Anda di halaman 1dari 6

LEMBAGA BANTUAN HUKUM

RAFFLESIA LAWYER
Jl. W.R. Supratman No. 1 Kandang Limun Kota Bengkulu
Telp/Fax : (0736) 21234
DEMI KEADILAN
NOTA PEMBELAAN (PLEDOI)
Nomor Perkara:014/Pid.K/2012/PS-FH UNIB

Majelis Hakim yang kami muliakan
Saudara Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati

Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang
senantiasa melindungi kita semua sehingga pada hari ini dapat melanjutkan persidangan
dalam keadaan sehat. Amin.
Majelis Hakim yang kami hormati, kami PenasehatHukum yang diberi kuasa
atas nama Terdakwa bersama ini kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada Majelis Hakim yang memberikan kesempatan kepada kami untuk
menyampaikan nota pembelaan untuk dan atas nama terdakwa:

Nama lengkap : SIMON Bin USMAN
Tempat Lahir : Bengkulu
Umur / Tanggal lahir : 23 agustus 1971/41tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Pendidikan : Strata-1 ekonomi
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl. Kalimantan No.55 kota Bengkulu

Didakwa melanggar :
Dakwaan primeir : Pasal 2 Undang-undang No.21 tahun 2001 jo Undang-
undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dakwaan subsider : Pasal 3 Undang-undang No .20 Tahun 2001 jo Undang-
undang No.31 Tahun 1999.
Dakwaan lebih subsider : Pasal 387 KUHP jo Pasal 7 ayat 1 sub a Undang-
undang No.20 Tahun 2001 jo Undang-undang No.31 Tahun 1999


Tuntutan dibacakan pada tanggal : 23April 2012
Pembelaan dibacakan pada tanggal : 30April 201
Dihadapan majelis hakim Pengadilan Semu Fakultas Hukum Universitas Bengkulu.

PENDAHULUAN
Sidang yang dimuliakan,
Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Hadirin yang kami kasihi,

Pada saat ini adalah kesempatan bagi kami Penasehat Hukum untuk
menyampaikan pembelaan bagi terdakwa. Sebelum menginjak materi pembelaan,
kiranya tidak berlebihan bila kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim
yang telah dengan cermat melakukan pemeriksaan dalam perkara ini, sehingga akan
diketahui dengan gamblang pula duduk perkara yang sebenarnya yang akan membawa
kegerbang keadilan yang sejati.
Demikian pula dengan PenuntutUmum yang dengan semangat mengajukan
perkara ini serta melakukan penuntutan untuk keadilan, patut kami ucapkan terima
kasih.

Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

Mengingat bahwa fakta dalam persidangan telah dicatat dalam Berita Acara
Sidang, yang tentunya telah lengkap, maka kami beranggapan bahwa fakta-fakta dalam
persidangan tidak perlu kami ketengahkan secara terprinci dan tersendiri lagi.
Hal ini dengan maksud untuk menghindari pengulangan yang tidak efektif. Oleh
karena itu berita acara persidangan yang dibuat oleh Saudara Panitera Pengganti
sepanjang mengenai fakta-fakta yang terungkap di persidangan adalah merupakan
bagian dari PLEDOI / pembelaan ini dan merupakan satu kesatuan yang tak
terpisahkan.

ANALISIS YURIDIS
Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

Terdakwa dihadapkan ke persidanganini karena didakwa Pasal 2 Undang-undangNo.
31 Tahun 1999 tentangPemberantasanTindakPidanaKorupsi (dakwaanprimair) jo Pasal
3 Undang-undang No .20 Tahun 2001 joUndang-undang No.31 Tahun 1999(dakwaan
subsider) dan pasal 387 KUHP jo Pasal 7 ayat 1 sub a Undang-undang No.20 Tahun
2001 jo Undang-undang No.31 Tahun 1999 (dakwaan lebih subsidair)

Bahwa menurut hemat dan keyakinan Jaksa Penuntut Umum , dakwaan primer-lah yang
dapat dibuktikan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di persidangan.
Bahwa untuk membuktikan bahwa perbuatan terdakwa benar memenuhi dakwaan
tersebut harus diketahui unsur-unsur dari pasal yang didakwaan, dan juga apakah
seluruh unsur dari pasal yang didakwaaan tersebut dipenuhi oleh perbuatan terdakwa.

Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Yang unsur-unsurnyasebagaiberikut:
1. Setiap orang
yang dimaksud dengan unsur-unsur barang siapa adalah orang yang mampu
mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum pidana. Subjek hukum
atau pelaku tindak pidana dihadapkan oleh jaksa penuntut umum ke depan
persidangan adalah terdakwa simon bin usmandan juga telah berumur 41 tahun.
Namun berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta-fakta yang timbul
dipersidangan unsur. Setiap orang belum dapat ditujukan pada terdakwa.
Sehingga unsur yang pertama ini belum terpenuhi

2. Yang secara melawan hukum
Yang dimaksud dengan unsur yang secara melawan hukum adalah perbuatan
yang dilakukan dengan kesadaran penuh dan orang yang melakukannya
mengetahui akan akibat dari perbuatan yang dilakukannya. Dalam hal ini
terdakwa belum dapat dibuktikan kesalahannya. Maka unsur yang secara
melawan hukum disini belum dapat dibuktikan bagi terdakwa, karena antara
peran dan unsur niat akan saling mempengaruhi , tingkat intensitas peran yang
semakin besar seseorang maka semakin nyata niat yang dilakukan.
Sehingga unsur yang ke-dua tidak terpenuhi.
3. Memperkaya diri sendiri atau orang lain
Unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain padahal ini tidak dapat
dibuktikan oleh Penuntut Umum dalam persidangan sebelumnya.
Maka unsur yang ke-tiga ini tidak terpenuhi.
4. Merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara
Unsur merugikan Keuangan Negara harus dapat dibuktikan dengan pemeriksaan
dari lembaga pemeriksa yang diakui oleh Negara. Dalam kasus ini kerugian
Negara yang dimaksud tidak dibuktikan dengan hasil pemeriksaan dari lembaga
pemeriksaan yang diakui oleh Negara .
Maka unsur yang ke- empat ini juga tidak terpenuhi.

Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Karena ada beberapa unsur dari kesemua unsur yang didakwaan pada terdakwa
sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum tanggal 24 Juni 2012 yaitu unsur ke-1,
ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-5 TIDAK TERPENUHI., maka kami mohon Majelis Hakim
untuk MEMBEBASKAN terdakwa dari Dakwaan secara keseluruhan. Hal ini demi
keadilan hukum dan kepastian hukum bagi Terdakwa .

ASPEK PEMIDANAAN
Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Kini sampailah materi pembelaan ini pada pertimbangan penjatuan sanksi
pidana. Hal ini perlu kami sampaikan untuk mengkaji apakah tuntutan penjatuan sanksi
pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum dalam Reguisitoirnya telah tepat dalam arti
mengandung dasar pertimbangan yang rasional dan manusiawi sesuai dengan tujuan
pemidanaan di Indonesia.
Bahwa arah pengembangan kebijakan hukum pidana (penal policy) telah
berpihak pada ( asas keseimbangan mono-dualistik). Oleh sebab itu kami berharap agar
Majelis Hakim dalam mempertimbangkan putusan untuk terdakwa nantinya tidak hanya
semata-mata memperhatikan segi objektif dari perbuatan (daad) yakni dengan
mempertahankan asas legalitas (asas kemasyarakatan) saja, namun juga
mempertimbangkan segi-segi subjektif dari orang/pelaku (dader) yakni dengan
mengangkat asas culpabilitas (asas kemanusiaan).
Bahwa berdasarkan pemikiran tersebut, Tim Penasehata Hukum memandang
bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni menghukum Terdakwa Simon Bin Usman
dengan pidana penjara selama 4 tahun adalah tidak tepat.

Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Perlu kami kemukakan disini bahwa Terdakwa Simon Bin Usman selama ini
dikenal sebagai warga yang baik dan berada dilingkungan keluarga yang dipandang
terhormat. Terdakwa juga berperan aktif dalam pembangunan desa yang bersipat
mandiri dan bermasyarakat.
Dalam hal keuangan keluarga terdakwa mempunyai penghasilan yang lebih dari
cukup, sehingga mustahil bagi terdakwa untuk melakukan korupsi. Hal ini terbukti
terdakwa belum pernah bermasalah dengan hukum atau dikenakan hukuman pidana.
Sepatutnya untuk mempertegas pernyataan tersebut, kami Tim Penasehat
Hukum terdakwa mengajukan beberapa hal yang sepatutnya menjadi bahan
pertimbangan bagi terdakwa yaitu :
1. Terdakwa bersikap sopan di persidangan
2. Terdakwa belum pernah dihukum
3. Terdakwa masih memiliki keluarga yang masih membutuhkan terdakwa sebagai
kepala keluarga.
4. Terdakwa juga memilikitiga orang anak yang masih dibawah umur, Asri (17)
dan Susi (13) dan Rocky (10) yang masi membutuhkan terdakwa baik secara
fisik maupun batin.


KESIMPULAN DAN PERMOHONAN
Majelis Hakim Yang Terhormat,
Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Kami Penasehat Hukum Terdakwa Simon Bin Usman telah berusaha
semaksimal mungkin untuk menyakinkan pembahasan secara objektif terhadap proses
persidangan atas diri terdakwa, akan tetapi hasilnya telah menunjukan sebagai berikut :
1. Bahwa dakwaan PRIMER yang menyatakan bahwa Terdakwa telah melakukan
TindakPidanaKorupsi sebagai mana dimaksud dalam Pasal 2 Undang-undang No.
31 Tahun 1999 TentangPemberantasanTindakPidanaKorupsijo Undang-undang No
.20 Tahun 2001 tidak dapat dibuktikan secara sah dan menyakinkan menurut
hukum.
2. Bahwa secara objektif harus diakui bahwa dakwaan Lebih Subsider yang
mendakwaan terdakwa telah mekakukan tindak pidana Korupsi sebagai mana
dimaksudkan dalam Pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999
tentangPemberantasanTindakPidanaKorupsijoUndang-undang No. 20 Tahun 2001
Tidak dapat dibuktikan secara sah dan menyakinkan menurut hukum. Hal ini
dipertegas dengan beberapa fakta yang terungkap didalam persidangan.

Kami percaya akan sikap arief dan bijaksana Majelis Hakim yang selalu
terdepan dalam menciptakan keadilan yang berketuhanan dan berkedilan. Oleh karena
itu perkenankan kami selaku Penasehat Hukum untuk hak dan kepentingan terdakwa
mengajukan permohonan sebagai berikut :
1. Mohon agar Majelis Hakim Membebas Terdakwa Simon Bin Usman dari segala
dakwaan PRIMER, SUBSIDER, maupun LEBIH SUBSIDER , karena TIDAK
TERBUKTI melakukan tindak pidana tersebut secara sah dan menyakinkan
menurut hukum.
2. Membebaskan terdakwa dari beban membayar biaya perkara sebesar Rp 7.000,-
(tujuh ribu rupiah).Dan selanjutnya menyerahkan beban biaya perkara kepada
Negara.
3. Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon agar TERDAKWA diputus
seadil-adilnya.

Selanjunya kami serahkan sepenuhnya nasib terdakwa kepada Majelis Hakim
karena Majelis Hakim lah yang dapat memutuskannya.
Akhirnya rasa terima kasih kami ucapkan kepada Majelis Hakim dan Jaksa
Penuntut Umum yang telah dengan niat baik memperhatikan pleidooi. Semoga Tuhan
Yang Maha pengasih dan pemberi memberikan rahmat-nya kepada kami semua yang
telah mengupayakan tegaknya hukum dan keadilan sejati dalam perkara ini.

Hormat kami,
Bengkulu,23April 2012

Tim Penasehat Hukum Terdakwa,


PUTRI RATNA KENCANA, S.H



BOBBY SANJAYA SEMBIRING, S.H