Anda di halaman 1dari 7

Usaha kerajinan kayu bagi masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di daerah

pariwisata umumnya merupakan usaha yang telah lama di tekuni dan merupakan usaha turun
temurun dari generasi sebelumnya. Barang-barang kerajinan kayu tersebut banyak diminati
oleh wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia seperti topeng, hiasan dinding dan segala
pernak-pernik yang berbahan dasar kayu. Dan ternyata ada beberapa produk mainan yang
sudah diekspor ke manca negara, meskipun secara volume dan nilai ekspor belum dapat
bersaing dengan volume dan nilai ekspor komoditi andalan yang lainnya baik di sektor migas
maupun non migas. Pembahasan mengenai peluang perkembangan usaha kerajinan kayu
dapat juga dilakukan dengan melihat perkembangan produksi di suatu daerah, misalnya
dalam tulisan ini dari daerah Bali. Kecenderungan volume produksi yang meningkat
menunjukkan juga bahwa peluang usaha di sektor tersebut cukup baik. Sehingga diperlukan
sebuah tinjauan dan ekspektasi dalam membuka peluang bisnis di mancanegara.
Dalam pembahasan ini, saya meninjau 2 negara Asia Tenggara yakni Singapura dan
Filipina yang besar kemungkinan menjadi pasar potensial bagi peluang usaha tersebut.
1. Filipina

Bentuk Pemerintahan : Republik
Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Presiden
Ibu kota : Manila
a. Kenampakan Alam Utama
Filipina merupakan negara kepulauan. Jumlah
pulaunya kurang lebih 7.100 buah. Yang termasuk pulau besar
adalah Luzon dan Mindanao. Filipina banyak memiliki
gunung berapi yang masih aktif. Gunung tertinggi di pulau
Luzon adalah Gunung Mayon (2.421 m). Gunung tertinggi di
Filipina adalah gunung Apo (2.954 m) di pulau Mindanao.
Filipina dilalui oleh deretan Pegunungan Sirkum Pasifik.
Letak astronomis : 5
0
LU 21
0
LU dan 117
0
BT 126
0
BT
Luas Wilayah : 300.324 km
2

Iklim : Tropik, suhu rata-rata 25
0
C
Gunung Tertinggi : Gunung Apo
b. Keadaan Sosial
Suku terbesar di Filipina adalah suku Filipino (80%), Tionghoa (10%), Indo-Arya (5%),
bangsa Eropa dan Amerika (2%), Arab (1%) dan suku lainnya (2%). Suku Moro berdiam di
Mindanao Selatan dan beragama Islam. Tagalog merupakan bahasa nasional.

Suku Bangsa : Filipino, Tionghoa, Eropa, AS, Moro
Jumlah Penduduk : 85,2369 juta (tahun 2006)
Bahasa : Tagalog (resmi), Inggris, dan Spanyol
Agama : Katolik, Protestan, dan Islam.

c. Keadaan Ekonomi
Sebagian besar penduduk Filipina bermata pencaharian sebagai petani. Filipina
merupakan negara agraris. Hasil pertanian yang utama adalah padi dan kelapa. Hasil tambang
yang utama adalah kobalt, tembaga, dan emas.

Mata Uang : Peso
Hasil Pertanian : Rami, kopra, gula, beras, nanas
Hasil Tambang : Chromium, kobalt, tembaga, emas, nikel, sulfur, seng, besi
Hasil Industri: Bahan bangunan, elektronik, mebel, IT, alat pelayaran, motor, dan
komponennya.
Ekspor Utama: Elektronik, garmen, komponen listrik kendaraan bermotor,
kerajinan dan furniture, minyak, pisang, dan lain-lain.
Impor Utama : Elektronik, oli, mesin industri, kendaraan, baja, alumunium, dan
lain-lain.
Pendapatan Perkapita: US$ 1300 (2005)

