Anda di halaman 1dari 14

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDAYA IKAN NILA


( Oreochromis niloticus )
1. SEJARAH SINGKAT
Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air taar dengan bentuk tubuh
memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal
dari Sungal Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke
negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan di
wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup baik Ikan nila disukai
oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging
ikan kakap merah.
Bibit ikan didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian
Perikanan Air awar pada tahun !"#". Setelah melalui masa penelitian
dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh
Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh
Pemerintah melalui $irektur %enderal Perikanan.
!. SENTRA "ERIKANAN
$i Indonesia ikan nila telah dibudidayakan di seluruh propinsi.
#. JENIS
&lasi'ikasi ikan nila adalah sebagai berikut(
&elas ( )steichthyes
Sub-kelas ( Acanthoptherigii
*rdo ( Percomorphi
Sub-ordo ( Percoidea
+amili ( *ichlidae
,enus ( )reochromis
- a l. ! . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
Spesies ( Oreochromis niloticus.
erdapat 0 jenis nila yang dikenal, yaitu( nila biasa, nila merah 1nirah2 dan nila
albino.
$. %AN&AAT
Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
'. "ERSY AR AT AN L( K ASI
a2 anah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat.lempung,
tidak berporos. %enis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar
dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang.dinding kolam.
b2 &emiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 0-34
untuk memudahkan pengairan kolam secara gra5itasi.
c2 Ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi 1366 m dpl2.
d2 &ualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan
tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak.limbah
pabrik. &ekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran akan
memperlambat pertumbuhan ikan. 7ain halnya bila kekeruhan air
disebabkan oleh adanya plankton. Air yang kaya plankton dapat berwarna
hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena
banyak mengandung $iatomae. Sedangkan
plankton.alga biru kurang baik untuk pertumbuhan ikan. ingkat
kecerahan air karena plankton harus dikendalikan yang dapat diukur
dengan alat yang disebut piring secchi 1secchi disc2. 8ntuk di kolam
dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 96-03 cm.
e2 $ebit air untuk kolam air tenang :-!3 liter.detik.ha. &ondisi perairan tenang
dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air
arus deras.
'2 Nilai keasaman air 1p-2 tempat hidup ikan nila berkisar antara #-:,3.
Sedangkan keasaman air 1p-2 yang optimal adalah antara ;-:.
g2 Suhu air yang optimal berkisar antara 93-06 derajat *.
h2 &adar garam air yang disukai antara 6-03 per mil.
). "ED(%AN TEKNIS BUDIDAYA
).1. "*n+ia,an Sarana -an "*ra.atan
!2 &olam
Sarana berupa kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan nila
tergantung dari sistim pemeliharaannya 1sistim ! kolam, 9 kolam dlsb2.
- a l. 9 . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
Adapun jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan nila
antara lain(
a2 &olam pemeliharaan induk.kolam pemijahan
&olam ini ber'ungsi sebagai kolam pemijahan, kolam sebaiknya
berupa kolam tanah yang luasnya 36-!66 meter persegi dan
kepadatan kolam induk hanya 9 ekor.m
9
. Adapun syarat kolam
pemijahan adalah suhu air berkisar antara 96-99 derajat *< kedalaman
air /6-#6 cm< dasar kolam sebaiknya berpasir.
b2 &olam pemeliharaan benih.kolam pendederan
7uas kolam tidak lebih dari 36-!66 meter persegi. &edalaman air
kolam antara 06-36 cm. &epadatan sebaiknya 3-36 ekor.meter
persegi. 7ama pemeliharaan di dalam kolam pendederan.ipukan
antara 0-/ minggu, pada saat benih ikan berukuran 0-3 cm.
c2 &olam pembesaran
&olam pembesaran ber'ungsi sebagai tempat untuk memelihara dan
membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya
dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, yaitu(
!. &olam pembesaran tahap I ber'ungsi untuk memelihara benih ikan
selepas dari kolam pendederan. &olam ini sebaiknya berjumlah antara
9-/ buah dengan luas maksimum 936-366 meter persegi.kolam.
