Anda di halaman 1dari 27

GANGGUAN HAID

DAN
PENATALAKSANAANYA


Haid :
Perdarahan secara
periodik dan siklik dari
uterus, disertai
pelepasan( deskuamasi)
endometrium
Siklus Haid normal
SSP
- Korteks serebri
- Hipothalamus
- Hipofise


Ovarium
Endometrium
/Uterus

Bagaimana haid terjadi ?
Korteks serebri


Hipothalamus


Hipofise



Emosi
iklim
FSH-RF
LH-RF
PIF
Gn-RH
FSH
LH
Ovarium
Perkembangan folikel
Endometrium
Estrogen
Progesteron
Fase proliferasi

Fase sekresi

Menstruasi
Korteks serebri
Hipothalamaus
FSH-RH
FSH
Ovarium
Folikel Folikel de graf
Estrogen
(-)
Uterus
Proliferasi
(+)
Progesteron
LH-RH
(-)
LH
(+)
Menstruasi
Ovulasi
Hipofise
Sekresi
Korpus luteum

Definisi


Kelainan dalam banyaknya haid

Normal
2-5 pembalut / hari
Hipermenore
>5 pembalut / hari
Hipomenore
<2 pembalut / hari
Spotting
(bercak)
Kelainan lamanya perdarahan
Normal
3-6 hari
Menoragia
>6 hari
Brakimenorea
<3 hari
Pasca menstrual spoting

Premenstrual Spotting
Kelainan menurut kelainan siklus/Ritmik
Eumenorea
25-31 hari
Polimenorea (terlalu sering)
<25 hari
Oligomenorea (terlalu jarang)
<31 hari
Amenorea
Metroragia (perdarahan interval)
(diluar siklus haid)
Spotting pertengahan siklus
Dysfungsional Uterine
Bleeding / DUB
Perdarahan uterus abnormal (Jumlah,
Frekuensi dan lamanya) yang terjadi baik
Di dalam maupun diluar siklus haid
Yang semata-mata disebabkan oleh gangguan
Funsional poros hipotalamus-hipofise
-ovarium-endometrium
DUB Perimenarse
3-5 tahun setelah menarse
Siklus tak teratur (lama dan jumlah)

Penyebab : - siklus anovulatorik
- Ggn Pembekuan darah
- Psikis
Diagnostik : SBB, FSH,LH
Pengobatan : 90% anovulatorik ovulatorik
tak perlu pengobatan hormonal
Hormonal duberikan
pada
1. Tak dijumpai kel.organik dan kel. Darah
2. DUB 6 bulan lamanya atau 2 tahun siklus anovulatorik
3. KU jelek
40-52 tahun
Harus dipikrkan adanya keganasan
DUB Perimenopause
Mikrokuret PA
Keganasan
Hiperplasia
HTSOB Hormanal 3-6 bulan
Kuret ke 2 PA
Tak ada perubahan
Prinsip dasar penanganan DUB
1. Singkirkan kelainan organik dan kel. Darah
2. Perdarahan banyak/KU jelek/Anemia hentikan
perdarahan dengan inj. Estrogen atau dengan
progesteron
3. Atur siklus haid 3 bulan berturut-turut
4. Bila setelah 3 bulan keadaan kembali seperti semula
dilakukan analisis hormonal

Hipermenorea
Haid banyak (6-7 pembalut /hari, dan setiap
pembalut basah semua
Penyebab
Kelainan uterus : mioma uteri, hipoplasia, infeksi
Kelainan darah
Gangguan hormonal
Diagnosis
A/ : haid banyak-banyak
> 35 thn kuretase
Pengobatan
Progesteron : 16-25 siklus haid
Kombinasi E dan P : 16-25 siklus haid
Pil KB yang mengandung progesteron tinggi
Hipomenorea
Darah sedikit, ganti pembalut 1-2 kali/hari,
lama 1-2 hari

Penyebab :
Kekurangan estrogen dan progesteron

Pengobatan :
kombinasi E dan P hari ke 16-25 siklus haid
Metroragia
Di luar siklus haid
Penyebab kel.organik atau hormon
Pengobatan
kel organik sesuai penyebab
kel Hormon : E dan P 16-25 siklus haid
Menoragia
Perdarahan siklik
> 7 hari dan banyak
Penyebab dan Pengobatan

