Anda di halaman 1dari 24

Nama : Tri Sutanti

TTL : Bantul, 21 April


Hobi : Membaca, Senam.
Alamat : Jln Imogiri km 12,5, Kembangsongo,
Trimulyo, Jetis Bantul
Pendidikan
SD : SD kembangsongo II
SMP: SMP N I Imogiri
SMA: SMA N 5 Yogyakarta
S1 : BK UAD
S2 : BK UNNES Semarang



KEHADIRAN MIN 75%
TOLERANSI KETERLAMBATAN 30 MENIT
(SETELAH 15 MENIT MAJU KE DEPAN
KELAS DENGAN BAHASA INGGRIS
BAJU : SOPAN, RAPIH DAN
MENCERMINKAN PENDIDIK.
DILARANG MENGGUNAKAN CELANA
JEANS
KETERLAMBATAN PENGUMPULAN TUGAS
DIKURANG 10 POINT/HARI

Aspek Penilaian Prosentase
Ujian Akhir Semester 35 %
Ujian Tengah Semester 30%
Tugas 25 %
Kehadiran 10 %
Total 100 %
GURU BK
TIDAK
BETUL
KEBETUL
AN GURU
BK
BETUL-
BETUL
GURU
BK
GURU BK
KURANG
BETUL
Pengantar (1)
Dasar dan tujuan BK pribadi (2)
Hakikat mns menurut ( konsep dasar manusia (Dimensi
Individual Manuisa, Dimensi sosial Manusia, Dimensi Susila
Manusia, Dimensi Keberagamaan, manusia menurut Lockerian
dan Leibniszt) (3-4)
Dimensi-dimensi dan kebutuhan dasar manusia: pandangan
Islam, Maslow, Barat, Jawa (5)
Pengertian masalah pribadi, tugas perkembangan (Havighurst,
Kholberg, Ericson) macam-macam masalah pribadi faktor-faktor
yang menimbulkan masalah pribadi (6-7)
Sumber-sumber masalah pribadi menurut beberapa teori
konseling.
Strategi pengembangan dan layanan BK pribadi-sosial (8-9)
Layanan Bimbingan Konseling terhadap Masalah pribadi
di Sekolah: SD, SMP, SMA, SMK, PT (10-13)
Evaluasi layanan BK pribadi di sekolah menengah (14)

Brown, Duane & Trusty, Jerry, Designing and Leading
Comprehensionsive School Counseling Programs:
Promoting Student Competence and Meeting Student
Needs 2005, California, USA: Thompson Brooks/Cole
Grainger, Jessica. Childern Behavior, attention and reading
problems. Problem perilaku, perhatian, dan membaca pada
anak. 2003. Jakarta. Gracindo
Wrinkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.
Yogyakarta: . 2003
Rambu-rambu peneyelenggaraan Bimbingan dan
Konseling dalam Jalur Pendidikan formal, 2007.
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional

Sukardi, D. K (2007). Pengantar Pelaksanaan Program
Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Yusuf, S. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di
Sekolah. Bandung: Rizqi Press.
Goelman, D. 2000. Kecerdasan Emosi untuk Mencapai
Puncak Prestasi (Penerjemah Alex Tri kantjana Widodo).
Jakarata: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hurlock, E.B. 2004. Psikologi perkembangan: Suatu
Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (penerjemah
Isti Widayati dan Soedjarwo). Jakarta: Erlangga.


Bimbingan
Proses bantuan yang diberikan oleh orang yang kompeten
kepada individu dalam upaya untuk mengembangkan
kemampuan sesuai dengan potensi yang dimiliki agar
mampu merealisasi diri dan mengarahkan diri untuk
mencapai kebahagiaan dirinya dan masyarakat.
Konseling
Proses bantuan yang diberikan oleh orang yang kompeten
kepada individu dalam memecahkan masalah dari, oleh
untuk dirinya sendiri sehingga terjadi perubahan mental
spiritual dan tingkahlaku.

PRIBADI
SOSIAL
BELAJAR
KARIR

proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar
memiliki pemahaman tentang karakteristik
dirinya, kemampuan mengembangkan potensi
dirinya, dan memeahkan masalah-masalah yang
dialaminya.

pribadi membantu siswa menemukan dan
mengembangkan pribadi yang beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap
dan mandiri, serta sehat jasman dan rohani.

BK PRIBADI
Bimbingan dan konseling pribadi
menyangkut pengembangan

a. komitmen hidup beragama,
b. pemahaman sifat dan kemampuan
diri,
c. bakat dan minat,
d. konsep diri, dan
e. kemampuan mengatasi masalah-
masalah pribadi (stress, frustasi, dan
konflik pribadi)
layanan yang
mengarah kepada
pencapaian pribadi
yang mantap, dengan
memperhatikan
keunikan karakteristik
pribadi serta ragam
permasalahan yang
dialami oleh siswa
Mengenal diri sendiri dan lingkungan,
Menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif
dan dinamis,
Mengambil keputusan,
Mengarahkan diri,

Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang
pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami, menilai, dan mengembangkan potensi
dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai
dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan
dirinya secara realistik.

1. Ketaqwaan terhadap tuhan YME
2. Perolehan sisitem nilai
3. Kemandirian emosional
4. Pengembangan keterampilan intelektual
5. Menerima diri dan mengembangkannya secara
efektif.
CONTOH PROBLEMNYA !!!!
1. Kurang motivasi untuk mempelajari agama
2. Kurang motivasi bahwa agama sebagai pedoman
hidup.
3. Kurang memiliki kesadaran bahwa setiap perbuatan
manusia diawasi tuhan.
4. Masih merasa malas untuk melaksanakan sholat.
5. Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan
bersyukur.
1. Masih memiliki kebiasaan berbohong
2. Masih memiliki kebiasaan mencontek
3. Kurang berdisiplin (khususnya memelihara
kebersihan.
1. Belum mampu membebaskan diri dari perasaan atau
perilaku kekanak-kanakan.
2. Belum mampu menghormati orang tua atau orang
lain secara ikhlas.
3. Masih kurang mampu menghadapi atau mengatasi
situasi frustasi (stress) secara positif.



1. Masih kurang mampu mengambil keputusan
berdasarkan pertimbangan yang matang.
2. Masih suka melakukan sesuatu tanpa
mempertimbangankan baik-buruknya, rugi-
untungnya.

1. Kurang merasa bangga dengan kedaan diri sendiri.
2. Merasa rendah diri, apabila bergaul dengan orang
lain yang mempunyai kelebihan.
Melalui proses konseling oleh konselor kepada konseli
diharapkan:
1. Perubahan tingkahlaku konseli
2. Kesehatan mental spiritual yang positif pd diri klien
3. Terpecahkannya masalah sbg media terjadinya
perubahan tingkahlaku dan kesehatan mental spiritual
4. Pribadi konseli yang effektif
5. Konseli mampu mengambil keputusan

Memiliki kesadaran diri, yaitu menggambarkan
penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada
dirinya.
Dapat mengembangkan sikap positif seperti,
menggambarkan orangorang yang mereka senangi.
Membuat pilihan secara sehat.
Mampu menghargai orang lain.
Memiliki tanggung jawab.
Mengembangkan keterampilan hubungan antara pribadi.
Dapat menyelesaikan konflik.
Dapat membuat keputusan secara efektif

Layanan bimbingan pribadi lebih difokuskan
sebagai upaya untuk mencapai

Perkembangan kemandirian (autonomy),
Penemuan ego identity pada diri siswa sebagai upaya
untuk membantu siswa memahami diri sendiri