Anda di halaman 1dari 12

KONSEP PENYULUHAN KESEHATAN

Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Keperawatan II


Koordinator Mata Kuliah : Hasib Ardani, S.Kp,M.Kes



Disusun Oleh:
Kelompok
Endar Giri Budiharto (220201121)
Riska Yunita (22020112130027)
Fitria Mega Wardani (22020112130070)
Sandy Eka Saputra (220201121)
Atikah Rasa Fauzia (220201121)
A.12.1




JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
KONSEP PENYULUHAN KESEHATAN

A. Batasan dan Pengertian Penyuluhan Kesehatan
Batasan penyuluhan secara lebih luas dapat dilihat dalam pandangan
kesehatan secara umum dan pandangan penyuluhan pendidikan kesehatan di
sekolah-sekolah, berkaitan dengan pembahasan teori-teori Bimbingan dan
Penyuluhan, bahkan ada yang menyebut dengan istilah Bimbingan dan
konseling.
Dalam konsepsi kesehatan secara umum, penyuluhan kesehatan diartikan
sebagai kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan cara
menyebarluaskan pesan dan menanamkan keyakinan. Dengan demikian,
masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan dapat
melakukan anjran yang berhubungan dengan kesehatan (Azwar, 1983). Dengan
pengertian tersebut, petugas penyuluhan kesehatan harus menguasai ilmu
komunikasi dan menguasai pemahaman yang lengkap tentang pesan yang akan
disampaikan.

B. Tujuan penyuluhan kesehatan
Penyuluhan kesehatan bertujuan mengubah perilaku kurang sehat menjadi
sehat. Perilaku baru yang terbentuk, biasanya hanya terbatas pada pemahaman
sasaran (aspek kognitif), sedangkan perubahan sikap dan tingkah laku merupakan
tujuan tidak langsung.

C. Pemikiran Dasar Penyuluhan
a. Penyuluhan merupakan bagian integral dari program kesehatan itu sendiri.
Hal ini berarti bahwa segi penyuluhan dari program sudah mulai dibuat serta
dikembangkan sejak dari perencanaan program itu sendiri.

b. Perencanaan penyuluhan meruakan kegiatan tim yang melibatkan:
1) Pimpinan dan pelaksana program yang ditunjang
2) Petugas latihan (training) dan penelitian
3) Petugas penyuluhan
4) Masyarakat (jika memungkinkan)
Sifat dan drajat keterlibatan masing-masing pihak berbeda, tergantung tingkat
kebutuhan dan administrasi di mana perencanaan itu berlangsung.
c. Perencanaan penyuluhan didasarkan atas pengetahuan yang cukup tentang:
1) Masalah kesehatan yang akan ditanggulangi
2) Program kesehatan yang akan ditunjang
3) Daerah dan masyarakat yang akan menjadi sasaran
4) Sasaran yang diperlukan dan bisa dimanfaatkan
5) Perencanaan
6) Penyuluhan

d. Rencana penilaian penyuluhan harus sudah dibuat waktu merencanakan
program.