Pembesaran tahap I ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab
benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih
menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran
tahap kedua atau langsung dijual kepada pera petani.
9. &olam pembesaran tahap II ber'ungsi untuk memelihara benih
gelondongan besar. &olam dapat berupa kolam tanah atau sawah.
&eramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring !,93=!,3 cm.
%umlah penebaran pembesaran tahap II sebaiknya tidak lebih dari !6
ekor.meter persegi.
0. Pembesaran tahap III ber'ungsi untuk membesarkan benih. $iperlukan
kolam tanah antara :6-!66 cm dengan luas 366-9.666 meter persegi.
d2 &olam.tempat pemberokan
Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa
-apa berukuran ! > 9 m sampai 9 > 0 m dengan kedalaman ;3-!66 cm.
8kuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu
sawah yang sedang diberokan dapat
dipergunakan pula untuk pemijahan dan
pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam
dahulu agar dapat menampung air sedalam 36-#6 cm, dibuat parit selebar !-
!,3 m dengan kedalaman #6-;3 cm.
92 Peralatan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila
diantaranya adalah( jala, waring 1anco2, hapa 1kotak dari jaring.kelambu
untuk menampung sementara induk maupun benih2, seser, ember-
ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil 1gram2 dan
besar 1kg2,
- a l. 0 . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
cangkul, arit, pisau serta piring secchi 1secchi disc2 untuk mengukur
kadar kekeruhan.
Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen.menangkap ikan
nila antara lain adalah warring.scoopnet yang halus, ayakan panglembangan
diameter !66 cm, ayakan penandean diameter 3 cm, tempat
menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, 'ish bus 1untuk
mengangkut ikan jarak dekat2, kekaban 1untuk tempat penempelan
telur yang bersi'at
melekat2, hapa dari kain tricote 1untuk penetasan telur secara terkontrol2 atau
kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari
alumunium.bambu, oblok.delok 1untuk pengangkut benih2, sirib 1untuk
menangkap benih ukuran !6 cm keatas2, anco.hanco 1untuk menangkap
ikan2, lambit dari jaring nilon 1untuk menangkap ikan konsumsi2,
scoopnet
1untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas2, seser
1gunanya? scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar2, jaring berbentuk
segiempat 1untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi2.
02 Persiapan @edia
Aang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk
pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb.
$alam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah
pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk
memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 93-966 gram.meter persegi,
diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan SP masing-masing
dengan dosis 36-;66 gram.meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk
buatan yang berupa urea dan SP masing-masing dengan dosis !3
gram dan !6 gram.meter persegi.
).!. "*m/i/itan
!2 Pemilihan Bibit dan Induk
*iri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut(
a2 @ampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas
yang tinggi.
b2 Pertumbuhannya sangat cepat.
c2 Sangat responsi' terhadap makanan buatan yang diberikan.
d2 Besisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
e2 $apat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relati' buruk.
'2 8kuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu !96-!:6 gram lebih
per
ekor dan berumur sekitar /-3 bulan.
- a l. / . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina
adalah sebagai berikut(
a2 Betina
!. erdapat 0 buah lubang pada urogenetial yaitu( dubur, lubang
pengeluaran telur dan lubang urine.
9. 8jung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
0. Carna perut lebih putih.
/. Carna dagu putih.
3. %ika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
b2 %antan
!. Pada alat urogenetial terdapat 9 buah lubang yaitu( anus dan
lubang sperma merangkap lubang urine.
9. 8jung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
0. Carna perut lebih gelap.kehitam-hitaman.
/. Carna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
3. %ika perut distriping mengeluarkan cairan.
Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar.
Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. $isamping itu, ikan nila yang
sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang
lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan.
8ntuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode
kultur tunggal kelamin 1monoseks2. $alam metode ini benih jantan saja yang
dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat dan ikan
nila betina. Ada empat cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu(
a2 Secara manual 1dipilih2
b2 Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
c2 @erangsang perubahan seks dengan hormon
d2 eknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
!. Perendaman
9. Perlakuan hormon melalui pakan
92 Pembenihan dan Pemeliharaan Benih
Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah (
a2 @emelihara dan memijahkan induk ikan untuk menghasilkan burayak
1anak ikan2.
b2 @emelihara burayak 1mendeder2 untuk menghasilkan benih ikan yang
lebih besar.
8saha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda
ukurannya. -al ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih
ikan nila yang baru lepas dan mulut induknya disebut Dbenih kebulD. Benih
yang berumur 9-0 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut
juga putihan 1%awa Barat2. 8kurannya 0-3 cm. Selanjutnya benih kecil
dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 0-! minggu
- a l. 3 . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
akan dihasilkan benih berukuran # cm dengan berat :-!6 gram.ekor. Benih
ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah. Berumur 9-0 minggu,
ukurannya E 3 cm. ,elondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama !-
!,3 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai !6-!9 cm
dengan berat !3-96 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.
).#. "*m*.i0araan "*m/*saran
$ua minggu sebelum dan dipergunakan kolam harus dipersiapkan. $asar
kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan
dicangkul sambil diratakan. anggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai
teriadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar.
$ipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. anah
dasar dikapur untuk memperbaiki p- tanah dan memberantas
hamanya. 8ntuk mi
dipergunakan kapur tohor sebanyak !66-066 kg.ha 1bila dipakai kapur panas,
*a 62. &alau dipakai kapur pertanian dosisnya 366-!.666 kg.ha.
Pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam. $apat juga
pupuk kandang dionggokkan di depan pintu air pemasukan agar bila diairi
dapat tersebar merata. $osis pupuk kandang !-9 ton.ha. Setelah
semuanya siap, kolam diairi. @ula-mula sedalam 3-!6 cm dan dibiarkan 9-0
hari agar teriadi mineralisasi tanah dasar kolam.7alu tambahkan air lagi
sampai kedalaman :6-
!66 cm. &ini kolam siap untuk ditebari induk ikan.
!2 Pemupukan
Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik 18rea dan SP2,
serta kapur. *ara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan
standar yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai
dengan tingkat kesuburan di tiap daerah.
Beberapa hari sebelum penebaran benih ikan, kolam harus
dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam diperbaiki, kemudian
dasar kolam dicangkul dan diratakan.
Setelah itu, dasar kolam ditaburi kapur sebanyak !66-!36 kg.ha.
Pengapuran ber'ungsi untuk menaikkan nilai p- kolam menjadi ;,6-:,6 dan
juga dapat mencegah serangan penyakit. Selanjutnya kolam diberi
pupuk organik sebanyak 066-!.666 kg.ha. Pupuk 8rea dan SP juga
diberikan sebanyak 36 kg.ha. 8rea dan SP diberikan dengan
dicampur terlebih dahulu dan ditebarkan merata di dasar kolam.
Selesai pemupukan kalam diairi sedalam !6 cm dan dibiarkan 0-/ hari agar
terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah. -an
kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 36 cm. Setelah sehari
semalam, air kolam tersebut ditebari benih ikan. Pada saat itu 'itoplankton
mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam
menjadi kuning kehijauan. $i dasar kolam juga mulai banyak terdapat
organisme
- a l. # . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anak-anak siput
dan sebagainya. Selama pemeliharaan ikan, air kolam diatur sedalam
;3-
!66 cm. Pemupukan susulan harus dilakukan 9 minggu sekali, yaitu
pada saat makanan alami sudah mulai habis.
Pupuk susulan ini menggunakan pupuk organik sebanyak 366 kglha. Pupuk
itu dibagi menjadi empat dan masing-masing dimasukkan ke dalam
keranjang bambu. &emudian keranjang diletakkan di dasar kolam, dua bush
di kin dan dua buah di sisi kanan aliran air masuk. Sedangkan yang
dua keranjang lagi diletakkan di sudut-sudut kolam.
