Anda di halaman 1dari 9

1

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA


BERBASIS LAGU DAN ANIMASI
PADA POKOK BAHASAN SIFAT ZAT DAN PEMISAHAN CAMPURAN
UNTUK SISWA SMP KELAS VII

Gilang Narastiti
(1)
, Kadim Masjkur dan Purbo Suwasono
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang
Jalan Semarang 5, Malang 65145 Telp. (0341) 551-312
(1)
email: me_capein@yahoo.com

ABSTRAK: Penggunaan kerja otak secara maksimal pada mata pelajaran fisika
seringkali diabaikan. Akibatnya konsentrasi siswa menurun, cepat merasa jenuh
dan motivasi belajar rendah. Salah satu cara yang dapat menyeimbangkan kerja
otak yaitu memasukkan konsep fisika ke dalam iringan musik yang nantinya
disebut dengan lagu. Agar hasil lebih optimal, lagu tersebut juga disertai dengan
animasi. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media
pembelajaran fisika berbasis lagu dan animasi untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa serta menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri. Metode yang
digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu model pengembangan Borg
and Gall yang hanya diambil hingga langkah kelima yaitu revisi produk.
Pengambilan data uji coba terbatas media pembelajaran dilakukan menggunakan
instrumen berupa angket kepada ahli media, ahli materi, dan pengguna (siswa).
Berdasarkan hasil analisis data uji coba terbatas diketahui tingkat kelayakan
media pembelajaran yang dikembangkan menurut ahli media sebesar 81,2%,
menurut ahli materi sebesar 89%, dan pengguna (siswa) sebesar 85,8%. Media
pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria layak dan secara
keseluruhan dinyatakan baik serta dapat digunakan dalam pembelajaran.

Kata Kunci: media, fisika, lagu, animasi

Sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa pembela-
jaran merupakan proses untuk mencapai KD yang harus dilakukan secara interak-
tif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpar-
tisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Untuk itu dalam KTSP
menekankan proses pembelajaran yang berbasis PAIKEM.
Pada pelaksanaannya, proses pembelajaran fisika yang menarik dan me-
nyenangkan masih jarang ditemui. Terbukti dengan minimnya minat belajar fisi-
ka. Pada proses pembelajaran dari hasil pengamatan peneliti, siswa cenderung
pasif dalam menerima pelajaran dari guru. Rasa ingin tahu dan rasa tertarik siswa
terhadap materi yang disampaikan kurang (Sutrisno, 2012:11).
2

Selain minimnya ketertarikan siswa pada mata pelajaran fisika, keaktifan
siswa di dalam kelas juga masih kurang. Hal ini terbukti ketika dilakukan obser-
vasi awal pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang, saat guru menjelaskan ma-
teri, beberapa siswa tampak melamun. Permasalahan pembelajaran fisika tidak
hanya terjadi di Kota Malang. Widyatmoko (2012:39) juga menyatakan bahwa
mata pelajaran fisika di SMP 30 Semarang, masih dianggap sulit oleh siswa, ba-
nyak memerlukan hafalan rumus-rumus, dan menjemukan. Subali (2012:26) da-
lam penelitiannya juga menyatakan beberapa faktor atau permasalahan yang me-
nyebabkan siswa sulit memahami materi ajar diantaranya sulit konsentrasi, mudah
lupa, merasa bosan, tidak kreatif, suasana belajar tidak menyenangkan, dan mera-
sa stres.
Jika dikaji lebih dalam lagi, salah satu penyebab munculnya permasalahan
di atas adalah karena dikesampingkannya keseimbangan kerja otak kanan dan
otak kiri. Simatupang (2007:77) menyatakan bahwa dalam proses belajar menga-
jar, siswa hanya menggunakan otak kiri, akibatnya menimbulkan perasaan jenuh
dan mudah mengantuk. Dengan mengetahui penyebab tidak diseimbangkannya
kerja otak, Hashemi (2011;12) berpendapat : There are important functional
differences between the two sides of the brain, and those differences are relevant
to music in many ways.
Dengan mempertimbangkan kegunaan musik dalam pembelajaran, maka
alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yaitu dengan me-
ngembangkan musik menjadi lagu pembelajaran fisika.
Menurut Schellenberg dalam Subali (2012:27), penggunaan musik dalam
dunia pendidikan memiliki kaitan erat dalam perkembangan IQ dan prestasi aka-
demis siswa. Penggunaan media pembelajaran berupa lagu pada pelajaran fisika
masih jarang digunakan. Padahal dengan menggunakan iringan lagu, siswa dapat
mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Pertama sis-
wa dapat memahami konsep fisika yang tertuang di dalam lirik lagu. Kedua siswa
dapat menyegarkan otak lewat suara alunan musik pada lagu. Hal ini akan menim-
bulkan hasil belajar yang optimal, khususnya pada tingkat berfikir C2 (pemaha-
man).
3

