan gudang mainannya dengan kembang api. Dari situlah muncul ide
mengembangkan roket. Akhirnya ia ditunjuk sebagai pempimpin program roket oleh Hitler. Ternyata ia juga
meminati eksplorasi bulan dan antariksa. Di sela waktu luangnya Braun juga senang membaca filsafat dan sesekali
bermain scuba diving.

10. Johann Konrad Dippel

Lahir dan besar di kastil Frankenstein, Jerman, Dippel dikenal sebagai penemu bahan kimia sintetis bernama
Prussian Blue. Ia mengklaim pernah menciptakan cairan hidup abadi. Kabarnya, percobaannya itu terinspirasi oleh
karakter yangs esuai dengan nama kastil tempat ia lahir, Franskenstein.

10 ILMUWAN TERHEBAT DUNIA

Albert Einstein

Sebagai ilmuwan yang paling termasyur pada abad terakhir, Albert Einstein memutar ilmu fisika di dalam kepalanya
seperti teorinya mengenai relatifitas, dan membuat kontribusi yang tidak ternilai pada teori gravitasi dan kuantum. Ia
juga senang berperahu layar saat angin tidak kencang, "hanya untuk tantangan" katanya.

Leonardo da Vinci

Leonardo da Vinci adalah seorang Italia yang sangat eksentrik di mana lukisannya paling banyak di puji di abad
pertengahan. Buku skets ilmiahnya, kebanyakan berisi fantasi tentang mesin-mesin aneh dan disain-disain brilian,
banyak diantaranya tidak pernah diselesaikan dan ada yang baru dibuat beberapa abad sesudahnya, seperti
rancangan helikopter.

Nikola Tesla

Tesla yang dikenal karena penemuannya atas gelombang radio dan arus bolak balik (AC) telah memulai lahirnya
abad listrik. Ia juga dikenal sebagai jenius maniak yang hanya sedikit tidur dan senang dengan pertunjukkan seperti
menggunakan tubuhnya sebagai konduktor dalam demonstrasi publik.

James Lovelock

Ilmuwan lingkungan modern dan penemu Hipotesa Gaia yang menganggap 'dunia sebagai sebuah organisme' ini
sudah memberikan prediksi yang menakutkan mengenai perubahan iklim dan gambaran bumi kita pada masa
puluhan tahun yang akan datang. Ia tidak malu-malu berkata mengenai masa depan bumi yang sangat suram, dengan
krisis pada ekologi, sehingga kemusnahan massal manusia sebesar 80% pada tahun 2100 tidak dapat ditolak.

Jack Parsons

Jika Jack Parsons tidak sedang sibuk dalam mendirikan Jet Propulsion Laboratory, ia senang berlatih sulap dan
menyebut dirinya seorang Anti Kristus. Anak nakal misterius yang mempunyai pendidikan non formal ini, bekerja
mengatur program luar angkasa bagian pembuatan bahan bakar roket yang memandu Amerika Serikat dalam
melewati Perang Dunia Kedua dan angkasa luar. Tetapi hidupnya berakhir tragis, setelah percobaan laboratoriumnya
meledak beserta dirinya di dalam rumahnya pada tahun 1952.

Richard Feynman

Sebagai orang yang terlibat dalam tim jenius, Manhattan Project, yang membuat bom atom, ahli fisika Richard
Feynman menjadi ilmuwan yang paling penting pada akhir abad ke 20. Jauh dari tipe seorang profesor, ia
mempunyai semangat kebebasan dalam mengeksplorasi musik dan lingkungan alam. Selain itu ia mempunyai hobi
memecahkan kode huruf Maya.

Freeman Dyson

Ahli ilmu fisika nuklir dan penulis aktif yang dihormati, Freeman Dyson bekerja sambilan sebagai penulis cerita
sains fiksi. Pada tahun 1960, ia memuji ide bahwa di masa depan manusia perlu untuk membuat cangkang buatan,
yang sekarang dikenal sebagai Dyson Sphere. Hal itu akan melingkari sistem solar dan memaksimalkan penggunaan
energi matahari. Dyson sangat percaya dengan adanya kehidupan mahkluk luar angkasa dan akan membuat kontak
dengan mereka dalam beberapa puluh tahun yang akan datang.

Robert Oppenheimer

Pemimpin Manhattan Project ini tidak pernah menyukai sosialisme dan perasaan konfliknya itu diwujudkan dengan
menjatuhkan bom atom. Hal ini membuatnya dicoret dari akademi dan kekuasaan politiknya di copot. Meskipun di
warnai kontroversi, ia yang dikenal oleh murid asuhannya sebagai "Oppie", juga belajar bahasa Belanda dan
Sansekerta, dan mengutip perkataan suci agama Hindu saat melihat percobaan bom atom yang pertama.

Wernher von Braun

Pada umur 12 tahun, Wernher von Braun yang pemberani mengisi mobil mainan-nya dengan beberapa petasan dan
meledakkannya pada jalanan di Jerman yang ramai. Otak di balik program roket Hitler, V-2 ini, datang ke Amerika
Serikat sebagai napi perang dan mengikuti riset eksplorasi ke angkasa luar dan bulan. Selain berhasil membawa
orang ke bulan, von Braun juga menguasai ilmu psikologi dan menyelam.

Johann Konrad Dippel

Lahir dan besar di istana Frankenstein di Jerman pada abad 17, ahli kimia Johann Dippel dicatat sebagai penemu
Prussian Blue, bahan celup kimia sintetis. Tetapi percobaan yang paling terkenal dan tidak pernah berakhir adalah
pencariannya akan obat mujarab untuk keabadian. Percobaan terhadap mayat mungkin diinspirasi oleh Mary
Shelley's, karakter legenda.

PENEMU

Penemu Mesin uap Adalah James Watt Berasal dari Negara Inggris

Penemu Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto Berasal dari Negara Jerman

Penemu Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel Berasal dari Negara Jerman

Penemu Mesin cetak Adalah Johannes Guttenberg Berasal dari Negara Jerman

Penemu Mesin ketik Adalah Christopher Sholes Berasal dari Negara Amerika

Penemu Radio Adalah C. Marconi Berasal dari Negara Italia


Penemu Televisi Adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins Berasal dari Negara Amerika

Penemu Telegrap Adalah Samuel F.B. Morse Berasal dari Negara Amerika Serikat

Penemu Telepon Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat (Versi Lama)

Penemu Telepon Adalah Antonio Meucci Berasal dari Negara Italia (Versi Baru)

Penemu Dinamo Adalah Michael Faraday Berasal dari Negara Inggris

Penemu Elektromagnet Adalah Williarn Sturgeon Berasal dari Negara Inggris

Penemu Bola lampu Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat

Penemu Proyektor film Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat

Penemu Piringan hitam Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat

Penemu Batu baterai Adalah Volta Berasal dari Negara Italia

Penemu Termometer Adalah Galileo Galilei Berasal dari Negara Italia

Penemu Korek api Adalah Robert Boyle, John Walker Berasal dari Negara

Penemu Kapal api Adalah Robert Fulton Berasal dari Negara Amerika Serikat

Penemu Kapal selam Adalah Cornelius van Drebbel Berasal dari Negara Belanda

Penemu Sinar Rontgen Adalah Wilhelm Conrad Rontgen Berasal dari Negara Jerman

Penemu Stetoskop Adalah Rene Laennec Berasal dari Negara

Penemu Lensa Adalah Anthony Van Leuwenhook Berasal dari Negara Belanda

Penemu Mikroskop Adalah Zacharias Janssen Berasal dari Negara

Penemu Teleskop Adalah H. Lippershey Berasal dari Negara

Penemu Kamera Adalah Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land Berasal dari Negara Amerika

