Anda di halaman 1dari 8

Ilmu Kelautan. Desember 2005. Vol. 10 (4) : 237 -244

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

ISSN 0853 - 7291

StudiStudiStudiStudiStudi PenyusunanPenyusunanPenyusunanPenyusunanPenyusunan dandandandandan PemetaanPemetaanPemetaanPemetaanPemetaan PotensiPotensiPotensiPotensiPotensi BudidayaBudidayaBudidayaBudidayaBudidaya LautLautLautLautLaut dididididi PerairanPerairanPerairanPerairanPerairan KabupatenKabupatenKabupatenKabupatenKabupaten RembangRembangRembangRembangRembang PropinsiPropinsiPropinsiPropinsiPropinsi JawaJawaJawaJawaJawa TengahTengahTengahTengahTengah

Johannes Hutabarat ProgramStudiBudidayaPerairan-JurusanPerikanan FakultasPerikanandanIlmuKelautanUniversitasDiponegoroSemarang

Abstrak

BesarnyapotensiperairanpantaiyangdimilikiKabupatenRembangsangatdimungkinkanuntukdimanfaatkan sebagaidaerahpengembanganbudidayalautdengankarakteristikkondisihidrometeoroseanografisyangbervariasi. InformasitentanglokasiperairanlautdiKabupatenRembangyangdapatdimanfaatkanuntukbudidayalautmasih sangatterbatas.Olehkarenaituperludilakukankajiandaninventarisasilokasiyangpotensialuntukmenetapkan potensisumberdayalaut,memetakandanmenetukanlokasibudidayalaut,menyusunrekomendasilokasiyang potensial,jeniskultivanunggulan,rancangbangunteknologibudidayayangsesuaidengankondisiperairanKabupaten Rembang.Metodeyangdigunakanmetodasurvey,analisispotensiperairanpantaidanlautdenganTeknologi PenginderaanJauhdanSistemInformasiGeografis,yangdilengkapidengansurvey“GroundTruth”menggunakan GPS.Penentuantitikpengamatandenganmetodesimplerandomsampling,dataprimerberupadatakualitas perairanhasilpengamatandanpengukuranlangsungdilapangan(Parameterfisika,kimia,biologidansumber pencemaran).Datahidrometeoroseanografisyangdikumpulkandiperairan:P.Marongan,P.Gede,P.Gurian,P. MasarandanperairanantaraJatisari-Slukedianalisisdenganteknikpembobotandandibandingkandengan kepustakaanuntukmenetapkankesesuaianlokasidenganpersyaratanbudidayalaut.Sedangkankesesuaianjenis kultivandanteknikbudidayadilokasipenelitianditetapkandenganmenggunakantekniktumpangsusun(overlay) terhadappetahasilinterpretasicitralandsatpetabentuklahan,petasubstratdanpetakedalamanyangdilengkapi denganpenggunaankriteriapenyesuaian.HasilkajianinimenunjukkanbahwalokasidiperairanRembangyang

potensialuntukkegiatanbudidayalautadalaliperairanP.Marongan(60Ha),P.Gede(37Ha),P.Masaran(6,9Ha),

P.Gurian(3,8Ha)danperairanJatisari-Sluke(75km2)Sedangkanjeniskultivandanmetodabudidayayangcocok

digunakandimasing-masingperairantersebutadalahRumputlaut(Euchemacolonil)denganmetoda“RaftCulture”,

Teripang(Holothuriasp.)denganmetoda“PenCulture”,Kerapu(Ephinephe/ussp.),Beronang(Siganussp.),dan

Kakap(Latescalcalifer)denganmetodaCageCulture(JaringApung).

Katakunci:Lokasiperairanpotensial,kultivanunggulandanmetodabudidayalaut

Abstract

ThereisahighpossibilityofutilizinganddevelopingmarineresourcesofRembangwatersformarineculture activtiesbasedonitshydrometeoroceanographicconditions.However,theinformationofsuitablesitesfor marinecultureactivitiesatRembangswatersisverylimited.Thispresentstudywassettoinvestigatethe potentialsitesfordevelopingmarinecultureincludingthesuitablemarineorganismswhichcanbeculturedat thosesites.Inventarisationandpotentialanalysiswasdonebysurveymethodsusinggeographicinformation system,followedbygroundtruthusingGPS.Waterqualitydataweretakeninsitu. Hydrometeoroceanographic dataweretakenfromMaronganIsland, GedeIsland,Gurian,Island,MasaranIsland,andwatersbetween JatisariandSluke.Datawereanalysedbyusingscoringtechniqueandfollowedbycomparisonwithdata takenfromliteraturestodeterminethegoodsitesformarineculture. Whileinordertodeterminethe suitableorganismswascarriedoutbyusingoverlaytechniqueofseveralmapsincludinglandsatimage interpretation,substratemaps,completedbyrelaedsuitablecriteria.Theresultsshowedthatthereishigh

potentialofRembangwaterstobedevelopedasmarinecultureactivitiessites,i.e.MaronganIsland(60ha),

