Anda di halaman 1dari 22

PERCOBAAN XIII

PEMERIKSAAN KOLESTEROL DARAH, HDL, LDL DAN


TRIGLISERIDA



1. TUJUAN
Untuk menentukan adanya kolesterol dalam darah serta pemeriksaan HDL, LDL
dan Trigliserida.

2. PRINSIP

Kolesterol dengan acetic anhydrida dan asam sulfat pekat pada temperatur
kamar membentuk senyawa yang berwarna coklat hijau tua dengan cara ini
ekstraksi dan deproteinasi dapt ditiadakan.

3. TINJAUAN PUSTAKA

Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel
tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan
baku beberapa hormon, namun apabila kadar kolesterol dalam darah berlebihan, akan
mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke. Kolesterol secara alami bisa
dibentuk oleh tubuh sendiri, selebihnya didapat dari makanan hewani, seperti daging,
unggas, ikan, margarin, keju, dan susu. Makanan yang berasal dari nabati, seperti buah,
sayur, dan beberapa biji-bijian, tidak mengandung kolesterol. Kolesterol sendiri tidak
larut dalam darah, untuk itu perlu berikatan dengan pengangkutnya yaitu lipoprotein,
yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau high-density lipoprotein (HDL). Kolesterol
yang normal harus di bawah 200 mg/dl. Apabila di atas 240, anda berisiko tinggi terkena
serangan jantung atau stroke. Mengukur kadar kolesterol dengan metode CHOD-PAP2.
Menjelaskan nilai normal kolesterol serta kadar patologis dari hasil. Melakukan diagnosa
dini penyakit apa saja yang disebabkan oleh hasil kolesterol abnormal / patologis melalui
bantuan hasil praktikum yang dilakukan. Metabolisme lipoprotein dapat dibagi atas 3
jalur, yaitu jalur metabolisme eksogen, jalur metabolisme endogen danjalur reverse
cholesterol transport pathway (RCTP).

Kolesterol adalah komponen membran sel dan prekursor untuk hormon steroid
dan asam empedu yang disintesis oleh sel tubuh dan diserap dengan makanan. Kolesterol
di angkut di dalam plasma melalui lipoprotein, yang disebut kompleks antara lipid dan
apolipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), Very low density lipoprotein
VLDL), kilomikron. LDL berperan dalam pengangkutan kolesterol ke sel di perifer, HDL
bertanggung jawab terhadap pengambilan kembali koesterol dari sel. Empat kelas
perbedaan lipoprotein ini menunjukkan hubungan yang nyat terhadap atherosklerosis
koroner. LDL-Cholesterol (LDL-C) menyumbang pembentukan plak atherosklerosik di
dalam intima arteri dan terkait erat dengan penyakit jantung koroner serta berhubungan
dengan mortalitas. Pada saat kolesterol total dalam rentang nilai normal, peningkatan
konsentrasi LDL-C menunjukkan resiko tinggi HDL-C mempunyai efek perlindungan
dengan menghambat pembentukan plak dan menunjukkan terbalik dengan angka
kejadian PJK. Kenyataanya, nilai HDL-C yang rendah merupakan faktor resiko
independent. Beberapa uji coba klinis terkendalai menggunaan diet, perubahan gaya
hidup dan atau obat-obat yang berbeda (khususnya HMG CoA reduktase inhibitors,
statins) telah menunjukkan bahwa rendahnyakadar kolesterol total dan LDL-C
mengurangi resiko PJK secara drastis.


Metabolisme Lemak

Jalur metabolisme eksogen adalah lipid yangdiserap dari usus halus, jalur
metabolisme endogen adalah sintesa lipid ditubuh kita yaitu di hati, dan jalur reverse
cholesterol transport berkaitan dengan fungsi HDL yang menarik kolesterol yang
mengendap di jaringan khususnya di makrofag untuk di bawa kembali ke hati atau
jaringan steroidogenik lainnya. Berikut Jalur metabolisme eksogen dan endogen :













Gambar : Metabolisme Eksogen dan Endogen

Makanan berlemak yang kita makan terdiri dari trigliserida dan kolesterol.
Selain lemak yang berasal dari makanan, dalam usus juga terdapat kolesterol dari hati
yang dieksresi bersama empedu ke usus halus.Baik lemak diusus halus yang berasal dari
makanan maupun berasal dari hati disebut lemak eksogen.Trigliserid dan kolesterol
dalam usus halus akan diserap kedalam enterosit mukosa usus halus.Trigliserid akan
diserap sebagai asam lemak bebas sedang kolesterol sebagai
kolesterol.Didalam usus halus asam lemak bebas akan dirubah lagi menjadi
trigliserd,sedang kolesterol akan mengalami esterifikasi menjadi kolesterol ester dan
keduanya bersama fosfolipid dan apolipoprotein akan membentuk lipoprotein yang
dikenal dengan kilomikrom.