Penemu Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright Berasal dari Negara Amerika

Penemu Kereta api Adalah Murdocks Berasal dari Negara Inggris

Penemu Sepeda Adalah Civrac Berasal dari Negara Prancis

Penemu Balon terbang Adalah Sir F. Whittle Berasal dari Negara

Penemu Balon karet Adalah Josep dan J. Montgolfier Berasal dari Negara

Penemu Ban karet Adalah Charles Goodyear Berasal dari Negara Amerika

Penemu Barometer Adalah Evangelista, Torricelli Berasal dari Negara Italia

Penemu Dinamit Adalah Alfred Nobel Berasal dari Negara Swedia


Penemu Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin Berasal dari Negara

Penemu Mesin hitung Adalah Blaise Pascal Berasal dari Negara Prancis

Penemu Mobil Adalah Gottlich Daimler Berasal dari Negara

Penemu Motor Adalah Nikola Tesla Berasal dari Negara

Penemu Tank Adalah Sir Ernest Swinton Berasal dari Negara Inggris

Penemu Traktor Adalah Benyamin Holt Berasal dari Negara

Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis Berasal dari Negara

Penemu Kawat pijar Adalah Irving Langmuir Berasal dari Negara

10 UNWEALTHY HABITS ( 10 KEBIASAAN ORANG-ORANG MISKIN)

Sebenarnya tanpa kayapun, kita melakukan apa-apa secara merdeka dan senang. (Tidak perlu dibatasi kebebasan
dan kemerdekaan hanya ada pada saat kita kaya)

HOW TO BE HAPPY ?

Benar sekali “ CHANGE YOUR LIFE, IT MEAN CHANGE YOUR THINKING “

THE KEY HABITS

1. Feeling sorry for yourself. MENYESALI DIRI

2. Being Greedy. RAKUS/TAMAK

3. Doing things you dislike doing. MELAKUKAN HAL-HAL YANG ANDA BENCI

4. Measuring happiness with money. MENGUKUR KEBAHAGIAAN DENGAN UANG

5. Spending more than you can. MEMBELANJAKAN MELEBIHI BATAS KEMAMPUAN (BOROS)

6. Preferring Instant Gratification. MENYUKAI KENIKMATAN SESAAT

7. Complaining. MENGELUH

8. Comparing to others. MEMBANDINGKAN DENGAN ORANG LAIN

9. Measuring whealth in monetary terms. MENGUKUR KEKAYAAN DALAM UKURAN KEUANGAN

10. Isolating yourself from your family. MENUTUP DIRI DARI KELUARGA

1. MENYESALI DIRI

Orang-orang tidak mencatat engkau sebagai temannya, karena engkau memancarkan aura kemurungan, kegagalan,
kekecewaan, LOSER!. Walaupun ada, teman-teman anda adalah teman-teman sesama LOSER!.
Akhirnya engkau adalah orang yang salah, hadir pada saat yang salah, di bumi yang salah. ENGKAU LOSER!.

You can’t happy, if you are feeling sorry for yourself

Being gratefull. BERSYUKURLAH !!

Betapa banyak yang kau miliki dibanding yang tidak kau miliki.

Lihatlah dari sisi baiknya!!

Rasakanlah betapa beruntungnya engkau !!

2. RAKUS / TAMAK

Anda tidak bisa kaya kecuali anda mendistribusikan sebagian dari kekayaan anda. RIGHT !!

Jangan bakhil. Jangan Pelit. Jangan Kikir

Ini membunuh rasa gembira dihati anda

Dengan berfokus semuanya berdasarkan untung rugi, membuat anda capek. PELIT ITU MELELAHKAN

Orang-orang tamak ini berfikir bahwa orang lain sama tamaknya dengan dirinya, sehingga dia tidak akan pernah
menghargai orang. Ha..ha...ha. Capek dehh.

Jangan semuanya dinilai dari sisi ekonomisnya.

3. MELAKUKAN HAL-HAL YANG ANDA BENCI

Orang tidak kaya berfikir bahwa hidup itu sulit dan kita tidak punya alternatif selain melakukan hal-hal yang mereka
benci. Oleh sebab itu saya (YM Abu) berpendapat bahwa kehidupan adalah indah, tidak keras, tidak kejam, tidak
Zalim.\

Jangan siksa hidup kita sendiri. Orang yang tersiksa akan menyiksa orang lain.

Oleh sebab itu saya (YM Abu) tidak sependapat dengan “ No pain no gain “ but the thrue is “ No happy no gain “

4. MENGUKUR KEBAHAGIAAN DENGAN UANG

Happiness is the key to success !!

Tetapi anda merasa senang tentang apa yang anda lakukan dan hal-hal yang lebih baik. Happiness !!

5. MEMBELANJAKAN MELEBIHI BATAS KEMAMPUAN (BOROS)

Jangan suka berhutang. Jangan konsumtif. Sederhana tapi happy itu bisa dan BISA BANGETS.

Menabung dan tidak berhutang. Jangan konsumtif.

6. KENIKMATAN SESAAT

Bergembira / bahagia tidak berarti harus melibatkan, menghabiskan banyak uang. Jadi jangan boros dan tetaplah
happy.

7. MENGELUH
Gak ada yang lebih menyebalkan dari bersama SI PENGELUH, dia menguras energy kita dan yang paling menguras
energy adalah bila si COMPLAINER itu adalah saya sendiri.

Bertobatlah .. he..he..he…

Agama melarang ini !!

8. MEMBANDINGKAN DENGAN ORANG LAIN

Mereka (jangan) lupa bahwa kontrol mereka ada pada tangan mereka, hati mereka dan cara mereka berfikir,
perasaan dan tindakan dari dalam keluar. Our control hes in ours.

9. MENGUKUR KEKAYAAN DALAM UKURAN KEUANGAN

Ukurlah kekayaan kau dari teman-teman yang kau miliki, fasilitas yang dinikmati, pengalaman yang dijalani, dll.

Betapa kayanya Mairun, Talka, Hermanto ( Supir YM. Abu, YM. Umi dan Supir Bang Isa ) tiap hari naik mobil
mahal, shalat di Masjid yang nyaman dan dan airnya cukup, makan di restaurant mewah, naik plane … dll

Kita semuanya telah kaya, apalagi dibanding dengan orang-orang di Zaman Rasul dulu…

BIGGEST ASSET = TIME

Gunakanlah waktu bukan untuk uang tapi itu membeli Biggest Good. Yaitu HAPPINESS. Simple isn’t it ?

10. MENUTUP DIRI DARI KELUARGA

Orang yang tidak kaya adalah orang yang tidak sabar dan penyendiri serta iri yang tidak sehat.

Contoh : Carolyn tidak mau berbicara dengan keluarga, mereka sering mengejeknya, atau : Joan tidak pernah cocok
dengan kerabatnya atau orangtuanya, jadi dia tidak pernah menghubungi mereka. Atau : Tom tidak dapat
menghubungi keluarganya, dulu dia diadopsi dan dibenci oleh keluarganya

Kemampuan untuk berbeda, fleksibel, patuh, terlatih disini.

