Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR


A. KONSEP DASAR PENYAKIT
1. Pengertian
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan
luasnya.
Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. (Price
& Wilson, 200 ! 1"#$.
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan / atau
tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.
Fraktur adalah pemecahan suatu bagian, khususnya tulang ; pecahan atau ruptur pada
tulang.
2. E%i&e'i()(gi
Insiden fraktur terbuka sebesar 4 dari seluruh fraktur dengan perbandingan laki!laki
dan perempuan sebesar ",#4 berbanding $, dengan kejadian terbanyak pada kelompok umur
dekade kedua dan ketiga yang relati%e mempunyai akti%itas fisik dan mobilitas yang tinggi.
&ada analisis epidemiologi menunjukkan bahwa 4' fraktur terbuka terjadi pada ekstremitas
bawah, terutama daerah tibia, dan femur tengah.
". Fa*t(r Pre&i+%(+i+i
Fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorpsinya.
Fraktur dapat disebabkan oleh pukulan langsung, gaya meremuk, gerakan puntir mendadak,
dan bahkan kontraksi otot ekstrim. (eskipun tulang patah, jaringan sekitarnya juga akan
terpengaruh, mengakibatkan edema jaringan lunak, perdarahan ke otot dan sendi, dislokasi
sendi, ruptur tendon, kerusakan saraf, dan kerusakan pembuluh darah. )rgan tubuh dapat
mengalami cedera akibat gaya yang disebabkan oleh fraktur atau akibat fragmen tulang.
,. Pat(-i+i()(gi
Fraktur sering terjadi pada tulang rangka, jika tulang mengalami fraktur, maka
periosteum, penbuluh darah dicortek marrow dan jaringan sekitarnya terjadi perdarahan dan
kerusakan jaringan diujung tulang. *erbentuklah hematoma dikanal medulla, jaringan sekitar
tulang akan mengalami kematian. +ecrosis jaringan ini merangsang kecenderungan untuk
terjadi peradangan yang ditandai dengan %asodilatasi, pengeluaran plasma dan leukosit dan
infiltrsi dari sel!sel darah putih (,orwin, -'''..
*ulang bersifat rapuh namun cukup mempunyai kekeuatan dan gaya pegas untuk
menahan tekanan (/pley, /. 0raham, $11".. *api apabila tekanan eksternal yang datang
lebih besar dari yang dapat diserap tulang, maka terjadilah trauma pada tulang yang
mengakibatkan rusaknya atau terputusnya kontinuitas tulang (,arpnito, 2ynda 3uall,
$114..5etelah terjadi fraktur, periosteum dan pembuluh darah serta saraf dalam korteks,
marrow, dan jaringan lunak yang membungkus tulang rusak.&erdarahan terjadi karena
kerusakan tersebut dan terbentuklah hematoma di rongga medula tulang.3aringan tulang
segera berdekatan ke bagian tulang yang patah.3aringan yang mengalami nekrosis ini
menstimulasi terjadinya respon inflamasi yang ditandai denagn %asodilatasi, eksudasi plasma
dan leukosit, dan infiltrasi sel darah putih. 6ejadian inilah yang merupakan dasar dari proses
penyembuhan tulang nantinya (7lack, 3.(, et al, $11"..
Fraktur paling sering disebabkan oleh trauma.8antaman yang keras akibat kecelakaan
yang mengenai tulang akan mengakibatkan tulang menjadi patah dan fragmen tulang tidak
beraturan atau terjadi discontinuitas di tulang tersebut. &ada fraktur tibia dan fibula lebih
sering terjadi dibanding fraktur batang tulang panjang lainnya karena periost yang melapisi
tibia agak tipis, terutama pada daerah depan yang hanya dilapisi kulit sehingga tulang ini
mudah patah dan karena berada langsung di bawah kulit maka sering ditemukan adanya
fraktur terbuka.
Fraktur ganggguan pada tulang biasanya disebabkan oleh trauma gangguan adanya
gaya dalam tubuh, yaitu stress, gangguan fisik, gangguan metabolic, patologik. 6emampuan
otot mendukung tulang turun, baik yang terbuka ataupun tertutup. 6erusakan pembuluh darah
akanmengakibatkan pendarahan, maka %olume darah menurun. ,)&(,ardiac )ut
&ut.menurun maka terjadi peubahan perfusi jaringan. 8ematoma akan mengeksudasi plasma
dan poliferasi menjadi edem lokal maka penumpukan di dalam tubuh. Fraktur terbuka atau
tertutup akan mengenai serabut saraf yang dapat menimbulkan ganggguan rasa nyaman
nyeri.5elain itu dapat mengenai tulang dan dapat terjadi re%ral %askuler yang menimbulkan
nyeri gerak sehingga mobilitas fisik terganggau. 9isamping itu fraktur terbuka dapat
mengenai jaringan lunak yang kemungkinan dapat terjadi infeksi dan kerusakan jaringan
lunak akan mengakibatkan kerusakan integritas kulit.Fraktur adalah patah tulang, biasanya
disebabkan oleh trauma gangguan metabolik, patologik yang terjadi itu terbuka atau tertutup.