Kolesterol HDL

Kolesterol HDL disebut sebagai lemak yang baik, lantaran dapat membersihkan
dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolesterol HDL
yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk pria, atau di atas 50 mg/dl untuk wanita.
Penyebab kolesterol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta
kebiasaan merokok. Selain itu hormon testosteron pada pria, steroid anabolik, dan
progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL; sedangkan hormon estrogen wanita
menaikkan HDL sedangkan perbedaan kolesterol Lp(a) adalah suatu variasi dari
kolesterol LDL. Lp(a) yang tinggi berbahaya bagi jantung. Penyebab peningkatan Lp(a)
belum jelas, mungkin berkaitan dengan faktor genetik. HDL merupakan kolesterol baik
yang membawa lipoprotein dengan kerapatan tinggi (high-density lipoproteins). Bila
memiliki lebih artinya berada pada risiko rendah terkena penyakit jantung koroner.

Kadar HDL (Kolesterol Baik)
Kurang dari 50 (wanita)/ 40 (pria) Normal
Lebih dari 60 Tinggi

HDL mengangkut kolesterol dari sel-sel untuk kembali ke liver. Semakin tinggi
kadar HDL, semakin baik bagi kita. Progesteron, anabolic steroid, dan testosteron
cenderung menurunkan HDL, sementara estrogen menaikkan kadar HDL.

Rasio Kolesterol

Yang dimaksud dengan Rasio Kolesterol (Cholesterol Ratio) adalah perbandingan
dari kolesterol total dibagi dengan kolesterol HDL. Misalnya bila kolesterol total anda
200 mg/dl, kolesterol HDL 50 mg/dl, maka Rasio Kolesterol adalah 200 : 50 = 4 : 1.
Upayakan Rasio selalu di bawah 5 : 1, rasio yang optimal adalah 3.5 : 1.

Biasanya diberikan hasil kolesterol sebagai rasio kolesterol total terhadap
kolesterol HDL (hal ini sama dengan menyatakan kolesterol total dibandingkan dengan
kolesterol HDL). Menurut American Heart Association (AHA), rasio sebaiknya di bawah
5:1 dengan jumlah optimal 3.5:1. Mungkin juga untuk membandingkan kolesterol LDL
dengan kolesterol HDL untuk mendapatkan rasio (sama saja dengan menyatakan rasio
kolesterol LDL terhadap kolesterol HDL). Dalam hal ini, rasio harus di bawah 3.5.
Bagaimanapun, AHA merekomendasikan untuk menggunakan angka mutlak untuk
kolesterol dibandingkan rasio. Alasannya angka mutlak dapat membantu dokter
memutuskan tipe penyembuhan yang dibutuhkan pasien dibandingkan rasio.

Kisaran kolesterol HDL
1. Kurang dari 40 mg/dL Terlalu rendah
2. Lebih dari 40 mg/dL Menguntungkan terutama di atas 60 mg/dL

Pemeriksaan profil lipid (kolesterol total, kolesterol HDL dan trigliserida)
dilakukan setelah berpuasa sepanjang malam. Beberapa tes memungkinkan kolesterol
LDL dapat dihitung. Kenaikan trigliserida merupakan faktor umum dan risiko penyakit
jantung koroner. Trigliserida dapat bertambah meskipun total dan kolesterol HDL
normal. Jadi, tidak ada cara untuk mengetahui seseorang memiliki trigliserida tinggi
kecuali dihitung melalui tes. Bila usia 20 tahun atau lebih dan tidak memiliki penyakit
jantung dan kolesterol LDL kurang dari

100 mg/dL Diinginkan
100 129 mg/dL Mendekati optimal/Melebihi optimal
130 159 mg/dL Batas tinggi
160 189 mg/dL Tinggi
190 mg/dL dan lebih Sangat tinggi

Bila memiliki penyakit jantung atau diabetes, maka kolesterol LDL sebaiknya 100
mg/dL atau kurang.

Kolesterol LDL

Kolesterol LDL merupakan kolesterol jahat yang membawa lipoprotein dengan
kerapatan rendah (low-density lipoproteins). Sebaiknya kadar kolesterol LDL rendah
karena berkaitan dengan risiko lebih tinggi penyakit jantung. Kolesterol LDL atau Lemak
yang Jahat Kolesterol LDL adalah lemak yang jahat, karena bisa menimbun pada
dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang mensuplai
makanan ke jantung dan otak. Timbunan lemak itu makin lama makin tebal dan makin
keras, yang dinamakan arteriosklerosis, dan akhirnya menyumbat aliran darah. Kolesterol
LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolesterol
LDL 100 129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan (borderline), apabila di atas 130
dan disertai factor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak olahraga, apalagi
jika sudah mencapai 160 atau lebih, maka segera perlu diberi obat.

