Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Sel Galvani, 2014 Chemistry Education13 A

PENGGUNAAN AGAR DAN BUAH-BUAHAN SEBAGAI JEMBATAN GARAM PADA


SEL GALVANI
Muhammad Basir Nasution
1
, Murni Arifah
2
, Rayhanah Nur Tsabitah
3
Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Jalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat 15412 Indonesia. Telp (62-21) 7493606

ABSTRAK
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat rangkaian Sel Galvani,
mengetahui voltase yang dihasilkan dari Sel Galvani, dan membandingkan bahan jembatan
garam yang terbaik. Percobaan galvani sendiri memiliki makna yaitu percoban yang mengubah
energi kimia menjadi energi listrik yang memanfaatkan reaksi redoks spontan. Reaksi redoks
spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini ditemukan oleh Luigi Galvani dan
Alesandro Guiseppe Volta. Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka langkah yang dilakukan
adalah menyiapkan berbagai jenis buah-buahan yang digunakan kemudian masing-masing buah
dipotong dan dicelupkan kedalam larutan CuSO
4
dan ZnSO
4
yang telah dihubungkan melalui
katoda Zn dan Cu ke multimeter. Dan dari multimeter inilah dapat diketahui bahwa jembatan
garam dengan bahan agar-agarlah yang menghasilkan voltase paling besar dan jembatan garam
dengan bahan dari buah mangga yang menghasilkan voltase terkecil.
Keyword : Bahan-bahan Jembatan Garam

ABSTRACT
This experiment is designed to find out how to create a network of cells Galvani, knowing
voltage generated from sel Galvani, and comparing the best of the salt bridge. Galvanic
experiment itself has meaning that is the experiment that transforms chemical energy into
electrical energy to harness the spontaneous redox reaction. Spontaneous redox reactions that
may result in electrical energy was discovered by Luigi Galvani and Volta Guiseppe Alesandro.
To realize this purpose the steps being taken is to prepare various kinds of fruit are used then
each piece is cut and dipped into a solution of CuSO
4
and ZnSO
4
was connected through Zn and
Cu cathode to the multimeter. And from this multimeter can be seen that the salt bridge with so-
agarlah material that produces the greatest voltage and salt bridge with materials of mango
produce the smallest voltage.
Keyword: Ingredients Salt Bridge

I. INTRODUCTION
Elektrokimia adalah cabang ilmu
kimia yang berkenaan dengan interkonversi
energi listrik dan energi kimia. Proses
elektrokimia adalah reaksi redoks (oksidasi-
reduksi) dimana dalam reaksi ini energi
yang dilepas oleh reaksi spontan diubah
Jurnal Sel Galvani, 2014 Chemistry Education13 A
menjadi listrik atau dimana energi lsitrik
digunakan agar reaksi yang nonspontan bisa
terjadi (Chang, 2005 : 194). Sel elektrokimia
(electrochemical cell) adalah alat tempat
terjadinya reaksi oksidasi-reduksi dalam
bentuk setengah reaksi yang terpisah dalam
oksidasi-reduksi (Petrucci, 1985 : 41).
Sel Galvani adalah sel dimana energi
bebas dari reaksi kimia diubah menjadi
energi listrik. Disebut juga sebagai sel
elektrokimia. Hubungan antara energi bebas
dari reaksi kimia dengan tegangan sel
dinyatakan dengan persamaan:
G = -nFE
dimana F adalah Faraday, E adalah
e.m.f sel (dalam volt) dan n adalah jumlah
molekul elektron yang berperan pada reaksi
kesetimbangan (Dogra, 1990 : 511).

