Anda di halaman 1dari 18

Energy 36 (2011) 6130e 6137

Contents lists available at ScienceDirec t


Energy
journal homepage: www . elsevier . com/locate/energy
An experimental study of the effect of water content on comustion of coal tar!water
emulsion droplets
"hengxiang #eng
*
$ %iemin &hou
"chool of Energy "cience and Engineering$ 'entral "outh (ni)ersity$ 'hangsha$ *100+3 ,unan$ -. 'hina
a r t i c l e i n f o
Article history/
.ecei)ed 10 0arch 2011
.ecei)ed in re)ised form
1 %uly 2011
Accepted 21 %uly 2011 A)ailale
online 23 August 2011
2eywords/
3ater content
'omustion
'oal tar
Emulsion droplets
a s t r a c t
4erisolasi tetesan asphaltene tinggi emulsi tar atuara ! air dipela5ari untu6 menyelidi6i perila6u non 7 stail tetesan
pema6aran 8 #ata u6uran dan suhu se5arah diperoleh 8 .esidu 'o6e dianalisis dengan mi6ros6op ele6tron 8 9atas atas
dan awah untu6 pengapian wa6tu tunda didiri6an 8 2esalahan $ didefinisi6an seagai wa6tu 5eda antara dua atas ini $
6urang dari + ms 8 -enundaan wa6tu pengapian emulsi yang leih lama dianding6an tar atuara iasa ( '4 ) tetesan
dengan u6uran yang sama tapi suhu punca6 emulsi ter5adi 5auh leih awal 8 2enai6an suhu curam diamati dalam
emulsi selama agian dari se5arah pema6aran mere6a adalah u6ti tida6 hanya pengurangan 5elaga tetapi 5uga ting6at
urnout dari cenospheres 8 :ang tera6hir ini merupa6an aspe6 penting dalam pengurangan emisi polutan 8 4etesan
emulsi menun5u66an pemeng6a6an esarnya cu6up dianding6an dengan '4 8 -arti6el 'o6e terentu6 dari emulsi
leih erpori $ dengan 6erang tipis dan rapuh 8 4he '4 residu yang leih 6eras dan leih tahan terhadap tera6ar 8
3a6tu urnout 6eleihan atau rasio wa6tu urnout dari emulsi tergantung pada 6onsentrasi air $ menun5u66an ahwa
wa6tu o6sidasi leih lama diperlu6an untu6 parti6el 6o6as dari tar atuara daripada dari emulsi 8
2011 Else)ier ;td8 All rights reser)ed8
1. Pendahuluan
Ada pening6atan permintaan untu6 sumer daya energi alternatif 6arena
tingginya harga minya6 6on)ensional 8 4ar atuara merupa6an
cadangan strategis yang menimul6an tantangan aru untu6 pari6 6imia
dan pemang6it listri6 termal 8 4ar atuara ( '4 ) adalah cairan hampir
hitam 6ental $ leih erat daripada air $ dengan au naftalena 7su6a dan
rasa tera6ar yang ta5am $ diprodu6si di o)en 6o6as seagai produ6
sampingan dalam pemuatan 6o6as < 1 = 8
4ar atuara mentah terdiri dari *+ > hidro6aron $ *2 > 6aron dan 10
> air < 2 = 8 4ar atuara mentah adalah minya6 er6ualitas rendah $
6arena asphaltene tinggi dan 6onsentrasi logam erat $ yang ereda
dipertimang6an oleh 7 eraly dari fra6si suling lainnya 8 "atu masalah
utama adalah )is6ositas tinggi $ yang memuatnya sulit untu6
menyemprot dan mempengaruhi pema6aran sempurna 8 2otoran di tar
atuara mengurangi nilai 6omersial seagai ahan a6ar 6arena
rendahnya efisiensi pema6aran hasil dan ting6at polutan yang leih
tinggi yang dihasil6an 8 -eraturan untu6 ting6at yang dapat diterima
untu6 emisi gas uang men5adi 6etat dan semua metode yang mung6in
untu6 pengurangan mere6a harus die6splorasi 8 0ening6atnya
penggunaan tar atuara pema6aran untu6 pemang6it listri6 panas
telah menghasil6an cu6up
* 'orresponding author8 4el8/ +6 13+0+*2++61$ +6 1317*+70+1?@ fax/ +6
731+++71+638
E7mail address/ csdsxA1638com ("8 #eng)8
a6ti)itas dalam metode untu6 pengurangan emisi parti6ulat 8 -enggunaan
emulsi atuara tar 7 air menghasil6an eerapa efe6 nyata dalam
pema6aran tar atuara $ 6hususnya pengurangan parti6ulat dan emisi
BCx 8 #ilapor6an ahwa Ameri6a "eri6at a6an mencapai penghematan
tahunan seesar 1$6 miliar dolar 5i6a itu laya6 untu6 mening6at6an
efisiensi pema6aran semprot dengan 2 > < 3 = 8 Dni menyoroti
6eutuhan untu6 mengidentifi6asi proses fisi6 dasar yang terliat dalam
pema6aran semprot 8 -engemulsi '4 dengan air untu6 mementu6 air
dalam emulsi minya6 adalah cara yang ai6 untu6 mening6at6an
pema6aran '4 dan mengurangi masalah ling6ungan 8 -ema6aran
semacam ini emulsi telah terhuung dengan seuah fenomena menari6
yang diseut micro 7 leda6an $ proses pema6aran goyah dimana
fragmentasi tia7tia tetesan emulsi ter5adi 8 2arena ter5adinya mi6ro 7
leda6an $ suhu internal tetesan isa nai6 di atas suhu nu6leasi homogen
dari 6omponen ahan a6ar $ menghasil6an pementu6an dan
pertumuhan gelemung uap dalam tetesan 8 Dni gelemung uap
er6emang pesat a6hirnya menghancur6an ahan a6ar cair amplop
amient men5adi fragmen7fragmen yang leih 6ecil yang mema6ar
leih efisien 6arena luas permu6aan mening6at mere6a 8 "alah satu
tu5uan dari penelitian ini adalah untu6 mengatasi mi6ro 7 leda6an
pema6aran tetesan yang mengguna6an ahan a6ar dengan 6andungan
asphaltene leih esar dari *$+? > 8
9eerapa penelitian telah dila6u6an 6e dalam perila6u mema6ar tetesan
emulsi di masa lalu < 2e 6$1? = $ tetapi terintegras
i"8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137 6131
penilaian pengaruh 6adar air pada pema6aran tetesan tar atuara !
