Anda di halaman 1dari 10

SLR (SATELLI TE LASER RANGI NG)

Oleh:
Muhammad Irsyadi Firdaus 3512100015
Joko Purnomo 3512100037
Rakhmaniar Farlisa Puteri 3512100093


Jurusan Teknik Geomatika
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Surabaya



1. Pendahuluan

Satelit laser ranging atau SLR merupakan teknik yang diguanakan secara luas
untuk menentukan orbit suatu objek yang beredar di luar angkasa dengan tingkat
akurasi yang tinggi. Sistem ini mulai dikembangkan oleh NASA pada tahun 1964
dengan diluncurkannya satelit Beacon Explorer B. SLR juga merupakan teknik yang
paling akurat dalam menentukan posisi geosentrik dari sebuah satelit Bumi, mampu
mengkalibrasi presisi dari altimeter radar dan memisahkan pergeseran instrumentasi
jangka panjang dari perubahan sekuler dalam topografi samudera.
Kemampuan SLR untuk mengukur variasi temporal dalam bidang gravitasi bumi,
memonitor pergerakan jaringan stasiun terhadap pusat bumi, serta kemampuannya
untuk memonitor pergerakan vertikal dalam sebuah sistem absolut, membuat SLR
memiliki keunikan untuk membuat model dan mengevaluasi perubahan musim jangka
panjang.

2. Prinsip Kerja
Secara garis besar cara kerja SLR yaitu teleskop yang berada di stasiun
permukaan bumi, bertindak sebagai pengirim sinar laser kuat ke arah reflektor, dan
sebagai penerima pantulan sinar laser dari reflektor tersebut. Ketika teleskop
memancarkan sinar laser maka detektor photon akan memulai menghitung waktu
yang dibutukan sinar laser sampai ke reflektor dan waktu yang dibutuhkan reflektor
untuk mengembalikan/memantulkan sinar laser tersebut ke permukaan bumi
(teleskop). Waktu yang diperlukan itu dapat digunakan untuk menentukan koordinat
dari stasiun dan orbit satelit relatif terhadap pusat bumi. Keakuratan data pengukuran
30 piko detik, karena kecepatan cahaya sinar laser relatif konstan, sehingga
pengukuran waktu tempuh sama dengan mengukur jarak tempuh. Satelit yang
menggunakan sistem ini ada LAGEOS , Starlette.











Gambar 1. Skema kerja SLR

Sistem SLR ini berbasiskan pada pengukuran jarak dengan laser ke satelit
yang dilengkapi dengan retro-reflektor laser. Pulsa yang sangat pendek dari laser
dikirimkan teleskop dari stasiun bumi, dan terus dipantulkan dengan suatu reflektor
khusus didalam satelit dan memantul kembali ke bumi. Waktu yang diperlukan
gelombang pulsa ini diukur, sehingga dengan demikian kita dapat mengukur jaraknya.







Gambar 2. Prinsip dan Skema Kerja Sistem SLR

Dari proses korelasi ini didapat parameter-parameter yaitu parameter yang memang
diketahui dan parameter yang akan ditentukan. Parameter-parameter tersebut yaitu :
Parameter yang telah diketahui
o panjang gelombang laser
o lintang dan ketinggian dari stasiun pengamat (,H)
o koreksi eksentrisitas tanah dan satelit
o koordinat relative stasiun pengamat
Parameter yang akan ditentukan
o frekuensi laser (f())
o tekanan udara
o temperature udara
o tekanan uap air
o elevasi sebenarnya dari satelit
Untuk menentukan Jarak dapat dirumuskan dengan peramaan berikut :

d = c. t / 2

c = kecepatan cahaya
dt = waktu tempuh laser dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi
Faktor koreksi banyak sekali yang harus diperhitungkan sehingga geometri pengamatan
SLR dapat diformulasikan sebagai berikut :

d = c. t / 2 + do + ds + db + df + dr +

Dimana
t = data ukuran waktu tempuh pulsa laser
do= koreksi eksentrisitas di tanah
ds = koreksi eksentrisitas di satelit
db = delay sinyal di sistem tanah (ground system)
dr = koreksi refraksi
= kesalahan random dan bias yang tersisa.