7aik fraktur terbuka atau tertutup akan mengenai serabut syaraf yang dapat
menimbulkan gangguan rasa nyaman nyeri. 5elaian itu dapat mengenai tulang sehingga akan
terjadi neuro%askuler yang akan menimbulkan nyeri gerak sehingga mobilitas fisik
terganggu, disamping itu fraktur terbuka dapat mengenai jaringan lunak yang kemungkinan
dapat terjadi infeksi terkontaminasi dengan udara luar.&ada umumnya pada pasien fraktur
terbuka maupun tertutup akan dilakukan immobilitas yang bertujuan untuk mempertahankan
fragmen yang telah dihubungkan tetap pada tempatnya sampai sembuh.(5yl%ia, $114 : $$;".
a. Faktor!faktor yang mempengaruhi fraktur
$. Faktor <kstrinsik
/danya tekanan dari luar yang bereaksi pada tulang yang tergantung terhadap besar,
waktu, dan arah tekanan yang dapat menyebabkan fraktur.
-. Faktor Intrinsik
7eberapa sifat yang terpenting dari tulang yang menentukan daya tahan untuk
timbulnya fraktur seperti kapasitas absorbsi dari tekanan, elastisitas, kelelahan, dan kepadatan
atau kekerasan tulang.( Ignata%icius, 9onna 9, $114 .
b. 7iologi penyembuhan tulang
*ulang bisa beregenerasi sama seperti jaringan tubuh yang lain. Fraktur merangsang
tubuh untuk menyembuhkan tulang yang patah dengan jalan membentuk tulang baru diantara
ujung patahan tulang.*ulang baru dibentuk oleh akti%itas sel!sel tulang./dalima stadium
penyembuhan tulang, yaitu:
$. 5tadium 5atu!&embentukan 8ematoma
&embuluh darah robek dan terbentuk hematoma disekitar daerah fraktur.5el!sel darah
membentuk fibrin guna melindungi tulang yang rusak dan sebagai tempat tumbuhnya kapiler
baru dan fibroblast. 5tadium ini berlangsung -4 = 4; jam dan perdarahan berhenti sama
sekali.
-. 5tadium 9ua!&roliferasi 5eluler
&ada stadium initerjadi proliferasi dan differensiasi sel menjadi fibro kartilago yang
berasal dari periosteum,>endosteum,dan bone marrow yang telah mengalami trauma. 5el!sel
yang mengalami proliferasi ini terus masuk ke dalam lapisan yang lebih dalam dan disanalah
osteoblast beregenerasi dan terjadi proses osteogenesis. 9alam beberapa hari terbentuklah
tulang baru yang menggabungkan kedua fragmen tulang yang patah. Fase ini berlangsung
selama ; jam setelah fraktur sampai selesai, tergantung frakturnya.
". 5tadium *iga!&embentukan 6allus
5el=sel yang berkembang memiliki potensi yang kondrogenik dan osteogenik, bila
diberikan keadaan yang tepat, sel itu akan mulai membentuk tulang dan juga kartilago.
&opulasi sel ini dipengaruhi oleh kegiatan osteoblast dan osteoklast mulai berfungsi dengan
mengabsorbsi sel!sel tulang yang mati.(assa sel yang tebal dengan tulang yang imatur dan
kartilago, membentuk kallus atau bebat pada permukaan endosteal dan periosteal. 5ementara
tulang yang imatur (anyaman tulang . menjadi lebih padat sehingga gerakan pada tempat
fraktur berkurang pada 4 minggu setelah fraktur menyatu.
4. 5tadium <mpat!6onsolidasi
7ila akti%itas osteoclast dan osteoblast berlanjut, anyaman tulang berubah menjadi
lamellar. 5istem ini sekarang cukup kaku dan memungkinkan osteoclast menerobos melalui
reruntuhan pada garis fraktur, dan tepat dibelakangnya osteoclast mengisi celah!celah yang
tersisa diantara fragmen dengan tulang yang baru. Ini adalah proses yang lambat dan
mungkin perlu beberapa bulan sebelum tulang kuat untuk membawa beban yang normal.
4. 5tadium 2ima!?emodelling
Fraktur telah dijembatani oleh suatu manset tulang yang padat. 5elama beberapa bulan
atau tahun, pengelasan kasar ini dibentuk ulang oleh proses resorbsi dan pembentukan tulang
yang terus!menerus. 2amellae yang lebih tebal diletidakkan pada tempat yang tekanannya
lebih tinggi, dinding yang tidak dikehendaki dibuang, rongga sumsum dibentuk, dan akhirnya
dibentuk struktur yang mirip dengan normalnya. (7lack, 3.(, et al, $11" dan /pley,
/.0raham,$11".
#. K)a+i-i*a+i
a. K)a+i-i*a+i *)ini+
$. Fra*t.r tert.t.% / +i'%)e 0 1)(+e& -ra1t.re $.
5uatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar (menyebabkan
robeknya kulit..
-. Fra*t.r ter2.*a / 1('%(.n& 0 (%en -ra1t.re ..
Fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan
jaringan lunak, dapat berbentuk from within (dari dalam. atau from without (dari
luar..
