Anda di halaman 1dari 6

Tabel Periodik Modern

00.40 DANAR_SADDAM NO COMMENTS


a. Tabel Periodik Mendeleev
Mendellev menemukan jika usur disusun menurut massa atom
yang meningkat, maka unsur dengan sifat sifat yang sama akan tersusun secara periodik. Mendeleev
mereaksikan beberapa unsur dengan gas klor. Hasilnya adalah senyawa yang larut dalam air ,
dengan rumus MCl. Fakta yang sama ditunjukkan oleh unsur Be, Mg, Ca, dan Sr yang membentuk
senyawa BeCl2, MgCl2, CaCl2 dan SrCl2
Mengacu pada sifat sifat unsur, Mendellev menyusun unsur unsur menggunakan kartu yang
jumlahnya sama dengan jumlah unsur yang saat itu diketahui. Setiap kartu bertuliskan sifat sifat
unsur dan berat atom. Ia menemukan pengulangan sifat unsur dalam daftar unsurnya. Mendellev
mengelompokkan unsur unsur tersebut dalam beberapa baris. Unsur unsur yang terletak dalam
kolom yang sama meiliki sifat mirip.

b. Tabel Periodik Meyer
Lothar meyer menyusun tabel periodik yang hampir mirip dengan
tabel periodik yang disusun oleh Mendellev.Meyer menempatkan unsur unsur dengan valensi yang
sama dalam satu kolom. Gagasan Meyer lebih sederhana dibandingkan tabel periodik Mendellev.
Sayangnya meyer baru mempublikasikan pada tahun 1870.