8rea dan SP masing-masing sebanyak 06 kg.ha diletakkan di dalam
kantong plastik yang diberi lubang-lubang kecil agar pupuk sedikit demi
sedikit. &antong pupuk tersebut digantungkan sebatang bambu yang
dipancangkan di dasar kolam. Posisi ng terendam tetapi tidak sampai
ke dasar kolam. Selain pukan ulang. ikan nila juga harus tetap diberi dedak
dan katul. pemupukan di atas dapat dilakukan untuk kolam air tawar, payau
atau sawah yang diberakan.
92 Pemberian Pakan
Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya 'itoplankton, Fooplankton,
maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik
nyamuk dan chironomus 1cuk2. Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila.
Namun, induk ikan nila juga masih perlu pakan tambahan berupa pelet yang
mengandung protein 06-/64 dengan kandungan lemak tidak lebih dan 04.
Pembentukan telur pada ikan memerlukan bahan protein yang cukup di
dalam pakannya. Perlu pula ditambahkan 5itamin G dan * yang berasal dan
taoge dan daun-daunan.sayuran yang duris-iris. Boleh juga diberi makan
tumbuhan air seperti ganggeng 1-ydrilla2. Banyaknya pelet sebagai
pakan induk kira-kira 04 berat biomassa per han. Agar diketahui berat bio
massa maka diambil sampel !6 ekor ikan, ditimbang, dan dirata-ratakan
beratnya. Berat rata-rata yang diperoleh dikalikan dengan jumlah seluruh
ikan di dalam kolam. @isal, berat rata-rata ikan 996 gram, jumlah ikan "6
ekor maka berat biomassa 996 > "6 ? !".:66 g. %umlah ransum per han 04
> !".:66 gram ?
3"/ gram. Bansum ini diberikan 9-0 kali sehari. Bahan pakan yang banyak
mengandung lemak seperti bungkil kacang dan bungkil kelapa tidak
baik untuk induk ikan. Apalagi kalau han tersebut sudah berbau tengik.
$edak halus dan bekatul boleh diberikan sebagai pakan. Bahan pakan
seperti itu juga ber'ungsi untuk menambah kesuburan kolam.
02 Pemeliharaan &olam.ambak
Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada
tempat pemeliharaan dan input yang tersedia.arget produksi harus
disesuaikan dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki
jumlah dan
- a l. ; . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
ukuran ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat,
yaitu
a2 Sistem ekstensl' 1teknologi sederhana)
- Sistem ekstensi' merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum
berkembang. Input produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan
di kolam air tawar. $apat pula dilakukan di sawah. Pengairan
tergantung kepada musim hujan. &olam yang digunakan biasanya
kolam pekarangan yang sempit. -asil ikannya hanya untuk
konsumsi keluarga sendiri. Sistem pemeliharaannya secara polikultur.
Sistem ini telah dipopulerkan di wilayah desa miskin.
- Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa
bahan makanan yang terbuang, seperti sisa-sisa dapur limbah
pertanian 1dedak, bungkil kelapa dll.2.
- Perkiraan pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat
dipanen sewaktu-waktu. -asil pemeliharaan sistem ekstensi' sebenar
cukup lumayan, karena pemanenannya bertahap. 8ntuk kolam
herukuran 9 > ! > ! m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 96 ruang
berukuran 06 ekor. Setelah 9 bulan diambil !6 ekor, dipelihara 0 bulan
kemudian beranak, demikian seterus. otal produksi sistem ini
dapat mencapai !.666 kg.ha.tahun 9 bln. Penggantian air
kolam menggunakan air sumur.
Penggantian dilakukan seminggu sekali.
b2 Sistem semi-Intensi' 1teknologi madya2
- Pemeliharaan semi-intensi' dapat dilakukan di kolam, di tambak, di
sawah, dan di jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk
pendederan. $alam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan
pemberian pakan tambahan yang teratur.
