Anda di halaman 1dari 1

MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI

Mitigasi bencana yang dilakukan selain pemantauan menerus secara visual juga dilakukan pemantauan secara
instrumental dan pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana. Pemantauan secara visual meliputi pengukuran
suhu, ketinggian asap, warna asap, arah tiupan angin dan pH diamati dari Pos Pengamatan G.
Tangkubanparahu yang dibangun di lereng timur gunungapi Tangkubanparahu.
Peralatan pemantau dan sarana penunjangnya menggunakan seismograf jenis PS-2. Sistim pemantauan ini
dioperasikan secara sistem radio telemetri (RTS) dengan seismometer jenis Ranger ditempatkan di sekitar
Kawah Ratu, pada posisi S 06o 45' 53,5", T 107o 36 ' 50", pada ketinggian 2028 m dpl. Sinyal gempa dari sub
sistem seismograf di lapangan tersebut dipancarkan melalui radio yang kemudian direkam dengan rekorder
PS-2 di Pos Pengamatan G. Tangkubanparahu di kampung Cikole (Wates) lebih kurang 2,5 km dari Kawah
Ratu.Pos Pengamatan G. Tangkubanparahu dibangun di lereng timur gunungapi Tangkubanparahu. Pos
Pengamatan ini dilengkapi dengan satu unit seismograf, satu komponen seismometer vertikal, dipasang pada
koordinat 0645'53,50'' LS dan 10736'50,30'' di ketinggian 2015m dpl. Getaran gempa dipancarkan dan
direkam di Pos Pengamatan secara analog.