Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di dalam kedokteran gigi, proses polishing pada restorasi gigi sangat penting, karena
dapat mempengaruhi beberapa faktor di dalam rongga mulut, seperti kesehatan rongga mulut,
fungsi ronga mulut, maupun estetika rongga mulut. Untuk itu penting bagi kita untuk
mempelajari bagaimana polishing yang baik dan benar, sehingga dihasilkan suatu bahan yang
benar benar bagus. Untuk itu laporan ini dibuat agar kita dapat mengetahui bagaimana proses
polishing serta bahan bahan yang membantu di dalam proses tersebut.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian, Tujuan, Manfaat, dan prosedur polishing ?
2. agaimana sifat dan syarat dari bahan abrasi!e
". Apa saja ma#am ma#am bahan abrasi!e serta komposisi dan aplikasinya ?
1.3. Tujuan
1. Memahami pengertian, tujuan , manfaat , serta bagaimana prosedur polishing di
dalam kedokteran gigi
2. Memahami fungsi, sifat dan syarat dari bahan bahan abrasi!e di dalam aplikasinya
bagi kedokteran gigi
". Mengetahui ma#am ma#am dari bahan abrasi!e, serta komposisi dan aplikasinya
1
BAB II
TINAUAN PU!TA"A
$estorasi gigi diselesaikan sebelum dipasang di dalam rongga mulut untuk mendapatkan tiga
manfaat% kesehatan mulut, fungsi, dan estetika. restorasi dengan kontur dan pemolesan yang
baik akan menigngkatkan kesehatan mulut dengan jalan men#egah akumulasi makanan dan
bakteri pathogen, ini diperoleh dengan reduksi daerah permukaan total dan mengurangi
kekasaran permukaan restorasi. &ermukaan yang lebih mulus akan lebih mudah dijaga
kebersihannya dengan tindakan permbersihan pre!entif yang biasa dilakukan sehari hari
karena benang gigi dan sikat gigi akan mendapat jalan masuk yang lebih baik ke permukaan
dan daerah tepi. Dengan beberapa bahan gigi tertentu, akti!itas karat dan korosi dapat
dikurangi #ukup besar jika seluruh restorasi di poles dengan baik. 'ungsi rongga mulut akan
meningkat jika dipoles dengan baik karena makanan akan me(un#ur lebih bebas pada
permukaan oklusal selama mastikasi. )ang lebih penting lagi, daerah kontak restorasi yang
halus akan mengurangi tingkat keausan pada gigi tetangga maupun antagonisnya. &ermukaan
yang kasar menyebabkan terjadinya tekanan kontak yang tinggi yang dapat mennimbulkan
hilangnya kontak fungsional dan stabilisasi antara gigi gigi. Akhirnya, kebutuhan estetik
dapat meningkat jika dipoles dengan baik. *+enneth ,.Anusa!i#e,2--. % /0" 1
Dilakukannya polishing penting agar semua restorasi gigi dan peralatanya mempunyai
permukaan yang halus, sisa sisa makanan akan tertumpuk pada permukaan yang kasar dan
sukar dibersihkan. 2elain oral hygiene yang jelek, penumpukan sisa makanan dapat
merupakan fa#tor penyebab korosi bahan yang terbuat dari logam.juga, penderita sering tidak
dapat menerima adanya permukaan yang kasar di dalam rongga mulut. &ermukaan yang
kasar dapat dihaluskan dengan suatu proses pnggosokan, dimana partikel keras dan tajam dari
bahan abrasi!e digosokkan diatas permukaan bahan yang akan dihaluskan. 2etiap partikel
abrasi!e bertindak sebagai alat halus yang memotong permukaan bahan dalam suatu jalur
sehingga permukaan bahan menjadi halus, meskipun meniggalkan bekas goresan yang
besarnya tergantung pada ukuran partikrl abrasi!e. &ada proses penggosokan digunakan baha
abrasi!e dari mulai yang kasar sampai yang halus. ahan yang dgosok harus dibersihkan
2
setiap kali mengganti abrasi!e dari yang satu dengan yang lainnya. enda yang hendak
digosokharus selalu digerakkan sehingga goresan yang ditinggalkan terbentuk ke semua
jurusan. &artikel abrasi!e harus lebih keras dari permukaan yang hendak digosok, berbeda
dengan penggosokan, pemolesan tidak menimbulkan goresan pada bahan, tetapi mengurangi
ketidakteraturan pada permukaan, pada beberapa bahan, terutama polimer thermoplasti#,
permukaan mengalir mengisi goresan yang ada se3aktu bahan ini menjadi panas. * 4.5
5ombe, 1662 % "/" 7 "/. 1.