- Prasarana berupa saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat
berproduksi 9-0 kali per tahun. Selain itu, penggantian air juga
dapat dilakukan secara rutin. Pemeliharaan
ikan di sawah hanya membutuhkan waktu
9-9,3 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai
penyelang. )Ieh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak
lebih dari 36 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa
benih gelondongan besar.
- Budi daya ikan nila secara semi-intensi' di kolam dapat dilakukan
secara monokultur maupun secara polikultur. Pada monokultur
sebaiknya dipakai sistem tunggal kelamin. -al mi karena nila
jantan lebih cepat tumbuh dan ikan nila betina.
- Sistem semi-intensi' juga dapat dilakukan secara terpadu 1intergrated2,
artinya kolam ikan dikelola bersama dengan usaha tani lain
maupun dengan industri rumah tangga. @isal usaha ternak
kambing, itik dan sebagainya. &andang dibuat di atas kolam agar
kotoran ternak menjadi pupuk untuk kolam.
- 8saha tani kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara
bersama ikan nila. 7imbah sayuran menjadi pupuk dan pakan
- a l. : . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
tambahan bagi ikan. Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan
dapat menjadi pupuk bagi kebun sayuran.
- 8saha huler.penggilingan padi mempunyai hasil sampingan berupa
dedak dan katul. )leh karena itu, sebaiknya dibangun kolam ikan
di dekat penggilingan tersebut.
- -asil penelitian Balai Penelitian Perikanan sistem integrated dapat
menghasilkan ikan sampai 3 ton atau lebih per ! ha.tahun.
c2 Sistem intensi' 1teknologi maju2
- Sistem pemeliharaan intensi' adalah sistem pemeliharaan ikan
paling modern. Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan
dengan kebutuhan pasar.
- Pemeliharaan dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan
pengairan yang baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin
sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Holume air yang diganti setiap
hari sebanyak 964 atau bahkan lebih.
- Pada usaha intensi', benih ikan nita yang dipelihara harus tunggal dain
jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.
- Bansum hariannya 04 dan berat biomassa ikan per hari. makanan
sebaiknya berupa pelet yang berkadar protein 93-9#4, lemak #-:4.
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan oleh teknisinya sendiri dapat diamati
na'su makan ikan-ikan itu. Pakan yang diberikan knya habis dalam waktu 3
menit. %ika pakan tidak habis dalam waktu 3 menit berarti ikan
mendapat gangguan. ,angguan itu berupa serangan penyakit, perubahan
kualitas air, udara panas, terlalu sering diberi pakan.
1. HA%A DAN "ENYAKIT
1.1. Hama
a2 Bebeasan 1Notonecta2
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. " * n 2 *n- a .ia n ( menuangkan
minyak tanah ke permukaan air 366 cc.!66 meter persegi.
b2 8crit 1Larva cybister2
@enjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. "*n2*n - a.ian ( sulit
diberantas< hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
c2 &odok
@akan telur telur ikan. " *n2*n- a .ian ( sering membuang telur yang
mengapung< menagkap dan membuang hidup-hidup.
- a l. " . ! /
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
d2 8lar
@enyerang benih dan ikan kecil. " *n2*n-a.i a n ( lakukan penangkapan<
pemagaran kolam.
e2 7ingsang
@emakan ikan pada malam hari. "*n2*n- a .i a n (pasang jebakan berumpun.
'2 Burung
@emakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.
"*n2*n-a .ia n ( diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam< diberi
rumbai-rumbai atau tali penghalang.