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP kelas VII, pada materi
Sifat Zat, siswa masih belum bisa membedakan sifat fisika dan sifat kimia benda.
Siswa mengaku sulit untuk menghafalkan contoh-contoh sifat fisika dan sifat ki-
mia benda. Pada materi Pemisahan Campuran, sumber belajar yang digunakan gu-
ru hanya berupa buku teks dan hanya menggunakan media berupa papan tulis.
Media yang berupa animasi atau video percobaan masih sulit diperoleh. Oleh ka-
rena itu, pada materi Sifat Zat, peneliti mengembangkan media berupa lagu agar
membantu siswa untuk menghafal materi. Pada materi Pemisahan Campuran, pe-
neliti mengembangkan media berupa animasi dan video percobaan guna memban-
tu siswa untuk memperoleh gambaran proses berlangsungnya pemisahan suatu
campuran.
Guna mengantisipasi perbedaan tipe belajar anak, maka lagu fisika itu tadi
ditambahkan dengan visualisasi lirik ke dalam animasi. Siswa yang tergolong
auditori dapat belajar maksimal dengan lagunya, siswa yang tergolong visual da-
pat belajar melalui animasinya, sedangkan siswa yang tergolong kinestetik dapat
belajar melalui percobaan. Atas latar belakang itulah penulis mengembangkan
produk yang media pembelajaran fisika yang berbasis lagu dan animasi.
Adapun tujuan penelitian pengembangan media pembelajaran ini adalah
mengembangkan media pembelajarn fisika berbasis lagu dan animasi serta men-
deskripsikan tingkat kelayakan produk berbasis lagu dan animasi pokok bahasan
sifat zat dan pemisahan campuran untuk siswa SMP Kelas VII.

METODE
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
pengembangan (Research and Development), yaitu langkah-langkah untuk me-
ngembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada
dan dapat dipertanggungjawabkan. Desain penelitian ini memodifikasi dari sepu-
luh langkah penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall
(1983:571). Dari kesepuluh langkah yang dikembangkan oleh Brog dan Gall,
hanya 5 langkah yang diadaptasikan dalam penelitian ini, yaitu langkah pertama
sampai langkah ke lima, kemudian dikelompokkan menjadi tiga langkah pokok
yang telah dimodifikasi, yaitu (1) Studi Pendahuluan, (2) Pengembangan Produk,
dan (3) Uji Coba Produk. Lebih lengkapnya disajikan dalam bagan berikut.
4





























Gambar 1. Bagan Prosedur Pengembangan Media Berbassis Lagu dan Animasi

Uji coba produk pada penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu uji
perseorangan dan uji kelompok kecil. Uji perseorangan yang dimaksud dalam pe-
nelitian ini adalah validasi produk. Sedangkan uji kelompok kecil yang dimaksud
dalam penelitian ini adalah uji coba terbatas.
Identifikasi SK dan KD
STUDI KEPUSTAKAAN
STUDI LAPANGAN
Analisis Kebutuhan Guru
Analisis Kebutuhan Siswa
Pembuatan intonasi musik
Recording
Pembuatan lirik lagu
Mixing musik dan vokal
Pembuatan animasi dan penggabungan dengan
lagu
PENGEMBANGAN
PRODUK
STUDI
PENDAHULUAN
UJI COBA PRODUK
Validasi Produk
(Validasi ahli media dan ahli materi)
Uji Coba Terbatas
Produk Akhir
Valid

Tidak valid

Revisi
Layak

Tidak layak

Revisi
5

Subjek coba pada uji perseorangan terdiri dari 3 validator yaitu 1 orang
validator ahli media dan 2 orang validator ahli materi. Validator ahli media adalah
dosen Universitas Negeri Malang yang berkompeten dalam bidang media pembe-
lajaran khususnya media pembelajaran berbasis komputer. Ahli media telah me-
nyelesaikan pendidikan jenjang S2. Ahli materi pertama adalah dosen Universitas
Negeri Malang yang membelajarkan mata kuliah Fisika Dasar. Ahli materi kedua
adalah guru mata pelajaran fisika di SMPN 2 Malang. Keduanya telah menye-
lesaikan pendidikan S1-nya dengan program studi pendidikan fisika.
Subjek coba pada uji kelompok kecil adalah siswa SMPN 2 Malang kelas
VIID sebanyak 42 siswa. Adapun alasan pemilihan kelas ini karena berdasarkan
hasil angket yang telah dianalisis, menunjukkan bahwa di kelas VIID lebih domi-
nan siswa yang tidak termotivasi untuk belajar fisika.
Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data pada penelitian ini ada-
lah dengan menggunakan angket. Berikut adalah kisi-kisi angket uji coba.