Kita selama ini Laek of Love. Yang banyak adalah Anger, permusuhan, kecurigaan, benci dsb ….

Mengapa memilih menjadi bodoh ??

KESIMPULAN

Bahwa unwealthy people adalah unhappy people.

Bahwa unwealthy people terjerat oleh kesukaanya pada uang sehingga terbelenggu atau tidak bebas bergerak /
berkreatif baik secara sosial atau pun profesional.

Happiness is the key to success.

Bahwa unwealthy people adalah orang-orang yang tidak bersyukur.

Bahwa Happiness diperoleh dari hal-hal yang bermakna bukan dari hal-hal yang fana.
SARAN

Agar menjadi lebih bahagia lagi

Agar fokus pada karya kreatifitas

KATA MOTIVASI

Kata Motivasi tentang Percaya dan Yakin!

Kata Motivasi dari Anthony Robbins :

“All Personal Breakthrough begin with a change in beliefs”

“Beliefs have the power to create and the power to destroy”

Kata Motivasi dari seorang Pablo Picasso :

“Everything You can imagine is real”

Kata Motivasi dari Marthin Luther King :

“Faith is taking the first step even when you dont see the whole stairs”

Kata Motivasi dari Napoleon Hill :

“Have faith in yourself, faith in the infinite”

Kata Motivasi dari Mohammad Ali :

“If my mind can conceive it, and my heart can believe it, then I can achieve it”

Kata Motivasi dari Oliver Wendell Homes :

“Its faith in something and enthusiasm for something that makes life worth living”

Kata Motivasi dari Anton Huang :

“What You Believe, Will Make You”

METODE ANALISIS SWOT

Yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah suatu cara menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal menjadi
langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan usaha yang lebih menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor
internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness),
kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) sebuah organisasi. Dengan begitu akan dapat
ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi yang dapat dijalankan (Freddy Rangkuti, 2005:19).

Analisis SWOT mempunyai diagram yang terdiri dari 4 kuadran, yaitu:


Kuadran 1 : merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi memiliki peluang dan kekuatan sehingga
dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang dapat diterapkan adalah dengan mendukung kebijakan
pertumbuhan yang agresif

Kuadran 2 : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan masih memiliki kekuatan dari segi internal.
Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan peluang jangka panjang.

Kuadran 3 : perusahaan menghadapi peluang pasar yag sangat besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa
kendala/kelemahan internal. Fokus strateginya adalah dengan meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan,
sehingga dapat merubah peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran 4 : merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan
kelemahan internal.

Keterangan kombinasi strategi dari Matrik SWOT adalah sebagai berikut:

Strategi SO

Yaitu strategi dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

Strategi ST

Yaitu strategi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman.

Strategi WO

Strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

Strategi WT

Yaitu strategi yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

Langkah – Langkah Analisis Data dalam analisis SWOT

Langkah penelitian ini akan menerangkan bagaimana analisis dilakukan, mulai dari data mentah yang ada sampai
pada hasil penelitian yang dicapai. Dalam penelitian ini, langkah-langkah analisis data dilakuka sebagai berikut:

Melakukan pengklasifikasian data, faktor apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan sebagai faktor internal
organisasi, peluang dan ancaman sebagai faktor eksternal organisasi. Pengklasifikasian ini akan menghasilkan tabel
informasi SWOT.

Melakukan analisis SWOT yaitu membandingkan antara faktor eksternal Peluang (Opportunities) dan Ancaman
(Threats) dengan faktor internal organisasi Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weakness).

Dari hasil analisis kemudian diinterpretasikan dan dikembangkan menjadi keputusan pemilihan strategi yang
memungkinkan untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih biasanya hasil yang paling memungkinkan (paling positif)
dengan resiko dan ancaman yang paling kecil.
Analisis SWOT
Pejelasan singat
Corrie van der Ven, 2005

• Kita mengidentifisir 1) kekuatan2 (Strong), 2) kelemahan2 (Weak), 3) peluang2 (Opportunity) dan 4)


ancaman2 (Threat) dalam organisasi yang bersangkutan (yayasan, kampus, jemaat, dsb.). Kemudian
kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman itu dimasukkan dalam matriks.

• Kekuatan2 dan kelemahan2 adalah faktor intern (liturgi, kreativitas, pendeta, korupsi, dsb.), peluang dan
ancaman adalah faktor ekstern (SDA, aliran-aliran lain, pemerintah, LSM, kerusuhan, dsb.).

• Dalam matriks faktor-faktor digabungkan:

a) kekuatan2 intern dengan peluang2 dan ancaman2 ekstern


b) kelemahan2 intern dengan peluang2 dan ancaman2 ekstern.

• Pertanyaan2 seperti yang berikut bisa diajukan:

Apakah kekuatan bisa semakin diperkuat dengan faktor2 ekstern?


Apakah ancaman2 bisa dihadapi oleh kekuatan2 intern?
Apakah kelemahan2 intern bisa diatasi dengan peluang2 ekstern?
Apakah kelemahan2 bisa diperlemah oleh ancaman2 ekstern (sampai lingkaran setan...)?

Catatan 1: tidak semua faktor bisa digabungkan. Proses menggabungkan seharusnya proses kreatif yang
dimanfaatkan untuk mendiskusikan beberapa hal. Apakah ini-ini kekuatan atau kelemahan? Apakah
keadaan ini memang keadaan berbahaya? Dsb.

Catatan 2: Pada umumnya faktor ekstern lebih susah dirubah daripada faktor intern (jadi menrubah SDA
atau pemerintah lebih sulit daripada menghidupkan liturgi monoton).

Catatan 3: Setelah peserta ‘bermain’ dengan matrix, aksi-aksi atau strategi secara lebih konkret perlu
dirumuskan.

CONTOH berdasarkan data-data satu mahasiswa STT-Intim (PJ 2003) yang menerapkan SWOT kepada satu
jemaat protestan.
peluang ancaman
Strong
Weak SDM keahlian hukum, medis Aliran kharismatik
Opportunity Keanekaragaman budaya Keanekaragaman budaya
Threat

ANALYSIS
Kekuatan Rajin beribadah
Banyak orang terlibat dlm
ibadah

Bruakkk!!! Sebuah gitar dilemparkan oleh seorang pemuda ke trotoar di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dalam
sekejap pemuda itu lalu mengambil gitar tersebut dan membantingnya sampai tabung resonansi gitar itu pun pecah.
Terlihat pemuda tersebut begitu emosional dan berusaha melampiaskan kekesalannya dengan membanting gitar itu.

Kejadian tersebut saya lihat kemarin sore saat saya dalam perjalanan menuju Kelapa Gading. Saya tidak tahu persis
hal apa yang menyebabkan pemuda itu begitu kesal. Namun ketika saya melihatnya saya merasa kasihan. Bisa
dibayangkan begitu kesalnya dia sampai-sampai dia membanting gitarnya di tempat umum. Yang saya heran,
banyak sekali pengguna jalan dan beberapa pejalan kaki yang tampak acuh dan tidak peduli dengan kejadian tadi.
Mungkin saja mereka takut menjadi sasaran kekesalan yah?