GedeIsland(37ha),MasaranIsland(6,9ha),GurianIsland(3,8ha)andwatersbetweenJatisariandSluke(75

km2).Whilethesuitableorganismstobeculturedareasfollows:Seaweed(Euchemacotonii)byusingraft

culture;SeaCucumber(Holothuriasp)byusingpenculture;Grouper(Ephinephelussp),Beronang(Siganus

sp),Kakap(Latescalcalifer)byusingcageculture.

Keywords:potentialsites,suitableorgansims,marineculture

Studi Penyusunan dan Pemetaan Potensi Budidaya Laut (J. Hutabarat)

*

Corresponding Author

c
c

Ilmu Kelautan, UNDIP

Diterima / Received : 02-11-2005

Disetujui / Accepted : 30 -11-2005

237

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

Pendahuluan

Dalam upaya pemanfaatan potensi sumberdaya perikananlaut,kegiatanpenangkapanmerupakanciri yang cukup menonjol pada umumnya, namun keberhasilan usaha penangkapan tersebut mengandung ketidakpastian yang tinggi. Ketidakpastianinidisebabkanolehketersediaandan potensisumberdayaikanyangmemilikivariasispasial dantemporalyangtinggi,terlebihapabilatingkat pemanfaatan telah melampaui potensi lestarinya sehinggabukansajahasiltangkapanakansemakin menurun,tetapijugamenyebabkantekananterhadap sumberdaya ikan (overexploited). Akibatnya keberhasilanusahapenangkapanbersifatsangatriskan dibandingusahaperikananlainnya,utamanyabudidaya perikanan.Usahabudidayaperikanandapatberfungsi nyata dalam penyediaan produk perikanan secara kontinyudanterencanasertapengurangantekanan eksploitasiterhadapjenis-jenisbiotahayatiyangdapat dibudidayakan.

Perencanaan pengembangan budi daya laut di Indonesiamasihbanyakmengalamikesulitan.Salah satupenyebabnyaadalahlingkunganperairanyang tidakcocokbagikegiatanbudidayalautselaindata parameterkualitasairyangtidaksesuaidilokasi tersebutuntukkegiatanbudidayaOlehkarenaitu,agar kegiatan budidaya laut dapat berkembang dengan baik,diperlukananalisispenentuanlokasiyangsesuai sertadidukungolehanalisisdatayangbaikdanbenar bagikondisiperairanyangideal.Jenis-jenisperairan yangdapatdigunakanuntukkegiatanbudidayalaut diantaranyaadalahteluk,telukkecil(inlet),selat, perairankarang,goba(lagoon),pantaiterbuka,dan lautlepas.Tentusajasetiapjenisperairanini mempunyai keuntungan dan kerugian dalam pengembangannya.

Menurut Setyadjit (2002), dinyatakan bahwa potensibudidayalaut(mariculture),khususnyaikan danmoluskamasihsangatbesar.Luastotalperairan laut yang potensial untuk budidaya ikan (kakap,

kerapu,danberonang)sekitar1.052.720hadanuntuk

budidayamoluska(kekerangandanteripang)sekitar

720.500ha.Dariluasperairanlautyangadatersebut

potensiproduksiyangdapatdihasilkandiperkirakan sekitar 46.000 ton/tahun. Adapun potensi lahan

budidayarumputlaut(alga)mencapai22.460hayang

tersebardiseluruhdiIndonesia.

Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 524/128/ 1983, menetapkan beberapa lokasi di Jawa Tengah berpotensiuntukdikembangkan budidayalaut.Salah satunyaadalahKabupatenRembang,).Disampingitu

di perairan Rembang banyak ditemukan spesies- spesieskultivanyangpotensialuntukdibudidayakan karenamempunyainilaiekonomisyangtinggi,seperti jenis-jenisikanbersirip(denganpanjangpantaiyang mencapai 60 km dan keberadaan 19 terumbu karang sebagaipelindungalamibagiperairanRembangdari gelombangdanarussecaralangsungdarilautJawa, sehinggapadabeberapalokasimerupakanperairan tenangterutamadiwilayahkecamatanKaliori,dimana sebagianbesarpulaukarangterdapatdiwilayahini

(DinasPerikanandanKelautanRembang,2002Kerapu,

Kakap,Beronang),jeniskekerangan,rumputlaut,

udang-udangan,dansebagainya.

