Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar

1.Segi Penyelenggaraan
Pelabuhan Makassar terletak di kawasan timur Indonesia, meski secara geografis masih berada
di bagian tengah kepulauan Indonesia (Pulau Sulawesi). Pelabuhan Makassar berlokasi di tepi
perairan Selat Makassar yang merupakan perairan dalam dan telah ditetapkan sebagai Alur Laut
Kepulauan Indonesia. Letaknya yang strategis kawasan ini dan didukung oleh sumber daya alam serta
sumbe daya manusia yang terampil memungkinkan kawasan ini tumbuh berkembang setara dengan
propinsi-propinsi lain di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi propinsi Sulawesi Selatan cukup stabil
dengan rata-rata di atas 7 % dan diikuti pula dengan pertumbuhan angkutan barang dan penumpang
pelabuhan Makassar dalam lima (5) tahun terakhir yang secara signifikan tumbuh di atas 10 %. Hal ini
enunjukkan tingkat perkembangan wilayah yang sangat kondusif. Namun di sisi lain nilai PDRB pe
kapita penduduk masih rendah bila dibandingkan propinsi lain, hal ini disebabkan karena sebagian
besar penduduk masih bergantung pada kegiatan utama pertanian yang mengambil porsi 30%.
Rencana Induk Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia 2025 elah menetapkan
kerangka kebijakan koridor ekonomi wilayah yang mengarahkan Sulawesi sebagai pusat produksi dan
pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan nikel nasional dan perlunya
dukungan infrastruktur transportasi, termasuk pelabuhan dan jalan raya serta kereta api. Pada saat
ini Pelabuhan Makassar telah memiliki Rencana Induk Pelabuhan yakni berdasarkan Keputusan
Menteri Perhubungan Nomor KM 2 Tahun 2004 tentang Rencana Induk Pelabuhan Makassar tanggal
23 Januari 2004 dimana tertuang perihal tahapan pengembangan yakni Tahap I 2007 – 2015 dan
Tahap II 2015 – 2025 dengan kebutuhan area lahan daratan seluas 301,29 Ha (lahan daratan eksisting
199,29 Ha dan lahan daratan pengembangan seluas 182 Ha) dan areal perairan seluas 42,718 Ha
(perairan untuk kegiatan pelayanan jasa kepelabuhanan seluas 2,978 Ha dan areal untuk
keselamatan pelayaran seluas 39,740 Ha) untuk menyelenggarakan kegiatan kepelabuhanan pada
Pelabuhan Makassar yang meliputi pelayanan jasa kepelabuhanan, pelaksanaan kegiatan
pemerintahan dan kegiatan ekonomi lainnya serta pengembangannya. Realisasi arus barang dan
kunjungan kapal Pelabuhan Makassar yang ada (khususnya peti kemas) saat ini ternyata sudah cukup
jauh melampaui prediksi menurut Rencana Induk Pelabuhan yang ada (2004). Realisasi arus barang
petikemas sudah mencapai 529 ribu TEU’s pada tahun 2012, sedangkan menurut prediksi rencana
induk pelabuhan 2004 jumlah petikemas baru mencapai 383.373 TEU’s pada tahun 2012, dan
507.000 TEU’s diproyeksikan baru akan terjadi setelah tahun 2015.
Rencana Induk Pelabuhan seyogyanya disusun lebih fokus kepada kebutuhan pengembangan terkait
dengan kegiatan kepelabuhanan, dan tidak tumpang tindih dengan program pengembangan dari
pemerintah daerah,seperti adanya pengembangan area bisnis berupa reklamasi yang sebaiknya tidak
dimasukkan dalam program rencana induk pelabuhan. Pada saat ini sudah ada program
pengembangan di sekitar wilayah pelabuhan yang telah dilaksanakan maupun dalam perencanaan
oleh Pemerintah Daerah yang sangat mempengaruhi kegiatan pelabuhan ke depa
(seperpengembangan reklamasi di sekitar Tanjung Bunga, dan rencana pada wilayah lainnya).
Dengan demikian perlu dilakukan review atas rencana induk pelabuhan yang sudah ada (2004) agar
dapat melakukan penataan rencana tahapan dan luasan area pengembangan yang lebih sesuai
kebutuhan, dan jika perlu agar disusun program pengembangan pelabuhan Makassar dengan
meliputi pelabuhan-pelabuhan lain di sekitarnya sebagai bagian dari greater port of Makassar

2.Pengusahaannya Dengan Atau Tanpa Bongkar Muat
Lapangan Pengumpulan Barang
Pangkalan Soekarno memiliki lapangan penumpukan seluas 5,64 Ha dengan fungsi untuk
menampung barang umum (kendaraan, alat berat, peti kemas dll) dengan rincian seperti terlihat
pada Tabel 2.2.