Saya mencoba menerka-nerka apa yang telah terjadi pada pemuda tersebut sehingga dia sampai berbuat demikian.
Mungkinkah masalah ekonomi? Mengingat saat ini adalah lebaran yang secara umum masyarakat Indonesia
memiliki budaya konsumerisme. Lebaran baju baru, lebaran celana baru, perabotan baru dan perayaan yang tentunya
membutuhkan uang. Atau masalah perasaan kecewa dengan seseorang? Saya pun memilih untuk tidak menebak-
nebak karena memang tidak ada dasar sama sekali.

Yang jelas pemuda tadi menurut saya sudah lepas kendali dalam manajemen emosi. Saya pikir pemuda tersebut
telah terserang depresi karena lingkungan di Jakarta yang keras dan bisa dikatakan “kejam” terutama bagi kalangan
ekonomi sulit. Sudah mencari uang sulit, masih lagi ditambah masalah lain yang dirasa sangat berat. Hal tersebut
yang membuat orang menjadi depresi dan bisa melakukan hal-hal diluar batas dan seringkali merugikan diri sendiri
bahkan orang lain.

Akhir kata saya menyimpulkan bahwa manajemen emosi begitu penting dan kita harus senantiasa bersyukur atas
segala keadaan, karena kita masih diberi waktu oleh Tuhan. Waktu yang masih bisa berputar dimana kita bisa hidup
di dunia ini.

By: Budy Snake

Manajemen Konflik
Written by onsas Published in: Pendidikan Umum Comments 2 Pdf Print Email

Hidup adalah masalah, benarkah itu ?

Bisa jadi benar, walau tidak selamanya benar. Ketika apa yang terjadi dalam hidup dan kehidupan membuat hati kita
tidak nyaman, maka itu masalah. Dalam hal ini mestinya hidup adalah damai, hidup adalah sejahtera, hidup adalah
gotong royong, hidup adalah silaturakhmi, hidup adalah kesahajaan, hidup adalah ibadah, hidup adalah tetek bengek
yang membuat kita jadi "enjoy". Nah ketika hidup kita jadi tidak romantis maka sebenarnya ada masalah yang
terjadi.

Kondisi seperti itu menjadi sebuah "fenomena" yang selalu menyatu dalam hidup selama masih ada"kehidupan".
Dengan demikian sulit seseorang benar-benar dalam hidup yang terbebas dari masalah.Realitanya ada-ada saja
masalah yang muncul, apalagi kalua memang "dipermasalahkan".Antara masalah dan terbebas dari masalah itulah
yang kerap mendatangkan konflik.

Sebut saja yang sederhana, ketika di malam minggu, hati ingin bergabung dengan saudara-saudara di balai desa
dalam rangka gladhen karawitan, (lagi in di desaku), eh hujan dari rintik-rintik malah menjadi semakin deras,maka
terjadilah konflik di dalam hati, antara menjaga kesehatan dan menyenangkan jiwa dengan senandung palaran yang
mendamaikan hati. Di saat lain, sudah mau beranjak pergi, datanglah tamu yang itu harus dihormati. Repotnya lagi
si tamu itu justru orang yang benar-benar dinanti kedatangannya layaknya saudara yang telah berpisah sekian lama.

Contoh tersebut hanyalah secuil kecil permasalahan dalam hidup yang harus dihadapi. Belum berbicara yang besar-
besar, yang rumit-rumit, yang kompleks-kompleks, yang menyita enegi, yang menyita pikiran, dan lain-lain.
Menghadapi realita hidup demikian agaknya ada satu tawaran yang bisa dicoba secara kontekstual adalah bagaimana
mengelola permasalahan itu dengan "manajemen konflik".Ada satu catatan lain seputar konflik mengkonflik, ini
sebagai abahan diskusi terutama di dunia pendidikan, sebagai berikut:

Champy dan Nohria dalam Sulaksana menyebutkan tiga pemicu utama yang menggerakkan perubahan lebih cepat
ketimbang waktu-waktu sebelumnya yaitu (1) Teknologi khususnya TI, yang telah mentransformasi bisnis
sedemikian dramatis; (2) Pemerintah : peninjauan ulang perannya dalam bisnis, karena dewasa ini hampir semua
pemerintah di seluruh dunia menggerkkan deregulasi, privatisasi, dan perdagngan bebas; dan (3) Globalisasi,
dimana banyak perusahaan di seluruh dunia bersaing men-deliver produk atau layanan yang sama, di mana saja,
kapan saja, dengan harga yang makin kompetitif, yang pada gilirannya memaksa organisasi dan perusahaan agar
mampu menata diri dengan cara yang radikal.

Dunia pendidikanpun selalu mengadakan inovasi dalam berbagai hal, baik yang menyangkut regulasi dan
implementasinya di lapangan, menyiapkan sumber daya (sumber daya manusia atau sumber daya lain), melengkapi
fasilitas sarana prasarana, mengganggarkan pembiayaan, membuat kendali, dan hal-hal lain yang bersifat menejerial
organisasi di lingkup pendidikan.

Perubahan yang terjadi seringkali membawa dampak ikutan yang salah satunya adalah munculnya konflik dalam
berbagai bentuk dan tingkatan.

Meskipun demikian, konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan sepanjang
kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan di
sekolah, warga sekolah senantiasa dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru, seperti implementasi
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) sangat rentan menimbulkan konflik (destruktif), apalagi jika tidak disertai pemahaman
yang memadai terhadap ide-ide yang berkembang.

Manajemen konflik sangat berpengaruh bagi anggota organisasi, baik organisasi sekolah maupun organisasi lainnya.
Kepala sekolah dituntut menguasai manajemen konflik agar konflik yang muncul dapat berdampak positif untuk
meningkatkan mutu sekolah. Kenyataan di lapangan khususnya di institusi pendidikan, kepala sekolah justru enggan
untuk menerapkan manajemen konflik, karena beranggapan kepada paradigma lama dimana konflik lebih besar
pengaruh negatifnya (mudaratnya). Lebih dari itu, bagaimana kepala sekolah bersama tenaga kependidikan lainnya
dapat memenej konflik untuk meningkatkan mutu sekolah.

Menghadapi dinamika perubahan ini tentu menyisakan berbagai macam problematika. Permasalahan-permasalahan
yang timbul itu perlu dikenali, bahkan masalah-masalah yang masih berujud potensi perlu didorong untuk muncul
dengan harapan dapat diantisipasi atau dicarikan solusinya agar tidak berdampak negatif terhadap kemajuan sekolah.

Beberapa permasalahan yang muncul atau masih berujud potensi itu antara lain sebagai berikut :

1) Anggapan bahwa manajemen konflik tidak efektif untuk meningkatkan mutu sekolah

2) Manajemen konflik lebih banyak berdampak negatif bagi anggota organisasi.

3) Kepala sekolah tidak terampil dalam menggunakan manajemen konflik untuk meningkatkan mutu sekolah.

4) Budaya ganti pemimpin ganti kebijakan. Hal demikian ini sering membuat para pelaku di tingkat bawah
menjadi kebingungan karena kebijakan lama belum jelas menampakkan hasil, tetapi sudah harus menyesuaikan
dengan kebijakan baru yang perlu penyesuaian kembali.