Tabel 1. Kisi-Kisi Angket Subjek Uji Coba

Subjek Uji Coba Aspek yang Dinilai
1. Ahli media Penggunaan bahasa yang digunakan, volume suara, artiku-
lasi, ukuran objek, kontras warna, tombol, timing gerakan,
kesesuaian animasi dengan lirik.
2. Ahli materi Kesuaian materi dengan SK dan KD, kesesuaian lirik lagu
dengan konsep, cara penyampaian materi lewat lagu.
3. Pengguna Ketertarikan untuk menggunakan media, kemudahan untuk
mempelajari materi, kemenarikan media.


Dari tiap butir pada angket, para subjek uji coba memberikan penilaian.
Penilaian tersebut dilakukan cukup dengan memberi tanda centang () pada tem-
pat yang sudah tersedia. Adapun rentangan nilai untuk ahli media, ahli materi dan
pengguna berkisar 1-4. Berikut adalah penjelasannya.
Nilai 4 : berarti sangat baik/sangat menarik /sangat jelas/sangat tepat
Nilai 3 : berarti baik/menarik/jelas/tepat
Nilai 2 : berarti kurang baik/kurang menarik/kurang jelas/kurang tepat
Nilai 1 : berarti sangat tidak baik/sangat tidak menarik/sangat tidak
jelas/sangat tidak tepat.
6

Pengumpulan data dari pengguna dengan melakukan demonstrasi produk
media pembelajaran di kelas menggunakan laptop, speaker dan LCD (Liquid
Compact Display). Ketika demonstrasi berlangsung, siswa mengisi angket yang
telah dibagikan sebelumnya sesuai pendapat masing-masing beserta kritik dan
saran untuk perbaikan media pembelajaran tersebut.
Setelah diadakan uji coba, tahap selanjutnya yaitu menganalisis data. Data
yang berupa jawaban angket subjek uji coba diolah dalam bentuk angka. Adapun
rumus yang digunakan untuk sebagai berikut.
% 100
1

x
x
P

Keterangan:
P persentase
x total jawaban subjek uji coba

1
x total jawaban nilai keseluruhan

Penyimpulan kelayakan media diidentifikasikan dengan nilai persentase
skor. Semakin tinggi persentase skor pada analisis data, maka semakin tinggi ting-
kat kelayakan media itu. Adapun kriteria evaluasi uji coba terbatas tersajikan
dalam Tabel 2 berikut.

Tabel 2. Kriteria Evaluasi Uji Coba Terbatas

NO. NILAI KETERANGAN
1. 80%-100% Baik/valid/layak
2. 60%-79% Cukup baik/cukup valid/cukup layak
3. 50%-59% Kurang baik/kurang valid/kurang layak
4. <50% Tidak baik (diganti)

HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
Produk pengembangan media animasi ini dikemas dalam bentuk CD
dengan format file .exe sehingga memungkinkan program dapat digunakan tanpa
menginstall software program. Media yang dibuat memuat beberapa home dan 4
tampilan utama yang terdiri dari menu peta konsep, tampilan menu sifat zat, tam-
pilan menu pemisahan campuran dan latihan soal. Hasil validasi yang dilakukan
terhadap ahli media tampak pada Tabel 3 berikut.

7

Tabel 3. Analisis Data Kuantitatif Hasil Validasi Ahli Media Per Item

NO Butir Angket Ke- Skor Per
Item
Skor
Maks.
% Keterangan
1. Kejelasan artikulasi lirik lagu 3 4 75 Cukup layak
2. Keseimbangan suara dan musik 3 4 75 Cukup layak
3. Variasi instrumen musik yang
digunakan
4 4 100 Layak
4. Kontras warna background dengan
objek
4 4 100 Layak
5. Keproporsionalan ukuran objek 4 4 100 Layak
6. Pengaturan letak tombol 2 4 50 Kurang layak
7. Kesesuaian timing gerakan animasi 2 4 50 Kurang layak
8. Media pembelajaran ini menarik
secara keseluruhan
4 4 100 Layak
TOTAL 26 32 81,2 Layak

Selain data berupa angka seperti pada Tabel 3, juga diperoleh data kuali-
tatif berupa komentar ahli media. Ahli media menyarankan untuk memperbaiki
fungsi tombol dan menyesuaikan gerakan animasi.
Hasil analisis data kuantitatif validasi yang dilakukan terhadap ahli materi
tampak pada Tabel 4 berikut.

