Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

IBU HAMIL Ny. D DENGAN HIV/AIDS



Oleh
KELOMPOK III
Etti Iswahyuni Hajrah
Fakhira Dwi Awliyawati Haeruddin
Fatmawati Kartika Sari
Firda Reski Amalia Khairun Nisa
Fitriani 023 Megawati
Fitriani 024 Muh. Arif Falaq


PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2014
Case:
Ny. D penderita HIV/AIDS positif yang bersuku Makassar berkunjung ke salah satu
rumah sakit swasta yang tak jauh sari tempat tinggalnya pada tgl 05 Mei 2014 untuk
memeriksakan kehamilannya yg telah memasuki trimester ke-2. Pada saat
dianamnesis, klien mengatakan tdk nafsu makan, mual2 dan kadang muntah. Klien
juga merasa sering haus meskipun tidak beraktivitas. Selain itu, klien juga sering
bertantaya2 tentang penyakitnya dan pengaruhnya terhadap kehamilannya. Sesekali
klien mengatakan kenapa dia hamil lagi, klien jg mengatakan kenapa bukan orang
lain saja yg hamil, dan tuhan tidak adil. Klien juga mengatakan ia malu berinteraksi
dengan tetangga2nya. Klien nampak gelisah, marah2. TD: 90/60 mmHg, S: 37,3
o
C ,
N: 105x/i reguler, R: 25x/i. CD4 300 cell/mm
3
. BB klien 30 kg dan TB 155 cm.
Menurut klien, berat badannya menurun drastis padahal sekitar sebulan yang lalu,
berat badannya masih 49 kg. Selain itu, klien pernah dirawat di puskesmas beberapa
waktu lalu dengan keluhan diare. Dan karena dianggap membutuhkan perawatan
lebih lanjut, akhirnya klien dirawat di RS tersebut.

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN Ny. D DENGAN HIV AIDS

I. BIODATA
A. Identitas Klien
1. Nama Klien : Ny D
2. Usia/tanggal lahir : 34 tahun/14 Februari 1980
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama/Keyakinan : Islam
5. Suku : Makassar
6. Status Pernikahan : Menikah
7. Pekerjaan : IRT
8. Diagnosa Medik : HIV/AIDS
9. No. MR : 03 63 11
10. Tgl Masuk RS : 05 Mei 2014
11. Tgl Pengkajian : 05 Mei 2014
12. Rencana Terapi : -
B. Penanggung Jawab
1. Nama : Tn H
2. Usia : 36 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Pekerjaan : Pesiar
5. Hubungan dengan Klien : Suami klien
II. Keluhan Utama
Kelemahan
III. Riwayat Keluhan Utama
Klien mengatakan kurang napsu makan, mual dan terkadang muntah