Kurang dari 100 Optimal
100-129 Mendekati optimal
130-159 Batas normal tertinggi
160-189 Tinggi
Lebih dari 190 Sangat tinggi

LDL adalah pengangkut kolesterol dari liver ke sel-sel. Bila terlalu banyak LDL,
kolesterol akan menumpuk di dinding-dinding arteri dan menyebabkan sumbatan arteri
(aterosklerosis). Semakin rendah kadar LDL, semakin kecil risiko Anda terkena serangan
jantung dan stroke. Faktor risiko penyakit jantung dan stroke lainnya menentukan
seberapa tinggi LDL Anda seharusnya dan penanganan apa yang tepat bagi Anda.


Menghitung kolesterol LDL

Bila trigliserida kurang dari 400 mg/dL, dokter dapat menghitung kadar LDL
kolesterol berdasarkan kadar kolesterol total, kolesterol HDL dan trigliserida yang telah
diperiksa. Persamaan yang digunakan dokter : Kolesterol LDL = kolesterol total -
(kolesterol HDL + trigliserida/5). Hanya dokter yang sebaiknya menentukan cara terbaik
untuk mengevaluasi dan menafsirkan kadar kolesterol. Diskusikan dengan dokter bila
memiliki pertanyaan tentang kadar kolesterol atau cara terbaik untuk mengurangi risiko
terkena penyakit jantung.


Trigliserida

Trigliserida adalah bentuk lemak lain yang bisa berasal dari makanan atau
dibentuk sendiri oleh tubuh. Jika mempunyai trigliserida yang tinggi sering biasanya
diikuti juga oleh kolesterol total dan LDL yang tinggi, serta kolesterol HDL yang rendah.
Orang yang sakit jantung, diabetes, atau obesitas, biasanya mempunyai kadar trigliserida
yang tinggi. Trigliserida dalam darah yang normal harus di bawah 150 mg/dl. Beberapa
orang mempunyai trigliserida yang tinggi lantaran penyakit lain atau keturunan. Bila
memang ada factor keturunan, maka anda harus mengubah gaya hidup, mulai diet rendah
lemak, olahraga teratur, turunkan berat badan, tidak merokok, juga tidak minum alkohol,
bahkan dianjurkan mengurangi konsumsi karbohidrat (misalnya nasi, mie, atau roti)
sampai kurang dari 50 % dari jumlah kalori total.

Trigliserida bukan kolesterol melainkan salah satu jenis lemak yang terdapat
dalam darah yang dikemas dalam bentuk partikel lipoprotein. Makan makanan yang
mengandung lemak akan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dan cenderung
meningkatkan kadar kolesterol. lemak yang berasal dari nabati memang tidak
mengandung kolesterol namun mengandung trigliserida yang tinggi contohnya durian,
kelapa . Sejumlah faktor dapat mempengaruhi tingginya trigliserida dalam darah seperti
kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi, makanan yang tinggi glukosa / karbohidrat
serta minuman alkohol. Pada beberapa kasus ditemukan adanya hubunagn faktor genetik
dan trigliserida yang tinggi untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida harus
dibarengi dengan perubahan pola makan / memilah- milah jenis makanan.

Trigliserida ini merupakan senyawa hasil kondensasi 1 molekul gliserol dengan 3
molekul asam lemak. Di alam bentuk gliserida yang lain yaitu digliserida dan
monogliserida hanya terdapat sangat sedikit pada tanaman. Dalam dunia perdagangan
lebih banyak dikenal digliserida dan monogliserida yang dibuat dengan sengaja dari
hidrolisa tidak lengkap trigliserida dan banyak dipakai dalam teknologi makanan
misalnya sebagai bahan pengelmusi, penstabil dan lain-lain keperluan.