Sel Galvani atau sel volta diambil dari
nama ilmuwan Italia Luigi Galvani dan
Alesandro Volta, yang membuat versi awal
dari alat ini. Sebatang seng dicelupkan ke
dalam larutan ZnSO
4
dan sebatang tembaga
dicelupkan ke dalam larutan CuSO
4
. Sel
bekerja berdasarkan asas bahwa oksidasiZn
menjadi Zn
2+
dan reduksi Cu
2+
menjadi Cu
dapat dibuat berlangsung serentakdalam
lokasi-lokasi yang terpisah dimana transfer
elektron antara lokasi-lokasi tersebut terjadi
melalui sebuah kawat eksternal. Batang seng
dan tembaga dinamakan elektroda. Susunan
elektroda (Zn dan Cu) san larutan (ZnSO
4
dan CuSO
4
) disebut sel Daniell (Chang,
2005 :197).
Pada sel Galvani, anoda adalah tempat
terjadinya oksidasi, bermuatan negatif
disebabkan oleh reaksi kimia yang spontan,
elektron akan dilepaskan oleh elektroda ini.
Katoda adalah eletroda-elektroda tempat
terjadinya reduksi sebagai zat kimia. Pada
sel Galvani, katoda bermuatan positif bila
dihubungkan dengan anoda. Ion bermuatan
positif mengalir ke elektroda ini untuk
direduksi oleh elektron-elektron yang datang
dari anoda (Dogra, 1990 : 513).
Sel Galvani dipakai sebagai sumber
listrik atau penerangan, pemanasan,
menjalankan motor dan sebagainya. Sel
Galvani atau sel kimia dapat dibedakan
menjadi sel kimia dengan transference dan
sel kimia tanpa transference.
a. Sel kimia dengan transference
Sel kimia dengan transference
contohnya Daniell. Sel Daniell terdiri
atas batang Zn dalam larutan ZnSO
4,
dan batang Cu dalam larutan CuSO
4.

Diantara kedua larutan yang terpisah
tersebut terdapat penghubung atau
transference yang berupa liquid junction
atau jembatan garam (salt bridge). Jika
elektroda Zn dan Cu dihubungkan,
maka terjadi arus listrik akibat reaksi
oksidasi Zn reduksi ion Cu
2+
dalam
larutan.
b. Sel kimia tanpa transference
Sel kimia tanpa transference contohnya
sel accu, sel Leclanche, dan sel bahan
bakar.
1) Sel Accu
Pada sel accu, sebagai kutub negatif
adalah larutan Pb, kutub positif
adalah logam Pb dilapis PbO
2
, dan
elektrolitnya adalah H
2
SO
4.
2) Sel Leclanche (sel kering)
Sel Leclanche contohnya batu
baterai. Pada batu baterai biasa,
sebagai kutub negatif adalah logam
Zn, kutub positif adalah batang grafit
(C) dibungkus MnO
2
dan
elektrolitnya adalah pasta NH
4
Cl dan
ZnCl
2
.
3) Sel Bahan Bakar (Fuel Cell)
Sel bahan bakar biasanya
menggunakan oksigen pada katoda
Jurnal Sel Galvani, 2014 Chemistry Education13 A
dan suatu gas yang dapat dioksidasi
pada anoda. Biasanya gas hidrogen.
(Romdhoni, 2011)

II. MATERIALS AND METHODS
Apparatus :
1. Gelas Bekas Air Mineral (2 buah)
2. Kabel Penghubung (Secukupnya)
3. Multimeter (1 buah)
4. Pipet Tetes (2 buah)
5. Gelas Ukur 25 mL (1 buah)
6. Tabung U (1 buah)
7. Amplas (Secukupnya)
8. Neraca OHauss (1 buah)
Materials :
1. Batang Elektroda Zn 1 buah
2. Batang Elektroda Cu 1 buah
3. Larutan ZnSO
4
15 mL
4. Larutan CuSO
4
15 mL
5. Jembatan Garam :
Agar-agar + KCl Secukupnya
Buah Melon Secukupnya
Buah Mangga Secukupnya
Buah Bengkoang Secukupnya
Buah Pepaya Secukupnya
Experimental Procedures
Batang elektroda Cu dan Zn
dibersihkan dengan amplas. Kemudian
siapkan 15 mL larutan ZnSO
4
dan 15 mL
larutan CuSO
4
pada wadah yang berbeda.
Masak agar-agar dan campurkan dengan
NaCl lalu tuang ke dalam tabung U. Kaitkan
kabel ke batang Zn,kaitkan juga kabel yang
lain ke batang Cu. Hubungkan kabel
yang mengikat kabel Cu dan Zn
ke multimeter hingga menjadi suatu
rangkaian. Celupkan batang Zn ke larutan
ZnSO
4
dan batang Cu ke larutan CuSO
4.
Hubungkan larutan CuSO
4
dan ZnSO
4