5) Belum siapnya sumber daya yang ada terutama para stake holders di tingkat bawah untuk menghadapi
perubahan-perubahan yang hampir terjadi setiap saat.

6) Pemahaman terhadap manajemen sekolah sering membuat kita jadi sulit menentukan pilihan manakah yang
harus dilakukan terlebih dahulu.

7) Pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing elemen dari sistem pendidikan di Indonesia masih
kurang, sehingga tidak bisa menghayati tugas dan peranannya dalam sistem tersebut.

8) Penempatan tenaga kependidikan tidak mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas.

9) Masih dijumpai tenaga kependidikan (guru/kepala sekolah) berperan ganda yang seharusnya lebih fokus
terhadap tugas pokok dan fungsinya sebagai pengajar, tepai juga harus mengurus kebutuhan pemenuhan sarana
prasaran, fisik gedung sekolah yang rusak atau kurang layak untuk berlangsungnya proses belajar mengajar yang
efektif. Tugas pokok dan fungsi kepala sekolah yang tercermin dalam EMASLIM dirasa sangat berat, padahal SD
belum dilengkapi dengan tenaga kependidikan yang khusus bekerja di bidang ketata usahaan, perpustakaan,
sehingga praktis semua tugas yang ada di SD menjadi tanggung jawab guru / kepala sekolah.

10) Budaya reward and punishment yang tidak proporsional, sehingga melahirkan kecemburuan sosial dan
menurunnya semangat dan etos kerja.

11) Pemberlakuan masa jabatan kepala sekolah 4 tahunan, dapat berdampak positif untuk memacu kinerja yang
lebih optimal, tetapi dapat pula berdampak negatif terutama bagi kepala sekolah yang sudah memangku jabatan
ketika aturan tersebut diberlakukan. Ada gejala post power syndrom dan kecemasan untuk kembali bertugas hanya
sebagai guru biasa.

12) Walaupun realitanya belum berjalan tetapi pemberlakuan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2006 tentang Guru
dan Dosen, dimana guru harus memenuhi kualifikasi guru professional dapat mengakibatkan kecemburuan sosial
diantara para tenaga kependidikan, mengingat pemberlakukannya tidak serentak. Seleksi awal menggunakan pola
yang dianggap kurang fair seperti pendidikan minimal S1 atau D4, masa kerja minimal 20 tahun, golongan minimal
IV/a, dan perbandingan jumlah siswa : guru minimal 1 : 25.

Menurut Webster (1966) dalam Dean G. Pruitt dan Feffrey Z. Rubin, istilah “conflict” dalam bahasa aslinya berarti
suatu “perkelahian, peperangan, atau perjuangan” yaitu berupa konfrontasi fisik antara beberapa pihak. Arti kata itu
kemudian berkembang menjadi “ketidaksepakatan yang tajam atau oposisi atas berbagai kepentingan”.

Dean G. Pruitt dan Feffrey Z. Rubin memaknai konflik sebagai persepsi mengenai perbedaan kepentingan
(perceived divergence of interest) atau suatu kepercayaan bahwa aspirasi pihak-pihak yang berkonflik tidak dapat
dicapai secara simultan. Konflik dapat terjadi pada berbagai macam keadaan dan pada berbagai tingkat
kompleksitas. Konflik merupakan sebuah duo yang dinamis.

Konflik dapat terjadi hanya karena salah satu pihak memiliki aspirasi tinggi karena allternatif yang bersifat
integrative dinilai sulit didapat. Ketika konflik semacam ini terjadi, maka ia akan semakin mendalam bila aspirasi
sendiri atau aspirasi pihak lain bersifat kaku dan menetap Aspirasi dapat mengakibatkan konflik karena salah satu
dari dua alasan, yaitu masing-masing pihak memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka mampu mendapatkan
sebuah objek bernilai untuk diri mereka sendiri atau mereka percaya bahwa berhak memeiliki objek tersebut.
Pertimbangan pertama bersifat realistis, sedangkan pertimbangan kedua bersifat idealis.

Munculnya konflik tidak selalu bermakna negatif, artinya jika konflik dapat dikelola dengan baik , maka konflik
dapat memberi kontribusi positif terhadap kemajuan sebuah organisasi. Beberapa startegei mengatasi konflik antara
lain adalah (1) Contending (bertanding) yaitu mencoba menerapkan solusi yang lebih disukai salah satu pihak atau
pihak lain; (2) Yielding (mengalah) yaitu menurunkan aspirasi sendiri dan bersedia menerima kurang dari apa yang
sebetulnya diinginkan; (3) Problem Solving (pemecahan masalah) yaitu mencari alternatif yang memuaskan aspirasi
kedua belah pihak; (4) With Drawing (menarik diri) yaitu memilih meninggalkan situasi konflik baik secara fisik
maupun psikologis. With drawing melibatkan pengabaian terhadap kontroversi, dan (5) Inaction (diam) tidak
melakukan apapun, dimana masing-masing pihak saling menunggu langkah berikut dari pihak lain, entah sampai
kapan.

Konflik, dapat dikatakan sebagai suatu oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok
atau organisasi-organisasi, yang disebabkan oleh adanya berbagai macam perkembangan dan perubahan dalam
bidang manajemen serta menimbulkan perbedaan pendapat, keyakinan, dan ide. Dalam pada itu, ketika individu
bekerja sama satu sama lain dalam rangka mewujudkan tujuannya, maka wajar seandainya dalam waktu yang cukup
lama terjadi perbedana-perbedaan pendapat di antara mereka. Ibarat piring, banyak yang pecah atau retak, hanya
karena bersentuhan dengan piring lainnya.

