Anda di halaman 1dari 3

KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNGAPI

Berdasarkan sejarah kegiatannya, sifat erupsi, komposisi kimia dan frekuensi erupsinya yang tergolong jarang,
kawasan rawan bencana G. Tangkubanparahu dapat dibagi tiga tingkatan yaitu Kawasan Rawan Bencana III,
Kawasan Rawan Bencana II dan Kawasan Rawan Bencana I.
Kawasan Rawan Bencana III
Kawasan Rawan Bencana III adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda awan panas, aliran lava,
material lontaran batu pijar, guguran lava, hujan abu lebat dan atau gas beracun.
Kawasan Rawan Bencana III G. Tangkubanperahu terdiri atas dua bagian, yaitu:
a. Kawasan rawan bencana terhadap awan panas, aliran lava, guguran lava dan gas beracun.
b. Kawasan rawan bencana terhadap material lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.
Kawasan Rawan Bencana II
Secara umum yang disebut kawasan rawan bencana II adalah kawasan yang berpotensi terlanda oleh awan
panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran lahar dan
gas beracun). Kawasan ini dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa berupa awan panas, aliran lava, guguran batu (pijar), dan
aliran lahar.
b. Kawasan rawan bencana terhadap material lontaran dan jatuhan seperti lontaran batu (pijar), dan hujan
abu lebat.
Kawasan Rawan Bencana I
Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan tidak menutup kemungkinan
dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava. Kawasan ini terletak di sepanjang sungai/ di dekat
lembah sungai atau bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak.

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Tangkuban parahu

Demografi
Banyaknya penduduk yang bermukim di lereng selatan, timurlaut dan utara tersebut berkaitan dengan kondisi
morfologi, potensi alam seperti wisata, perkebunan dan kesuburan tanah. Perkembangan penduduk dari waktu
ke waktu, umumnya diikuti oleh perkembangan pemukiman di daerah bersangkutan sehingga mengakibatkan
kepadatan penduduk meningkat.
Di antara kota-kota di sekitarnya Lembang selain merupakan kota dengan penduduk terbanyak, merupakan
kota tujuan wisata dan juga kota transit. Penduduk Lembang berdasarkan data kependudukan hingga akhir
Februari 1999 adalah 127.679 jiwa. Mata pencaharian penduduk pada umumnya bergerak di bidang pertanian
yang terdiri atas petani pemilik (23,82%), petani penggarap 19,30%, buruh tani 9,93%, peternak 9,57 %,
wiraswasta/pedagang (9,58%), pegawai negeri (3,00 %), pegawai swasta (9,68 %), TNI+ POLRI (1,58% ),
Pensiunan (1,95 %), pertukangan (1,25 %) dan buruh/pekerja lainnya (10,34%).
Bandung adalah kota terbesar dan terdekat ( 30 km) ke arah selatan, yang merupakan ibu kota propinsi Jawa
Barat. Bandung mungkin merupakan kota terpadat di Indonesia dengan jumlah penduduk 3 juta orang.