&roses polishing men#akupi beberapa proses, diataranya % &roses penyelesaian, proses
pemotongan, proses pengasahan, proses pemolesan.
1. &roses penyelesaian % proses ini mengubah bahan dari bentuk kasar ke bentuk yang
lebih rapi, hasil penyelesaiannya dapat berarti diperolehnya akhir atau
dipalikasikannya permukaan bahan tersebut. Akan lebih mudah bila kita menganggap
penyelesaian sebagai proses umum, dan hasilnya sebagai karakter permukaan akhir
yang diperoleh pada suatu obyek. ,ika sifat umum penyelesaian dapat diterima, maka
pemotongan , pemolesan, dan pengasahan dapat dianggap sebagai serangkaian
tahapan yang dilakukan dalam proses merapikan suatu bahan.
&roses penyelesaian biasanya
a. menghilangkan bahah bahan seperti % noda permukaan, dan
ketidaksempurnaan,
b. bahan dibentuk ke bentuk ideal
#. permukaan paling luar dari bahan dibuat ke bentuk yang diinginkan.
2. &roses pemotongan % proses ini biasanya menga#u pada penggunaan instrument
berlebih atau instrument apapun yang bentuknya seperti bilah. 2ubstrat dapat
terbelah menjadi potongan besar yang terpisah karena aksi pemotongan .
". &roses pemolesan % menghasilkan partikel yang paling halus , bekerja pada region
permukaan substrat yang sangat tipis, pemolesan menghasilkan goresan yang
sangat halus sehingga tidak terlihatke#uali sangat diperbesar.permukaan yang
dipoles dengan baik se#ara anatomis halus tanpa kekasaran permukaan.
&emolesan dianggap multiarah dalam hal aksinya, ini berarti bh3a goresan pada
3
permukaan akhir berorientasi ke segala arah. *+enneth ,.Anusa!i#e,2--. % /0. 7
/0/ 1
Man#$ulas# Bahan A%ras#& '$(l#sh#ng res#n akr#l#k)
A. Alat*alat +
- Mata bur
- &isau model
- 2traight h.p beserta mata bur *stone, frasser, rubber, dll1
- Masker
- +uas ke#il
- Tali bur
- Mesin pulas
B. Bahan*%ahan +
- +ertas gosok
- &umi#e dan #ryet
- $esin akrilik
C. Taha$ Pekerjaan +
1. 8empeng resin akrilik yang digunakan adalah lempeng resin akrilik dari tahap
pekerjaan skill lab malam.
2. Merapikan lempeng akrilik menggunakan straight h.p dan frasser, bentuk sesuai
dengan outline dan bebaskan daerah mukosa bergerak dan tak bergerak
3. Tahap selanjutnya adalah polishing, meratakan lempeng akrilik dengan menggunakan
kertas gosok, setelah rata dan halus, pulas dengan mesin pulas dengan menggunakan
pumi#e dan #ryet.
4. 9asil yang maksimal adalah lempeng akrilik yang halus, rata, dan mengkilat.
