Anda di halaman 1dari 4

Fisiologi Menstruasi

Pada siklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon yang paralel dengan pertumbuhan
lapisan rahim untuk mempersiapkan implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan). Gangguan
dari siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus berulang, atau keganasan.
Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter.
Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-! hari, 2-" hari adalah waktu keluarnya darah haid
yang berkisar 2#-$# ml per hari. Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya
terdapat pada 2% wanita dewasa, sedangkan pada usia reproduksi yang ekstrim (setelah menar&he
'pertama kali terjadinya menstruasi( dan menopause) lebih banyak mengalami siklus yang tidak
teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur. Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks
hipotalamus-hipo)isis-o*arium.
Gambar 1. +ompleks ,ipotalamus-,ipo)isis--*arium
Siklus Menstruasi Normal
Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus o*arium (indung telur) dan
siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus )olikular dan siklus
luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proli)erasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.
Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. .ahim terdiri dari
lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian
tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). /ndometrium adalah lapisan yangn berperan di
dalam siklus menstruasi. 2% bagian endometrium disebut desidua )ungsionalis yang terdiri dari
kelenjar, dan 1% bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1. 0S,-., ()olli&le stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipo)isis mengeluarkan 0S,
2. 1,-., (luteini2ing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipo)isis mengeluarkan 1,
. P3, (prola&tine inhibiting hormone) yang menghambat hipo)isis untuk mengeluarkan prolaktin
Gambar 2. Siklus ,ormonal
Pada setiap siklus menstruasi, 0S, yang dikeluarkan oleh hipo)isis merangsang perkembangan )olikel-
)olikel di dalam o*arium (indung telur). Pada umumnya hanya 1 )olikel yang terangsang namun dapat
perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan )olikel tersebut berkembang menjadi )olikel de graa)
yang membuat estrogen. /strogen ini menekan produksi 0S,, sehingga hipo)isis mengeluarkan
hormon yang kedua yaitu 1,. Produksi hormon 1, maupun 0S, berada di bawah pengaruh releasing
hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipo)isis. Penyaluran ., dipengaruhi oleh mekanisme
umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Produksi hormon gonadotropin (0S, dan 1,) yang baik
akan menyebabkan pematangan dari )olikel de graa) yang mengandung estrogen. /strogen
mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. 4i bawah pengaruh 1,, )olikel de graa) menjadi
matang sampai terjadi o*ulasi. Setelah o*ulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi
korpus luteum, di bawah pengaruh hormon 1, dan 15, (luteotrophi& hormones, suatu hormon
gonadotropik). +orpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan
kelenjar endometrium. 6ila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan
mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan
degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi.
7pabila terdapat pembuahan dalam masa o*ulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.
Pada tiap siklus dikenal masa utama yaitu8
9asa menstruasi yang berlangsung selama 2-" hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim)
dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon o*arium berada dalam kadar paling
rendah
9asa proli)erasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-1:. Setelah menstruasi berakhir,
dimulailah )ase proli)erasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua )ungsionalis untuk
mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada )ase ini endometrium tumbuh kembali. 7ntara
hari ke-12 sampai 1: dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut o*ulasi)
9asa sekresi. 9asa sekresi adalah masa sesudah terjadinya o*ulasi. ,ormon progesteron
dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap
untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
Siklus o*arium 8
1. 0ase )olikular. Pada )ase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari
1 )olikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses o*ulasi (pengeluaran sel
telur dari indung telur). ;aktu rata-rata )ase )olikular pada manusia berkisar 1#-1: hari, dan
*ariabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
2. 0ase luteal. 0ase luteal adalah )ase dari o*ulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-
rata 1: hari
Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus o*arium serta uterus di dalam siklus menstruasi
normal8
1. Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (0S,, 1,) berada pada le*el
yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari )ase luteal siklus sebelumnya
2. ,ormon 0S, dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus
luteum dan pertumbuhan )olikel dimulai pada )ase )olikular. ,al ini merupakan pemi&u untuk
pertumbuhan lapisan endometrium
. Peningkatan le*el estrogen menyebabkan )eedba&k negati) pada pengeluaran 0S, hipo)isis.
,ormon 1, kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan le*el estradiol, tetapi pada akhir
dari )ase )olikular le*el hormon 1, meningkat drastis (respon bi)asik)
:. Pada akhir )ase )olikular, hormon 0S, merangsang reseptor (penerima) hormon 1, yang
terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon 1,, keluarlah hormon progesteron
!. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipo)isis 1, terpi&u yang menyebabkan terjadinya
o*ulasi yang mun&ul 2:-$ jam kemudian. -*ulasi adalah penanda )ase transisi dari )ase proli)erasi
ke sekresi, dari )olikular ke luteal
$. +edar estrogen menurun pada awal )ase luteal dari sesaat sebelum o*ulasi sampai )ase
pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum
<. Progesteron meningkat setelah o*ulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi
o*ulasi
". +edua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan
kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya
Gambar . Siklus 9enstruasi =ormal