Anda di halaman 1dari 3

RANGKUMAN PKN KELAS XI SEMESTER 2

Sistem hukum internasional adalah satu kesatuan hukum yang berlaku untuk komunitas internasional yang harus
dipatuhi dan ditaati oleh setiap Negara.
Ius civile yang berlaku bagi warga romawi dimanapun mereka berada
Ius gentium yang diterapkan bagi orang asing yang bukan orang romawi. Pengertian :
a. Hubungan antara dua orang warga roma dan orang asing
b. Tata tertib alam
Hukum Internasional dibedarkan :
a. Perdata Internasional hukum antarwarga Negara dan warga Negara lain yang melintasi batas wilayah
b. Publik Internasional hukum mengatur Negara satu dengan Negara yang lain dalam hubungan internasional
yang melintasi batas wilayah
Asas Hukum Internasional :
a. Asas territorial semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya
b. Asas kebangsaan warga negara dimanapun tetap mendapat perlakuan hukum dari negaranya
c. Asas kepentingan umum wewenang Negara untuk mengatur kepentingan bermasyarakat
d. Asas persamaan derajat mempunyai hak dan kewajiban yang sama
e. Asas Keterbukaan jujur, transparan, dsb.
Prinsip Hukum Internasional :
a. Tidak ada kekerasan
b. Tidak ada intervensi
c. Persamaan hak
d. Kemerdekaan, kedaulatan dan integritas territorial
e. Iktikad baik
f. Prinsip keadilan
Bentuk Hukum Internasional :
a. Regional terbatas daerah lingkungan berlakunya
b. Khusus kaidah yang khusus berlaku bagi Negara tertentu
Sumber Hukum Internasional digunakan oleh MI dalam memutuskan masalah hub internasional
a. Materiil dasar berlakunya hukum suatu Negara
b. Formal darimana untuk mendapatkan ketentuan hukum internasional (yang sering dipakai)
Subjek Hukum Internasional (Pemegang hak dan kewajiban)
a. Negara merdeka, berdaulat dan tidak bagian dari Negara lain
b. Tahta Suci Gereja katolik Roma
c. Palang Merah Internasional karena sejarah dan diperkuat perjanjian serta konvensi jenewa
d. Organisasi Internasional
e. Individu sesuai dengan perjanjian Versailles 1919
f. Pihak-pihak yang bersangkutan
Peranan Hukum Internasional
a. Terjaminnya HAM
b. Mengatur tata kehidupan internasional
c. Memajukan kesejahteraan umum bangsa
d. Penegakan Hukum internasional
Peradilan Internasional penyelesaian masalah dengan menerapkan ketentuan hokum oleh badan peradilan
internasional yang dibentuk secara teratur.
Mahkamah Internasional member nasihat tentang persoalan hukum kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan,
memeriksa sengketa antar Negara anggota PBB. Berpedoman pada perjanjian internasional
Adjudication tektik hukum untuk menyelesaikan persengketaan internasional dengan menyerahkan keputusan
kepada peradilan
Lembaga Peradilan Internasional
a. Mahkamah Internasional menyelesaikan kasus persengketaan internasional yang subjeknya adalah Negara.
Kategori :
- Anggota PBB
- Bukan PBB
- Negara bukan wilayah kerja (membuat deklarasi dan piagam PBB)
Yurisdiksi Mahkamah Internasional adalah kewenangan yang dimiliki oleh MI yang bersumber pada Hukum
Internasional untuk menentukan sebuah aturan hokum.
b. Mahkamah Pidana Internasional
Mewujudkan supremasi hokum internasional dan memastikan pelaku kejahatan internasional
c. Panel Khusus dan Spesial Pidana Internasional
d. Lembaga peradilan internasional yang berwenang mengadili para tersangka kejahatan berat yang bersifat
sementara(setelah selesai mengadili maka peradilan ini dibubarkan)
Yurisdiksi panel khusus : menyangkut tindah kejahatan perang dan genosida tanpa melihat Negara dari si pelaku
itu telah meratifikasi/belum terhadap Statute panel khusus dan special pidana internasional.
Penyebab Timbulnya Sengketa Internasional
Sengketa internasional perselisihan yang terjadi antara Negara dangan Negara, Negara dengan individu, Negara
dengan korporasi aing, serta antarnegara dengan kesatuan kenegaraan bukan Negara.
a. Bidang Politik
b. Bidang Ekonomi
c. Bidang Sosial Budaya
d. Hak Teritorial
Sebab-sebab lain timbulnya sengketa
a. Salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban
b. Perbedaan penafsiran
c. Perebutan sumber ekonomi
d. Perebutan pengaruh ekonomi, politik, keamanan regional dan internasional
e. Adanya intervensi
f. Penghinaan harga diri bangsa
Cara Penyelesaian Sengketa Internasional
a. Organisasi Internasional
- Organisasi Regional (ASEAN, NATO, Uni Eropa, Liga Arab,dll)
- PBB mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional
b. Metode Diplomatik dan Legal
- Diplomatik
1. Negoisasi pihak yang terkait
2. Mediasi pihak ketiga sebagai penengah
3. Inquiry mendirikan sebuah komisi yang bersifat internasional guna mencari bukti yang relevan
4. Konsiliasi
- Legal/Yudisial/Hukum
1. Arbitrase memberikan kebebasan kepada pihak yang bersengketa untuk menentukan proses perkara
2. Mahkamah Internasional memutus suatu kasus dengan persetujuan semua pihak yang bersengketa
(mengikat dan final)
3. Pengadilan lainnya
c. Damai dan Kekerasan
- Damai penyelesaian sengketa melalui usaha penyesuaian diantara pihak yang bersengketa secara bersahabat
1. Negoisasi perundingan senagai sarana untuk menetapkan sikap tentang masalah yang disengketakan
2. Mediasi/jasa baik bantuan jasa baik dari pihak ketiga
3. Konsiliasi. Luas : bantuan pihak ketiga yang tidak memihal. Sempit : penyerahan sengketa kepada suatu
panitia, kemudian panitia memberi usul.
4. Panitia penyelidikan menyelidiki kepastian peristiwa dan kemudian menyiapkan penyelesaian yang
disepakati
- Kekerasan
1. Blokade pengepungan wilayah untuk memutuskan hubungan suatu wilayah dengan pihak luar.
2. Pertikaian Bersenjata pertentangan dan penggunaan kekerasan angkatan bersenjata masing pihak
dengan tujuan menundukkan lawan
3. Reprisal pembalasan terhadap tindakan yang melanggar hokum
4. Retorsi pembalasan yang dilakukan oleh suatu Negara terhadap tindakan yang tidak pantas dari Negara
lain