D. Langkah-langkah dalam perencanaan penyuluhan kesehatan
Perencanaa penyuluhan kesehatan masyarakat secara teknis telah
dirumuskan tahun 1985, yang saat itu masih bernama Pusat Penyuluhan
Kesehatan Masyarakat Depertemen Kesehatan RI. Kegiatan perencanaan dapat
dijumpai pada setiap tingkatan administrasi, mulai dari tingkat pusat sampai
tingkat daerah (puskesmas), hanya bobot dan sifatnya yg berbeda. Berikut ini
adalah langkah-langkahnya:
- Mengenal masalah, masyarakat dan wilayah
Tindakan pertama yang penting ialah mengumpulkan data atau
keterangan tentang berbagai hal, yang diperlukan baik untuk kepentingan
perencanaan, maupun untuk data awal sebagai pembanding dalam rangka
penilaian. Langkah pertama akan dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Mengenal masalah
Dalam rangka mengenal masalah, kegiatan yang dilakukan secara
berturut-turut adalah:
a. Mengenal program yang akan ditunjang dengan penyuluhan.
b. Mengenal masalah yang akan ditanggulangi oleh program tersebut.
Misalnya, dalam program penanggulangan kekurangan vitamin-A,
masalah yang akan ditanggulangi ialah xerophthalmia yang bisa
mengakibatkan kebutaan.
c. Dasar-dasar pertimbangan apa yang dipergunakan untuk menentukan
masalah yang akan dipecahkan dalam arti:
(1) Bagaimana pandangan para pimpinan (administrator) dan juga para
ahli kesehatan terhadap masalah tersebut, apakah mereka
menganggap masalah ini merupakan prioritas bagi mereka
(2) Bagaimana pandangan masyarakat terhadap masalah ini, apakah
mereka menganggap masalah ini merupakan prioritas bagi
mereka?
(3) Apakah memang masalah tersebut bisa dipecahkan (yaitu
mengenai feasibilitasnya) dan apakah penyuluhan bisa berperan?
d. Pelajari masalah tersebut, dan kenalilah segi pengertian, sikap, dan
tindakan dari pada individu, kelompok atau masyarakat, yang
membantu terjadinya perilakunya. Artinya, masalah tersebut mengenal
segi perilaku dari pada masalah yang merupakan kunci untuk untuk
perencanaan penyulihan sesuatu program.
2. Mengenal masyarakat
Program yang akan direncanakan adalah untuk masyarakat. Karena itu
sudah jelas bahwa siapapun yang merencanakan program, harus mengenal
masyarakat dalam segala segi kehidupannya. Sehubungan dengan
perencanaan penyuluhan, yang perlu dikenal tentang masyarakat ini antara
lain adalah:
a. Jumlah penduduk:
(1) Jumlah seluruh penduduk
(2) Kelompok-kelompok khusus/rawan, seperti ibu hamil, ibu
menyusui, ibu dalam masa subur dan lain sebagainya
b. Keadaan social budaya dan ekonomi masyarakat:
(1) Tingkat pendidikan (buta huruf, dan sebagainya)
(2) Norma-norma setempat, pantangan-pantangan dan sebagainya,
sehubungan dengan perilaku yang diharapkan
(3) Agama
(4) Pola kepemimpinan setempat, artinya kelompok-kelompok mana
yang berpengaruh, hubungan pemuka satu sama lain, dan
sebagainya. Siapa-siapa yang berpengaruh dalam mengambil
keputusan di masyarakat, dan siapa-siapa yang berpengaruh dalam
mengambil keputusan di masyarakat, dan siapa-siapa yang
berpengaruh dalam mengambil keputusan di dalam keluarga.
(5) Pola partisipasi masyarakat setempat, dan organisasi social yang
ada
(6) Tingkat ekonomi masyarakat, mata pencaharian
c. Pola komunikasi di masyarakat
(1) Bagaimana berita menyebar di masyarakat
(2) Siapa-siapa sebagai sumber berita/informasi di masyarakat
(3) Pusat-pusat penyebaran informasi di masyarakat seperti misalnya
warung kopi, pertemuan-pertemuan sosial seperti arisan dan
sebagainya.
(4) Saluran komunikasi yang ada di masyarakat, seperti radio, surat
kabar, media tradisional, pengeras suara di masjid dan sebagainya.
d. Sumber daya (Resources)
(1) Sumber daya apa saja yang dimiliki oleh masyarakat baik sebagai
individu maupun sebagai masyarakat secera keseluruhan yang bisa
dipergunakan oleh mereka untuk perubahan perilaku seperti yang
diharapkan.
(2) Sumber daya apa saja yang ada, baik pada institusi pemerintah
maupun non-pemerintah yang bisa dipergunakan oleh masyarakat
untuk perubahan perilaku. Misal: untuk ikut melaksanakan KB,
perlu ada Klinik KB.
(3) Sumber daya apa saja yang ada pada institusi baik pemerintah
maupun swasta, dan juga yang ada di masyarakat, yang bisa
dimanfaatkan untuk pelaksanan kegiatan penyuluhan. Missal
tempat pertemuan, pengeras suara di masjid, dan sebagainya.
(4) Khusus mengenai sumber daya tenaga, perlu dijajagi:
i. Macam-macam kategori petugas kesehatan yang ada yang bisa
dimanfaatkan/dilibatkan dalam penyuluhan yang akan
diadakan.
ii. Tugas pokok masing-masing kategori
iii. Apa kira-kira tugasnya di bidang penyuluhan untuk masing-
masing kategori
iv. Training/latihan yang pernah diperoleh di bidang penyuluhan
untuk masing-masing kategori.
v. Bimbingan yang diterima di bidang penyuluhan oleh masing-
masing kategori, dan dari siapa
vi. Kesulitan pokok apakah yang harus diatasi dalam melibatkan
petugas-petugas kesehatan dalam melaksanakan penyuluhan
bagi program bersangkutan.
vii. Adakah tenaga-tenaga di institusi lain baik pemerintah maupun
non-pemerintah yang bisa membantu usaha penyuluhan ini.
viii. Adakah tenaga-tenaga di masyarakat yang bisa
membantu
e. Bagaimana pengalaman masyarakat terhadap program-program
sebelumnya, dan bagaimana sikap mereka terhadap pelayanan
yang diberikan, terhadap para petugas, dan sebagainya:
(1) Yang mana dari sikap ini mempunyai pengaruh positif
terhadap penyuluhan yang direncanakan.
(2) Yang mana yang mempunyai pengaruh negative
(3) Bagian yang mana dari program tersebut yang memberikan
pengalaman pahit di masa lalu.
(4) Apakah daerah tersebut banyak kontak dengan luar?
3. Mengenal wilayah
Program akan bisa dilaksanakan dengan baik, jika yang merencanakan
program tersebut mengetahui benar situasi medan atau stimulasi lapangan.
Yang perlu diketahui sehubungan dengan wilayah ini antara lain adalah:
a. Lokasinya, yaitu apakah:
(1) Terpencil, tidak berbatasan dengan desa lain.
(2) Apakah daerahnya datar/pegunungan
(3) Apakah dalam jalur transportasi umum
(4) Dan sebagainya
b. Sifatnya, yaitu:
(1) Kapan musim hujan, kemarau panjang dan sebagainy6a.
(2) Daerah kering atau cukup air
(3) Daerah banjir, pasang surut dan sebagainya
(4) Daerah perbatasan
(5) Dan sebagainya

