Anda di halaman 1dari 16

Bab 2

Uraian Pendekatan Teknis, Metodologi dan


Program Kerja

2.1. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kawasan industri adalah untuk memberikan kemudahan bagi
kegiatan industri. Nilai lebih dari kawasan industri dibandingkan dengan di luar kawasan
industri antara lain seperti tanah telah siap bangun, jaminan memperoleh hak atas tanah,
investor tidak perlu membiayai pembangunan infrastrukur, karena sarana dan prasarana
yang diperlukan telah disiapkan oleh pengusaha kawasan industri, keamanan dan
kenyamanan serta kebersihan lebih terjamin karena dikelola oleh perusahaan kawasan
industri. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh kawasan industri tersebut, maka para
investor memperoleh kemudahan dalam melakukan kegiatan industrinya. Dengan adanya
pelayanan yang baik tersebut diharapkan investor akan tertarik menanamkan modalnya di
dalam kawasan industri, sehingga kawasan industri dapat menjadi sarana daya tarik
investasi bagi daerah dimana kawasan industri tersebut berdiri.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik secara faktual terus meningkat dari beberapa
sektor unggulan diantaranya sektor industri dan perdagangan jasa. Hal tersebut didukung
dengan Penataan tata ruang di Kawasan Pantura Gresik sebagaimana tertuang dalam
Perda No 8 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
Gresik 2010 2030, dan Rencana Teknik Ruang Kawasan Pelabuhan (RTRKP)
Kabupaten Gresik. Di dalam RTRW dan RTRKP tersebut, telah diarahkan tentang
rencana pengembangan kawasan strategis industri di wilayah Gresik utara. Disamping itu,
pengembangan kawasan strategis industri di wilayah Gresik utara diharapkan akan
memperkuat koridor industri dalam skenario Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan
Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) yang menyebutkan bahwa
Kabupaten Gresik merupakan bagian dari rencana pengembangan investasi di sektor
industri.
Melalui penataan kawasan yang tepat, diharapkan pengembangan kawasan Industri di


wilayah Gresik Utara tidak berdampak negative dan dapat terkendali sesuai rencana tata
ruang yang ada, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar dan
Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian kebutuhan Infrastruktur dan
PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara sebagaimana
peta rencana pola ruang daratan pada lampiran XI Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Gresik 20102030, yang meliputi Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu,
Dukun, Ujung Pangkah dan Panceng Kabupaten Gresik (Peta terlampir). Diharapkan,
dengan kajian ini tercipta kawasan Industri yang layak, ramah lingkungan, nyaman,
mandiri dan berkelanjutan.
2.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dilaksanakannya kegiatan Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana,
Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara yaitu merumuskan penyediaan
Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) dalam rangka pengembangan Kawasan
Industri di Gresik Utara yang layak, ramah lingkungan, nyaman, mandiri dan
berkelanjutan.
Tujuan kegiatan Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas)
Kawasan Industri di Gresik Utara adalah :
1. Merumuskan kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas)
Kawasan Industri di Gresik Utara.
2. Merumuskan strategi dan alternatif kebijakan untuk percepatan penyediaan
Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik
Utara.
3. Menyusun model penyediaan masing-masing jenis Infrastruktur dan PSU (Prasarana,
Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara.
2.3. Sasaran
Sasaran diadakannya kegiatan ini adalah :
1. Tersusunnya kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas)
Kawasan Industri di Gresik Utara.
2. Tersusunnya strategi dan alternatif kebijakan untuk percepatan penyediaan
Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) dalam rangka pengembangan
Kawasan Industri di Gresik Utara.