Menurut Mulyasa pada umumnya konflik berlangsung dalam lima tahap, yaitu tahap potensial, konflk terasakan,
pertenangan, konflik terbuka, dan akibat konflik. (1) Tahap potensial, yaitu munculnya perbedaan di antara individu,
organisasi, dan lingkunan merupakan potensi terjadinya konflik; (2) Konflik terasakan, yaitu kondisi ketika
perbedaan yang muncul dirasakan oleh individu, dan mereka mulai memikirkannya; (3) Pertentangan, yaitu ketika
konflik berkembang menjadi perbedaan pendapat di anatara individu atau kelompok yang saling bertentangan; (4)
Konflik terbuka, yaitu tahapan ketika pertentangan berkembang menjadi permusuhan secara terbuka; (5) Akibat
konflik, yaitu tahapan ketika konflik menimbulkan dampak terhadap kehidupan dan kinerja organisasi. Jika konflik
terkelola dengan baik, maka akan menimbulkan keuntungan, seperti tukar pikiran, ide dan menimbulkan kreativitas.
Tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dan melampaui batas, maka akan menimbulkan kerugian seperti saling
permusuhan.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan
tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain
sebagainya. Konflik adalah sesuatu yang wajar terjadi di masyarakat, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan
hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai
sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak
sempurna dapat menciptakan konflik. (Wikipedia Indonesia, 27 November 2006) Adapun factor – factor penyebab
konflik antara lain (1) perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan; (2) Perbedaan latar
belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula. seseorang sedikit banyak akan
terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya; (3) Perbedaan kepentingan antara individu
atau kelompok, diantaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial; dan (4) Perubahan-perubahan nilai
yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Di sekolah, konflik dapat terjadi dalam semua tingkatan, baik intrapersonal, interpersonal, intragrup, intergrup,
intraorganisasi, maupun interorganisasi. (1) Konflik intrapersonal, yaitu konflik internal yang terjadi dalam diri
seseorang. Konflik intrapersonal akan terjadi ketika individu harus memilih dua atau lebih tujuan yang saling
bertentangan, dan bimbang mana ynag harus dipili untuk dilakukan. Misalnya, konflik antara tugas sekolah dengan
acara pribadi. Konflik ini bias diibaratkan seperti makan buah simalakama, dimakan salah tidak dimakan juga salah,
dan kedua pilihan yang ada memiliki akibat yang seimbang. Konflik intrapersonal juga bisa disebabkan oleh
tuntutan tugas yang melebihi kemampuan. (2) Konflik interpersonal, yaitu konflik yang terjadi antar individu.
Konflik yang terjadi ketika adanya perbedaan tentang isu tertentu, tindakan dan tujuan dimana hasil bersama sangat
menentuan. Misalnya konflik antar tenaga kependidikan dalam memilih mata pelajaran unggulan daerah. (3) Konflik
intragrup, yaitu konflik anta angota dalam satu kelompok. Setiap kelompok dapat mengalami konflik substantif atau
efektif. Konflik substantif terjadi karena adanya latar belakang keahlian yang berbeda, ketika anggota dari suatu
komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama. Sedangkan konflik efektif terjadi karena
tangapan emosional terhadap suatu situasi tertentu. Contoh konflik intragrup, misalnya konflik yang terjadi pada
beberapa guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); (4) Konflik intergrup, yaitu konflik yang terjadi
antar kelompok. Konflik intergrup terjadi karena adanya saling ketergantungan, perbedaan prsepsi, perbedaan
tujuan, da meningkatkatnya tuntutan akan keahlian. Misalnya konflik antar kelompo guru kesenian dengan
kelompok guru matematika. Kelompok guru kesenian memandang bahwa untuk membelajarkan lagu tertentu dan
melatih pernafasan perlu disuarakan dengan keras, sementara kelompok guru matematika merasa terganggu, karena
para pesereta didiknya tidak konsentrasi belajar.; (5) Konflik intraorganisasi, yaitu konflik yang terjadi antar bagia
dalam suatu organisasi. Misalnya konflik antara bidang kurikulum dengan bidang kesiswaan. Konflik intraorganisasi
meliputi empat sub jenis : (a) Konflik vertikal, yang terjadi antara pimpinan dan bawahan yang tidak sependapat
tentang cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu. Misalnya konflik antara kepala sekolah dengan tenaga
kependidikan; (b) Konflik horizontal, yang terjadi antar karyawan atau departemen yang memiliki hierarkhi yang
sama dalam organisasi Misalnya antara tenaga kependidikan; (c) Konflik lini-staf, yang sering terjadi karena adanya
perbedaan persepsi tentang keterlibatan staf dalam proses pengambilan keputusan leh manajer lini. Misalnya konflik
antara kepalA sekolah dengan tenaga administrasi; (d) Konflik peran, yang terjadi karena seserang memiliki lebih
dari satu peran. Misalnya kepala sekolah menjabat sebagai ketua dewan pendidikan; (e) Konflik interorganisasi,
yang terjadi antar organisasi. Konflik inter organisasi terjadi karena mereka memiliki saling ketergantungan satu
sama lain, konflik terjadi bergantung pada tindakan suatu organisasi yang menyebabkan dampak negatif terhadap
organisasi lain. Misalnya konflik yang terjadi antara sekolah dengan salah satu organisasi masyarakat.

Metode penyelesaian konflik meliputi :

1. Dominasi atau supresi


Metode-metode dominasi dan supresi biasanya memilki dua macam persamaan, yaitu : (a) Mereka menekan
konflik, dan bahkan menyelesaikannya dengan jalan memaksakan konflik tersebut menghilang “di bawah tanah”;
(b) Mereka menimbulkan suatu situasi manang-kalah, di mana pihak yang kalah terpaksa mengalah kaena otoritas
lebih tinggi, atau pihak yang lebih besar kekuasaanya, dan mereka biasanya menjadi tidak puas, dan sikap
bermusuhan muncul.

Tindakan supresi dan dominasi dapat terjadi dengan macam-macam cara sebagai berikut :

a. Memaksa (Forcing)

Apabila orang yang berkuasa pada pokoknya menyatakan “Sudah, jangan banyak bicara, saya berkuasa di sini, dan
Saudara harus melaksanakan perintah saya”, maka semua argumen habis sudah. Supresi otokratis demikian memang
dapat menyebabkan timbulnya ekspresi-ekspresi konflik yang tidak langsung, tetapi destruktif seperti misalnya
ketaatan dengan sikap permusuhan (Malicious obedience) Gejala tersebut merupakan salah satu di antara banyak
macam bentuk konflik, yang dapat menyebar, apabila supresi (peneanan) konflik terus-menerusa diterapkan.

b. Membujuk (Smoothing)

Dalam kasus membujuk, yang merupakan sebuah cara untuk menekan (mensupresi) konflik dengan cara yang lebih
diplomatic, sang manager mencoba mengurangi luas dan pentingnya ketidaksetujuan yang ada, dan ia mencoba
secara sepihak membujuk phak lain, untuk mengkuti keinginannya. Apabila sang manager memilki lebih banyak
informasi dibandingkan dengan pihak lain tersebut, dan sarannya cukup masuk akal, maka metode tersebut dapat
bersifat efektif. Tetapi andaikata terdapat perasaan bahwa sang menejer menguntungkan pihak tertentu, atau tidak
memahami persoalan yang berlaku, maka pihak lain yang kalah akan menentangnya.

c. Menghindari (Avoidence)

Apabila kelompok-kelompok yang sedang bertengkar dating pada seorang manajer untuk meminta keputusannya,
tetapi ternyata bahwa sang manajer menolak untuk turut campur dalam persoalan tersebut, maka setiap pihak akan
mengalami perasaan tidak puas. Memang perlu diakui bahwa sikap pura-pura bahwa tidak ada konflik, merupakan
seuah bentuk tindakan menghindari. Bentuk lain adalah penolakan (refusal) untuk menghadapi konflik, dengan jalan
mengulur-ulur waktu, dan berulangkali menangguhkan tindakan, “sampai diperoleh lebih banyak informasi”

d. Keinginan Mayoritas (Majority Rule)

Upaya untuk menyelesaikan konflik kelompok melalui pemungutan suara, dimana suara terbanyak menang
(majority vote) dapat merupakan sebuah cara efektif, apabla para angota menganggap prosedur yang bersangkutan
sebagai prosedur yang “fair” Tetapi, apabila salah satu blok yang memberi suara terus-menerus mencapai
kemenangan, maka pihak yang kalah akan merasa diri lemah dan mereka akan mengalami frustrasi.

