Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

KIMIA FISIKA
PANAS NETRALISASI

DISUSUN OLEH:
1. KURNIA AINI (061330401059)
2. M. YUDA PRATAMA (061330401060)
3. MALATI FITRI (061330401061)
4. MELINDA DAMAYANTI (061330401062)
5. PUTRI INGGIT ISTIQOMAH (061330401064)
6. RAMEYZA AROHMAN (061330401065)
7. RIZKY HERLIANA NISWITA (061330401068)

KELAS : 2 KF
KELOMPOK : II (DUA)
JURUSAN : Teknik Kimia
INSTRUKTUR : Dr. Martha Aznury, M.si


Politeknik Negeri Sriwijaya
2014/2015

PANAS NETRALISASI


I. TUJUAN
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan :
1. Dapat menghitung panas netralisasi sesuai dengan percobaan.
2. Dapat menunjukan proses reaksi netralisasi.


II. ALAT DAN BAHAN KIMIA YANG DIGUNAKAN
- Alat-alat yang digunakan:
1. Labu Dewar ( Kalorimeter)
2. Kaca arloji
3. Batang pengaduk
4. Spatula
5. Termometer 100
o
C
6. Gelas Ukur 100 ml
7. Labu Takar 100 ml
8. Gelas Kimia 250 ml
9. Pipet Ukur 10 ml, 25 ml
10. Bola Karet
11. Botol Aquadest

- Bahan kimia yang digunakan:
1. Larutan NaOH 1 N
2. Larutan HCl 1 N
3. Larutan Asam Asetat 1 N
4. Air Aquadest

III. DASAR TEORI
Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
perubahan panas. Hal ini karena mengisap panas, sehingga tidak
semua panas terukur. Kalorimeter yang digunakan dalam keadaan
sederhana adalah kalorimeter adiabatik. Di laboratorium alat ini
merupakan alat ukur yang teliti, dan secara sederhana kita
mengatakan bahwa bejana panas mengalir ke dalam atau keluar dari
sistem. Pada tekanan tetap hukum pertama untuk suatu transformasi
kalorimeter :
H = Qp = 0
Perubahan panas dalam keadaan ini dapat dinyatakan :
K (T
1
) + R (T
1
) K (T
2
) + R (T
2
), P = Konstan
Dimana K adalah calorimeter, R adalah reaktan, dan P adalah
produk (hasil reaksi). Karena sistem terisolasi, temperatur akhir
T
2
berbeda dengan T
1
. kedua temperatur diukur seteliti mungkin
dengan termometer yang peka. Perubahan dalam keadaan dinyatakan
dalam dua step yaitu :
1. R (T
1
) P (T
1
) H
1

2. K (T
1
) + R (T
1
) K (T
2
) + R (T
2
) H
2

H = 0, maka H
1
+ H
2
= 0 atau H
1
= H
2
Step kedua adalah sederhana suatu perubahan temperatur dari
kalorimeter dan hasil reaksi :
H
2
= [Cp (k) + Cp (p)] Dt
Dan kita peroleh panas pada T
1
H
1
= - [Cp (k) + Cp (p)] dT
Jika kapasitas panas kalorimeter dan hasil reaksi diketahui,
panas reaksi T
1
dan dapat dihitung dari pengukuran temperatu T
1
dan
T
2.
Dalam keadaan encer dari asam kuat dan basa kuat dapat
reionisasi sempurna menjadi ion-ionnya. Begitu juga garamnya yang
berasal dari asam kuat dan basa kuat akan terionisasi sempurna
menjadi ion-ionnya dalam larutan. Reaksi asam kuat dengan basa kuat
disebut reaksi netralisasi yang dapat dituliskan sebagai berikut :
H
+
+ OH
-
H
2
O


Panas yang terjadi tidak bergantung sifat dari anion asamnya dan
kation basanya. Jika asam atau basa tidak terionisasi sempurna,
sebagai contoh asam asetat reionisasi sebagian dalam larutan dan
ternetralisasi oleh natrium hidrokasida yang reaksinya sebagai berikut:
CH
3
COOH + OH
-
CH
3
COO
-
+ H
2
O
Mekanismenya berlangsung dua tingkat reaksi yaitu :
CH
3
COOH CH
3
COO
-
+ H
+
H
+
+ OH
-
H
+
Panas netralisasi pada reaksi ini merupakan pans penggabungan
ion H
+
dan OH
-
melepaskan energi yang harus digunakan pada
disosiasi molekul asam asetat yang tidak terionisasi. Panas netralisasi
dapat ditentukan dengan kalorimeter.


TEORI TAMBAHAN
Panas netralisasi adalah jumlah panas yang dihasilkan oleh
reaksi antara asam kuat dan basa kuat (antara HCl dan NaOH)
maupun sebaliknya. Panas netralisasi termasuk reaksi eksoterm
karena pada reaksi ini terjadi kenaikan suhu.
Kalorimeter adalah suatu system terisolasi (tidak ada
perpindahan materi ataupun energi dengan lingkungan di luar
kalorimeter). Kalorimeter terbagi menjadi dua, yaitu kalorimeter bom
dan kalorimeter sederhana.