menggunakan agar-agar yang telah dicetak
ditabung U, dan lihatlah angka yang muncul
di multimeter. Ketika rangkaian telah
terhubung dan larutan telah dihubungkan
dengan jembatan garam yang terbuat dari
agar-agar, multimeter menunjukkan angka
1,06 V setelah katoda dan anoda dicelupkan
selama 3 menit. Batang Cu dan Zn tidak
mengalami perubahan warna.
Ganti agar-agar dengan menggunakan
buah melon. Hubungkan larutan CuSO
4
dan
ZnSO
4
menggunakan buah melon, dan
lihatlah angka yang muncul di multimeter.
Ketika rangkaian telah terhubung dan
larutan telah dihubungkan dengan jembatan
garam yang terbuat dari buah melon,
multimeter menunjukkan angka 1,05 V
setelah katoda dan anoda dicelupkan selama
3 menit. Batang Cu dan Zn tidak mengalami
perubahan warna.
Ganti buah melon dengan
menggunakan buah pepaya. Hubungkan
larutan CuSO
4
dan ZnSO
4
menggunakan
buah pepaya, dan lihatlah angka yang
dimuncul di multimeter. Ketika rangkaian
telah terhubung dan larutan
telah dihubungkan dengan jembatan garam
yang terbuat dari buah pepaya, multimeter
menunjukkan angka 0,99 V setelah katoda
dan anoda dicelupkan selama 3 menit.
Batang Cu dan Zn tidak mengalami
perubahan warna.
Ganti buah pepaya dengan
menggunakan buah bengkoang. Hubungkan
larutan CuSO
4
dan ZnSO
4
menggunakan
buah bengkoang, dan lihatlah angka yang
muncul di multimeter. Ketika rangkaian
telah terhubung dan larutan
telah dihubungkan dengan jembatan garam
yang terbuat dari buah bengkoang,
multimeter menunjukkan angka 0,88 V
setelah katoda dan anoda dicelupkan selama
3 menit. Batang Cu dan Zn tidak mengalami
perubahan warna.
Jurnal Sel Galvani, 2014 Chemistry Education13 A
Ganti buah bengkoang dengan
menggunakan buah mangga. Hubungkan
larutan CuSO
4
dan ZnSO
4
menggunakan
buah bengkoang, dan lihatlah angka yang
muncul di multimeter. Ketika rangkaian
telah terhubung dan larutan
telah dihubungkan dengan jembatan garam
yang terbuat dari buah mangga, multimeter
menunjukkan angka 0,61 V setelah katoda
dan anoda dicelupkan selama 3 menit.
Batang Cu dan Zn tidak mengalami
perubahan warna.

III. RESULT AND DISCUSSION
Pada percobaan Sel Galvani ini kami
menggunakan larutan ZnSO
4
dan larutan
CuSO
4
yang ditempatkan di wadah yang
berbeda. Lalu kami menggunakan agar-
agar+KCl, melon, pepaya, bengkoang, dan
mangga sebagai jembatan garam. Bahan-
bahan tersebut sebagai elektrolit karena
tidak akan mengalami perubahan secara
kimia.
Batangan Zn dan batangan Cu
merupakan elektroda. Elektroda Zn
bertindak sebagai reduktor karena
mengalami oksidasi. Elektroda Cu sebagai
oksidator karena mengalami reduksi.
Elektron mengalir dari atom Zn dalam
senyawa ZnSO4 sehingga membentuk ion
Zn
2+
yang selanjutnya akan terdifusi
menjauhi atom Zn dan ion Zn
2+
ini akan
memasuki larutan ZnSO
4
. Ion negatif yang
berasal dari CuSO
4
berdifusi lewat jembatan
garam menuju elektroda Zn. Sedangkan
elektron yang dilepaskan oleh Zn memasuki
kawat penyambung yang berada di luar
rangkaian dan menyebabkan elektron yang
lain berkumpul pada permukaan eletroda
Cu. Elektron-elektron yang berkumpul ini
akan bereaksi dengan ion Cu
2+
untuk
membentuk atom Cu. Ketika reaksi itu
berjalan maka terjadilah pergerakan
keseluruhan ion negatif menuju elektroda
Zn, dan keseluruhan ion positif Zn akan
menuju elektroda Cu. Jadi terdapat dua jalur
atau jalannya aliran elektron, yaitu:
rangkaian dalam dan rangkaian luar.
Rangkaian dalam diibaratkan oleh aliran ion
yang secara terarah melewati media
jembatan garam yang menuju ke arah
elektroda Zn maupun elektroda Cu.
Rangkaian luar dapat diukur tegangan
voltasenya. Yang menyebabkan arus
mengalir dalam sebuah sel galvani haruslah
terdapat selisih potensial listrik, antara dua
titik dalam rangkaian yang menyebabkan
elektron mengalir, sama halnya seperti
selisih potensial gravitasi antara dua titik di
permukaan bumi yang menyebabkan air
mengalir ke bawah.
Dari hasil rangkaian Sel Galvani,
dihasilkan voltase yang berbeda-beda
dengan menggunakan jembatan garam yang
berbeda.

