Anda di halaman 1dari 6

Nama : muhammad iqbal

Nim : 110420100
Akuntansi VI/
C


LABA DITAHAN
Laporan laba ditahan (dan sama dengan Laporan Ekuitas, Laporan Ekuitas Pemilik
untuk kepemilikan tunggal, Laporan Ekuitas Mitra untuk kemitraan, dan Laporan Saldo Laba
dan Ekuitas untuk perusahaan) adalah laporan keuangan dasar.
Laporan ini menjelaskan perubahan pada laba ditahan perusahaan selama periode
pelaporan. Hal ini mengurai perubahan pada kepentingan pemilik dalam suatu organisasi, dan
dalam penerapan laba ditahan atau surplus dari satu periode akuntansi ke periode yang
berikutnya. Baris rincian biasanya termasuk keuntungan atau kerugian dari operasi, dividen
yang dibayarkan, penerbitan atau penebusan dari saham, dan setiap item lainnya dibebankan
atau dikreditkan ke saldo laba.
Laporan yang diharapkan oleh Prinsip akuntansi yang berlaku umum dan menjelaskan
ekuitas pemilik dan laba ditahan ditampilkan pada neraca, di mana :
Modal pemilik = Aset Kewajiban
Laba Ditahan adalah retained earning yaitu saldo laba bersih setelah dikurangi pajak
yang oleh RUPS (rapat umum tahunan) atau rapat anggota diputuskan untuk tidak dibagikan.
Laporan laba ditahan (dan sama dengan Laporan Ekuitas, Laporan Ekuitas Pemilik untuk
kepemilikan tunggal, Laporan Ekuitas Mitra untuk kemitraan, dan Laporan Saldo Laba dan
Ekuitas untuk perusahaan) adalah laporan keuangan dasar.
Laba Ditahan ( Laba Tidak dibagi) merupakan modal yang berasal dari dalam
perusahaan yaitu kumpulan laba dan rugi sampai saat tertentu sesudah dikurangi deviden
yang dibagi dan jumlah yang dipindahkan ke rekening modal. Rugi laba ini dapat berasal
dari:
a) Rugi laba usaha;
b) Rugi laba kegiatan yang tidak rutin seperti laba penjualan aktiva tetap;
c) Koreksi atas laba tahun-tahun lalu.
Apabila rekening laba ditahan menunjukkan saldo debit maka disebut defisit. Laba ditahan
dapat digunakan untuk beberapa tujuan sebagai berikut:
1. Pembagian dividen
2. Pembelian treasury stock
3. Pembatasan laba ditahan untuk tujuan-tujuan tertentu (appropriations)
4. Rekapitalisai
5. Penyerapan kerugian

Pencatatan laba ditahan hendaknya dipisahkan dari modal disetor agar dapat diketahui
sumber masing-masing modal. Dalam Neraca jumlah laba ditahan terdiri dari dua golongan
rekening yaitu:
1. Laba ditahan yang masih bebas
2. Laba ditahan yang sudah mempunyai tujuan penggunaan

Deviden : alokasi laba bersih untuk pemegang saham.
- Deviden terbagi atas beberapa macam, tetapi yang sering digunakan adalah deviden
tunai dan deviden saham.
- Deviden biasanya diumumkan oleh Dewan komisaris.
- Deviden merupakan daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal pada suatu
perusahaan.
- Pengumuman deviden berarti mengurangi laba ditahan.
Jurnal : (Dr) Deviden xxx
(Cr) Utang Deviden xxx (Sebelum
dibagi)

(Dr) utang deviden xxx
(Cr) Kas xxx (Setelah dibagi)

Jurnal Penutup : (Dr) Laba ditahan xxx
(Cr) Deviden xxx


Pada laporan Laba Rugi

Pendapatan
Beban tanggal pengumuman
Laba ditahan Tanggal penutupan

Ada 3 syarat pembagian Deviden :
1. Tersedianya laba ditahan, cukup uang kas dan ada tindakan resmi dari komisaris
2. Tidak ada kaitan antara laba ditahan dengan saldo kas " Accrual basis
3. Pemberian deviden tunai tidak mempengaruhi jumlah saham pemegang saham tetapi
mempengaruhi total sekuritas dan aktiva.