1.!. "*n+akit
a2 Penyakit pada kulit
G* 3a.a ( pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh
berlendir. "*n2*n- a .ian ( 1!2 direndam dalam larutan P& 1kalium
permanganat2 selama 06-#6 menit dengan dosis 9 gram.!6 liter air,
pengobatan dilakukan berulang 0 hari kemudian. 192 direndam
dalam Nego5on 1kalium permanganat2 selama 0 menit dengan dosis 9-0,3 4.
b2 Penyakit pada insang
G* 3a.a ( tutup insang bengkak, 7embar insang pucat.keputihan.
"*n2*n-a .ia n ( sama dengan di atas.
c2 Penyakit pada organ dalam
G* 3a.a ( perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit. "*n 2 *n-a.i a n (
sama dengan di atas.
Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya
penyakit dan hama pada budidaya ikan nila(
a2 Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
b2 Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
c2 -indari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
d2 Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu
pemasukan air.
e2 Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
'2 Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya
dilakukan secara hati-hati dan benar.
g2 Binatang seperti burung, siput, ikan seribu 1lebistus reticulatus peters2
sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.
- a l. !6 . !/
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
4. "ANEN
Pemanenan ikan nila dapat dilakukan dengan cara( panen total dan
panen sebagian.
a2 Panen total
Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian
air tinggal !6 cm. Petak pemanenan.petak penangkapan dibuat seluas ! m
persegi di depan pintu pengeluaran 1monnik2, sehingga memudahkan dalam
penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak
panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. 7akukan
pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.
b2 Panen sebagian atau panen selekti'
Panen selekti' dilakukan tanpa pengeringan kolam, ikan yang akan dipanen
dipilih dengan ukuran tertentu. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan
waring yang di atasnya telah ditaburi umpan 1dedak2. Ikan yang tidak terpilih
1biasanya terluka akibat jaring2, sebelum dikembalikan ke kolam
sebaiknya dipisahkan dan diberi obat dengan larutan malachite green
6,3-!,6 ppm selama ! jam.
5. "AS6A"ANEN
Penanganan pascapanen ikan nila dapat dilakukan dengan cara penanganan
ikan hidup maupun ikan segar.
a2 Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam
keadaan hidup. -al yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai
ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain(
!. $alam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 96 derajat
*.
9. Caktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
0. %umlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
b2 Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. -al yang
perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain(
!. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
9. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
0. Cadah pengangkut harus bersih dan tertutup. 8ntuk pengangkutan jarak
dekat 19 jam perjalanan2, dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan
daun pisang.plastik. 8ntuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan
seng atau 'iberglass. &apasitas kotak maksimum 36 kg dengan tinggi
kotak maksimum 36 cm.
- a l. !! . !/
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
0. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu #-; derajat *.
,unakan es berupa potongan kecil-kecil 1es curai2 dengan perbandingan
jumlah es dan ikan?!(!. $asar kotak dilapisi es setebal /-3 cm. &emudian
ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 3-!6 cm, lalu disusul lapisan es
lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian
juga antara ikan dengan penutup kotak.
c2 Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah
sebagai berikut(
!2 Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan
tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam
kantong plastik 1sistem tertutup2 atau keramba 1sistem terbuka2.
92 Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas
hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat
digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
02 Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari.
,unakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan
dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran !
m > ! m atau 9 m > 6,3 m. $engan ukuran tersebut, bak
pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 3666=#666
ekor dengan ukuran 0-3 cm. %umlah benih dalam pemberokan
harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
/2 Berdasarkan lama.jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih
terbagi menjadi dua bagian, yaitu(
!. Sistem terbuka
$ilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau
tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa
keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih !3 liter dan
dapat untuk mengangkut sekitar 3666 ekor benih ukuran 0-3 cm.
9. Sistem tertutup
$ilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan
waktu lebih dari /-3 jam, menggunakan kantong plastik. Holume media
pengangkutan terdiri dari air bersih 3 liter yang diberi bu''er
Na
9
1hpo2
/
.!-
9
) sebanyak " gram. *ara pengemasan benih ikan yang
diangkut dengan kantong plastik( 1!2 masukkan air bersih ke
dalam kantong plastik kemudian benih< 102 hilangkan udara dengan
menekan kantong plastik ke permukaan air< 102 alirkan oksigen
dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 9.0 5olume
keseluruhan rongga
1air(oksigen?!(92< 1/2 kantong plastik lalu diikat. 132 kantong plastik
dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan.