emulsi air elum dilapor6an sepenuhnya dalam literatur 8 ,al ini
diperlu6an untu6 pengemangan proses pema6aran ini untu6
men5elas6an 6ara6teristi6 pema6aran ahan a6ar dicampur dan
emulsi 8 #alam penelitian yang diterit6an sampai saat ini $ para peneliti
telah mengguna6an eragai ahan a6ar dan te6ni6 pema6aran 8
9eerapa telah mengguna6an n 7 parafin < 7e 1* = dan lain7lain sisa
minya6 < +$1$1? = seagai ase oil untu6 emulsi 8 9eerapa metodologi
yang diadopsi tida6 sangat 5elas tentang agaimana pementu6an parti6el
dipisah6an dari o6sidasi parti6el 8 2eti6a entu6 parti6el $ diameter
parti6el mening6at 8 2eti6a parti6el tero6sidasi $ diameter parti6el
menurun 8 3atanae et al 8 menggamar6an seuah model matemati6a
untu6 mempredi6si massa uap air yang dihasil6an dalam mi6ro 7 leda6an
< 16 = 8 9anya6 dari te6ni6 ini telah diguna6an untu6 menentu6an
6eeradaan atomisasi se6under $ sedang6an te6ni6 lainnya telah
diguna6an untu6 memanding6an wa6tu pengapian $ tahan tetesan dan
residu 6o6as dari emulsi dengan orang7orang dari ase oil dilapor6an
dalam literatur 8 #alam penyelidi6an $ itu melihat ahwa leih anya6
6aron yang dihasil6an $ wa6tu pengapian mening6at 8 #alam tulisan
ini $ 6ami mengguna6an tar atuara seagai minya6 dasar untu6
emulsi 8
"eagaimana diseut6an di atas $ pe6er5aan seelumnya telah
mening6at6an pengetahuan tentang emulsi $ tetapi pementu6an 6onsep
terpadu yang paling mewa6ili perila6u emulsi tetesan tetap tida6 leng6ap
atau teratas untu6 pema6aran tetesan ahan a6ar fosil dengan tepat 7
i6atan yang sama dan isi rendah asphaltene 8 "eagai contoh$ eerapa
e6sperimen < 10e 12 = telah menemu6an ahwa wa6tu pema6aran
minya6 leih lama daripada emulsi untu6 tetesan massa minya6 yang
sama 8 Bamun$ wa6tu pengapian telah menun5u66an hasil yang
ertentangan $ 6arena pengapian untu6 emulsi yang dieri6an ter5adi
leih awal dari minya6 sa5a < 11 = di awah 6ondisi yang sama 8
"ementara itu$ ada informasi yang teratas tentang agaimana wa6tu
pengapian eruah dengan mening6atnya 6adar air dan telah ada sedi6it
data yang di6umpul6an tentang wa6tu pengapian dan seumur hidup
droplet emulsi 8 "elain itu$ huungan antara pementu6an co6e dan
6ara6teristi6 'enosphere stru67tur untu6 emulsi ini elum diteliti secara
sistematis dan dianding6an dengan minya6 sisa 8 "tudi saat ini erfo6us
pada menyelesai6an eerapa peredaan ini dengan memanding6an
perila6u pema6aran '4 dan emulsi 8
,al ini melapor6an ahwa di awah reEim penguapan 6ontrol $
pengapian tertunda $ ah6an 6eti6a 6ondisi FanGt ,off teori termal 6lasi6
terpenuhi < 17 = 8 -engapian wa6tu tunda diamati sedang6an campuran
uap 7 udara mencapai atas mudah tera6ar seperti diindu6si oleh suhu
gas yang leih tinggi 8 #alam hal ini atas awah untu6 pengapian wa6tu
tunda diper6ira6an 8 -rosedur ini terdiri dari memangun fungsi 6ontinu
dari deret wa6tu mengu6ur suhu dalam fase cair < 1+ = 8 :ang pertama
dan 6edua deri)atif $ yang penting$ dan titi6 infle6si diguna6an untu6
mempredi6si wa6tu pengapian $ 6emudian diperoleh 8 3a6tu pengapian
selan5utnya dianding6an dengan nilai7nilai yang diamati dalam fase gas
yang diamil dari analisis 6ecepatan tinggi sinematografi gamar 8
-ende6atan ini mengurangi 6etida6pastian dengan mendefinisi6an suhu
pengapian dalam wa6tu inter)al daripada pada eerapa wa6tu se6eti6a
diresep6an $ yang sangat tida6 pra6tis8
-ada agian 6edua dari penelitian ini $ 6ami mempela5ari forma 7 tion
residu 6aron 8 "e5umlah peneliti < 6$1?$11 = telah menemu6an
6ara6teristi6 yang menghasil6an 6onsep76onsep yang ereda di se6itar
perila6u produ6si residu 6aron padat 8 Adanya peredaan tampa6nya
uni6 ter6ait dengan 6onten asphaltene dalam ahan a6ar yang
diguna6an < 6$7 = $ mes6ipun 6ontriusi terhadap residu 6o6as dari fra6si
non 7 asphaltene ditun5u66an untu6 men5adi signifi6an dan seanding
dengan asphaltenes < 20 = hanya 6eti6a asphaltene 6onsentrasi 6urang
dari *$+? > 8 ;ain in)estigasi gation < 21 = menemu6an ahwa untu6
minya6 residu $ asphaltenes adalah sumer utama pementu6an residu
6o6as 8 #alam pe6er5aan saat ini $ 6ami mengguna6an wa6tu o6sidasi
pasang emulsi tar atuara ! air asphaltenic seagai u6uran relatif dari
pementu6an 6o6as 8 #ianding6an dengan
-enyelidi6an yang dila6u6an oleh orang lain < 6$+$1? = $ pende6atan ini
seagian esar menghilang6an 6e6urangan yang 5elas dari tes tar
atuara $ yang eerapa peneliti anggap tida6 5elas < 10$12 = 8
-enyelidi6an dila6u6an dengan mengguna6an metode )ideo resolusi
tinggi untu6 film tahap pema6aran ahan a6ar yang droplet
penang6aran ertahan dalam ling6ungan yang sangat erseri7seri 8
,asilnya 6ontras dengan temuan seelumnya mengguna6an ahan a6ar
residu asphaltene tinggi < 16$1+ = di awah 6ondisi pema6aran yang
sama 8
2 8 E6sperimental mengatur dan tes
-ema6aran tetesan tunggal emulsi dengan 6adar air yang ereda ini
dila6u6an dalam 6onfigurasi geometris ideal dan disederhana6an 8
0etode )ideo eresolusi tinggi yang diguna6an untu6 memantau transien
yang dialami oleh tetesan pema6aran yang meliat6an ter5adinya
mendidih mengganggu $ eng6a6 $ perci6an dan pementu6an 6o6as 8
4he resolusi tinggi sistem )ideo con 7 sisted dari 6amera )ideo
er6ecepatan tinggi ( -hotron "A 7 2 ) $ prosesor gamar$ dan monitor
resolusi tinggi 8 2amera $ -hotron "A 7 2 $ menawar6an definisi tinggi
penuh 1120 H 10+0 sampai dengan 2000 frame per deti6 8 2amera )ideo
difilm6an a6ti)itas droplet dari wa6tu tetesan itu disunti66an 6e dalam
tung6u sampai residu 6aron dia6ar 8 "inyal )ideo yang ditransmisi6an
6e prosesor gamar di mana gamar itu ditampil6an dalam monitor