- Menentukan prioritas
Prioritas penyuluhan harus selaras dengan prioritas masalah di
masyarakat yang ditentukan oleh program yang ditunjang. Penentuan prioritas
didasarkan pada beratnya dampak dari masalah sehingga perlu ada
pemrioritasan dalam penanggulangannya, pertimbangan politis dan suber daya
yang ada. Pertimbangan lain dalam penentuan prioritas adalah:
1. Berdasarkan akibat berat yang diakibatkan oleh masalah tersebut, hingga
perlu diprioritaskan penanggulangannya.
2. Berdasarkan pertimbangan politis, yaitu menyangkut nama baik Negara
dan sebagainya
3. Berdasarkan sumber daya yang ada
4. Dan sebagainya.

- Menentukan tujuan penyuluhan
Secara sederhana, skema tahap-tahap perencanaan digambarkan sebagai
berikut.







Dari skema tersebut dapat dijelaskan bahwa yang menjadi tujuan
utama penyuluhn adalah status kesehatan yang optimal, sementara untuk
tujuan jangka menengah adalah terciptya perilaku sehat. Apa pun tujuan yang
akan dipilih, hal terpenting adalah tujuan harus jelas, realistis, serta dapat
diukur menggukana parameter keberhasilan. Selain itu, penentuan tujuan juga
harus mempetimbangkan waktu. Berapa lama tujuan tercapai dan tujuan apa
yang akan dicapai di waktu sekarang.

- Menentukan sasaran penyuluhan

PKM
(Penyuluhan
Kesehatan
Masyarakat)

Status
kesehatan

Kelompok
saran
Hasil antara
lain:
- Pengertian
- Sikap
- Norma
- dll.

Perilaku
sehat
Sasaran program penyuluhan tidak selalu sama. Dalam penyuluhan,
sasaran yang dimaksud adalah individu atau kelompok yang akan diberi
penyuluhan. Penentuan sasaran juga menyangkut strategi.