Kolesterol pada Wanita

Umumnya wanita mempunyai kolesterol HDL yang lebih tinggi daripada pria.
Hormon estrogen wanita bisa menaikkan HDL, sehingga wanita sebelum menopause
jarang kena serangan jantung. Wanita juga lebih banyak yang trigliseridanya tinggi.
Makin tua dan makin gemuk, menyebabkan kolesterol dan trigliseridanya makin tinggi
pula. Sebenarnya proses penebalan pembuluh darah atau arteriosklerosis dimulai dari
kolesterol yang tinggi pada masa anak. Oleh karena itu, upayakan kolesterol darah di
bawah 170 mg/dl dan kolesterol LDL paling tinggi 110 mg/dl untuk anak dan remaja.
Untuk memperbaiki kadar trigliserida omega 3 dan serat memiliki peranan yang cukup
penting. Oleh karena itu konsumsi suplemen jely gamat, spirulina dan vitaluxor
dianjurkan bagi mereka yang memiliki masalah. Kalung bio Fir dapat digunakan untuk
menunjang kesehatan. sekedar info berikut ini adalah ambang batas trigliserida dalam
darah sbb :
1. Kadar yang diinginkan : maksimal 150 mg / dl
2. kadar ambang batas tinggi : antara 151 - 250 mg /dl
3. Kadar trigliserida tinggi : 251 - 400 mg / dl
4. Kadar trigliserida amat tinggi : 401 mg / dl atau lebih

Struktur Kimia Trigliserida

Contoh trigliserida lemak tak jenuh. Bagian kiri: gliserol, bagian kanan (dari atas
ke bawah): asam palmitat, asam oleat, asam alfa-linolenat, rumus kimia: C55H98O6.
Trigliserida (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida) adalah sebuah
gliserida, yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak.[1] Trigliserida merupakan
penyusun utama minyak nabati dan lemak hewani.












Gambar : Struktur Umum Trigliserida

Rumus kimia trigliserida adalah CH2COOR-CHCOOR'-CH2-COOR", dimana R,
R' dan R" masing-masing adalah sebuah rantai alkil yang panjang. Ketiga asam lemak
RCOOH, R'COOH and R"COOH bisa jadi semuanya sama, semuanya berbeda ataupun
hanya dua diantaranya yang sama. Panjang rantai asam lemak pada trigliserida yang
terdapat secara alami dapat bervariasi, namun panjang yang paling umum adalah 16, 18,
atau 20 atom karbon. Asam lemak alami yang ditemukan pada tumbuhan dan hewan
biasanya terdiri dari jumlah atom karbon yang genap disebabkan cara asam lemak
dibiosintesis dari asetil-KoA. Sekalipun begitu, bakteria memiliki kemampuan untuk
menyintesis asam lemak dengan atom karbon ganjil ataupun rantai bercabang. Karena itu,
hewan memamah biak biasanya memiliki asam lemak berkarbon ganjil, misalnya 15,
karena aksi bakteria di dalam rumennya.

Kebanyakan lemak alami memiliki campuran kompleks dari berbagai macam
trigliserida; karena ini, lemak mencair pada suhu yang berbeda-beda. Lemak seperti
mentega kokoa hanya terdiri dari beberapa trigliserida, salah satunya mengandung
berturut-turut palmitat, oleat, dan stearat. Hal ini menyebabkan terjadinya titik lebur yang
tajam, yang menyebabkan coklat meleleh dalam mulut tanpa terasa berminyak. Pada sel,
trigliserida (atau lemak netral) dapat melalui membran sel dengan bebas, tidak seperti
molekul lainnya, karena karakteristiknya yang non-polar sehingga tidak bereaksi dengan
lapisan ganda fosfolipid pada membran.


Mengurangi Kolesterol Dalam Makanan

Pilih minyak nabati seperti minyak jagung atau minyak soya (kedelai) daripada
minyak hewani. Baca label yang tertera pada minyak sayur (vegetable oil), pilih yang
mengandung terutama lemak tak jenuh rantai tunggal atau jamak. Gantikan daging
dengan tahu, kacang, atau sayuran. Pilih daging kurus, daripada daging sosis atau
luncheon meat (daging kaleng). Buang lemak pada daging, dan pisahkan kulit dari ayam
dan bebek. Banyak makanan sayuran termasuk tahu dan kacang, daripada banyak daging.
Pakai margarin tak jenuh daripada butter. Pilih susu rendah lemak (low fat) daripada susu
fullcream. Untuk orang dewasa sehat, telur dibatasi 2-3 butir seminggu, untuk anak dan
remaja, bisa sampai 6-7 telur per minggu. Untuk yang punya kolesterol tinggi, telur harus
dibatasi hanya 1-2 per minggu Kurangi masak dengan cara menggoreng, lebih baik
mengukus, rebus, bakar, atau panggang. Batasi konsumsi makanan goreng yang kaya
lemak hanya 2 kali per minggu. Hindari makanan babi, kambing, jerohan, atau yang
banyak mengandung lemak. Batasi makanan udang, kepiting, atau kerang. Jauhi kue yang
banyak krim atau minyak. Carilah buah segar tiap hari. Banyak mengkonsumsi makanan
kaya serat seperti sayur, buah, padi-padian, dan kacang-kacangan. Makanan daging, ikan,
udang, telur, dan susu sama sekali tidak mengandung serat.
4. ALAT DAN BAHAN