Tabel 4. Analisis Data Kuantitatif Hasil Validasi Ahli Materi Per Item

N
O
Butir Angket Ke- Skor
Per Item
Skor
Maks.
% Keterangan
V1 V2 V1 V2 V1 V2
1. Kesesuaian materi dengan SK dan
KD
4 4 4 100 100 Layak Layak
2. Kesesuaian lirik lagu dengan kon-
sep fisika
4 4 4 100 100 Layak Layak
3. Kelengkapan materi yang
disajikan
4 3 4 100 75 Layak Cukup
layak
4. Kedalaman materi yang disajikan 4 3 4 100 75 Layak Cukup
layak
5. Kemudahan penyampaian materi 3 4 4 75 100 Cukup
layak
Layak
6. Kesesuaian materi sebagai bahan
untuk media pembelajaran ber-
basis komputer
3 4 4 75 100 Cukup
layak
Layak
7. Penyampaian materi menge-
fisiensikan waktu tatap muka
3 3 4 75 75 Cukup
layak
Cukup
layak
8. Media pembelajaran ini menarik
secara keseluruhan
3 4 4 75 100 Cukup
layak
Layak
TOTAL 57 64 89 Layak

8

Selain data berupa angka seperti pada Tabel 4, juga diperoleh data kualita-
tif berupa komentar ahli media seperti pada Tabel 5 berikut.

Tabel 5. Analisis Data Kualitatif Hasil Validasi Ahli Materi

Validator Kritik Saran
Ahli Materi
I
Animasi kurang memperlihatkan
gejala yang tak kasat mata
Tekankan pada gejala yang tak
tampak mata
SK dan KD media ini tidak perlu
ditunjukkan pada siswa
Tampilan SK dan KD dihapus
saja
Media kurang interaktif dengan
pengguna
Munculkan pertanyaan pada
siswa terlebih dahulu
Uap pada proses destilasi tidak
tampak
Beri animasi uap dan hindari
salah konsep
Ahli Materi
II
Warna ungu destilat pada proses
pemisahan campuran secara destilasi
kurang tepat
Ganti warna destilat dengan
warna putih

Setelah produk direvisi ulang sesuai saran dan komentar para validator,
kemudian produk diujicobakan secara terbatas pada siswa. Berdasarkan teknis
analisis data yang sama, hasil persentase keseluruhan pada uji coba terbatas
sebesar 85,8%.

KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian analisis data uji coba terbatas kepada ahli media, ahli
materi, dan pengguna diketahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang di-
kembangkan sebesar 81,2% menurut ahli media; presentase sebesar 89% menurut
ahli materi; presentase sebesar 85,8% menurut pengguna. Jadi dapat disimpulkan
bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria layak
dan secara keseluruhan dinyatakan baik serta dapat diujicobakan lebih luas agar
nantinya bisa digunakan dalam pembelajaran.
Saran yang diberikan kepada pengguna produk media pembelajaran ini
antara lain: (1) disarankan untuk melanjutkan penelitian sampai pada tahap uji
coba lebih luas dan (2) diharapkan kepada pembaca untuk melanjutkannya pada
pokok bahasan yang lain yang sesuai.




9

DAFTAR RUJUKAN
Abbott, Marilyn. 2011. Using Music to Promote L2 Learning Among Adult
Learners. Tesol Journal, (Online), 11 (1): 10-17,
(http://www.sciencedirect.com), diakses 6 Maret 2012.
Borg and Gall. 1983. Education Research and Development. New york &
London: Longman Inc. Dari NetLibrary, (Online),
(http://www.netlibrary.com), diakses 8 April 2012.
Hashemi, Masoud dan Masoud Azizinezhad. 2011. The Role of Music in
Language Learning. Journal of Social and Behavioral Sciences, (Online),
28 (1): 10-14, (http://www.sciencedirect.com), diakses 3 Mei 2012.
Peraturan Pemerintah Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun
2007. Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), (online),
(http://www.google.com), diakses 6 Mei 2012.
Simatupang, Sehat dan Anggi. 2007. Pengaruh Pembelajaran Fisika
Menggunakan Musik terhadap Hasil Belajar pada Energi dan Usaha di
SMP. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, (Online), 2 (2): 77-83,
(http://www.unmed.ac.id), diakses 25 September 2012.
Subali, Indayani dan Handayani. 2012. Pengembangan CD Pembelajaran Lagu
Anak untuk Menumbuhkan Pemahaman Sains Siswa Sekolah Dasar.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, (Online), 8 (1): 26-32,
(http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpfi), diakses 25 September 2012.
Sutrisno. 2012. Pembelajaran Fluida Menggunakan Model Jigsaw dengan Peer
Assessment untuk Meningkatkan Aktivitas, Sikap Ilmiah, dan Prestasi
Belajar Siswa Kelas XI IPA. Journal of Innovative Science Education,
(Online), 1 (1): 10-18, (http://www.unnes.ac.id), diakses 25 September
2012.
Widyatmoko, Arif. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Fisika
dengan Pendekatan Physics-Edutainment Berbantuan CD Pembelajaran
Interaktif. Journal of Primary Education, (Online), 1 (1): 39-44,
(http://www.unnes.ac.id), diakses 25 September 2012.