Dilihatdaribesarnyapotensiperairanpantaiyang dimiliki Kabupaten Rembang, maka sangat dimungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai daerah pengembanganbudidayalaut,walaupundibeberepa daerah,karakteristiknyabervariasiterutamakondisi hidrometeoroseanografisnya.Olehkarenainformasi tentanglokasiperairanlautdiKabupatenRembang yangdapatdimanfaatkanuntukbudidayalaut, masih sangatterbatas,makasuatustudipenyusunandan pemetaan potensi sumberdaya perikanan budidaya laut di Kabupaten Rembang sangat mendesak untuk dilakukan.

Beberapapermasalahanyangdihadapiantaralain belumdiketahuinyapotensisumberdayalaut,letak lokasiperairanlautyangdapatdimanfaatkanuntuk budidayalaut,jeniskultivan(komunitasunggulan) yangdapatdibudidayakanyangsesuaidengankondisi perairan,tempatlokasibudidayayangpotensialserta pemilihantehnologibudidayayangsesuaidanfasilitas pendukung (infrastruktur) yang dapat menjamin keberhasilanusahabudidayalaut.Olehkarenaituperlu dilakukankajiandaninventarisasi lokasiyangpotensial untukkegiatanusahabudidayalautbaikdiperairan pantaiutaradanpantaiselatanJawaTengah,dengan tujuanmengukurpotensisumberdaya budidayalaut, memetakandanmenentukanlokasipotensibudidaya laut,menyusunrekomendasilokasibudidayalautyang potensialdanmerekomendasikanjeniskultivansebagai komoditasunggulansaturancangbangunteknologi budidayayangcocokdengankondisiperairandimana lokasibudidayaakandilakukan.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dilakukanevaluasikesesuaianperairanyangpotensial, jeniskultivan,danrancangbangunteknologibudidaya lautyangakandigunakan. Dalammelakukanevaluasi

dibutuhkandata-datadariintepretasiCitraLandsat7

ETMT, peta tematik, uji medan, survey data hidrooceanografisdandata-datasekunderdariinstansi teknisterkait.

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

Materi dan Metode

Metoda Pengumpulan dan Pengolahan Data Citra Satelit

Salah satu metoda yang digunakan untuk inventarisasidananalisispotensipantaidanlaut dilakukan dengan menggunakan teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dan Sistem

InformasiGeografis(GeographicInformationSystem-

GIS) yang meliputi beberapa tahapan pekerjaan sebagaiberikut:

- TeknologiPenginderaanJauh

- Survey Ground Truth dengan GPS

- TeknologiSistemInformasiGeografis

Metoda Pengumpulan dan Pengolahan Data dan Peta

Metodeyangdigunakandalamstudiiniadalah metoda survei yang dirancang berdasarkan System Informasi Geografis. Penentuan titik pengamatan dirancang dengan metoda Simple Random Sampling yangditerapkanuntukpenentuantitikdilapangan danpenetuanposisidenganmenggunakanalatGPS. Datayangdikumpulkanterdiridaridataprimerdan datasekunder.Dataprimeryangdikumpulkanmeliputi datayangdiperolehdaripengamatandanpengukuran langsungdilapangansertaanalisislaboratorium,yaitu berupadatakualitasperairan(fisik,kimia,substrat,dan kesuburan perairan) dan jenis kegiatan budidaya perikananyangada.Datasekunderdiperolehdaristudi pustakadandariinstansiterkait.

Salahsatukeluaranyangdihasilkandarikegiatan

iniadalahPetaPotensiSumberdayaPerikananBudidaya

Laut.Untukitudiperlukanpeta-petatematikyang

digunakanuntukprosesanalisis.Adapunjenis-jenis

petayangdibutuhkanadalahsebagaiberikut:

1. Peta-peta dalam Buku Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW).

2. Petatematik(petabatimetri,petaLingkungan LautNasional,petageologi,petatanah,danpeta penggunaanlahan).

Pengambilan sampel

Sampel/bahan yang diperlukan dalam rangka pengumpulandatadilapanganadalahsampelairdan substrat dasar dari wilayah yang disurvei serta pengukuranparameterhidrometeoroseanografisyang berkaitandenganpersyaratanbudidayalautmeliputi ParameterFisika,ParameterKimia,ParameterBiologis dan Sumber Pencemaran.