c. Pengelompokan Unsur Cara Moseley
Pada Tahun 1909 dan 1911, Rutherford berhasil menemukan salah
satu partikel dasar penyusun atom yaitu proton dan inti atom. Berdasarkan penemuan Rutherford,
Henry Moseley meneliti spektrum sinar X dan hubunganya dengan jumlah muatan listrik
menggunakan spektroskopi sinar X.Lalu memplotkan frekuensi sinar X dengan dan kenaikan nomor
atom.Hasilnya berupa garis lurus yang menunjukkan hubungan antara nomor atom dan sifat atom
secara periodik. Kemudian, Moseley menyusun unsur tersebut berdasarkan kenaikan nomor atom
dalam bentuk tabel periodik.
d. Pengelompokan Unsur Cara Seaborg
Pada tahun 1940, Glenn Seaborg berhasil menemukan unsur transuranium yaitu
unsur dengan nomor atom 94-102. Akan tetapi timbul masalah mengenai penempatan unsur unsur
transuranium dalam tabel periodik.Masalah itu dapat terpecahkan dengan cara membuat baris baru
sehingga tabel periodik Moseley berubah.Tabel ini disusun atas 7 periode dan 18 kolom.
Berdasarkan tabel periodik modern unsur unsur dikelompokkan kedalam golongan utanma (IA VIII
A) dan golongan transisi (IB - VIIIB)
Ada 2 baris unsur yang diletakkan tepat dinawah tabel.Unsur unsur itu dikenal dengan unsur transisi
bagian dalam.Tabel inilah sampai saat ini yang dianggap paling benar dan sering kita kenal dengan
tabel SIstim periodik Unsur.
Tabel periodik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Lihat tabel periodik standar di bawah.
Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel.
Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimiaunsur-
unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan
berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya.
Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada juga cara
lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan lebih atau dari
persepektif yang berbeda.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Tampilan lain
2 Penjelasan struktur tabel periodik
3 Klasifikasi
o 3.1 Golongan
o 3.2 Periode
4 Periodisitas Sifat Kimia
o 4.1 Kecenderungan Periodisitas dalam Golongan
o 4.2 Kecenderungan Periodisasi Periode
5 Sejarah
6 Referensi
7 Lihat pula
8 Pranala luar
Tampilan lain[sunting | sunting sumber]
Table periodik standar (s.d.a.) memuat informasi dasar.
Tabel alternate
Tabel anti
Tabel besar memuat hal-hal dasar dan nama lengkap unsur.
Tabel sangat besar memuat informasi dasar, nama lengkap unsur, dan massa atomnya.
Tabel lebar
Tabel diperluas
Tabel di Tiongkok
Konfigurasi elektron
Logam dan bukan logam
Tabel periodik diisi menurut blok
Daftar unsur menurut nama
Daftar unsur menurut lambang unsur
Daftar unsur menurut nomor atom
Daftar unsur menurut titik didih
Daftar unsur menurut titik leleh
Daftar unsur menurut kepadatan
Daftar unsur menurut massa atom
Dan ini adalah tabel periodik untuk resonansi magnetis.
Penjelasan struktur tabel periodik[sunting | sunting sumber]
Jumlah kulit elektron yang dimiliki sebuah atom menentukan periode atom tersebut. Setiap
kulit memiliki beberapa subkulit, yang terisi menurut urutan berikut ini, seiring dengan
bertambahnya nomor atom:
1s
2s 2p
3s 3p
4s 3d 4p
5s 4d 5p
6s 4f 5d 6p
7s 5f 6d 7p
8s 5g 6f 7d 8p
...
Berdasarkan hal inilah struktur tabel disusun. Karena elektron terluar menentukan sifat kimia
suatu unsur, unsur-unsur yang segolongan umumnya mempunyai sifat kimia yang mirip.
Unsur-unsur segolongan yang berdekatan mempunyai sifat fisika yang mirip,
meskipun massa mereka jauh berbeda. Unsur-unsur seperiode yang berdekatan mempunyai
massa yang hampir sama, tetapi sifat yang berbeda.
Sebagai contoh, dalam periode kedua, yang berdekatan dengan Nitrogen (N)
adalah Karbon (C) dan Oksigen (O). Meskipun massa unsur-unsur tersebut hampir sama
(massanya hanya selisih beberapa satuan massa atom), mereka mempunyai sifat yang jauh
berbeda, sebagaimana bisa dilihat dengan melihat alotrop mereka: oksigen diatomik
adalah gas yang dapat terbakar, nitrogen diatomik adalah gas yang tak dapat terbakar, dan
karbon adalah zat padat yang dapat terbakar (ya, berlian pun dapat terbakar!).
Sebaliknya, yang berdekatan dengan unsur Klorin (Cl) di tabel periodik, dalam
golongan Halogen, adalah Fluorin (F) dan Bromin (Br). Meskipun massa unsur-unsur
tersebut jauh berbeda, alotropnya mempunyai sifat yang sangat mirip: Semuanya bersifat
sangat korosif (yakni mudah bercampur dengan logam membentuk garam logam halida);
klorin dan fluorin adalah gas, sementara bromin adalah cairan bertitik didih yang rendah;
sedikitnya, klorin dan bromin sangat berwarna.
Klasifikasi[sunting | sunting sumber]
Golongan[sunting | sunting sumber]
Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel periodik baku.
Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron valensi yang mirip, sehingga
mempunyai sifat yang mirip pula. Ada tiga sistem pemberian nomor golongan. Sistem
pertama memakai angka Arab dan dua sistem lainnya memakai angka Romawi. Nama
dengan angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka
Arab adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh International Union of Pure and
Applied Chemistry (IUPAC). Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan
kedua sistem lama yang menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut
membingungkan, menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda.
Golongan bisa dianggap sebagai cara yang paling penting dari mengklasifikasi unsur. Pada
beberapa golongan, unsur-unsurnya ada yang sangat mirip sifatnya dan memiliki
kecenderungan sifat yang jelas jika ditelusuri menurun di dalam kolom. Golongan-golongan
ini sering diberi nama umum (tak sistematis) sebagai contoh: logam alkali, logam alkali
tanah, halogen, khalkogen, dan gas mulia. Beberapa golongan lainnya dalam tabel tidak
menampilkan sebanyak persamaan maupun kecenderungan sifat secara vertikal (sebagai
contoh Kelompok 14 dan 15), golongan ini tidak memiliki nama umum.
Periode[sunting | sunting sumber]
Baris dalam tabel periodik disebut periode. Walaupun golongan adalah cara yang paling
umum untuk mengklasifikasi unsur, ada beberapa bagian di tabel unsur yang
kecenderungan sifatnya secara horisontal dan kesamaan sifatnya lebih penting dan
mencolok daripada kecenderungan vertikal. Fenomena ini terjadi di blok-d (atau "logam
transisi"), dan terutama blok-f, dimana lantinida dan aktinida menunjukan sifat berurutan
yang sangat mencolok.
Periodisitas Sifat Kimia[sunting | sunting sumber]
Nilai utama dari tabel periodik adalah kemampuan untuk memprediksi sifat kimia dari sebuah
unsur berdasarkan lokasi di tabel. Perlu dicatat bahwa sifat kimia berubah banyak jika
bergerak secara vertikal di sepanjang kolom di dalam tabel dibandingkan secara horizontal
sepanjang baris.
Kecenderungan Periodisitas dalam Golongan[sunting | sunting sumber]


