Anda di halaman 1dari 8

22

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Desain dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu
penelitian yang berfokus pada pengalaman, interpretasi serta makna hidup
seseorang yang mengalaminya (Moleong, 2004).
Model penelitian kualitatif ini digunakan dengan pertimbangan-
pertimbangan yaitu pertama, peneliti berusaha untuk tidak memanipulasi latar
penelitian; kedua, metode ini secara khusus berorientasi pada hasil eksplorasi,
penemuan dan logika induktif yaitu peneliti tidak memaksakan diri dengan
membatasi penelitian pada upaya menolak atau menerima dugaan-dugaan
peneliti, melainkan mencoba memahami situasi sesuai dengan kenyataan yang
ada; ketiga, kontak dengan personal secara langsung yaitu peneliti berhadapan
langsung dengan orang yang diteliti; keempat, menekankan pada unsur
subjektifitas sebagai ciri utana dalam penelitian; kelima, desain yang fleksibel
yaitu penelitian kualitatif dapat berkembang sejalan dengan berkembangya
pekerjaan dilapangan (Poerwandari, 1998).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi
deskriptif fenomenologi yang menggambarkan cara pandang dan pendapat
informan berdasarkan situasi yang ada disekitar (Hamidi, 2005).



23



B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan dari semua variabel yang menyangkut
masalah yang diteliti (Nursalam, 2003). Populasi dari penelitian ini adalah
wanita menopause di Desa Blerong Kecamatan Guntur Kabupaten Demak
yang berjumlah 184 jiwa.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan teknik
sampling tertentu untuk bisa mewakili atau memenuhi populasi
(Nursalam, 2003). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini
adalah dengan purposive sampel yaitu dalam memilih sampel dari
populasi dilakukan secara tidak acak dan didasarkan dalam suatu
pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri
atau sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Moleong, 2004).
Penelitian kualitatif tidak mempersoalkan jumlah sampel, informan
bisa sedikit atau banyak tergantung dari tepat atau tidaknya pemilihan
informan kunci dan kompleksitas serta keragaman fenomena yang diteliti.
Dalam mengumpulkan data, jumlah sampel yang digunakan adalah
rentang antara 4-10 informan dengan melihat apakah data sudah
tersaturasi, apabila sampel kurang dari 10 sudah mencapai titik saturasi
maka peneliti menghentikan pencarian sampel. Dengan memperhatikan
kecakupan data dan disesuaikan dengan kemampuan peneliti (Moleong,
2004). Walaupun demikian, peneliti tetap mengoptimalkan informan
sebagai obyek penelitian untuk menggali data. Kriteria sampel meliputi
kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, dimana kriteria tersebut menentukan
dapat atau tidaknya sampel digunakan.
24



Adapun kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebagai berikut :
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian dapat
mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai
sampel (Notoatmodjo, 2002) yaitu :
Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
1) Wanita yang telah mengalami masa menopause usia 45-55 tahun.
2) Sehat jasmani dan rohani.
3) Mempunyai pasangan hidup.
4) Berdomisili di Desa Blerong Kecamatan Guntur Kabupaten
Demak.
5) Bersedia menjadi informan.
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak
dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel
penelitian (Notoatmodjo, 2002).
Kriteria eksklusi penelitian ini adalah wanita menopause dalam
keadaan sakit fisik dan kejiwaan.

C. Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di Desa Blerong Kecamatan Guntur Kabupaten
Demak.
25



D. Definisi Istilah
1. Wanita menopause merupakan wanita yang mengalami periode peralihan
dari fase reproduksi menuju fase usia tua (senium) yang terjadi akibat
menurunnya fungsi generatif ataupun endokrenologik ovarium.
2. Psikologi wanita menopause adalah tahap perkembangan individu
sebelum atau sesudah kelahiran sampai kematangan perilaku.

E. Alat penelitian dan Cara Pengumpulan Data
Menurut Moleong (2004), alat yang digunakan dalam pengumpulan
data untuk penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri dan instrument
penelitian yaitu pedoman wawancara dan dibantu dengan alat tulis, buku
catatan dan alat-alat yang dapat digunakan dalam mendokumentasikan
penelitian seperti foto, handycam, dll, serta mengacu pada pokok pertanyaan
yang akan menjadi tujuan dalam penelitian.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan wawancara mendalam (Indepht interview) untuk menggali secara
lengkap dan detail mengenai topik yang dibicarakan (Hudelson, 1996).
Menurut Morse J.M. (1996), proses pengumpulan data dapat
dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
1. Tahap orientasi
Peneliti memperkenalkan diri kemudian mendekatkan kepada
informan, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan penelitian,
kerahasiaan data yang diberikan dan menjelaskan hak sebagai informan
serta manfaat dari penelitian. Apabila informan bersedia maka dilanjutkan
26