3. Tersusunnya model penyediaan masing-masing jenis Infrastruktur dan PSU
(Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara.
2.4. Ruang Lingkup Pekerjaan
a. Lingkup Lokasi
Lingkup lokasi kegiatan ini mencakup Kawasan Industri di Gresik Utara sebagaimana
peta rencana pola ruang daratan pada lampiran XI Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Kabupaten Gresik 2010 2030, yang meliputi Kecamatan Manyar, Bungah,
Sidayu, Dukun, Ujung Pangkah dan Panceng Kabupaten Gresik.
b. Lingkup Materi / Substansi
1. Identifikasi Jenis dan status Infrastruktur dan Prasarana Sarana dan Utilitas
Umum (PSU) eksisting;
2. Rumusan skala prioritas penyediaan Infrastruktur dan PSU yang berlandaskan
pada tingkat urgensi / aspek kebutuhan dan kemampuan sumber daya yang
dapat dimobilisasi
3. Alternatif strategi dan kebijakan untuk implementasi rencana Infrastruktur dan
PSU yang selanjutnya dapat dibuatkan model sebagai acuan rencana tindak
(action plan) penyediaan PSU Kawasan Industri di Gresik Utara.
c. Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan
Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Persiapan
2. Kegiatan Penyusunan Laporan Pendahuluan
3. Survey dan Pengumpulan Data
4. Pengolahan dan Analisa Data
5. Penyusunan Hasil Kajian
6. Diskusi Metode dan Hasil Kajian
7. Pelaporan
Hasil kajian yang sudah disusun seperti penjelasan dimuka, selanjutnya akan


disajikan dalam bentuk buku laporan yaitu:
1) Laporan Pendahuluan
2) Fakta Analisa
3) Laporan Akhir
4) Laporan Ringkas.
2.5. Keluaran (Output)
Seluruh rangkaian proses kegiatan Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana,
Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara diarahkan untuk mencapai tujuan
dan sasaran seperti uraian dimuka dan selanjutnya diharapkan dari proses tersebut dapat
menghasilkan keluaran sebagai berikut:
1. Kajian Skala prioritas kebutuhan Infrastruktur untuk menunjang pengembangan
kawasan Industri di Gresik Utara.
2. Alternatif strategi dan kebijakan (action plan) untuk penyediaan Infrastruktur dan
PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) dalam rangka pengembangan kawasan Industri
di Gresik Utara.
3. Rekomendasi model pelaksanaan penyediaan masing-masing jenis Infrastruktur dan
PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara.
2.6. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana,
Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara adalah 90 (Sembilan Puluh) Hari,
sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh Pejabat Pembuat Komitmen.




2.6 METODOLOGI DAN RENCANA KERJA
2.6.1. Istilah Umum Pekerjaan Kajian Kebutuhan Pengembangan Infrastruktur dan
PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas) Kawasan Industri
1. Kawasan Industri
Kawasan Industri adalah suatu tempat pemusatan kegiatan industri yang
dilengkapi dengan prasarana dan sarana yang disediakan dan dikelola
oleh perusahaan kawasan industri. Hal ini berbeda dengan Zona Industri
yang juga merupakan pemusatan industri tetapi tanpa dilengkapi dengan
prasarana dan sarana yang memadai.
2. Infrastruktur
Infrastruktur adalah bangunan atau fasilitas-fasilitas dasar, peralatan-
peralatan, instalasi-instalasi yang dibangun dan dibutuhkan untuk
mendukung berfungsinya suatu kawasan. Infrastruktur merupakan aset
fisik yang dirancang dalam sistem sehingga mampu memberikan
pelayanan prima pada kawasan. Klasifikasi infrastruktur kawasan industri
terdiri dari :
1) Air Bersih
2) Air Limbah
3) Drainase
4) Sampah
5) Jaringan Jalan
6) Jaringan Listrik
7) Jaringan Komunikasi
8) Fasilitas Umum
3. Sistem Jaringan Jalan
Jalan adalah suatu prasarana darat dalam bentuk apapun, meliputi segala
bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang
diperuntukkan bagi lalu lintas. Fungsi jalan adalah untuk pergerakan
manusia, barang dan sumber daya lain secara aman dan efisien dalam
kehidupan sosial ekonomi. Dapat dikatakan bahwa suatu ruang yang
disediakan untuk lintasan pergerakan massa lalu lintas dari suatu tempat
(asal) ke tempat lainnya (tujuan) sedemikian rupa sehingga terwujudlah