A. Alat :
- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet mikro
- Tip
- Kuvet
- Spektrofotometer Uv-Vis
- Inkubator
- Blood lancet
- Alkohol pads
- Tissue
- Alat Nesco Multicheck Tester

B. Bahan :
- Plasma darah
- Darah kapiler
- Standar Cho, HDL, LDL, Tg
- Reagen 1, 2 (HDL, LDL)
- Reagen (Kho,Tg)






5. PROSEDUR KERJA

1. PEMERIKSAAN HDL DAN LDL
Pipet dengan menggunakan micro pipet sebanyak 1200 l reagen 1 dan
sebanyak 16 l sampel dan standar ke dalam kuvet yang berbeda, lalu aduk
perlahan campuran hingga homogen
Inkubasi campuran selama 5 menit pada suhu 37
o
C
Setelah diinkubasi kemudian baca Absorbanya dengan menggunakan
spektrofotometer Uv-Vis, catat hasil pengukuran (Abs 1)
Lalu tambahkan reagen 2 sebanyak 400 l ke dalam kuvet
Inkubasi kembali campuran pada suhu yang sama yaitu pada 37
o
C selama 5
menit
Setelah diinkubasi selama 5 menit, ukur kembali absorbanya dan catat hasil
pengukuran (Abs 2)
Dengan menggunakan data hasil pengukuran absorban yang telah diperoleh
hitunglah kadar HDL dan LDL dalam sampel tersebut
Cs = Abs 2 - Abs 1 x C St mg/dl
Abs T2 - Abs T1


2. PEMERIKSAAN KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA
Pipet dengan menggunakan micro pipet sebanyak 1500 l reagen dan sebanyak
15 l sampel dan standar ke dalam kuvet, lalu aduk perlahan campuran hingga
homogen
Inkubasi campuran selama 5 menit pada suhu 37
o
C
Setelah diinkubasi kemudian baca Absorbanya dengan menggunakan
spektrofotometer Uv-Vis, dan catat hasil pengukuran absorban
Cs = Abs x C St mg/dl
Abs T

3. PEMERIKSAAN KOLESTEROL DARAH
Persiapkan dan hidupkan alat Nesco Multicheck Tester untuk pengukuran
kolesterol darah
Bersihkan ujung jari yang akan diambil darah kapilernya (biasanya pada ujung
jari 2,3 dan 4) dengan menggunakan alcohol pads, dan tunggu hingga kering
Setelah kering, tusuk ujung ibu jari yang telah dibersihkan dengan alkohol tadi
dengan menggunakan blood lancet
Darah yang pertama kali keluar di hapus dengan menggunakan tissue atau
kapas, kemudian darah yang keluar berikutnya baru diteteskan pada strip yang
telah terhubung dengan alat pengukur kolesterol darah
Lihat/baca berapa nilai atau kadar kolesterol darah yang ditunjukkan oleh alat
Nesco Multicheck Tester



















6. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL :

Tabel Hasil Pemeriksaan Kolesterol Darah

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5
Hayu : 228 mg/dL Nuri : 170 mg/dL Dani : 181 mg/dL Ryan : 207 mg/dL Herlina : 179 mg/dL
Rahmi : 152 mg/dL Noci : 272 mg/dL Bambang : 222 mg/dL Anggi : 212 mg/dL Dila : 189 mg/dL
Ade : 164 mg/dL Aulia : 185 mg/dL Lista : 204 mg/dL Andi : 187 mg/dL Saira : 222 mg/dL
Dwi W : 168 mg/dL Irma : 243 mg/dL Mursyidah : 212 mg/dL Erin : 206 mg/dL Lina : 174 mg/dL
Hani C : 155 mg/dL Lisa : 207 mg/dL Dwi O : 239 mg/dL Ira : 195 mg/dL Tami : 161 mg/dL
Fira : 195 mg/dL Nelva : 187 mg/dL Ines : 204 mg/dL
Siti : 213 mg/dL

PERHITUNGAN KELOMPOK IV

1) Perhitungan Nilai HDL
Cs = Abs 2 - Abs 1 x 70,5 mg/dl
Abs T2 - Abs T1

= 0,068 - 0,026 x 70,5 mg/dl
0,220 - 0,025

= 15,18 mg/dl

2) Perhitungan Nilai LDL
Cs = Abs 2 - Abs 1 x 53,4 mg/dl
Abs T2 - Abs T1

= 0,135 - 0,015 x 53,4 mg/dl
0,331 - 0,029

= 21,22 mg/dl


3) Perhitungan Nilai Trigliserida
Cs = Abs x 200 mg/dl
Abs T
= 0,141 x 200 mg/dl
0,197
= 143,15 mg/dl