Dari hasil pengamatan, penggunaan
media jembatan garam dengan bahan agar-
agar+KCl menghasilkan voltase paling besar
dan media jembatan garam dengan bahan
buah mangga menghasilkan voltase paling
kecil. Faktor yang menyebabkan
penggunaan media jembatan garam dari
bahan agar-agar+KCl dapat lebih besar dari
buah-buahan adalah jenis zat dan distribusi
ion-ion yang ada dalam agar-agar+KCl dan
buah. Ion yang terdapat dalam agar-
agar+KCl adalah ion K
+
dan Cl
-
dimana KCl
merupakan elektrolit kuat yang dalam
No.
Jembatan
Garam
Tegangan yang
Dihasilkan (volt)
1 2 3 Rerata
1 Agar-agar+KCl 1,05 1,06 1,07 1,06
2 Melon 1,05 1,05 1,05 1,05
3 Pepaya 0,93 1,00 1,04 0,99
4 Bengkoang 0,40 0,88 0,85 0,88
5 Mangga 0,50 0,86 0,46 0,61
Jurnal Sel Galvani, 2014 Chemistry Education13 A
larutan ion-ionnya terdistribusi dengan
cepat, ion K
+
bergerak menuju anoda untuk
mencegah penumpukan muatan pada
masing-masing elektroda. Di dalam buah-
buahan terdapat ion-ion yang juga dapat
menetralkan sel atau mencegah penumpukan
ion. Namun distribusi ion-ionnya sangat
kecil.

IV. CONCLUSION
Berdasarkan percobaan yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Sel Galvani atau Sel Volta adalah sel
elektrokimia yng menghasilkan arus
listrik dari reaksi kimia berupa reaksi
redoks spontan.
2. Media jembatan garam dengan bahan
agar-agar+KCl menghasilkan voltase
leebih tinggi dari media jembatan garam
dengan bahan buah-buahan (melon,
pepaya, bengkoang, mangga).
3. Jembatan garam dapat menetralkan
muatan listrik di setiap elektroda
melalui difusi ion-ion, sehingga kedua
larutan dapat terjaga dan tidak saling
bercampur secara bebas.

V. REFERENCES LIST
Chang, Raymond. Kimia Dasar: Konsep-
konsep Inti Jilid 2 Edisi Ketiga.
Jakarta: Penerbit Erlangga. 2005.
Dogra, SK. Kimia Fisik dan Soal-soal.
Jakarta: Penerbit Universitasi
Indonesia (UI-Press). 1990.
Petrucci, Ralph H. Kimia Dasar: Prinsip
dan Terapan Modern Jilid 3 Edisi
Keempat. Jakarta: Penerbit Erlangga.
1985.
Romdhoni. Elektrokimia.
Romdhoni.staff.gunadarma.ac..id/Elek
torkimia.pdf. 2011. (Diakses pada
tanggal 1 April 2014 pukul 20.30 wib)