Anda di halaman 1dari 50

BAB I

STATUS PASIEN NEUROLOGI


A. IDENTITAS
Nama / Umur : Ny. N / 56 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pedagang
Alamat : Kp. Rawa elam! Jati Negara! Jakarta "imur
Agama : #slam
$tatus pernikahan : %enikah
$uku &angsa : $unda
"gl masuk : '( April ')*+
,irawat yang ke : Pertama
"gl pemeriksaan : - %ei ')*+
B. ANAMNESA
Aut.anamnesa dilakukan pada tanggal - %ei ')*+ di Ruangan Perawatan Umum lantai
5 R$PA, at.t $.e&r.t.
KELUHAN UTAMA
Nyeri he&at dari pinggang kanan menjalar hingga tungkai &awah kanan
KELUHAN TAMBAHAN
Kelemahan pada kedua tungkai
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke #, R$PA, dengan keluhan nyeri he&at pada pinggang kanan
yang menjalar hingga ke tungkai &awah kanannya sejak 5 hari $%R$. Keluhan terjadi
ketika pasien mengangkat gal.n air minum! pasien ti&a/ti&a merasa pinggangnya seperti
kesele. dan langsung terjatuh. $ejak saat itu! pasien mengalami kesulitan &erjalan maupun
duduk. 0alu pasien memanggil tukang pijat! namun tidak mengalami peru&ahan pada rasa
1
sakitnya. Pasien memiliki riwayat 1NP sekitar tahun *226! pada saat itu pasien merasakan
nyeri pada pinggang kiri yang menjalar hingga ke tungkai &awah kiri setelah latihan
&eladiri! pada saat pemanasan pasien melakukan gerakan mem&ungkuk! saat itu tidak
dilakukan tindakan .perati3! hanya dilakukan 3isi.terapi saja. 1ingga saat ini nyeri pada
pinggang kiri hingga tungkai &awah kirinya sudah jarang dirasakan.
Pasien memiliki ke&iasaan memanggil tukan pijit dan mer.k.k. Pasien merasa
nyerinya semakin lama semakin mem&uruk! dan mengganggu hampir sepanjang waktu
sehingga pasien hanya &isa &er&aring di tempat tidur. Nyeri dirasakan le&ih nyata ketika
pasien sedang &ersin! &atuk ataupun mengedan saat 4A4 dan &iasanya mem&aik saat
pasien istirahat tidur &er&aring sam&il menekuk kaki kanannya. $elama ini jika pasien
melakukan akti5itas &erat atau &erdiri lama! pasien masih sering merasakan pinggangnya
kem&ali nyeri. $etelah pasien minum neuralgin rasa nyerinya menghilang sehingga pasien
tidak pernah memeriksakan diri lagi ke d.kter.
Penyakit darah tinggi! dia&etes dan trauma se&elumnya disangkal. Riwayat
.&esitas diakui. Pasien sudah *) hari pasien dirawat di R$PA, dan sudah merasa le&ih
&aik! namun nyeri masih dirasakan pada p.sisi &adan tertentu dan jika tidak meminum
.&atnya! pasien tidak dapat &eristirahat karena nyerinya hilang/tim&ul.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
1ipertensi : disangkal
,ia&etes melitus : disangkal
$akit jantung : disangkal
"rauma kepala : disangkal
$akit kepala se&elumnya : disangkal
Kegemukan : "idak disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
"idak ditemukan
RIWAYAT KELAHIRAN/PERTUMBUHAN/PERKEMBANGAN
2
"idak ada kelainan
C. PEMERIKSAAN STATUS INTERNUS
Keadaan umum : "ampak sakit sedang
i6i : n.rm.weight 74%# *2.)58
"anda 5ital
",. Kanan : *+)/9) mm1g
",. Kiri : *+)/9) mm1g
Nadi kanan : 9+ :/menit regular! isi ;ukup! ekual
Nadi kiri : 9+ :/menit regular! isi ;ukup! ekual
Perna3asan : ') :/menit teratur! a&d.min.th.rakal.
$uhu : (6.6 <= per a:illa.
Kepala : N.rm.;ephal > K.njungti5a anemis / / / > $klera ikterik / / /
0im3.n.di : "idak tera&a pem&esaran
"h.raks : 1emit.raks kanan dan kiri simetris saat statis dan dinamis
/ Jantung : 4J # / ## reguler! gall.p 7/8! murmur 7/8
/ Paru : $uara dasar 5esikuler! rh.nki 7///8! whee6ing 7///8
A&d.men : $upel
/ 1epar : "idak tera&a pem&esaran
/ 0ien : "idak tera&a pem&esaran
?kstremitas : Akral hangat! sian.sis ///! .edem ///! ;apillary re3ill @ ' detik
STATUS PSIKIATRIS
"ingkah laku : Aajar
Perasaan hati : ?uthym
Brientasi : 4aik
Jalan 3ikiran : k.heren
,aya ingat : 4aik
3
STATUS NEUROLOGIS
Kesadaran : =.mp.s %entis! =$ : *5 7 ?+%6C58
$ikap tu&uh : 4er&aring terlentang
=ara &erjalan : "idak dilakukan
erakan a&n.rmal : "idak ada
Kepala
4entuk : N.rm.;ephal
$imetris : $imetris
Pulsasi : "era&a pulsasi a.temp.ralis 7D/D8
Nyeri tekan : "idak ada
0eher
$ikap : N.rmal
erakan : 4e&as
Certe&ra : N.rmal
Nyeri tekan : "idak ada
GEJALA RANGSANG MENINGEAL
Kanan Kiri
Kaku kuduk : 7 / 8
0aseEue : @-)F @-)F
Kernig : @*(5F @*(5F
4rud6insky # : 7/8 7/8
4rud6insky ## : 7/8 7/8
NERVUS CRANIALIS
N.I (Olfac!"#$%&
,aya penghidung : N.rm.smia N.rm.smia
N.II (O'#($%&
4
Ketajaman penglihatan : 4aik 4aik
Pengenalan warna : 4aik 4aik
0apang pandang : 4aik 4aik
Gundus : "idak dilakukan
N.III (Occ$l!)!!"#$%& / N.IV (T"!c*l+a"#%& / N.VI (A,-$c+.%&
Pt.sis : 7/8 7/8
$tra&ismus : 7/8 7/8
Nistagmus : 7/8 7/8
?:.ptalmus : 7/8 7/8
?n.ptalmus : 7/8 7/8
erakan &.la mata
o 0ateral : 7D8 7D8
o %edial : 7D8 7D8
o Atas lateral : 7D8 7D8
o Atas medial : 7D8 7D8
o 4awah lateral : 7D8 7D8
o 4awah medial : 7D8 7D8
o Atas : 7D8 7D8
o 4awah : 7D8 7D8
o a6e : 7D8 7D8
Pupil
o Ukuran pupil : H (mm H (mm
o 4entuk pupil : 4ulat 4ulat
o #s.k.r/ anis.k.r : #s.k.r
o P.sisi : di tengah di tengah
o Re3leks ;ahaya langsung : 7D8 7D8
5
o Re3leks ;ahaya tidak langsung : 7D8 7D8
o Re3leks ak.m.dasi/ k.n5ergensi: 7D8 7D8
N.V (T"#/+)#.$%&
%enggigit : 4aik
%em&uka mulut : $imetris
$ensi&ilitas atas : 7D8 7D8
o "engah : 7D8 7D8
o 4awah : 7D8 7D8
Re3leks masseter : "idak didapatkan kelainan
Re3leks 6ig.matikus : 7D8 7D8
Re3leks ;.rnea : 7D8 7D8
Re3leks &ersin : "idak dilakukan
N.VII (0a%c#al#%&
Pasi3 :
Kerutan kulit dahi : $imetris
Kedipan mata : $imetris
0ipatan nas. la&ial : $imetris
$udut mulut : $imetris
Akti3 :
%engerutkan dahi : $imetris
%engerutkan alis : $imetris
%enutup mata : $imetris
%eringis : $imetris
%enggem&ungkan pipi : $imetris
erakan &ersiul : $imetris
,aya penge;apan lidah '/( depan : 4aik
6
1iperlakrimasi : "idak ada "idak ada