transportasi jalan yang aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman, dan
efisien.
Kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum melalui satu titik jalan yang
dapat dipertahankan persatuan jam pada kondisi tertentu. Pada jalan dua
jalur dua arah, kapasitas ditentukan dengan arus dua arah (kombinasi dua
arah), tetapi untuk jalan banyak lajur arus dipisahkan per-arah dan
kapasitas ditentukan per-lajur.
Volume lalu lintas adalah suatu ukuran untuk mengetahui jumlah dari lalu
lintas, atau menunjukkan jumlah kendaraan yang melintasi satu titik
pengamatan dalam satu satuan waktu (hari, jam, menit). Volume lalu lintas
yang tinggi membutuhkan suatu perkerasan jalan yang lebar, sehingga
tercipta kenyamanan dan keamanan, tetapi sebaliknya jalan yang terlalu
lebar dengan volume lalu lintas rendah justru membahayakan karena
pengemudi mempunyai kesempatan mengemudikan dengan kecepatan
tinggi, sementara kondisi jalan belum tentu seimbang dengan kecepatan.
4. Sistem Air Bersih
Sistem air bersih tidak sebatas pada lingkup sistem distribusi air bersih dan
tingkat pelayanannya, tetapi juga pada air baku bagi pasokan produksi
sistem. Sehingga dapat dikatakan bahwa sistem air bersih sangat
tergantung dari sumber daya pendukung dan lingkungan baik kawasan itu
sendiri maupun sumber- sumber dari luar atau pendukung.
5. Sampah
Sampah adalah sesuatu yang sudah tidak dapat digunakan lagi, tidak
terpakai, tidak disenangi dan sesuatu yang sudah dibuang yang berasal
dari aktifitas manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sampah adalah
limbah yang bersifat padat yang berasal dari zat organik dan anorganik
yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak menganggu
lingkungan.
6. Drainase
Sistem Drainase adalah jaringan drainase yang mempunyai daerah
layanan di dalam suatu kawasan.


Kegunaan dari sistem drainase adalah untuk melindungi seluruh aset
kawasan baik material maupun non material akibat hujan, erosi, banjir dan
bencana lain maupun polusi yang diakibatkan dari sanitasi yang kurang
memadai, Pada dasarnya sistem drainase perkotaan bertujuan
mengendalikan aliran permukaan dalam melindungi tanaman, tanah
permukaan yang porous dan elemen lingkungan lain yang memiliki resiko
kerusakan yang diakibatkan oleh aliran air permukaan.
7. Jaringan Listrik
Infrastruktur listrik meliputi Pembangkit, Gardu, dan Jaringan kabel. Sistem
kelistrikan ini memiliki berbagai fasilitas sesuai dengan fungsi masing-
masing sarana sistem, kapasitas sistem dan tingkat pelayanan sistem.
Maka hal ini merupakan kerjasama dari berbagai sistem sarana yang
menuntut adanya interconnection yang mampu menjamin tingkat layanan
sistem.
5. Jaringan Komunikasi
Pengertian telekonmunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang
digunakan dalam bertelekomunikasi. Dimana Perangkat telekomunikasi
adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkan
bertelekomunikasi. Telekomunikasi pada kawasan industri telah merupakan
kebutuhan vital dalam aktivitas, perkembangan teknologi komunikasi
mempengaruhi perkembangan kawasan dengan pesat.
2.6.2. Metodologi Identifikasi
Metodologi yang akan diterapkan di dalam kerangka pekerjaan dibagi kepada
tiga bagian proses yang meliputi :
Proses Kompilasi
Data
Proses Analisa dan
Studi Komprehensif
Proses Kompilasi
Data
Feed back
Umpan balik
Feed back
Umpan balik
Feed back
Umpan balik