d. Pemerintahan dan politik
Pemerintah Filipina mengikuti Pemerintah Amerika Serikat. Pemerintahan ditata
sebagai sebuah republik, di mana Presiden berfungsi sebagai kepala negara, kepala
pemerintahan dan Panglima Tertinggi angkatan bersenjata. Presiden dipilih dalam pemilu
untuk masa jabatan 6 tahun dan memilih dan mengepalai kabinet. Dewan Legislatif Filipina
mempunyai dua kamar Kongres terdiri dari Senat dan Dewan Perwakilan (anggota keduanya
dipilih oleh pemilu). Ada 24 senator yang menjabat selama 6 tahun di Senat, sedangkan
Dewan Perwakilan terdiri dari tidak lebih dari 250 anggota kongres yang melayani selama 3
tahun. Cabang yudikatif pemerintah dikepalai oleh Mahkamah Agung, yang memiliki
seorang Ketua Mahkamah Agung sebagai kepalanya dan 14 Hakim Agung, semuanya
ditunjuk oleh Presiden.
Filipina merupakan anggota aktif dari PBB sejak penerimaannya pada 24 Oktober
1945. Filipina juga merupakan negara pendiri ASEAN dan merupakan pemain aktif dalam
APEC, Uni Latin dan anggota dari Grup 24. Filipina juga merupakan sekutu Amerika Serikat,
tetapi juga merupakan anggota dari Gerakan Non-Blok.
Filipina bersengketa dengan Republik Cina (Taiwan), Republik Rakyat Cina,
Vietnam, dan Malaysia atas minyak dan gas alam di Kepulauan Spratly dan Scarborough
Shoa dan dengan Malaysia atas Sabah. Sultan Sulu yang menerima Sabah sebagai hadiah
pada 1703 setelah menolong Sultan Brunei mengalahkan pemberontak, telah memberikan
Pemerintah Filipina kuasa untuk mengklaim wilayahnya yang hilang. Sampai saat ini,
keluarga Sultan Sulu masih menerima pembayaran "sewa" untuk Sabah dari Pemerintah
Malaysia.
e. Transportasi
Infrastruktur transportasi di negara ini relatif
terbelakang karena daerah pegunungan dan geografi
tersebar dari pulau ke pulau serta kurangnya investasi
pemerintah di bidang infrastruktur. Pada tahun 2003,
hanya 3,6% dari PDB dialokasikan ke pembangunan
infrastruktur yang secara signifikan lebih rendah
dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.
Akibatnya, ada 203.025 kilometer (126.154 mil) jalan
di negeri ini, hanya sekitar 20% dari total beraspal. Bus, jeepney, taksi, dan becak bermotor
yang umumnya tersedia di kota-kota besar. Pada tahun 2007, ada sekitar 5.530.000 kendaraan
bermotor terdaftar dengan pendaftaran meningkat pada tingkat tahunan rata-rata 4,55%.
Layanan kereta api yang disediakan oleh tiga jaringan kereta api utama yang melayani
berbagai wilayah Metro Manila dan bagian dari Luzon: Manila Light Rail Transit System
(LRT), Manila Metro Rail Transit System (MRT), dan Perkeretaapian Nasional Filipina
(PNR).
Sebagai negara kepulauan, wisata antar pulau melalui perahu sangat diperlukan.
Pelabuhan tersibuk adalah Manila, Cebu, Iloilo, Davao, Cagayan de Oro dan Zamboanga.
Kapal penumpang dan kapal laut lainnya seperti yang dioperasikan oleh Superferry, Negros
Navigasi, dan Sulpicio Line melayani dari Manila, dengan link ke berbagai kota dan daerah.
Ada 85 bandara umum di negara itu dan sekitar 111 lagi yang pribadi. The Ninoy Aquino
International Airport (NAIA) adalah bandara internasional utama. Bandara penting lainnya
termasuk Bandar Udara Clark International, Bandara Internasional Mactan-Cebu, Bandara
Internasional Francisco Bangoy dan Bandara Internasional Zamboanga. Philippine Airlines,
maskapai penerbangan komersial tertua di Asia masih beroperasi di bawah nama aslinya,
dan Cebu Pasifik, maskapai penerbangan bertarif rendah terkemuka, adalah maskapai besar
melayani sebagian tujuan domestik dan internasional.
2. Singapura

Bentuk Pemerintahan : Republik
Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu kota : Singapura
a. Kenampakan Alam Utama
Singapura adalah negara kepulauan dengan luas
697.1 km
2
. Luasnya hampir sama dengan kota Jakarta (664
km
2
). Singapura berpenduduk sangat padat. Untuk memperluas wilayah, pemerintah
Singapura melakukan pengurukan pantai dengan pasir. Singapura memiliki beberapa pulau-
pulau kecil yang lain seperti Pulau Tekong, Pulau Ubin dan Pulau Sentosa. Lokasi tertinggi di
Singapura berada di Bukit Timah dengan ketinggian 164 m. Singapura terhubung dengan
Malaysia di kota Johor dengan jembatan di Woodlands.
Letak astronomis : 1
0
15 LU 1
0
26 LU dan 103
0
BT 104
0
BT
Luas Wilayah : 697.1 km
2