0idah kering : "idak ada
N.VIII ( V+%#,$l!c!c*l+a"#% &
%endengar suara gesekan jari tangan : 7 D 8 7 D 8
%endengar detik arl.ji : 7 D 8 7 D 8
"est $;hwa&a;h : "idak dilakukan
"est Rinne : "idak dilakukan
"est Ae&er : "idak dilakukan
N.I1 (Gl!%%!'*a"2./+$%&
Ar;us pharyn: : $imetris
P.sisi u5ula : ,i tengah
,aya penge;apan lidah */( &elakang : 4aik
Re3leks muntah : 4aik
N.1 (Va/$%&
,enyut nadi : "era&a! reguler
Ar;us pharyn: : $imetris
4ersuara : 4aik
%enelan : "idak ada gangguan
N.1I (Acc+%!"#$%&
%emalingkan kepala : 4aik tanpa ada tahanan
$ikap &ahu : $imetris kanan dan kiri
%engangkat &ahu : $imetris kanan dan kiri
N.1II (H#'!/l!%%$%&
%enjulurkan lidah : "idak ada de5iasi
7
Kekuatan lidah : 4aik
Atr.3i lidah : "idak ada
Artikulasi : 4aik
"rem.r lidah : "idak ada
M O T O R I K :
erakan : 4e&as 4e&as
"er&atas "er&atas
Kekuatan :

".nus : N.rm.t.nus N.rm.t.nus
N.rm.t.nus N.rm.t.nus
"r.3i : ?utr.3i ?utr.3i
?utr.3i ?utr.3i
RE0LEKS 0ISIOLOGIS :
Re3leks "end.n
Re3leks &i;eps : DD DD
Re3leks tri;eps : D D DD
Re3leks patella : D D DD
Re3leks a;hilles : D D
Re3leks Permukaan
,inding perut : D
=remaster : "idak dilakukan
5 5 5 5 5 5 5 5
' ' ' ' ' ' ' '
8
$pin;ter anii : "idak dilakukan
RE0LEKS PATOLOGIS : Kanan Kiri
1.33man "r.mmer : / /
4a&inski : / /
=hadd.;k : / /
Bpenheim : / /
.rd.n : / /
$;hae3er : / /
Kl.nus paha : / /
Kl.nus kaki : / /
SENSIBILITAS :
?kster.septi3
Nyeri : D D
$uhu : D D
"aktil : D D
Pr.pi.septi3
Ci&rasi : D D
P.sisi : D D
"ekan dalam : D D
KOORDINASI DAN KESEIMBANGAN :
"est R.m&erg : "idak dilakukan
"est "andem : "idak dilakukan
"est Gukuda : "idak dilakukan
,isdiad.k.kenesis : "idak dilakukan
Re&.und phen.men : "idak dilakukan
9
,ismetri : "idak dilakukan
"est "elunjuk hidung : N.rmal
"est "elunjuk telunjuk : N.rmal
"est "umit lutut : "idak dilakukan
0UNGSI OTONOM :
%iksi
#nk.ntinentia : "idak ada
Retensi : "idak ada
Anuria : "idak ada
,e3ekasi
#nk.ntinentia : "idak ada
Retensi : "idak ada
0UNGSI LUHUR :
Gungsi &ahasa : 4aik
Gungsi .rientasi : 4aik
Gungsi mem.ri : 4aik
Gungsi em.si : 4aik
Gungsi k.gnisi : 4aik
PEMERIKSAAN KHUSUS :
"es 0hermitte : D
"es Calsa5a : D
"es Na36iger : D
PEMERIKSAAN PENUNJANG
P+)+"#(%aa. La,!"a!"#$) Da"a* -a. K#)#a Kl#.#(
Rapid 1#C test 7/8
10
P+)+"#(%aa. 0!! L$),!%ac"al -a. P+l3#% (45 / 6 / 7586&
190!! L$),!%ac"al :
/ Kelengkunga dan kedudukan 5erte&ra lum&al n.rmal > tidak tampak listhesis
/ ,ensitas tulang/tulang tampak n.rmal. Pedikel intak
/ "idak tampak 3raktur! destruksi! lesi titik maupun &lastik
/ "ampak 3.rmasi spur di sisi anteri.r dan lateral ;.rpus 5erte&ra lum&al dengan end
plate skler.tik
/ "idak tampak penyempitan ;elah diskus inter5erte&ralis
/ $endi 3a;et skler.tik
/ Jaringan lunak sekitar 5erte&ra &aik
Kesan :
/ $p.ndyl.sis lum&alis
P+)+"#(%aa. : A'"#l 7586 R$;$(a.
H+)!/l!,#. *).9 8498< //-L
H+)a!("# (' 659=7 >
E"#"!%# +.) 6.4?@.5 ;/$L
L+$(!%# *+.-)) 6<55985<55/$L
T"!),!%# 5('))) 8=55559655555/$L
MCV -2 <59A@ fl
MCH '- 7:947 '/
MCHC (+ 4794@//-L
Na"#$) *'6 84= ? 86= )EB/L
Kal#$) (.* 4C= ? =C4 )EB/L
Kl!"#-a 2' A: ? 85: )EB/L
11
190!"! P+l3#% :
/ Kedudukan tulang/tulang pel5is &aik! tidak tampak su& luksasi / disl.kasi
/ "idak tampak 3raktur! destruksi! lesi titik / &lastik
/ ,ensitas tulang &aik
/ "idak tampak pem&etukan spur
/ "ampak s;ler.tis di sendi a;eta&ulum &ilateral
/ Jaringan lunak! kesan masih &aik
Kesan :
/ $kler.sis a;eta&ulum &ilateral
P+)+"#(%aa. MRI L$),!%ac"al (5=/56/7586&
Pada pemeriksaan %R# 0um&.sa;ral spine tanpa pem&erian k.ntras media dengan
p.t.ngan sagital "*/"' "$? dan a:ial "' "$? serta %R %yel.gram! dengan hasil
/ Alignment tulang/tulang &aik! tak tampak listhesis
A:is l.ngitudinal 5erte&rae 0( jatuh di depan pr.m.nt.rium
#ntensitas signal &.ne narr.w ;.rp.rae 5erte&rae dalam &atas n.rmal
Certe&ral endplate superi.r 0+ ireguler dengan $;hm.rlIs n.de di anteri.r 0+
$pur 3.rmati.n p.steri.r C0+ dan 05
/ "e&al dis;i inter5erte&rales dalam &atas n.rmal
#ntensitas signal dis;us 0'/( dampai 05/$* menurun dan men.nj.l ke p.steri.r
menekan dural sa;
/ Pada p.t.ngan a:ial
"ampak &ulging dis;i 0'/(! 0(/+ dan 0+/5 menekan dural sa; dan menyempitkan
3.ramina neurales pada le5el terse&ut kanan kiri
Pr.trusi dis;us inter5erte&ralis 05/$* menekan dural sa; sentral
"idak tampak hipertr.3i ligamentum dan 3a;et j.int
/ #ntensitas signal medulla medulla spinalis sampai ;.nus medullaris setinggi 0* &aik
"idak tampak signal pat.l.gis intrameduller
/ %R %yel.gram : amputasi ;analis spinalis setinggi 0(/+dan 0+/5
Kesan :
12
/ 0um&al sp.ndyl.sis dengan &ulging dis;i 0'/(! 0(/+! dan 0+/5 menekan dural sa; dan
menyempitkan 3.ramina neurales pada le5el terse&ut kanan kiri serta pr.trusi diis;us
inter5erte&ralis 05/$* menekan dural sa; sentral
/ 0um&.sa;ral insta&ility
R E S U M E :
A.a).+%a :
Pasien perempuan Ny. 1 &erumur '5 tahun datang ke #, R$PA, dengan keluhan
nyeri kepala he&at *) hari $%R$. Nyeri kepala dirasakan terus menerus dan dirasakan
pada seluruh &agian kepala. Penurunan Kesadaran 7D8! kejang 7D8! mual 7/8! muntah
menyempr.t7D8! demam 7D8! riwayat trauma kepala 7/8! 4A4 7/8 selama * minggu $%R$
J 4AK tidak ada kelainan! angguan &i;ara 7D8. Keluhan pertama dirasakan sejak (
&ulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat asites 6 &ulan yang lalu. "erdapat &anyak
ku;ing pada rumah pasien.
P+)+"#(%aa. :
Sa$% I.+".#%
Keadaan umum : "ampak sakit sedang
i6i : B5erweight
"anda 5ital
",. Kanan : *+)/9) mm1g
",. Kiri : *+)/9) mm1g
Nadi kanan : 9+ :/menit regular! isi ;ukup! ekual
Nadi kiri : 9+ :/menit regular! isi ;ukup! ekual
Perna3asan : ') :/menit teratur! a&d.min.th.rakal.
$uhu : (6.6<= per a:illa.
