Anda di halaman 1dari 42

METABOLISME LIPID DAN KESEHATAN

Metabolisme Lipid
Pendahuluan
Gangguan Metabolisme
Pengobatan
Reaksi Kimia
Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air
tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik.
PENDAHULUAN
Terdapat beberapa jenis lipid yaitu:
1. Asam Lemak
2. Gliserida
3. Fosfolipid
4. Lipid kompleks
5. Lipid Non gliserida
JENIS LIPID
1. Asam lemak
C
9
H
19
COOH
Jenuh
C
9
H
17
COOH
Tak Jenuh
Simbol
numerik
Nama Umum Struktur
14:0 Asam miristat CH
3
(CH
2
)
12
COOH
16:0 Asam palmitat CH
3
(CH
2
)
14
COOH
16:1
D9
Asam palmitoleat CH
3
(CH
2
)
5
C=C(CH
2
)
7
COOH
18:0 Asam stearat CH
3
(CH
2
)
16
COOH
18:1
D9
Asam oleat CH
3
(CH
2
)
7
C=C(CH
2
)
7
COOH
18:2
D9,12
Asam linoleat
CH
3
(CH
2
)
4
C=CCH
2
C=C(CH
2
)
7
COOH
18:3
D9,12,15
Asam linolenat
CH
3
CH
2
C=CCH
2
C=CCH
2
C=C(CH
2
)
7
COOH
20:4
D5,8,11,14

Asam arakhidonat
CH
3
(CH
2
)
3
(CH
2
C=C)
4
(CH
2
)
3
COOH
Asam-asam lemak penting yang diperlukan oleh tubuh
Gliserida adalah ester dari asam lemak dengan gliserol.
Fungsi dasar sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).
Jika mengikat 3 asam lemak disebut trigliserida.

2. Gliserida
JENIS LIPID
Lemak termodifikasi dimana fosfat mengganti salah satu rantai asam
lemak.
Sebagai komponen penyusun membran sel
Sebagi agen emulsi

3. Fosfolipid
JENIS LIPID
Lipoprotein adalah senyawa kombinasi antara protein dan lipid
yang membawa kolesterol ke seluruh tubuh
4. Lipid Kompleks
JENIS LIPID
Kilomikron
VLDL
(Very Low
Desnsity
Lipoproten)
IDL
(Intermediate
Desnsity
Lipoproten)
LDL
(Low Desnsity
Lipoproten)
HDL
(High Desnsity
Lipoproten)
Kaya Triasilgliserol
Mengangkut Lipid yg
diabsorb dari usus
Disintesis di hati
Mengangkut triasilgliserol dan kolesterol dari hati
(endogen) ke jaringan lain
Setelah kehilangan triasilgliserol berubah menjadi IDL
Berasal dari IDL yang semakin banyak
kehilangan triasilgliserol
Kaya kolesterol untuk jaringan ekstrahepatik
Mengangkut kelebihan kolesterol
dari jaringan perifer ke hati
Klasifikasi Lipoprotein
Misalnya: Sfingomielin

Back
5. Lipid Non Gliserida
JENIS LIPID
Kolesterol
Asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol
Progresteron dan Testosteron
METABOLISME LIPID
Penguraian traisilgliserol tidak terjadi di lambung, tetapi secara parsial mulai
dicerna ketika memasuki usus halus.
Terdapat tiga sumber asam lemak sebagai sumber energi tubuh:
1. Asupan triasilgliserol dari makanan
2. Sintesis triasilgliserol dalam hati
3. Triasilgliserol yang disimpan dalam jaringan adiposit sebagai lipid
Lambung
Usus Halus
Kantong Empedu
Saluran cairan Empedu
Karbohidrat


Lemak


Protein
Triasilgliserol dari Makanan
Triasilgliserol
Misel
Cairan Garam Empedu
(Kolat atau Glikokolat)
Triasilgliserol
Pembentukan Misel dalam Usus Halus



Lipase
Pangkreatik
Asam Lemak
Gliserol
Hidrolisis Triasilgliserol dalam Usus halus
Usus Halus



Pembuluh
Darah
Pembentukan Kilomikron
Kilomikron
Triasilgliserol
Gliserol
Apoprotein
Asam
Lemak
Kolesterol
Triasilgliserol diolah menjadi Cadangan Energi
Lemak sebagai
Cadangan Energi
O=C=O
ATP
Oksidasi-
X
Triasilgliserol diolah menjadi Energi
ATP
O=C=O
ATP
Oksidasi-
Serum
Albumin
Penguraian Cadangan Lemak menjadi Energi
Back
Metabolisme gliserol
PROSES KIMIAWI METABOLISME LIPID
Oksidasi asam lemak (oksidasi beta)
Dengan adanya ATP dan Koenzim A, asam lemak diaktifkan
dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase).
Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria

Membran mitokondria interna
Karnitin palmitoil
transferase II

Karnitin
Asil karnitin
translokase
KoA Karnitin
Asil
karnitin
Asil-KoA
Asil karnitin
Beta oksidasi

