Anda di halaman 1dari 8

LETAK LINTANG

I. DEFINISI LETAK LINTANG


Letak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang
janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan
kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Pada
umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin, sedangkan bahu
berada pada pintu atas panggul. Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang
juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion
yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri
atau kanan. (Idmgarut, 200).
II. KLASIFIKASI
!. "enurut letak kepala terbagi atas #
a. Lli I # kepala di kiri
b. Lli II # kepala di kanan
2. "enurut posisi punggung terbagi atas #
a. dorso anterior ( di depan )
b. dorso posterior ( di belakang )
c. dorso superior ( di atas )
d. dorso in$erior ( di ba%ah )
Prodi Kebidanan Bukittinggi Poltekes Dep-Kes Padang 1
III. FAKTOR PREDISPOSISI
Penyebab utama letak lintang adalah #
!. &elaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi. 'anita
dengan paritas ( atau lebih memiliki insiden letak lintang !0 kali lipat
disbanding %anita nullipara. &elaksasi dinding abdomen pada perut gantung
menyebabkan uterus jatuh ke depan, sehingga menimbulkan de$leksi sumbu
panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir, yang menyebabkan terjadinya posisi
oblik atau melintang.
2. )anin prematur
*. Plasenta pre+ia
(. ,airan amnion berlebih (polihidramnion)
-. .ehamilan kembar
IV. DIAGNOSIS
/danya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. 0terus
tampak lebih melebar dan $undus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus
sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya.
Pada palpasi $undus uteri kosong, balotemen kepala teraba pada salah satu sisi perut
dan bokong pada sisi yang lain, dan di atas sim$isiss juga kosong, kecuali bila bahu
sudah turun kedalam panggul. /pabila bahu sudah masuk kedalam panggul, pada
pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. 1ila ketiak dapat diraba,
arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. .alau ketiak
2
menutup kekiri, kepala berada di sebelah kiri, sebaliknya kalau ketiak menutup ke
kanan, kepala berada di sebelah kanan. 2enyut jantung janin ditemukan disekitar
umbilikus. Pada saat yang sama, posisi punggung mudah diketahui. Punggung dapat
ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang, sedangkan dada
dengan terabanya kla+ikula.
Pada pemeriksaan dalam, pada tahap a%al persalinan, bagian dada bayi, jika
dapat diraba, dapat dikenali dengan adanya 3rasa bergerigi4 dari tulang rusuk. 1ila
dilatasi bertambah, skapula dan kla+ikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat
dibedakan. 1ila punggungnya terletak di anterior, suatu dataran yang keras
membentang di bagian depan perut ibu5 bila punggungnya di posterior, teraba
nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan
pada tempat yang sama. .adang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang
menumbung.
Pada tahap lanjut persalinan, bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu
tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke +agina dan mele%ati +ul+a.
('iknjosastro, 2006)
V. MEKANISME PERSALINAN
Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan, tidak
dapat terjadi persalinan spontan. 1ila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan, akan
menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. 7etelah ketuban pecah, jika persalinan
berlanjut, bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul
seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. 7etelah terjadi
sedikit penurunan, bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul, dengan kepala di salah
satu $ossa iliaka dan bokong pada $ossa iliaka yang lain.
3
1ila proses persalinan berlanjut, bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul
)anin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. 2alam usaha
untuk mengeluarkan janin, segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi
sedangkan segmen ba%ah uterus melebar serta menipis, sehingga batas antara dua
bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. .eadaan
demikian dinamakan letak lintang kasep, sedangkan janin akan meninggal. 1ila tidak
segera dilakukan pertolongan, akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang
meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga
perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan
timbulah in$eksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. Ibu juga berada dalam
keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan in$eksi, dan sering kali meninggal
pula.
1ila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar,
persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. )anin akan
tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. 1agian dinding dada di ba%ah bahu
kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di +ul+a. .epala dan
dada kemudian mele%ati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat
dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan e+olusio
spontanea dengan 2 +ariasi yaitu #
!) mekanisme dari 2enman
Pada cara 2enman bahu tertahan pada sim$isis dan dengan $leksi kuat di
bagian ba%ah tulang belakang, badan bagian ba%ah, bokong dan kaki turun di rongga
panggul dan lahir, kemudian disusul badan bagian atas dan kepala.
4
2) mekanisme dari 2ouglas9
Pada cara 2ouglas bahu masuk kedalam rongga panggul, kemudian dile%ati
oleh bokong dan kaki, sehingga bahu, bokong dan kaki lahir, selanjutnya disusul oleh
lahirnya kepala. 2ua cara tersebut merupakan +ariasi suatu mekanisme lahirnya janin
dalam letak lintang, akibat $leksi lateral yang maksimal dari tubuh janin.
('iknjosastro, 2006).
VI. PENATALAKSANAAN
/pabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang, dianjurkan
posisi lutut dada sampai persalinan dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan
untuk menilai letak janin. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada
permulaan persalinan, sehingga bila terjadi perubahan letak, segera dapat
ditentukan diagnosis dan penanganannya.
a. Pada kehamilan
Ibu di anjurkan posisi lutut dada sampai persalinan dan dilakukan
pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin.
b. Pada persalinan
Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan,
tidak dapat terjadi persalinan spontan, harus seksio cesarea. Persalinan per+aginam
dapat di lakukan hanya jika janin kecil dan janin mati.
,atatan # +ersi luar dan +ersi ekstraksi tidak di lakukan lagi karna menyebabkan
ruptur uteri dan kematian janin. (/dmin, 2008).
5
PENUTUP
I. KESIMPULAN
Letak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang
janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus
dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.
Ibu di anjurkan posisi lutut dada sampai persalinan dan dilakukan
pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Pada letak lintang
dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan, tidak dapat terjadi
persalinan spontan, harus seksio cesarea. Persalinan per+aginam dapat di lakukan
hanya jika janin kecil dan janin mati.
6
II. SARAN
2isarankan bidan untuk tidak lagi melakukan +ersi luar dan +ersi ekstraksi
karna akan menyebabkan ruptur uteri dan kematian janin. 7ebaiknya bidan
menganjurkan posisi lutut dada sampai persalinan, hal ini lebih aman. )ika letak
tidak berubah juga, rujuklah kerumah sakit sebelum persalinan..
DAFTAR PUSTAKA
'iknjosastro, :. (;d.). (2006). Ilmu Kebidanan (edisi kesembilan). )akarta#
<ayasan 1ina Pustaka 7ar%ono Pra%irohardjo.
,unningham, =., =ant, >. ?., Le+eno, .. )., =ilstrap III, L., :auth, ). ,., @
'enstrom, .. 2. (200A). Obstetri William (21 ed., Vol. 1). )akarta# ;=,.
/dmin. (2008). Kehamilan Dengan Letak Lintang. &etrie+ed "ei 200, $rom
7eputar .edokteran 2an LinuB#
http#CCmedlinuB.blogspot.comC200C02Ckehamilan-dengan-letak-lintang.html
Dbstetri Patologi. (!8(). 1andung# 1ag. Dbstetri dan =inekologi ?. 0>P/2
1andung.
7
"ochtar, 2. Letak Lintang (Transerse Lie) dalam !ino"sis Obstetri # Dbstetri
?isiologi, Dbstetri Patologi. ;disi 2. )akarta # ;=,. !85 :al. *AA-*62
Idmgarut. (200, )anuari). #ase $e"ort% Letak Lintang. &etrie+ed "ei 200,
$rom http#CCidmgarut.%ordpress.com
8