resolusi tinggi dan $ secara ersamaan dicatat dalam pere6am )ideo
untu6 analisis 8
,al ini melihat ahwa untu6 rentang diameter droplet menyelidi6i 7
gated sini pendispersi air suling memili6i efe6 yang tida6 dapat diterima
pada o6sidasi residu padat untu6 6onsentrasi air yang leih esar dari 32
> namun ting6at memuas6an o6sidasi 6o6as parti6el dicapai pada
6onsentrasi di awah 32 > 8 Cleh 6arena itu $ penelitian ini memahas
perila6u pema6aran dua emulsi air7minya6 yang diuat dengan
mendispersi6an + > dan 20 > air suling dan 1$? > surfa6tan dalam '4
dengan 6onten asphaltene tinggi dan diseut a6hirat '4 7A 8 "urfa6tan
disiap6an pencampuran dua pengemulsi $ *0 > 43EEB +? ( poli oxy7
etilen trioleat soritan ) dan ?? > "-AB +0 ( soritan trioleat ) 8 Emulsi
6emudian siap dengan lender me6ani6 mengguna6an wa6tu
pencampuran dari 1? menit 8 "ifat penting dari '4 $ yang diguna6an di
sini seagai 6asus dasar $ adalah seagai eri6ut / )is6ositas 6?0 0-a $
s $ erat 5enis 1$1+ 6g cmH3 pada 1? H' 8
-erhatian 6husus diguna6an untu6 memasti6an ahwa emulsi yang stail
selama satu ulan $ yang diputus6an oleh )isual yang exami 7 angsa
pada 6ondisi 6amar8 #istriusi dari tetesan air di '4 dipantau eerapa
6ali dalam periode stailisasi dengan mengamati fase homogen
menyear dengan tetesan air dari diameter ma6simum se6itar 6 mm
untu6 6edua sampel 8 "etelah ada pemisahan yang signifi6an air dari tar
atuara ditemu6an $ mixer terleta6 di dalam tang6i a6an er5alan selama
20 menit sehingga emulsi yang stail dapat diperoleh 8 "euah soso6
e6sperimental set 7 up yang ditun5u66an pada Iamar8 1 8 "eelum
percoaan $ '4 7 A $ emulsi dari tar atuara dengan + > air ( E+ ) dan
20 > air ( E20 ) ?00 6g masing7masing telah dipersiap6an $ dan disimpan
dalam tiga tan6 yang ereda $ yang ditutupi 8 "uhu tang6i dipertahan6an
pada 6? H' 8 "istem ma6an minya6 dirancang untu6 in5e6si ahan a6ar
cair oleh atomiEers te6anan8 4e6anan dari atomiEers dipertahan6an pada
2? 6g cmH2 oleh pompa te6anan tinggi 8 "elain itu$ 6ualitas emulsi
di5amin oleh mixer resonansi arus eddy terleta6 di 5alur te6anan tinggi 8
-istol minya6 ditempat6an sepan5ang sumu saluran udara 8 2arena suhu
ahan a6ar di6enal memili6i pengaruh yang 6uat terhadap 6iner5a alat
penyemprot $ lang6ah7lang6ah yang diadopsi untu6 menghilang6an efe6
ini 8 "euah lapisan isolasi termal ditamah6an 6e pistol untu6
meminimal6an perpindahan panas 8 "uhu ahan a6ar tetap pada 6? H' 8
"elain itu$ A simple6s te6anan 7 swirl noEEle memeri6an semprot
6erucut erongga diguna6an 8 2iner5a simple6s penyemprot te6anan 7
swirl ditampil6a
n6132 "8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137
3000mm
1500mm
Infrared Thermocouple
750mm
temperature
Air
test probe
Fun
nel
Place of
Combustion
product
filming
Spray nozzle
1
3
2
5
4
6000mm
3
0
1. atomisasi 2.evaporation 3.pyrogenation dan retak
4. Campuran bahan bakar dan udara 5.catching
kebakaran, pembentukan api
Gambar. 1. Diagram skematik eksperimental set-up 1. Atomization 2. Penguapan 3. Pyrogenation dan
cracking 4. Campuran bahan bakar dan udara 5. Penangkapan kebakaran, pembentukan ap
i
6etergantungan yang 6uat pada suhu ahan
a6ar8 Alasannya adalah penurunan )is6ositas
ahan a6ar cair 6arena suhu mening6at @
seagai a6iatnya $ 6erugian gese6an dalam
atomiEer menurun $ menghasil6an semprotan
yang leih luas terdiri dari tetes halus 8
0inya6 #iesel a6an disemprot6an 6e tung6u $
dia6ar untu6 memanas6an tung6u 6eti6a
suhu dalam tung6u 6urang dari titi6
pengapian '4 ( ?+0e630 H' ) 8 2emudian
emulsi yang disemprot6an 6e dalam tung6u $
percoaan dimulai 8 4etesan emulsi dia6ar di
udara se6itarnya 8 "elain itu $ fenomena
pema6aran tercatat seesar *?0 frame per
deti6 untu6 mereprodu6si gamar er6ualitas
ai6 dari tetesan pema6aran 8 4ermo6opel
yang diguna6an dalam penelitian ini adalah
5enis aru " termo6opel ( 6awat 63 mm mani6
) yang diuat oleh 3atlow 8 .entang
operasional er)ariasi dari 0 H' 1700 H' 8
#iper6ira6an 6esalahan itu H1e28? H' 8
4ermo6opel datang pari6 di6alirasi dapat
dilaca6 pada BD"4 "tandar 8 -engaruh posisi
termo6opel dalam tung6u e6sperimental 5uga
diteliti untu6 memperoleh )isualisasi terai6
dari 6egiatan tetesan 6arena posisi termo6opel
8 "uhu tetesan diu6ur dengan pyrometer
inframerah portael pyrolaser ther 7 mometer
aru$ yang 5ang6auan operasional adalah
600e1?00 H' $ diper6ira6an error adalah H3
H' 8 4he -yrolaser termometer inframerah
datang pari6 di6alirasi dapat dilaca6 pada
BD"4 "tandar 8 -engu6uran e6sperimental
dila6u6an pada suhu tung6u 1020 H' untu6
mela6u6an inter 7 perandingan men5amin
ahwa se5arah droplet dan mema6ar
6ara6teristi6 emulsi 5atuh dalam rentang
wa6tu yang dica6up oleh orang7orang dari '4
7 A 8 -ercoaan dan penentuan se5arah
temperatur dan diameter diulang 1 6ali untu6
memasti6an reprodu6siilitas se5arah termal
dan menghasil6an hasil dengan 6etida6pastian
serendah mung6in8 -ementu6an erlama7
lama yang
particles and its suseJuent oxidation were
!ilmed and particle diameter )ariation
recorded8 'o6e residues from the emulsions
were also analyEed y scanning electron
microscopy ("E0)8
" . #asil dan Pembahasan
-engaruh 6onsentrasi air ( ditamah6an
seagai emulsi ) pada tetesan pema6aran
di6ait6an dengan emulsi ( E+ dan E20 ) siap
dengan '4 7 A 8 (rutan fotografi 6has
6ema5uan pema6aran emulsi dengan 20 >
air ditun5u66an pada Iamar 8 2AeE 8 #alam
rang6a untu6 menari6 perandingan yang
5elas $ Iamar 8 3 menampil6an urutan
fotografi 6ema5uan pema6aran untu6 '4 7
A 8
#iameter tetesan awal adalah 76? mm ( H2?