Pelaksanaan kegiatan

Pelaksanaankegiatansecaragarisbesardibagi menjadi 3 tahapan, yaitu tahap sebelum kerja lapangan,tahapkerjalapangandantahapsetelahkerja lapangandimanabaganalirpenelitianselengkapnya dapat dilihat pada Gambar 1. Sedangkan bentuk kerangkateoritismodelpemanfaatanperairanuntuk budidayalautskalatinjaudanskalasetengahrincidapat

dilihatpadaGambar2danGambar3.

Tahap Kerja DataMasukan DataKeluaran NonLapangan Lapangan NonLapangan Lapangan 1. SebelumKerjaLapangan Model Awal
Tahap Kerja
DataMasukan
DataKeluaran
NonLapangan
Lapangan
NonLapangan
Lapangan
1.
SebelumKerjaLapangan
Model Awal
1. Pustaka
-
Studi pustaka
a.
Peta Sementara/Tentatif
2. Peta Lingkungan Laut
-
Penyediaan Bahan dan Alat
Penelitian
-PetaPenggunaan Lahan
3. Peta Tematik Lain
4. CitraLandsat TM7 terbaru
dan Perairan
-
Interpretasi CitraLandsat Awal
-PetaKondisi Tanah
a. Kondisi UmumDaerah
-
Menyusun Rencanapengamatan
Substrat
b. Iklim dan Meteorologi
-PetaKondisi Air
c. AktivitasPerikanan
b.
Penentuan Lokasi
Pengambilan Sample
2.
KerjaLapangan
c.
Penentuan JenisDatayang
-
Pengecekan Hasil Interpretasi
Awal
diperlukan
-
Pengamatan Lingkungan Fisik
Lahan Perairan
Pengamatan Dan Pengukuran Daerah Sampling
-
Pengambilan sample air, Substrat
Dasar dan Plankton
-
Pengumpulan DataMasukan
Teknologi
Data Internal
Data Eksternal (Masukan
Editing
DataYang
a. BatasWilayah
Teknologi)
Koditing
Telah
b. Kedalaman
a. Fisik/Mekanis
Tabulating
Diperhalus
c. Arus& Gelombang
b. Kimiawi
Permodelan
3.
Setelah Lapangan
d. Pasut
c. Biologis
-
Interpretasi Ulang
e. DataPengukuran Insitu
-
AnalisaLaboratorium
f. Data/Sample Air, Substrat
-
Masukan Teknologi
dan Plankton
-
Input Data Grafis DalamSIG
-
Pemrosesan Data
-
Pembuatan PetaPotensi
SumberdayaPerikanan Budidaya
Laut
AnalisaLab
Model Final
a.
PetaPenggunaan Lahan
dan Perairan
-
Model Pemanfaatan Perikanan
Untuk Budidaya Laut
b.
Peta Satuan Pemanfaatan
perairan
c.
PetaKesesuaian Perairan

Laporan dan Peta

Gambar 1. Bagan Alir Tahapan Penelitian

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

CitraLandsat TM_7 PetaTematatif : PetaLingkungan Laut : -Penggunaan Lahan dan Perairan -Kondisi Lahan/Substrat dan
CitraLandsat
TM_7
PetaTematatif :
PetaLingkungan Laut :
-Penggunaan Lahan dan Perairan
-Kondisi Lahan/Substrat dan Air
-Peta Tematik
-DataSekunder
Uji Medan(Ground Truth)
danPengambilansampel
Substrat dan Air
PetaKomponen
Lahan Perairan
Analisis
Laboratorium
Input Data Grafis
dalam SIG

KriteriaModel Pemanfaatan Perairan untuk BudidayaLaut:

- IkanKonsumsi

- Kekerangan

- RumputLaut

- dll

Pemrosesan Data:

-Pengkaitan dataatribut -Tumpang Susun DataGrafis

Data: -Pengkaitan dataatribut -Tumpang Susun DataGrafis Model Pemanfaatan Perairan untuk BudidayaLaut SkalaSetengah

Model Pemanfaatan Perairan untuk BudidayaLaut SkalaSetengah Rinci

Gambar 2. Model Pemanfaatan Perairan untuk Budidaya Laut Skala Setengah Rinci

CitraLandsat TM_7 PetaLingkungan Laut : -Peta Tematik -Data Sekunder PetaTentatif : -Penggunaan Lahan -Kondisi
CitraLandsat
TM_7
PetaLingkungan Laut :
-Peta Tematik
-Data Sekunder
PetaTentatif :
-Penggunaan Lahan
-Kondisi Lahan dan Air
Uji Medan
(Ground Truth)
PetaKomponen
Lahan Perairan