2our#e % buku petunjuk skill lab ahan dan Teknologi +edokteran :igi ;
4
Man#$ulas# Bahan A%ras#& '$(l#sh#ng all(,-l(gam)
A. Alat*alat +
- 2ikat ke#il
- 2traight h.p < tali bur
- Diamond dis#
- +uas ke#il
- Matabur untuk pulas logam atau alloy
B. Bahan*%ahan +
- +ertas gosok
- atu apung = gosok
- 5u Alloy *orden1
C. Taha$ Pekerjaan +
1. $apikan model kasar logam yang sudah jadi disesuaikan dengan ukuran yang
dikehendaki, kemudian dipulas. &ertama menggunakan Arkansas stone sampai
permukaan model terlihat halus, dilanjutkan dengan rubber 3arna merah dan terakhir
dengan rubber 3arna hijau. 2etelah permukaan logam terlihat halus dan mengkilat,
potong sprue dengan diamond dis#, kemudian bekas potongan rapikan dan pulas.
2. 9asil maksimal adalah model logam dengan permukaan halus dan mengkilat, tidak
porus dan sesuai dengan ukuran.
2our#e % buku petunjuk skill lab ahan dan Teknologi +edokteran :igi ;
ABRA!I.E
Merupakan suatu benda yang dapat mengauskan, menggosok,= menggerinda
permukaan bahan. Dan biasanya di>akai dalam pemolesan.
Abrasi merupakan peristi3a ausnya suatu substansi atau struktur *seperti kulit dan
gigi1 oleh suatu proses mekanik atau tidak biasa. 2edangkan abrasif merupakan bahan yang
menyebabkan abrasi yang digunakan untuk mengikis, mengasah, atau menggosok. Alat yang
digunakan untuk abrasi disebut abrasor. *Dorland, 2--01
5
&roses penyelesaian restorasi melibatkan keausan abrasif melalui pemakaian partikel
keras. &ada kedokteran gigi, partikel paling luar atau bahan permukaan dari instrumen abrasi
disebut sebagai abrasif. ahan yang dirapikan disebut substrat. *Annusa!i#e, 2--"1
!#&at /an !,arat Bahan A%ras#&
1. +ekerasan partikel abrasi!e, misalnya diamond adalah yang paling keras,
sedangkan batu apung, batu akik, dan lain ldain relati!e lebih lunak
2. entuk partikel bahan abrasi!e, partikel yang mempunyai tepi tajam akan
lebih efisien daripada partikel yang bersudut tumpul
". esar artikel bahan abrasi!e, partikel yang lebih besar sanggup menghasilkan
goresan yang dalam
.. 2ifat sifat mekanis bahan abrasi!e, bila bahan abrasi!e pe#ah, hendaknya
dihasilkan tepi baru yang lebih tajam, jadi kerapuhan suatu bahan abrasi dapat
memberikan keuntungan.
/. +e#epatan, gerakan partikel abrasi!e yang perlahan mnghasilkan goresan yang
lebih dalam.
0. Tekanan, tekanan yang terlalu besar dapat membuat partikel abrasi!e pe#ah
dan meningkatkan panas karena gesekan, selain itu harus diberi tekanan yang
normal agar tekanan menjadi rata.
?. 2ifat sifat bahan yang hendak digosok, bahan yang rapuh dapat digosok
dengan #epat, sedangkan bahan yang lunak dan kenyal akan mengalir dan
bukannya terasah oleh bahan abrasi!e. * 4.5 5ombe, 1662 % "/. 1
T#$e T#$e Bahan A%ras#0e +
a. 'inishing Abrasi!e % Mempunyai partikel yang besar dan kasar. Misalnya 'ra@@er
b. &olishing Abrasi!e % Mempunyai partikel yang lebih halus dari 'inishing Abrasi!e,
#ontohnya #ryet, dan pumi#e
#. 5leansing Agent % berfungsi untuk membersihkan * pasta gigi, denture #leanser 1
A%ras#& /# %ag# menja/# 2 +
6
1. Abrasif alami
Merupakan abrasi!e yang berasal dari alam
4A % atu arkansass, kapur, korundum, intan, amplas, akik, pumis, Buart@,
pasir, Tripoli, @ir#onium silikat.
