Anda di halaman 1dari 16

SISTEM SARAF TEPI

Indah Widyaningsih,dr.,M.Kes
Anatomi Akbid
2009
SUSUNAN SARAF TEPI

Saraf tepi (perifer) terdiri dari serabut saraf yang keluar
dari saraf pusat ke arah organ tubuh tertentu.
Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan
sistem saraf tak sadar atau saraf otonom.
Sistem saraf sadar berfungsi untuk mengontrol kegiatan
tubuh yang cara kerjanya diatur oleh otak.
Saraf otonom berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh
yang cara kerjanya tidak dapat diatur otak, seperti
sekresi keringat, denyut jantung dan gerak saluran
pencernaan.
Beberapa urat saraf dari saraf tepi bersatu
membentuk jaringan urat saraf atau pleksus.
Macam pleksus:
- Pleksus cervicalis (di leher, mempengaruhi
bagian leher, bahu, dan diafragma),
- Pleksus brachialis (mempengaruhi tangan),
- Pleksus sakralis (mempengaruhi pinggul dan
kaki).
Saraf kranial kebanyakan saraf sadar, kecuali
nervus vagus yang merupakan saraf otonom.
Sepanjang jalur menuju organ, urat saraf
otonom terdapat banyak sinapsis dan ganglion.
Saraf otonom meliputi susunan saraf simpatik
dan para simpatik.
Perbedaan saraf simpatik dan para simpatik
berdasarkan pada posisi ganglion.
Ganglion pada saraf simpatik menempel di
sepanjang sumsum tulang belakang.
Sedangkan ganglion saraf parasimpatik
menempel pada organ yang dibantu kerjanya.


9 pasang saraf
gabungan
sensoris dan motorik

Cara kerja saraf simpatik selalu
berlawanan dengansaraf parasimpatik
(bersifat antagonis).

Simpatis

Dilatasi pupil mata
Menghambat keluarnya air ludah (saliva)
Meningkatkan ekskresi keringat dan sekresi getah
pancreas
Menghambat sekresi enzim pada kelenjar pencernaan
Menghambat kontraksi kandung kemih (vesica urinaria)
Mempercepat denyut jantung
Menambah volume darah
memperbesar pembuluh darah koroner
Vasokonstriksi arteri paru-paru dan arteri
pada organ kelamin
Dilatasi cabang tenggorok (bronkhia)
Mengkerutkan limpa
Menyebabkan kontraksi (meremas) rahim
pada saat kehamilan dan relaksasi rahim
pada saat tidak ada kehamilan


PARASIMPATIS
Miosis pupil mata
Membantu (stimulasi) keluarnya air ludah (saliva)
Menurunkan ekskresi keringat dan sekresi getah
pancreas
Menstimulasi sekresi enzim pada kelenjar pencernaan
Mengerutkan kantung kemih (vesica urinaria)
Memperlambat denyut jantung
Mengurangi volume darah



Mengurangi volume darah
Mempersempit pembuluh darah koroner
Vasodilatasi arteri paru-paru dan arteri pada
organ kelamin
Mempersempit cabang tenggorok (bronkhia)
Tidak berpengaruh pada kontraksi dan relaksasi
rahim

Alat Indera dan Reseptor
Modalitas Sensori Reseptor Alat Indera
Penglihatan Sel batang & kerucut Mata
Pendengaran Sel-sel rambut Telinga, organ corti
Penghidu Sel olfaktorius Hidung
Kecap
Reseptor kecap/papila
kecap
Lidah
Percepatan Rotasional Sel-sel rambut Telinga (kanalis
semisiruler)
Percepatan Linier Sel-sel rambut Telinga (utrikulus dan
sakulus)
Raba, tekan Ujung-ujung saraf Variasi
Hangat Ujung-ujung saraf Variasi
Dingin Ujung-ujung saraf Variasi
Modalitas Sensori Reseptor Alat Indera
Nyeri
Ujung saraf telanjang
Variasi
Posisi sendi dan
pergerakan
Ujung saraf Variasi
Panjang otot Ujung saraf Kumparan otot
Tegangan otot Ujung saraf Organ tendon golgi
Tekanan darah arteri Ujung saraf
Reseptor regang di sinus
karotikus dan arkus aorta )
Tekanan vena sentral Ujung saraf
Reseptor regang di dinding
vene-vena besar, atria
Pengembangan paru Ujung-ujung saraf Reseptor regan di
parenkim paru
Suhu darah di kepala Saraf dihipothalamus Variasi
P02 arteri Sel-sel glomus Badan karotis dan badan
aorta
Modalitas Sensori Reseptor Alat Indera
pH CSS Reseptor di
permukaan ventral
medula oblongata
Tekanan osmosis,
plasma
Sel-sel di OVLT dan
mungkin berbagai
organ
sirkumventrikular di
hipotalamus anterior
Beda glukosa darah
arteriovenosa
Sel-sel dihipotalamus
(glukostat)