Gudang
Pangkalan Soekarno memiliki gudang sebagai tempat penyimpanan barang dengan total seluas
23.800 m2 yang terdiri dari gudang umum, CFS (Container Freigh Station) dan gudang api. Informasi
gudang di Pangkalan Soekarno seperti terlihat pada Tabel 2.3.


Tabel 2.2 Lapangan Penumpukan di Pangkalan Soekarno


No Lapangan Luas
Kapasitas
(ton/m²)
Tahun Kondisi (%)
1 Ex Gudang 100 1.254 752 - 60
2. 101 1.213 728 1990 50
3. 102 1.930 1.158 1991 60
4. 103 3.374 2.024 1984 60
5. 104 1.017 610 1992 60
6. 105 1.216 730 1992 60
7. 106 925 555 1992 60
8. Ex Container Yard 21.937 13.162 1985 & 1992 60
9. Ex Empty Container 3.347 2.008 1991 80
10. Ex Kaporlap 8.001 4.801 1995 80
11. Ex Pusri 8.417 5.050 - -
12. Ex Gudang Imco 2.800 1.680 - -


Tabel 2.3 Gudang di Pangkalan Soekarno

No Gudang Luas
Kapasitas
(ton/m²)
Tahun Kondisi (%)
1 101 3.800 2.280 1990 75
2. 102 3.800 2.280 1989 75
3. 103 4.000 2.400 1985 70
4. 104 3.800 2.280 1991 75
5. 105 3.800 2.280 1992 75
6. CFS 4.000 2.400 1994 90
7. Gudang Api 600 360 1980 60

Kondisi Peralatan Pangkalan Soekarno
Beberapa jenis peralatan yang ada di Pangkalan Soekarno yang berfungsi untuk memberikan
pelayanan barang
dan meningkatkan kinerja pelabuhan seperti terlihat pada Tabel 2.4 berikut:
Tabel 2.4 Peralatan Bongkar Muat di Pangkalan Soekarno
PERALATAN PANGKALAN SOEKARNO
NAMA ALAT QTY MEREK CAP TAHUN KONDISI
MOBILE CRANE 1 UNIT IHI 40 TON 1984 65%
MOBILE CRANE 1 UNIT IHI 35 TON 1984 65%
MOBILE CRANE 1 UNIT IHI 25 TON 1984 65%
REACH STACKER 2 UNIT KALMAR 40 TON 2011 100%
REACH STACKER *) 1 UNIT KALMAR 40 TON 2012 100%
FORKLIFT 1 UNIT TCM 7 TON 2009 95%
FORKLIFT BAT 1 UNIT KOMATSU 2 TON 1999 65%
HEAD TRUCK 1 UNIT HINO 40 TON 2010 95%
CHASSIS 1 UNIT - 40' 2010 95%
CHASSIS **) 2 UNIT PATRIA 20' 1992 65%


3.Fungsi Perdagangannya
Data arus bongkar/muat barang di Pelabuhan Makassar) pada tahun 2002 ‐ 2012, menunjukkan
pertumbuhan positif signifikan yang terjadi setiap tahunnya khususnya petikemas yang mencapai
7.173.266 ton (455.964TEU’s) pada tahun 2011. Sementara Barang dalam bentuk kemasan lainnya
berkembang fluktuatif.
Tabel 2.11 Lalu Lintas Arus Barang Pelabuhan Makassar Tahun 2002 – 2012
No. Jenis Kemasan Satuan 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
2012
sd trw II
1 General Cargo T/M3 483.988 564.392 145.439 101.498 88.538 82.935 71.099 65.044 126.637 1.216.634 816099
2 Bag Cargo T/M3 1.372.686 1.291.336 1.345.953 1.372.531 1.443.437 1.341.066 1.287.304 1.216.288 1.176.024 1.430.265 509366
3 Curah Cair T/M3 1.653.481 1.480.997 1.678.645 2.057.641 1.857.291 1.599.840 1.843.281 2.438.152 2.954.828 1.592.477 35324
4 Curah Kering T/M3 782.650 1.235.326 1.789.252 1.973.294 2.178.446 2.023.925 1.496.816 1.603.265 1.615.256 2.006.372 1438892
5 Petikemas T/M3 2.369.213 2.940.535 3.036.786 3.112.201 3.303.012 3.929.704 4.112.148 5.946.732 6.958.037 7.173.266 4026028
6 Lain-lain T/M3 760.754 765.888 968.800 1.065.637 866.347 887.047 1.336.716 1.014.919 1.544.183 729.451 42271
TOTAL T/M3 7.422.772 8.278.474 8.964.875 9.682.802 9.737.071 9.864.517 10.147.364 12.284.400 14.374.965 14.148.465 6.867.980
Pertumbuhan % 11,50% 8,30% 8,00% 0,60% 1,30% 2,90% 21,10% 17,00% -1,60%



