Anda di halaman 1dari 22

KEBIJAKAN LUAR

NEGERI
Definisi
Pola KLN
Sumber KLN
Aktor Pembuat KLN
Tujuan KLN
Instrumen Pengaruh Global
DEFINISI
 Kebijakan luar negeri adalah segala tindakan
suatu pemerintah terhadap negara lain dalam
politik internasional, dengan didasarkan pada
serangkaian asumsi dan tujuan tertentu,serta
dimaksudkan untuk menjamin keamanan
nasional.

 Kebijakan luar negeri dapat dijalankan melalui


berbagi cara, namun tiga yang paling umum
adalah perang, perdamaian dan kerja sama
ekonomi.
POLA KLN
1. Isolasionis
2. Internasionalis
3. Intervensionis
4. Unilateralis
1. Isolasionis (PD I – sebelum PD II)

 Amerika Serikat menutup dirinya dari keterlibatan


secara internasional dan lebih memusatkan
pembangunan domestik.

 Setelah berakhirnya Perang Dunia I, ciri ini sempat


diselingi dengan niatan presiden Woodrow Wilson untuk
membentuk Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations).
Kehendak Wilson agar Amerika Serikat terlibat dalam
liga tersebut ditolak oleh Senat sehingga kembali AS
mengisolasi diri sampai pecahnya Perang Pasifik.
2. Internasionalis (Perang Dingin)
 Dimulai ketika AS mengeluarkan kebijakan
Marshall Plan, bantuan untuk memulihkan
perekonomian Jepang, Perang Dingin (yang
dipelopori kampanye antikomunis Senator
Joseph McCarthy), Krisis Misil Kuba (Peristiwa
Teluk Babi), Perang Vietnam, hubungan
diplomatik dengan RRC (1979), sampai dengan
hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal yang
berkaitan dengan krisis energi.
3. Intervensionis
 Dimulai ketika AS mencampuri urusan
negara-negara yang berada di “halaman
rumahnya”, yaitu Kanada dan Amerika
Latin/Tengah.

 Kebijakan ini berlangsung sejak


internasionalis dijalankan hingga
sekarang.
4. Unilateralis
 Dimulai pasca September 2001, yang
dilegalkan dengan pelaksanaan NSS
2002 dikeluarkan.

 AS menyerang secara sepihak Afganistan


dan Irak atas dasar perang melawan
terorisme internasional.
SUMBER KLN
1. External Sources
2. Societal Sources
3. Governmental Sources
4. Role Sources
5. Individual Sources
1. Sumber eksternal (external sources), yaitu
atribut sistem internasional dan karakteristik
dan prilaku negara-negara dan aktor-aktor
negara yang ada di dalamnya, yang
mempengaruhi pilihan-pilihan AS.

2. Sumber masyarakat (societal sources), yaitu


aspek non-pemerintahan dari sistem politik
yang mempengaruhi prilaku eksternal AS.
Misalnya: orientasi nilai, kesatuan nasional,
lingkup industri, dsb.
3. Sumber pemerintah (governmental sources),
yaitu struktur pemerintahan yang membatasi
atau memperluas pilihan-pilihan kebijakan luar
negeri yang dibuat oleh pembuat keputusan.

Struktur ini adalah:


a. Konstitusi yang membagi tanggung jawab antar
lembaga.
b. Dominasi presiden dalam pembuatankeputusan.
c. Birokrasi dalam pembuatan keputusan.
d. Pertumbuhan ukuran institusi pemerintah.
4. Sumber peran (role sources), yaitu
pengaruh institusi/instansi terhadap
prilaku penderita/occupant/pekerja,
pejabat, dsb. Peran yang dimainkan oleh
seseorang dipengaruhi norma dan
aturan lembaga tempat ia bekerja.

5. Sumber Individu (individual sources),


yaitu semua aspek dari pembuat
keputusan (nilai, bakat, pengalaman,
dsb).
AKTOR DALAM PEMBUATAN KLN

 Tahun 1936, MA mengakui adanya perbedaan


mendasar dalam proses pembuatan kebijakan
luar negeri dan dalam negeri. Keduanya
dianggap sangat berbeda sehingga MA
berpendapat bahwa batasan-batasan konstitusi
tentang pembuatan kebijakan dalam negeri tidak
bisa diberlakukan untuk kebijakan luar negeri.
 Menurut Aaron Wildavsky, AS memiliki dua
kepresidenan, yaitu satu kepresidenan luar negeri dan
satu kepresidenan dalam negeri. Kekuasaan presiden di
arena luar negeri lebih besar dibanding dalam negeri.