4) Perhitungan Nilai Kolesterol
Cs = Abs x 200 mg/dl
Abs T
= 0,245 x 200 mg/dl
0,404
= 121,29 mg/dl


B. PEMBAHASAN :

Pada praktikum biokimia klinik kali ini, dilakukan percobaan pemeriksaan
kadar kolesterol dalam darah dan pemeriksaan HDL, LDL dan Trigliserida. Kita
tahu bahwa kolesterol merupakan steroid alkohol yang tidak jenuh yang termasuk
ke dalam golongan lipid yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi
hanya larut di dalam pelarut organik. Dua pertiga bagian dari kolesterol plasma
diesterifikasi dengan asam basa lemak jenuh dan tak jenuh rantai panjang dan satu
pertiga bagian terdapat sebagai kolesterol tidak teresterifikasi. Pada manusia, 60-
70% diangkut oleh LDL, 20-35% oleh HDL dan 5-12% ole VDL. Maka dari itu,
praktikan ingin mengetahui seberapa banyakkah kolesterol di dalam darah
manusia, yakni dengan cara pemeriksaan kolesterol pada sampel darah tertentu.

Kolesterol merupakan komponen struktural membran sel dan merupakan
senyawa induk dari hormon steroid, vitamin D3, dan garam empedu. Kolesterol
disintesis secara de novo di dalam hati dan sel epitel usus serta dapat juga
diperoleh dari lipid makanan. Sintesis secara de novo bergantung pada jumlah
kolsterol dan trigliserida dalam lipid makanan. Di dalam tubuh, lemak di
metabolisme dengan beberapa jalur. Pertama jalur eksogen, kedua jalur endogen,
ketiga jalur pengembalian lemak yang disebut transfer reverse kolesterol
transport.

Dalam jalur eksogen, kolesterol makanan diabsorpsi dari usus dalam
bentuk paket ikatan gliserol-ester dengan 3 cincin asam lemak yang dinamakan
kilomikron. Pada kapiler, jaringan lemak dan otot polos, ikatan trigliserid ini
dipecah oleh enzim lipoprotein lipase sehingga membebaskan asam lemak, dan
sisanya adalah partikel kaya kolesterol,dan bila sampai hepar, akan diikat oleh
reseptor khusus dan diambil masuk ke dalam sel. Pada jalur endogen kolesterol
yang telah disintesis di hati diangkut ke jaringan oleh VLDL dan LDL. Sehingga
LDL disebut bad lipoprotein. HDL akan mengangkut kolesterol dari jaringan ke
hati. Transfer Reverse Cholesterol Transport adalah jalur yang digunakan untuk
menggambarkan transport koleterol dari jaringan ekstrahepatik ke liver, ataupun
pendaurulangan atau untuk eliminasi dari tubuh. Jalur ini memfasilitasi dan
meregulasi dengan beberapa faktor pengoperasi dalam plasma. Beberapa dari
faktor-faktor tersebut adalah target potensial untuk terapi yang di rancang untuk
pencegahan artherosklerosis.

Tubuh sendiri memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan melalui hati. Bila
terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol maka kadar
kolesterol dalam darah bisa berlebih sehingga terjadi hiperkolesterolemia.
Kelebihan kadar kolesterol dalam darah akan disimpan di dalam lapisan dinding
pembuluh darah arteri, yang disebut sebagai plak atau ateroma (sumber utama
plak berasal dari kolesterol LDL). Sedangkan HDL membawa kembali kelebihan
kolesterol ke dalam hati sehingga mengurangi penumpukan kolesterol di dalam
dinding pembuluh darah. Ateroma berisi bahan lembut seperti keju, mengandung
sejumlah lemak, terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kolesterol adalah faktor genetik,
umur, jenis kelamin, dan lingkungan. Kadar kolesterol ini cenderung meningkat
pada orang-orang yang gemuk, kurang berolahraga, stres, dan perokok. Faktor
resiko yang menyebabkan suatu penyakit merupakan faktor faktor yang
dipercaya dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit yang terkait. Pola hidup
seseorang adalah kunci utama pemegang peran yang sangat penting dalam
mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Pada proses pengerjaanya pertama disiapkan alat-alat dan bahan
untuk pemeriksaan kolesterol, yaitu beberapa reagen dan standar yang akan
digunakan. Selain itu, disiapkan juga sampel yang akan diperiksa. Pemeriksaan
kolesterol ini dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah, dimana
merupakan salah satu parameter untuk indikasi suatu penyakit tertentu misalnya
seperti penyakit jantung koroner (PJK). Pada pemeriksaan HDL dan LDL proses
pemipetan menggunakan micro pipet, yaitu dipipet sebanyak 1200 l reagen 1
dan sebanyak 16 l sampel dan standar ke dalam kuvet yang berbeda, lalu aduk
perlahan campuran hingga homogen. Selanjutnya campuran tadi diinkubasi
selama 5 menit pada suhu 37
o
C. Setelah diinkubasi kemudian baca Absorbanya
dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis, catat hasil pengukuran sebagai
(Abs 1). Lalu larutan tadi ditambahkan reagen 2 sebanyak 400 l dan diinkubasi
kembali campuran pada suhu dan lama waktu yang sama yaitu pada 37
o
C selama
5 menit. Kemudian ukur kembali absorbanya dan catat hasil pengukurannya
sebagai data (Abs 2). Selanjutnya dengan menggunakan data hasil pengukuran
absorban yang telah diperoleh dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis
tadi hitunglah kadar HDL dan LDL dalam sampel tersebut.