Iklim : Tropik, suhu rata-rata 25
0
C
Gunung Tertinggi : Bukit Timah
b. Keadaan Sosial
Singapura merupakan salah satu negara yang
paling padat di dunia. Lahan untuk pemukiman sudah
sangat sempit. Delapan puluh lima persen (85%)
penduduk Singapura tinggal di rumah susun
(apartemen). Mayoritas penduduk Singapura adalah
suku Cina (76,8%). Sementara penduduk aslinya adalah
Melayu. Lainnya adalah India (7,9%). Bahasa-bahasa
yang digunakan adalah Inggris, Melayu, Cina
(Mandarin), dan Tamil. Bahasa Melayu juga merupakan
bahasa kebangsaan tetapi lebih bersifat simbolis. Digunakan untuk menyanyikan lagu
kebangsaan. Penggunaan bahasa kebangsaan hanya terbatas kepada kaum Melayu saja.
Hanya sedikit etnis Cina dan India yang fasih dalam bahasa Melayu.
Suku Bangsa : Cina, Melayu, India, Pakistan
Jumlah Penduduk : 4,198 juta (tahun 2004)
Bahasa : Inggris (resmi), Melayu, Cina, Tamil
Agama : Buddha, Kristen, Islam, Tao, dan Hindu
c. Keadaan Ekonomi

Singapura merupakan negara yang penduduknya
berpenghasilan tinggi yaitu US$ 24.740 (tahun 2004). Ekspor
hasil industri, jasa keuangan, dan perdagangan merupakan
sumber pendapatan yang utama Singapura. Singapura bukan
negara agraris dan tidak memiliki hasil tambang yang berarti.
Mata Uang : Dollar Singapura (S $)
Hasil Pertanian : Buah-buahan, anggrek
Hasil Tambang : Singapura tidak memiliki hasil tambang yang berarti.
Hasil Industri : Elektronik, kimia, keuangan, dan perbankan, perumahan,
pariwisata, perdagangan.
Ekspor Utama : Minyak, mesin industri, radio, televisi dan komponennya,
komponen elektronik, pakaian , minuman ringan dan rokok.
Impor Utama : Minyak mentah, baja dan alumunium, mesin industri, generator
listrik dan komponen elektronik.
Pendapatan Perkapita : US$ 24.740 (2004).

d. Pemerintahan dan politik
Singapura adalah sebuah republik parlementer dengan sistem pemerintahan
parlementer unikameral. Konstitusi Singapura menetapkan demokrasi perwakilan sebagai
sistem politik negara ini. Partai Aksi Rakyat (PAP) mendominasi proses politik dan telah
memenangkan kekuasaan atas Parlemen di setiap pemilihan sejak menjadi pemerintahan
sendiri tahun 1959. Tampuk kekuasaan eksekutif dipegang oleh kabinet yang dipimpin oleh
perdana menteri. Presiden Singapura, secara historis merupakan jabatan seremonial,
diberikan hak veto tahun 1991 untuk beberapa keputusan kunci seperti pemakaian cadangan
nasional dan penunjukan jabatan yudisial. Meski jabatan ini dipilih melalui pemilu rakyat,
hanya pemilu 1993 yang pernah diselenggarakan sampai saat ini.
Singapura memiliki hukum dan penalti yang meliputi hukuman korporal yudisial
dalam bentuk pencambukan untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, kekerasan, kerusuhan,
penggunaan obat-obatan terlarang, vandalisme properti dan sejumlah pelanggaran imigrasi.
Singapura juga memiliki hukuman mati wajib untuk pembunuhan tingkat pertama,
penyelundupan obat-obatan terlarang, dan pelanggaran senjata api. Sebuah survei oleh
Political and Economic Risk Consultancy (PERC) mengenai eksekutif bisnis ekspatriat bulan
September 2008 menemukan bahwa orang-orang yang disurvei menganggap Hong Kong dan
Singapura memiliki sistem yudisial terbaik di Asia, dengan Indonesia dan Vietnam yang
terburuk. Sistem yudisial Hong Kong diberi skor 1.45 dalam skala (0 untuk terbaik dan 10
untuk terburuk), Singapura dengan skor 1.92, diikuti Jepang (3.50), Korea Selatan (4.62),
Taiwan (4.93), Filipina (6.10), Malaysia (6.47), India (6.50), Thailand (7.00), China (7.25),
Vietnam (8.10) dan Indonesia (8.26).