IV. Riwayat Kesehatan
A. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien mengatakan ia positif HIV dan sedang hamil bulan ke-lima, klien
mengeluh diare sudah lebih dari 1 bulan, klien juga mengatakan ia pernah
mengalami demam beberapa watu lalu yang berlangsung sekitar sebulan.
B. Riwayat Kesehatan Lalu
Klien mengatakan pernah dirawat di puskesmas karena diare beberapa waktu
lalu.
V. Riwayat Psikologi
A. Pola Konsep Diri
Klien tidak menerima kehamilannya, Nampak gelisah dan marah-marah juga
mengatakan kenapa bukan orang lain saja yang hamil.
B. Pola Kognitif
Klien sedikit tahu tentang penyakitnya.
C. Pola Koping
Klien tidak menerima penyakitnya dan kehamilannya
D. Pola Interaksi
Klien mampu berinteraksi dengan baik kepada perawat.
VI. Riwayat Spiritual
A. Ketaatan Klien beribadah
Klien jarang beribadah
B. Dukungan Keluarga
Tidak ada keluarga yang menemani selama pemeriksaan hingga pasien dirawat
VII. Pemeriksaan Fisik
A. Keadaan Umum
1. Tanda-tanda distress: Klien nampak stress dan gelisah
2. Penampilan dihubungkan dengan usia: Klien tampak lebih tua dari usianya
3. Ekspresi Wajah : Gelisah dan marah-marah
4. Tinggi badan: 155 cm, Berat Badan: 30 kg, Cara berjalan: normal
B. Tanda-tanda Vital
1. Suhu : 37,3
o
C
2. Nadi : 105x/i/reguler
3. Pernapasan : 25x/i/reguler
4. Tekanan Darah : 90/60 mmHg
C. System Pernapasan
1. Hidung : simetris, pernapasan cuping hidung tidak ada, tidak ada secret,
epitaksis tidak ada.
2. Leher: tidak teraba pembesaran kelenjar limfa, baik teraba massa atau
benjolan
3. Dada: bentuk dada simetris kiri dan kanan.
D. System Kardiovaskuler
1. Konjungtiva anemis, bibir pucat, arteri karotis teraba
2. Suara jantung S1 (+), S2 (+), bising aorta (-), bunyi murmur (-)
3. Capillary Refilling Time (CRT) 2 detik
E. System Pencernaaan
1. Sclera : ikterus (-), bibir kering, tidak ada labio skizis
2. Mulut : tidak ada stomatitis, tidak ada palate skizis,jumlah gigi 30 buah,
kemampuan menelan baik.
3. Gaster : Kembung dan nyeri tekan tidak ada gerakan peristaltik 16x per menit
4. Anus : Tidak lecet, tidak terdapat hemoroid.
F. System Indera
1. Mata : kelopak mata baik, tidak terdapat edema, bulu mata baik dan tidak
kering. Alis simetris kiri kanan. Lapang pandang; klien dapat melihat sampai
batas pemeriksa dapat melihat
2. Hidung : klien dapat membedakan bau, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
trauma,tidak ditemukan adanya epitaksis, tidak ada secret yang menghalangi
penciuman.
3. Telinga : Keadaan daun telinga baik, kanal auditorius bersih dan tidak ada
serumen, fungsi pendengaran baik.
G. System Syaraf
1. Fungsi Serebral
a. Status mental : orientasi baik, daya ingat baik, perhatian baik, bisa
melakukan perhitungan
b. Kesadaran : eye 4, motorik 6, verbal 5
c. Bicara : Baik, mampu berinteraksi dengan perawat
2. Fungsi Kranial
(Tidak dilakukan pengkajian)
H. System Integumen
Kulit tampak sawo matang, kondisi kulit klien kurang bersih dan kering,
distribusi rambut merata berwarna hitam
I. System Muskuluskeletal
Tampak terpasang infuse pada tangan kanan klien, jari-jari lengkap, tidak ada
nyeri pada ektermitas atas dan bawah.
J. System Endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada ektensi urine berlebihan (-),
polidipsi (-),polifagi (-)
K. System Perkemihan
Udema palpebra (-), moonface (-), edema anasarka (-), nocturia (-), disuria (-),
kencing batu (-), keadaan kandung kemih baik
L. System Imun
System imun mengalami penurunan dibuktikan dengan jumlah CD4: 300




No Aktifitas Sehari-hari Sebelum masuk RS Saat sakit
1. Nutrisi
a. Selera makan
b. Menu makan
c. Frekuensi

Menghabiskan porsi makan
Nasi, lauk, sayur
2-3 kali sehari

Tidak selera makan

Bubur
1 kali sehari
2. Cairan
a. Jenis minuman
b. Frekuensi
c. Cara pemenuhan

Air putih, susu
Sering
minum

Air putih, susu
Kadang-kadang
Minum, IV
3. Eliminasi BAB dan BAK
BAB
a. Tempat pembuangan
b. Frekuensi
c. Konsistensi
BAK
a. Tempat pembuangan
b. Frekuensi


WC
1 kali sehari
Lunak

WC
Tidak menentu


WC
4-6 kali sehari
encer

WC
Tidak menentu
4. Istirahat tidur
a. Jam tidur siang
b. Jam tidur malam
c. Kebiasaan sebelum
tidur

-
21.30
-

-
00.00
-
5. Personal Hygiene
a. Mandi
- Frekuensi
- Cara
b. Cuci rambut


1 kali sehari
Sendiri



Kadang-kadang
Sendiri

- Frekuensi
- Cara
c. Gunting kuku
- Frekuensi
- Cara
d. Gosok gigi
- Frekuensi
- Cara
Setiap mandi
Sendiri