Fraktur terbuka dapat dibagi atas tiga derajat, yaitu :
Dera3at I
luka @ $ cm
kerusakan jaringan lunak sedikit, tak ada tanda luka remuk
fraktur sederhana, trans%ersal, oblik, atau koinutif ringan
kontaminasi minimal
Dera3at II
laserasi A $ cm
kerusakan jaringan lunak, tidak luas, flap/a%ulse
fraktur kominutif sedang
kontaminasi sedang
Dera3at III
*erjadi kerusakan jaringan lunak yang luas, meliputi struktur kulit, otot, dan
neuro%ascular serta kontaminasi derajat tinggi. Fraktur derajat III terbagi atas :
IIIA : Fragmen tulang masih dibungkus jaringan lunak
III4 : Fragmen tulang tak dibungkus jaringan lunak terdapat pelepasan lapisan
periosteum, fraktur kontinuitif
III5 : *rauma pada arteri yang membutuhkan perbaikan agar bagian distal dapat
diperthankan, terjadi kerusakan jaringan lunak hebat.
". Fra*t.r &engan *('%)i*a+i /1('%i1ate& -ra1t.re$
Fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion, delayed union, infeksi
tulang
2. K)a+i-i*a+i Eti()(gi+
Fra*t.r tra.'ati* : terjadi karena trauma yang tiba!tiba.
Fra*t.r %at()(gi+ : terjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat
kelainan patologis di dalam tulang.
Fra*t.r +tre++ ! terjadi karena adanya trauma yang terus menerus pada
suatu tempat tertentu.
1. K)a+i-i*a+i *('%)it 0 ti&a* *('%)it
Fra*t.r *('%)it adalah patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya
mengalami pergeseran (bergeser dari posisi normal.
Fra*t.r ti&a* *('%)it adalah patah hanya terjadi pada sebagian dari garis
tengah tulang
&. K)a+i-i*a+i 'en.r.t gari+ *6.+.+ -ra*t.r
Greenstic, fraktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya
membengkok.
Transfersal,fraktur sepanjang garis tengah tulang.
Oblik, fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang (lebih tidak stabil
disbanding transfersal..
Spiral, fraktur memuntir seputar batang tulang.
Kominutif, fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen.
Depresi, fraktur dengan fragmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada
tulang tengkorak dan tulang wajah..
Kompresi, fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang
belakang..
Avulsi, tertariknya fragmen tulang oleh ligament atau tendon pada perlekatannya.
Epifiseal, fraktur melalui epifisis.
Impaksi, fraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya.
e. 4er&a+ar*an 3.')a6 gari+
Fra*t.r *('in.ti- : garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan
Fra*t.r +eg'enta) : garis patah lebih dari satu tetapi tidak berhubungan. 7ila dua
garis patah disebut pula fraktur bifokal
Fra*t.r '.)ti%)e : garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang yang berlainan
tempatnya, misalnya fraktur femur, fraktur kruris, dan fraktur tulang belakang
-. 7en.r.t 6.2.ngan antara -rag'en &engan -rag'en )ainn8a
*idak bergeser (undisplaced., garis patah komplit tetapi kedua fragmen tidak
bergeser, periosteumnya masih utuh
7ergeser (displaced., terjadi pergeseran fragmen!fragmen fraktur yang juga disebut
lokasi fragmen, terbagi :
dislokasi ad longitudinam cum contractionum (pergeseran searah sumbu dan
o%erlapping.
dislokasi ad aBim (pergeseran yang membentuk sudut.
dislokasi ad latus (pergeseran dimana kedua fragmen saling menjauhi.
Ga'2ar 1. K)a+i-i*a+i Fra*t.r
. 7ani-e+ta+i K)ini+
(anifestasi klinis fraktur adalah nyeri, hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan
ekstremitas, krepitus, pembengkakan local, dan perubahan warna.
a. +yeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi.
5pasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai alamiah yang dirancang
untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang.
b. 5etelah terjadi fraktur, bagian!bagian tak dapat digunakan dan cenderung bergerak
secara tidak alamiah (gerakan luar biasa. bukannya tetap rigid seperti normalnya.
&ergeseran fragmen pada fraktur lengan atau tungkai menyebabkan deformitas (terlihat
maupun teraba. ekstremitas yang bisa diketahui dengan membandingkan dengan
ekstremitas normal. <kstremitas tak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal
otot tergantung pada integritas tulang tempat melengketnya otot.
c. &ada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi
otot yang melekat di atas dan bawah tempat fraktur. Fragmen sering saling melingkupi
satu sama lain sampai -,4 sampai 4 cm ($ sampai - inci..
d. 5aat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang yang dinamakan
krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya. (uji krepitus
dapat mengakibatkan kerusakan jaringan lunak yang lebih berat..
e. &embengkakan dan perubahan warna local pada kulit terjadi sebagai akibat trauma dan
perdarahan yang mengikuti fraktur. *anda ini bisa baru terjadi setelah beberapa jam
atau hari setelah cedera.
9. Pe'eri*+aan Fi+i*
a. In+%e*+i, cari apakah terdapat :
9eformitas, terdiri dari penonjolan yang abnormal, angulasi, rotasi, dan
pemendekan
Fuction laesa (hilangnya fungsi., misalnya pada fraktur cruris tidak bisa berjalan
&ada fraktur terbuka lihat adanya kerusakan jaringan
2ihat adanya pembengkakan.
2ihat juga perbedaan ukuran panjang drai tulang
2. Pa)%a+i apakah terdapat nyeri tekan, cek capillary refill
0erakan untuk mencari :
6repitasi, terasabila fraktur digerakkan (baiknya tidak dilakukan karena akan
menambah trauma.