mm ) untu6 emulsi dan 7+0 mm ( H2? mm )
untu6 '4 7 A 8 0assa tetesan adalah 08213 mg
untu6 '4 7 A $ 0$2?1 mg untu6 E+ $ dan 0821*
mg untu6 E20 8 #iameter awal droplet ( d0 )
untu6 emulsi ditun5u66an pada Iamar8 2
adalah se6itar 76? mm 8 3a6tu pema6aran
tetesan emulsi adalah se6itar *+? ms $
termasu6 pementu6an 6o6as 8 "eagai
perandingan $ wa6tu pema6aran untu6 '4
7A tetesan adalah 61? ms 8 "eelum
pengapian $ tetesan emulsi mengalami
pemeng6a6an yang signifi6an $ yang
dihasil6an oleh penguapan tetesan air
memperesar u6uran tetesan dipertimang6an
oleh 7 eraly pada 2?0 ms (Iamar 29 ) 8
0icro 7 leda6an dii6uti dalam wa6tu 12 ms $
melepas6an 5umlah erleihan uap disertai
dengan tetesan 6ecil (Iamar 29 ) 8 (ntu6
'4 tetesan $ hanya uap se6itar tetesan diamati
selama pra 7 pengapian $ menun5u66an adanya
senyawa )olatile yang mementu6 awan
terlihat uap seelum pengapian 8 2eti6a
6omponen menguap dicampur dengan udara
se6itarnya dan suhu campuran mencapai
6ondisi pengapian 6ritis $ tetesan dinyala6an
dan$ apalagi$api terliha
t"8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137 6133
$ambar. %. Sinematogra!i gambar &ecepatan tinggi
dari emulsi tetesan tawanan '%(. Daerah cahaya
yang bai& di!usi api bercahaya atau bahan ba&ar
menguap. Daerah gelap adalah gas se&itarnya dan
permu&aan tetesan. )*+ Sebelum pengapian,
tetesan emulsi mengalami pembeng&a&an yang
signi!i&an, memperbesar u&uran tetesan jauh pada
%-( ms. ).+ /icroe0plosions dii&uti merilis jumlah
berlebihan uap. )C+ droplet tersebut dinyala&an dan
api terlihat muncul di "1" ms. )D+ Serang&aian
e&spansi dan &ontra&si yang terjadi serenta&
dengan perci&an tetesan satelit &ecil yang didahului
oleh pembeng&a&an yang signi!i&an. )'+ 2he
emulsi tetesan runtuh, stru&tur menjadi &a&u dan
membentu& tombol &o&as berpori.
muncul8 Dni 5elas ditun5u66an untu6 emulsi
pada 373 ms (Iamar 2')8 "esaat 6emudian$
serang6aian e6spansi dan 6ontra6si yang
ter5adi serenta6 dengan perci6an tetesan satelit
6ecil yang didahului oleh pemeng6a6an yang
signifi6an (Iamar 2#)8 -ada saat periode
6edua pemeng6a6an erhenti$ sementara
dalam tahap api terlihat$ tetesan emulsi
runtuh$ stru6tur men5adi 6a6u dan mementu6
tomol 6o6as erpori (Iamar 2E)8 E+ dan
E20 dengan orig inal7diameter droplet dari
76? mm (H2? mm di semua diameter) dia6ar
dan se5arah suhu mere6a dalam fase cair
recor7#E#8 "e5arah suhu7wa6tu E+ dan E20
diilustrasi6an pada Iamar8 *$ ersama
dengan se5arah termal '47A8 -ema6aran
arang7acteristics E+ dan E20 menghasil6an
distriusi tions cu6up ereda 6ontras dengan
'48 Fariasi suhu tetesan7to7tetesan dalam
6ur)a diilustrasi6an pada Iamar8 *$ yang
diu6ur dengan
suhu tinggi termometer inframerah$ tercantum
dalam 4ael 18 penyimpangan "tan7dard
dihitung dari tiga titi6 data pada wa6tu
tertentu8 2etida6pastian tertinggi muncul
selama fase pema6aran lalu 6eti6a periode
a6hir dari pementu6an residu padat ter5adi8
"euah fitur 6has transien suhu ini adalah
lo6asi relatif dari suhu ma6simum8 "uhu
punca6 E+ dan E20 muncul 5auh leih awal
dalam wa6tu$ 160 ms$ daripada untu6 minya6
residu8
-eruahan suhu punca6 adalah u6uran dari
influ7ence dari 6andungan air dalam emulsi
tar atuara ! air8 "uhu minya6 ma6simum
tetap cu6up stail selama periode *20 ms$
dengan penurunan suhu ertahap yang
erlan5ut setelah stru6tur shell sepenuhnya
tero6sidasi8 9ila suhu punca6 ahan a6ar
tercapai$ itu seharusnya ahwa stru6tur shell
hampir sepenuhny
a613* "8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137
$ambar. ". 3rutan !otogra!i &emajuan pemba&aran untu& C24*. Daerah cahaya yang
bai& bahan ba&ar menguap atau di!usi api bercahaya. Daerah gelap adalah C24*
permu&aan droplet dan gas di se&itarnya. )*+ Sebelum pengapian, penguapan C24*
tetesan. ).+ 2he perci&an C24* tetesan. )C+ Serang&aian e&spansi dan &ontra&si dari
C24* tetesan terjadi serenta& yang didahului oleh pembeng&a&an.