$tatus generalis : dalam &atas n.rmal
$tatus psikiatris : dalam &atas n.rmal
Sa$% N+$"!l!/#%
13
/ Kesadaran : =.mp.s mentis =$ : *5 7?+%6C58
/ ejala Rangsang %eningeal :
/ 0aseEue : @-)
)
/ @-)
)
/ KerniE : @*(5
)
/ @*(5
)
/ Ner5us =ranialis : Ner5us #/K## : dalam &atas n.rmal
/ %.t.rik :
erakan : 4e&as 4e&as
"er&atas "er&atas

Kekuatan :
/ Re3leks 3isi.l.gis :
Re3leks "end.n
/ Re3leks &i;eps : DD / DD
/ Re3leks tri;eps : DD / DD
/ Re3leks patella : DD / DD
/ Re3leks a;hilles : D / D
/ Re3leks pat.l.gis : dalam &atas n.rmal
Pemeriksaan Khusus :
/ "es 0hermitte : D
/ "es Calsa5a : D
/ "es Na36iger : D
Pemeriksaan penunjang
0a&.rat.rium darah
H, 85.< 8498< //-L
H 47 659=7 >
L+$(!%# 86.:55 6<55985<55/$L
T"!),!%# =47.555 8=55559655555/$L
5 5 5 5 5 5 5 5
' ' ' ' ' ' ' '
14
K/G.t. 0um&.sa;ral :
Kesan :
/ $p.ndyl.sis lum&alis
K/G.r. Pel5is :
Kesan :
/ $kler.sis a;eta&ulum &ilateral
%R# 0um&.sa;ral :
Kesan :
/ 0um&al sp.ndyl.sis dengan &ulging dis;i 0'/(! 0(/+! dan 0+/5 menekan dural sa;
dan menyempitkan 3.ramina neurales pada le5el terse&ut kanan kiri serta pr.trusi
diis;us inter5erte&ralis 05/$* menekan dural sa; sentral
/ 0um&.sa;ral insta&ility
D I A G N O S I S :
/ ,iagn.sa Klinis :
/ 0.w 4a;k Pain
/ Paraparese in3eri.r
/ ,iagn.sa ".pik :
0um&.sa;ral
/ ,iagn.sa ?ti.l.gi :
1ernia Nukleus Pulp.sus
T E R A P I :
/ %edikament.sa :
#n3us R0 '))) ml/'+ jam
%e;.&alamin 5)) ug ( : * ta&
Neur.&i.n 5))) * : * ta&
Rantin ' : * ta&
15
%etilprednis.l.ne *6 mg ' : * ta& 7minggu *8! * : * ta& 7minggu '8!
%etilprednis.l.ne 9 mg * : * ta& 7minggu (8
Asam me3enamat 5)) mg ' : * ta&
0a;tula; * : * syr
0e5.3l.:a;in * : *))) mg 7#C8
%etr.nida6.le ( : 5)) mg 7#C8
/ N.n medikament.sa :
,iit
0amine;t.my
Gisi.terapi
P R O G N O S A :
/ Ad 5itam : du&ia ad &.nam
/ Ad 3ungsi.nam : du&ia ad &.nam
/ Ad sanam : du&ia ad &.nam
/ Ad ;.smeti;um : du&ia ad &.nam
BAB II
ANALISA KASUS
,iagn.sis pada pasien ini adalah :
/ ,iagn.sa Klinis :
Penurunan Kesadaran! Parese N.K## tipe ;entral ! ,isartria! "etraparise
/ ,iagn.sa ".pik :
16
l.&us parietalis kanan kiri! temp.ral kanan! ;ere&ellum kanan dan kiri
7&erdasarkan ;t s;an8
/ ,iagn.sa ?ti.l.gi :
%ultiple a&;ess ,,/ metastasis
,iagn.sis ditegakkan &erdasarkan anamnesis! pemeriksaan 3isik! pemeriksaan
neur.l.gi dan ditunjang .leh pemeriksaan penunjang
II.8. S (S$,;+c#3+&
Anamnesis :
Pasien perempuan Ny. 1 &erumur '5 tahun datang ke #, R$PA, dengan keluhan nyeri
kepala he&at *) hari $%R$. Nyeri kepala dirasakan terus menerus dan dirasakan pada seluruh
&agian kepala. Penurunan Kesadaran 7D8! kejang 7D8! mual 7/8! muntah menyempr.t7D8!
demam 7D8! riwayat trauma kepala 7/8! 4A4 7/8 selama * minggu $%R$ J 4AK tidak ada
kelainan! gangguan &ahasa 7/8! gangguan &i;ara 7D8 Kelemahan pada ke/+ angg.ta gerak 7D8.
Keluhan nyeri kepala pertama dirasakan sejak ( &ulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat
asites 6 &ulan yang lalu. "erdapat &anyak ku;ing pada rumah pasien.
Nyeri kepala yang he&at dan terus L menerus! muntah yang menyempr.t! dan
penurunan kesadaran merupakan trias klasik dari peningkatan tekanan intra kranial.
Peningkatan tekanan intrakranial dapat terjadi pada kasus seperti str.ke! trauma kepala
dan $B0. Pada kasus ini karena nyeri kepala &ersi3at pr.gresi3 dan tidak
didapatkannya riwayat trauma kepala! mengarahkan pasien ini mengalami kepada
keadaan $B0 dimana dapat terjadi a&ses .tak ataupun keadaan metastasis tum.r.
Nyeri kepala dapat mun;ul aki&at dari reaksi desak ruang yang menekan lapisan
meningen dimana lapisan ini merupakan lapisan yang peka terhadap rangsang nyeri.
Kejang
Kejang dapat mun;ul aki&at adanya rangsangan se;ara mekanik pada daerah m.t.rik dari
;ere&ri. Pada umumnya lesi yang terletak pada k.rtikal atau su&k.rtikal hemis3er sere&ri
yang terletak pada regi. sentr.parietal sering menye&a&kan keadaan ini
"etraparise
Keadaan kelemahan angg.ta gerak atas dan &awah se;ara &ersamaan pada pasien ini
7tetraparise8 di;urigai mun;ul aki&at adanya lesi yang &ertipe U%N. ,isangkalnya
17
riwayat trauma pada &agian dada dan leher memperkuat letak lesi U%N ini &erada pada
le5el yang le&ih tinggi seperti pada ;ere&rum. 1asil ini sesuai dengan lesi yang
ditunjukkan pada =" $;an dimana l.&us parietal kanan dan kiri merupakan jalur awal
untuk m.t.ri; tangan! kaki! dan &e&erapa sara3 kranial.
angguan 4i;ara
%erupakan se&uah keadaan yang dapat mun;ul pada &er&agai ma;am keadaan. Pada
pasien ini di;urigai gangguan gangguan &i;ara mun;ul pada le5el yang le&ih tinggi yaitu
pada daerah ;ere&rum. Jika disesuaikan dengan lesi yang terdapat pada hasil ="/$;an!
maka gejala klinis ini sesuai karena lesi ditemukan pada daerah parietal kanan dan kiri
,emam
,emam merupakan tanda khas &ahwa sese.rang mengalami in3eksi. Pada pasien ini
demam sering mun;ul &ersamaan dengan nyeri kepala. 1al ini dapat mengindikasikan
&ahwa pasien ini sedang mengalami in3eksi yang menye&a&kan mun;ulnya nyeri kepala.
1al ini memperkuat keadaan pasien ini mengalami a&ses sere&ri.
Ku;ing
Ku;ing merupakan h.spes perantara dari ".:.plasma g.ndii. Riwayat &anyak ku;ing di
rumah pasien merupakan 3akt.r risik. untuk mun;ulnya in3eksi .tak aki&at ".:.plasma.
Anamnesis
G+;ala M+.#./##% E.%+fal##% A,%+%
O.%+ Akut akut $u& akut
D+)a) "inggi "inggi "idak tinggi
N2+"# K+'ala 4erat Ringan/&erat $edang / &erat
K+;a./ Jarang $ering $ering
18
Ga.//$a. M+.al / $ering $ering
Ga.//$a. #./(a
(+%a-a"a.
Ringan Ringan/&erat $edang &erat
%enyangkal peru&ahan warna air ken;ing! warna kulit! dan demam yang &erp.la khusus
Keterangan ini dapat melemahkan keadaan in3eksi aki&at malaria 3al;iparum. 1al ini
perlu ditanyakan karena pasien pernah menderita malaria.
gangguan mem.ri dan &ahasa
Pasien tidak mengalami gangguan 3ungsi mem.ri dimana pasien masih dapat mengingat
se;ara lengkap mem.ri &aru dan lama. 1al ini menandakan &ahwa tidak ada lesi di
daerah sistem lim&ik 7,iense3al.n8 dan ne.k.rteks temp.ralis se&agai daerah anat.mis
mem.ri. Pasien tidak mengalami gangguan &ahasa dimana pasien dapat mengikuti
instruksi dari lingkungannya dan tidak memiliki kesulitan dalam mengekspresikan
pikirannya.
II.7. O (O,;+c#3+&
Pemeriksaan 3isik :
,ari pemeriksaan kesadaran pasien mem&uka mata se;ara sp.ntan 7?(8! dapat melakukan
gerakan yang diperintahkan .leh pemeriksa 7%68 dan &er.rientasi penuh saat diajak &er&i;ara
7C(8. "ekanan darah *()/-) mm1g! nadi 9+:/menit! suhu (-.2
.
=
1al ini menunjukkan &ahwa kesadaran pasien masih dalam tingkat apatis dengan =$ M
*' sehingga terdapat gangguan kesadaran dan di;urigai terdapat peningkatan "#K
19
Pemeriksaan gejala peningkatan tekanan intrakranial 7D8! kaku kuduk 7D8! kerniE dan &rud6insky
7D8
1al ini menunjukkan kemungkinan pasien mengalami $B0 yang mengarah kepada a&ses
;ere&ri dan keadaan yang merupakan k.mplikasinya yaitu mening.ense3alitis.
