Anda di halaman 1dari 11

1 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

BIOKIMIA

Kairol Arifin
1*)
, Rinanda Rizkiarti
1
, Septia Marisa
1
, Siti Nurul
Ilmiyyah Laili
1*)

Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jalan Ir.
H. Juanda No.95, Ciputat 15412 Indonesia. Telp. (62-21) 7493606
*)
Email : kairolarifin@gmail.com; nurulsnil08@gmail.com



Abstrak

Secara sederhana, istilah biokimia bisa diartikan sebagai suatu lingkup ilmu atau
bidang yang di dalamnya mencakup unsur kimiawi dari makhluk hidup. biokimia
sebagai cabang ilmu akan selalu berbicara mengenai struktur serta fungsi
komponen seperti lipid, protein, asam nukleat dan biomolekul lainnya termasuk
karbohidrat. Kita akan mengkaji komponen-komponen atau molekul penyusun
karbohidrat itu sendiri. Karbohidrat memiliki peranan yang sangat penting sebab
ia menyokong kebutuhan energi makhluk hidup. Karbohidrat ini tersusun atas
monomer yang dikenal dengan istilah monosakarida, disakarida, dan juga
polisakarida. Pernahkah bertanya, dari mana energi yang digunakan tubuh kita
dalam menjalankan aktifitas sehari-hari? Memang awam dipahami, sumbernya
adalah makanan. Tapi jawaban lebih spesifiknya adalah karbohidrat. Istilah ini
sudah umum diketahui orang-orang. Ia merujuk pada senyawa dengan rumus
kimia (CH2O)n. Karbohidrat ini kita peroleh dari makanan sehari-hari yang kita
konsumsi. Ia merupakan sumber kalori yang paling utama. Dalam 1 gram
senyawa karbohidrat terdapat 4 kkal. Selain sebagai sumber energi, beberapa jenis
karbohidrat juga mengandung fiber atau serat alami yang baik bagi kesehatan
pencernaan kita. Keberadaan karbohidrat tidak bisa terdeteksi oleh mata telanjang.
Karena itu dibutuhkan serangkaian uji karbohidrat yang mendeterminasi molekul-
molekulnya agar keberadaan karbohidrat bisa dibuktikan, seperti Uji Iodine dan
Uji Benedict.
Kata Kunci: Biokimia, Karbohidrat, iodine, beneedict, larutan pati, polisakarida


1. PENDAHULUAN

Karbohidrat (dalam hal ini
pati, gula, atau glikogen)
merupakan zat gizi sumber
energy paling penting bagi
makhluk hidup karena
molekulnya menyediakan unsur
karbon yang siap digunakan oleh
sel. Secara kimia, karbohidrat
dapat didefinisikan sebagai
turunan aldehid atau keton dari
alcohol polihidrik (karena
mengandung gugus hidroksi
lebih dari satu), atau sebagai
senyawa yang menghasilkan
turunan tersebut apabila
dihidrolisis. (Muchtadi: 2009, )
2 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a


Karbohidrat yang berasal
dari makanan, dalam tubuh
mengalami perubahan atau
metabolisme. Hasil metabolisme
karbohidrat antara lain glukosa
yang terdapat dalam darah,
sedangkan glikogen adalah
karbohidrat yang di sintetis
dalam hati dan digunakan oleh
sel-sel pada jaringan otot sebagai
sumber energi. Amilum atau pati,
selulosa, glikogen, gula atau
sukrosa dan glukosa merupakan
beberapa senyawa karbohidrat
yang penting dalam kehidupan
manusia. (Poedjiadi: 1994, )