KriteriaModel Pemanfaatan Perairan untuk Budidaya Laut:

- Ikan Konsumsi

-Kekerangan

-RumputLaut

- dll

Input Data Grafis dalam SIG

-RumputLaut - dll Input Data Grafis dalam SIG Pemrosesan Data: -Pengkaitan dataatribut -Tumpang Susun

Pemrosesan Data:

-Pengkaitan dataatribut -Tumpang Susun DataGrafis

Data: -Pengkaitan dataatribut -Tumpang Susun DataGrafis Model Pemanfaatan Perairan untuk BudidayaLaut SkalaTinjau

Model Pemanfaatan Perairan untuk BudidayaLaut SkalaTinjau

Gambar 3. Model Pemanfaatan Perairan untuk Budidaya Laut Skala Tinjau

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

Pengolahan dan Analisa Data

Semuadatayangdikumpulkandianalisadengan caramanualmaupundigital.Datayangberupapeta dianalisadandiinterpretasikansesuaidengansifat petanyamelaluiteknikpenyesuaian(matching). Data hidrooseanografis yang dikumpulkan, baik insitu maupunlaboratoriskemudianditabulasikandandianalisa denganmenggunakanteknikpembobotan(weighting) dandibandingkandengankepustakaansehinggadapat diputuskankesesuaiansuatulokasiuntukbudidayalaut.

Penyesuaian(Matching)tigamacampetahasil interpretasicitraLandsat,baikmelaluivisualmaupun digitalyaitu:petabentuklahan,petasubstrat,dan petakedalamanperairanmerupakansumberinformasi karakteristikmarinyangbersifatrelatifstatis. Penyesuaianantarakarakteristikmarinyangrelatifstatis dengansyarattumbuhkultivanbesertakriterianyabagi suatu metoda/teknik budidaya, akan menghasilkan agihanwilayahperairanyangsesuaisecarateknik. Kesesuaiansecarateknikinidapatdiperolehdengan dasaraspekkemudahanatauaksesibilitas.Faktorutama dalam menentukan kemudahan operasional kegiatan budidaya laut adalah informasi kedalaman, yang kemudian disusul informasi tentang agihan jenis substratdanbentuklahan.

Untukmendapatkanagihanwilayahyangsesuai untukkegiatanbudidayalautdigunakanlahteknik tumpangsusun(overlay).Secaraberpasanganoverlay dilakukan pertama-tama antara peta bentuklahan denganpetaagihansubstratsehinggamenghasilkan petaantara,kemudiandi-overlay-kanantarapeta antaradenganpetakedalamanyangakanmenghasilkan petasatuanwilayahperairanlaut(SWPL).Pelaksanaan overlayini dibarengidenganpenggunaankriteria penyesuaian sehingga menghasilkan 3 macam peta kesesuaianwilayahperairanyangsesuaiuntukkegiatan budidaya laut dari masing-masing kultivan dan metoda/teknikyangdapatdilakukan.

Hasil dan Pembahasan

Kabupaten Rembang secara geografis terletak antara111 0 30’BT-111 0 00’BTdan6 0 30’LS-7 0 00’LS. Padalokasiperairankabupatenini terdapatgugusan terumbu karang yang merupakan sumberdaya alam yangpotensialuntukdimanfaatkan,yangmerupakan pelindungperairaninidarihempasangelombang.

Pasangsurutyangterjadidiperairaniniberpola

condongkehariantunggal.Amplitudopasangsurut

diperairanRembangrelatifbesaryaituberkisarantara 92-111 cm. Pasang surut terendah di perairan

ArahdanarusdiperairanRembangdipengaruhi olehpasangsurutdananginsertapolaarusdiLaut Jawa. Pada kawasan yang dekat dengan pantai dan muara sungai arus pasut lebih mendominasi. Pada bulanDesember-Februari,arusbergeraklebihcepat daribaratmenujuketimurdengankecepatanarus

berkisar37-53cm/detik.Sedangkanpadamusimtimur

yangberlangsungdaribulanJuni-Agustus,kecepatan

arusrelatiflebihlambat(10–27cm/detik).Padabulan

April–Mei dan September–November mengalami musim pancaroba sehingga arus relatif lemah dan

cenderungberubaharah(FPIKUNDIP,2001).