tero6sidasi 8 -eredaan yang penting dalam transien suhu antara emulsi dan
'4 terleta6 pada gradien temperatur curam yang menun5u66an emulsi pada
periode awal dan a6hir dari pema6aran 8 "eperti dapat ditari6 dari Iamar 8
* $ mening6at6an leih cepat dalam suhu yang diamati dalam emulsi untu6
agian7agian se5arah pema6aran mere6a adalah u6ti tida6 hanya
pengurangan 5elaga tetapi 5uga ting6at urnout dari cenospheres $ yang
merupa6an elemen penting dalam pengurangan emisi polutan 8 -ema6aran
E+ dan E20 selesai 5auh leih awal daripada '4 8 #ari Iamar 8 * $ 6ami
menemu6an $ terlepas dari se5arah termal yang relatif pende6 $ pertama dua
6ali pema6aran 6ualitatif dapat men5elas6an emulsi $ mirip dengan '4 /
periode pra 7 pengapian $ tahap api terlihat8 ,al ini 5uga di6etahui ahwa $
ah6an untu6 ahan a6ar yang 5elas termasu6 emulsi $ ada periode a6hir
pementu6an residu padat 8
4ahap periode pra 7 pengapian meman5ang dari paparan diri pengapian 8
"ementara itu tetesan menyerap panas $ mening6at6an
Iamar8 *8 "uhu se5arah7wa6tu E+ dan E20 dan '47A8
suhu droplet dan penguapan 6omponen )olatile$ yang campuran dengan
o6sigen di atmosfer8 "elama wa6tu ini emulsi menampil6an gangguan$
erasal oleh air tersear di '48 4ahap 6edua dimulai segera setelah
campuran mencapai atas mudah tera6ar$ dimana pening6atan suhu uap$
meleihi temperatur pengapian8 2onsep ini erasal dari definisi termal
6lasi6 pengapian dan diatur oleh 6ondisi FanGt ,off$ yang merupa6an
6ondisi yang diperlu6an tetapi tida6 cu6up untu6 pengapian erlangsung8
-ersyaratan lain untu6 pengapian$ yang di6enal seagai persyaratan
singgung$ disa5i6an dan diahas oleh orang lain <22= tetapi terlalu 6etat8
Cleh 6arena itu$ eerapa menga5u6an cara untu6 menggeneralisasi 6ondisi
pengapian dengan mema6sa6an ahwa d4 ! dt H 0$ dan d24!dt2 K 0 <3=8
(ntu6 memperluas penerapan dari umum
tael 1
3a6tu "eries of #iu6ur "uhu (Iamar *) untu6 Emulsi dan '47A$ dengan
2etida6pastian8
4ime$ ms 4E+ (
_
') 4E20 (
_
') 4'4_A (
_
')
0 23
_
28? 23 _ 181 1+ _ 286
+0 73
_
1382 +? _ 1282 1*?
_
2282
160 131
_
682 1?6 _ 1381 2*+
_
3683
2*0 2*6
_
318? 302 _ 138? 3?+
_
1?81
320 *1?
_
*087 *2+ _ 2683 *0*
_
1?87
*00 1121
_
7*82 1063 _ 228+ 703
_
218+
*+0 1307
_
10?8+ 12?1 _ 738? +1?
_
218?
?60 12+1
_
718? 111? _ 6+81 1137
_
?087
6*0 1233
_
++86 11?+ _ +381 11?1
_
*?82
720 11?+
_
1178+ 10+? _ 1787 1137
_
7781
+00 1001
_
6187 ++2 _ 1+82 113+
_
7687
++0 77*
_
?28+ 7?3 _ ?786 111*
_
?783
160 1070 _ 60
"8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137 613?
teori pengapian termal untu6 mengurangi 6etida6pastian dalam suhu
pengapian diselidi6i emulsi $ se5arah termal yang mathe 7 matically
diguna6an untu6 e6er5a 6eluar pertama dan profil suhu turunan 6edua 8
4emperatur pengapian -er6iraan terseut 6emudian dianding6an dengan
nilai7nilai yang diamati diperoleh dari analisis gamar yang dire6am 8
Dgnition di6ata6an telah ter5adi 6eti6a api terlihat muncul se6itar droplet
dalam gamar resolusi tinggi ( lihat Iamar 8 2# ) 8 0etode aru
memutuh6an turunan pertama dan 6edua dari temperatur seagai fungsi
wa6tu $ yang dihitung dari diferensiasi langsung dari polinomial 8 'ur)e
fitting polinomial diterap6an pada eragai wa6tu yang tepat $ di mana
pengapian diper6ira6an ter5adi seagai tetesan tawanan tera6ar di udara
se6itarnya 8 -olinomial ;east persegi dihitung mengguna6an program
compu 7 tational standar8 -olinomial 6eempat dan 6elima 7order yang
diperoleh untu6 dua emulsi di5elas6an dalam 6arya ini 8 Lungsi7fungsi ini $
yang dieri6an dalam formulir ini $ memili6i 6oefisien determinasi ( .2 )
dari 0811* dan 08117 $ independen $ menun5u66an ahwa nilai suhu yang
diamati ai6 di5elas6an oleh suhu rela 7 huungan sosial di awah ini 8
4
E+
*:? _ 10
_10
t
?
_ 2:?2 _ 10
_7
t
*
M 1:6? _ 10
_*
t
3
_1:7? _
10
_2
t
2
M 1:1?t M 2?:1+
4
E20
1:?+ _ 10
_1
t
*
_ 3:?6 _ 10
_6
t
3
M *:27 _ 10
_3
t
2
M 0:11t M 2:1?t M
32:67
#eri)atif pertama dan 6edua suhu diplot6an sama untu6 mengidentifi6asi
6ondisi pengapian 8 ,al ini seai6nya dipertimang6an dalam terang
Iamar 8 ? 8 Iamar 8 ? menun5u66an fungsi 6ontinu pada inter)al di mana
polinomial yang signifi6an 8 Iamar 8 ? 5uga menun5u66an ahwa 40 ( t )
menampil6an dua poin 6unci lo6al untu6 E+ $ yang memenuhi persyaratan
pengapian $ adalah ahwa 6edua wilayah erla6u untu6 pengapian ter5adi 8
:ang pertama adalah leih atau 6urang pada 120 ms untu6 6edua emulsi dan
yang 6edua pada 310 ms dan 33? ms ( tida6 digamar6an ) untu6 E+ dan
E20 8 ,al ini menemu6an ahwa wa6tu pengapian ergeser 6e 6ali leih
lama ila 6adar air mening6at 8 Iamar7gamar dari proses pema6aran
untu6 tetesan E20 (Iamar 2 ) tida6 menun5u66an stru6tur api $ 6ecuali
pada 3*? ms $ dimana api terlihat di se6itar tetesan diamati 8 4api gamar
dari proses pema6aran untu6 tetesan E20 di
( A ) e ( ' ) Iamar8 2 memeri6an eerapa u6ti untu6 mendu6ung ahwa
ada 3 6ali pengapian untu6 tetesan itu8 .eEim unga $ daerah penguapan
6ontrol $ mengandai6an ahwa 6eti6a 6uat gasifi 7 6ation dimulai tia7tia
dan cu6up a6umulasi ahan a6ar pem 7 lishes cepat pencampuran dan
wa6tu rea6si harus diaai6an 8 Dni reEim 6erugian radiasi menyea6an
6eterlamatan pengapian selama tahap awal e6spansi tetesan $ meninggal6an
tetesan esar yang
menguap dalam gas panas tertinggal setelah pema6aran sementara erhenti
8 #engan terus e)olusi gas $ campuran uap 7 udara rea 7 ches atas mudah
tera6ar dan pengapian 6emudian diindu6si oleh suhu gas yang leih tinggi 8
Cleh 6arena itu$ analisis dari pasangan gaungan dari 6ur)a dan gamar dari
proses pema6aran $ menun5u66an ahwa Dgni 7 tion delay yang ter5adi pada
310 ms dan 33? ms untu6 E+ dan E20 $ masing7masing 8 (ntu6 E+ $
pengapian di)isualisasi6an dicapai pada 31? H' ( 310 ms ) $ sementara
6ondisi pengapian 6ritis dihitung erada di 3?? H' ( 310 ms ) 8 (ntu6 E+ $
mes6ipun suhu yang diamati adalah ereda dari yang disimpul6an dari
teori termal $ wa6tu pengapian diu6ur ter5adi tepat pada wa6tu yang sama
dengan yang dihitung satu per 310 ms 8 (ntu6 E20 $ pengapian