dengan wawancara dan bila informan tidak menyetujui dengan alasan
tertentu selama proses wawancara belum berakhir, informan dapat
membatalkanya.
2. Tahap pelaksanaan
Dalam tahap pelaksanaan wawancara dilaksanakan sesuai dengan
kesepakatan informan dan peneliti. Sebelum wawancara dilaksanakan,
peneliti menjelaskan kembali tujuan dari penelitian, waktu dan tempat
kontrak. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan dalam 2-3 kali
pertemuan pada tempat yang telah disepakati bersama dengan informan,
dengan lama waktu setiap kunjungan 25-35 menit. Menurut Field dan
Morse (1985) dalam buku Moleong (2004) adalah lama wawancara
disarankan kurang dari 1 jam, karena lama wawancara yang sebentar lebih
efektif dari pada wawancara dalam jangka waktu yang lama. Namun
mengenai lama wawancara tergantung kesediaan informan. Peneliti
mengajukan pertanyaan saat wawancara berdasarkan pedoman
wawancara yang telah disusun oleh peneliti. Peneliti mencatat hal-hal
yang dianggap penting. Bila jawaban dari informan malenceng dari topik
pertanyaan, maka peneliti mengarahkan kembali informan pada
pertanyaan peneliti.

F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Pada prinsipnya penelitian kualitatif adalah untuk menemukan teori
dari data yang ditemukan. Pada penelitian kualitatif menggunakan analisa data
secara content analysis. Dalam menganalisa data, peneliti memerlukan
pemusatan perhatian secara penuh, pergerakan tenaga, fisik dan pikiran.
Analisa data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke
27



dalam pola, kategori dan satu uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema
tertentu (Moleong, 2004).
Dalam proses analisa data dapat juga dilakukan secara manual dengan
langkah-langkah senbagai berikut (Moleong, 2004):
1. Hasil wawancara diketik secara lengkap kata demi kata.
2. Hasil ketikan kemudian dilihat keseluruhan secara utuh menurut
pengalaman tiap individu / informan yang mereka alami.
3. Peneliti membuat koding dengan kartu-kartu yang berisikan kata-kata
kunci dan membuat kategori. Penggunaan kategori ini untuk
mengidentifikasikan prevalensi terbanyak/ proiritas terbesar.
4. Kemudian dibuat skema yang mengaitkan beberapa kategori yang
menghasilkan tema-tema.
5. Apabila ada kartu yang tidak sesuai dengan kategori, maka kartu tersebut
dieliminasi.
6. Bila semua data telah terkumpul, peneliti membuat kesimpulan dengan
menginterpretasikan data yang diperoleh.

G. Validitas Data
Menurut Moleong (2004), untuk menentukan keabsahan suatu data
diperlukan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas derajat kepercayaan,
keteralihan, ketergantungan dan kepastian sehingga dalam penelitian ini
menggunakan teknik trianggulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data
yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan
pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Triangulasi tersebut
28



dapat dengan teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber,
metode, penyidik dan teori. Teknik triangulasi dalam penelitian ini dilakukan
dengan penggunaan sumber yaitu dengan membandingkan data dengan teknik
wawancara di tempat dan waktu yang berbeda dari pengumpulan data
sebelumnya. Yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan
dengan data hasil wawancara.

H. Etika Penelitian
Etika penelitian, meliputi (Nursalam, 2003):
1. Informed consent (informasi untuk responden)
Informed consent merupakan cara persetujuan antara peneliti dengan
informan dengan memberikan persetujuan melalui imform consent,
dengan memberikan lembar persetujuan kepada responden sebelum
penelitian dilaksanakan. Setelah calon responden memahami atas
penjelasan peneliti terkait penelitian ini, selanjutnya peneliti memberikan
lembar informed consent untuk ditandatangani oleh sampel penelitian.
2. Anonimity (tanpa nama)
Merupakan usaha menjaga kerahasian tentang hal-hal yang berkaitan
dengan data responden. Pada aspek ini peneliti tidak mencantumkan nama
responden pada kuesioner dan hanya diberikan kode atau nomor
responden.
3. Confidentiality (kerahasiaan informasi)
Semua informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin
kerahasiannya oleh peneliti. Pada aspek ini, data yang sudah terkumpul
29



dari responden benar-benar bersifat rahasia dan penyimpanan dilakukan di
file khusus yang benar-benar milik pribadi sehingga hanya peneliti dan
responden yang mengatahuinya.