1 kali seminggu
Sendiri

2 kali sehari
sendiri
1 kali selama
dirawat
Dibantu perawat

Tidak pernah
-

2 kali sehari
sendiri
6. Rokok, alcohol, obat-obatan - -
7. Aktivitas /mobilisasi fisik
a. Kegiatan sehari-hari
b. Pengaturan jadwal
harian
c. Penggunaan alat bantu
aktivitas

URT
Tidak menentu
-

Baring di tempat
tidur
-
Mengalami
kelemahan
8. Rekreasi
a. Perasaan setelah
bekerja
b. Waktu luang
c. Perasaan setelah
rekreasi

Senang, capek
Tidak menentu
senang

-
-
-

VIII. Tes Diagnostik
Pemeriksaan laboratorium
CD4 : 300 sel/mm
3
IX. Pengobatan saat Ini
- AZT 300 mg 2 x 1
- 3TC 150 mg 2 x 1
- NVP 200 mg 2 x 1
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Ranitidin 1 amp/IV
X. Klasifikasi Data
Data Subjektif Data Objektif
1. Klien mengatakan sering haus
meskipun tidak melakukan
aktivitas.
2. Klien mengatakan tidak ada nafsu
makannya, mual-mual, dan
terkadang muntah.
3. Klien mengatakan kenapa dia hamil
lagi.
4. Klien mengatakan kenapa bukan
orang lain saja yang hamil.
5. Klien mengatakan Tuhan tidak adil
6. Klien mengatakan ia malu
berinteraksi lagi dengan tetangga-
tetangganya

1. BB: 30 kg, TB: 155 cm
IMT: 12,48
2. TTV:
S: 37,3
o
C
TD: 90/60 mmHg
N: 105/i/reguler
R: 25 x/i/reguler
3. Penurunan sistem imun (CD4 300)
4. Klien nampak gelisah, marah.
5. Klien sering bertanya tentang penyakitnya
dan kehamilannya.

XI. Analisa Data
No. Data Etiologi Diagnosa
Keperawatan
1. DS:
Klien
mengatakan
sering haus
Faktor infeksi, malabsorbsi, dan
makanan-endotoksin
merusak mukosa
ususreabsorbsi terganggu
Kekurangan volume
cairan tubuh
berhubungan dengan
ketidakadekuatan
meskipun tidak
melakukan
aktivitas.
DO :
Penurunan turgor
kulit dan
penurunan
haluaran urin
(750 cc /hari)
dan kulit dan
membran mukosa
kering. Serta
penurunan berat
badan secara
drastis.
TTV:
S: 37,3
o
C
TD: 90/60 mmHg
N: 105/i/reguler
R: 25 x/i/reguler
kesempatan usus menyerap
makanan menurun isi lumen
usus meningkat rangsangan
pengeluaranhiperperistaltik
diare pengeluaran cairan
dan elektrolitkekuranan
volume cairan tubuh
asupan cairan
sekunder akibat diare
2.







DS:
Klien
mengatakan tidak
ada nafsu
makannya, mual-
mual, dan
terkadang
muntah.
Faktor infeksi, malabsorbsi, dan
makanan-endotoksin merusak
mukosa ususreabsorbsi
terganggu kesempatan usus
menyerap makanan menurun
isi lumen usus meningkat
iritasi GI mual muntah
anoreksia-intake tidak
Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan dengan
tidak nafsu makan
dan mual muntah


DO:
BB: 30 kg
TB: 155 cm
IMT: 12,48 (N:
18,5-24,9)
adekuat-nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh.
3. DS: -
DO:
Penurunan sistem
imun (CD4 300)

Faktor infeksi (virus HIV)-
menginvasi tubuh-virus hiv
mengikat diri pada sel manusia-
hiv menembus sel dan
mengosongkan isinya dalam
sel-kode genetik hiv diubah
dari bentuk RNA menjadi
DNA-DNA hiv menyatu dgn
DNA sel-virus hiv menyebar
ke seluruh tubuh-
immunodeficiency seluler-
resiko infeksi.
Resiko infeksi
berhubungan dengan
immunodeficiency
seluler
4.