+yeri bila digerakkan, baik pada gerakan aktif maupun pasif
5eberapa jauh gangguan!gangguan fungsi, gerakan!gerakan yang tidak mampu
dilakukan, range of motion, dan kekuatan
:. Pe'eri*+aan Diagn(+ti*
&emeriksaan rontgen : menentukan lokasi / luasnya fraktur / trauma
Fig. $. C 5howing the right sided comminuted cla%icle fracture.
*he signs of a pneumothoraB are clearly %isible.
Fig. -. C 5howing the pneumothoraB on a con%entional DthoraB.
*here are no ribfractures
5can tulang, tomogram, scan ,* / (?I: memperlihatkan fraktur; juga dapat
digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan jaringan tulang.
/rteriogram : dilakukan bila kerusakan %ascular dicurigai.
8itung darah lengkap : 8t mungkin meningkat (hemokonsentrasi. atau menurun
(perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh pada trauma multipel..
&eningkatan jumlah 59& adalah respon stress normal setelah trauma.
6reatinin : trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk klirens ginjal.
&rofil koagulasi : perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah, tranfusi multiple
atau cedera hati.
;. Diagn(+i+ 0 Kriteria Diagn(+i+
7ila tidak ada riwayat trauma, berarti fraktur patologis. *rauma harus diperinci
kapan terjadinya, dimana terjadinya, jenisnya, berat ringan trauma, arah trauma,
dan posisi pasie atau ekstrimitas yang bersangkutan (mekanisme trauma.. *eliti
juga trauma di tempat lain secara sistemik dari kepala, muka, leher, dada, dan
perut. /mati pula jika terjadi :
9eformitas, terdiri dari penonjolan yang abnormal, angulasi, rotasi, dan
pemendekan
Fuction laesa (hilangnya fungsi., misalnya pada fraktur cruris tidak bisa
berjalan
2ihat juga perbedaan ukuran panjang drai tulang
/danya nyeri tekan
/danya :
6repitasi, terasa bila fraktur digerakkan (baiknya tidak dilakukan karena
akan menambah trauma.
+yeri bila digerakkan, baik pada gerakan aktif maupun pasif
5eberapa jauh gangguan!gangguan fungsi, gerakan!gerakan yang tidak
mampu dilakukan, range of motion, dan kekuatan
10. Tera%i
&rinsip penanganan fraktur meliputi reduksi, imobilisasi, dan pengembalian fungsi dan
kekuatan.
Re&.*+i -ra*t.r /+etting t.)ang$
(engembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis. ?eduksi
tertutup dilakukan dengan mengembalikan fragmen tulang ke posisinya dengan manipulasi
dan traksi manual. ?eduksi terbuka dilakukan dengan pendekatan bedah, fragmen tulang
direduksi alat fiksasi interna ()?IF. dalam bentuk pin, kawat, sekrup, plat, paku, atau
batangan logam untuk mempertahankan fragmen tulang dalam posisinya sampai
penyembuhan tulang yang solid terjadi.
I'(2i)i+a+i -ra*t.r
5etelah fraktur direduksi fragmen tulang harus diimobilisasi atau dipertahankan dalam
posisi dan kesejajaran yang benar sampai terjadi penyatuan. Imobilisasi dapat dilakukan
dengan fiksasi eksterna ()?<F. meliputi : pembalutan, gips, bidai, traksi kontinu pin, dan
tehnik gips atau fiksator ekterna..Implan logam dapat digunakan untuk fiksasi interna ()?IF.
yang berperan sebagai bidai interna untuk mengimobilisasi fraktur yang dilakukan dengan
pembedahan.
7e'%erta6an*an &an 'enge'2a)i*an -.ng+i.
5egala upaya diarahkan pada penyembuhan tulang dan jaringan lunak. 2atihan isometric
dan setting otot diusahakan untuk meminimalkan atrofi disuse dan meningkatkan aliran
darah. &artisipasi dalam akti%itas hidup sehari!hari diusahakan untuk memperbaiki
kemandirian fungsi dan harga diri.
0ambar -. Fi*+a+i interna
0ambar ". Fi*+a+i E*+terna
11. K('%)i*a+i
1$ K('%)i*a+i a<a)
Syok hipovolemik atau traumatik : bisa berakibat fatal dalam beberapa jam setelah
cedera. Syok hipovolemik atau traumatik akibat pendarahan ( baik kehilangan darah
eksternal maupu tak kelihatan. dan kehilangan cairan ekstremitas, toraks, pel%is dan
%ertebra.
Emboli lemak : dapat terjadi dalam 4; jam atau lebih
Sindrom kompartemen : berakibat kehilangan fungsi ekstremitas permanen jika tidak
ditangani segera. 5indrom kompartemen merupakan masalah yang terjadi saat perfusi
jaringan dalam otor kurang dari yang dibutuhkan untuk kehidupan jaringan. 7iasanya
pasien akan merasa nyeri pada saat bergerak. /da 4 tanda syndrome kompartemen:
&ain : nyeri
&allor : pucat
&ulsesness : tidak ada nadi
&arestesia : rasa kesemutan
&aralysis : kelemahan sekitar lokasi terjadinya syndrome
kompartemen.