2. Abrasif uatan
Merupakan bahan abrasi!e hasil dari sintesis, buatan manusia.
Umumnya bahan ini lebih di sukai, karena memiliki sifat fisik yang lebih
dapat di tebak.
4A% 2ilikon karbid, oksida aluminium, rouge, oksida timah.
Co ahan Abrasif +omposisi Aplikasi
1 atu Arkansas 2ili#a dengan Buart@
mikrokristal
Untuk mengasah emal gigi dan
logam #ampur
2 +apur 5a5D" * +alsium
+arbonat 1
Untuk memoles email gigi,
lembaran emas, amalgam.
" Amril +orundum Untuk memoles logam #ampur dan
bahan plastis
. Akik 2ilika dari Al, 5o,
'e, Mg, Mn
Untuk mengasah logam #ampur dan
bahan plastis
/ &asir 2ili#a Untuk mengasah logam #ampur dan
bahan plastis
0 Tripoli 2ilika Untuk memoles logam #ampur dan
bahan plastis
? Eir#onium
silikat
Eir#on atau
@ir#onium silikat
+omponen pasta dan profilaksis
gigi
F 5uttle +erang laut Untuk memoles tepi logam dan
memoles amalgam gigi
6 +ieselguhr 2isa sisa sili#a bahan pengisi pada beberapa bahan
gigi seperti bahan #etak
hidrokoloid.
1- Dksida
aluminium
Alumina * oksida
sintetik dari
aluminium 1
Untuk membuat abrasi!e bonding,
merapikan email, logam #ampur,
bahan keramik.
7
11 ;ntan = Diamond +arbon Mengasah subtansi apapun dalam
bentuk instrumen putar, ampelas
abrasif, dan pasta poles intan.
12 $ouge Dksida dari besi Untuk memoles logam #ampur
mulia yang berkadar tinggi
1" Dksida timah Dksida dari timah ahan pemoles gigi, restorasi
logam
1. :arnet 2ili#on dan Algh Untuk penyelesaian akhir akrilik
dan komposit
1/ ;ntan 2intetik +arbon, dibuat / kali
lebih besar dari
tingkat abrasif intan
alami.
&embuatan gergaji intan, roda, dan
bur intan, srtuktur gigi, bahan
keramik, dan bahan resin komposit.
10 2ilikon karbid 2ilikon karbid &emotongan berbagai bahan dalam
bentuk disk dan instrumen bonding
karet *mata bur rubber1.
1? Tungsten karbid Tungsten karbid &embuatan bur *mata bur fra@@er1
dan roda abrasif.
1F &umis *batu
apung dalam
bentuk serbuk1
2ilika abuGabu muda Memoles email gigi, lempeng
emas, amalgam gigi, dan resin
akrilik
16 4mery
*+orundum1
Aluminium oksida,
seperti batu
perhiasan
Mengasah logam #ampur dalam
bentuk abrasif bonding.
*+enneth ,.Anusa!i#e,2--. % /?2 G /?/ 1
Ber/asarkan %entukn,a1 a%ras#0e /# %e/akan menja/# +
a) Abrasi!e paste
)akni pasta yang biasanya berisi karbida sili#on dan di pakai bagi
penggerindaan oklussal gigi.
Misal, kapur dan pumi#e.
8
b) Abrasi!e 2trip
erbentuk lembaran logam, kain = plasti# yang di lapisi oleh suatu bahan
abrasi!e pada salah satu atau kedua sisinya. Di pakai untuk memodifikasi dan
memoles permukaan gigi atau restorasi.
Misal, Dksida aluminium untuk pembuatan abrasi!e bonding, sili#a karbid,
intan, korundum.
c) Abrasif Hheel
)aitu instrument rotatif atau putar yang berbentuk roda dan berisi bahan
abrasi!e yang tertanam dalam bahan dari karet dan di gunakan bagi
pembentukan dan pemolesan suatu restorasi dan protesa.