di)isualisasi6an ter5adi pada *7? H' ( 3?? ms ) dan 6ondisi pengapian 6ritis
dihitung dicapai pada 31+ H' ( 33? ms ) 8 2esalahan yang disea6an oleh
hipotesis ahwa pengapian wa6tu tunda dapat didefinisi6an oleh atas
awah dan atas adalah menghalangi 7 ditamang dari peredaan suhu antara
suhu yang diamati dan suhu disimpul6an dari teori termal $ mengguna6an
se5arah suhu 7 fase cair 8 ,al ini memeri6an ( '4 dan emulsi ) *? H 7$? H' $
dengan delta sesuai wa6tu pema6aran 21 H 1$? ms 8
"etelah campuran ahan a6ar udara telah memicu $ periode 6edua dimulai
namun era6hir ta6 lama seelum parti6el 6o6as erlama7lama mulai
terentu6 8 -eriode ini $ ditandai dengan api terlihat di se6itar droplet$ 5uga
sangat a6tif 6arena gangguan yang disea6an oleh peristiwa 7 fase cair 8
Fariasi diameter droplet selama pema6aran pada tahap 6edua erfungsi s
eagai indi6ator untu6 mengung6ap6an perila6u non 7 linear dari ahan
a6ar sisa yang erat 8 2egoyangan ditemu6an dalam tahap pra 7 api
pengapian dan terlihat8 "elain itu $ gamar yang dire6am diproses oleh
image digitalisasi untu6 menge6stra6 diameter tetesan seagai fungsi
wa6tu 8 #iameter setiap tetesan diu6ur setiap 10 ms untu6 proses pemanasan
6eseluruhan 8 -ada awalnya $ diameter setara telah di6er5a6an dari rasio luas
)olume ! permu6aan yang sama droplet 8 #iameter tetesan setara $ yang
diseut diameter droplet normalisasi di sini $ adalah "auter erarti diameter (
"0# ) 8 "eidang diameter droplet normalisasi terhadap wa6tu untu6 '4 7
A dan untu6 emulsi ditun5u66an pada Iamar 8 6 8 #iameter droplet awal
se6itar 7+0 mm ( H2? mm ) untu6 '4 7 A dan se6itar 76? mm ( H2? mm )
untu6 emulsi 8 Adapun emulsi dan ase oil dengan 6andungan air $ terlepas
dari hilangnya massa dari tetesan selama periode pema6aran $ diameter
tetesan diamati tetap stail atau ah6an mening6at selama masa hidup
mere6a 8 -ening6atan diameter terutama disea6an pemeng6a6an air $ dan
tida6 ertentangan dengan d 7sJuare hu6um yang diterima secara luas $ yang
coco6 untu6 minya6 dengan air sedi6it 8 #ua periode eng6a6 terlihat pada
Iamar 8 6 @ pertama antara 170 ms dan 2*0 ms untu6 6edua emulsi $
memeri6an u6uran tetesan 3$7? dan *$1 6ali diameter awal untu6 E+ dan
E20 8 "euah pemeng6a6an 6edua untu6 emulsi ter5adi antara 310 ms dan
37? ms $ sehingga tetesan u6uran 2$7? 6ali diameter awal 6edua emulsi 8
untu
6
Iamar8 ?8 -ertama dan turunan 6edua temperatur seagai fungsi wa6tu
untu6 E+8
Iamar8 68 BormaliEed diameter droplet ("0#) untu6 E+$E20
dan '47A
86136 "8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137
5ig. 1. 'o6e residue (A) 'o6e residue from E20 (9) 'o6e residue from '48
'4 7 A $ pemeng6a6an terdete6si dari 320 ms
sampai 37? ms $ sehingga menimul6an tetesan
1$?? 6ali diameter tetesan awal 8 ,al ini diperlu6an
untu6 menun5u66an ahwa pemeng6a6an pertama
dari emulsi $ yang fol 7melenguh oleh mi6ro 7
leda6an disertai di6eluar6an drop7 memung6in6an
leih 6ecil $ ter5adi seelum pengapian droplet 8
0enurut Iamar 8 6 $ 6ita isa memper6ira6an $
se6itar 3+$3> dari umur droplet adalah encom 7
melewati pema6aran dan pemeng6a6an pada
emulsi selama tahap 6edua $ sisanya 61$7 > dari
tetesan seumur hidup meliputi pemanasan awal $
dimana pemeng6a6an signifi6an dari tetesan
ter5adi seelum pengapian $ dan fase pementu6an
'enosphere yang era6hir dengan matang erlama7
lama 6o6as parti6el 8
"elain itu$ residu dari 6edua '4 7 A dan E20 yang
diperoleh dengan mema6ar tetesan awah 6ondisi
yang sama 8 Iamar 8 7 menun5u66an parti6el
6o6as tera6ar 8 #ari ang6a7ang6a ini $ 6ita melihat
ahwa permu6aan '4 parti6el 6asar dan erisi
ce6ungan dan rongga 8 Aga6nya $ luang ini
terentu6 6eti6a 6onstituen ringan dari '4 yang
dipancar6an tia7tia dari tetesan 6eti6a gangguan
ter5adi pada tahap api terlihat8 "elama proses ini $
te6anan di dalam tetesan mening6at 6arena
penguapan 6omponen )olatile$ menyea6an uap
ahan a6ar untu6 a6hirnya melari6an diri melalui
agian yang lemah dari permu6aan $ pecah shell 8
-ermu6aan residu emulsi menun5u66an luang
leih esar dari '4 8 ,al ini masu6 a6al untu6
menyimpul6an ahwa luang ini erasal 6arena
dua alasan @ pertama$ 6arena air menguap dan
melari6an diri tia7tia dari tetesan emulsi $
gangguan yang ter5adi selama tahap pra 7
pengapian 8 2edua $ stru6tur residu menduga oleh
argumen seanding dengan yang untu6 '4 7 A 8
;uang7luang di emulsi 6o6as leih ditandai dan
sering teragi $ yang menun5u66an ahwa
pengusiran 6omponen )olatil leih 6uat daripada di
'4 8 Da menyadari ahwa seagai 6adar air
mening6at $ gangguan dalam emulsi men5adi leih
6uat 8 Litur7fitur ini sangat penting 6arena mere6a
memeri6an u6ti yang er6ontriusi terhadap
mengelusidasi peredaan antara wa6tu pema6aran
residu 6o6as untu6 emulsi dan '4 8
'o6e o6sidasi mementu6 $ tahap 6edua yang
paling penting dalam pema6aran ahan a6ar
cair 8 4ahap pema6aran residu padat tida6 mulai
sampai residu tetesan telah runtuh 8 9eerapa < 23 =
melapor6an ahwa energi yang signifi6an dirilis
6eti6a parti6el 6o6as erea6si $ sehingga parti6el7
parti6el 6o6as memicu dalam inter)al wa6tu
tertentu 8 -ada penelitian ini $ periode ini
diidentifi6asi pada Iamar 8 * dengan pening6atan
lang6ah dalam suhu $ dimana suhu diu6ur nai6
se6itar 66? H' dalam $ paling anya6$ 120 ms 8
#ianding6an dengan '4 7 A $ melompat suhu ini
leih tinggi $ mencapai 3?0 H' di se6itar 120 ms $
(dari **0 ms ?60 ms ) 8 "e6ali lagi $ para peneliti
mengguna6an teori termal 6lasi6 dan 6ur)a regresi
polinomial pas untu6 mempredi6si pengapian
seagai atas awah 8 #engan cara ini $ 6eutuhan
pengapian 6ritis puas di *?0 ms ( 13*0 H' ) dan
**? ms ( 133? H' ) untu6 tetesan emulsi E+ dan
E20 $ masing7masing8 (ntu6 '4 7 A $ pengapian
ter5adi pada *?? ms ( +?0 H' ) 8 Ang6a7ang6a ini
menun5u66an ahwa
parti6el 6o6as dihasil6an dari emulsi dinyala6an
de6at suhu punca6 tertinggi diamati selama periode
api terlihat$ di mana diameter droplet memecah
dramatis $ seperti Iamar 8 6 menun5u66an $
sedang6an nilai7nilai yang diamati ter5adi pada *0?