- Menentukan isi penyuluhan
Isi harus dituangkan ke dalam bahasa yang mudah dipahamioleh
sasaran, dapat dilakukan oleh sasaran dengan sarana yang mereka miliki, atau
terjankau oleh sasaran. Dalam penyusunannya juga harus disampaian
mengenai keuntungan apabila sasaran melakukannya. Pemahaman dasar-dasar
komunikasi dalam penyampaian materi juga haru diperhatikan.

- Menentukan metode penyuluh yang akan digunakan
Di tahap ini, tentukan bagaimana cara penyampaian yang mudah
dipahami oleh sasaran agar tujuan tercapai. Metode atau cara yng dilakukan
dapat ditentukan bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuan yang
ingi dicapai adalah pengertian maka cukup dengan penyampaian secara lisan.
Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pengembangan sikap positif maka
sasaran perlu menyaksikan secara langsung baik berupa peragaan, foto, slide,
atau pun film.

- Memilih alat peraga atau media penyuluhan
Setelah menentukan metode, selanjutnya menentukan media apa yang
akan digunaan untuk menunjang pendekatan, misalnya poster, leaflet, atau
media lain.

- Menyusun rencana penilaian (evaluasi)
1. Pastkan dalam tujuan yang dijabarkan sudah secara khusus
menyantumkan waktu evaluasi, tempat pelaksanaan evaluasi, dan kelompk
sasaran yang dievaluasi
2. Apa jenis indicator atau criteria yang akan dipakai dalam penilaian
3. Perlu dilihat kembali apakan tujuan penilaian sudah sejalan dengan tujuan
program
4. Kegiatan enyuluhan apa yang akan dievaluasi
5. Metode dan instrument apa yang akan digunakan untuk evaluasi tersebut
6. Siapa yang akan melakukan evaluasi
7. Sarana apa yang diperluakan untuk evaluasi serta tempat untuk
memperolehnya
8. Apakah terdapat fasilitas dan kesempatan untuk mmpersiapkan tenaga
untu evaluasi
9. Bagaimana rencana untu memberikan umpan balik hasi evaluasi kepada
pimpinan program

- Menyusun rencana kerja atau rencana pelaksanaan
Setelah menetapkan pokok-pokok kegiatan penyuluhan termasuk waktu,
tempat, dan pelaksanaan, buat jadwal pelaksanaannya yang dicantumkan
dalam suatu daftar.
E. Beberapa persyaratan untuk tercapainya perencanaan penyuluhan yang baik
a. Para pimpinan program dan pelaksana program mempunyai kesamaan
pengertian yang benar dan sikap positif terhadap penyuluhan
b. Dukungan kebijaksanaan yang positif dari para pemimpin
c. Tersediaanya biaya penyuluhan
d. Unit-unit penyuluhan bekerja dengan baik
F. Rencana yang dihasilkan
a. Sesuai dengan kebutuhn masyarakat
b. Diterima oleh masyarakat
c. Sesuai dengan kebutuhan program
d. Didukung oleh kebijaksanaan yang ada
e. Bersifat praktis da bisa dilaksanakan sesuai situasi setempat (feasible dan
fleksible)

G. Keuntungan dan Kerugian metode penyuluhan:


Metode Keuntungan Kerugian
Penyuluhan perorangan - Waktu lebih efisien
- Adanya persiapan yang
mantap
- Komunikasi tersamar
- Sifatnya lebih formal
- Pengaruhnya relative
sukar
- Relative lebih mudah
diukur
mengorganisasikan
Penyuluhan kelompok - Relative lebih efisien
- Komunikator tidak
tersamar
- Masalah
pengorganisasian
- Pendekatan aktifitas
pembentuk kelompok
bersama
- Kesulitan dalam
pengorganisasian
aktivitas diskusi
- Memerlukan
pembinaan calon
pimpinan kelompok
yang cakap dan
dinamis
Penyuluhan missal - Tidak terlalu resmi
- Penuh kepercayaan
- Langsung dapat
dirasakan
- Memakan waktu lebih
banyak
- Biaya lebih besar
- Bersifat kurang efisien
pengaruhnya
DAFTAR PUSTAKA
Heri D. J. Maulana. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC
Notoatmodjo , Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka
Cipta