Misalnya, Iuart@, amryl, intan, pasir.
(Kamus kedokteran gigi, F.J Harty & R. Ogston)
"ekerasan a%ras#0e
+ekuatan abrasi!e sering dikur melalui kekerasan dari parikel atau bahan permukaan.
+ekerasan adalah ukuran permukaan daru ketahanan satu bahan terhadap deformasi plastis
bahan lain, urutan kekerasan pertama diterbitkan oleh 'riedri#h Mohs, seorang mineralogist
dari jerman pada tahun 1F2-, beliau mengurutkan 1- mineral berdasarkan ketahanan relati!e
terhadap goresan satu sama lain. Mineral p>aling tidak tahan goresan diberi nilai 1*talk1 dan
yang paling tahan 1-*intan1.
A9AC +4+4$A2AC MD92
D;AMDCD 1-
2;8;5DC 5A$;D4 6 7 1-
4M4$) 6 7 1-
TUC:2T4C 5A$;D4 6 7 1-
9
A8UM;C;UM DJ;D4 6
E;$5DC;UM 2;8;5AT ? 7 ?,/
IUA$TE ?
T;C DJ;D4 0 7 ?
&D$5484C 0 7 ?
:A$C4T 0,/ 7 ?
T$;&D8; 0 7 ?
&UM;54 0
*+enneth ,.Anusa!i#e,2--. % /0F 1 K $elati!e $anking of Abrasion, $esistensi for Minerals
using MohLs 2#ale.
BAB III
PEMBAHA!AN
3.1. Ma$#ng
M2DEL "A!AR
BA!I! 3T
L23AM TUAN3
P2LI!HIN3
10
!4ARAT
BAHAN ABRA!I5
!I5AT
TIPE - MA6AM
HALU! DAN MEN3"ILAP
1. PEN3ERTIAN1 TUUAN 1MAN5AAT1 DAN PR2!EDUR P2LI!HIN3
Di dalam kedokteran gigi, terdapat arti kata polishing yang berarti suatu proses
pemolesan, yakni proses yang merubah bahan bahan kaar dan tidak teratur menjadi
bahan yang teratur, halus dan mengkilap.
&roses polishing ini menghasilkan tiga manfaat, yakni kesehatan mulut, fungsi, serta
estetika. pemolesan yang baik akan menigngkatkan kesehatan mulut dengan jalan
men#egah akumulasi makanan dan bakteri pathogen, ini diperoleh dengan reduksi
daerah permukaan total dan mengurangi kekasaran permukaan restorasi. &ermukaan
yang lebih mulus akan lebih mudah dijaga kebersihannya dengan tindakan
permbersihan pre!entif yang biasa dilakukan sehari hari karena benang gigi dan sikat
11
gigi akan mendapat jalan masuk yang lebih baik ke permukaan dan daerah tepi.
Dengan beberapa bahan gigi tertentu, akti!itas karat dan korosi dapat dikurangi #ukup
besar jika seluruh restorasi di poles dengan baik. 'ungsi rongga mulut akan
meningkat jika dipoles dengan baik karena makanan akan me(un#ur lebih bebas pada
permukaan oklusal selama mastikasi. )ang lebih penting lagi, daerah kontak restorasi
yang halus akan mengurangi tingkat keausan pada gigi tetangga maupun
antagonisnya. &ermukaan yang kasar menyebabkan terjadinya tekanan kontak yang
tinggi yang dapat mennimbulkan hilangnya kontak fungsional dan stabilisasi antara
gigi gigi. Akhirnya, kebutuhan estetik dapat meningkat jika dipoles dengan baik
2elain itu , proses polishing betujuan , untuk menghilangkan goresan makroskopis
setelah proses pengasahan. &olishing tetap menghasilkan goresan, tetapi goresan yang
mikroskopik tergantung pada jenis bahan abrasif yang digunakan.