Sama dengan hipermenorea

Perdarahan pra haid

Terjadi 3-4 hari sebelum haid spotting

Akibat penurunan kadar estrogen
Pengobatan :

estrogen :
3-4 sebelum haid sampai 2 hari
sebelum haid berikutnya datang
E dan P 16-25 siklus haid
Pil KB 18-25 siklus haid
Perdarahan paska haid
Biasanya terjadi 7 hari setelah haid
Akibat
keterlambatan pelepasan endometrium
Gangguan reepitelisasi endometrium
Diagnosis
sitologi vaginal , histologi endometrium
pemeriksaan hormonal secara serial
Pengobatan:
hari ke 6-16 : Estrogen
hari ke 17 26 : E dan P
Gangguan Ritmus
1. Polimenorea ( <24 hari )
Jenis/Patogenesis Tipe Siklus Tipe
Perdarahan
Fertilitas Pengobatan
hormonal

Fase folikuler
memendek


Bifasik

teratur

+

E : 2x1
Hari ke 3-8
Insufisiensi
Korpus
luteum

bifasik
Sering
memanjang

+
P : 5-10 mg/hr
Hari ke 18-25

Hanya fase
folikuler

Monofasin
(anovulatoar)

Umumnya
memanjang

-

Induksi
Ovulasi



1. Oligomenorea ( > 31 hari )
Jenis/Patogenesis Tipe Siklus Tipe
Perdarahan
Fertilitas Pengobatan
hormonal

Fase folikuler


Bifasik

teratur

+

Tidak perlu

Fase sekresi
memanjang

bifasik

Umumnya
teratur

+

Tidak perlu

Hanya fase
sekresi

bifasik

memanjang

-

Induksi
Ovulasi
Amenore
(haid (-) 3 bulan berturut-turut)
Fisiologik Patologis
prapubertas
kehamilan
laktasi
menopause
Primer Sekunder
Pernah haid ,
Kemudian tidak haid
3 bulan berturut-turut
Tidak pernah haid ,
Meskipun usia sudah 18
tahun

Etiologi

1. Penyebab secara umum Pubertas tarda
Insufisiensi kel. Hipofise
Peny. Non endokrinologi
Peny. Kronik
Intoksikasi
Kurang Gizi
Kerja Berat
2. Penyebab divagina Tidak ada Vagina
Himen imferporata
3. Penyebab di Uterus Tak ada uterus
Kel. Kongenital
Uterus hipoplasia
Atresia serviks
Atresia kavum uteri
Kerusakan endometrium akibat kuretase
Infeksi dan Obat-obatan
4. Penyebab di Ovarium Tidak ada ovarium
Hipogenesis ovarium
Pengangkatan ovarium
Ovarium polikistik
Insufisiensi ovarium (penyinaran)
Folikel persisten
Tumor ovarium
5. Penyebab di hipofise Insufisiensi sekunder :tumor
,trauma, HPP (sheehan sindr.)
6. Penyebab di ensefal Insufisiensi sekunder :tumor
trauma, kegemukan ,kekurusan
(anoreksia nervosa)
7. Penyebab di kortek Trauma psikis
8. Penyebab di Adrenal Insufisiensi suprarenal dan tumor
9. Penyebab di kel Tiroid Hipotiroid/Hipertiroid
10. Penyebab di pankreas Kekurangan insulin
11. Obat-obatan Steroid seks atau obat-obatan
yang meningkatkan kadar PRL
Diagnosis
Anamnesa
Usia menars, pertumbuhan badan
Apakah terdapat stress berat
Apakah menderita penyakit-penyakit berat
Apakah menggunakan obat-obat penenang
Apakah terdapat peningkatan/penurunan
berat badan yang mencolok
Pemeriksaan Ginekologis
Pemeriksaan genitalia eksterna/interna
Uji P : Progesteron : 7-10 hari
(+)
(-)
uterus dan endometrium normal
Vagina dan selaput dara yang normal
Ovarium normal
Hipofisis yang normal
Hipothalamus yang normal
Normalkan siklus haid
Dengan pemberian E dan P
selama 3 siklus
Uji E dan P
(+) (-)
Analisa hormonal