ms dan ?20 ms 8
(ntu6 ahan a6ar yang ereda $ 6ali o6sidasi
parti6el 6o6as yang ereda 8 "elain itu$ la5u
pema6aran harus dimodifi6asi dengan
penamahan air dalam ahan a6ar 8 Cleh 6arena
itu$ 6ali 6o6as urnout dari dua emulsi yang dicapai
pada se6itar 12?0 ms dan 1171 ms $ masing7masing
8 Bilai7nilai ini diguna6an untu6 e6er5a di luar
selang wa6tu untu6 co6e urnout dengan
mengurangi wa6tu o6sidasi dari wa6tu
pementu6an 6o6as 8 #ari sini $ selang 7*0 ms
diperoleh untu6 E+ dan selang 6*0 ms diperoleh
untu6 E20 8 "elain itu $ wa6tu 6elelahan 6eleihan
disimpul6an untu6 menentu6an ting6at o6sidasi
relatif dari parti6el 6o6as 8 Cleh 6arena itu $ ting6at
o6sidasi residu cenospheric untu6 dua emulsi ini
diperlu6an 16 > dan 33 > leih sedi6it wa6tu
relatif terhadap '4 7A residu 6o6as 8 "euah
6etergantungan ditandai 6andungan air dalam
emulsi disimpul6an men5adi penting untu6
mencapai 6eleihan wa6tu urnout terendah $ yang
erarti ahwa residu 6aron dari E20 tera6ar leih
cepat dianding6an dengan polos dan '4 E+ 8
Alasannya adalah ahwa $ untu6 E20 $ ada mi6ro 7
leda6an yang leih parah $ dan atomisasi yang leih
ai6 dari droplet $ dan terleih lagi $ 6omponen
menguap a6an ercampur dengan udara leih
leng6ap 8 "e5auh interpretasi fisi6 dari pengamatan
e6sperimental prihatin $ 6eti6a suhu droplet leih
esar dari 100 H' $ air dalam tetesan mulai
menguap $ dan menyea6an ter5adinya mi6ro 7
leda6an 8 Atomisasi se6under dari semprotan awal
diprodu6si seagai 6onse6uensi dari penguapan
mengganggu tetesan air yang ter6andung dalam
setetes cair 8 -enguapan air adalah proses fisi6 8
-enamahan air menamah efisiensi pema6aran 8
Cleh 6arena itu$ pema6aran leih sempurna
diperoleh selama proses pema6aran emulsi 8
* 8 2esimpulan
#alam studi ini $ percoaan terisolasi tetesan tinggi
asphaltene emulsi tar atuara ! air yang
mengandung + > dan 20 > air dila6u6an 8 4ransien
yang dialami oleh tetesan pema6aran die)aluasi
dengan metode )ideo resolusi tinggi 8 -arti6el
forma 7 tion dan o6sidasi parti6el dipela5ari secara
terpisah untu6 menyelidi6i perila6u tera6ar 8
4etesan emulsi menyumang cu6up pemeng6a6an
d hingga 3$? 6ali leih esar daripada yang diamati
untu6 '4 7 A 8 -emeng6a6an emulsi 5uga ter5adi
seelumnya dalam proses pengapian daripada
tetesan '4 7A 8 #alam semua 6asus u5i dengan
emulsi $ pemeng6a6an pertama ter5adi seelum
pengapian dari tetesan $ sementara rilis erlimpah
tetesan 6ecil ter5adi setelah pemeng6a6an 8
3a6tu pengapian lag ditentu6an dengan
matemati6a manipula 7 tion dari suhu tetesan
diu6ur ersama dengan 6lasi
6"8 #eng$ %8 &hou ! Energy 36 (2011) 6130e6137
6137
* 8 menipis
#alam$ penyusunan 4ugas "uami $ -ercoaan terisolasi tetesan 4inggi
asphaltene emulsi tar atuara ! udara :ang mengandung + > dan 20 >
dila6u6an udara 8 4ransien :ang dialami #ipos6an oleh tetesan pema6aran
die)aluasi Arti6el 9aru mengguna6an metoda )ideo yang resolusi 4inggi8
-arti6el forma 7 tion #an o6sidasi parti6el dipela5ari secara terpisah untu6
menyelidi6i perila6u 4era6ar 8
4etesan emulsi menyumang '(2(- pemeng6a6an d hingga 3$? 2ali leih
9esar daripada :ang diamati untu6 '4 7 A 8 -emeng6a6an emulsi 5uga
ter5adi seelumnya #alam$ alt -roses pengapian daripada tetesan '4 7A 8
#alam$ N "emua 6asus .A,D0$ D.3AB Arti6el 9aru emulsi $ pemeng6a6an
-E.4A0A ter5adi seelum pengapian 9ahasa #ari tetesan $ "E0EB4A.A
rilis erlimpah tetesan 2ecil ter5adi -enghasilan 6ena pemeng6a6an 8
3a6tu pengapian lag ditentu6an Arti6el 9aru 0atemati6a manipula 7 tion
9ahasa #ari "uhu tetesan diu6ur Arti6el 9aru 9ersama 2lasi6
"8 #eng $ %8 &hou ! Energy 36 ( 2011) 6130e6137 6137

teori thermal 8 (ntu6 E+ $ acara pengapian tercatat ter5adi persis pada saat
dihitung dengan teori termal $ mes6ipun suhu yang diamati dari acara ini
ereda dari yang dihitung dari teori termal 8 (ntu6 E20 $ pengapian tercatat
ter5adi sedi6it 6emudian dari yang dihitung $ sedang6an suhu yang diamati
secara signifi6an leih tinggi dari yang diharap6an 8 2ami menemu6an ahwa
untu6 u6uran yang sama ahan a6ar tetesan pengapian lag wa6tu mening6at
seiring 6enai6an 6adar air 8 2ami melihat ahwa tetesan tundu6 pada perila6u
yang mengganggu dalam periode pra 7 pengapian dan api terlihat8
"e5arah termal emulsi menun5u66an peredaan yang signifi6an ila
dianding6an dengan orang7orang dari '4 7 A 8 0isalnya$ suhu punca6 E+
dan E20 ter5adi 5auh leih awal daripada '4 7
A8 ma6simum '4 7A suhu tetap 6onstan selama wa6tu yang leih lama dan
menun5u66an ertahap pemusu6an suhu 8 0enamah6an air untu6 '4
menyea6an gradien temperatur leih curam selama tahap pema6aran
dianding6an dengan profil suhu erentu6 halus dari '4 7 A 8 4he curam
6enai6an suhu yang diamati dalam emulsi adalah u6ti pema6aran yang