Infeksi
Tromboemboli emboli paru)
Koagulopati intravaskuler diseminata (KI) : sekelompok kelainan pendarahan
dengan berbagai penyebab, termasuk trauma massif. (anifestasi 6I9 meliputi :
ekimosis, pendarahan yang tidak terduga setelah pembedahan, dan pendarahan dari
membrane mukosa, tempat penusukan jarum infus, saluran gastrointestinal dan kemih
2$ K('%)i*a+i )a'2at !
a. &enyatuan terlambat atau tidak ada penyatuan
&enyatuan terlambat terjsdi bila penyembuhan tidak terjadi dengan kecepatan normal
untuk jenis dan tempat fraktur tertentu. &enyatuan terlambat mungkin berhubungan
dengan infeksi sistemik dan distraksi ( tarikan jauh . fragmen tulang. &ada akhirnya
fraktur menyembuh.8al ini dapat disemabuhkan dengan graft tulang.9imana graft tulang
memberikan kerangka untuk in%asi sel!sel tulang.
2$ Ne*r(+i+ A=a+*.)er T.)ang
+ekrosis a%askuler terjadi bila tulang kehilangan asupan darah dan mati. 9apat terjadi
setelah fraktur (khususnya kolum femoris., dislokasi, terapi kortikosteroid dosis tinggi
berkepanjangan, penyakit ginjal kronik, anemia sel sabit, dan penyakit lain. *ulang yang
mati mengalami tulang kolaps atau diabsorpsi dan diganti dengan tulang yang baru.
1$ Rea*+i ter6a&a% a)at -i*+a+i interna
/lat fiksasi interna biasanya diambil setelah penyatuan tulang telah terjadi, namun pada
kebanyakan pasien alat tersebut tidak diangkat sampai menimbulkan gejala. +yeri dan
penurunan fungsi merupakan indicator utama telah terjadinya masalah. (asalah tersebut
meliputi kegagalan mekanis (pemasangan dan stabilisasi yang tak memadai., kegagalan
material (alat yang cacat atau rusak., berkaratnya alat, menyebabkan inflamasi local, respon
alergi terhadap campuran logam yang digunakan, dan remodeling osteoporotic di sekitar alat
fiksasi (stress yang dibutuhkan untuk memperkuat tulang diredam oleh alat tersebut,
mengakibatkan osteoporosis disuse.. 7ila angkat diangkat, tulang perlu dilindungi dari
fraktur kembali sehubungan dengan osteoporosis, struktur tulang yang terganggu dan trauma.
?emodeling tulang akan mengembalikan kekuatan structural.
4. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
I. Peng*a3ian Ga<at Dar.rat
a. Air<a8
6aji kepatenan jalan nafas, adanya obstruksi, suara nafas, suspect cer%ical injuri (reflek
muntah.
2. 4reat6ing
6aji nafas spontan atau tidak, gerakan dinding dada, respiration rite, sesak nafas, de%iasi
trakea, retraksi otot bantu nafas, pernafasan cuping hidung, pernafasan dada atau perut,
irama nafas, pola nafas , jenis pernafasan (dispnoe, kusmaul, cyene stoke., perkusi,
suara nafas (%esikuler, stridor, wheeEing, ronchi.
1. 5ir1.)ati(n
6aji nadi teraba atau tidak,frekuensi nasi, tekanan darah, adanya pucat, sianosis, ,?*,
akral hangat atau dingin, apakah ada pendarahan atau tidak, turgor kulit, apakah adanya
riwayat kehilangan cairan berlebihan (diare, muntah, luka bakar..
&. Di+a2i)it8
6aji kesadaran composmentis, delirium, somnolen, apatis, koma., 0,5, pupil, refleks
cahaya, refleks fisiologi, kekuatan otot.
e. E>+%(+.re
6aji adanya doformitas, contusion, abrasi, penetraksi, laserasi, edema, luka bakar. 6aji
luas luka %ulnus, warna dasar luka, kedalaman
-. Fi=e Inter=en+i
6aji interpretasi <60, saturasi oksigen, kateter urine, pemasangan +0*, hasil
laboratorium, terapi medis.
g. Gi=e 1('-(rt
6aji adanya nyeri, kaji &F?5*, mual muntah.
6. Hi+t(r8 an& 6ea& t( t(e
6aji mekanisme cedera, sign/ tanda gejala, alergi, medication/ pengobatan, riwayat
penyakit sebelumnya, makan terakhir. 2akukan pemeriksaan fisik, fokuskan
pemeriksaan pada daerah trauma/ sesuai kasus non trauma
i. In+%e*+i 2a1*0 %(+teri(r +.r-a1e
6aji adanya jejas, deformitas, tendernes, crepitasi, laserasi.
II. Peng*a3ian
a. A*ti=ita+0 i+tira6at
*anda : 6eterbatasan/ kehilangan fungsi pada bagian yang terkena (mungkin segera,
fraktur itu sendiri, atau terjadi secara sekunder, dan pembengkakan jaringan,
nyeri.
2. Sir*.)a+i
*anda : hipertensi (kadang!kadang terlihat sebagai respon terhadap nyeri/ ansietas. atau
hipotensi (kehilangan darah.
*akikardia (respon stress, hipo%olemia.
&enurunan/ tak ada nadi pada bagian distal yang cedera, pengisian kapiler
lambat, pucat pada bagian yang terkena.