&ermukaan yang kasar akan menyebabkan adhesi dari mikroorganisme dan
pembentukan plak, sehingga kerja polishing adalah mengurangi gaya adhesi antara
bakteri dan :T, gaya adhesi merupakan gaya tarik menarik antara 2molekul = substrat,
sehingga dapat memperburuk oral hygiene.
PR2!EDUR P2LI!HIN3
Man#$ulas# Bahan A%ras#& '$(l#sh#ng res#n akr#l#k)
D. Alat*alat +
- Mata bur
- &isau model
- 2traight h.p beserta mata bur *stone, frasser, rubber, dll1
- Masker
- +uas ke#il
- Tali bur
- Mesin pulas
E. Bahan*%ahan +
- +ertas gosok
- &umi#e dan #ryet
- $esin akrilik
12
F. Taha$ Pekerjaan +
1. 8empeng resin akrilik yang digunakan adalah lempeng resin akrilik dari tahap
pekerjaan skill lab malam.
2. Merapikan lempeng akrilik menggunakan straight h.p dan frasser, bentuk sesuai
dengan outline dan bebaskan daerah mukosa bergerak dan tak bergerak
3. Tahap selanjutnya adalah polishing, meratakan lempeng akrilik dengan menggunakan
kertas gosok, setelah rata dan halus, pulas dengan mesin pulas dengan menggunakan
pumi#e dan #ryet.
4. 9asil yang maksimal adalah lempeng akrilik yang halus, rata, dan mengkilat.
Man#$ulas# Bahan A%ras#& '$(l#sh#ng all(,-l(gam)
D. Alat*alat +
- 2ikat ke#il
- 2traight h.p < tali bur
- Diamond dis#
- +uas ke#il
- Matabur untuk pulas logam atau alloy
E. Bahan*%ahan +
- +ertas gosok
- atu apung = gosok
- 5u Alloy *orden1
F. Taha$ Pekerjaan +
1. $apikan model kasar logam yang sudah jadi disesuaikan dengan ukuran yang
dikehendaki, kemudian dipulas. &ertama menggunakan Arkansas stone sampai
permukaan model terlihat halus, dilanjutkan dengan rubber 3arna merah dan terakhir
dengan rubber 3arna hijau. 2etelah permukaan logam terlihat halus dan mengkilat,
potong sprue dengan diamond dis#, kemudian bekas potongan rapikan dan pulas.
2. 9asil maksimal adalah model logam dengan permukaan halus dan mengkilat, tidak
porus dan sesuai dengan ukuran.
13
2. !I5AT DAN !4ARAT DARI BAHAN ABRA!I5
Merupakan suatu benda yang dapat mengauskan, menggosok,= menggerinda
permukaan bahan. Dan biasanya di>akai dalam pemolesan. abrasif merupakan bahan yang
menyebabkan abrasi yang digunakan untuk mengikis, mengasah, atau menggosok
1. +ekerasan partikel abrasi!e, misalnya diamond adalah yang paling keras,
sedangkan batu apung, batu akik, dan lain ldain relati!e lebih lunak
2. entuk partikel bahan abrasi!e, partikel yang mempunyai tepi tajam akan
lebih efisien daripada partikel yang bersudut tumpul
". esar artikel bahan abrasi!e, partikel yang lebih besar sanggup menghasilkan
goresan yang dalam
.. 2ifat sifat mekanis bahan abrasi!e, bila bahan abrasi!e pe#ah, hendaknya
dihasilkan tepi baru yang lebih tajam, jadi kerapuhan suatu bahan abrasi dapat
memberikan keuntungan.
/. +e#epatan, gerakan partikel abrasi!e yang perlahan mnghasilkan goresan yang
lebih dalam.
0. Tekanan, tekanan yang terlalu besar dapat membuat partikel abrasi!e pe#ah
dan meningkatkan panas karena gesekan, selain itu harus diberi tekanan yang
normal agar tekanan menjadi rata.