Pada pemeriksaan ner5us kranialis ditemukan adanya Parese N. K## ;entral. Pada pemeriksaan
m.t.rik didapatkan gerakan ter&atas serta kekuatan m.t.rik &erskala ( pada ekstremitas superi.r
dan in3eri.r dekstra maupun sinistra
Pada pemeriksaan ner5us ;ranialis didapatkan gangguan ner5us K## dimana pasien
mengalami kesulitan dalam menjulurkan lidah dan dalam &er&i;ara disertai dengan
kelemahan angg.ta gerak menandakan lesi dapat &ersi3at ;entral dan terletak pada
k.rteks sere&ri area m.t.rik. Jika diperdalam kemungkinan t.pis lesi &erada pada
regi. parietal dan temp.ral kanan serta kiri.
Kekuatan m.t.rik pada ekstremitas in3eri.r dan superi.r &erskala ( menandakan
pasien ini hanya dapat melawan gaya gra5itasi dan tidak &isa mengatasi adanya
tahanan.
,ari hasil pemeriksaan la&.rat.rium didapatkan leuk.sit.sis yang menandakan
adanya in3eksi pada pasien yang &ersi3at sistemik.
Pada hasil ;t s;an didapatkan hasil %ultiple lesi rim enhan;ement dengan 5as.geni;
edema di l.&us parietalis kanan kiri! temp.ral kanan! ;ere&ellum kanan dan kiri
7ukuran ter&esar sekitar *.' : *.* ;m di l.&us parietal kiri 8 serta kista retensi
,,/mu;.;ele di dinding p.steri.r sinus maksilaris. ,itemukannya rim / ring
enhan;ement merupakan ;iri khas dari a&ses aki&at &akteri. $udah ter&entuknya
;in;in pada gam&aran =" s;an menandakan &ahwa pasien &erada pada 3ase late
;apsule 3.rmati.n. am&aran a&ses &ersi3at multiple yang menandakan kemungkinan
&esar ;ara in3eksi adalah se;ara hemat.gen dan &ukan penye&aran se;ara ;ranium.
20
"h.raks 3.t. menunjukkan hasil pulm. dan ;.r tenang. %elemahkan kemungkinan
arah metastasis dari paru.
P+)+"#(%aa.
Kl#.#%
M+.#./##% E.%+fal##% A,%+%
Ta.-a "a./%a./a.
%+la'$ !a(
$edang L &erat / / ringan Ringan / sedang
D+f#%# .+$"!l!/#% / / D D 7umum8 D 73.kal8
T+(a.a.
#."a("a.#al
/ / rigan Ringan/&erat 4erat
II.4. A (A%%+%%)+.&
$ehingga &erdasarkan anamnesis! pemeriksaan klinis neur.l.gis dan didukung .leh
pemeriksaan menggunakan alat &antu yaitu dengan ="/$;an serta adanya tanda/
tanda in3eksi pada pemeriksaan la& maka diagn.sis eti.l.gi pada pasien ini adalah
multiple a&;ess dengan k.mplikasi mening.ense3alitis
II.6. P (Pla..#./&
/ %edikament.sa
#n3us R0 '))) ml/'+ jam
%e;.&alamin 5)) ug ( : * ta&
Neur.&i.n 5))) * : * ta&
Rantin ' : * ta&
%etilprednis.l.ne *6 mg ' : * ta& 7minggu *8! * : * ta& 7minggu '8!
%etilprednis.l.ne 9 mg * : * ta& 7minggu (8
Asam me3enamat 5)) mg ' : * ta&
21
0a;tula; * : * syr
0e5.3l.:a;in * : *))) mg 7#C8
%etr.nida6.le ( : 5)) mg 7#C8
/ N.n medikament.sa :
Pemasangan kateter
K.nsul ke gi6i untuk nutrisi pasien
Prinsip peng.&atan a&ses .tak menghilangkan pr.ses in3eksi dan edema terhadap .tak.
Pem&erian anti&i.tik yang tepat selama 6 L 9 minggu untuk menge;ilkan a&ses dan *)
minggu untuk menghilangkan e33ek massa dari a&ses .tak adalah se&uah keharusan untuk
mengatasi a&ses ;ere&ri. Pem&erian anti&i.tik generasi ke L ( atau ke L + atau anti&i.ti; yang
dapat menem&us Blood Brain Barrier merupakan se&uah pilihan 7;th : ;e3.ta:ime!
;e3tria:.ne! atau ;e3epime8 disertai dengan pem&erian metr.nida6.le.
B&at g.l.ngan neur. pr.tekt.r me;.&alamin Mecobalamin adalah koenzim yang
mengandung vitamin B12 yang ikut berpartisipasi dalam reaksi transmetilasi.
Mecobalamin adalah homolog vitamin B12 yang paling aktif di dalam tubuh.
Mecobalamin bekeria dengan memperbaiki jaringan saraf yang rusak. Mecobalamin
juga terlibat dalam maturasi eritroblast, mempercepat pembelahan eritroblast dan
sintesis heme sehingga dapat memperbaiki status darah pada anemia megaloblastik.
Uji klinis tersamar ganda menunjukkan bahwa Mecobalamin tidak hanya efektif untuk
anemia megaloblastik, namun juga untuk neuropati perifer. Dosis 3 x 500 ug
Neur.&i.n 5))) memiliki k.mp.sisi Cit 4*!46!4*'. Citamin 4* &erperan se&agai
k.en6im pada dekar&.ksilasi asam ket. dan &erperan dalam meta&.lisme kar&.hidrat.
Citamin 46 didalam tu&uh &eru&ah menjadi pirid.ksal 3.s3at dan pirid.ksamin 3.s3at
yang dapat mem&antu dalam meta&.lisme pr.tein dan asam amin.. Citamin 4*'
&erperan dalam sintesa asam nukleat dan &erpengaruh pada pematangan sel dan
memelihara integritas jaringan sara3. ,i&erikan * : * ta& / hari
Rantin merupakan .&at 1' resept.r &l.;ker. 4ekerja dalam men;egah pem&entukan
asam lam&ung yang &erle&ih. Pada pasien di&erikan dikarenakan pasien memiliki
masalah dengan menelan dan men;egah terjadinya tukak lam&ung aki&at lam&ung
yang k.s.ng dan juga dikarenakan pasien mendapatkan terapi asam me3enamat untuk
22
mengatasi nyeri kepala pasien. ,iharapkan .&at ini dapat men;egah e3ek samping dari
asam me3enamat. ,.sis *5) mg / ta& di&erikan ' : * ta&
%etilprednis.l.ne merupakan g.l.ngan k.rtik.ster.id. Pem&erian .&at ini &ertujuan
untuk mengurangi "#K pada pasien karena ditemukannya edema ;ere&ri pada pasien
dengan ;ara menekan reaksi in3lamasi pada daerah 3.kus in3eksi. "etapi apa&ila gejala
peningkatan "#K pada pasien telah &erkurang! .&at ini harus segera diturunkan
7tapering .338 untuk men;egah terjadinya delayed encapsulated pada a&ses sere&ri.
Asam me3enamat &ekerja dengan mengham&at en6ym sikl..ksigenase * dan '
sehingga mengham&at pem&entukan pr.staglandin yang merupakan mediat.r kimiawi
untuk menim&ulkan nyeri. ,.sis awal adalah 5)) mg ( : * ta&
0a;tula; merupakan .&at pen;ahar yang &erisi laktul.sa. Pada pasien di&erikan karena
pasien mengalami keadaan sulit &uang air &esar selama * minggu $%R$. ,.sis *) L
'5 ml / hari
0e5.3l.:a;in merupakan anti&i.ti; g.l.ngan 3lu.r.Euin.l.ne yang dapat mem&unuh
kuman gram p.siti3 maupun gram negati5e. $alah satu syarat untuk pem&erian
anti&i.tik dalam mengatasi a&ses .tak adalah anti&i.ti; spe;trum luas. 4erdasarkan
penelitian dise&utkan &ahwa le5.3l.:a;in juga dapat menem&us ;airan sere&r.spinal.
