Anda di halaman 1dari 5

1

BAB V
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN (PLAN OF ACTI ON)


1. Nama Kegiatan
Penyuluhan dengan tema ayo, perangi ISPA.

2. Latar Belakang Kegiatan
ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Akut) meliputi saluran
pernafasan bagian atas dan baguan bawah. ISPA sendiri dapat
berlangsung selama 14 hari. ISPA dapat ditularkan melalui air ludah,
darah, bersin, udara pernafasan, yang mengandung kuman yang terhirup.
Pada umumnya penyakit saluran pernafasan dimulai dengan keluhan dan
gejala-gejala ringan. Dalam perjalanannya penyakit ISPA merupakan
penyakit yang ringan, tetapi apabila tidak diobati, maka akan
menimbulkan penyakit yang parah. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi ISPA adalah:
a. Gizi
b. Perilaku Masyarakat
c. Imunisasi
d. Lingkungan social ekonomi masyarakat.
Penyebab terjadinya ISPA oleh agen-agen penyebab sebagai
berikut:
1. Bakteri , virus, parasit ( jamur, protozoa,)
2. Kotoran yang disebabkan oeh debu dan polusi udara.
3. Kurang gizi
4. Immuno defesiensi
Cara penularan ISPA dapat melalui agent yang mencemari udara.
Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat higienitas dari masing-masing
individu. Oleh karena itu kami mengangkat penyuluhan sebagai metode
yang akan digunakan untuk mengubah perilaku masyarakat terkait
dengan higienitas individu dan sanitasi lingkungan tersebut.
2




3. Tujuan
Meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya Desa Notog tentang
ISPA. Sehingga masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara menangani
dan mencegah penyakit ISPA, berkenaan dengan pengetahuan tentang
ISPA itu sendiri, perilaku dan lingkungan.

4. Sasaran
Masyarakat desa Notog

5. Pelaksanaan
Hari : Senin, 22 Maret 2010
Waktu : 10.00 11.15 WIB
10.00 10.05 : Pembukaan dari pihak puskesmas
10.05 10.10 : Pre test
10.10 10.40 : Pemberian materi dan Tanya jawab
10.40 10.45 : Post test
10.45 11.15 : Penutupan

6. Pokok Kegiatan
a. Pre test
b. Pemberian materi dan tanya jawab
c. Post test

7. Alat dan Sarana
a. Sarana
Ruangan Balai Desa Notog
b. Alat
1) LCD proyektor dan layar portable
2) Laptop
3

3) Speaker eksterna



8. Pelaksana/ penanggungjawab
Kelompok 3 Blok CHEM 4 Jurusan Kedokteran Unsoed
Ketua : Bintang Getarto P
Sekretaris : Adha Yulina
Bendahara dan Konsumsi : Sabrina Ayu Larasati
Acara : Sheila Shalis Jamilah
Muhammad Nur Hanief
Siti Maslikha
Widya Devi Cita
Anggraini Kuswadaningrum
Erli Nur Ramdhan
Perkap : Elis marifah
Agustika Nur Setyani

9. Rencana Anggaran
c. Konsumsi
Peserta 30 x Rp. 2.000,00 Rp 60.000,00
Undangan 6 x Rp.3.500,00 Rp 21.000.00
Biskuit 4 x Rp. 5.000,00 Rp 10.000,00
d. Acara
Karton Rp 5.000,00
Doorprize Rp 30.000,00+
TOTAL Rp126.000,00

4

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
PBL (Praktek Belajar Lapangan) kelompok 6 dilakukan di Puskesmas
Karanglewas. Pada PBL ini mahasiswa diharapkan dapat menetapkan
prioritas masalah kesehatan, menganalisa, memecahkan masalah, dan
melaksanakan rencana kegiatan khususnya masalah yang ada di Puskesmas
Karanglewas. Wilayah kerja Puskesmas Karanglewas memiliki masalah-
masalah yaitu jarang mengikuti penyuluhan (sebanyak 0-2 kali dalam
setahun), diare, rumah tidak sehat, PHBS kurang, ISPA, tidak adanya
penyuluhan, kurangnya pemahaman responden terhadap penyuluhan, Caries
gigi, penyakit otot dan jaringan ikat, TTU dan TPM tidak sehat,
konjungtivitis, penyakit kulit dan alergi, hipertensi, penyakit telinga dan
mastoid, tidak tahu keberadaan penyuluhan, thypus, penyakit saluran kencing,
kematian bayi, BBLR, bukan peserta KB aktif, TB paru, ibu Hamil yang tidak
mendapat vitamin A, BGM, dan asma.
Setelah dilakukan analisis dengan metode Hanlon maka didapatkan
masalah utama yang ada pada Desa Pangebatan dan Karangkemiri adalah
Diare.
Menurut Standar Pelayanan Minimal Puskesmas, angka kunjungan
pasien diare ke puskesmas adalah 100%. Untuk mencapai SPM tersebut,
maka dilakukan suatu rencana pelaksanaan kegiatan (Plan of Action/POA).
POA yang akan dilakukan yaitu berupa penyuluhan untuk memberikan
informasi dan pengetahuan kepada masyarakat pada umumnya.
Penyuluhan ini ditujukan kepada ibu-ibu rumah tangga yang dalam hal
ini, merupakan peserta posyandu Desa Karangkemiri, juga kepada
masyarakat pada umumnya yang ingin mengikuti acara penyuluhan ini.
Dengan sasaran yaitu ibu rumah tangga, diharapkan higienitas dan sanitasi di
setiap rumah tangga dapat ditingkatkan sehingga menekan angka kejadian
diare. Selain itu juga diharapkan dapat mendorong ibu untuk tanggap
menangani diare dan memberikan penanganan kepada penderita diare di
5

rumah dengan cepat membawanya ke puskesmas sehingga angka kunjungan
diare tadi sesuai dengan angka SPM puskesmas, yaitu sebesar 100%.

2. Saran
Berkaitan dengan masih tingginya kasus diare di wilayah kerja
Puskesmas Karanglewas merupakan indikasi belum optimalnya
penanggulangan terhadap jenis penyakit menular ini. Persoalan diare harus
dipandang sebagai persoalan yang bukan masalah kesehatan saja yang terpisah
dari konteks masyarakat. Persoalan ini harus dilihat pada perspektif lebih luas,
komprehensif, sebagai persoalan yang berhubungan dengan tingkah laku
individu, keluarga, atau masyarakat, serta sistem yang lebih besar dalam
merespons masalah kesehatan. Selain itu, berdasar hasil survey, penyebab
masalah pada tingginya kasus diare di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas
adalah dari kebiasaan, dan terutama dari lingkungan itu sendiri. Oleh karena
itu, peran segenap masyarakat perlu ditumbuhkan kembali. Diharapkan
dengan adanya peran serta masyarkat akan mampu menurunkan angka kasus
diare.