DS:
Klien
mengatakan ia
tidak napsu
makan dan mual-
mual. Selain itu,
klien juga
mengatakan
kenapa dia hamil
Faktor infeksi (virus hiv)-
menginvasi tubuh-virus hiv
mengikat diri pada sel manusia-
hiv menembus sel dan
mengosongkan isinya dalam
sel-kode genetik hiv diubah
dari bentuk RNA menjadi
DNA-DNA hiv menyatu dgn
DNA sel-virus hiv menyebar
Ansietas
berhubungan dengan
perubahan status
kesehatan dan
potensial penularan
interpersonal (pada
janin)
lagi dan klien
juga mengatakan
kenapa bukan
orang lain saja
yang hamil. Klien
juga mengatakan
bahwa Tuhan
tidak adil.
DO:
Klien nampak
gelisah, marah.
Klien juga sering
bertanya tentang
kehamilannya
ke seluruh tubuh-
immunodeficiency seluler-
mudah terpapar
penyakitperubahan status
kesehatan dan potensial
penularan interpersonal (pada
janin)ansietas.
5. DS:
Klien
mengatakan
kenapa dia hamil
lagi. Klien juga
mengatakan
kenapa bukan
orang lain saja
yang hamil. Klien
juga mengatakan
Tuhan tidak adil
DO:
Klien nampak
gelisah, marah,
Faktor infeksi (virus hiv)-
menginvasi tubuh-virus hiv
mengikat diri pada sel
manusiahiv menembus sel
dan mengosongkan isinya
dalam sel-kode genetik hiv
diubah dari bentuk RNA
menjadi DNA-DNA hiv
menyatu dgn DNA sel-virus
hiv menyebar ke seluruh tubuh-
immunodeficiency seluler-
mudah terpapar penyakit-
perubahan status kesehatan-
ansietas psikologis
Distress spiritual
berhubungan dengan
ansietas
dan mengalihkan
sumber gejala
pada orang lain
terganggu kurang mengingat
Tuhan distress spiritual.
6. DS : -
DO :
Klien sering
bertanya tentang
penyakitnya dan
kehamilannya.
AIDSpenurunan sistem
imunperubahan status
kesehatanhambatan
kognitifdefesiensi
pengetahuan tentang
penyakitnya
Defesiensi
pengetahuan tentang
penyakitnya
berhubungan dengan
hambatan kognitif
7. DS:
Klien
mengatakan, ia
malu berinteraksi
lagi dengan
tetangga-
tetangganya
DO: -

AIDSpenurunan sistem
imunperubahan status
kesehatanpenurunan BB
secara drastisperubahan
penampilan fisikpenolakan
oleh
masyarakatstigmaresiko
isolasi sosial
Resiko isolasi sosial
berhubungan dengan
stigma dan
penampilan fisik

XII. Rencana Keperawatan

No. Diagnosa
Keperawatan
Kriteria Evaluasi Intervensi Implementasi Rasional Evaluasi
1. Kekurangan volume
cairan tubuh
berhubungan dengan
ketidakadekuatan
asupan cairan
sekunder akibat
diare
Kekurangan voume
cairan teratasi
dibuktikan hidrasi
yang adekuat dan
asupan makanan dan
cairan adekuat
dibuktikan dengan
TTV dalam rentang
normal
S: 36,5-37,2
o
C
TD: 120/90 mmHg
N: 60-100x/i
R: 16-24 x/i
a. Pantau jumlah dan
frekuensi kehilangan
cairan
b. Pantau status hidrasi
(kelembabapan
membran mukosa,
keadekuatan nadi)

c. Observasi khususnya
terhadap kehilangan
cairan yang tinggi
elektrolit (misalnya
diare)


d. Tingkatkan asupan
oral, sedikitnya
2500 ml/hari



a. Memantau jumlah
dan frekuensi
kehilangan cairan
b. Memantau status
hidrasi
(kelembabapan
membran mukosa,
keadekuatan nadi)
c. Mengobservasi
khususnya
terhadap
kehilangan cairan
yang tinggi
elektrolit (misalnya
diare)
d. Meningkatkan
asupan oral