Biokimia sering dikatakan
sebagai the chemistry of living
thing. Hal ini menyangkut dengan
pengertian dimana benda hidup,
baik bersel satu maupun lebih,
terdiri dari sekumpulan zat yang
tidak hidup. Zat zat tersebut
berbaur dan bereaksi sesamanya
secara rumit namun tetap beraturan.
Biokimia pada dasarnya bertujuan
mempelajari proses transformasi
serta fungsi senyawa-senyawa yang
diproduksinya dalam sistem biologis
sesuai dengan aktivitas kehidupan,
sehingga ilmu biokimia menjadi
sangat penting untuk mendasari
pengembangan pengetahuan
kedokteran, pertanian, biologi,
mikrobiologi, nutrisi dan ilmu-ilmu
lainnya yang berhubungan erat
dengan ilmu hayati. (Utama : 1991,
1)

Biokimia adalah ilmu yang
mempelajari segala bentuk
perubahan molekul atau
perubahan struktur kimia yang
terjadi pada makhluk hidup.
Biokimia merupakan ilmu kimia
yang mempelajari dinamika dari
strukturbiologis makhluk hidup.
Dalam biokimia, Ada dua proses
dasar :
1. Proses penyerapan nutrisi dari
sistem pencernaan (karbohidrat,
protein, lemak, vitamin dan air).
2. Proses pertukaran udara pada
sistem pernafasan (O2 & CO2).
(Wara Kushartanti.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/f
iles/Biokimia%201.pdf)

Karbohidrat berasal dari
kata karbon (C) dan hidrat atau air
(H2O). Rumus umum
karborhidrat dikenal : (CH2O)n.
Pada umunya karbohidrat
dikelompokkan menjadi
Monosakarida, Oligosakarida dan
Polisakarida.
Monosakarida, molekulnya terdiri
dari 5 atau 6 atom C,
Oligosakarida merupakan polimer
dari 2 10 monosakarida,
Polisakarida merupakan polimer
yang terdiri lebih dari 10
monomer monosakarida.
Monosakarida ialah KH
yang sederhana, dalam arti
molekulnya hanya terdiri dari
beberapa atom karbon saja.
Monosakarida larut dalam air.
Senyawa yang termasuk
oligosakarida mempunyai molekul
yang terdiri atas beberapa molekul
monosakarida.
Oligosakarida, Dua molekul
monosakarida yang berikatan satu
dengan yang lain, membentuk satu
molekul disakarida. Oligosakarida
yang lain ialah trisakarida yaitu
yang terdiri atas tiga molekul
monosakarida dan tetrasakarida
yang terbentuk dari empat
molekul monosakarida.
Oligosakarida yang paling banyak
terdapat dalam alam ialah
disakarida.
Polisakarida adalah
golongan karbohidrat yang
mengandung lebih dari 10 unit
monosakarida yang tergabung.
Umumnya polisakarida berupa
3 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

senyawa berwarna putih dan tidak
berbentuk kristal, tidak
mempunyai rasa manis dan tidak
mempunyai sifat mereduksi.
(Al Nurhayati: 2010)

2. METODE PENELITIAN

Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan
dalam penelitian ini meliputi 6
buah tabung reaksi, 1 buah rak
tabung reaksi, 3 buah penjepit
tabung reaksi, 2 buah pipet tetes, 1
buah plate tetes, 1 buah batang
pengaduk, 1 buah stopwatch, 1
buah pengangas air, 1 buah
indikator pH universal, 1 buah
gelas ukur.
Bahan-bahan yang
dipergunakan dalam penelitian ini
meliputi Larutan pati, Iodine,
larutan HCL pekat, larutan NAOH
10%, larutan Na
2
S
2
O
3
dan
benedict.

Percobaan 1, Masukkan 5 ml
larutan pati kedalam tabung reaksi
lalu didiamkan sampai terbentuk
endapan dan filtrat. Pisahkan
endapan dan filtrat ke dalam 2
tabung reaksi yang berbeda. Pada
tabung reaksi yang berisi endapan,
teteskan 3 tetes iodine lalu pada
tabung reaksi yang berisi filtrat
teteskan juga 3 tetes iodine. Catat
perubahan warna yang terbentuk.