leih leng6ap dari cenospheres dan menga6iat6an pengurangan emisi 5elaga
dan 6ontaminan lainnya 8
4er5adinya mi6ro 7 leda6an seelum api dari tetesan merupa6an fa6tor penting
dalam produ6si stru6tur shell yang didefinisi6an dalam residu padat 8 "tru6tur
6o6as emulsi adalah morfologi dan geometris ereda daripada '4 7
A8 #roplet pema6aran ter5adi dengan intensitas yang leih esar pada tahap
selan5utnya dari seumur hidup droplet $ dan mempengaruhi stru6tur mole6ul
residu selama fase peme6uan8 9entu6 diamati dari residu 6aron dari '4 7A
adalah leih padat dan leih teratur dianding6an dengan lemut $
cenospheres amorf leih rapuh dari emulsi 8
(capan 4erima 2asih
2arya ini didu6ung oleh #ana -enelitian Lundamental untu6 (ni)ersitas
4engah dan -rogram -ro)insi ,unan .iset 4e6nologi 8
6e!erences
<1O "mith D38 4he con)ersion of rown coal to oil y !lash pyrolysis8 Energy 11+6@
11/1217e2*8
<2O ;in ':$ 'hen ;38 Engine performance and emission characteristics of three7
phase diesel emulsions prepared y an ultrasonic emulsi !ication method8 Luel
2006@+?/?13e6008
<3O .ene C.$ .afael F$ Antonio #08 An experimental study of the effect of water
content on comustion of hea)y fuel oil!water emulsion droplets8 'omust Llame
2001@126/1+*?e??8
<*O 0egaritis A$ :ap #$ 3ysEyns6i 0;8 Effect of water lending on ioethanol ,''D
comustion with forced induction and residual gas trapping8 Energy 2007@32/2316e*008
<?O 2annan I.$ Anand .8 Experimental in)estigation on diesel engine with
diestrolewater micro emulsions8 Energy 2011@36/16+0e78
<6O 4arlet #$ 9ellettre %$ 4aEerout 0$ .ahmouni '8 -rediction of micro7explosion
delay of emulsi!ied fuel droplet8 Dnt % 4hermal "ci 2001@*+/**1e608
<7O Fillasenor .$ Iarcia L8 An experimental study of the effects of asphaltenes on
hea)y fuel oil8 Luel 1111@7+/133e**8
<+O 3atanae ,$ ,arada 4$ 0atsushita :$ Ao6i ,$ 0iura 48 4he characteristics of
puf!ing of the caronated emulsi!ied fuel8 Dnt % ,eat 0ass 4ran 2001@?2/ 3676e+*8
<1O ;ille "$ #os6i 4$ 9lasia6 38 FisualiEation of fuel 5et in conditions of highly
preheated air comusiton8 % -ropul -ower 2000@16/?1?e6008
<10O Allouis '$ ;7Dnsalata A$ Lortunato ;$ "aponaro A$ 9eretta L8 "tudy of watereoil
emulsion comustion in large pilot power plants for !ine particle matter emission
reduction8 Exp 4herm Lluid "ci 2007@31/*21e68
<11O Asho6 0-$ "ara)anan 'I8 'omustion characteristic of compression engine
dri)en y emulsi!ied fuel under )arious fuel in5ection angles8 % Energy .esour 4echnol
2007@121/32?e318
<12O ;in ':$ 'hen ;38 'omparison of fuel properties and emission characteristics of
two7 and three7 phase emulsions prepared y ultrasonically )irating and mechanically
homogeniEing emulsi!ication methods8 Luel 200+@+7/21?*e618
<13O ,irotatsu 3$ :ohsu6e 0$ ,ideyu6i A$ 4a6atoshi 08 Bumerical simulation of
emulsi!ied fuel spray comustion with puf!ing and micro7explosion8 'omust Llame
2010@1?7/+31e?28
<1*O ,uang ;$ -etermann 0$ #oetsch '8 E)aluation of paraf!in!water emulsion as a
phase change slurry for cooling applications8 Energy 2001@3*/11*?e??8
<1?O ,irotatsu 3$ 4a6uyi ,$ 2atsuyu6i ,$ :ohsu6e 0$ ,ideyu6i A$ 4a6atoshi 08 An
experimental in)estigation of the characteristics of the secondary atomiEation and spray
comustion for emulsi!ied fuel8 % 'hem Eng %pn 200+@*1/1110e+8
<16O 3atanae ,$ "uEu6i :$ ,arada 4$ Ao6i ,$ 0iura 48 #e)elopment of a mathe7
matical model for predicting water )apor mass generated in micro7explosion8 Energy
2011@36/*0+1e168
<17O ;ee '"$ -ar6 "3$ 2won "D8 An experimental study on the atomiEation and
comustion characteristics of iodiesel7lended fuel8 Energ Luel 200?@11/ 2201e+8
<1+O &ielins6i ;$ "aha D$ Lreed #E$ ,iirlimann 0#$ ;iu :8 -roing asphaltene aggre7
gation in nati)e crude oils with low7!ield B3.8 ;angmuir 2010@26/?01*e218
<11O "hedid "A$ 0oustafa EAA8 Dn!luence of roc6 permeaility and asphaltene content
of crude oil on pore )olume compressiility/ an experimental approach8 -etrol "ci
4echnol 2010@2+/27e*18
<20O 4aylor "E8 #esign and technical e)aluation of a conceptual process for trans7
ferring sol)ent percipitated asphaltenes into water utilising surfactant phase eha)iour8
'hem Eng .es #es 2010@++/61e728
<21O Anna ;$ 2rister ,8 3ater7in7diesed emulsions and related systems8 Ad) 'olloid
Dnterface 2006@1237126/231e18
<22O Ioldsworty ;8 'omputational !luid dynamics modelling of residual fuel oil
comustion in the context of marine diesel engines8 Dnt % Engine .es 2006@7/ 1+1e118
<23O -uli6esi 0$ Bader 0$ 4hila6a)athi 0$ 2oorosh A8 Effect of low7temprature
oxidation on the pyrolysis and comustion of whole oil8 Energy 2010@3?/ 2317e228

Beri Nilai