Gambar 3. Geometri Pengamatan SLR

Kesalahan-kesalahan akibat eksentrisitas ( d
o
dan d
s
) disebabkan pada saat
pembuatan oleh pabrik. Untuk menghilangkan kesalahan tersebut terlebih dahulu
harus dilakukan kalibrasi.
Kesalahan yang diakibatkan oleh refraksi diakibatkan jalan yang ditempuh
oleh sinyal melalui lapisan-lapisan atmosfir yang dapat menyebabkan penamabahan
atau pengurangan jarak sebenarnya antara satelit dengan ground station. Kesalahan
akibat refraksi ini dapat direduksi dengan menggunakan formula dari Marrini dan
Murray, yaitu:
d
r
= f() / f(,H) . A+B / { sin E + [ B / (A+B)] / sin E + 0,01 }
Dimana :
o A=0.002357 P
0
+ 0.000141 e
0

o B=1.084x10
-8
P
0
T
0
K + 4.734x10
-8
(P
0
2
/T
0
)(2/(3-1/K))
o K=1.163 0.00968 cos 2 0.00104 T
0
+ 0.00001435 P
0

o Parameter frekuensi laser f()=0.9650 + (0.0164/
2
) + (0.000228/
4
)
o Fungsi lokasi f(,H)=1 0.0026 cos 2 0.00031 H
Kesalahan akibat delay sinyal (d
b
) merupakan kesalahan sistematik. Untuk
menghilangkannya, alat laser harus dikalibrasikan terlebih dahulu.
Tingkat Ketelitian data ukuran jarak dengan SLR, dari tahun ke tahun semakin teliti,
seperti yang ditunjukkan gambar 4. Yang memperlihatkan bahwa tingkat ketelitian
jarak SLR meningkat dari level beberapa meter pada tahun 1964 hingga mencapai
beberapa millimeter pada saat ini.