2. Kompromis

Melalui tindakan kompromi, para manajer mencoba menyelesaikan konflik dengan jalan menghimbau pihak yang
berkonflik untuk mengorbankan sasaran-sasaran tertentu, guna mencapai sasaran-sasaran lain. Keputusan-keputusan
yang dicapai melalui jalan kompromi, agaknya tidak akan menyebabkan pihak-pihak yangberkonflik untuk merasa
frustasi atau mengambil sikap bermusuhan. Tetapi, dipandang dari sudut pandanga organisatoris, kompromis
merupakan cara penyelesaian konflik yang lemah, karena biasanya tidak menyebabkan timbulnya suatu pemecahan,
yang paling baik membantu organisasi yang bersangkutan mencapai tujuan-tujuannya. Justru, pemecahan yang
dicapai adalah bahwa ke dua belah pihak yang berkonflik dapat “hidup” dengannya. Bentuk-bentuk kompromis
mencakup (a) Separasi (Separation), pihak yang berkonflik dipisahkan sampai mereka mencapai suatu pemecahan;
(b) Aritrasi (Arbitration), pihak-pihak yang berkonflik tunduk terhadap keputusan pihak keiga (yang biasanya tidak
lain dari pihak manejer mereka sendiri); (c) Mengambil keputusan berdasarkan factor kebetulan (Settling by
chance), keputusan tergantung misalnya dari uang logam yang dilempar ke atas, mentaati peratuan-peraturan yang
berlaku (resort to rules) , dimana para pihak yang bersaingan setuju untuk menyelesaikan konflik dengan
berpedoman pada peraturan-peraturan yang berlaku; (d) Menyogok (Bribing), Salah satu pihak menerima imbalan
tertentu untuk mengakhiri konflik terjadi.

3. Pemecahan problem integrative

Dengan metode ini konflik antar kelompok dialihkan menjadi sebuah situasi pemecahan masalah bersama, yang
dapat dipecahkan dengan bantuan teknik-teknik pemecahan masalah. Pihak-pihak yag berkonflik, bersama-sama
mencoba memecahkan problem yang timbul antara mereka. Justu mereka tidak menekan konflik ataupun mencoba
mencari suatu kompromis, tetapi mereka secara terbuka bersama-sama mencoba mencari sebuah pemecahan yang
dapat diterima oleh semua pihak. Ada tiga macam tipe metode penyelesaian konflik secara integrative yaitu metode
(a) Consensus (concencus); (b) Konfrontasi (Confrontation); dan (c) Penggunaan tujuan-tujuan superordinat
(Superordinate goals) (Winardi, 1994 : 84- 89)

Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah.
Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi sekarang
konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara
mengelolanya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal
development, silakan KLIK DISINI ).

Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer tidak hanya wajib menekan dan memecahkan
konflik yang terjadi, tetapi juga wajib untuk mengelola/memanaj konflik sehingga aspek-aspek yang membahayakan
dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin, dan aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal
mungkin.

Penyebab Konflik

Konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

A. Faktor Manusia

1. Ditimbulkan oleh atasan, terutama karena gaya kepemimpinannya.

2. Personil yang mempertahankan peraturan-peraturan secara kaku.

3. Timbul karena ciri-ciri kepriba-dian individual, antara lain sikap egoistis, temperamental, sikap fanatik, dan sikap
otoriter.
B. Faktor Organisasi

1. Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.

Apabila sumberdaya baik berupa uang, material, atau sarana lainnya terbatas atau dibatasi, maka dapat timbul
persaingan dalam penggunaannya. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar unit/departemen dalam suatu
organisasi.

2. Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.

Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi, tugas, dan bidangnya. Perbedaan ini sering
mengarah pada konflik minat antar unit tersebut. Misalnya, unit penjualan menginginkan harga yang relatif rendah
dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen, sementara unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan
tujuan untuk memajukan perusahaan.

3. Interdependensi tugas.

Konflik terjadi karena adanya saling ketergantungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kelompok
yang satu tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya.

4. Perbedaan nilai dan persepsi.

Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif, karena merasa mendapat perlakuan yang tidak “adil”.
Para manajer yang relatif muda memiliki presepsi bahwa mereka mendapat tugas-tugas yang cukup berat, rutin dan
rumit, sedangkan para manajer senior men¬dapat tugas yang ringan dan sederhana.

5. Kekaburan yurisdiksional. Konflik terjadi karena batas-batas aturan tidak jelas, yaitu adanya tanggung jawab yang
tumpang tindih.

6. Masalah “status”. Konflik dapat terjadi karena suatu unit/departemen mencoba memperbaiki dan meningkatkan
status, sedangkan unit/departemen yang lain menganggap sebagai sesuatu yang mengancam posisinya dalam status
hirarki organisasi.

7. Hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi, baik dalam perencanaan, pengawasan, koordinasi bahkan
kepemimpinan dapat menimbulkan konflik antar unit/ departemen. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi
yang bagus tentang management skills dan personal development, silakan KLIK DISINI ).
Akibat-akibat Konflik

Konflik dapat berakibat negatif maupun positif tergantung pada cara mengelola konflik tersebut.

Akibat negatif

• Menghambat komunikasi.

• Mengganggu kohesi (keeratan hubungan).

• Mengganggu kerjasama atau “team work”.

• Mengganggu proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi.

• Menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.

• Individu atau personil menga-lami tekanan (stress), mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir,
menarik diri, frustrasi, dan apatisme.

Akibat Positif dari konflik:

• Membuat organisasi tetap hidup dan harmonis.

• Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan.

• Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan per-baikan dalam sistem dan prosedur, mekanisme,
program, bahkan tujuan organisasi.

• Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif.

• Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.

Cara atau Taktik Mengatasi Konflik

Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat
diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik,
berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang
turut berusaha mengatasi konflik yang muncul.

Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:

Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik,
demi kepentingan bersama.
Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti
faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar
keadilan yang berlaku.

Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang
dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara
eksplisit.

Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses
pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling
percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua
pihak.

Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini
efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung
satu sama lain.

Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah; akan lebih efektif bila salah
satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat
dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak
hams mengalah dan menyerah secara terpaksa.

Intervensi (campur tangan) pihak ketiga:

Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak
ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.

Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang
mencari pemecahan mengikat. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap
lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.

Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. Mediator dapat
membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta
mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat
dan ciri perilaku mediator.
Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka
sendiri untuk menyelesaikan konflik. Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha
untuk menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku
kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi, sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok
sengketa.

Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik:

1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.

2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.

3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.

4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.

5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.

6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.

7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling
mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.

8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon.

SUKSES ITU PENTING

TETAPI MAKNA LEBIH BERMANFAAT

Banyak orang saat ini beranggapan bahwa hidup harus sukses. Tanpa kesuksesan sepertinya tidak ada artinya hidup.
Tanpa berpikir panjang lagi tentang arti kesuksesan, yang penting sukses. Saya harus SUKSES. Jadi hidup harus
sukses. Sukses adalah segala-galanya titik. Sukses sukses sukses.

Kata sukses begitu sering kita dengar. Kata yang sepertinya sangat nikmat dan sayang jika tidak diucapkan. Saya
sering melontarkan sebuah pertanyaan, ”apa yang menjadi cita-cita Anda?”. Jawabannya singkat dan cepat. Saya
ingin jadi orang sukses. Ketika ditanya lebih lanjut tentang arti kesuksesan jawaban rata-rata yang keluar sifatnya
lebih kepada materi. Ada juga jawaban seperti, membahagiakan orang tua, tapi lebih lanjut jika ditanya bagaimana
caranya membahagiakan orang tua. Jawaban yang keluar kembali lebih kepada materi.