1al ini dapat mem&antu dalam mengatasi gejala meningitis pada pasien. ,.sis * :
*))) mg 7#C8
%etr.nida6.le merupakan lini pertama dalam menangani &akteri anaer.& dan juga
dalam mem&unuh pr.t.6.a. Kadarnya ditemukan tinggi pada ;airan a&ses. 4iasanya
penggunaan .&at ini &ersamaan dengan penggunaan .&at se3al.sp.rin g.l.ngan ke (
atau + atau peni;illin dalam mengatasi a&ses .tak. ,.sis ( : 5)) mg 7#C8
Diagnosis pada pasien ini adalah :
Diagnosis klinis : Low back pain & Ischialgia de!"a
Diagnosis !opik : L#$bosac"al 4%5
Diagnosis e!iologi : &'(
&al ini be"dasa"kan:
23
)#an &* 47 !ah#n* dengan kel#han n+e"i pada pinggang kanan +ang $en,ala"
hingga ke !#ngkai bawah kanan* !idak dapa! be"di"i $a#p#n d#d#k- Dengan
kek#a!an $o!o"ik kaki kanan dala$ de"a,a! 4 dan 5- (ada !es lase.#e dan ke"nig
$e$be"ikan nilai posi!i/ pada !#ngkai bawah kanan-
Diagnosis !opikn+a didapa!kan da"i pe$e"iksaan 01I-
2345' :
o &'( L4%5 $enekan ,a"as se"!a "adi L4%5 kanan ki"i-
o 6#lging disc#s L5%41 $enekan !hecal sac
(ena!alaksanaan
(ena!alaksanaan pada pasien ini :
0edika$en!osa :
(i"oi!a$ 3 10$g
3psonal 3 1
2al$eco 3 500$g
4i$7as!a!in 1 10$g
'on $edika$en!osa :
8isio!he"api
Diagnosa !e"seb#! di!egakan be"dasa"kan ana$nesis* pe$e"iksaan /isik #$#$ dan
pe$e"iksaan ne#"ologis-
9 (asien laki : laki #sia 47 !ah#n* $en#"#! kep#s!akaan he"niasi disk#s lebih se"ing
!e",adi pada o"ang dewasa* $eningka! pada #$# 20 !ah#$-
9 2el#han #!a$a pada pasien ini adalah n+e"i p#ngg#ng bawah dan $en,ala" ke kaki
kanan- '+e"i lebih n+a!a di"asakan saa! pasien be"sin* ba!#k $a#p#n $engedan saa! 656 - &al
ini ses#ai dengan ga$ba"an klinis low back pain dan ischialgia* di$ana ischialgia $e"#pakan
n+e"i alih di !#ngkai +ang paling se"ing di!e$#kan pada sind"o$a penon,olan disk#s l#$balis-
2o$p"esi la$a pada "adiks di $ed#la spinalis $en+ebabkan "eaksi "adang !"a#$a!ik dengan
n+e"i di de"$a!o$ +ang kena- '+e"i dice!#skan dan dipe"heba! oleh peninggian !ekanan
in!"aabdo$en sepe"!i ba!#k dan $engedan-
24
9 (asien sebel#$n+a $engangka! a.#a galon* sehingga $e"asa !e"!a"ik* ki!a ke!ah#i
bahwa !e"kai! dengan kas#s &'(* pasien cende"#ng $engai!kan $asalahn+a dengan !"a#$a-
4e$en!a"a i!# pasien !idak ada kel#han o!ono$ sepe"!i inkon!inensia #"ine- (asien !idak
de$a$* $aka ke$#ngkinan in/eksi pleks#s l#$bosak"al dapa! disingki"kan- (asien !idak
$e$p#n+ai "iwa+a! kencing $anis* $aka ke$#ngkinan ne#"opa!i diabe!ika ischialgia* /e$o"alis
ak#! ; s#bak#! dapa! disingki"kan- (asien !idak pe"nah $e$p#n+ai "iwa+a! pen+aki! pa"# dan
$en,alani pengoba!an la$a +ang $enga"ah ke spondili!is )6 sehingga ki!a dapa!
$en+ingki"kan diagnosa banding !e"seb#!-
9 (ada pe$e"iksaan /isik di!e$#kan adan+a kele$ahan !#ngkai kanan se"!a !es!
sensibili!as +ang $en#"#n pada dae"ah !#ngkai kanan sebelah la!e"al* hal ini ses#ai dengan
kep#s!akaan di$ana dika!akan bahwa $#ngkin didapa!kan gangg#an $o!o"ik be"#pa
kele$ahan o!o!* pa"esis dengan a!a# !anpa hipo!"o/i o!o! dengan a!a# !anpa gangg#an
sensibili!as sepe"!i pa"es!esia* hiposensibili!as dan anes!esia-
9 (e$e"iksaan /isik ne#"ologis di!e$#kan !es lase.#e dan !es ke"nig kaki kanan +ang
posi!i/* pe$e"iksaan ini pen!ing #n!#k diagnosis p"o!"#si <penon,olan he"niasi= disk#s
in!e"7e"!eb"alis-
1 1asa n+e"i pada !es lase.#e di"asakan pada !e$pa! lesi diskogenik a!a# sepan,ang
pe",alanan ne"7#s iskhiadik#s-
2 0akin kecil s#d#! +ang dib#a! #n!#k $eni$b#lkan n+e"i $akin besa" ke$#ngkinan
ko$p"esi "adiks sebagai pen+ebabn+a- 5dan+a !anda Lase.#e lebih $enandakan adan+a
lesi pada L4%5 a!a# L5%41 da"ipada he"niasi lain +ang lebih !inggi <L1%4=-
9 (ada pe$e"iksaan pen#n,ang dilak#kan 01I +ai!# pe$e"iksaan pen#n,ang pilihan
#n!#k &'(* didapa!kan kesan :
> &'( L4 :L5 $enekan ,a"as se"!a "adi L4 : L5 kanan ki"i
> 6#lging disc#s L5 : 41 $enekan !hecal sac
25
?#ga $engan,#"kan pe$e"iksaan 30@* pe$e"iksaan 30@ dapa! $enen!#kan le7el i"i!asi a!a#
ko$p"esi "adiks* $e$bedakan an!a"a lesi "adiks dengan lesi sa"a/ pe"i/e"* dan $e$bedakan
an!a"a i"i!asi dan ko$p"esi "adiks +ang be"$an/aa! #n!#k $enen!#kan pena!alaksanaan +ang
!epa!-
> (ena!alaksanaan $edika$en!osa pada pasien ini dibe"ikan pi"oi!a$ #n!#k $enga!asi "asa
n+e"in+a +ang heba! pada pinggang hingga !#ngkai bawahn+a-
4elain i!# dibe"ikan ,#ga !e"api s#ppo"! dengan $e$be"ikan cal$eco +ang be"isi $ecobala$in
+ang dipe"l#kan #n!#k ke",a no"$al sel sa"a/-
(ada pasien ini !e"dapa! hipe"koles!"ole$ia* $aka !e"api +ang dibe"ikan +ai!# si$7as!a!in #n!#k
an!i hipe"koles!"ole$ia* p"epa"a! ini $en#"#nkan kada" LDL -
9 'on$edika$en!osa pasien ini dilak#kan /isio!e"api +ai!# da"i segi "ehabili!asi*
$odali!as penanganan pende"i!a &'( !e"gan!#ng da"i s!adi#$ da$pak da"i pen+aki! !e"seb#!
+ang dibedakan a!as :
% 4!adi#$ impairmentA /isio!e"api
% 4!adi#$ disabilitasA la!ihan peng#a!an o!o!
% 4!adi#$ handicapA analisa si/a! peke",aan dan diik#!i pen+es#aian ca"a
beke",a;alih peke",aan-
9 (e$bedahan biasan+a dicadangkan bagi pasien +ang $engala$i n+e"i pe"sis!en a!a#
se"ing $engala$i se"angan n+e"i wala#p#n s#dah $endapa! !e"api konse"7a!i/ dan
$e$pe"liha!kan de/isi! ne#"ologis +ang besa"- )#,#an dilak#kan pe$bedahan $eng#"angi
!ekanan pada "adiks sa"a/ #n!#k $eng#"angi n+e"i dan $eng#bah de/isi! ne#"ologik- Dengan
ope"asi 90B pe"baikan /#ngsi seca"a baik dala$ 1 !ah#n- (e"baikan $o!o"is biasan+a lebih
cepa! da"i pada senso"ik-
26
9 ("ognosis pada pasien ini d#bia ad bona$* ka"ena dengan pengoba!an konse"7a!i/
sebagian besa" pasien akan p#lih dan ke$bali $en,alankan ak!i7i!asn+a dengan no"$al- )i"ah
ba"ing dilak#kan pada wak!# pasien akan !id#" ka"ena !id#" +ang be"kepan,angan dapa!
$eni$b#lkan e/ek $e"#gikan baik seca"a /isik $a#p#n psikis- 6ila pada pe$e"iksaan !e"b#k!i
!elah adan+a ko$p"esi a!a# penekanan pada sa"a/* $aka ope"asi $e"#pakan !e"api +ang paling
dian,#"kan-
BAB III
LANDASAN TEORI
III.8 ANATOMI DAN 0ISIOLOGI VERTEBRAE
8C7
Anat.mi tulang &elakang perlu diketahui agar dapat ditentukan elemen yang terganggu
pada tim&ulnya keluhan nyeri punggung &awah. =.lumna 5erte&ralis adalah pilar utama tu&uh.
%erupakan struktur 3leksi&el yang di&entuk .leh tulang/tulang tak &eraturan! dise&ut 5erte&rae.
Certe&rae dikel.mp.kkan se&agai &erikut :
27
/ =er5i;ales 7-8
/ "h.ra;i;ae 7*'8
/ 0um&ales 758
/ $a;r.les 75! menyatu mem&entuk sa;rum8
/ =.;;ygeae 7+! ( yang &awah &iasanya menyatu8
"ulang 5erte&rae merupakan struktur k.mpleks yang se;ara garis &esar ter&agi atas '
&agian. 4agian anteri.r tersusun atas k.rpus 5erte&ra! diskus inter5erte&ralis 7se&agai artikulasi8!
dan dit.pang .leh ligamentum l.ngitudinale anteri.r dan p.steri.r. $edangkan &agian p.steri.r
tersusun atas pedikel! lamina! kanalis 5erte&ralis! serta pr.sesus tran5ersus dan spin.sus yang
menjadi tempat .t.t peny.k.ng dan pelindung k.lumna 5erte&rale. 4agian p.steri.r 5erte&rae
antara satu dan lain dihu&ungkan dengan sendi ap.3isial 73as;et j.int8.