Darihasilpengamatansecaravisualdilokasi samplingmenunjukkangelombangdenganketinggian sedang.Menuruthasilpenelitianterdahuludilaporkan bahwa gelombang yang ditemui pada kawasan Rembang mempunyai tinggi gelombang antara 20–50 cmpadasiangharihinggasorehari,denganfrekuensi

yangberkisarantara3,5–6detik(FPIKUNDIP,2001).

Daripenelitiansebelumnyakelimpahanplankton di daerah pantai Rembang cukup subur. Diketahui

bahwaditemukan34jenisfitoplankton,dengansebaran

20jenisdiperairanpantaidan26jenisdiperairan

karang, dengan kepadatan secara umum berkisar antara 94.000-720.000 ind/L, sedangkan untuk

kelompokzooplanktontelahditemukan16jenisdi

perairanpantaidan18jenisdiperairankarangdengan

kepadatanberkisarantara82.000-105.000ind/Lhal

inimenunjukkanbahwaperairantersebutcukupbaik untukbudidayalautkarenamemilikikesuburanperairan

yangcukuptinggi(FPIKUNDIP,2001).

DatahidrooseanografisdiKabupatenRembangyang telahdilakukandiperairandisekitarPulauMarongan, PulauGede,PulauMasaran,PulauGuriandanperairan

antaraDesaJatisari-SluketercatatpadaTabel1.

BerdasarkanhasilintepretasicitraLansatdan kompilasibeberapapetatematikKabupatenRembang dapatdiketahuibahwaperairanlautsepanjangpantai Rembang cukup memiliki tingkat kelayakan dan kesuburanperairanyangsesuaidenganpersyaratan untuklokasikegiatanbudidayalaut.

Pulau Marongan

PulauMaronganterletakpadabagianbaratKabupaten Rembanghinggaketimurdenganposisiastronomis 6 0 39,95’-6 0 39,97’LS;111 0 15,34’-111 0 15,83’BT,terletak

2kmdaripantaiDresi,Kaliori,denganluaswilayah±60

ha.Pulauinimerupakanpulauterbesardarikepulauan

karanglainyangterdapatdiKabupatenRembang,tetapi

sebagianbesarterumbukarangyangadasudahrusak.

Rembangantara30-40cm,dantertinggiantara160- Didaerahinijugaterdapatpadanglamun,rumputlaut,

180cm.(FPIKUNDIP,2001).

kerang,bulubabidanlarvaikan.

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

Pulau Gede

PulauGedeterletakpadaposisiastronomisdaribarat-

timur,yaitu6 0 39,18’-6 0 39,18’LSdan111 0 17,27’- 111 0 17,70’BT,terletak3,4kmdaripantaiTanjung

KarangPandan,Kaliori,denganluassekitar±37ha.

PulauinimerupakanpulauterbesarkeduasetelahPulau Marongan. Sebagian besar terumbu karang sudah rusak.TerdapatrumputlautantaralainSargassumsp, Gracillariasp,danPadinaaustralis,;teripang,bulubabi dankerang-kerangan.

PerairanPulauMarongandanPulauGedememiliki kesesuaian untuk lokasi budidaya laut khususnya

Tabel1. AnalisaHidrooseanografisPerairanPantaiKabupatenRembang

budidayateripang,rumputlautdankerang-kerangan. BudidayaIkanbaikKerapumaupunberonangdengan KJA juga memungkinkan untuk dilakukan, terutama daerahantarapulaumarongandanpulauGedeyang mempunyai kedalaman 5 meter.

Pulau Masaran

PulauMasaranterletakpadaposisibarat-timur, yaitu 6 0 40,00’LSdan111 0 18,66’-111 0 19,00BT,

terletak3kmdaripantaiKaliori,denganluas±6,9

ha.Dikelilingipulau-pulaukarangtetapisebagian terumbu karangnya sudah rusak dengan perairan mempunyai kedalaman 5,5 m dan kecerahan tinggi,

Parameter

Lokasi

KriteriaKesesuaian*)

 

Parameter

Marongan

Marongan-

Gede

Masaran

Gurian

Jatisari-

Baik

Sedang

Buruk

 

Gede

Sluke

FISIKA

Tinggi Pasang(m)

0,75-1,0

0,75-1,0

0,75-1,0

0,75-1,0 0,75-1,0

0,75-1,0 0,5-0,7

0,2-0,4

< 0.2

 

0,8-1,0

>1.0

Arus (m/detik)

0,14

0,15

0,2

0.25

0,22

0,23

0,4-0,5

0,2-0,3;