1. Proses Kompilasi Data
Untuk menopang kegiatan analisis, ditetapkan metoda pendekatan yang
bersifat deskriptif: ialah suatu upaya untuk menghubungkan fakta dengan
interprestasi yang tepat.
Metoda deskriptif yang ditetapkan menitikberatkan pada hasil survey,
statistika dari gejala-gejala sosial, gejala ekonomi, institusi, tata ruang,
kependudukan, aktivitas-aktivitas yang terkait dengan jasa dan layanan-
layanan yang diberikan oleh Kawasan Industri Gresik Utara.
2. Metodologi Analisis
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan
antara kuantitatif dan kualitatif. Teknik Kuantitatif dipergunakan untuk
mengukur data berupa angka atau kualitatif diangkakan berkenaan dengan
tingkat pelayanan dari infrastruktur. Sedangkan teknik kualitatif digunakan
untuk menjelaskan dan mengetahui hal-hal yang tidak bisa dijelaskan
secara kuantitatif.
Analisis kualitatif berupa :
a. Deskriptif yaitu keadaan objek studi melalui uraian, pengertian ataupun
penjelasan baik terhadap analisis terukur maupun tidak terukur.
b. Normatif yaitu analisis terhadap keadaan yang seharusnya mengikuti
suatu aturan atau pedoman ideal, untuk memberikan gambaran dan
penjelasan verbal terhadap informasi, tentang sistem jaringan, tata
guna lahan, dan kebijakan serta arahan pengembangan kawasan.
2.6.3. Bagan Alir Pekerjaan
Secara garis besar, bagan alir pekerjaan Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU
(Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara adalah
sebagai berikut :




Bagan alir pekerjaan


Fakta dan Analisa
Laporan Akhir
Laporan Ringkas
Mulai
Orientasi Awal Studi Literatur
Identifikasi
Metoda Kerja
Penyusunan
format survey
Identifikasi Kebijakan
dan Pengembangan
Pengumpulan Data
Survey Data Sekunder
Survey Data Primer
Kompilasi Data Analisa Data
Implementasi dan
Evaluasi
Laporan Pekerjaan
Kajian kebutuhan
Infrastruktur dan PSU
Kawasan Industri di
Gresik Utara
Selesai
Laporan Pendahuluan


2.6.4. Pekerjaan Persiapan
Kegiatan persiapan mencakup kegiatan memenuhi persyaratan administrasi
maupun teknis. Termasuk dalam kegiatan ini adalah penyusunan jadwal detail
kegiatan, inventarisasi lokasi/obyek kajian dan mobilisasi sarana prasarana dan
Sumber daya lain yang dibutuhkan.
2.6.5. Mobilisasi Personil
Seluruh personil dan peralatan pendukung dimobilisasi sesuai dengan jadwal
penugasan dan penggunaannya sesaat setalah SPMK diterbitkan.
2.6.6. Survey Awal
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari data dan informasi yang diperlukan,
dalam rangka penyusunan rencana Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU
(Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara. Data dan
informasi yang dikumpulkan dalam kegiatan ini antara lain adalah :
a) Rencana Detail (RDTR, RTBL, BWP) yang berkaitan dengan Kawasan
Industri Gresik Utara
b) Peta dan gambar Kawasan Industri Gresik Utara
c) Rencana Tata Ruang (RTRW nasional, propinsi mapun daerah)
d) Rencana Teknis (Preliminary study, master plan, site plan, DED) dan
dokumen rencana atau study lainnya yang terkait dengan wilayah
pengembangan Kawasan Industri Gresik Utara
e) Status dan realisasi perizinan terutama izin pemanfaatan ruang dan izin
lokasi
2.6.7. Penyusunan Rencana Kerja & Laporan Pendahuluan
Kegiatan ini merupakan tahapan awal yang harus dilakukan untuk menyusun
rencana/proposal dalam rangka pelaksanaan kegiatan yang berlandaskan pada
kerangka acuan kerja yang ditetapkan oleh pemberi pekerjaan.
Data yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan pendahuluan terlebih dahulu
dianalisis dan selanjutnya dijadikan bahan untuk menyusun rencana kerja. Materi
yang perlu dituangkan dalam rencana kerja tersebut antara lain adalah :