Gambar 4. Ketelian Jarak SLR

3. Sistem SLR
Pada dasarnya suatu system SLR terdiri dari stasiun pengamat SLR dan satelit-satelit
SLR.

Gambar 5. Contoh Bentuk Stasiun Pengamat SLR
Komponen utama dari pengamat di bumi (ground station) merupakan :
1. Pembangkit dan pemancar pulsa laser; yang terdiri dari suatu sistem optik.
2. Detektor dan analyzer pulsa yang kembali; yang terdiri dari teleskop penerima.
3. Unit pengukur waktu tempuh sinyal.
Laser pulsa pendek (short laser pulse) dibangkitkan di stasiun bumi dan dikirim
melalui sistem optik menuju sistem satelit. Sebagian dari pulsa laser yang dikirimkan
digunakan untuk menghidupkan alat penghitung selang waktu elektronik. Satelit
target membawa recto-reflector yang sesuai/memadai. Pulsa yang direfleksikan
diterima oleh stasiun bumi, dideteksi, diperkuat, dianalisa dan digunakan untuk
menghentikan alat penghitung elektronik.
Waktu yang dibutuhkan oleh sinyal untuk pulang-pergi diperoleh dari dua
pembacaan alat penghitung waktu yang digunakan, dan direduksi ke dalam jarak d
dengan kecepatan perambatan sinyal c. Pengoperasian sisem laser dikelompokkan
sebagai berikut :
Generasi Pertama : Panjang pulsa 10-40 ns, dengan ketelitian berkisar 1-6 meter,
biasanya menggunakan ruby laser dengan saklar-Q (Q-switch).
Generasi Kedua : Panjang pulsa 2-5 n, dengan ketelitian 30-100 cm, pada umumnya
digunakan untuk Metode analisis pulsa.
Generasi Ketiga : Panjang pulsa 0,1 - 0,2 ns, dengan ketelitian 1-3 cm,
berkemampuan untuk mendeteksi foton tunggal (single photon).
Perkembangan yang dilakukan pada generasi sistem laser yang baru
menghasilkan kemampuan ketelitian jarak sampai 3 mm. Laser Ranging hanya
mungkin dilakukan bagi satelit-satelit yang diperlengkapi dengan reflektor yang
sesuai. Sinar laser yang datang pada satelit harus benar-benar dikirimkan kembali
pada arah yang sama pada saat datangnya sinar tersebut. Jenis reflektor yang seperti
itu disebut juga recto-reflector; reflektor-reflektor ini pada umumnnya dibuat dari
prisma kaca.
Reflektor merupakan alat yang pasif dan dapt dipasang dengan cukup mudah
pada satelit, inilah sebabnya mengapa sejumlah besar kendaraan ruang angkasa
membawa susunan relektor laser. Dalam banyak hal Teknik SLR digunakan untuk
menyediakan informasi orbit secara presisi untuk misi peluncuran satelit (sebagai
contoh satelit altimeter). Beberapa satelit yang diluncurkan hanya digunakan sebagai
target yang presisi pada orbitnya. Kendaraan-kendaraan ruang angkasa ini desain dan
parameter orbitnya telah dioptimasikan dengan baik. Satelit-satelit laser yang telah
dihasilkan dari jenis ini diantaranya STARLETTE, LAGEOS, AJISAI, dan ETALON.
Komponen yang paling penting dari sistem Laser Ranging merupakan osilator
laser. Dalam Geodesi Satelit dua jenis pembangkit pulsa laser padat telah secara luas
digunakan, yaitu ruby laser dan neodinium-YAG laser.
Komponen-komponen lainnya
Telescope Mount
Elemen-Elemen Receiver dan Paket Pendeteksi
Analisis Impulse (Impulse Analysis)
Basis Waktu (Time Base)
Sistem Komputer
Detektor Pesawat (Airplane Detector)
Dalam banyak kasus, Metode SLR banyak digunakan untuk memperoleh informasi
mengenai orbit satelit secara teliti untuk keperluan misi suatu satelit, misalnya satelit
altimetri. Beberapa satelit seperti STARLETE, LAGEOS, AJISAI, dan ETALON
dirancang dan diluncurkan dengan tujuan sebagai target yang teliti pada orbitnya.
Ada 2 ( dua ) macam / jenis ground station SLR, yaitu :
1. Ground station yang tidak bergerak ( fixed ); dan
2. Ground station yang dapat dipindahkan ( transportable ).
Satelit laser ranging merupakan sebuah Metode Two way-ranging. Komponen
utama dari peralatan di bumi merupakan :
Pembangkit dan pemancar dari pulsa laser, termasuk sistem optik dan bantalan;
Detektor dan analiser untuk pembalikan pulsa, termasuk teleskop penerima;
Unit pengukuran jarak waktu.

4. Aplikasi SLR
Kontribusi-Kontribusi SLR dalam Ilmu Bumi
Selama tiga dekade terakhir, jaringan SLR global telah menjadi sumber data yang
bermanafaat untuk studi Bumi daratan, samudera, dan sistem atmosfernya. Dengan
kata lain, SLR menyediakan determinasi orbit yang teliti untuk misi pemetaan
permukaan samudera yang digunakan untuk membuat model sirkulasi samudera
global. Untuk pemetaan perubahan volume pada daratan es atau topografi daratan. Hal
ini menyediakan alat untuk transfer waktu global subnanosecond dan sebuah basis
untuk tes khusus Teori relatifitas umum.
SLR Menunjang Study Tentang Sistem Atmosfer-Hidrosfer-Cryosperesolid
Bumi
Dari perubahan berkala bidang gravitasi, SLR mengukur efek redistribusi massa di
dalam sistem bumi secara keseluruhan.