4.Segi Penggunaanya




Tabel 2.18 Kondisi Pelayanan Barang di Terminal Peti Kemas Makassar 2007-2011

NO URAIAN SAT
TAHUN
2007 2008 2009 2010 2011
a Pelayaran Luar negeri
1. Kapal General Cargo
2. Kapal Bag Cargo
3. Curah Kering
4. Curah Cair
5. Kapal Peti Kemas :
a. Terminal Peti kemas
T/G/J
T/G/J
T/G/J
T/G/J
B/C/J

14.84 16.23 15.98 18.92 22.00
33.10 18.72 21.14 20.75 23.00
94.71 58.90 79.08 78.33 83.71
17.84 0.00 0.00 0.00 0.00

- - 24.00 24.00 24.00
b
b. Terminal Konvensional
Pelayaran Dalam negeri
1. Kapal General Cargo
2. Kapal Bag Cargo
3. Curah Kering
4. Curah Cair
5. Kapal Peti Kemas :
a. Terminal Peti kemas
b. Terminal Konvensional
B/C/J
T/G/J
T/G/J
T/G/J
T/G/J
B/C/J
B/C/J
- - 12.00 12.00 12.00

25.90 22.65 22.18 24.11 22.51
19.57 19.87 29.88 27.32 22.96
124.34 90.23 96.95 94.19 92.92
42.37 16.08 4.57 24.98 0.00

25.00 25.00 24.00 25.00 27.00
12.00 12.00 12.00 12.00 12.00
c Menurut Jenis Pelayaran
1. Samudera
2. Nusantara
T/KPL/HR
T/KPL/HR

1,946.37 1,324.44 1,687.99 2,032.01 2,400.36
905.71 450.90 428.13 495.39 711.61

Identifikasi Permasalahan yang ada di Pelabuhan Makassar

Terdapat beberapa permasalahaan yang ada di Pelabuhan Makassar yakni :
Back Up area pelabuhan sudah sangat terbatas untuk pengembangan, sehingga membutuhkan lahan
baru untuk
mengatasi kebutuhan area penumpukan barang (penumpukan peti kemas, dan area parkir
kendaraan Roro).Diperkirakan lahan peti kemas sudah tidak dapat menampung pertumbuhan lagi pada
tahun 2017 (melebihi kapasitas yang ada saat ini) Keterbatasan lahan pengembangan pelabuhan
terutama untuk pengembangan terminal petikemas dan kurangnya ketersediaan lapangan parkir
kendaraa dari kapal-kapal Ro-ro. Barang berupa kendaraan bermotor(Mobil) banyak parkir memenuhi
area badan jalan sekitar gudang. Pada Gambar 2.25 mempelihatkan kondisi
tersebut.


5. Letak Geografis


Posisi titik koordinat Pelabuhan Makassar berada di tengah bentangan Nusantara pada posisi 05: 08’
08” BT dan 119: 24’ 02” LS. Kondisi pantai di sekitar pelabuhan pada umumnya landai, dasar laut terdiri
dari lumpur dan pasir. Alur pelayaran sepanjang 25 mil (Bouy terluar) dengan lebar ± 1 mil, kedalaman
rata-rata -16 m. Pintu masuk (acces channel) lebar ± 200 m dengan panjang 2 mil, kedalaman rata-rata -
10 s/d -14 m. kelengkapan keselamatan bernavigasi dapat dilihat pada peta laut Indonesia No.139 dan
No.176 dan buku tabel lampu suar DSI (Daftar Suar Indonesia).