Percobaan 2, Masukkan 5 ml
larutan pati kedalam tabung
reaksi, lalu tambahkan larutan
HCL pekat 2 tetes. Setelah itu
panaskan di pengangas air. Setiap
interval 3 menit ambil larutan lalu
teteskan 1 tetes ke dalam plate
tetes lalu tambahkan 1 tetes
iodine, lakukan sampai tidak
terjadi perubahan warna atau
apabila sudah diteteskan dengan
iodine warna larutan tetap bening.
Setelah tidak terjadi perubahan
warna ambil tabung reaksi lalu
tambahkan larutan NAOH 10%
sampai pH netral yaitu sama
dengan 7, untuk mengetahui pH
ya netral gunakan indikator pH
universal. Setelah netral,
tambahkan 9 tetes benedict. Lalu
panaskan lagi hingga terdapat
endapan.

Percobaan 3, ada 2 percobaan,
pertama masukkan 1 ml benedict
kedalam tabung reaksi lalu
tambahkan 10 tetes larutan pati,
panaskan sampai kurang lebih 15
menit.
Kedua, masukkan 2 ml larutan
pati kedalam tabung reaksi lalu
tambahkan 5 tetes benedict,
setelah itu panaskan kurang lebih
selama 15 menit.

Percobaan 4, Masukkan 5 ml
larutan pati kedalam tabung
reaksi, lalu masukkan 3 tetes
iodine lalu panaskan, amati yang
terjadi. Setelah itu masukan
larutan Na
2
S
2
O
3,
amati yang
terjadi. Lalu panaskan kembali
dan amati yang terjadi.



3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada percobaan 1 adalah
percobaan uji iodin pada pati yang
telah dipisahkan antara filtrate dn
endapannya. Dari kedua hasil
percobaannya, hasil filtrate dan
endapannya positif mengandung
karbohidrat karena warnanya Pada
Percobaan 1 adalah percobaan
uji iodin pada pati yang telah
dipisahkan antara filtrate dn
endapannya. Dari kedua hasil
percobaannya, hasil filtrate dan
endapannya positif mengandung
karbohidrat karena warnanya
menjadi ungu. Endapan pati lebih
4 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

banyak mengandung karbohidrat
dibanding hasil filtratnya. Hal ini
terbukti dari warna ungu yang
dihasilkan. Endapan pati berubah
warna menjadi ungu susu
sedangkan filtrat pati menjadi
ungu pudar. Uji iodin merupakan
salah satu uji dalam uji
karbohidrat yang bertujuan untuk
menentukan polisakarida. Prinsip
pada percobaan ini yaitu untuk
mengetahui kandungan
polisakarida seperti adanya
dekstrin, amilum atau pati dan
glikogen pada bahan makanan
yang diujikan. Amilum atau pati
pada iodium menghasilkan warna
biru dekstrin menghasilkan warna
merah ungu, glikogen dan
sebagian pati yang terhidrolisis
bereaksi dengan iodium
menghasilkan warna merah coklat
atau hitam. Semakin pekat
perubahan warna pada bahan
makanan yang diujikan, semakin
besar kandungan polisakarida
yang terkandung didalamnya.
Pada uji iodium, pati yang
menunjukan reaksi positif bila
direaksikan dengan iodium. Hal
ini disebabkan karena dalam
larutan pati terdapat unit-unit
glukosa yang membentuk rantai
heliks karena adanya ikatan
dengan konfigurasi pada tiap unit
glukosanya. Bentuk ini dapat
menyebabkan warna biru tua pada
komplek tersebut. Dari hasil
percobaan, sebagian besar zat uji
menunjukan perubahan warna
menjadi ungu dan hitam, yang
artinya sebagian besar dari
sembilan bahan makanan
memiliki kandungan polisakarida.
Pada percobaan 2, Pada uji
ini, suatu senyawa atau larutan
dikatakan mengandung pati jika
menunjukan reaksi positif jika
berwarna kuning, keunguan, dan
keruh apabila ditambahkan
dengan iodium. Waktu pemanasan
mempengaruhi hasil akhir dalam
percobaan, artinya semakin lama
dipanaskan maka semakin terurai
pula zat yang terkandung dalam
larutan pati tersebut. Perubahan
warna pada percobaan ini
disebabkan karena terjadi
pemecahan molekul karbohidrat
dari yang kompleks menjadi lebih
sederhana (polisakarida menjadi
monosakarida). Sehingga, dapat
dikatakan pada uji pemanasan pati
ini seluruh zat yang diujikan
mengandung polisakarida maupun
disakarida yang terurai menjadi
monosakarida, yaitu zat uji yang
pada awalnya berwarna ungu atau
hitam pekat (setelah ditetesi
iodium dan sebelum dipanaskan)
menjadi kuning, kuning pekat, dan
kuning pucat.
Pada percobaan 3, Uji
benedict bertujuan untuk
mengidentifikasi gula pereduksi.
Pada percobaan ini dengan
menguji larutan karbohidrat
kedalam 1 ml larutan benedict
yang berada dalam tabung reaksi.
Uji dilakukan dengan
menambahkan reagent Benedict
kedalam larutan karbohidrat dan
dilakukan pemanasan. Setelah
dilakukan pemanasan terjadi
perubahan pada beberapa larutan
yaitu Glukosa, fruktosa, dan
laktosa. Perubahan ini berupa
terbentuknya endapan merah bata
pada larutan tersebut. Proses
pendinginan ketiga larutan ini
tidak mempengaruhi perubahan
pada endapan. Sedangkan larutan
yang lain berwarna biru yang
merupakan warna asli dari reagen.
Galaktosa sendiri mengalami
sedikit perubahan setelah
dipanaskan yaitu terdapat warna
merah pada bagian permukaan
larutan dan setelah didinginkan
5 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