?. 2ifat sifat bahan yang hendak digosok, bahan yang rapuh dapat digosok
dengan #epat, sedangkan bahan yang lunak dan kenyal akan mengalir dan
bukannya terasah oleh bahan abrasi!e.
14
Dengan adanya sifat sifat dari bahan abrasi!e ini, sangat brpengaruh nantinya
pada penggunaanya di dalam +:.
T#m%uln,a $anas
,umlah panas yang timbul tergantung pada fa#tor fa#tor yang disebutkan tersebut
diatas, kadang kadang dibutuhkan pendinginan, misalnya%
1. &ada pengasahan dengan ke#epatan tinggi disemprotkaa air.
2. Dalam mengasah bahan polimer, harus di#egah timbulya panas berlebih, karena dapat
menyebabkan lepasnya stress dan terjadi perubahan bentuk.
3. MACAM MACAM BAHAN ABRASIF , SERTA KOMPOSISI DAN APLIKASINYA DI
DALAM KG
Bahan a%ras#0e mem$un,a# %e%era$a t#$e /# /alam a$l#kas#n,a1 ,akn# +
a. 'inishing Abrasi!e % Mempunyai partikel yang besar dan kasar. Misalnya 'ra@@er
b. &olishing Abrasi!e % Mempunyai partikel yang lebih halus dari 'inishing Abrasi!e,
#ontohnya #ryet, dan pumi#e
#. 5leansing Agent % berfungsi untuk membersihkan * pasta gigi, denture #leanser 1
Bahan A%ras#& /# %ag# menja/# 2 kel(m$(k +
1. Abrasif alami
Merupakan abrasi!e yang berasal dari alam
4A % atu arkansass, kapur, korundum, intan, amplas, akik, pumis, Buart@,
pasir, Tripoli, @ir#onium silikat.
2. Abrasif uatan
Merupakan bahan abrasi!e hasil dari sintesis, buatan manusia.
Umumnya bahan ini lebih di sukai, karena memiliki sifat fisik yang lebih
dapat di tebak.
15
4A% 2ilikon karbid, oksida aluminium, rouge, oksida timah.
Co ahan Abrasif +omposisi Aplikasi
1 atu Arkansas 2ili#a dengan Buart@
mikrokristal
Untuk mengasah emal gigi dan
logam #ampur
2 +apur 5a5D" * +alsium
+arbonat 1
Untuk memoles email gigi,
lembaran emas, amalgam.
" Amril +orundum Untuk memoles logam #ampur dan
bahan plastis
. Akik 2ilika dari Al, 5o,
'e, Mg, Mn
Untuk mengasah logam #ampur dan
bahan plastis
/ &asir 2ili#a Untuk mengasah logam #ampur dan
bahan plastis
0 Tripoli 2ilika Untuk memoles logam #ampur dan
bahan plastis
? Eir#onium
silikat
Eir#on atau
@ir#onium silikat
+omponen pasta dan profilaksis
gigi
F 5uttle +erang laut Untuk memoles tepi logam dan
memoles amalgam gigi
6 +ieselguhr 2isa sisa sili#a bahan pengisi pada beberapa bahan
gigi seperti bahan #etak
hidrokoloid.
1- Dksida
aluminium
Alumina * oksida
sintetik dari
aluminium 1
Untuk membuat abrasi!e bonding,
merapikan email, logam #ampur,
bahan keramik.
11 ;ntan = Diamond +arbon Mengasah subtansi apapun dalam
bentuk instrumen putar, ampelas
abrasif, dan pasta poles intan.
12 $ouge Dksida dari besi Untuk memoles logam #ampur
mulia yang berkadar tinggi
1" Dksida timah Dksida dari timah ahan pemoles gigi, restorasi
logam
1. :arnet 2ili#on dan Algh Untuk penyelesaian akhir akrilik
dan komposit
1/ ;ntan 2intetik +arbon, dibuat / kali
lebih besar dari
tingkat abrasif intan
&embuatan gergaji intan, roda, dan
bur intan, srtuktur gigi, bahan
keramik, dan bahan resin komposit.