Kecenderungan periodisas dari energi ionisasi
Teori struktur atom mekanika kuantum modern menjelaskan kecenderungan golongan
dengan memproposisikan bahwa unsur dalam golongan yang sama memiliki konfigurasi
elektron yang sama dalam kulit terluarnya, yang merupakan faktor terpenting penyebab sifat
kimia yang mirip. Unsur-unsur dalam golongan yang sama juga menunjukkan pola jari-jari
atom, energi ionisasi, dan elektronegativitas. Dari urutan atas ke bawah dalam golongan,
jari-jari atom unsur bertambah besar. Karena lebih banyak susunan energi yang terisi,
elektron valensi terletak lebih jauh dari inti. Dari urutan atas, setiap unsur memiliki energi
ionisasi yang lebih rendah dari unsur sebelumnya karena lebih mudahnya sebuah elektron
terlepas karena elektron terluarnya yang semakin jauh dari inti. Demikian pula, suatu
golongan juga menampilkan penurunan elektronegativitas dari urutan atas ke bawah karena
peningkatan jarak antara elektron valensi dan inti.
Kecenderungan Periodisasi Periode[sunting | sunting sumber]
Unsur-unsur dalam periode yang sama memiliki kecenderungan dalam jari-jari atom, energi
ionisasi, afinitas elektron dan elektronegativitas. Dari kiri ke kanan, jari-jari atom biasanya
menurun. Hal ini terjadi karena setiap unsur mendapat tambahan proton dan elektron yang
menyebabkan elektron tertarik lebih dekat ke inti. Penurunan jari-jari atom ini juga
menyebabkan meningkatnya energi ionisasi jika bergerak dari urutan kiri ke kanan. Semakin
rapat terikatnya suatu unsur, semakin banyak energi yang diperlukan untuk melepaskan
sebuah elektron. Demikian juga elektronegativitas, yang meningkat bersamaan dengan
energi ionisasi karena tarikan oleh inti pada elektron. Afinitas elektron juga mempunyai
kecenderungan, walau tidak semenyolok pada sebuah periode. Logam (bagian kiri dari
perioda) pada umumnya memiliki afinitas elektron yang lebih rendah dibandingkan dengan
unsur nonmetal (periode sebelah kanan), dengan pengecualian gas mulia.
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah tabel periodik
Tabel periodik pada mulanya diciptakan tanpa mengetahui struktur dalam atom: jika unsur-
unsur diurutkan berdasarkan massa atom lalu dibuat grafik yang menggambarkan hubungan
antara beberapa sifat tertentu dan massa atom unsur-unsur tersebut, akan terlihat suatu
perulangan atau periodisitas sifat-sifat tadi sebagai fungsi dari massa atom. Orang pertama
yang mengenali keteraturan tersebut adalah ahli kimia Jerman, yaitu Johann Wolfgang
Dbereiner, yang pada tahun 1829 memperhatikan adanya beberapatriade unsur-unsur
yang hampir sama.
Beberapa triade
Unsur Massa atom Kepadatan
Klorin 35,5 0,00156 g/cm
3

Bromin 79,9 0,00312 g/cm
3

Iodin 126,9 0,00495 g/cm
3

Kalsium 40,1 1,55 g/cm
3

Stronsium 87,6 2,6 g/cm
3

Barium 137 3,5 g/cm
3

Temuan ini kemudian diikuti oleh ahli kimia Inggris, yaitu John Alexander Reina Newlands,
yang pada tahun 1865 memperhatikan bahwa unsur-unsur yang bersifat mirip ini berulang
dalam interval delapan, yang ia persamakan dengan oktaf musik, meskipun hukum oktaf-nya
diejek oleh rekan sejawatnya. Akhirnya, pada tahun 1869, ahli kimia Jerman Lothar
Meyer dan ahli kimia Rusia Dmitry Ivanovich Mendeleyev hampir secara bersamaan
mengembangkan tabel periodik pertama, mengurutkan unsur-unsur berdasarkan massanya.
Akan tetapi, Mendeleyev meletakkan beberapa unsur menyimpang dari aturan urutan massa
agar unsur-unsur tersebut cocok dengan sifat-sifat tetangganya dalam tabel, membetulkan
kesalahan beberapa nilai massa atom, dan meramalkan keberadaan dan sifat-sifat beberapa
unsur baru dalam sel-sel kosong di tabelnya. Keputusan Mendeleyev itu belakangan terbukti
benar dengan ditemukannya struktur elektronik unsur-unsur pada akhir abad ke-19 dan
awal abad ke-20.
Referensi[sunting | sunting sumber]
Mazurs, E.G. (1974). Graphical Representations of the Periodic System During One
Hundred Years. Alabama: University of Alabama Press.
Bouma, J. (1989). "An Application-Oriented Periodic Table of the Elements". J. Chem.
Ed.. 66, 741.