Membran mitokondria eksterna
ATP + KoA AMP + PPi
FA
Asil-KoA
Asil-KoA
sintetase
(Tiokinase)
Karnitin
palmitoil
transferase I
Asil-KoA KoA
Karnitin
Asil
karnitin
Membran mitokondria interna C pengangkut karnitin
Siklus asam sitrat
Asil KoA Sintase
Asil KoA dehidrogenasease

2
-enoil KoA Hidratase
L(+)3 Hidroksiasil KoA Dehidrogenase
-CH
2
-CO--S-KoA
CH
3
-CO--S-KoA
Tiolase
Aktivasi asam lemak, oksidasi beta dan siklus asam sitrat
kolesterol diperlukan oleh tubuh untuk:
1. Menjaga struktur dan fungsi sel
2. Sintesis asam empedu untuk menguraikan lemak
3. Memproduksi berbagai hormon steroid
4. Sintesis vitamin D
Tubuh telah mensintesis kolesterol meskipun tanpa asupan kolesterol dari
makanan. Sintesis kolesterol di hati terjadi hanya jika diperlukan
Biosintesis kolesterol diawali dengan mengkonversi 3
buah asetil ko-A menjadi L-mevalonat
Kolesterogenesis
Tahap kedua, mevalonat dikonversi menjadi
intermediate 3-Isopropil piropospat

Dimetilalil piropospat dan Isopentil piropospat secara bertahap bergabung
membentuk intermediate skualen
Tahap terakhir, Kualen mengalami
siklisisasi dan pembentukan ikatan
rangkap serta penyusunan ulang menjadi
kolesterol
Selanjutnya kolesterol dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis
menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis)
Back
Pengaturan metabolisme kolesterol akan
berjalan normal apabila jumlah kolesterol
dalam darah mencukupi kebutuhan dan
tidak melebihi jumlah normal yang
dibutuhkan. Kadar kolesterol normal pada
manusia adalah < 200 mg% dan dikatakan
tinggi apabila kadarnya melebihi 240 mg%.

LDL yang kaya kolesterol didegradasi oleh
enzim lisosom membentuk kolesterol
bebas yang akan digunakan untuk
mensintesis membran,hormon, vitamin D,
atau diesterifikasi untuk disimpan.

Kelebihan kolesterol akan diserap oleh
HDL.

Jika sel telah mengandung kolesterol yang
cukup, maka sel tidak akan mengambil
kolesterol dari darah. Sehingga terjadi
penumpukan LDL dalam darah yang dapat
menyebabkan gangguan kesehatan.
LIPID DAN KESEHATAN
LDL VS HDL
1. Kardiovaskuler
Tiga bentuk penyakit kardiovaskular :
1. Penyakit jantung koroner : gangguan pada pembuluh darah yang
mensuplai jantung. Implikasinya meliputi infark miokard (serangan
jantung), angina (nyeri dada), dan aritmia (irama jantung abnormal).

2. Penyakit serebrovaskular : gangguan pada pembuluh darah yang
mensuplai otak. Implikasinya meliputi stroke (kerusakan sel otak karena
kurangnya suplai darah) dan transient ischaemic attack (kerusakan
sementara pada penglihatan, kemampuan berbicara, rasa atau gerakan).

3. Penyakit vaskular perifer : gangguan pada pembuluh darah yang
mensuplai tangan dan kaki yang berakibat rasa sakit yang sebentar
datang dan pergi, serta rasa sakit karena kram otot kaki saat olah raga.
Contoh Gangguan Metabolisme Lemak
gangguan jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular)
Serangan jantung dan stroke terutama disebabkan oleh
aterosklerosis
SERANGAN JANTUNG
Aterosklerosis adalah
penumpukan material lipid pada
dinding arteri pembuluh darah
yang mensuplai jantung dan otak.
Deposit material lipid yang
bertumpuk menyebabkan
terbentuknya lesi yang lama
kelamaan akan membesar dan
menebal sehingga mempersempit
arteri dan menghambat aliran
darah. Akhirnya pembuluh darah
akan mengeras dan bersifat
kurang lentur.
Adanya sumbatan darah juga dapat
menyebabkan terjadinya robekan
jaringan di arteri yang kemudian
akan membengkak dan dapat
menghambat seluruh pembuluh
darah sehingga mengakibatkan
serangan jantung atau stroke.
HIPERTENSI
Hipertensi menyebabkan suplai
darah terhambat terutama ke
otak, jantung, ginjal, organ
genital dan mata.
Hipertensi setipe dengan
aterosklerosis di mana terjadi
penumpukan material lipid pada
dinding arteri pembuluh darah.
Deposit material lipid yang
bertumpuk menyebabkan
terbentuknya plak yang lama
kelamaan akan membesar dan
menebal sehingga
mempersempit arteri dan
menghambat aliran darah.
2. Obesitas
Terjadi karena kalori yang didapat
melebihi kalori yg dimetabolisme
(hipometabolisme)
Lemak ditimbun pada:
Jaringan subkutis
Jaringan retroperitoneum
Peritoneum
Omentum
Pericardium
Pankreas
Obesitas memperbesar resiko hipertensi, diabetes, dan
penyakit jantung
Defisiensi lemak dapat terjadi pada kasus
kelaparan (starvation) atau gangguan
penyerapan (malabsorption): penyakit
celiac, sprue, penyakit Whipple.