< 0,2

 

0,6-0,7

> 0,7

Kedalaman (m)

0,5

5

0,45

5.5

0,4

0,23

8,0-10,0

4-7;

<4;

 

11-14

>15

Kecerahan (m)

-

1,5

-

2

-

-

4,0-6,0

2,0-3,0

<2

Suhu( o C)

29

30

31

31

31

42

28-31

26-27

< 26

 

>

31

Keterlindungan

Terlindung

Terlindung

Terlindung

Terlindung Terlindung

tidak

Terlindung

Agak

Terbuka

dariarus

Terlindung

terbuka

dan angin

Dasar Perairan

Karang

Karang

Karang

Karang

Karang

Karang

Berpasir

Pasir

Berlumpur

berpasir

berpasir

berpasir

berpasir

berpasir

berpasir

lumpur

KIMIA

DO (mg/l)

7,6

8,52

12,68

8,2

12,56

11,3

6,0-8,0

3,0-5,0

< 3,0

Salinitas (‰)

35

34

36

35

36

36

32-36

27-31

< 27

pH 7

7

7

7

7

7

7

7,5-8,5

7,0-7,4

< 7 0

 

>

7,4

BOD (ppm)

4,12

5,92

9,44

6,3

9

7,5

<25 **)

<45 **)

-

Nitrit (mg/l)

0,005

0,00

0,005

0,00

0,40

0,00

-

-

-

Nitrat (mg/L)

0,94

0,22

0,45

0,44

1,81

0,38

-

-

-

Phospat (mg/l)

0,02

0,02

0,01

0,02

0,02

0,01

-

-

-

Fe (mg/l)

0.04

0.04

0.05

0.05

0.09

0.12

-

-

-

Sulfat (mg/l)

1231.9

1126.1

1221,5

1136.5

1279.5

1055.6

-

-

-

Bahan

66,36

53,72

56,88

23,70

61,62

55,30

-

-

-

Organik (mg/L)

Kesesuaian lokasi

79

75

91

87

91

86

-

-

(Tiensongrusmee)

 

Daya dukung

Teripang

Teripang

Teripang

Kerapu

Kerapu

Rumput laut

Budidayalaut

Rumputlaut Rumputlaut Rumputlaut

Rumputlaut

Kekerangan Kekerangan

Kekerangan

Kerapu

Kerapu

Kerapu

Beronang

Beronan

Beronan

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

merupakan perairan tenang sehingga diduga baik untuklokasibudidayaikan(baikuntukrumputlaut maupun KJA).

PulauMasarankarenaperairannyayangtenang

dengankedalaman5,5mmakadapatdigunakanuntuk

lokasibudidayaikankerapudalamjaringkarambaapung.

Pulau Guri’an

PulauGuri’anterletakpadaposisibarat-timur antara 6 0 41,50’ LSdan 111 0 21,36’ -111 0 21,60’ BT,

terletak1,1kmdaripantaiKabonganLor,Rembang,

denganluas±3,8ha.Sebagianbesarterumbukarang

sudah rusak. Terdapat rumput laut yang banyak dikonsumsiolehpenduduksetempatyaituCaulerpa lentilliferaJ.Agardh(bahasadaerah;Latoh),danjenis lainnyaUlvareticullata,Sargassumsp,Padinaaustralis. SedangkanikanpotensialadalahBeronang,teripang, danbulubabi.Pernahdilakukanujicobabudidaya ikanKerapudalamkarambajaringapung,dansaatini (November 2003) sedang dilakukan uji coba penanamanrumputlaut.

PerairanPulauGuri’andapatdigunakanuntuk

lokasibudidayaikankerapudanrumputlaut.

Perairan Jatisari-Sluke

SedangkanberdasarkanlaporanPranata(2002)

perairanSlukedidugamemilikikelayakanuntuklokasi budidayalaut,dimanalokasinya terletakdisebelah timur Tanjung Bendo. Pada musim Timur, Tanjung Bendo berperan sebagai penghalang dan sekaligus peredam gelombang yang berasal dari arus timur, sehingga perairan Teluk Bonang (termasuk Sluke) terlindung dari hempasan gelombang dan tekanan arus. Sedangkan pada musim Barat, keberadaan TanjungBendodapatmembelokkanarusBaratan(laut) kearahdaratsehinggadapatmenyebabkanterjadinya turbulensiakibatgerakan arusdangelombang.Pada saat musim Barat, arus juga membawa sedimen (transportsediment)daribaratketimur.Akibatnya akanterjadisedimentasiatauakresidiberbagaitempat. PosisiTanjungBendojugasangatberperanpenting dalammenentukanpola(arah)arusdankecepatanarus dipesisirRembang.PerairandisekitarSlukecukup jernihdanjugabanyakditemukanrumputlautyang dapatdibudidayakan.Benihrumputlautdiperairan Slukemelimpahkarenapeduduksekitarbelumbegitu mengertipemanfaatannya.Berdasarkanhaltersebut