Sasaran dan volume pekerjaan
a) Alternatif kegiatan
b) Standar prestasi petugas
c) Jadwal pelaksanaan pekerjaan
d) Organisasi dan jumlah pelaksana
e) Perkiraan peningkatan pokok ketetapan pajak
f) Hasil akhir
Dalam penyusunan rencana kerja perlu diperhatikan dua hal berikut :
1) Fleksibilitas, artinya rencana kerja tersebut mampu menampung
perubahan-perubahan pelaksanaan di lapangan tanpa harus mengubah
rencana kerja.
2) Konsisten, artinya hal-hal yang telah ditentukan dalam rencana kerja
tersebut harus dapat dipenuhi secara konsisten, seperti halnya standar
prestasi kerja, jumlah personil, waktu yang diperlukan, biaya, dan lain-lain.
Dengan adanya Laporan Pendahuluan ini, diharapkan seluruh Tim pelaksana
pekerjaan dapat mengetahui secara jelas konsep/kerangka dasar kegiatan
mulai tahap input, proses/metodologi sampai output yang dihasilkan serta
rekomendasi dan tahapan pelaksanaannya. Penyusunan Laporan pendahuluan
intinya antara lain menjelaskan:
- Latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, output
- Ruang Lingkup Pekerjaan
- Metodologi pendekatan studi
- Jadwal Penyelesaian
- Sistematika laporan kemajuan pekerjaan
- Struktur organisasi pelaksana pekerjaan
- Komposisi tenaga ahli
Laporan Pendahuluan, dibuat dalam rangka persiapan pekerjaan survey
berisikan latar belakang pekerjaan, maksud dan tujuan, lingkup pekerjaan,
metode dan pendekatan pekerjaan, jadwal pelaksanaan kegiatan maupun
instrumen-instrumen survey yang akan digunakan dilapangan pada saat survey


lapangan. Laporan ini akan didiskusikan dengan tim teknis untuk mendapat
masukan dan kesepakatan terkait metode dan subtansi materi kajian.
Adapun spesifikasi buku laporan pendahuluan adalah sebagai berikut:
- Jenis buku : Laporan Pendahuluan
- Jumlah buku : 20 Eksemplar
- Ukuran buku : A4 (29,7 x 21,5 cm)
- Pengetikan : 1,5 spasi, pada kertas HVS putih polos
- Laporan diselesaikan paling lambat 3 minggu sejak SPMK di terbitkan.
2.6.8. Invetarisasi Data Pimer dan Survey
Kegiatan survey dan pengumpulan data dilakukan dengan tujuan untuk:
- Memahami karakteristik lokasi, kondisi eksisting dan atau program/
perencanaan yang dijadikan dasar untuk pengembangan Kawasan Industri di
Gresik Utara.
- Mengumpulkan data-data, baik primer maupun sekunder /instansional atas
kebijakan, program, perencanaan yang berkaitan dengan pengembangan
Kawasan Industri di Gresik Utara.

2.6.9. Pengolahan, Evaluasi dan Analisa Data
Kegiatan kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan
Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara, meliputi:
- Kompilasi dan Uji Data.
Merupakan kegiatan inventarisasi, identifikasi dan tabulasi data dan informasi
ke dalam matrik berdasrkan kelompok data. Selanjutnya dilakukan uji
keabsahan/validitas data, baik primer maupun sekunder. Data dasar tersebut
meliputi data PSU baik yang bersumber dari informasi eksisting maupun
dari rencana Tata Ruang Kawasan Industri di Gresik Utara.
- Metode dan pendekatan analisis
Metode yang dipergunakan harus berdasarkan metode penelitian ilmiah yang
relevan baik melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Metode
kuantitatif harus dapat menghasilkan besaran-besaran parameter yang
terukur. Sedangkan metode kualitatif harus dapat menjelaskan/sinkron
dengan data-data variabel dan hasil pengolahan data kuantitatif. Pendekatan


analisis terhadap skala prioritas dan strategi penyediaan Prasarana Sarana
dan Utiltas Umum (PSU) dapat mengkombinasikan pendekatan statistik,
pendekatan deskriptif kualitatif maupun PRA (Participatory Rural Appraisal).