d. Mahmakah Internasional
- Mekanisme Normal
1. Penyerahan perjanjian khusus
2. Pembelaan tertulis
3. Presentasi pembelaan
4. Keputusan.
- Mekanisme Khusus
1. Keberatan awal
2. Ketidakhadiran salahsatu pihak yang bersengketa
3. Keputusan sela
4. Beracara bersama
5. Intervensi
Menghargai Keputusan Mahkamah Internasional
a. Memperkuat Hukum Internasional
- Organ-organ Pemerintah Negara
- Persengketaan diantara subjek-subjek Hukum Internasional
- Kaidah-kaidah hukum internasional
b. Prinsip Penyelesaian Sengketa Internasional
- Tidak menggunakan kekerasam
- Non intervensi
- Persamaan hak menentukan nasib bagi bangsa
- Persamaan kedaulatan bangsa
- Iktikad baik
- Keadilan dan hukum internasional
c. Akibat tidak mematuhi Keputusan Mahkamah Internasional
- Travel warning
- Pengalihan investasi
- Pemutusan hubungan diplomatic
- Pengurangan bantuan ekonomi
- Pengurangan tingkat kerja sama
- Embargo ekonomi
- Kesepakatan organisasi regional/internasional
Berdampak negative :
a. Memperbesar jumlah pengangguran, anggota masyarakat miskin
b. Memperlemah daya beli masyarakat
c. Memperkecil pendapatan nasional
d. Pendistribusian kemakmurannya tidak merata
e. Merosotnya tingkat kehidupan masyarakat
f. Kesulitan memperoleh bantuan dan mitra kerja Negara asing