warna ini menghilang. Galaktosa
merupakan salah satu karbohidrat
yang mengandung gugus aldehid
dalam pengujian terdapat
galaktosa tidak terjadi perubahan
yang diharapkan seperti glukosa,
fruktosa, dan laktosa. Hal ini
mungkin tabung telah
terkontamijnasi oleh senyawa lain
sehingga tidak menghasilkan
endapan seperti halnya
karbohidrat lain yang
mengandung gugus keton dan
aldehid. Berdasarkan hasil
pengamatan diatas bahwa, dari
berbagai macam jenis larutan
karbohidrat setelah direaksikan
dengan larutan Benedict ternyata
reaksinya tidak terjadi secara
bersamaan. Hal ini disebabkan
tergantung atas konsentrasi
karbohidrat yang diperiksa baik
disakarida atau monosakarida.
Pada dasarnya dari berbagai
macam jenis larutan karbohidrat
yang diuji ternyata yang bereaksi
positif dengan Benedict hanya
golongan disakarida dan
monosakarida, sedangkan larutan
polisakarida seperti amilum tidak
dapat bereaksi dengan Benedict.
Endapan-endapan yang dihasilkan
pada percobaan ini adalah merah.
Kuning tergantung atas kuatnya
larutan gula. Benedict juga
bersifat basa lemah karena adanya
natrium karbonat dan natrium
sitrat. Sedangkan polisakarida
hanya bisa bereaksi dengan
pereaksi yang bersifat asam. Pada
uji benedict, hasil uji positif
ditunjukkan oleh fruktosa,
glukosa, maltosa, dan, sedangkan
untuk karbohidrat berupa tepung
terigu, glukosa, tepung beras,
maizena, dan amilum.
Pada percobaan 4, ketika
pati ditambahkan iodin berubah
warna menjadi ungu kemudian
dipanaskan dan warnanya berubah
menjadi putih setelah 42 detik.
Kemudian ketika pati
ditambahkan iodin dan Na
2
S
2
O
3
setelah dipanaskan campuran
tersebut tidak berwarna atau tidak
kembali menjadi warna ungu. Hal
ini dikarenakan pemberian larutan
Na
2
S
2
O
3
yang terlalu banyak
menyebabkan pati tidak kembali
lagi menjadi ungu.