Transaksi yang mempengaruhi laba ditahan :

1. Laba / rugi bersih
2. Deviden
3. Koreksi kesalahan
4. Perubahan Kebijakan akuntansi
5. Transaksi saham treasury
6. Konversi saham preferen

Jurnal Pencadangan laba ditahan :
(Dr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan
(Cr) Laba ditahan yang dicadangkan

Contoh : Tanggal 29/3/2010 disetujui pembentukan aprosiasi (cadangan) laba ditahan
sebesar Rp 50.000.000. buat jurnal pencadangan laba ditahan.
Jurnal : (Dr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan Rp 50.000.000
(Cr) Laba ditahan yang dicadangkan Rp 50.000.000

Jurnal Penutup :
(Dr) Ikhtisar L/R
(Cr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan

(Dr) Laba ditahan yang dicadangkan
(Cr) Ikhtisar L/R

Contoh kasus :
a) Lotus Corp. Mengumumkan deviden tunai seharga $1,50 persaham atas 2 juta lembar
saham yang beredar. Deviden diumumkan pada tanggal 1/7 dan dibayar 9/9 kepada
pemegang saham. Tercatat 15/7jurnal atas tanggal tersebut. Buat perhitungan dan
jurnal.
Penyelesaian : $1,50 x 2.000.000 lembar = $3.000.000
Jurnal 1/7 : (Dr) Deviden tunai $3.000.000
(Cr) Utang deviden $3.000.000

Jurnal 9/9 : (Dr) Utang deviden $3.000.000
(Cr) Kas $3.000.000

Pembatasan Laba Ditahan
Dividen yang dibagikan dibebankan ke rekening laba ditahan. Dari waktu ke waktu
dapat dilakukan pembatasan terhadap laba ditahan dengan maksud untuk menjaga agar tidak
semua saldo tidak dibagi diminta sebagai dividen. Pembatasan ini dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu:
1. Dengan membuat jurnal untuk mencatat pembatasan laba ditahan, sehingga jumlah
laba ditahan terdiri dari dua rekening yaitu rekening laba ditahan masih bebas dan
laba ditahan yang dibatasi
2. Tidak membuat jurnal pembatasan laba ditahan.

Beberapa sebab yang mengakibatkan terjadinya pembatasan laba ditahan:
a) Pembatasan laba ditahan untuk memenuhi perjanjian utang jangka panjang
b) Pembatasan laba ditahan untuk perencanaan keuangan
c) Pembatasan laba ditahan untuk kemungkinan kerugian dimasa yang akan datang

Pembatasan Laba Ditahan untuk Memenuhi Perjanjian utang jangka
Agar pengeluaran obligasi dapat lebih menarik kreditur, biasanya dengan perjanjian
yang mewajibkan perusahaan untuk membuat dana pelunasan obligasi yang disimpan oleh
pihak ketiga. Dana ini bisa merupakan setoran periodik dengan jumlah tertentu, atau mungkin
juga jumlahnya tidak sama. Untuk mengimbangi adanya dana pelunasan obligasi biasanya
laba dithan juga diminta untuk dibatasai penggunaannya. Jurnal yang dibuat untuk membatasi
laba ditahan adalah sebagai berikut:
Laba Ditahan Rp. xx
Laba Ditahan untuk pelunasan Obligasi Rp. Xx

Jurnal ketika obligasi dilunasi pembatasan laba ditahan dihapuskan.:

Laba Ditahan untuk pelunasan Obligasi Rp. xx
Laba Ditahan Rp. xx

Pembatasan Laba Ditahan untuk Perencanaan Keuangan

Pembatasan laba ditahan untuk tujuan perluasan perusahaan dapat ditunjukkan dalam
rekening-rekening sebagai berikut:
Laba ditahan untuk investasi pabrik
Laba ditahan untuk modal kerja
Laba ditahan untuk pembelian mesin

Sesudah tujuan pembatasan ini tercapai, rekening yang dibatasi dikembalikan ke rekening
laba ditahan, berarti jumlahnya dapat diminta sebagai dividen.

Pembatasan Laba Ditahan untuk Kemungkinan Timbulnya Kerugian di Masa yang
akan Datang

Untuk menjaga timbulnya kerugian dimasa yang akan datang pimpinan perusahaan dapat
membatasi laba ditahan dan mencatatnya dalam rekening-rekening sebagai berikut:
Laba ditahan untuk ketidakpastian
Laba ditahan untuk kemungkinan turunya harga persdiaan
Laba ditahan untuk kemungkinan kerugian dalam sengketa hokum
Laba ditahan untuk asuransi sendiri