Tabel2. RekapitulasiuntukLokasi,LuasLahan,JenisKultivan,danMetodeBudidayapadaPerairanKabupaten Rembang(111 0 40’-111 0 30’E;7 0 30’-7 0 30S)

Lokasi

Luas lahan

Jenis Kultivan

Metode Budidaya

Keterangan

Pulau Marongan

60 ha

Teripang (Holothuria sp)

Pen culture

Benih Teripang secara alami banyak terdapat di lokasi ini, akan tetapi masyarakat belum banyak mengetahui nilai ekonomis dari teripang.

 

Kerapu (Epinephelus sp)

Keramba Jaring

Untuk menghindari kerusakan, sebaiknya pada musimbaratKJAdapatdipindahkankeperairanyang lebihtenang,atauditarikkedarat.

 

Apung

 

Beronang (Siganus sp)

Pulau Gede

37 ha

Kerapu (Epinephelus sp) Beronang (Siganus sp)

Keramba Jaring

Untuk menghindari kerusakan, sebaiknya pada musimbaratKJAdapatdipindahkankeperairanyang lebihtenang,atauditarikkedarat.

 

Apung

Teripang (Holothuria sp)

Pen

Benih Teripang secara alami banyak terdapat di lokasi ini, akan tetapi masyarakat belum banyak mengetahui nilai ekonomis dari teripang.

 

culture

Pulau Masaran

6,9 ha

Kerapu (Epinephelus sp)

Keramba Jaring

Untuk menghindari kerusakan, sebaiknya pada musimbaratKJAdapatdipindahkankeperairanyang lebihtenang,atauditarikkedarat.

 

Apung

Pulau Guri’an

3,8 ha

Kerapu (Epinephelus sp)

Keramba Jaring

Untuk menghindari kerusakan, sebaiknya pada musimbaratKJAdapatdipindahkankeperairanyang lebihtenang,atauditarikkedarat.

 

Apung

 

Rumput Laut (Euchema cotonii)

Rakit

Telah dilakukan uji coba budidaya rumput laut di lokasiini.

Perairan Sluke

75 km2 Rumput Laut (Euchema cotonii)

Rakit

Benihsecaraalamibanyakterdapatdiwilayahini, akan tetapi masyarakat belum banyak yang memanfaatkannya.

IlmuKelautan.Desember2005.Vol.10(4):237-244

makaperairanSlukedidugadapatdijadikansebagai

lokasiuntukbudidayarumputlaut.

Kesimpulan

1. Wilayah di Kabupaten Rembang yang mempunyai potensiuntukdikembangkannyabudiadayalaut meliputiPerairandisekitarPulauMarongan,Pulau Gede,PulauMasaran,PulauGuri’ansertaperairan Sluke.

2. Kultivanyangberpotensiuntukdikembangkandi perairantersebutantaralainadalah Rumputlaut (Euchema cotonii) dengan metode budidaya menggunakan rakit; Teripang (Holothuria sp) denganmetodePenculture;Kerapu(Epinephelus sp),Kakap(Latescalcalifer),Beronang(Siganus sp) dengan metode Keramba Jaring Apung / FloatingNet.

3. Penyusunan dan pemetaan lokasi potensi sumberdayaperikananbudidayalautdiperairan

KabupatenRembangtersajipadaTabel2.

Daftar Pustaka

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rembang. 2002. Profil Perikanan Budidaya kabupaten Rembang. DKP. Rembang.

FakultasPerikanandanIlmuKelautan(FPIK)UNDIP.

2001.PenyusunanRencanaPengelolaanKawasan

PantaiUtaraJawaTengahBagianTimur(Pati-

Rembang). Laporan akhir, Bapeda dan FPIK UNDIP. Semarang.

Pranata,G.2002.KelayakandanDetailEngineering

PantaiBonangdiKecamatanLasem.Laporanfakta dan Analisis. Bapeda Rembang Jawa Tengah. Semarang.

Setyajit,A.D.2000.PengembanganSektorKelautan

danPerikanandiIndonesia.DinasPerikanandan

KelautanPropinsiJawaTengah.Semarang.