Gambar 6. temporal changes in the gravity field
SLR menunjang Penginderaan Langsung Ketinggian Permukaan
SLR menyediakan hasil ukuran secara langsung dan tidak membingungkan dari tinggi
satelit altimeter dan membolehkan pemisahan efektif dari hanyutan sistem altimeter
dari perubahan topografi samudera yang lama periodenya dalam tingkat sub-cm.
Kalibrasi ini sangat tepat untuk pengukuran perubahan tinggi laut rata-rata secara
global dalam beberapa mm/tahun dan dalam pemetaan topografi dataran es digunakan
untuk memperkirakan perubahan volume es. Satelit altimeter juga digunakan untuk
menghitung peta cotidal dari bulan utama M2 pada waktu pasang. Dengan memahami
alam tentang pasang surut dan pergeseran dasar samudera membutuhkan ilmu
pengetahun yang lebih detil tentang pasang surutnya samudera. Model pasang yang
lebih baik juga dibutuhkan dalam mendukung model pengisian naiknya pasang untuk
menganalisa ketelitian gravimetri.
Kontribusi SLR Dalam Memonitor Ketinggian Laut Dan Es
Kontribusi SLR dalam memonitor perubahan ketinggian laut ada dua cara. Pertama,
dengan menyediakan data untuk penentuan orbit. SLR menjamin orbit radial yang
bagus dari satelit altimetri. Kedua, dengan meningkatkan pengetahuan perubahan
sekuler tingkat mm/tahun. Variasi dalam tinggi permukaan laut rata-rata dari TOPEX/
Poseidon mengukur temperatur pertemuan permukaan air laut yang mengindikasikan
el-nino. The topography (and its changes) of the Earths ice sheets are mapped
using satellite altimeters and precision orbits based on SLR and SLR-based force
models.

Gambar 7. Perbandingan Antara Global Mean Anomalies dan Suhu Permukaan Laut

SLR Mengukur Dinamika Jangka Panjang Bumi, Samudera, dan Atmosfernya.
SLR menentukan rotasi bumi dan perubahan orientasi dalam distribusi masa dan
pergantian momentum sudut dalam sistem bumi keseluruhan. SLR menentukan
perubahan tinggi geosentrik dari sepasang stasiun dengan menentukan pergerakan tiap
jaringan stasiun terhadap geosenter pada bebarapa tingkatan mm. Munculnya
perubahan pada komponen X dan Y dari geosenter dapat di lihat pada tingkatan
milimeter ini.

Gambar 8. Pergerakan Kutub dari SLR

Gambar 9. Variasi Pusat Bumi
SLR Menunjang Studi Pergerakan Tektonik.
SLR menyediakan keakuratan penentuan mm/yr pergerakan stasiun pada skala global
dalam lingkup referensi geosentrik. Dikombinasikan dengan model gravitasi dan
perubahan puluhan tahun dalam rotasi bumi.

Gambar 10. Vektor Pergesaran Titik Dari SLR

Referensi:
Hazanuddin Z, Abidin. 1997. geosat-6-upd. Bandung: ITB
Hazanuddin Z, Abidin. 2001. Geodesi Satelit. Jakarta : Pradnya Paramita.
Nn. 2014. Satellite Laser Ranging. http://www.ga.gov.au/earth-monitoring/geodesy/geodetic-
techniques/satellite-laser-ranging-slr.html. Diakses pada tanggal 28 April 2014.
Nn. 2010. Satellite Laser Ranging and Earth Science. USA : Nasa
Nn. 2012. Satellite Laser Ranging. http://www.ga.gov.au/earth-monitoring/geodesy/geodetic-
techniques/satellite-laser-ranging-slr.html. Diakses pada tanggal 28 April 2014.

Anda mungkin juga menyukai