2.6.10. Laporan Kompilasi Data Fakta dan Analisa
Laporan Kompilasi Data Fakta dan Analisa, merupakan laporan penyajian data
primer maupun sekunder hasil study literatur, kuisiner/ wawancara atau diskusi
lainnya dalam bentuk tabulasi, matrik data dengan analisis diskriptif kualitatif
maupun kuantitaif yang akan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan
laporan akhir.
Adapun spesifikasi buku fakta analisa adalah sebagai berikut :
- Jenis buku : Fakta Analisa
- Jumlah buku : 20 Eksemplar
- Ukuran buku : A4 (29,7 x 21,5 cm)
- Pengetikan : 1,5 spasi, pada kertas HVS putih polos
- Laporan diselesaikan paling lambat 8 minggu sejak SPMK di terbitkan.

2.6.11. Penyusunan/Diskusi Draft Laporan Akhir
Usulan metodologi dan hasil kajian akan didiskusikan dengan tim teknis dan
pihak-pihak terkait untuk memperoleh masukan agar dapat tercapai hasil
maksimal sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Bentuk diskusi
yang dilakukan, serta pihak-pihak yang diundang ditentukan oleh pihak pemberi
pekerjaan kemudian (dengan atau berdasarkan masukan dari pihak lain).
Dalam kegiatan ini, pihak pelaksana pekerjaan yang telah ditunjuk mempunyai
kewajiban untuk menyiapkan materi diskusi dan materi/bahan paparan yang
merupakan ringkasan dari isi draft laporan.
Draft Laporan Akhir, merupakan laporan akhir sementara yang memuat hasil-
hasil analisis dan pembahasan serta opsi/rekomendasi. Laporan ini akan
didiskusikan dengan tim teknis dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan
masukan.
Adapun spesifikasi buku draft laporan akhir adalah sebagai berikut :
- Jenis buku : Draft Laporan Akhir


- Jumlah buku : 20 Eksemplar
- Ukuran buku : A4 (29,7 x 21,5 cm)
- Pengetikan : 1,5 spasi, pada kertas HVS putih polos
- Laporan diselesaikan paling lambat 10 minggu sejak SPMK di terbitkan.

2.6.12. Revisi dan Penyelesaian Laporan Akhir
Laporan Akhir, merupakan laporan dari seluruh proses kegiatan dari awal sampai
akhir yang memuat data-data hasil survei, hasil analisis dan pembahasan serta
rekomendasi. Laporan Akhir adalah hasil revisi dari Draft Laporan Akhir yang
sudah didiskusikan dengan tim teknis dan pihak terkait lainnya.
Adapun spesifikasi buku laporan akhir adalah sebagai berikut:
- Jenis buku : Laporan Akhir
- Jumlah buku : 20 Eksemplar
- Ukuran buku : A4 (29,7 x 21,5 cm)
- Pengetikan : 1,5 spasi, pada kertas HVS putih polos
- Laporan diselesaikan paling lambat 12 minggu sejak SPMK di terbitkan.
Laporan Ringkas (Executive Summary), merupakan ringkasan dari laporan akhir
yang cukup reprensentatif atas substansi laporan akhir.
Adapun spesifikasi buku laporan akhir adalah sebagai berikut:
- Judul buku : Laporan Ringkas
- Jumlah buku : 20 Eksemplar
- Ukuran buku : A4 (29,7 x 21,5 cm)
- Pengetikan : 1,5 spasi, pada kertas HVS putih polos
- Laporan diselesaikan paling lambat 12 minggu sejak SPMK di terbitkan.


Jadwal Pekerjaan
Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara




Jadwal Penugasan Personil
Kajian kebutuhan Infrastruktur dan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) Kawasan Industri di Gresik Utara