&embengkakan jaringan atau massa hematoma pada sisi cedera
1. Ne.r(+en+(ri
0ejala : hilang gerakan/ sensasi, spasme otot
6ebas/kesemutan (perestesis.
*anda : deformitas local: angulasi abnormal, pemendakan, rotasi, krepitasi, spasme otot,
terlihat kelemahan/hilang fungsi.
/gitasi (mungkin berhubungan dengan nyeri/ ansietas atau trauma lain.
&. N8eri0 Ken8a'anan
0ejala : +yeri berat tiba!tiba pada saat cedera (mungkin terlokalisasi pada area jaringan/
kerusakan tulang, dapat berkurang pada imobilisasi., tidak ada nyeri akibat
kerusakan saraf. 5pasme/ kram otot (setelah imobilisasi.
e. Kea'anan
*anda : laserasi kulit, a%uisi jaringan, pendarahan, perubahan warna.
&embengkakan lokal (dapat meningkat secara bertahap atau tiba!tiba.
III. Diagn(+a Ke%era<atan
a. +yeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik ditandai dengan keluhan nyeri,
distraksi, fokus pada diri sendiri / fokus menyempit, wajah menunjukkan nyeri,
peilaku berhati!hati, melindungi, perubahan tonus otot, respon otonomik.
b. 6erusakan integritas jaringan berhubungan dengan mekanik (tekanan,teriris,gesekan.
ditandai dengan keluhan gatal, nyeri, kebas, tekanan pada area yang sakit / area
sekitar, gangguan permukaan kulit, in%asi struktur tubuh, destruksi lapisan kulit /
jaringan.
c. 6erusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan rangka neuromuscular :
nyeri / ketidaknyamanan, terapi restriktif (imobilisasi tungkai. ditandai dengan
ketidakmampuan untuk bergerak sesuai tujuan dalam lingkungan fisik, menolak untuk
bergerak, keterbatasan rentang gerak, penurunan kekuatan / kontrol otot.
d. ?esiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan primer, kerusakan
kulit, trauma jaringan prosedur in%asi%e, traksi tulang.
e. 6urang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan kurang terpajannya informasi, salah interpretasi informasi
ditandai dengan pertanyaan / permintaan informasi, pernyataan salah konsepsi.
f. &6 5yok 8ipo%olemik
I?. Inter=en+i
$. Diagn(+a 1 ! +yeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik
9itandai dengan : keluhan nyeri, distraksi, fokus pada diri sendiri / fokus menyempit,
wajah menunjukkan nyeri, perilaku berhati!hati, melindungi, perubahan tonus otot,
respon otonomik.
5etelah dilakukan tindakan keperawatan selama G B -4 jam, diharapkan nyeri yang
dialami pasien terkontrol dengan kriteria hasil :
&asien dapat mengkaji factor penyebab , durasi terjadinya nyeri
&asien melaporkan nyerinya terkontrol
&asien dapat menggunakan teknik non!analgetik untuk menangani nyeri.
Inter%ensi :
)bser%asi:
$. 2akukan pengkajian secara komprehensif tentang nyeri meliputi lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, Hualitas, intensitas nyeri dan factor presipitasi.
?/ : mempengaruhi pilihan / pengawasan keefektifan inter%ensi.
-. )bser%asi respon non%erbal dari ketidaknyamanan terutama ketidakmampuan
untuk berkomunikasi secara efektif.
?/ : *ingkat ansietas dapat mempengaruhi persepsi/ reaksi terhadap nyeri.
". 0unakan strategi komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri dan
penerimaan respon nyeri pasien.
?/ : 5trategi komunikasi terapeutik dapat membantu untuk menentukan inter%ensi
yang diperlukan.
4. 6aji efek pengalaman nyeri terhadap kualitas hidup (eB : tidur,akti%itas, kognisi,
perasaan, hubungan, pekerjaan.
?/ : (engetahui pengaruh nyeri terhadap kualitas hidup pasien.
(andiri
$. /jarkan menggunakan teknik nonanalgetik (relaksasi progresif, latihan napas
dalam, imajinasi %isualisasi, sentuhan terapeutik, akupresure.
?/ : memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan rasa kontrol dan dapat
meningkatkan kekuatan otot; dapat meningkatkan harga diri dan kemampuan
koping.
-. 6ontrol factor ! factor lingkungan yang yang dapat mempengaruhi respon pasien
terhadap ketidaknyamanan (ruangan, suhu, cahaya, dan suara.
?/ : memberikan ketenangan kepada pasien sehingga nyeri tidak bertambah
8<
$. 5ediakan informasi tentang nyeri seperti : penyebab nyeri, berapa lama nyeri itu
akan berakhir, antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur.
?/ : (eningkatkan pengetahuan pasien
6olaborasi
$. 6olaborasi dengan dokter dalam pemberian kontrol analgetik bila diperlukan.
?/ : /nalgetik dapat menurunkan nyeri dan atau spasme otot
-. Diagn(+a 2 ! Ker.+a*an integrita+ 3aringan 7erhubungan dengan mekanik (tekanan,
teriris, gesekan.
9itandai dengan : rusaknya atau hancurnya jaringan (kornea, membran mucus,
integumentum, subkutan.