a. Sebagai indikator
penentuan intervensi
selanjutnya
b. Indikator perbaikan
status hodrasi



c. Mencegah semakin
bertambah buruknya
kondisi klien




d. Mempertahankan
keseimbangan
cairan, mengurangi
rasa haus dan
melembabkan
membrane mukosa
S: Klien mengatakan
masih sering haus,
apalagi saat
beraktivitas
O: -haluaran urine 800
ml/hari (N
- Turgor kulit jelek
- BB: 31 kg
A: Masalah belum
teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1,2,3,4,5,6
e. Timbang BB tiap
hari dan pantau
kecenderuannya

f. Kaloborasi
pemberian terapi IV
sesuai program.
e. Menimbang BB
tiap hari dan
pantau
kecenderuannya.
f. Mengkaloborasi
pemberian terapi
IV sesuai program.
e. Berat badan sebagai
salah satu indikator
perbaikan hidrasi

f. Memenuhi
kebutuhan cairan
2. Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan dengan
tidak nafsu makan
dan mual muntah
a. Selera makan
meningkat ditandai
dengan keinginan
untuk makan
ketika dalam
keadaan sakit atau
sedang menjalani
pengobatan
b. Memperlihatkan
status gizi yang
adekuat
c. Mengungkapkan
tekad untuk
mematuhi diet
d. Mempertahankan
massa tubuh dan
berat badan dalam
batas normal
a. Identifikasi faktor
pencetus mual dan
muntah





b. Identifikasi faktor
yang mempengaruhi
kehilangan selera
makan klien (misal
obat dan masalah
emosi)

c. Cipatakan
lingkungan yang
nyaman dan bersih,
a. Mengidentifikasi
faktor pencetus
mual dan muntah





b. Mengidentifikasi
faktor yang
mempengaruhi
kehilangan selera
makan klien (misal
obat dan masalah
emosi)
c. Menciptakan
lingkungan yang
nyaman dan bersih,
a. Untuk mengetahui
faktor pencetusnya
dan menetapkan
intervensi yang tepat




b. Sebagai indikator
untuk penentuan
intervensi
selanjutnya



c. Situasi yang nyaman
dan rileks akan
mengundang nafsu
S: Klien mengatakan,
ia sudah tidak mual
muntah lagi tapi
masih kurang
berselera untuk
makan
O: - BB: 31 kg, TB:155
cm (IMT: 12,9)
A: Masalah belum
teratasi
P: Lanjutkan intervensi
2,3,4,5,6,7
(IMT: 18,5-29,9)
e. Melaporkan
tingkat energi yang
adekuat.

jauh dari bau tidak
sedap dan sajikana
makanan dalam
keadaan hangat
d. Tawarkan higiene
mulut sebelum
makan





e. Berikan makanan
yang sesuai dengan
pilihan pribadi,
budaya, dan agama
klien

f. Berikan makanan
bergizi, tinggi
kalori, dan
bervariasi yang
dapat dipilih oleh
klien
g. Timbang BB klien
jauh dari bau tidak
sedap dan sajikana
makanan dalam
keadaan hangat
d. Menawarkan
higiene mulut
sebelum makan





e. Memberikan
makanan yang
sesuai dengan
pilihan pribadi,
budaya, dan agama
klien
f. Memberikan
makanan bergizi,
tinggi kalori, dan
bervariasi yang
dapat dipilih oleh
klien
g. Menimbang BB
makan klien



d. Mengurangi
ketidaknyamanan
yang berhubungan
dengan
mual/muntah. Dan
mulut yang bersih
akan meningkatkan
napsu makan
e. Dapat meningkatkan
keinginan klien
untuk makan



