Anda di halaman 1dari 15

KECELAKAAN

PESAWAT LION
AIR 904 DI BALI
KARINA H. ANANTA
1115011051
Lion Air Penerbangan 904 (JT 904, LNI 904)
adalah sebuah penerbangan Lion Air yang
berangkat dari Bandara Husein Sastranegara
di Bandung, Jawa Barat menuju Bandara
Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pesawat tersebut
jatuh di perairan saat akan mendarat di
Bandara Ngurah Rai pada pukul 15.10 WITA
tanggal 13 April 2013 di sebelah barat
Runway 09. Kecelakaan ini tidak
menimbulkan korban jiwa, tetapi sebanyak 45
orang mengalami luka-luka dan langsung
dibawa ke beberapa rumah sakit di sekitar
Bandara Ngurah Rai.
LION AIR 904
LION AIR 904

KRONOLOGIS KECELAKAAN
5.08 Wita: Petugas lalu lintas penerbangan Bandara
Ngurah Rai memperkenankan pesawat Lion Air Boeing 737-
800 untuk mendarat (clear to land).

15.10 Wita: Selang dua menit kemudian pesawat malah
mendarat di laut, tepatnya di sebelah barat runway 09.
Petugas ATC langsung menekan crash bell. Pada saat
yang sama ada pesawat Garuda 415 yang berada pada
holding position runway 09 yang rencananya akan
mendarat setelah pesawat Lion Air mendarat. Pilot Garuda
memberi tahu tower bahwa pesawat Lion mendarat di
laut. Saat insiden terjadi, cuaca di bandara sedikit
berawan dan turun hujan rintik-rintik atau hujan ringan di
ujung runway 09.

15.11 Wita: Bantuan seperti petugas Otorita Bandara,
Basarnas, TNI-AU, Polri, dan petugas handling, airline, dan
engineer sudah menuju lokasi dan memberi pertolongan.
Mereka juga mulai mengevakuasi penumpang.
LION AIR 904
KRONOLOGIS KECELAKAAN
15.55 Wita: Semua penumpang dan awak
pesawat dievakuasi untuk mendapatkan
perawatan. Penumpang yang tidak mengalami
luka dikumpulkan di crisis center dan yang
menderita luka dilarikan ke beberapa rumah sakit
seperti RS Kasih Ibu, RS Sanglah, RS Siloam, dan RS
BIMC.

Sejak pukuL 15.10-17.00 Wita bandara langsung
ditutup.

Mangindaan mengatakan penutupan bandara
telah menyebabkan 10 penerbangan sempat
terlambat, delapan penerbangan tertahan di
udara, tiga penerbangan mendarat di bandara
alternatif, empat penerbangan ditunda, dan
enam penerbangan mengalami flight divert.
LION AIR 904
KRONOLOGIS KECELAKAAN
Pesawat yang mengalami kecelakaan
dibuat pada 2013 dan memiliki jam
terbang 146 jam dan 48 menit per 11 April
2013. Sementara itu, pilot pesawat,
Kapten Mahlup Ghozali, memiliki jam
terbang 12 ribu jam. Jam terbang Ghozali
saat mengendarai Boeing 737-800
mencapai kurang lebih 5 ribu jam.
Ghozali memiliki Pilot Proficiency Check
(PPC) yang berlaku dari 31 Oktober 2012
sampai 31 April 2013 dan memenuhi
syarat.
LION AIR 904

LION AIR 904

LION AIR 904
DUGAAN AWAL
Pilot Lion Air sempat menceritakan bahwa ia merasa
pesawat seakan tertarik ke bawah oleh angin ketika
ia sedang berusaha mengendalikan pesawat.
Keterangan ini menimbulkan dugaan bahwa
kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat adalah
fenomena winshear, suatu perubahan kecepatan
arah angin secara mendadak yang membuat
pesawat anjlok dari ketinggian. Hal ini biasanya
disebabkan oleh badai angin yang kencang.
Pesawat sangat bergantung pada kecepatan dan
arah angin agar dapat dikendalikan. Perubahan
yang mendadak dalam kecepatan dan arah angin
dapat menyebabkan pesawat kehilangan kontrol,
terutama selama lepas landas dan mendarat - saat
ketinggian pesawat sangat dekat dengan tanah,
kekuatan mesin rendah dan sedikit ruang untuk
bermanuver.

LION AIR 904
DUGAAN AWAL
Berdasarkan laporan dari BMKG seperti
yang disampaikan oleh Communication
and Legal Section Head PT Angkasa Pura
I Bandara Ngurah Rai, Alfazah, cuaca
saat kejadian cerah berawan dengan
jarak pandang 10 kilometer, sempat
hujan rintik dan angin smooth, kecepatan
7 knott. Kondisi cuaca seperti itu terus
berlangsung bahkan setelah Lion Air
mengalami kecelakaan.
LION AIR 904
HASIL INVESTIGASI AWAL
Kecelakaan ini diselidiki oleh Komite
Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pada 15 Mei 2013, KNKT mengeluarkan
hasil investigasi awal yang menunjukkan
bahwa pilot tetap melakukan percobaan
pendaratan saat pesawat telah melewati
batas ketinggian minimum untuk
melakukan percobaan pendaratan
(MDA/ Minimum Descent Altitude), tanpa
adanya visual contact dengan landasan.
LION AIR 904
HASIL INVESTIGASI AWAL
Saat hendak mendarat, pesawat dikendalikan oleh Kopilot
Chirag Kalra. Dari data CVR (Cocpit Voice Recorder), Kopilot
menyatakan bahwa ia tidak dapat melihat landasan pada
ketinggian 900 ft. Enhance Ground Proximity Warning System
(EGPWS) memberi peringatan MINIMUM saat pesawat pada
ketinggian 550 ft AGL, pilot kemudian mematikan autopilot dan
auto throttle dan terus menurunkan ketinggian pesawat.
Ketinggian minimum yang dipublikasikan di Ngurah Rai adalah
465 ft. Ketika ketinggian pesawat mencapai 150 ft, Pilot
mengambil alih kendali pesawat dari Kopilot. Kopilot
memberikan kendali sambil menyatakan bahwa ia tidak bisa
melihat landasan. Saat EGPWS memberi peringatan TWENTY
(ketinggian 20 ft), Pilot memberi perintah untuk Go Around
(terbang kembali dan membatalkan pendaratan). Satu detik
kemudian pesawat menyentuh air. Pesawat berhenti sambil
menghadap ke Utara sekitar 20 m dari daratan atau sekitar 300
m Barat Daya dari ujung Landasan 09.
LION AIR 904
HASIL INVESTIGASI AWAL
KNKT kemudian memberikan 3 rekomendasi awal
kepada Lion Air yaitu:
Pertama, menekankan kepada pilot bahwa
penting untuk mematuhi batas minimal
penurunan ketinggian pesawat seperti yang
dipublikasikan dalam prosedur instrument
penerbangan ketika referensi visual tidak
diperoleh pada ketinggian minimal.
Kedua, meninjau prosedur dan kebijakan yang
terkait dengan risiko saat pergantian kendali pada
ketinggian kritis atau saat genting.
Ketiga, memastikan pilot terlatih selama program
pelatihan awal dan pelatihan berkelanjutan terus
menerus berkaitan dengan pergantian kendali
penerbangan pada ketinggian kritis dan atau
saat genting.
LION AIR 904
VIDEO DETIK2 JATUHNYA
PESAWAT

LION AIR 904
TERIMAKASIH
LION AIR 904