28
"ulang 5erte&rae ini dihu&ungkan satu sama lainnya .leh ligamentum dan tulang rawan.
4agian anteri.r ;.lumna 5erte&ralis terdiri dari ;.rpus 5erte&rae yang dihu&ungkan satu sama
lain .leh diskus 3i&r.kartilag. yang dise&ut dis;us in5erte&ralis dan diperkuat .leh ligamentum
l.ngitudinalis anteri.r dan ligamentum l.ngitudinalis p.steri.r.
,iskus in5erte&ralis menyusun seperempat panjang ;.lumna 5erte&ralis. ,iskus ini
paling te&al di daerah ;er5i;al dan lum&al! tempat dimana &anyak terjadi gerakan ;.lumna
5erte&ralis! dan &er3ungsi se&agai sendi dan sh.;k a&s.r&er agar k.lumna 5erte&ralis tidak
;edera &ila terjadi trauma.
29
,is;us inter5erte&ralis terdiri dari lempeng rawan hyalin 71yalin =artilage Plate8!
nukleus pulp.sus 7gel8! dan annulus 3i&r.sus. $i3at setengah ;air dari nukleus pulp.sus!
memungkinkannya &eru&ah &entuk dan 5erte&rae dapat mengjungkit kedepan dan ke&elakang
diatas yang lain! seperti pada 3le:i dan ekstensi ;.lumna 5erte&ralis.
30
,iskus inter5erte&ralis! &aik anulus 3i&r.sus maupun nukleus pulp.susnya adalah
&angunan yang tidak peka nyeri. 4agian yang merupakan &agian peka nyeri adalah:
0ig. 0.ngitudinale anteri.r
0ig. 0.ngitudinale p.steri.r
=.rpus 5erte&ra dan peri.steumnya
Arti;ulati. 6yg.ap.physeal
0ig. $upraspin.sum
Gasia dan .t.t
$ta&ilitas 5erte&rae tergantung pada integritas k.rpus 5erte&ra dan diskus inter5erte&ralis
serta dua jenis jaringan peny.k.ng yaitu ligamentum 7pasi38 dan .t.t 7akti38. Untuk menahan
&e&an yang &esar terhadap k.lumna 5erte&rale ini sta&ilitas daerah pinggang sangat &ergantung
pada gerak k.ntraksi 5.lunter dan re3leks .t.t/.t.t sakr.spinalis! a&d.minal! gluteus maksimus!
dan hamstring.
,engan &ertam&ahnya usia! kadar air nukleus pulp.sus menurun dan diganti .leh
3i&r.kartilag.. $ehingga pada usia lanjut! diskus ini tipis dan kurang lentur! dan sukar di&edakan
dari anulus. 0igamen l.ngitudinalis p.steri.r di &agian 05/$* sangat lemah! sehingga 1NP
sering terjadi di &agian p.ster. lateral.
31
III.7 DE0INISI
4
1NP 71ernia Nukleus Pulp.sus8 yaitu keluarnya nukleus pulp.sus dari dis;us melalui
r.&ekan annulus 3i&r.sus hingga keluar ke &elakang/d.rsal menekan medulla spinalis atau
mengarah ke d.rs.lateral menekan radi: spinalis sehingga menim&ulkan gangguan.
III.4 EPIDEMIOLOGI
4
1NP paling sering terjadi pada pria dewasa! dengan insiden pun;ak pada dekade ke/+ dan
ke/5. 1NP le&ih &anyak terjadi pada indi5idu dengan pekerjaan yang &anyak mem&ungkuk dan
mengangkat. Karena ligamentum l.ngitudinalis p.steri.r pada daerah lum&al le&ih kuat pada
&agian tengahnya! maka pr.trusi dis;us ;enderung terjadi ke arah p.ster. lateral! dengan
k.mpresi radiks sara3.
III.6 PATO0ISIOLOGI
8C7C4
Gakt.r/3akt.r yang menye&a&kan tim&ulnya 1NP :
*. Aliran darah ke dis;us &erkurang
'. 4e&an &erat
(. 0igamentum l.ngitudinalis p.steri.r menyempit
Jika &e&an pada dis;us &ertam&ah! annulus 3i&r.sus tidak kuat menahan nukleus pulp.sus
7gel8 akan keluar! akan tim&ul rasa nyeri .leh karena gel yang &erada di ;analis 5erte&ralis
menekan radiks.
32
4angunan peka nyeri mengandung resept.r n.sisepti3 7nyeri8 yang terangsang .leh
&er&agai stimulus l.kal 7mekanis! termal! kimiawi8. $timulus ini akan diresp.n dengan
pengeluaran &er&agai mediat.r in3lamasi yang akan menim&ulkan persepsi nyeri. %ekanisme
nyeri merupakan pr.teksi yang &ertujuan untuk men;egah pergerakan sehingga pr.ses
penyem&uhan dimungkinkan. $alah satu &entuk pr.teksi adalah spasme .t.t! yang selanjutnya
dapat menim&ulkan iskemia.
Nyeri yang tim&ul dapat &erupa nyeri in3lamasi pada jaringan dengan terli&atnya
&er&agai mediat.r in3lamasi> atau nyeri neur.patik yang diaki&atkan lesi primer pada sistem
sara3. #ritasi neur.patik pada sera&ut sara3 dapat menye&a&kan ' kemungkinan. Pertama!
penekanan hanya terjadi pada selaput pem&ungkus sara3 yang kaya n.sisept.r dari ner5i
ne5.rum yang menim&ulkan nyeri in3lamasi.
Nyeri dirasakan sepanjang sera&ut sara3 dan &ertam&ah dengan peregangan sera&ut sara3
misalnya karena pergerakan. Kemungkinan kedua! penekanan mengenai sera&ut sara3. Pada
k.ndisi ini terjadi peru&ahan &i.m.lekuler di mana terjadi akumulasi saluran i.n Na dan i.n
lainnya. Penumpukan ini menye&a&kan tim&ulnya me;han./h.t sp.t yang sangat peka terhadap
rangsang mekanikal dan termal. 1al ini merupakan dasar pemeriksaan 0aseEue.
33

34
III.= ETIOLOGI
6C=
1ernia nukleus pulp.sus dapat dise&a&kan .leh &e&erapa hal &erikut :
,egenerasi diskus inter5erte&ralis
"rauma min.r pada pasien tua dengan degenerasi
"rauma &erat atau terjatuh
%engangkat atau menarik &enda &erat
35
III.@ GEJALA KLINIS
%ani3estasi klinis yang tim&ul tergantung l.kasi lum&al yang terkena. 1NP dapat terjadi
kesegala arah! tetapi kenyataannya le&ih sering hanya pada ' arah! yang pertama ke arah
p.ster./lateral yang menye&a&kan nyeri pinggang! sciatica! dan gejala dan tanda/tanda sesuai
dengan radiks dan sara3 mana yang terkena. 4erikutnya ke arah p.ster./sentral menye&a&kan
nyeri pinggang dan sindr.ma kauda eEuina.
'!(!5
36
Kedua sara3 s;iati; 7N. #s;hiadi;us8 adalah sara3 ter&esar dan terpanjang pada tu&uh.
masing/masing hampir se&esar jari. Pada setiap sisi tu&uh! sara3 s;iati; menjalar dari tulang
punggung &awah !di &elakang persendian pinggul! turun ke &.k.ng dan di&elakang lutut. ,i sana
sara3 s;iati; ter&agi dalam &e&erapa ;a&ang dan terus menuju kaki.
5
Ketika sara3 s;iati; terjepit! meradang! atau rusak! nyeri s;iati;a &isa menye&arsepanjang
panjang sara3 s;iati; menuju kaki. $;iati;a terjadi sekitar 5N pada .rang #s;hialgia! yaitu suatu
k.ndisi dimana sara3 #s;hiadikus yang mempersara3i daerah &.k.ng sampai kaki terjepit.
Penye&a& terjepitnya sara3 ini ada &e&erapa 3akt.r! yaitu antara lain k.ntraksi atau radang .t.t/
.t.t daerah &.k.ng! adanya perkapuran tulang &elakang atau adanya 1erniasi Nukleus Pulp.sus
71NP8! dan lain se&againya.
6
$;iati;a merupakan nyeri yang terasa sepanjang perjalanan ner5us is;hiadi;us sampai ke
tungkai! &iasanya mengenai hanya salah satu sisi. Nyeri dirasakan seperti ditusuk jarum! sakit
nagging! atau nyeri seperti ditem&ak. Kekakuan kemungkinan dirasakan pada kaki. 4erjalan!