*ujuan : 5etelah dilakukan asuhan keperawatan selama GB -4 jam diharapkan luka
dapat sembuh dengan kriteria hasil :
*idak ada bau
*idak ada kemerahan di sekitar luka.
*idak terjadi peningkatan suhu tubuh
2uka menjadi kering.
,airan pada luka telah kering
Inter%ensi :
)bser%asi
$. ,atat karakteristik luka
?/ : memberikan informasi tentang masalah yang mungkin disebabkan oleh alat /
pemasangan gips, bebat / traksi
-. ,atat karakteristik cairan
?/ : untuk mengobser%asi adanya cairan yang timbul dari luka
(andiri
-. 7erikan masase pada area sekitar luka
?/ : mempunyai efek pengering, yang menguatkan kulit. 6rim dan losion tidak
dianjurkan karena terlalu banyak minyak dapat menutup perimeter gips, tidak
memungkinkan gips untuk IbernapasJ. 7edak tidak dianjukan karena potensial
akumulasi berlebihan di dalam gips.
". (emelihara kepatenan pada saluran drainage
?/ : untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi
4. 7erikan balutan
?/ : untuk mencegah terkontaminasi dengan lingkungan sekitar
4. (emelihara kesterilan dalam merawat luka.
?/ : untuk mencegah terkontaminasi dengan bakteri
#. Inspeksi perubahan warna dari luka
?/ : memberikan informasi tentang sirkulasi kulit
K. (embandingkan dan mencatat secara teratur adanya perubahan pada luka
?/ : memantau perkembangan luka dan adanya perubahan pada luka
;. (emberi posisi pada bagian yang terluka agar tidak menjadi tegang.
?/ : untuk meminimalkan tekanan pada bagian yang terluka
8<
$. 7erikan informasi pada pasien dan keluarga teknik dan cara merawat luka.
?/ : untuk memberikan informasi kepada keluarga dan pasien tentang cara
perawatan luka yang baik dan benar untuk mencegah terjadinya infeksi
6olaborasi
$. 6olaborasi dengan dokter dalam pemberian kontrol analgetik bila diperlukan.
?/ : /nalgetik dapat menurunkan nyeri dan atau spasme otot
". Diagn(+a " ! 6erusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan muskuloskletal
5etelah dilakukan tindakan keperawatan selama G.B -4 jam, diharapkan pasien dapat
meningkatkan mobilitas, dengan kriteria hasil :
&asien dapat memperlihatkan keseimbangan saat berjalan.
&asien dapat menggerakan otot.
&asien dapat menggerakan sendi.
&asien dapat berpindah : berjalan
Inter%ensi :
)bser%asi
$. 6aji keterbatasan pergerakan sendi dan efek fungsinya.
?/ : pasien mungkin dibatasi oleh pandangan diri/ persepsi diri tentang keterbatasan
fisik actual, memerlukan informasi/ inter%ensi untuk meningkatkan kemajuan
kesehatan
-. 6aji tingkat moti%asi pasien untuk memelihara/mengembalikan pergerakan sendi.
?/ : (oti%asi diri pasien dapat mempercepat proses menyembuhan
(andiri
". (onitor lokasi dan ketidaknyamanan/nyeri selama pergerakan/akti%itas.
?/ : +yeri/ketidaknyaman dapat menghambat pergerakan sehingga sebelumnya harus
diketahui lokasi dari nyeri
4. 2indungi pasien dari trauma selama latihan.
?/ : mencegah atau mengurangi risiko jatuh pada pasien
4. 2akukan latihan ?)( aktif / pasif sesuai indikasi.
?/ : (eningkatkan aliran ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus otot,
mempertahankan gerak sendi, mencegah kontraktur /atrofi dan reabsobsi kalsium
karena tidak digunakan.
#. 9orong latihan ?)( aktif secara teratur menurut jadwal yang direncanakan.
?/ : (eningkatkan aliran ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus otot,
mempertahankan gerak sendi, mencegah kontraktur /atrofi dan reabsobsi kalsium
karena tidak digunakan.
K. 7antu pasien dalam posisi tubuh optimal untuk pergerakan sendi aktif / pasif.
?/ : (enggurangi atau mencegah risiko jatuh pada pasien
;. Instruksikan kepada pasien/keluarga bagaimana melaksanakan latihan ?)( pasif
secara sistematis atau ?)( aktif
?/ : (eningkatkan pengetahuan pasien/keluarga mengenai latihan ?)( aktif / pasif
1. 9orong pasien untuk duduk di tempat tidur, di samping tempat tidur/ di kursi jika
ditoleransi
?/ : mencegah / menurunkan insiden komplikasi kulit / pernapasan (contoh
dekubitus, pneumonia..
$'. 9orong perpindahan , jika memungkinkan.
?/ : mobilisasi dini menurunkan komplikasi tirah baring (contoh flebitis. dan
meningkatkan penyembuhan dan normalisasi fungsi organ. 7elajar memperbaiki cara
menggunakan alat penting untuk mempertahankan mobilitas dan keamanan pasien
8<
$ 7erikan informasi kepada pasien/ keluarga tujuan dan rencana latihan
?/ : (emberikan informasi kepada pasien/keluarga tentang tujuan dan rencana
sehingga tidak membinggungkan pasien atau keluarga
6olaborasi
$ 6olaborasi dengan terapi fisik dalam mengembangkan dan melaksanakan program
latihan.