$os yang berukuran panjang 6,36 m, lebar 6,03 m, dan tinggi 6,36 m
dapat diisi 9 buah kantong plastik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan
adalah sebagai berikut(
- Siapkan larutan tetrasiklin 93 ppm dalam waskom 1! kapsul tertasiklin
dalam !6 liter air bersih2.
- a l. !9 . !/
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
- Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam
setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong
plastik terjadi perlahan-lahan.
- Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama !-
9 menit.
- @asukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. $alam bak pemberokan
benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan
dengan tetrasiklin 93 ppm selama 0 hari berturut-turut. Selain tetrsikli
dapat juga digunakan obat lain seperti &@N)
/
sebanyak 96 ppm
atau 'ormalin sebanyak /4 selama 0-3 menit.
- Setelah ! minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.
17. ANALISIS EK(N(%I BUDIDAYA
17.1. Ana.isa Usa0a Bu-i-a+a
Perkiraan analisis usaha budidaya ikan nila selama ! bulan pada tahun !""" di
daerah %awa Barat adalah sebagai berikut(
a2 Biaya produksi
!. Sewa kolam Bp. !96.666,-
9. Benih ikan nila /666 ekor, I Bp.966,- Bp. :66.666,-
0. Pakan
- $edak : karung I Bp.:66,- Bp. #./66,-
/. )bat dan pupuk
- &otoran ayam / karung, I Bp.;.666,- Bp. 9:.666,-
- 8rea dan SP !6 kg, I Bp.!.:66,- Bp. !:.666,-
- &apur 06 kg, I Bp. !.966,- Bp. 0#.666,-
3. Peralatan Bp. !66.666,-
#. enaga kerja ! orang I Bp. ;366,- Bp. 993.666,-
;. Biaya tak terduga !64 Bp. !00.0/6,-
%umlah biaya produksi Bp.!./##.;/6,-
b2 Pendapatan benih ikan :34,/666 ekor I Bp.;66,- Bp.9.0:6.666,-
c2 &euntungan Bp. "!0.9#6,-
d2 Parameter kelayakan usaha
B.* ratio !,#9
17.!. Gam/aran "*.uan2 A2ri/isnis
$engan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa,
danau alam dan buatan seluas hampir mendekati !0 juta ha merupakan potensi
alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia.
- a l. !0 . !/
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
$isamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh
pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam
hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca
panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periiFinan
import.
Calaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan nila dan ikan air tawar
lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah
hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke
tahun. Apabila pasaran lokal ikan nila mengalami kelesuan, maka akan
sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di
tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan nila boleh
dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya
potensi pendukung dan 'aktor permintaan komoditi perikanan untuk
pasaran lokal, maka sektor
perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.
11. DA&TAR "USTAKA
a2 Sugiarto Ir, !"::, eknik Pembenihan Ikan @ujair dan Nila. Penerbit
*H. Simple> 1Anggota I&API2J.
b2 Bahardi, +. !""0. &ristiawati, Begina. NaFaruddin. Agribisnis Perikanan,
Penerbit Swadaya, %akarta.
1!. K(NTAK HUBUNGAN
Proyek Pengembangan Gkonomi @asyarakat Pedesaan = BAPPGNAS<
%l.Sunda &elapa No. ; %akarta, el. 69! 0"6 ":9" , +a>. 69! 0"6 ":9"
%akarta, @aret 9666
Sumber ( Proyek Pengembangan Gkonomi @asyarakat Pedesaan, Bappenas
Gditor ( &emal Prihatman
KE % B A L I K E % E NU
- a l. !/ . !/
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II !antai " BPP Teknologi# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tlp% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# ttp233444%ristek%go%id