37
&erlari! menaiki tangga! dan meluruskan kaki memper&uruk nyeri terse&ut! yang diringankan
dengan menekuk punggung atau duduk.
ejala yang sering ditim&ulkan aki&at is;hialgia adalah :
'!(!5!-
Nyeri punggung &awah.
Nyeri daerah &.k.ng.
Rasa kaku/ tertarik pada punggung &awah.
Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kesetrum dan dapat disertai &aal! yang dirasakan
dari &.k.ng menjalar ke daerah paha! &etis &ahkan sampai kaki! tergantung &agian sara3
mana yang terjepit.
Rasa nyeri sering ditim&ulkan setelah melakukan akti3itas yang &erle&ihan! terutama
&anyak mem&ungkukkan &adan atau &anyak &erdiri dan &erjalan.
Rasa nyeri juga sering dipr.5.kasi karena mengangkat &arang yang &erat! &atuk! &ersin
aki&at &ertam&ahnya tekanan intratekal.
Jika di&iarkan maka lama kelamaan akan mengaki&atkan kelemahan angg.ta &adan
&awah/ tungkai &awah yang disertai dengan menge;ilnya .t.t/.t.t tungkai &awah dan
hilangnya re3leks tend.n patella 7KPR8 dan a;hilles 7APR8.
4ila mengenai k.nus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan de3ekasi! miksi dan
3ungsi seksual. Keadaan ini merupakan kegawatan neur.l.gis yang memerlukan tindakan
pem&edahan untuk men;egah kerusakan 3ungsi permanen.
Ke&iasaan penderita perlu diamati! &ila duduk maka le&ih nyaman duduk pada sisi yang
sehat.
38
III.: DIAGNOSA
A.a).+%a
8C7C:C<
Adanya nyeri di pinggang &agian &awah yang menjalar ke &awah 7mulai dari &.k.ng!
paha &agian &elakang! tungkai &awah &agian atas8. 1al ini dikarenakan mengikuti jalannya N.
#s;hiadi;us yang mempersara3i tungkai &agian &elakang.
Nyeri mulai dari pantat! menjalar ke&agian &elakang lutut! kemudian ke tungkai &awah
7si3at nyeri radikuler8.
39
Nyeri semakin he&at &ila penderita mengejan! &atuk! mengangkat &arang &erat.
Nyeri &ertam&ah &ila ditekan antara daerah dise&elah 05 L $* 7garis antara dua krista
iliaka8.
Nyeri $p.ntan
$i3at nyeri adalah khas! yaitu dari p.sisi &er&aring ke duduk nyeri &ertam&ah he&at!
sedangkan &ila &er&aring nyeri &erkurang atau hilang.
P+)+"#(%aa. M!!"#%
@
aya jalan yang khas! mem&ungkuk dan miring ke sisi tungkai yang nyeri dengan 3leksi
di sendi panggul dan lutut! serta kaki yang &erjingkat.
%.tilitas tulang &elakang lum&al yang ter&atas.
P+)+"#(%aa. S+.%!"#%
0ipatan &.k.ng sisi yang sakit le&ih rendah dari sisi yang sehat.
$k.li.sis dengan k.nka5itas ke sisi tungkai yang nyeri! si3at sementara.
T+%9+% K*$%$%
=C@
*. "es 0aseEue 7$traight 0eg Raising "est M $0R"8
"ungkai penderita diangkat perlahan tanpa 3leksi di lutut sampai sudut 2)F.
'. angguan sensi&ilitas! pada &agian lateral jari ke 5 7$*8! atau &agian medial dari
i&u jari kaki 7058.
(. angguan m.t.ris! penderita tidak dapat d.rs.3leksi! terutama i&u jari kaki 7058!
atau plantar3leksi 7$*8.
"es d.rs.3leksi : penderita jalan diatas tumit
"es plantar3leksi : penderita jalan diatas jari kaki
+. Kadang/kadang terdapat gangguan aut.n.m! yaitu retensi urine! merupakan
indikasi untuk segera .perasi.
5. Kadang/kadang terdapat anestesia di perineum! juga merupakan indikasi untuk
.perasi.
6. "es pr.5.kasi : tes 5alsa5a dan na336iger untuk menaikkan tekanan intratekal.
-. "es kerniEue
T+% R+fl+(%
Re3leks tend.n a;hilles menurun atau menghilang jika radiks antara 05 L $* terkena.
40
P+.$.;a./
:C<CA
,arah rutin : tidak spesi3ik
Urine rutin : tidak spesi3ik
0iEu.r ;ere&r.spinalis : &iasanya n.rmal. Jika terjadi &l.k akan didapatkan
peningkatan kadar pr.tein ringan dengan adanya penyakit diskus. Ke;il
man3aatnya untuk diagn.sis.
%yel.gram mungkin disarankan untuk menjelaskan ukuran dan l.kasi dari hernia.
4ila .perasi dipertim&angkan maka myel.gram dilakukan untuk menentukan
tingkat pr.trusi diskus.
%R# tulang &elakang &erman3aat untuk diagn.sis k.mpresi medula spinalis atau
kauda ekuina. Alat ini sedikit kurang teliti daripada =" s;an dalam hal
menge5aluasi gangguan radiks sara3.
G.t. : 3.t. r.ntgen tulang &elakang. Pada penyakit diskus! 3.t. ini n.rmal atau
memperlihatkan peru&ahan degenerati3 dengan penyempitan sela in5erte&rata dan
pem&entukan .ste.3it.
41
?% : untuk mem&edakan k.mpresi radiks dari neur.pati peri3er
%yel./=" untuk melihat l.kasi 1NP
III. < PENATALAKSANAAN
7C6C=.@CA
T+"a'# K!.%+"3a#f
"ujuan terapi k.nser5ati3 adalah mengurangi iritasi sara3! memper&aiki k.ndisi 3isik
pasien dan melindungi dan meningkatkan 3ungsi tulang punggung se;ara keseluruhan. Perawatan
utama untuk diskus hernia adalah diawali dengan istirahat dengan .&at/.&atan untuk nyeri dan
anti in3lamasi! diikuti dengan terapi 3isik. ,engan ;ara ini! le&ih dari 25 N penderita akan
sem&uh dan kem&ali pada akti5itas n.rmalnya. 4e&erapa persen dari penderita &utuh untuk terus
mendapat perawatan le&ih lanjut yang meliputi injeksi ster.id atau pem&edahan.
"erapi k.nser5ati3 meliputi:
8. T#"a* ,a"#./
"ujuan tirah &aring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal! lama yang
dianjurkan adalah '/+ hari. "irah &aring terlalu lama akan menye&a&kan .t.t melemah. Pasien
dilatih se;ara &ertahap untuk kem&ali ke akti3itas &iasa.
42
P.sisi tirah &aring yang dianjurkan adalah dengan menyandarkan punggung! lutut dan
punggung &awah pada p.sisi sedikit 3leksi. Gleksi ringan dari 5erte&ra lum&.sakral akan
memisahkan permukaan sendi dan memisahkan apr.ksimasi jaringan yang meradang.
7. M+-#(a)+.!%a
a. Analgetik dan N$A#,
&. Pelemas .t.t: digunakan untuk mengatasi spasme .t.t
;. Bpi.id: tidak ter&ukti le&ih e3ekti3 dari analgetik &iasa. Pemakaian jangka
panjang dapat menye&a&kan ketergantungan
d. K.rtik.ster.id .ral: pemakaian masih menjadi k.ntr.5ersi namun dapat
dipertim&angkan pada kasus 1NP &erat untuk mengurangi in3lamasi.
e. Analgetik aju5an: dipakai pada 1NP kr.nis
4. T+"a'# f#%#(
a. T"a(%# '+l3#%
%enurut panel penelitian di Amerika dan #nggris traksi pel5is tidak ter&ukti
&erman3aat. Penelitian yang mem&andingkan tirah &aring! k.rset dan traksi dengan tirah
&aring dan k.rset saja tidak menunjukkan per&edaan dalam ke;epatan penyem&uhan.
,. D#a+")#/(!)'"+% 'a.a%/-#./#.
"ujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi in3lamasi dan spasme .t.t.
keadaan akut &iasanya dapat digunakan k.mpres dingin! termasuk &ila terdapat edema. Untuk
nyeri kr.nik dapat digunakan k.mpres panas maupun dingin.
6. K!"%+ l$),al
K.rset lum&al tidak &erman3aat pada 1NP akut namun dapat digunakan untuk men;egah
tim&ulnya eksaser&asi akut atau nyeri 1NP kr.nis. $e&agai penyangga k.rset dapat mengurangi
&e&an diskus serta dapat mengurangi spasme.
=. La#*a.
,irek.mendasikan melakukan latihan dengan stres minimal punggung seperti jalan kaki!
naik sepeda atau &erenang. 0atihan lain &erupa kelenturan dan penguatan. 0atihan &ertujuan
untuk memelihara 3leksi&ilitas 3isi.l.gik! kekuatan .t.t! m.&ilitas sendi dan jaringan lunak.
,engan latihan dapat terjadi pemanjangan .t.t! ligamen dan tend.n sehingga aliran darah
semakin meningkat.