 Richard M.Pious berpendapat bahwa besarnya


kekuasaan presiden dalam hubungan internasional
sebagai hak prerogatif (kekuasaan yang diperoleh
melalui interpretasi khusus konstitusi) dibanding jaminan
formal konstitusi. Presiden selalu bersandar pada hak
prerogatif pemerintah untuk membuat kebijakan luar
negeri. Mereka memperluas interpretasi terhadap
kekuasaan konstitusinya untuk membenarkan
tindakannya. Jarang kongres mendominasi pembuatan
keputusan luar negeri meskipun seringkali memeriksa
inisiatif presiden.
Pembuat Keputusan
 Eksekutif
 Legislatif
Eksekutif
1. Departement of State
 Foreign service staff memberi informasi pada sekretaris
negara.
 Department’s Policy Planning Staff bertanggung jawab untuk
perumusan strategi kebijakan luar negeri.
 Memberikan masukan untuk diplomasi dan negosiasi.

2. Department of Defense
 Terdiri dari 3 kesatuan, yaitu angkatan darat, laut dan udara.
 Tugas utamanya adalah mempertahankan pertahanan negara.
 Dipimpin oleh seorang sipil.
3. The Joint Chiefs of Staff
 Terdiri dari pemimpin-pemimpin militer AD, AL dan
AU danmarinir.
 Dinominasikan oleh presiden disetujui senat.
 Masa jabatan 2 tahun untuk 1 x masa jabatan.
 Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa
negara memiliki kapasitas untuk mempertahankan
diri.
 Lebih menekankan pendekatan militer dari pada
diplomasi dan negosiasi. Fokus pada masalah first
strike and second strike / hawks rather than doves.
 Karena dalam sistem politik AS terdapat prinsip
supremasi sipil atas militer maka presiden sebagai
sipil terpilih menjadi commander in chief of the
armed forces.
4. The National Security Council (NSC)
 Dipimpin oleh seorang National Security Adviser (NSA).
 Dibentuk 1947 oleh Kongres terdiri dari agen sipil dan militer.
 NSC adalah agen yang mengkoordinasikan proses perumusan
kebijakan luar negeri di lembaga eksekutif dengan penekanan
pada masalah militer.
 Memberikan masukan dan nasehat kepada presiden untuk
mengambil langkah atau keputusan.

5. Central Intelligence Agency (CIA)


 Dibentuk 1947.
 Secara struktural merupakan bagian dari NSC.
 Fungsinya mengumpulkan dan menganalisa informasi dari
berbagai wilayah di dunia yang akan memberi kontribusi pada
pembuatan kebijakan luar negeri yang efektif.
 Tugasnya termasuk pencarian kembali, spionase, penyamaran,
dsb.
Legislatif
 Meskipun kekuasaan legislatif lebih kecil dibanding
eksekutif dalam pembuatan kebijakan luar negeri,
konstitusi mengatur hak kongres, yaitu
 traktat harus disetujui dan diratifikasi oleh senat,
 penunjukkan duta besar harus mendapat persetujuan senat, dan
 kongres menjadi satu-satunya agen yang berhak
mendeklarasikan perang.

 Selain itu, kongres terlibat dalam proses pembuatan


kebijakan luar negeri melalui komite-komitenya.
 Komite HoR:
 InternationalRelations Committee
 Armed Service Committee
 Interstate and Foreign Commerce Committee
 Appropriation Committee
 Way and Mean Committee

 Komite Senat :
 ASC
 IRC
 AC
 Finance Committee
TUJUAN KLN
1. Promoting Democracy
2. Promoting Prosperity
3. Enhancing Security
INSTRUMEN PENGARUH GLOBAL

1. Diplomasi Publik
2. Militer
3. Ekonomi
4. Intelligence and Covert Actions