f. Memenuhi
kebutuhan nutrisi
yang adekuat



g. Sebagai indikator
pada interval yang
tepat

h. Kolaborasi
pemberian obat
antiemetik
klien pada interval
yang tepat

h. Melakukan
kolaborasi dalam
pemberian obat
antiemetik
kebutuhan nutrisi
atau pemasukan
yang adekuat
h. Untuk mencegah
mual dan muntah.
3. Resiko infeksi
berhubungan dengan
immunodeficiency
seluler
Resiko infeksi
akan berkurang
bahkan hilang
dibuktikan oleh
status imun dalam
keadaan baik,
memperlihatkan
higiene personal
yang adekuat
a. Kaji faktor yang
dapat meningkatkan
kerentanan terhadap
infeksi

b. Pantau hasil
laboratorium (hitung
darah lengkap,
hitung granulosit,
protein serum,
albumin, dan Cd4)

c. Instruksikan kepada
klien untuk menjaga
higiene personal


d. Amati penampilan
a. Mengkaji faktor
yang dapat
meningkatkan
kerentanan
terhadap infeksi
b. Memantau hasil
laboratorium
(hitung darah
lengkap, hitung
granulosit, protein
serum, albumin,
dan Cd4)
c. Menginstruksikan
kepada klien untuk
menjaga higiene
personal

d. Mengamati
a. Sebagai indikator
untuk dapat
mengantisipasi
terjadinya infeksi

b. Sebagai indikator
adanya perubahan
fisiologis dalam
tubuh



c. Mengurangi
kemungkinan
transmisi
mikroorganisme
patogen
d. Untuk mengevaluasi
S: -
O: CD4 320
A: Masalah belum
teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1,2,3,4,5,6
praktik hygiene
untuk perlindungan
terhadap infeksi.

e. Lindungi klien
terhadap
kontaminasi silang
dengan tidak
menugaskan
perawat yang sama
untuk klien lain
yang mengalami
infeksi dan
memisahkan ruang
perawatan klien
dengan klien yang
terinfeksi
f. Pertahankan teknik
isolasi, jika
diperlukan
penampilan praktik
hygiene untuk
perlindungan
terhadap infeksi
e. Melindungi klien
terhadap
kontaminasi silang
dengan tidak
menugaskan
perawat yang sama
untuk klien lain
yang mengalami
infeksi dan
memisahkan ruang
perawatan klien
dengan klien yang
terinfeksi
f. Mempertahankan
teknik isolasi, jika
diperlukan
apakah praktik
higiene telah
dilakukan dengan
benar atau tidak
e. Mencegah transmisi
silang
mikroorganisme
patogen









f. Upaya pencegahan
transmisi
mikroorganisme
4. Ansietas
berhubungan dengan
perubahan status
kesehatan dan
potensial penularan
Ansietas berkurang
ditandai dengan klien
tampak rileks dan
kopingnya efektif
a. Kaji tingkat ansietas
klien


b. Beri dorongan pada
a. Mengkaji tingkat
ansietas klien


b. Memberi dorongan
a. Sebagai indikator
untuk menentukan
intervensi
selanjutnya
b. Dengan
S: klien mengatakan
kecemasannya
sudah berkurang
O: Klien tampak rileks
dan tidak lagi
interpersonal (pada
janin)

klien untuk
mengungkapkan
secara verbal pikiran
dan perasaannya
saat ini

c. Bantu klien untuk
fokus pada situasi
saat ini



d. Kurangi rangsangan
yang berlebihan
dengan
menyediakan
lingkungan yang
tenang
e. Gali bersama pasien
tentang teknik yang
berhasil dan tidak
berhasil
menurunkan
ansietas di masa lalu

pada klien untuk
mengungkapkan
secara verbal
pikiran dan
perasaannya saat
ini
c. Membantu klien
untuk fokus pada
situasi saat ini



d. Mengurangi
rangsangan yang
berlebihan dengan
menyediakan
lingkungan yang
tenang
e. Menggali bersama
pasien tentang
teknik yang
berhasil dan tidak
berhasil
menurunkan
ansietas di masa
mendengarkan
keluhannya, klien
akan merasa
diperhatikan dan
dapat mengurangi
ansietasnya
c. Sebagai cara untuk
mengidentifikasi
mekanisme koping
yang dibutuhkan
untuk mengurangi
ansietas
d. Lingkungan yang
tenang dapat
memberi rasa
nyaman pada klien
mengurangi
ansietasnya
e. Mengevaluasi teknik
untuk mengurangi
ansietas sehingga
dapat menetapkan
teknik yang paling
dapat dalam
mengurangi ansietas
bertanya-tanya
tentang penyakitnya
A: Masalah teratasi
P: -