Hasil absorbansi awal dicatat, lalu campuran larutan dibiarkan selama 5
menit untuk diuji kembali absorbansinya. Alasan mengapa larutan dibiarkan dulu
selama 5 menit adalah untuk mempertahankan pH campuran serta agar
terbentuknya reaksi yang kompleks anatara reagen-reagen dengan sampel.
pengukuran dilakukan 2 kali dengan penambahan reagen 2 sebanyak 400 l untuk
mengetahui selisih absorbansi pada konsentrasi awal (pengukuran pertama)
dengan absorbansi pada konsentrasi akhir (pengukuran kedua). Sehingga ada
selisih konsentrasi pada pengukuran pertama dan kedua yang nanti digunakan
untuk pengukuran kadarnya. Sedangkan untuk pemeriksaan/pengukuran kadar
trigliserida dan kolesterol dipipet sebanyak 1500 l reagen dan sebanyak 15 l
sampel dan standar ke dalam kuvet, lalu aduk perlahan campuran hingga
homogen. Selanjutnya diinkubasi selama 5 menit pada suhu 37
o
C. Setelah
diinkubasi kemudian dibaca Absorbanya dengan menggunakan spektrofotometer
Uv-Vis, dan catat hasil pengukuran absorban yang diperoleh, baru tentukan kadar
baik dari trigliserida maupun kolesterolnya menggunakan rumus yang telah
ditetapkan.

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan kadar kolesterol
darah praktikan secara umum pada pemeriksaan menggunakan alat Nesco
Multicheck Tester rata-rata adalah normal. Karena nilai normalnya <200 mg/dl,
|200-239 mg/dl| > 240 mg/dl. Walaupun ada beberapa diantaranya ditemukan
kadar kolesterolnya yang cukup tinggi atau bahkan ada yang rendah. Jika ada
peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat disebabkan karena peningkatan
lemak di dalam darah disebut juga hiperkolesterolmia. Hiperkolesterolemia
adalah peninggian kadar kolesterol di dalam darah. Tingginya kadar kolesterol
darah merupakan problem yang serius karena merupakan salah satu faktor resiko
utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa resiko terjadinya aterosklerosis atau PJK akan meningkat bila kadar
kolesterol darah meninggi. Telah dibuktikan pula bahwa dengan menurunkan
kadar kolesterol darah dapat mengurangi resiko tersebut.

Pada sebagian besar pasien hiperkolesteromia terdapat peningkatan
prevalensi familial terhadap keadaan ini, namun penyebabnya masih belum
diketahui. Peningkatan berat badan dan pola makan memainkan peranan penting
pada keadaan ini. Kolesterol LDL dapat diturunkan terutama dengan pemilihan
makanan yang mengandung lemak nabati, sebaliknya lemak hewani
meningklatkan sinesis kolesterol dihati dan berakibat meurunkan densitas resptor
LDL sehingga kensentrasi LDL yamh kaya kolesterol di dalam serum meningkat.
Akibatnya terjadi peningkatan LDL terhadap reseptor scavenger yang
memperantarai pengumpulan kolesterol di makrofag, kulit, dan dnding pembuluh
darah. Jadi hiperkolesterolmia merupakan faktor resiko untuk atherosklerosis dan
penyakit jantung koroner.