Gambaran sukses dalam benak banyak orang sering diartikan kaya. Kaya berarti ia memiliki kemampuan untuk
mendapatkan fasilitas atau materi dengan lebih mudah dibandingkan kebanyakan orang pada umumnya. Contoh
sederhana ukuran umum yang dipakai untuk mengatakan seseorang kaya; ia memiliki rumah pribadi 5, atau
mempunyai mobil lebih dari 2 dan selalu berganti-ganti tiap tahun. Sementara untuk masyarakat umum untuk
memiliki 1 rumah dan satu mobil saja sulit apalagi 5 dan berganti-ganti.

Sukses juga sering dikaitkan dengan menjadi terkenal atau karena seseorang memiliki jabatan tertentu yang
mentereng (diingini banyak orang). Tidak heran Kata sukses menjadi barang dagangan dan komoditas kata yang
sangat menjual. Hal ini bisa dilihat dari fenomena banyak pelatihan dan seminar menggunakan kata sukses. Marilah
kita berhenti sejenak merenungkan arti sebuah kesuksesan. Apakah ada orang yang disekitar anda yang sukses?
Ukuran apa yang anda gunakan untuk mengatakan bahwa orang tersebut sukses? Apakah semua melulu diukur
dengan materi?

Dalam kamus kata sukses (success= bahasa inggris) berarti keberhasilan atau hasil yang lebih baik. Ada benarnya
bahwa sukses bila dikaitkan dengan materi berarti memiliki sesuatu yang lebih oke dari sebelumnya. Misalnya, dulu
belum punya rumah sekarang punya rumah 5 buah dan besar-besar pula. Banyak orang yang mengenal dan melihat
dari luar akan langsung berkata ”wah sekarang dia sudah sukses”.

Sukses dalam artian materi, memiliki lebih baik dari sebelumnya adalah tidak salah. Tapi sayangnya kecenderungan
orang dalam melihat kesuksesan dalam artian materi sering menjebak. Mengapa demikian? Kecenderungan jika
menggunakan ukuran materi sifatnya jangka pendek dan terkadang menghalalkan berbagai cara, serta menumpulkan
kepekaan sosial. Padahal cara-cara jangka pendek dan instan tidak memiliki daya yang tahan lama. Sebentar saja
karatan, keropos dan akhirnya menjadi bangkai. Sia-sia

Oleh karena itu penting sekali bagi seseorang untuk memikirkan ulang arti kesuksesan. Kesuksesan bukan sekedar
mendapatkan materi yang lebih baik dari sebelumnya melainkan kesuksesan adalah buah dari pertumbuhan kualitas
pribadi. Pertumbuhan kualitas pribadi yang semakin baik inilah yang akan menentukan kesuksesan seseorang dalam
jangka panjang, berdaya tahan dan berdampak sosial yang positif. Satu hal yang penting bahwa pertumbuhan
kualitas pribadi bersifat internal. Artinya sangat unik, sesuai dengan ciri khas masing-masing pribadi. Oleh karena
itu arti sebuah kesuksesan adalah personal. Tidak umum. Sukses bagi seseorang belum tentu sukses bagi orang lain.
Sebagai contoh, seorang merasa sukses jika mampu mendirikan perusahaan tapi bagi orang lainnya mungkin sukses
itu cukup dengan menjadi seorang profesional yang terpercaya. Jadi sekali lagi sukses itu personal, kesuksesan saya
berbeda dengan sukses anda.

Kita perlu mengevaluasi pertumbuhan kualitas pribadi kita. Pertumbuhan kualitas pribadi yang sehat inilah yang
akan menuntun seseorang untuk mencipta makna (yang berarti/bermanfaat dalam hidup). Mari bertanya, kualitas
pribadi apa yang sudah saya miliki? Dengan menjawab pertanyaan tersebut apakah anda merasa bermakna?
Semakin anda memiliki jawaban beserta bukti-bukti refleksi dalam hidup anda maka anda akan semakin merasa
bermakna tetapi sebaliknya jika semakin anda tidak mampu menjawabnya anda semakin merasa kurang bermakna
atau tidak merasa apa-apa.
Banyak contoh kesuksesan yang bisa dipelajari. Warrrent Buffet dan Bill Gates saat ini menjadi orang terkaya di
dunia. Tapi masing-masing memiliki kekhasan suksesnya. Warrent Buffet sukses karena kejeliannya dalam
berinvestasi. Bill Gates sukses dalam keahliannya dalam bidang software komputer. Kita juga punya contoh
kesuksesan yang tidak perlu kaya materi seperti mereka. Mahatma Gandhi, dia adalah orang yang sukses dengan
berhasil membebaskan India dari penjajahan Inggris. Mother Theresa, seorang yang sangat terkenal. Ia sukses
karena kepeduliannya kepada orang-orang miskin di Calcuta. Satu hal yang bisa dipelajari dari kesemua tokoh
sukses di atas dengan meihat sejarah hidupnya, kesuksesan tidak datang mendadak. Tidak ada yang instan. Mereka
Semua sadar betul bahwa kesuksesan mereka dibangun atas kualitas pribadi yang sehat dan merupakan hasil dari
sebuah proses yang panjang.

Pianis Hee Ah Lee, seorang yang cacat dari lahir hanya mempunyai 4 jari yang tidak sempurna dan kaki yang hanya
sampai ke lutut , ternyata ia mampu membuat kesuksesan. Mengapa? Karena ia telah membangun terlebih dahulu
kualitas pribadinya. Ia mandiri, mau belajar, tekun dan memiliki tujuan jelas yaitu memiliki keterampilan bermain
piano. Ia sukses saat ini. Ia percaya diri, cukup materi dan terkenal. Tapi kesuksesannya tidak berhenti di situ. Ia
dikatakan sukses karena berdampak sosial yang nyata bagi kehidupan orang lainnya. Ia menjadi inspirasi bagi
banyak orang lain, terlebih bagi orang cacat lainnya. Ia telah memberi makna bagi kehidupan. Ukuran kesuksesan
menjadi sederhana bukan? Kalau boleh saya simpulkan, kesuksesan adalah kemampuan kita memberi manfaat yang
lebih baik bagi kehidupan orang lainnya? (jika anda setuju). Jika tidak bukanlah kesuksesan sesungguhnya

Materi dan kehormatan akan datang dengan sendirinya. Materi dan kehormatan hanyalah sebuah hadiah tambahan
yang diberikan Cuma-Cuma oleh hidup atas pertumbuhan kualitas pribadi kita masing-masing. Bahkan kita boleh
membaginya. Bukan untuk dipegang sendiri.

Marilah kita mempertanyakan kembali arti kesuksesan, apakah sukses yang saya dan anda kejar adalah sukses yang
sesungguhnya? Sukses yang memiliki manfaat bagi orang lain. Langkah sederhana untuk memperoleh sukses yang
berdaya tahan dan jangka panjang dengan berjuang membangun pertumbuhan kualitas pribadi yang sehat dan
produktif. Langkah berikutnya menyadari bahwa kesuksesan kita khas dan unik, berbeda dengan kesuksesan orang
lain. Semoga kesuksesan itu membuat kita lebih menghargai diri dan dihargai oleh sekitar kita