43
@. P"!'+" ,!-2 )+c*a.#c%
Pasien perlu mendapat pengetahuan mengenai sikap tu&uh yang &aik untuk men;egah
terjadinya ;edera maupun nyeri. 4e&erapa prinsip dalam menjaga p.sisi punggung adalah
se&agai &erikut:
,alam p.sisi duduk dan &erdiri! .t.t perut ditegangkan! punggung tegak dan lurus. 1al
ini akan menjaga kelurusan tulang punggung.
Ketika akan turun dari tempat tidur p.sisi punggung didekatkan ke pinggir tempat tidur.
unakan tangan dan lengan untuk mengangkat panggul dan &eru&ah ke p.sisi duduk.
Pada saat akan &erdiri tumpukan tangan pada paha untuk mem&antu p.sisi &erdiri.
P.sisi tidur gunakan tangan untuk mem&antu mengangkat dan menggeser p.sisi panggul.
$aat duduk! lengan mem&antu menyangga &adan. $aat akan &erdiri &adan diangkat
dengan &antuan tangan se&agai tumpuan.
$aat mengangkat sesuatu dari lantai! p.sisi lutut ditekuk seperti hendak j.ngk.k!
punggung tetap dalam keadaan lurus dengan mengen;angkan .t.t perut. ,engan
punggung lurus! &e&an diangkat dengan ;ara meluruskan kaki. 4e&an yang diangkat
dengan tangan diletakkan sedekat mungkin dengan dada.
Jika hendak &eru&ah p.sisi! jangan memutar &adan. Kepala! punggung dan kaki harus
&eru&ah p.sisi se;ara &ersamaan.
1indari gerakan yang memutar 5erte&ra. 4ila perlu! ganti w; j.ngk.k dengan w; duduk
sehingga memudahkan gerakan dan tidak mem&e&ani punggung saat &angkit.
T+"a'# O'+"a#f
"erapi &edah &erguna untuk menghilangkan penekanan dan iritasi sara3 sehingga nyeri
dan gangguan 3ungsi akan hilang. "indakan .perati3 1NP harus &erdasarkan alasan yang kuat
yaitu &erupa:
,e3isit neur.l.gik mem&uruk.
angguan .t.n.m 7miksi! de3ekasi! seksual8.
Paresis .t.t tungkai &awah.
44
La)#.+c!)2
0amine;t.my! yaitu tindakan .perati3 mem&uang lamina 5erte&ralis! dapat dilakukan
se&agai dek.mpresi terhadap radi: spinalis yang tertekan atau terjepit .leh pr.trusi nukleus
pulp.sus.
D#%c+c!)2
Pada dis;e;t.my! se&agian dari dis;us inter5erte&ralis diangkat untuk mengurangi
tekanan terhadap ner5us. ,is;e;t.my dilakukan untuk memindahkan &agian yang men.nj.l
dengan general anesthesia. 1anya sekitar ' L ( hari tinggal di rumah sakit. Akan diajurkan untuk
&erjalan pada hari pertama setelah .perasi untuk mengurangi resik. pengumpulan darah. Untuk
sem&uh t.tal memakan waktu &e&erapa minggu. Jika le&ih dari satu diskus yang harus ditangani
jika ada masalah lain selain herniasi diskus. Bperasi yang le&ih ekstensi3 mungkin diperlukan
dan mungkin memerlukan waktu yang le&ih lama untuk sem&uh 7re;.5ery8.
M#("!-#%(+c!)2
Pilihan .perasi lainnya meliputi mikr.diske;t.my! pr.sedur memindahkan 3ragmen .3
nu;leated disk melalui irisan yang sangat ke;il dengan menggunakan L ray dan ;hem.nu;le.sis.
=hem.nu;le.sis meliputi injeksi en6im 7yang dise&ut ;hym.papain8 ke dalam herniasi diskus
45
untuk melarutkan su&stansi gelatin yang men.nj.l. Pr.sedur ini merupakan salah satu alternati3
dise;t.my pada kasus/kasus tertentu.
La"a./a.
Peregangan yang mendadak pada punggung. Jangan sekali/kali mengangkat &enda atau
sesuatu dengan tu&uh dalam keadaan 3leksi atau dalam keadaan mem&ungkuk. 1indari kerja dan
akti3itas 3isik yang &erat untuk mengurangi kam&uhnya gejala setelah epis.de awal.


46




47


Sa"a.
#stirahat mutlak di tempat tidur! kasur harus yang padat. ,iantara kasur dan tempat tidur
harus dipasang papan atau Oplyw..dP agar kasur jangan melengkung. $ikap &er&aring terlentang
tidak mem&antu l.rd.sis lum&al yang la6im! maka &antal se&aiknya ditaruh di &awah pinggang.
Penderita diper&.lehkan untuk tidur miring dengan kedua tungkai sedikit ditekuk pada sendi
lutut.
#stirahat mutlak di tempat tidur &erarti &ahwa penderita tidak &.leh &angun untuk mandi
dan makan. Namun untuk keperluan &uang air ke;il dan &esar .rang sakit diper&.lehkan
meninggalkan tempat tidur. Bleh karena &uang air &esar dan ke;il di p.t sam&il &er&aring
terlentang justru mem&e&ani tulang &elakang lum&al le&ih &erat lagi.
48
Analgetika yang n.n adikti3 perlu di&erikan untuk menghilangkan nyeri. $elama nyeri
&elum hilang 3isi.terapi untuk men;egah atr.3i .t.t dan dekalsi3ikasi se&aiknya jangan dimulai!
setelah nyeri sudah hilang latihan gerakan sam&il &er&aring terlentang atau miring harus
diajurkan.
"raksi dapat dilakukan di rumah sakit dengan 3asilitas yang sesuai dapat dilakukan
Opel5i; tra;ti.nP! alat/alat untuk itu sudah aut.matik. =ara Opel5i; tra;ti.nP! sederhana kedua
tungkai &e&as untuk &ergerak dan karena itu tidak menjemukan penderita. %aka pel5i; tra;ti.n
dapat dilakukan dalam masa yang ;ukup lama &ahkan terus/menerus. 0atihan &isa dengan
melakukan 3le:i.n e:;ersise dan a&d.minal e:;ersise.
%asa istirahat mutlak dapat ditentukan sesuai dengan ter;apainya per&aikan. 4ila
iskhilagia sudah &anyak hilang tanpa menggunakan analgetika! maka .rang sakit diper&.lehkan
untuk makan dan mandi seperti &iasa. K.rset pinggang atau griddle supp.rt se&aiknya dipakai
untuk masa peralihan ke m.&ilisasi penuh.
Penderita dapat dit.l.ng dengan istirahat dan analegtika serta nasehat untuk jangan
sekali/kali mengangkat &enda &erat! terutama dalam sikap mem&ungkuk. Anjuran untuk segera
kem&ali ke d.kter &ilamana terasa nyeri radikuler penting artinya. ,engan demikian ia datang
kem&ali dan Osakit pinggangP yang le&ih jelas mengarah ke lesi disk.genik.
III.A PROGNOSIS
A
$e&agian &esar pasien akan mem&aik dalam 6 minggu dengan terapi k.nser5ati3.
$e&agian ke;il &erkem&ang menjadi kr.nik meskipun sudah diterapi.
Pada pasien yang di.perasi : 2)N mem&aik terutama nyeri tungkai! kemungkinan
terjadinya kekam&uhan adalah 5N
49
DA0TAR PUSTAKA
*. $idharta! Priguna. Neur.l.gi Klinis ,asar! edisi #C! ;etakan kelima. Jakarta : P" ,ian
Rakyat. 9-/25. *222
'. $idharta! Priguna. $akit Neur.muskul.skeletal ,alam Praktek Umum. Jakarta : P" ,ian
Rakyat. *9'/'*'.
(. Purwant. ?". 1ernia Nukleus Pulp.sus. Jakarta: Perd.ssi
+. Nuarta! 4agus. #lmu Penyakit $ara3. #n: Kapita $elekta Ked.kteran! edisi ###! jilid kedua!
;etakan keenam. Jakarta : %edia Aes;ulapius. 5+/52. '))+
5. $akit Pinggang. #n: Neur.l.gi Klinis ,alam Praktik Umum! edisi ###! ;etakan kelima.
Jakarta : P" ,ian Rakyat. ')(/')5
6- Part.n. %. %engenal Nyeri pinggang. http://mukipart.n..;.m/mengenal/nyeri/
pinggang/hnp/ Qdiakses - ,esem&er ')*)R
-. An.nim. 1ernia Nukleus Pulp.sus 71NP8.
http://kliniksehat.w.rdpress.;.m/'))9/*)/)'/hernia/nukleus/pulp.sus/hnp/ Qdiakses 2
,esem&er ')*)R
9. 4e&erapa $egi Klinik dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang 4awah. #n :
http://www.kal&e.;..id $idharta! Priguna.! '))+.
2. http://www.inna/ppni..r.id/inde:.phpSnameMNewsJ3ileMarti;leJsidM*() %ansj.er!
Ari3! et all.! '))-.
50