Dari hasil perhitungan selisih absorbansi dari larutan uji untuk HDL pada
sampel diperoleh kadar/nilainya yaitu 15,18 mg/dl. Dimana nilai normalnya yaitu
< 40 mg/dl, |40-59 mg/dl| > 60 mg/dl. Jelas bahwa hasil pemeriksaan
menunjukkan kadar HDL yang cukup rendah. Untuk pemeriksaan LDL melalui
perhitungan dari absorbansi yang didapat maka diperolehlah nilai total LDL nya
sebesar 21,22. Dimana nilai normal LDL seharusnya adalah < 100 mg/dl, |100-
129 mg/dl| dan batas normal tertingginya adalah |130-159 mg/dl|. Sehingga masih
berada pada batasan range normalnya. Sedangkan untuk pemeriksaan trigliserida
yang absorbansinya diukur pada 505 nm diperolehlah nilainya sebesar 143,15
mg/dl. Trigliserida dalam darah yang normal harus di bawah 150 mg/dl, sehingga
hasil pemeriksaan trigliserida kali ini masih bisa dikatakan normal. Dan untuk
nilai kolesterolnya yang absorbansinya diukur pada 500 nm diperoleh nilainya
sebesar 121,29 mg/dl. Hal ini dikatakan masih normal karena nilai normal
kolesterol darah adalah <200 mg/dl, |200-239 mg/dl| > 240 mg/dl.

Apabila hasil yang didapatkan tidak normal, maka hasil yang mungkin
mempengaruhi hasil percobaan tersebut adalah faktor dari praktikan atau faktor
alat yang digunakan. Faktor praktikan merupakan kesalahan-kesalahan yang
mungkin dilakukan oleh praktikan selama melakukan pengukuran/pemeriksaan.
Misalnya, pada saat pengambilan plasma darah maupun reagen yang kurang tepat
takarannya karena penggunaan mikropipet yang tidak benar. Kemudian alat-alat
praktikum, tidak menutup kemungkinan adanya alat-alat yang sudah mengalami
kerusakan. Kondisi sampel yang digunakan juga dapat mempengaruhi hasil dari
percobaan. Hal ini dapat terjadi karena tes/pemeriksaan kadar kolesterol ini
dipengaruhi oleh asupan makanan, jadi ketika saat sebelum pasien yang akan
diperiksa mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, maka kadar
kolesterol saat diperiksa juga akan tinggi.









7. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut :
Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam
sel tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan
sebagai bahan baku beberapa hormon.
Kolesterol adalah komponen membran sel dan prekursor untuk hormon
steroid dan asam empedu yang disintesis oleh sel tubuh dan diserap dengan
makanan.
Kolesterol sendiri tidak larut dalam darah, untuk itu perlu berikatan dengan
pengangkutnya yaitu lipoprotein.
Apabila kadar kolesterol dalam darah berlebihan, akan mengakibatkan
penyakit jantung koroner dan stroke.
Kolesterol HDL disebut sebagai lemak yang baik, lantaran dapat
membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah
ke hati.
Kolesterol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk pria, atau di
atas 50 mg/dl untuk wanita.
Kolesterol LDL merupakan kolesterol jahat yang membawa lipoprotein
dengan kerapatan rendah (low-density lipoproteins).
Sebaiknya kadar kolesterol LDL rendah karena berkaitan dengan risiko lebih
tinggi penyakit jantung.
Trigliserida adalah bentuk lemak lain yang bisa berasal dari makanan atau
dibentuk sendiri oleh tubuh.
Trigliserida dalam darah yang normal harus di bawah 150 mg/dl.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan kadar kolesterol
darah praktikan secara umum pada pemeriksaan menggunakan alat Nesco
Multicheck Tester rata-rata adalah normal. Karena nilai normalnya <200
mg/dl, |200-239 mg/dl| > 240 mg/dl.


DAFTAR PUSTAKA



Anna Poedjiadi, 1994, Dasar-Dasar Biokimia, UI Press, Jakarta.
Champe, Pamela et al. 2011. Biokimia Ulasan Bergambar Edisi 3. EGC, Jakarta.
Frances K. Widmann, alih bahasa : S. Boedina Kresno, dkk.,1992, Tinjauan Klinis Atas
Hasil Pemeriksaan Laboratorium, EGC, Jakarta.
Joyce LeFever Kee, 2007, Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, edisi 6,
EGC, Jakarta.

Li , Tiangang et al. Regulation of Bile Acid and Cholesterol Metabolism by
PPARs. Hindawi Publishing Corporation 2009 ; 2009 : 1 15.

Maarit et al. Zebrafish : gaining popularity in lipid research. Biochem.
J. 2010 ; 429 : 235242.

Mansjur Hawab, 2003, Pengantar Biokimia, Bayumedia Publishing, Malang.

Mc Pherson, A. R., & Sacher, A. R. (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan
Laboratorium. Jakarta: Panerbit Buku Kedokteran EGC.
M.J. NEAL, (2007). Farmakologis Medis. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Murray, Robert et al. Biokimia Harper Edisi 27. Jakarta : EGC, 2009