Tubuh terpaksa mengambil kalori dari
simpanannya karena asupan kurang.

Yang mula-mula dimobilisasi adalah
karbohidrat dan lemak, dan hanya pada
keadaan gizi buruk akhirnya protein diambil
dari jaringan. Pada penyakit Whipple selain
difisiensi lemak, juga difisensi protein,
karbohidrat dan vitamin.
3. Defisiensi Lemak
4. Diabetes Melitus
Mengambil
glukosa dan
menyimpannya
sebagai
glikogen
Kesetimbangan
gula darah
90 mg/100mL
Glikosa darah
menurun, maka
pelepasan insulin
dikurangi
STIMULUS:
Penurunan glukosa
darah
Sel di pangkreas
distimulasi untuk
melepaskan glukagon

Hati memecah
glukagon &
melepaskan
glukosa darah
Glukosa darah naik,
maka pelepasan
glukagon dikurangi
PANKREAS
GLUKAGON
INSULIN
Mengambil
glukosa &
menyimpannya
sebagai glikogen
HATI
PANKREAS
SEL OTOT
Diabetes melitus atau kencing manis adalah suatu gangguan kronis
yang menyangkut metabolisme glukosa, lemak, dan protein akibat dari
kekurangan hormon insulin yang berfungsi memanfaatkan glukosa
sebagai sumber energi dan mensintesis lemak

Bila insulin tidak ada atau sangat sedikit maka enzim LSH menjadi
sangat aktif untuk menghidrolisis trigliserida yang disimpan sehingga
terjadi pelepasan asam lemak dan gliserol pada sirkulasi darah dalam
jumlah sangat banyak.

Triasilgliserol, kolesterol, dan lipid lain dari makanan bersama dengan
kolesterol yang disintesis oleh sel epitel usus dikemas dalam bentuk
kilomikron selanjutnya masuk ke dalam darah melalui pembuluh limfe.

Dalam darah kilomikron akan beralih menjadi sisa kilomikron yang
kaya kolesterol dan akan membentuk asam lemak dan kolesterol
bebas. Asam lemak bebas yang berlebihan dalam plasma akan
meningkatkan pembentukan kolesterol bebas.

Tingginya kadar kolesterol akan menyebabkan terjadinya sumbatan
dan plak di pembuluh darah sehingga mengakibatkan berbagai
komplikasi penyakit.

Kolesterol yang mengendap dalam
darah bisa menghambat proses
sirkulasi darah ke organ genital
sehingga besar kemungkinan akan
menyebabkan disfungsi seksual.

Pada laki-laki, gangguan kolesterol
(akibat penumpukan) dalam darah ini
bisa mengakibatkan impotensi.

Faktanya, beberapa studi
menemukan disfungsi seksual sering
disebabkan tingginya tingkat
kolesterol dalam darah. Sebuah studi
yang dilakukan baru-baru ini
menemukan, 18 sampai 20 orang yang
mengalami disfungsi seksual namun
tak menunjukkan tanda-tanda
masalah di jantung umumnya
mempunyai tingkat LDL yang tinggi.

Back
5. Disfungsi Seksual (Impotensi)
Glukomanan
(terdapat dalam tumbuhan lidah buaya) adalah serat tinggi yang penting
untuk membersihkan sistem pencernaan.

Glukomanan dapat mengontrol kegemukan, kadar gula darah, membantu
mencegah kanker, sembelit, dan mereduksi kolesterol.

PENGOBATAN
Lovasatin

Termasuk kelompok obat statin. Biosintesis lovastatin berasal dari dua buah
rantai poliketida yang dihubungkan dengan ikatan ester.

Lovastatin sebagai agen anti hiperkolesterolemia ditemukan pertama kali
oleh Cimerman, et al pada tahun 1973.

Lovastatin mampu menurunkan kadar serum kolesterol, LDL, trigliserol dan
VLDL dalam darah.

Prinsip kerja lovastatin terhadap HMG KoA reduktase sama dengan prinsip
kerja inhibitor kompetitif enzim.

Mekanisme penghambatan pembentukan kolesterol oleh lovastatin terjadi
pada salah satu komponen dari struktur lovastatin yang analog dengan
HMG KoA yang akan diubah menjadi asam mevalonat dengan bantuan
enzim HMG-KoA reduktase sehingga lovastatin dapat berkompetisi dengan
HMG-KoA untuk berikatan dengan enzim HMG-KoA reduktase.
TREATMENT ATHEROSCLEROSIS
Back
Back