SIMPULAN

Berdasarkan percobaan, dapat
disimpulkan bahwa:
1. Biokimia merupakan cabang
ilmu kimia yang mempelajari tentang
makhluk hidup
2. Karbohidrat dibagi
menjadi tiga golongan, yaitu :
monosakarida, oligosakarida, dan
polisakarida tergantung banyaknya
atom C penyusun molekulnya.
3. Uji analisis kualitatif pada
karbohidrat dapat dilakukan dengan
uji Iodine dan uji Benedict
4. Uji Iodin akan membentuk
warna biru atau ungu ketika zat yang
ujikan dalam keadaan dingin
5. Uji Benedict yang dilakukan
pada suasana asam karna reduksi ion
Cu
2+
dari CuSO
4
oleh gula
pereduksi akan berlangsung dengan
cepat membentuk Cu
2
O yang
merupakan merah bata,
sedangkan dalam keadaan netral
warna zat yang diujikan tidak
berubah.

DAFTAR PUSTAKA

Muchtadi, Deddy. Pengantar Ilmu
Gizi. Bandung: Alfabeta.
2009.
Poedjiadi, Anna. Dasar-dasar
Biokimia. Jakarta:
Universitas Indonesia
Press. 1994
Utama, Hendra. Biokimia Dasar
A. Jakarta: Fakultas
6 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

Kedokteran Universitas
Indonesia. 1991
Kushartanti, Wara.
http://staff.uny.ac.id/sites/d
efault/files/Biokimia%201.p
df. Diakses pada
tanggal 30 Mei 2014 pukul
21.00 WIB.
Nurhayati, Al.
http://file.upi.edu/Direktori/
FPTK/JUR._PEND._KESE
JAHTERAAN_KELUARGA
/196710051993022-
AI_NURHAYATI/karbohidr
at.pdf. 2010. Diakses pada
tanggal 30 Mei 2014 pukul
21.30 WIB.






























7 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

TABEL
Percobaan 1
No. Percobaan Perubahan Warna
1. Filtrat larutan pati+ 3 tetes iodine Putih menjadi Ungu pudar
2. Endapan larutan pati+ 3 tetes iodine Putih menjadi ungu susu

Percobaan 2
No. Percobaan Pengamatan
1. Larutan pati+2 tetes HCl pekat Menjadi bening
2.
Larutan pati+2 tetes HCl pekat
(dipanaskan), interval 3 meni t ditambahkan
1 tetes iodine
3 Menit warna biru tua
lalu menjadi bening.
3. Dari langkah 2 + NaOH 10% Netral pH=7
4. Dari langkah 3+ 9 tetes benedict
Dari bening jadi biru
muda.
5. Dari langkah 4 dipanaskan
Terdapat endapan
berwarna merah

Percobaan 3
No. Percobaan Pengamatan
1. Benedict+ 10 tetes larutan pati Tidak terjadi perubahan
2. Larutan pati+ 5 tetes benedict Perubahan warna jadi
biru

Percobaan 4
No. Percobaan Pengamatan
1. Larutan pati+ 3 tetes iodine (dipanaskan) Ungu susu lalu
dipanaskan jadi ada
endapan putih
2. Larutan pati+ 3 tetes iodine+ Na
2
S
2
O
3
Dari putih lalu ungu dan
kembali lagi putih
3. Langkah 2 dipanaskan Larutan menjadi bening ,
ada endapan putih



8 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a

FIGURE




























Percobaan 2
langkah ke-4
Percobaan 2
langkah ke-1
Memanaskan di
dalam water bath
9 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a






























Percobaan 4
Perbandingan
filtrate dan endapan
pada percobaan
petama
Percobaan 3
langkah ke-2
Percobaan 2
langkah ke-2
10 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a






























Percobaan 2
langkah ke-2
Percobaan 2
langkah ke-2
Hasil Percobaan 2
langkah ke-2
Endapah merah
hasil dari percobaan
2
11 | J u r n a l P e n e l i t i a n - B i o k i m i a


hasil dari percobaan
2