IV. CARA KERJA
1. Menentukan Ketetapan Kalorimeter
1. Mengambil 50 ml aquadest dan memasukanya kedalam
calorimeter (Labu dewar) yang dilengkapi termometer.
Kemudian mencatat suhunya (t
1
).
2. Memasukan 50 ml aquadest kedalam calorimeter (Labu dewar)
, yang berada dalam temostat yang dioperasikan pada
temperature 30
o
C atau temperature diatas T
1
sekitar 10
o
C,
calorimeter (labu dewar)dan isi merupakan panas
kesetimbangan. Temperatur air merupakan (t
2
).
3. Setelah itu air dituangkan dengan cepat ke dalam calorimeter
(labu dewar), diaduk dengan cepat dan dicatat suhu tertinggi
(t
3
).

Waktu (detik) Temperatur (T)
o
C
30 32
60 32
90 32
120 32
150 32
180 32
210 32
240 32



T
O
C
t
3

t
2. Menentukan Panas Netralisasi
1. Mengambil 50 ml larutan NaoH dan memasukanya kedalam
calorimeter (Labu dewar) dan dicatat suhu larutan NaOH dalam
calorimeter (T
4
).
2. Mengambil 50ml larutan HCL yang telah tersedia dan
mencapampurkanya dengan larutan NaoH, kemudian
mengaduk dengan baik dan mencatat suhu maksimum (T
5
) atu
seperti mencari T
3
. Catat temperature setiap 30 detik sampai
menit ke empat.
3. Mengulangi percobaan dengan menggunakan larutan asam
asetat, asam sulfat dan asam nitrat menggantikan asam klorida.
Lakukan setiap percobaan minimal dua kali.

V. KESELAMATAN KERJA
Dalam rangka menjaga keselamatan kerja usahakan dalam
bekrja hati-hati dan gunakan jas lab dan kaca mata pelindung. Jika
anggota tubuh kena bahan kimia yang digunakan cuci dengan air yang
mengalir. Lakukan praktikum sesuai denagan prosedur yang telah
ditentukan.

















VI. DATA PENGAMATAN
1. Menentukan t
3

Temperatur (T)
o
C
30 32
60 32
90 32
120 32
150 32
180 32
210 32
240 32


2. Menentukan Tetapan Kalorimeter
No T
1
(
o
C) T
2
(
o
C) T
3
(
o
C)
1 Air 28 - -
2 Air + Air Panas - 38 32


3. Menentukan Panas Netralisasi
No Campuran T
1
(
o
C) T
2
(
o
C)
1 NaOH + HCl 31 36
2 NaOH + CH
3
COOH 31 35






















0
5
10
15
20
25
30
35
30 60 90 120 150 180 210 240
GRAFIK t
3
(SUHU TERHADAP WAKTU)
Waktu (sekon)
S
u
h
u

(
o
C
)


VII. PERHITUNGAN
1. Menentukan Tetapan Kalorimeter:
Kalor Jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis aie yaitu
4,2 j gram
-1
C
-1
. Panas yang dilepaskan oleh air panas harus sama
dengan panas yang diterima oleh air dingin dalam calorimeter
(labu dewar).
Rumus: 50 (t
2
-t
3
) 4,2 = 50 . 4,2 (t
3
-t
1
)
Jumlah kalor yang diserap oleh kalorimeter dan thermometer:
50 . 4,2 (t
2
-t
3
) - (50 . 4,2 (t
3
-t
1
)) = 50 . 4,2 (t
2
-2t
3
-t
1
)
Maka tetapan calorimeter = 50 . 4,2 (t
2
-2t
3
-t
1
) / (t
3
-t
1
)
2. Menentukan Panas Netralisasi
Massa total larutan 100 ml = 100 gram. Panas yang diberikan
pada campuran asam dan basa sama dengan = m.Cp .T + x.T
(x=tetapan kalorimeter) = 100 (t
5
-t
4
) + x (t
5
-t
4
)
= q joule
Panas yang terjadi pada pencampuran 1 Liter asam dan 1 Liter
basa dan akan sama dengan 20 q joule.
Panas netralisasi asam kuat dan basa kuat = 20 q joule tiap
ekivalen.

PERHITUNGAN
- Pembuatan Larutan
1. NaOH 100 ml, 1 N
gr = m x V x BM
= 1 mek/ml x 100 ml x 40 mgr/mek
= 4 gr

2. HCl 50 ml, 1 N










V
1
. M
1
= V
2 .
M
2

V
1
. 11,6543 M = 50 ml . 1 M
V
1
= 4,29026 ml

3. CH
3
COOH 100 ml, 1 N








V
1
. M
1
= V
2 .
M
2

V
1
. 17,43 M = 100 ml . 1 M
V
1
= 5.76 ml

1. Menentukan tetapan calorimeter




2. Menentukan panas netralisasi
1. Campuran NaOH + HCl
T
4
(
o
C) = 31, T
5
(
o
C) = 36
Panas netralisasi = m.Cp .T + x.T (x=tetapan kalorimeter)
= 100 (t
5
-t
4
) + x (t
5
-t
4
)
= 100 (36 - 31) + (-2835)(36 - 31)
= 500 14175
= - 13675 J = - 13,765 KJ