f. Ajarkan teknik
imajinasi terbimbing
lalu
f. Mengajarkan
teknik imajinasi
terbimbing
klien
f. Merupakan teknik
untuk mengalihkan
perhatian klien dari
ansietas yang
dialami sehingga ia
kan rileks
5. Distress spiritual
berhubungan dengan
ansietas
Klien menunjukkan
teknik koping untuk
menghadapi distress
spiritual
a. Kaji status spiritual
klien



b. Kaji pandangan-
pandangan klien
tentang
hubungan`antara
kepercayaan
spiritual dan kondisi
kesehatannya


c. Ungkapkan empati
terhadap perasaan
klie

a. Mengkaji status
spiritual klien



b. Mengkaji
pandangan-
pandangan klien
tentang
hubungan`antara
kepercayaan
spiritual dan
kondisi
kesehatannya
c. Mengungkapkan
empati terhadap
perasaan klien

a. Untuk mengetahui
tingkat spiritual atau
tingkat ketaatan
klien terhadap
pencipta-Nya
b. Untuk mengetahui
tanggapan klien
mengenai kondisi
kesehatanya dari
perspektif
spiritualnya



c. Dengan
mengungkapkan
empati, klien merasa
diperhatikan
S: Klien mengatakan ia
telah menerima
keadaannya ssat ini
O: Klien tampak tenang
dan tidak lagi
menyalahkan orang
lain
A: Masalah teratasi
P: -
d. Beri jaminan kepada
klien bahwa perawat
selalu ada untuk
mendukung klien
saat klien merasakan
penderitaan


e. Anjurkan kunjungan
pelayanan
keagamaan jika
klien menginginkan

d. Memberi jaminan
kepada klien
bahwa perawat
selalu ada untuk
mendukung klien
saat klien
merasakan
penderitaan
e. Menganjurkan
kunjungan
pelayanan
keagamaan jika
klien
menginginkan

d. Klien akan merasa
sehingga dapat
mengurangi distress
yang dialaminya




e. Dapat lebih
mendekatkan diri
pada Tuhan
sehingga
mengurangi
masalah-masalah
spiritual yang
dihadapi klien
6. Defesiensi
pengetahuan tentang
penyakitnya
berhubungan dengan
keterbatasan
kognitif
Klien mengungkapkan
pemahamannya
tentang kondisi/proses
dan perawatan dari
penyakitnya
a. Lakukan penilaian
terhadap tingkat
pengetahuan klien
saat ini dan
pemahaman
terhadap kondisi dan
penyakitnya

b. Tentukan
a. Melakukan
penilaian terhadap
tingkat
pengetahuan klien
saat ini dan
pemahaman
terhadap kondisi
dan penyakitnya
b. Menentukan
a. Sebagai indikator
untuk penentuan
intervensi
selanjutnya




b. Agar supaya
S: Klien mengatakan
sudah agak paham
mengenai
kondisi/penyakitny
a saat ini
O: Klien mengikuti
instruksi dengan
akurat
A: Masalah teratasi
kemampuan klien
untuk mempelajari
informasi khusus
(misalnya tingkat
perkembangan,
status psikologis,
keadaan emosionanl,
dan adaptasi
terhadap penyakit)

c. Periksa keakuratan
umpan balik tentang
pemberian informasi
kondisi klien


d. Beri penyuluhan
sesuai dengan
tingkat pemahaman
klien dan ulangi
informasi bila
diperlukan.
kemampuan klien
untuk mempelajari
informasi khusus
(misalnya tingkat
perkembangan,
status psikologis,
keadaan
emosionanl, dan
adaptasi terhadap
penyakit)
c. Memeriksa
keakuratan umpan
balik tentang
pemberian
informasi kondisi
klien
d. Memberikan
penyuluhan sesuai
dengan tingkat
pemahaman klien
dan ulangi
informasi bila
diperlukan.
pemberian informasi
dapat berlangsung
efektif dengan
diketahuinya tingkat
kemampuan klien