16
alami.
10 2ilikon karbid 2ilikon karbid &emotongan berbagai bahan dalam
bentuk disk dan instrumen bonding
karet *mata bur rubber1.
1? Tungsten karbid Tungsten karbid &embuatan bur *mata bur fra@@er1
dan roda abrasif.
1F &umis *batu
apung dalam
bentuk serbuk1
2ilika abuGabu muda Memoles email gigi, lempeng
emas, amalgam gigi, dan resin
akrilik
16 4mery
*+orundum1
Aluminium oksida,
seperti batu
perhiasan
Mengasah logam #ampur dalam
bentuk abrasif bonding.

Ber/asarkan %entukn,a1 a%ras#0e /# %e/akan menja/# +
a) Abrasi!e paste
)akni pasta yang biasanya berisi karbida sili#on dan di pakai bagi
penggerindaan oklussal gigi.
Misal, kapur dan pumi#e.
b) Abrasi!e 2trip
erbentuk lembaran logam, kain = plasti# yang di lapisi oleh suatu bahan
abrasi!e pada salah satu atau kedua sisinya. Di pakai untuk memodifikasi dan
memoles permukaan gigi atau restorasi.
Misal, Dksida aluminium untuk pembuatan abrasi!e bonding, sili#a karbid,
intan, korundum.
c) Abrasif Hheel
)aitu instrument rotatif atau putar yang berbentuk roda dan berisi bahan
abrasi!e yang tertanam dalam bahan dari karet dan di gunakan bagi
pembentukan dan pemolesan suatu restorasi dan protesa.
Misalnya, Iuart@, amryl, intan, pasir.
17
BAB I.
"E!IMPULAN
a1 &roses polishing merupakan suatu proses akhir sebelum diaplikasikannya bahan
bahan +: ke dalam $M, yang bertujuan mengubah bahan kasar = model kasar
menjadi model yang halus dan mengkilap.
b1 &roses polishing menghasilkan " manfaat, ykni %
a. Meningkatkan +esehatan mulut
b. Meningkatkan 'ungsi $M
#. Meningkatkan estetika
#1 ahan bahan yang digunakan dalam proses polishimg disebut %ahan %ahan
a%ras#0e, bahan bahan jenis ini harus lebih keras dan kuat daripada bahan yang akan
dipoles.
d1 ahan abrasi!e mempunyai beberapa sifat sifat dan syarat , yakni % +ekerasan
partikel, entuk partikel, esar partikel, Tekanan, +e#epatan, 2ifat mekanis
e1 ahan abrasi!e dibedakan menjadi 2 , yakni abrasi!e alami dan abrasi!e buatan
a. Abrasif alami
o Merupakan abrasi!e yang berasal dari alam
o 4A % atu arkansass, kapur, korundum, intan, amplas, akik, pumis,
Buart@, pasir, Tripoli, @ir#onium silikat.
b. Abrasif uatan
18
o Merupakan bahan abrasi!e hasil dari sintesis, buatan manusia.
o Umumnya bahan ini lebih di sukai, karena memiliki sifat fisik yang
lebih dapat di tebak.
o 4A% 2ilikon karbid, oksida aluminium, rouge, oksida timah.
D A 5 T A R P U ! T A " A
Annusa!i#e, +enneth ,. 2--". Phillips: Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. ,akarta%
4:5
5ombe, 45. 1662. Sari Dental Material. &enerjemah % 2lamat Tarigan. ,akarta % alai
&ustaka
Dorland, H.A Ce3man. 2--0. Kamus Kedokteran Dorland Edisi !. ,akarta% 4:5
(Kamus kedokteran gigi, F.J Harty & R. Ogston)
19