?/ : berguna dalam membuat aktifitas indi%idual / program latihan. &asien dapat
memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan, kekuatan, dan aktifitas yang
mengandalkan berat badan, juga penggunaan alat
,. Diagn(+a , ! Re+i*( in-e*+i
*ujuan : 5etelah dilakukan tindakan keperawatan selama G B -4 jam, diharapkan
resiko infeksi tidak menjadi aktual, dengan kriteria hasil :
*idak terjadi tanda ! tanda infeksi
5uhu tubuh dalam batas normal
6adar L7, dalam batas normal (4,$'!$',1 $'M"/u2.
Inter%ensi :
)bse%asi
$. 6aji tanda! tanda infeksi
?/ : mengetahui dini terjadinya infeksi
-. (onitor absolute granulosit, L7, ,dan hasil normal.
?/ : L7, merupakan salah satu data penunjang yang dapat mengidentifikasi
adanya bakteri di dalam darah. 5el darah putih akan meningkat sebagai
kompensasi untuk melawan bakteri yang mngin%asi tubuh.
". 7atasi jumlah pengunjung.
?/ : mengurangi kontaminasi silang.
(andiri
$. 3aga asepsis selama pasien berisiko.
?/ : meminimalkan kesempatan untuk kontaminasi
-. 5ediakan perawatan kulit pada area yang edema
?/ : perawatan kulit pada area yang edema dapat membantu mencegah
terjadinya infeksi yang lebih luas.
". Inpeksi kulit dan membrane mukosa selama kemerahan, panas tinggi atau
drainase
?/ : apabila kulit kembali kemerahan dan terdapat drainase purulen
menandakan terjadi proses inflamasi bakteri.
4. Inpeksi kondisi luka / bekas operasi.
?/ : (encegah terjadinya infeksi yang lebih luas
4. 9orong intake cairan.
?/ : mempertahankan keseimbangan cairan untuk mendukung perfusi jaringan.
#. /njurkan intake nutrisi yang cukup.
?/ : mempertahankan keseimbangan nutrisi untuk mendukung perpusi jaringan
dan memberikan nutrisi yang perlu untuk regenerasi selular dan penyembuhan
jaringan
K. 9orong istirahat
?/ : (encegah kelelahan/ terlalu lelah dan dapat meningkatkan koping
terhadap ketidaknyamanan
8<
$. 7erikan informasi pada pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi
dan melaporkan kepada petugas perwatan ketika terdapat tanda dan gejala
infeksi.
?/ : (eningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga
6olaborasi
-. 6olaborasi dengan tim dokter untuk pemberian antibiotic sesuai indikasi.
?/ : antibiotik dapat menghambat proses infeksi
4. Diagn(+a # ! 6urang pengetahuan tentang prosedur.perawatan
*ujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama G.B -4 jam, diharapkan
pengetahuan pasien mengetahui prosedur perawatan meningkat dengan kriteria hasil :
&asien dapat mendiskripsikan prosedur perawatan.
&asien dapat menjelaskan tujuan prosedur
&asien dapat menjelaskan langkah = langkah pengobatan
&asien dapat menunjukan prosedur perawatan
Inter%ensi :
)bser%asi
$. 6aji pengalaman pasien sebelumnya dan tingkat pengetahuan yang berhubungan
dengan prosedur perawatan.
?/ : pengalaman pasien sebelumnya dapat mempengaruhi perawatan saat ini
dapat berkembang menjadi baik maupun buruk tergantung persepsi pasien
mengenai pengalaman prosedur perawatan sebelumnya.
8<
-. Informasikan kepada keluarga tentang kapan dan dimana prosedur perawatan
akan dilaksanakan.
?/ : memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pilihan
berdasarkan informasi.
". Informasikan kepada pasien tentang berapa lama prosedur atau perawatan yang
diharapkan berakhir.
?/ : dapat mengurangi kecemasan pasien sehingga mengurangi beban pikiran
pasien.
4. Informasikan kepada pasien tentang siapa yang akan melakukan
prosedur/perawatan
?/ : memberi pasien informasi mengenai pelaku prosedur perawatan, sehingga
kepercayaan pasien meningkat kepada petugas.
4. 3elaskan tujuan prosedur perawatan.
?/ : meningkatkan pengetahuan pasien dan mengurangi tingkat kecemasan
pasien.
#. 9iskusikan peralatan tertentu yang diperlukan dan fungsinya.
?/ : meningkatkan pengetahuan pasien dan mengurangi tingkat kecemasan pasien
mengenai prosedur pengobatan.
K. 5ediakan informasi apa yang didengar, dicium, dilihat, dirasakan selama prosedur
perawatan.
?/ : meningkatkan pengetahuan pasien dan memberi inter%ensi yang tepat saat
pasien menanyakan informasi mengenai persepsi sensori yang dirasakan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
&rice N Lilson. -''4. !atofisiologi Konsep Klinis !roses"proses !enyakit Edisi #. 3akarta
: <0,
+anda. -''4. &anduan 9iagnosa 6eperawatan +anda 9efinisi dan 6lasifikasi -''4 !-''#.
<ditor : 7udi 5entosa. 3akarta : &rima (edika

Anda mungkin juga menyukai