e. Transportasi
Singapura merupakan sebuah hub transportasi
internasional di Asia karena letaknya di berbagai rute
perdagangan laut dan udara. Sebuah kereta C751B di
Stasiun MRT Eunos pada sistem Mass Rapid Transit
(MRT), satu dari tiga jalur angkutan kereta penumpang di
Singapura. Pelabuhan Singapura, dikelola oleh operator
pelabuhan PSA International dan Jurong Port, adalah
pelabuhan tersibuk kedua di dunia pada 2005 menurut tonase pengapalan yang ditangani,
yaitu sebesar 1,15 milyar ton kasar, dan menurut lalu lintas kontainer, yaitu sebanyak
23,2 juta satuan dua puluh kaki (TEU). Pelabuhan Singapura juga merupakan yang tersibuk
kedua di dunia menurut tonase kargo, setelah Shanghai dengan 423 juta ton. Selain itu,
Singapura merupakan pelabuhan tersibuk pertama di dunia menurut lalu lintas lintas
pengapalan dan pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia. Singapura adalah hub
penerbangan untuk kawasan Asia Tenggara dan perhentian untuk rute Kangguru antara
Australasia dan Eropa. Bandar Udara Changi Singapura memiliki jaringan seluas 80
maskapai penerbangan yang menghubungkan Singapura ke 200 kota di 68 negara. Bandara
ini telah dimasukkan sebagai salah satu bandara internasional terbaik oleh berbagai majalah
perjalanan internasional, termasuk sebagai bandara terbaik di dunia untuk pertama kalinya
oleh Skytrax pada tahun 2006.
Bandar Udara Changi saat ini memiliki tiga terminal penumpang. Terdapat juga
sebuah terminal bertarif rendah, yang melayani maskapai bertarif rendah Tiger Airways dan
Cebu Pacific. Maskapai penerbangan nasionalnya ialah Singapore Airlines (SIA), maskapai
yang paling banyak mendapatkan penghargaan di dunia. Bandar Udara Changi Singapura
diswastanisasikan pada tahun 2009 dan saat ini dimiliki sepenuhnya oleh Changi Airport
Group. Infrastruktur transportasi lokal meliputi sebuah sistem transportasi darat di seluruh
pulau yang terdiri dari serangkaian jalan ekspres. Sistem jalan umum dilayani oleh angkutan
bus resmi dan berbagai perusahaan taksi berizin. Angkutan bus umum telah menjadi topik
kritik oleh sejumlah warga Singapura, kebanyakan di antaranya memanfaatkan sistem ini
untuk perjalanan komuter sehari-hari. Sejak 1987, sistem metro kereta penumpang Mass
Rapid Transit (MRT) telah dioperasikan. Sistem MRT semakin dilengkapi oleh sistem kereta
ringan Light Rail Transit (LRT), dan meningkatkan keteraksesan ke kawasan permukiman.
Didirikan tahun 2001, sistem EZ-Link memungkinkan kartu pintar digunakan sebagai tiket
alternatif yang digunakan pada sistem angkutan umum di Singapura.

Analisis
Berdasarkan data yang dihimpun, kita dapat meninjau sebuah ekspektasi dari sebuah ekspansi
bisnis kerajinan kayu bali di kedua negara tersebut. Beberapa poin yang bisa kita ambil
diantaranya:
Berdasarkan kenampakan alam dari kedua negara tersebut, Filipina memiliki wilayah
yang luas dan berkepulauan dibandingkan Singapura yang luasnya hampir sama
dengan kota Jakarta dan tidak berkepulauan. Hal ini sangat penting dikarenakan,
dengan mengetahui kondisi alam dan geografis dari suatu negara, kita sebagai
investor dapat merancang suatu konsep perdagangan yang ekonomis dan efisien
terutama dalam pendistribusian barang.
Singapura memiliki penduduk yang majemuk karena terdiri dari beberapa etnis, suku
dan agama. Di dalam kegiatan sehari-hari, penduduk Singapura memakai Bahasa
Inggris dan merupakan bahasa resmi dari negara tersebut. Sedangkan di Filipina,
penduduknya cenderung homogen. Mengingat suku Filipino merupakan mayoritas
dari penduduk Filipina (sekitar 80% dari jumlah penduduk). Selain itu, bahasa yang
digunakan rakyat Filipina sehari-hari ialah Bahasa Tagalog. Dengan demikian, ketika
kita membuka cabang kantor usaha di negara yang bersangkutan, tidak ada salahnya
untuk merekrut pegawai dari negara tersebut. Ini sebagai bentuk bauran usaha yang
nantinya diharapkan mendapat antusias dari masyarakat sekitar. Untuk kendala
bahasa, sebagai investor mancanegara, sepatutnya harus menguasai Bahasa Inggris
(yang notabene merupakan bahasa internasional) untuk memperlancar komunikasi.
Namun, untuk kendala bahasa di Filipina, sewajarnya kita mempelajari pula Bahasa
Tagalog, sebagai bentuk adaptasi, jika nantinya akan berekspansi ke negara tersebut.
Namun, saat ini Filipina telah menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua
mereka dalam memperlancar komunikasi internasional di era globalisasi ini, sehingga
tidak menjadi masalah pula bagi investor asing yang akan berinvestasi.

Anda mungkin juga menyukai