c. Untuk memastikan
bahwa klien
memahami program
terapi dan informasi
lainnya yang
relevan.
d. Menambah
pengetahuan klien
mengenai kodisi
kesehatannya
P: -
7. Resiko isolasi sosial
berhubungan dengan
Klien menujukkan
ketelibatan sosial yang
a. Identifikasi bersama
klien faktor-faktor
a. Mengidentifikasi
bersama klien
a. Sebagai indikator
untuk menentukan
S: Klien mengatakan
sudah percaya diri
stigma dan
penampilan fisik
dibuktikan oleh
interaksi dengan
teman dekat, tetangga,
anggota keluarga, dan
atau anggota
kelompok kerja.
yang mempengaruhi
perasaan isolasi
sosial

b. Bantu pasien
membedakan antara
persepsi dan
kenyataan
c. Kurangi stigma
isolasi sosial dengan
menghormati
martabat klien

d. Beri penguatan
terhadap usaha-
usaha yang
dilakukan klien,
keluarga, dan
teman-teman untuk
berinteraksi

e. Dukung hubungan
dengan orang lain
yang mempunyai
minat dan tujuan
faktor-faktor yang
mempengaruhi
perasaan isolasi
sosial
b. Membantu pasien
membedakan
antara persepsi dan
kenyataan
c. Mengurangi stigma
isolasi sosial
dengan
menghormati
martabat klien
d. Memberi
penguatan terhadap
usaha-usaha yang
dilakukan klien,
keluarga, dan
teman-teman untuk
berinteraksi

e. Mendukung
hubungan dengan
orang lain yang
mempunyai minat
intervensi
selanjutnya


b. Mengurangi
kemungkinan isolasi
sosial

c. Menghormati
martabat klien dapat
menumbuhkan rasa
percaya diri klien

d. Sebagai bentuk
penghargaan dan
penyemangat
terhadap usaha klien
dan keluarganya
sehingga klien
merasa diperhatikan
dan dihargai
e. Dapat menambah
rasa percaya diri dan
pengharggan
terhadap diri klien
untuk berinterkasi
dengan orang
sekitarnya
O: -
A: Masalah teratasi
P: -
yang sama

f. Dukung klien untuk
mengubah
lingkungan, seperti
pergi berjalan-jalan
dan pergi ke bioskop

dan tujuan yang
sama
f. Mendukung klien
untuk mengubah
lingkungan, seperti
pergi berjalan-jalan
dan pergi ke
bioskop


f. Untuk refreshing
sehingga dapat
mengurangi
ketakutan akan
penolakan dan
stigma



























AIDS

Faktor infeksi,
malabsorbsi, dan
makanan

endotoksin merusak
mukosa usus


Reabsorbsi
terganggu

kesempatan
usus untuk
menyerap
makanan
menurun

Hiperperistaltik
Diare
immunodeficiency
seluler
pengeluaran cairan
dan elektrolit
rangsangan
pengeluaran
Invasi HIV

Kekurangan volume
cairan tubuh
Mual

Anoreksia

Psikologis
terganggu

Muntah

Intake tidak
adekuat

Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

Penurunan sistem imun

virus hiv mengikat diri pada sel manusia
hiv menembus sel dan mengosongkan isinya dalam sel
kode genetik hiv diubah dari bentuk RNA menjadi DNA
DNA hiv menyatu dgn DNA sel & hiv menyebar ke seluruh tubuh
AIDS

Mudah terpapar
penyakit

Resiko infeksi

Perubahan status kesehatan
& potensial penularan
interpersonal (pada janin)
Ansietas

Kurang
mengingat
Tuhan

Hambatan
kognitif

Stigma

Distress
spiritual

Defisiensi
pengetahuan
tentang
penyakitnya

Perubahan
penampilan
fisik

Penolakan oleh
masyarakat

Resiko
isolasi
sosial

Mindset negatif
di masyarakat
Iritasi GI
Isi lumen usus
meningkat
Kecemasan
berlebih

PENYIMPANGAN KDM