2. Campuran NaOH + CH
3
COOH
T
4
(
o
C) = 31, T
5
(
o
C) = 35
Panas netralisasi = m.Cp .T + x.T (x=tetapan kalorimeter)
= 100 (t
5
-t
4
) + x (t
5
-t
4
)
= 100 (35 - 31) + (-2835)(35 - 31)
= 400 11340
= - 10940 J = - 10,940 KJ

VIII. ANALISA PERCOBAAN
Dari percobaan yang dilakukan dapat dianalisa bahwa
praktikum kali ini bertujuan untuk menghitung panas netralisasi
sesuai dengan percobaan dan menunjukkan proses reaksi netralisasi
dengan menggunakan calorimeter. Dimana panas netralisasi adalah
jumlah panas yang dihasilkan oleh reaksi antara asam kuat dan basa
kuat (reaksi antara HCL dan NaOH) maupun sebaliknya.
NaOH + HCl NaCl + H2O. Kalorimeter adalah
pengukuran kuantitas perubahan panas. Panas netralisasi termasuk
reaksi eksotermal karena terjadi kenaikan suhu. Sebagai contoh, jika
energy dari reaksi kimia eksotermal diserap air, perubahan suhu
dalam air akan mengukur jumlah panas yang ditambahkan. Prinsip
dari calorimeter adalah memanfaatkan perubahan fase dari sifat fisik
suatu zat untuk membandingkan kapasitas penerimaan kalor dari
zat-zat yang berbeda. Pengukuran jenis kalor dengan calorimeter
didasarkan pada asas black, yaitu apabila dua benda yang suhunya
berbeda dan dicampur maka benda yang lebih panas melepas kalor
kepada benda yang lebih dingin sampai suhu keduanya sama. Yang
artinya Qkeluar = Qmasuk.
Kalorimeter yang digunakan adalah kalorimeter sederhana
dipakai untuk mengukur kalor reaksi yang reaksinya berlangsung
dalam fase larutan (Reaksi netralisasi), dimana kalor reaksi = Jumlah
kalor yang diserap/ dileepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap
oleh gelas dan lingkungan diabaikan. Terdapat beberapa fungsi
perlakuan yaitu pengadukan secara terus-menerus bukan untuk
menaikkan suhu zat dalam calorimeter, melainkan agar penyebaran
kalor dapat merata pada calorimeter. Pemanasan H2O berfungsi
untuk membandingkan suhu air dingin dan suhu air panas didalam
calorimeter. Pencampuran dan pengukuran berfungsi untuk
membuktikan calorimeter dapat menjaga/mempertahankan kalor.
Energi yang diterima air dingin tidak sama dengan air yang dilepas
oleh air panas. Hal ini dikarenakan sifat dan calorimeter yang dapat
menyerap kalor sehingga tidak semuanya kalor dapat diterima oleh
air dingin.



Pada penentuan panas netralisasi, basa yang digunakan adalah
basa kuat yaitu NaOH dan bertindak sebagai variable tetap. Asam
yang digunakan adalah asam kuat dan asam lemah yaitu HCl dan
CH3COOH sebagai variable bebas. Panas netralisasi antara NaOH +
HCl dan lain-lain harus dihitung karena untuk membuktikan
kalorimeter dapat menjaga/mempertahankan kalor (jumlah kalor
keluar = jumlah kalor masuk, sesuai dengan asas black).


IX. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Panas netralisasi adalah jumlah panas yang dihasilkan oleh reaksi
antara asam kuat dan basa kuat maupun sebaliknya.
2. Panas netralisasi dari senyawa asam dan basa dapat dilakukan
dengan alat kalorimeter.
3. Tetapan kalorimeter adalah besarnya kalor yang diserap oleh
kalorimeter untuk menaikkan suhu satu derajat.
4. Panas netralisasi antara NaOH + HCl dan lain-lain harus dihitung
karena untuk membuktikan kalorimeter dapat
menjaga/mempertahankan kalor (jumlah kalor keluar = jumlah
kalor masuk, sesuai dengan asas black).
5. Proses dalam kalorimeter berlangsung secara adiabatik yaitu tidak
terjadi perpindahan panas dari sistem dan lingkungan.
6. Panas netralisasi yang didapat:
- NaOH + HCl = -13,675 KJ
- NaOH + CH3COOH = -10,940 KJ

X. DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet.2014.Penunutn Praktikum Kimia Fisika. Politeknik
Negeri Sriwijaya. Palembang
http://diannovitasari.wordpress.com/jenis-jenis-kalorimeter/
http://chemedu09.wordpress.com/2011/05/31/tetapan-
kalorimeter/
http://Itatrie.blogspot.com/2012/10/laporan-kimia-fisika-
kalorimeter.html

XI. GAMBAR ALAT



Kalorimeter Pengaduk Gelas Ukur


Spatula Labu Ukur Gelas Kimia



Pipet Ukur Bola Karet Kaca Arloji